Anda di halaman 1dari 13

A.

Pengertian Table Manner


Table manner atau etika makan adalah aturan yang harus dilakukan
saat bersantap bersama di meja makan. Etika makan diperkenalkan oleh
bangsa Eropa yang merupakan aturan standat terutama saat bersama-sama
disebuah acara resmi atau acara makan keluarga besar. Meskipun sebenarnya
etika tersebut telah ada jauh sebelum peradaban Eropa menyebar keseluruh
dunia. Jika mampu menunjukan sopan santun di meja makan. Sebenarnya
secara tidak langsung menunjukan kualitas dan etiak pergaulan seseorang.
Etika makan tidak dibentuk secara tiba-tiba. Kualitas etika makan harus
dilakukan sejak usia anak-anak dan remaja.
Dengan kebiasaan sehari-hari dengan melakukan etika makan yang
baik maka merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Bila etika makn
dibentuk secara instan maka akan menghasilkan kualitas etika makan yang
canggungdan tidak luwes. Bila seseorang diundang disebuah restaurant
terkenal atau jamuan makan malam resmi dengan meja makan yang sudah di
setting sedemikian rupa harus mengikuti aturan etika makan yang baik. Setiap
Negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Untum masyarakat
Indonesia, khususnya dikalangan professional, table manner paling banyak di
adopsi dari standar Amerika. Meski tentu saja tetap dicampur dengan adat
kebiasaan orang Indonesia itu sendiri
B. Tata Cara Table Manner
Bicara tentang cara makan, cara makan apa yang biasa anda gunakan?
Cara makan bisa berhubungan dengan cara kita menggunakan alat untuk
menyantap makanan atau bias juga berhubungan dengan bagaimana kita
makan seperti makan cepat, lambat, pakai banyak sambal, dan lain
sebagainya.
Untuk alat makan, di Indonesia sebagian besar orang biasa makan
dengan menggunakan sendok dan garpu. Ya inilah cara makan yang umum
digunakan di Indonesia, selain cara makan langsng dengan tangan tentunya.
Tapi di samping itu ada banyak cara makan dengan menggunakan peralatan
lain di Indonesia, Beberapa diantaranya adalah :
1. Sendok dan Garpu
Ini adalah cara makan yang sangat umum di Indonesia dan past anda telah
paham bagaimana makan dengan cara seperti ini. Anda tinggal memegang
sendok di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Makan dengan sendok
dan garpu sangatlah mudah, sendok gugunakan untuk mengambil
makanan dan garpu dapat digunakan untuk menusuk makanan atau
membantu mengunpulkan makanan di sendok, begitu mudah.
2. Pisau dan garpu
Makan dengan garpu dan pisau saat ini menjadi makin umum dengan
menjamurnya rumah makan yang menyediakan steak sebagai hidangan
utamanya. Bagaimana cara menggunakannya?Cara makan dengan pisau
dan garpu tidaklah sulit, anda tetap memegang garpu ditangan kiri dan
pisau ditangan kanan. Garpu digunakan untuk menusuk dan menahan
makanan pada tempatnya selagi selagi anda memotong makanan tersebut
menjadi potongan yang lebih kecil dengan menggunakan pisau.
3. Sumpit
Makan dengan memakai sumpit juga bukan merupakan hal yang asing di
Indonesia. Tempat makan-makan bertema Jepang, cina atau Korea
biasanya slalu menyediakan sumpit bagi anda. Anda harus bias
memengang sumpit dengan benar agar dapat menyantap hidangan anda
dengan nyaman.
4. Pulukan atau menggunakan tangan
Makan dengan menggunakan tangan adalahsalah satu cara makn yang
wajar di Indonesia, Khususnya untuk menyantap makanan-makanan yang
idak berkuah. Makan dengan menggunakan tangan sangatlah mudah. Hal
yang perlu anda perhatikan adalah usahakan anda hanya menggunakan
bagian ujung dari jari-jari anda saat makan.
C. Etika Makan Internasional
Jamuan makan yang dilakukan direstoran atau hotel biasanya
menggunakan buffet service (prasmanan). Aturan mainnya, tamu melakukan
self service. Mulai dari hidangan pembuka (Appetizer), menu utama (Main
course) sampai penutup (dessert), anda diwajibkan mengambil hidangan
sendiri dan menyantap diatas meja makan yang sudah di set up piranti
makannya. Ada juga yang menggunakan America servis. Aturan main
pelayanannya, tamu duduk di sekeliling meja makan, sedangkan hidangan
dikeluarkan secara berurutan oleh waiter.
Dalam jamuan makan, meja meja makan sudah di set up alat-alat
makannya sesuai menu yang akan disajikan. Standarnya, di depan anda persis
ada show plate, sebuah piring besar yang tidak digunakan untuk makan. Fungsi
dari show plate hanya sebagai pemanis meja makan, memempatkan napkin dan
sebagai alas piring saji. Tahap pertama, setelah anda duduk buka napkin dan
letakan di pangkuan anda. Jika ukuran napkin terlalu besar, bukalah
separuhnya saja.
1. Hidangan pembuka (Appetizer)
Sebelum hidangan pembuka disajikan, pada B&B Plate ( bread &
butter plate/piring roti dan mentega) sudah disajikan roti dan mentega,
biasanya dinner roll, soft roll atau brioche. Roti ini disantap dengan
mentega sambil menunggu hidangan pembuka tiba (salad/soup). Jangan
menyantapnya dengan pisau dan garpu.

