Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Bidang Studi : Keperawatan Medikal Bedah


Topik : Diabetes Mellitus
Sub Topik : Diabetes Meliitus
Sasaran : Keluarga, Pasien
Penyuluh : Septi Cholidatul Fauziah
Tempat: RSUD dr. M. Ashari Pemalang Ruang Jalak
Hari/Tanggal : 02 September 2018
Waktu : 1 x 20 menit

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM


Pada akhir proses penyuluhan, keluarga dan pasien dapat mengetahui penyakit
diabetes mellitus.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan keluarga dan pasien dapat :
1. Menyebutkan pengertian diabetes mellitus
2. Menyebutkan penyebab diabetes mellitus
3. Menyebutkan tanda gejala diabetes mellitus
4. Menyebutkan penatalaksaan atau pengobatan diabetes mellitus
5. Menyebutkan komplikasi diabetes mellitus
6. Menyebutkan Jenis makanan yang diperbolehkan
7. Menyebutkan Jenis makanan yang diperbolehkan tapi dibatasi
8. Menyebutkan Jenis makanan yang harus dihindari
III. SASARAN
Keluarga dan Pasien
IV. MATERI
1. Pengertian diabetes meliitus
2. Penyebab diabetes meliitus
3. Tanda dan gejala klinis diabetes meliitus
4. Penatalaksaan atau pengobatan diabetes meliitus
5. Komplikasi diabetes meliitus
6. Jenis makanan yang diperbolehkan
7. Jenis makanan yang diperbolehkan tapi dibatasi
8. Jenis makanan yang harus dihindari
V. METODE
- Ceramah
- Tanya jawab
VI. MEDIA:
- Leaflet/brosur.
VII. KRITERIA EVALUASI
Kriteria proses:
1. Keluarga dan Pasien antusias terhadap materi penyuluhan.
2. Keluarga dan Pasien konsentrasi mendengarkan penyuluhan.
3. Keluarga dan Pasien mengajukan pertanyaan & menjawab pertanyaan
secara benar.
Kriteria hasil:
Keluarga dan pasien mengetahui tentang:
1. Menyebutkan pengertian diabetes meliitus
2. Menyebutkan penyebab diabetes meliitus
3. Menyebutkan tanda gejala diabetes meliitus
4. Menyebutkan penatalaksanaan atau pengobatan diabetes meliitus
5. Menyebutkan komplikasi diabetes meliitus
6. Menyebutkan Jenis makanan yang diperbolehkan
7. Menyebutkan Jenis makanan yang diperbolehkan tapi dibatasi
8. Menyebutkan Jenis makanan yang harus dihindari

VIII. KEGIATAN PENYULUHAN


N Waktu Kegiatan Penyuluh Kegiatan Peserta
o
1. 3 menit - Memperkenalkan diri & -
pembimbing Mendengarkan.
- Menjelaskan tujuan dari
penyuluhan
-
- Melakukan kontrak waktu
- Menyebutkan materi yang akan Mendengarkan.
diberikan
-
Memperhatikan.

-
Memperhatikan.
2. 15 menit Pelaksanaan: -
1. Menjelaskan pengertian Mendengarkan &
diabetes meliitus memperhatikan
2. Menjelaskan penyebab -
diabetes meliitus Bertanya & menjawab
3. Menjelaskan tanda gejala pertanyaan yang
diabetes meliitus diajukan.
4. Menjelaskan
penatalaksaan atau
pengobatan diabetes
meliitus
5. Menjelaskan komplikasi
diabetes meliitus
6. Menjelaskan Jenis
makanan yang
diperbolehkan
7. Menjelaskan Jenis
makanan yang
diperbolehkan tapi
dibatasi
8. Menjelaskan Jenis
makanan yang harus
dihindari

3. 5 menit Evaluasi: Menjawab pertanyaan


- Menanyakan kepada pasien/
keluarga tentang materi yang
telah diberikan & reinforcement
kepada pasien/keluarga bila
dapat menjawab/menjelaskan
kembali.
4. 2 menit Terminasi: Mendengarkan &
- Me bersalaman
ngucapkan terima kasih kepada
pasien & keluarga.
- Ber
salaman dengan pasien &
keluarga.

