Anda di halaman 1dari 14

TUGAS MAKALAH

“PERKEMBANGAN PRODUKTIVITAS KOPI INDONESIA MENCAPAI EKSPOR


PASAR GLOBAL”
Untuk Memenuhi Matakuliah Ekspor Impor

Dosen Pengaampu :

Ruslan Fielano, S.E., M.M.

disusun oleh:
LISA WIDYAWATI

201510180311187 VII E

(085732200024)

ILMU EKONOMI STUDI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMADIYAH MALANG

2018

1
KATA PENGANTAR

Bissmillahirohmannirohim …

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah
ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih
atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini

Malang, 20 September 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i

DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I ......................................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2

1.3 Tujuan Penulisan ......................................................................................................... 2

BAB II........................................................................................................................................ 3

PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 3

2.1 Pengertian Ekspor-Impor ............................................................................................ 3

2.2 Kopi ............................................................................................................................. 3

2.3 Daerah Sentra Produksi Kopi di Indonesia ................................................................. 4

2.4 Perkembangan Produksi Kopi di Indonesia ................................................................ 5

2.5 Perkembangan Ekspor-Impor Kopi ............................................................................. 6

2.6 Perkembangan Harga Kopi ......................................................................................... 8

BAB III .................................................................................................................................... 10

PENUTUP................................................................................................................................ 10

3.1 Kesimpulan................................................................................................................ 10

3.2 Saran .......................................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 11

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kopi adalah jenis minuman yang penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh
dunia. Bukan hanya karena kenikmatan konsumen peminum kopi namun juga karena nilai
ekonomis bagi negara-negara yang memproduksi dan mengekspor biji kopi (seperti
Indonesia). Bagi beberapa orang produk ini, dibuat dari biji tanaman kopi yang dipanggang
(tanaman berbunga dari famili Rubiaceae), disebut sebagai “komoditi kedua yang paling
banyak diperdagangkan secara legal” dalam sejarah manusia.

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam subsector perkebunan di


Indonesia karena memiliki peluang pasar yang baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Sebagian besar produksi kopi di Indonesia merupakan komoditas perkebunan yang dijual ke
pasar dunia. Menurut International Coffee Organization (ICO) konsumsi kopi meningkat dari
tahun ke tahun sehingga peningkatan produksi kopi di Indonesia memiliki peluang besar
untuk mengekspor kopi ke negara-negara pengonsumsi kopi utama dunia seperti Uni Eropa,
Amerika Serikat dan Jepang. Biji kopi Indonesia juga dipasok ke geraigerai penjual kopi
(coffee shop) seperti Starbucks dan Quick Check yang berlokasi di Indonesia maupun yang
berada di luar negeri. Kopi merupakan salah satu komoditi andalan perkebunan yang
mempunyai peran sebagai penghasil devisa negara, sumber pendapatan bagi petani,
penciptaan lapangan kerja, pendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan
wilayah.

Produksi kopi Indonesia telah mencapai 600 ribu ton pertahun dan lebih dari 80 persen
berasal dari perkebunan rakyat Devisa yang diperoleh dari ekspor kopi dapat mencapai ± US $
824,02 juta (tahun 2009), dengan melibatkan ± 1,97 juta KK yang menghidupi 5 juta jiwa
keluarga petani (Anonimous, 2011) Lepi Tarmizi (1990) memperkirakan bahwa permintaan
kopi untuk dikonsumsi di Indonesia adalah 0,50 Kg/ kapita/ tahun, hal ini sesuai dengan
perhitungan Assosiasi Ekonomi Kopi Indonesia (AEKI) 1987 yaitu sebesar 0,50 Kg/kapita/
tahun (Ilyas, 1991). Angka ini tentunya sangat kecil jika dibandingkan dengan permintaan
kopi untuk konsumsi masyarakat di negara-negara Amerika Latin seperti Brazil, Colombia
dan negara lainnya. Sementara itu konsumsi kopi masyarakat di Brazil adalah 5,50 Kg/ kapita/