Makan dengan menggunakan tangan, sobek roti dengan ukuran


sekali suap dan olesi dengan butter (jika tersedia). Pada jamuan makan
lengkap, biasanya appetizer terdiri dari dua jenis hidangan. Giliran pertama
cold appetizer atau hidangan pembuka dingin. Ragam makanannya berupa
aneka salad, shrim coktail atau cold canape (sandwich kecil yang disajikan
dingin). Cara makannya dengan menggunakan pisau ditangan kanan dan
garpu ditangan kiri. Perhatikan bentuknya, pisau dan garpu untuk salad
ukurannya lebih kecil dibandingkan cutelery untuk untuk hidangan utama.
Giliran kedua hot appetizer (pembuka panas), makanan yang
disajikan biasanya aneka jenis soup. Alat hidang yang digunakan adalah
mangkuk kecil dengan dua telinga dan sendok soup. Bentuk sendok sup,
bertangkai pendek dan berujung bulat. Cara makannya, hirup soup dari tepi
sendok bukan disuap dari ujung sendok, jika hampir habis, miringkan cup
soup sehingga anda mudah mengambilnya. Jangan sekali-kali meniup soup
yang disajikan panas. Aduk perlahan dan tunggu beberapa saat sampai
panas agak berkurang. Anda diperkenankan menghirup soup dari mangkok
soup, dengan catatan soup disajikan dengan mangkuk bertelinga (sebaiknya
jangan dilakukan). Setelah selesai, letakan sendok soup di atas saucer (alas
cup soup) agar waiter lebih mudah melakukan clear up.
2. Hidangan Utama (Main Course)
Hidangan utama biasanya berupa hidangan dari daging, unggas,
sea food maupun telur. Baik dilengkapi saus maupun tidak. Ada kalanya
main course disajikan bersam sayuran dan kentang sebagai pendamping
menu utama. Cara makan main course ala gaya eropa pisau selalu di
tangan kanan untuk memotong dan menikmati hidangan dengan garpu
menggunakan tangan kiri. Peganglah pisau dan garpu seluwes mungkin,
usahakan posisi jari telunjuk tepat di atas punggung garpu atau pisau, ini
memudahkan anda saat memotong makanan dan kelihatan tidak kaku.
Anda boleh menggunakan satu diantaranya yang lebih mudah bagi
anda. Hidangan utama biasanya disajikan dengan minuman penyerta.
Makanan dari daging disertai dengan red wine sedangkan sea food disertai
white wine. Jika anda tidak mengkonsumsi wine, tolak dengan halus dan
katakan minuman pengganti yang anda inginkan.
3. Hidangan Penutup (Dessert)
Hidangan penutup banyak sekali ragamnya, ada kalanya disajikan aneka
cake, ice cream, pudding atau potongan buah-buahan. Alat hiding yang
digunakan berupa sendok, garpu dan pisau kecil yang diletakan pada
bagian atas piring main course. Jika dessert berupa minuman makan
disajikan dalam gelas.
4. Digestif drink
Sering juga disebut dengan after dinner drink, minuman ini dinikmati
setelah acara jamuan makan selesai. Fungsi dari sajian digestif drink adalah
untuk membantu mencerna makanan. Sering disajikan aneka minuman
yang mengandung alkohol seperti, Cohnac, Brandy, Calvados atau
Whiskey. Untuk para wanita umumnya lebih menyukai Apricot Brandy,
Orange Liqueur atau Benedictine.