Referensi :
Brunner & Suddart. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Vol 3.
Jakarta: EGC
Corwin, EJ. 2009. Diagnosa Keperawatan, Aplikasi Pada Praktik Klinis, Edisi 6.
Jakarta: EGC
Mansjoer, A dkk. 2007. Kepala Selekta Kedokteran, Jilid 1 Edisi 3. Jakarta:
MediaAesculapius
Santosa, Budi 2007. Panduan Diagnosa Keperawatan NANDA 2005-2006, Jakarta:
Prima Medika
Materi Penyuluhan:

LAMPIRAN MATERI

A. Definisi
Diabetes berasal dari bahasa Yunani yg berarti “mengalirkan atau
mengalihkan” (siphon). Mellitus berasal dari bahasa latin yg bermakna manis atau
madu. Penyakit diabetes melitus bisa diartikan individu yg mengalirkan volume urine
yg banyak dengan kadar glukosa tinggi. Diabetes melitus ialah penyakit
hiperglikemia yg ditandai dengan ketidakadaan absolute insulin/penurunan relative
insensitivitas sel pada insulin (Corwin, 2009).
Diabetes Melitus (DM) merupakan kondisi hiperglikemia kronik disertai
beraneka kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yg menimbulkan beraneka
komplikasi kronik yang terjadi pada mata, ginjal, saraf, & pembuluh darah, disertai
lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan menggunakan sebuah
mikroskop elektron (Mansjoer dkk, 2007).
Menurut American Diabetec Associatiion (ADA) tahun 2005, DM ialah sebuah
kelompok panyakit metabolik dengan adanya karakterristik hiperglikemia yg terjadi
dikarenakan adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau bisa saja terjadi
kedua-duanya.

B. Etiologi
1. Diabetes Melitus tergantung insulin (DMTI)
 Factor genetic : Umumnya penderita diabetes tidak mewarisi diabetes
type I itu sendiri namun mewarisi sebuah presdisposisi atau sebuah
kecenderungan genetic kearah terjadinya diabetes type I. Kecenderungan
genetic ini ditentukan pada individu yg memililiki type antigen HLA
(Human Leucocyte Antigen) tertentu. HLA ialah kumpulan gen yg
bertanggung jawab atas antigen tranplantasi & proses imun lainnya.
 Factor imunologi : Pada diabetes type I terdapat fakta adanya sebuah
respon autoimun. Ini adalah respon abnormal di mana antibody terarah
pada jaringan normal tubuh secara bereaksi terhadap jaringan tersebut yg
dianggapnya seakan-akan sebagai jaringan asing.
 Factor lingkungan : Factor eksternal yg akan memicu destruksi sel β
pancreas, sebagai sampel hasil penyelidikan menyebutkan bahwa virus
atau toksin tertentu akan memicu proses autoimun yg bisa memunculkan
destuksi sel β pancreas.
2. Diabetes Melitus tidak tergantung insulin (DMTTI)

Umumnya penyebab dari DM type II ini belum diketahui, faktor genetic


diperkirakan memegang peranan dalam proses terjadinya sebuah resistensi
insulin. Diabetes Melitus tidak tergantung insulin ( DMTTI ) penyakitnya
memiliki pola familiar yg kuat. DMTTI ditandai dengan kelainan dalam sekresi
insulin ataupun dalam kerja insulin. Pada awalnya nampak terdapat resistensi
dari sel-sel sasaran pada kerja insulin. Insulin mula-mula mengikat dirinya
pada reseptor-reseptor permukaan sel tertentu, seterusnya terjadi reaksi
intraselluler yg meningkatkan transport glukosa menembus membran sel. Pada
pasien dengan DMTTI terdapat sebuah kelainan dalam pengikatan insulin
dengan reseptor. Hal ini bisa disebabkan oleh berkurangnya jumlah tempat
reseptor yg rumumnya esponsif insulin pada membran sel. Dan menyebabkan
terjadi penggabungan abnormal antara kompleks reseptor insulin dengan
sebuah system transport glukosa. Kadar glukosa normal akan dipertahankan
dalam saat yg cukup lama & meningkatkan sekresi insulin, namun pada
hasilnya sekresi insulin yg beredar tak lagi memadai untuk mempertahankan
kadar euglikemia. Diabetes Melitus type II disebut pula Diabetes Melitus tak
tergantung insulin (DMTTI) atau bisa disebut dengan Non Insulin Dependent
Diabetes Melitus (NIDDM) yg adalah satu buah group heterogen bentuk-
bentuk Diabetes yg lebih ringan, terutama dijumpai pada orang dewasa, namun
terkadang akan timbul pada periode kanak-kanak.