1
tahun, Colombia adalah 4,50 Kg/kapita/ tahun, Costarica adalah 6,50 Kg/kapita/ tahun,
Elsalvador adalah 2,00 Kg/kapita/ tahun, Guatemala adalah 4,00 Kg/kapita/tahun, Haiti adalah
3,00 Kg/kapita/ tahun dan Mexico adalah 1,50 Kg/kapita/tahun. Permintaan kopi untuk
konsumsi di Indonesia juga masih sangat rendah, jika dibandingkan dengan permintaan
masyarakat terhadap kopi di negara-negara Afrika, bahkan Asia seperti India. Dengan
demikian permintaan kopi untuk konsumsi di Indonesia, jika dibandingkan dengan negara-
negara lain sebagai produsen kopi, relatif sangat rendah.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diperoleh rumusan masalah yaitu bagaimana
perkembangan produksi komoditi kopi di Indonesia, dan perkembangan ekspor kopi untuk
menembus pasar dunia/ pasar global serta dampak perubahan harga kopi di perdagangan
internasional.

1.3 Tujuan Penulisan


Untuk mengetahui seberapa besar perkembangan produksi komoditi kopi di Indonesia
dan perkembangan ekspor kopi untuk menembus pasar dunia/ global serta dampak perubahan
harga kopi di perdagangan internasional.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ekspor-Impor
Ekspor merupakan proses perpindahan barang atau komoditi dengan cara melakukan
pembelian dari suatu negara ke negara lain. Tujuan ekspor adalah untuk meningkatkan
persaingan di pasar Internasional dengan resiko yang lebih rendah. Sedangkan impor
merupakan proses memasukkan barang atau komoditi dari negara lain ke dalam negeri secara
legal dengan campur tangan bea cukai.

Ekspor impor biasanya dilakukan pada proses perdagangan internasional. Untuk


komoditas yang diekspor maupun diimpor bersifat nyata secara fisik, dapat diperdagangkan,
mudah dibawa, dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu, dan dapat ditukarkan dengan
produk lainnya dengan jenis yang sama. Jenis barang yang dapat melakukan ekspor-impor
berupa mineral, produk pertanian, perkebunan, hasil laut, tambang, valuta asing, dan lain
sebagainya dimana barang tersebut memiliki harga yang ditentukan oleh permintaan dan
penawaran pasar.

2.2 Kopi

Kopi pada dasarnya adalah tumbuhan yang sangat mudah ditemukan, diberbagai daerah
di Indonesia, tumbuhan ini pada umumnya ditananam ditempat pergunungan yang memiliki
suhu udara dingin. Kopi adalah tumbuhan yang berbuah kecil, bulat dengan ukuran maksimal
sebesar biji kelereng. Tumbuhan kopi ini seringkali di buat bubuk, dengan tujuan diminum,
dibuat makanan, atau keperluan lainnya. Untuk asal Istilah kopi menurut banyak ahli bersal
dari Bahasa qahwah (Bahasa Arab). Minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan
dihaluskan menjadi bubuk.

Kopi merupakan salah satu komoditas di dunia yang dibudidayakan lebih dari 50 negara.
Dua varietas pohon kopi yang dikenal secara umum yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora)
dan Kopi Arabika (Coffea arabica). Pemrosesan kopi sebelum dapat diminum melalui proses
panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang baik dengan cara mesin maupun
dengan tangan kemudian dilakukan pemrosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi
kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi.
Setelah penyangraian biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi
dapat diminum. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan
berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benuaAfrika sekitar 3000 tahun

3
(1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu
minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.
Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya.

Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena
penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung

2.3 Daerah Sentra Produksi Kopi di Indonesia


Di Indonesia sentra perkebunan kopi banyak tersebar diberbagai daerah, hal tersebut juga
diikuti dengan ciri khas kopi yang dihasilkan yang beragam. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai
faktor, seperti curah hujan tiap daerah yang meski berbeda tipis, namun berpengaruh terhadap
hasil kopi yang dipanen. Selain itu, jenis tanah juga berpengaruh terhadap citarasa kopi yang
dihasilkan nantinya.