Jika anda bukan penikmat wine, mintalah dengan sopan kepada pelayan
untuk diganti dengan juice, soft drink, kopi maupun teh. Untuk minuman
yang disajikan dengan sendok pengaduk, jangan sampai saat mengaduk
sendok membentur dasar maupun dinding cangkir sehingga mengeluarkan
bunyi. Sedangkan minuman yang disajikan dengan gelas berkaki, pegang
dengan posisi jari kelingking, jari manis dan tengah berada dikaki gelas,
sedangkan ibu jari dan jari telunjuk menahan keseimbangan pada badan
gelas. Adakalanya waiter menawarkan tambahan minuman, cara
menolaknya cukup anda menyentuh bibir gelas dengan jari telunjuk dan
katakan terima kasih. Jaga jangan sampai ada noda lipstick di bibir gelas
atau ujung sedotan.

Menghadiri perjamuan makan ala Barat atau Internasional hendaknya


memperhatikan etika berikut:

1. Hendaknya menunggu makanan sudah tersedia di depan semua tamu,


setelah nyonya rumah memberi isyarat baru mulai bersantap. Sebelum
nyonya rumah mengambil sendok atau garpu, para tamu hendaknya
tidak mengambil makanan apapun. Ini adalah kebiasaan orang Amerika,
yang agak berbeda dengan beberapa negara di Eropa.
2. Serbet makan hendaknya dibentang di atas lutut. Bila agak besar,
hendaknya dilipat dan diletakkan di atas paha. Apabila agak kecil, boleh
dibuka keseluruhannya. Serbet makan meskipun boleh dikenakan di
sekeliling leher atau di depan dada, namun terlihat kurang sedap
dipandang, maka sebaiknya jangan dilakukan.
3. Boleh menggunakan serbet makan untuk menyeka mulut ataupun jari
tangan, namun jangan dipakai untuk menyeka peralatan makan.
4. Pada saat makan duduklah tegak, jangan terlalu miring ke depan, juga
jangan meletakkan ke dua siku di atas meja, agar tidak membentur tamu
di samping.
5. Dalam menggunakan pisau dan garpu, hendaknya tangan kanan
memegang pisau, tangan kiri memegang garpu. Bila hanya
menggunakan garpu boleh menggunakan tangan kanan. Dalam
menggunakan pisau, bagian yang tajam jangan menghadap ke luar.
Terlebih lagi jangan menggunakan pisau memasukkan makanan ke
dalam mulut.
6. Sewaktu memotong daging jangan menimbulkan suara berisik
beradunya pisau dan piring. Ketika makan mie, boleh dimakan dengan
dililitkan pada garpu, jangan ditusuk. Di pertengahan jalan bila
meletakkan pisau dan garpu, hendaknya diletakkan di atas piring
dengan membentuk huruf V terbalik yaitu 八.
7. Apabila pisau dan garpu diletakkan bersama memiliki arti telah selesai
makan.
8. Roti hendaknya diambil dengan tangan, kemudian diletakkan pada
piring kecil di samping atau di bagian pinggir piring besar, janganlah
mengambil roti dengan menusukkan garpu. Mentega hendaknya
diambil dengan pisau mentega, jangan menggunakan pisaunya sendiri.
Mentega yang diambil diletakkan di piring kecil di samping, jangan
langsung dioleskan di atas roti. Jangan memotong roti dengan pisau,
juga jangan mengoleskan mentega keseluruh permukaan roti,
melainkan setiap kali dicabik sedikit, diolesi dan dimakan.
9. Salad dimakan dengan garpu. Garpu dipegang dengan tangan kanan,
ujungnya menghadap ke atas. Bila salad dimakan bersama roti atau kue
kering, tangan kiri boleh memegang sepotong roti kecil atau kue kering,
membantu garpu mengambil salad.
10. Ketika menyantap ikan, tangan kiri boleh memegang roti, tangan kanan