Factor risiko yg berhubungan dengan proses terjadinya DM type II, diantaranya


yaitu :

 Umur (resistensi insulin cenderung meningkat pada umur di atas 65 thn)

 Obesitas

 Riwayat keluarga

 Kelompok etnik

C. Manifestasi Klinis
1. Diabetes Type I
 Hiperglikemia berpuasa
 Glukosuria, diuresis osmotik, poliuria, polidipsia, polifagia
 Keletihan & kelemahan
 Ketoasidosis diabetik (mual, nyeri abdomen, muntah, hiperventilasi,
nafas bau buah, ada perubahan tingkat kesadaran, koma, bahkan
menyebabkan kematian)

2. Diabetes Type II

 Lambat (selama tahunan), intoleransi glukosa progresif

 Komplikasi jangka panjang (retinopati, neuropati, penyakit vaskular


perifer)

 Gejala umumnya bersifat ringan mencakup keletihan, gampang


tersinggung, poliuria, polidipsia, luka pada kulit yg sembuhnya lama,
infeksi vaginal, penglihatan kabur

D. Penatalaksanaan

1. Medis

Tujuan utama dilakukannya terapi DM ialah agar dapat menormalkan aktivitas


insulin & kadar glukosa darah dalam usaha untuk mengurangi terjadinya
sebuah komplikasi vaskuler serta neuropatik. Tujuan therapy terapeutik pada
setiap type DM adalah demi mencapai kadar glukosa darah dalam batas normal
tanpa terjadi hipoglikemia dan gangguan serius pada pola aktivitas pasien
sehari-hari. Ada lima komponen penting dalam penatalaksanaan DM, yaitu :

a. Diet syarat melakukan diet DM seharusnya dapat :

 Memperbaiki kesehatan umum pada penderita

 Mengarahkan pada berat badan dalam batas normal

 Menekan dan menunda timbulnya sebuah penyakit angiopati diabetik

 Memberikan sebuah modifikasi diit sesuai dengan kondisi pada


penderita

 Menarik & mudah untuk diberikan


Prinsip diet DM, adalah :
 Jumlah sesuai kebutuhan

 Jadwal diet yang ketat


 Jenis : yang boleh dimakan / tidak
Dalam melaksanakan diit diabetes sehari-hari hendaklah diikuti pedoman 3 J
yakni:
 jumlah kalori yg diberikan harus habis, jangan dikurangi/ditambah
 jadwal diit harus bisa sesuai dengan intervalnya
 jenis makanan yg manis harus bisa dihindari

Penentuan jumlah kalori Diit DM harus disesuaikan oleh status gizi pada
penderita, penentuan gizi dilaksanakan dengan menghitung Percentage of
Relative Body Weight (BBR = berat badan normal) dengan rumus :

 Kurus (underweight) apabila BBR < 90 %

 Normal (ideal) apabila BBR 90% – 110%

 Gemuk (overweight) apabila BBR > 110%

 Obesitas apabila BBR > 120%

 Obesitas ringan BBR 120 % – 130%

 Obesitas sedang BBR 130% – 140%

 Obesitas berat BBR 140% – 200%

 Morbid BBR >200 %

Sebagai sebuah pedoman jumlah kalori yang diperlukan sehari-hari bagi para
penderita DM yg bekerja biasa yakni :