Berikut ini adalah beberapa daerah penghasil kopi di Indonesia

1. Pulau Sumatera

Dikarunia tanah yang subur, menjadikan Pulau Sumatera banyak ditumbuhi tanaman
yang beragam, termasuk tanaman kopi didalamnya. Terdapat banyak sekali jenis kopi yang
ditanam di Pulau Sumatera,diantaranya yang terkenal yaitu kopia gayo (Aceh). Kopi yang
satu ini mendapat julukan kopi terbaik dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya Fair
Trade CertifiedTM daari organisasi International Fair Trade 2010 dan masuk sebagai
nominasi kopi terbaik dunia pada International Conference on Coffee Science 2010.

2. Pulau Jawa

Pulau Jawa juga menjadi salah satu sentra kopi di Indonesia. Kopi robusta dan arabikanya
memiliki ciri khas seperti aroma yang bagus, kekentalan dan keasaman yang medium dengan
rasa yang seimbang. Kita ambil contoh kopi garut. Kopi ini terkenal dengan sebutan kopi Java
Preanger atau kopi priangan, nama tersebut karena pengaruh Belanda yang dahulu manjajah
Indonesia.

3. Sulawesi Selatan

Kopi toraja yang terkenal dari tanah Sulawesi Selatan ini memiliki rasa yang khas, yaitu
rasa pahit yang langsung hilang pada tegukan pertama. Selain itu, rasanya juga identik dengan
kecoklatan, tembakau, atau karamel dan tingkat keasamaan yang rendah. Kopi toraja banyak

4
dibudidayakan di Pegunungan Toraja dan Tana Toraja. Kopi banyak diekspor ke Jepang dan
Amerika Serikat.

4. Pulau Bali

Meski tak sebesar pulau lainnya, Bali memiliki keragaman vegetasinya. Kopi kintamani
menjadi ikon tersendiri Pulau Bali bagi para pecinta kopi. Dua cita rasa khasnya yakni jeruk
atau lemony dan floral menjadi kopi yang paling disukai. Kopi ini memiliki tingkat
kekentalan dan keasaman yang sedang. Hasil produksi kopi kintamani biasanya diekspor ke
Eropa, Jepang, Arab, dan Australia.

5. Pulau Flores

Meski daerah Flores merupakan dataran rendah sebagian besarnya, namun terdapat
dataran tinggi yang bernama Bawaja di anatara Pegunungan Flores yang menjadi tempat
budidaya kopi flores. Keunikan dari kopi flores yaitu cita rasanya yang beragam, mulai dari
cokelat, spicy, tembakau, citrus hingga kayu. Kopi dengan tingkat kekentalan yang cukup
tinggi ini memiliki tingkat kemasaman yang cukup tinggi pula.

Sumber: http://arabicocoffee.com/

2.4 Perkembangan Produksi Kopi di Indonesia


Perkembangan produksi kopi di Indonesia dapat dilihat pada chart grafik di bawah ini
yang menunjukkan perkembangan atau menurunnya produksi kopi pada tahun 2012-2017

700
690
680
670
Ribuan Ton

660
650 691.163
640 675.881
630 647.9
639.4 639.305 637.539
620
610
2012 2013 2014 2015 2016 2017

Sumber: https://databoks.katadata.co.id

5
Produksi kopi nasional pada 2016 mencapai 639.305 ton atau turun tipis dari tahun
sebelumnya. Pada 2017, produksi kopi diprediksi mencapai 637.539 ton yang berarti kembali
turun 0,28 persen dari tahun lalu. Di tengah maraknya kafe-kafe yang menyajikan minuman
dari olahan butiran biji kopi, produksi kopi nasional justru mengalami penurunan produksi.

Produksi kopi Indonesia terus mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir. Pada
2012, produksi kopi domestik mencapai 691.163 ton, namun pada 2013 tinggal 675.881 ton.
Penurunan ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun ini. Produksi kopi domestik pernah
mencapai puncak tertingginya pada 2008, yakni sebesar 698 ribu ton. Turunnya produktivitas
menjadi salah satu penyebabnya. Pada 2013, produktivitas perkebunan kopi mencapai 739
kg/ha, pada tahun ini diperkirakan hanya mencapai 704 kg/ha.