memegang pisau untuk menyingkirkan duri. Tulang dan duri ikan yang
sudah berada dalam mulut jangan langsung diludahkan ke dalam piring,
melainkan ditangkap dengan garpu dan diletakkan di atas piring dengan
perlahan. Atau diupayakan tanpa menarik perhatian diambil dengan
tangan dan diletakkan dipinggir piring, jangan dibuang di atas meja
atau lantai. Biji buah hendaknya
11. Makanan di dalam mulut hendaknya ditelan dulu sebelum minum,
jangan mendorong makanan di dalam mulut dengan air. Perlu
diperhatikan untuk menyeka mulut sebelum minum air dari gelas agar
tidak mengotorinya.
12. Pada saat menyantap jangan mengangkat mangkuk atau lepek. Minum
kuah boleh kopi jangan meletakkan sendok di dalam gelas.
13. Bersantap, terutama minum kuah jangan mengeluarkan suara. Pada
waktu mengunyah hendaknya menutup mulut.
14. Jangan membuang ingus atau bersendawa di meja makan. Bila bersin
atau batuk hendaknya meminta maaf kepada orang di sekeliling.
15. Di meja makan jangan mengorek gigi. Bila ada yang mengganjal di sela
gigi, terpaksa harus dikeluarkan, hendaknya menutupi mulut dengan
serbet makan, sebaiknya menunggu tidak ada orang lain baru
dikeluarkan.
16. Waktu makan selalu berdiam diri adalah kurang sopan, hendaknya
berbincang dengan orang di sebelah. Namun pada saat mengunyah
jangan berbicara. Sekalipun ada yang mengajak Anda berbicara, juga
mesti menelan dulu makanan di mulut baru menjawab. Sewaktu
berbicara boleh tidak meletakkan pisau garpu, namun jangan sambil
menggerak-gerakkannya di udara.
17. Di meja makan, segala makanan hendaknya di-ambil dengan pisau dan
garpu. Hanya seledri, buah-buahan, snack kering, buah kering, permen,
irisan kentang goreng, jagung, paha katak, roti dan lain-lain, boleh
dimakan dengan dipegang tangan.
18. Ketika pelayan membagikan makanan secara berurutan, saat sampai di
sebelah kiri, baru merupakan giliran Anda. Bila pelayan masih berdiri
di sebelah kanan janganlah mengambil, saat itu merupakan giliran tamu
yang ada di sebelah kanan Anda untuk mengambil makanan.
19. Waktu mengambil, sebaiknya setiap macam diambil sedikit, dengan
demikian akan menyenangkan nyonya rumah. Kalau memang sangat
tidak menyukai makanan tertentu, juga boleh mengatakan, Terima
kasih, tidak.
20. Ketika nyonya rumah akan mengambilkan makanan untuk anda. Anda
boleh menyodorkan piring bersama pisau dan garpu kepa-danya atau
menyerahkan kepada petugas. Bila beliau tidak menawarkan kepada
anda, andapun tidak dapat meminta tambah, karena berbuat demikian
sangatlah tidak sopan.
21. Beberapa jenis makanan seperti roti, mentega, selei, acar, buah-buahan
yang dikeringkan, permen dan lain lain, perlu menunggu nyonya rumah
mempersilahkan baru boleh disantap.
22. Para tamu ketika bergilir mengambil makan, tamu pria selayaknya
mempersilahkan tamu wanita disampingnya mengambil dahulu, atau
menawarkan jasa untuk mengambilkannya.
23. Sewaktu makan, jangan mengambil makanan melintasi muka orang.
Bila memerlukan sesuatu hendaknya disampaikan melalui bagian
belakangnya.
24. Setelah makan, para tamu hendaknya menunggu nyonya rumah berdiri
baru satu per satu mengikutinya meninggalkan meja makan.
Meninggalkan perjamuan ketika masih makan atau ketika perjamuan