 Kurus (underweight) BB X 40-60 kalori perharinya

 Normal (ideal) BB X 30 kalori perharinya


 Gemuk (overweight) BB X 20 kalori perharinya

 Obesitas apabila BB X 10-15 kalori sehari


b. Latihan
Beberapa manfaat melakukan latihan teratur setiap hari bagi para
penderita DM, yakni :
 Meningkatkan kadar kepekaan insulin, jika dikerjakan setiap 1 1/2
jam sesudah makan, berarti pula mengurangi terjadinya insulin
resisten pada penderita dengan kegemukan/menambah jumlah
reseptor insulin & meningkatkan sensivitas insulin dengan
reseptornya.
 Memperbaiki aliran perifer serta menambah suplai oksigen yang
ada
 Mencegah kegemukan apabila ditambahkan dengan latihan pagi
dan sore
 Meningkatkan kadar kolesterol – high density lipoprotein
 Kadar glukosa otot & hati menjadi berkurang, maka latihan akan
dirangsang adanya pembentukan glikogen baru.
 Menurunkan kolesterol (total) & trigliserida dalam darah karena
adanya sebuah pembakaran asam lemak menjadi lebih baik.
c. Penyuluhan
Penyuluhan menjadi salah satu bentuk metode pemberian informasi
kesehatan kepada penderita DM, melalui bermacam-macam cara/ bisa
menggunakan media misalnya: leaflet, poster, audio visiual, diskusi
kelompok, dll.
d. Obat
“Tablet OAD (Oral Antidiabetes)/ Obat Hipoglikemik Oral (OHO)”
1. Mekanisme kerja sulfanilurea, Obat ini bekerja secara menstimulasi
pelepasan insulin yg tersimpan, menurunkan ambang sekresi
insulin serta dapat meningkatkan terjadinya sekresi insulin sebagai
adanya akibat dari rangsangan glukosa. Obat golongan ini
umumnya diberikan pada penderita dengan berat badan dalam batas
normal & masih bisa dipakai pada pasien yg berat badannya sedikit
lebih.
2. Mekanisme kerja Biguanida, Biguanida tidak memiliki sebuah efek
pankreatik, tetapi mempunyai damfak lain yang dapat
meningkatkan adanya efektivitas insulin, yakni :
 Biguanida pada tingkat prereseptor → ekstra pankreatik
- Menghambat glukoneogenesis di hati
- Menghambat absorpsi karbohidrat
- Meningkatkan afinitas pada reseptor insulin
 Biguanida pada tingkatan reseptor : meningkatkan jumlah
reseptor insulin
 Biguanida pada tingkatan pascareseptor: mempunyai efek
intraselluler
“Insulin”
1) Indikasi untuk penggunaan insulin
 DM tipe I

 DM tipe II yang pada saat tertentu tidak dapat dirawat dengan


OAD

 DM pada kehamilan

 DM & gangguan faal hati yg berat

 DM & gangguan infeksi akut (selulitis, gangren)

 DM & TBC paru akut

 DM & koma lain pada DM

 DM operasi

 DM patah tulang

 DM & underweight

 DM & penyakit Graves

2) Beberapa cara dalam pemberian insulin


 Suntikan insulin subkutanInsulin regular mencapai puncak
kerjanya pada waktu sekitar 1 – 4 jam, sesudah dilakukan
suntikan subcutan, kecepatan absorpsi di tempat suntikan
tergantung pada adanya beberapa faktor yakni :
e. Cangkok pankreas
Pendekatan terbaru untuk cangkok adalah segmental dari donor hidup
saudara kembar identic

E. Komplikasi Diabetes Mellitus


1. Gagal ginjal
2. Hipertensi
3. Stroke
4. Ulkus atau luka
5. Hypoglikemia atau Hiperglikemia

F. STANDAR PENGATURAN JENIS MAKANAN DIET DIABETES


MELITUS
1. Jenis makanan yang dianjurkan

- Sumber protein hewani:, ayam tanpa kulit, ikan dan putih telur

- Sumber protein nabati: tempe, tahu, kacang-kacangan (kacang ijo, kacang


merah, kacang kedela)

- Sayuran yang bebas dikonsumsi (sayuran A): oyong, ketimun, labu air,
lobak, selada air, jamur kuping, dan tomat

- Buah-buahan: jeruk siam, apel, papaya, melon, jambu air, salak,


semangka, belimbing

- Susu rendah lemak atau susu skim

2. Jenis bahan makanan yang diperbolehkan tetapi dibatasi

- Sumber karbohidrat kompleks: padi-padian (beras, jagung, gandum),


umbi-umbian (singkong, ubi jalar, kentang), sagu

- Sayuran tinggi karbohidrat: buncis, kacang panjang, wortel, kacang kapri,


daun singkong, bit, bayam, daun katuk, daun papaya, melinjo, nangka
muda, dan tauge

- Buah-buahan tinggi kalori: nanas, anggur, mangga, sirsak, pisang,


alpukat, sawo

3. Jenis bahan makanan yang harus dihindari

- Sumber karbohidrat sederhana: gula pasir, gula jawa, gula batu, madu,
sirup, cake, permen, minuman ringan, selai, dan lain-lain
- Makanan mengandung asam lemak jenuh: mentega, santan, kelapa, keju,
krim, minyak kelapa, dan minyak kepala sawit

- Makanan mengandung lemak trans: margarin

- Makanan mengandung kolesterol tinggi: kuning telur, jeroan, lemak


daging, otak, durian, susu full cream

- Makana mengandung natrium tinggi: makanan berpengawet, ikan asin,


telur asin, abon, kecap

- Hindari makanan yang mengandung kolesterol seperti (daging, makanan


yang banyak mengandung minyak)

SATUAN ACARA PENYULUHAN


DIABETES MELLITUS
Disusun Oleh :
SEPTI CHOLIDATUL FAUZIAH
NIM. 170204204

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA
PURWOKERTO
2018