Menurut data dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), para petani Indonesia
bersama dengan kementerian-kementerian terkait berencana untuk memperluas perkebunan-
perkebunan kopi Indonesia, sambil meremajakan perkebunan-perkebunan lama melalui
program intensifikasi. Dengan meningkatkan luas perkebunan, produksi kopi Indonesia dalam
10 tahun ke depan ditargetkan untuk mencapai antara 900 ribu ton sampai 1,2 juta ton per
tahun.

2.5 Perkembangan Ekspor-Impor Kopi


Ekspor

Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan produksi
mencapai 639 ribu ton pada 2016. Data International Coffe Organization (ICO) menunjukkan
bahwa konsumsi kopi dunia pada periode 2016/2017 tumbuh 1,9% menjadi 157,38 juta
karung berisi 60 kg dari periode sebelumnya. Tumbuhnya konsumsi kopi global tentunya
memberikan dampak positif bagi Indonesia yang merupakan negara eksportir kopi terbesar
keempat dunia. Ekspor kopi nasional pada 2017 tumbuh 12,56% menjadi 464 ribu ton dari
tahun sebelumnya. Demikian pula nilai eskpornya naik 17,48% menjadi US$ 1,18 miliar atau
sekitar Rp 15,9 triliun.

Dari grafik di bawah ini, terlihat bahwa ekspor kopi Indonesia terbesar tercatat pada
2013, yakni mencapai 532 ribu ton. Amerika Serikat (AS) merupakan pasar kopi terbesar bagi
Indonesia. Tidak kurang dari 63 ribu ton atau sebesar 13% dari total ekspor kopi nasional
dikirim ke AS dengan nilai mencapai US$ 256 juta. Negara tujuan ekspor utama kopi
Indonesia lainnya adalah Malaysia, Jerman, Italia, Rusia dan Jepang

6
Tabel negara tujuan ekspor Kopi Indonesia tahun 2015

sumber: epublikasi.setjen.pertanian.go.id
Menurut data dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), para petani Indonesia
bersama dengan kementerian-kementerian terkait berencana untuk memperluas perkebunan-
perkebunan kopi Indonesia, sambil meremajakan perkebunan-perkebunan lama melalui
program intensifikasi. Dengan meningkatkan luas perkebunan, produksi kopi Indonesia dalam
10 tahun ke depan ditargetkan untuk mencapai antara 900 ribu ton sampai 1,2 juta ton per
tahun. Hal ini dilakukan karna meningkatnya permintaan global dan domestik, dibutuhkan
investasi di sektor kopi negara ini. Selain meningkatkan kuantitas biji kopi, kualitas juga
diprediksi akan meningkat karena inovasi-inovasi teknologi. Kendati begitu, produksi kopi
per hektar Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara utama penghasil kopi
lainnya. Di 2015, Indonesia memproduksi 741 kilogram biji robusta per hektar dan 808
kilogram biji arabika per hektar. Di Vietnam, angka ini mencapai 1.500 kilogram per hektar di
di Brazil mencapai 2.000 kilogram per hektar.

Impor

Kopi impor dari Vietnam dalam bentuk segar dan olahan pada tahun 2015 mendominasi
pasar kopi Impor di Indonesia sebesar 62,83% atau volume impor mencapai 7.582 ton. Negara
lain yang berkontribusi di atas 1% adalah Brazil sebesar 7,99% (965 ton), Malaysia 1,56%
(188 ton), dan United States 1,34% (162 ton). Negara asal impor kopi Indonesia disajikan
secara rinci pada grafik dibawah ini

7
Grafik Negara Asal Impor Kopi Indonesia Tahun 2015

sumber: epublikasi.setjen.pertanian.go.id

Impor kopi paling besar datang dari Brasil sebanyak 806 ton dengan nilai 2,86 juta dolar
AS, kemudian disusul Vietnam sebanyak 247 ton dengan nilai 585 ribu dolar AS. Sisanya
didatangkan dari Malaysia, Timor Leste, dan Amerika Serikat. Hal ini disebabkan kebutuhan
kopi di dalam negeri semakin besar. Apalagi, bisnis kopi cukup menguntungkan. Selain itu,
produktivitas lahan kopi juga masih relatif rendah. Seharusnya pemerintah memberikan
insentif kepada petani kopi agar mereka bisa meningkatkan produktivitas sehingga jumlah
kopi yang diekspor lebih tinggi.

2.6 Perkembangan Harga Kopi


Perkembangan harga kopi pada beberapa pasar dalam negeri di Indonesia secara umum,
harga kopi di Indonesia cenderung meningkat, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,98%
per tahun. Dua tahun terakhir harga kopi per kilogramnya terus meningkat, meningkat sebesar
10,24% di tahun 2014 (harga tahun 2013 sebesar Rp. 15.884,- menjadi Rp. 17.510,- di tahun
2014), dan meningkat 9,28% di tahun 2015 menjadi Rp. 19.135,- dapaet dilihat pada table
dibawah ini

8
Table perkembangan harga tahun 2008-2015

Sumber: epublikasi.setjen.pertanian.go.id

Di musim panen 2014-2015, ada kekurangan global sebesar 6,4 juta bungkus biji kopi
(menyebabkan kenaikan harga kopi yang tajam di 2014). Kekurangan ini disebabkan oleh
kombinasi konsumsi kopi yang meningkat di negara-negara berkembang dan turunnya hasil
produksi kopi sehubungan dengan faktor-faktor cuaca. Pada musim panen 2015-2016,
kekurangan jumlah kopi ini mungkin menurun menjadi 3,5 juta bungkus. Kendati ada
kekurangan ini, harga kopi telah melemah di 2015 karena nilai tukar mata uang Brazil
menurun tajam terhadap dollar Amerika Serikat.

9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Peminat kopi di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan hal ini tak sejalan
dengan perkembangan produksi kopi di Indonesia yang mengalami penurunan terus
menerus dalam 4 tahun terakhir ini. Peningkatan volume permintaan akan produksi
kopi di Indonesia akan menguntungkan Indonesia sebagai Negara eksportir terbesar ke
4 dalam mengekspor komoditi kopi yang tentunya akan manambah pendapatan devisa
negara. Namun selain sebagai eksportir, Indonesia juga sebagai importir kopi hal ini
dikarenakan adanya kelebihan permintaan akan kopi di Indonesia, sedangkan
Indonesia belum mencukupi permintaan pasar global akan komoditi kopi.
2. Secara umum harga kopi di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ketahun hal ini
di sebabkan adanya penurunan hasil produksi kopi tiap tahunnya menurun, namun
permintaan akan kopi yang semakin hari semakin meningkat. Menyebabkan harga
kopi dipasaran mengalami pengingkatan.

3.2 Saran
1. Pemerintah seharusnya memotivasi petani kopi dan industry kopi untuk untuk
meningkatkan hasil produksi kopi. Banyak hal yang dapat dilakukan salah satunya
yaitu peningkatan insentif kepada petani kopi dan memperluas lahan untuk tanaman
kopi agar Indonesia mampu memenuhi permintaan ekspor pada pasar global yang tiap
tahunnya mengalami peningkatan.
2. Penulis akan mencari refrensi-refrensi, jurnal atau artikel yang lebih lagi untuk
mendalami permasalahan, polemic, dan solusi untuk membuat makalah tentang
komoditi kopi

10
DAFTAR PUSTAKA

https://databoks.katadata.co.id/tags/ekspor/kopi/-

http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/statistik/2017/Kopi-2015-2017.pdf

https://ekonomi.kompas.com/read/2016/04/08/190000026/Ekspor.Kopi.Indonesia.Terus.Berp
eluang.Meningkat

http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/outlook/2016/Perkebunan/OUTLOOK%20
KOPI%202016/files/assets/common/downloads/OUTLOOK%20KOPI%202016.pdf

https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/kopi/item186

http://kalimantan.bisnis.com/read/20171220/448/719773/komoditas-ekspor-prospek-kopi-
tahun-depan-cerah-

11