belum selesai adalah kurang sopan. Setelah berdiri, tamu pria
hendaknya membantu kaum wanita untuk mengembalikan kursi ke
tempatnya semula.
25. Serbet makan diletakkan di atas meja, jangan dilipat seperti keadaan
semula.
26. Agar seluruh perjamuan dipenuhi atmosfir menggembirakan dan
harmonis, bukan saja para tamu mesti berperilaku tepat dan sopan,
sikap tuan dan nyonya rumah juga sangat menentukan.
27. Setelah perjamuan dimulai, kewajiban tuan dan nyonya rumah adalah
memfasilitasi komunikasi yang hidup dan menarik, setiap tamu tidak
terabaikan. Bila ada seseorang yang membicarakan topik yang kurang
tepat, tuan rumah hendaknya secara cerdik segera mengalihkan topik
pembicaraan.
28. Dalam perjamuan, tuan rumah hendaknya menunggu para tamu selesai
menyantap sejenis makanan baru melanjutkan dengan jenis berikutnya.
29. Tuan rumah hendaknya tidak makan terlalu cepat, bila kebanyakan
orang sudah selesai, sedangkan ada beberapa orang masih belum
menyelesaikannya, maka sebaiknya mengurangi kecepatan agar tidak
ada tamu yang merasa kurang nyaman.
30. Dalam perjamuan, tuan rumah hendaknya berusaha keras agar setiap
tamu merasa nyaman dan leluasa. Andaikan seorang tamu menjatuhkan
pisau garpu di lantai, hendaknya dengan sopan segera mengupayakan
penggantinya.
31. Bila seorang tamu tanpa sengaja memecahkan piring atau mangkuk,
nyonya rumah hendaknya dengan tenang membereskannya dan
mengucapkan kata-kata yang menghibur, jangan menunjukkan wajah
yang tidak senang.
32. Tuan rumah tidak boleh memerinci perhitungan biaya yang dikeluarkan
dalam perjamuan di depan para tamu.
Adapun makanan yang dapat dipegang dengan tangan dalam etika
makan internasional yaitu :
1. Roti: break slices of bread, rolls and muffins in half or into small
pieces by hand before buttering.
2. Daging : jika potongan dagingnya tebal, makanlah dengan
menggunakan pisau dan garpu. Jika garing, pecahkan dengan garpu
dan makanlah dengan tangan.
3. Makan dengan tangan: Ikuti pedoman tuan rumah. Jika makanan
tersebut disajikan dalam piring, ambil dan letakkan pada piring anda
sebelum memakannya.
4. Makanan yang biasanya langsung dimakan dengan tangan: jagung
pada ikan tongkol, tulang iga, lobster, kepiting dan tiram dengan
cangkang terbuka, sayap ayam dan tulang (untuk situasi tidak resmi),
sandwiches, beberapa jenis buah tertentu, buah zaitun, seledri, roti dan
kue kering.

Jenis-jenis jamuan makan internasional :


1. Coffe morning diadakan pada pagi hari , pukul 10.00-12.00.
2. Brunch alias breakfast diadakan antara waktu makan pagi hingga
siang. Biasanya diatas jam Sembilan, makanan di sajikan prasmanan.
3. Lunch diadan pukul 14.30-17.00
4. Teatime biasanya acara minum the yang diadakan pukul 14.30-17.00.
5. cocktall merupakan jamuan berdiri yang diadakan sebelum makan
malam. Yakni antara pukul 18.00-19.00.
6. Dinner yakni jamuan makan yang diadakan pada pukul 19.00.
Apabila ada makanan yang terselip dari mulut, dapat disingkirkan
dengan cara:
1. Serpihan buah zaitun: keluarkan dengan hati-hati ke telapak tangan
sebelum membuangnya ke piring.
2. Tulang ayam: gunakan garpu untuk membuang ke piring.
3. Duri ikan: buanglah dengan jari.
4. Bagian yang lebih besar: tulang atau makanan yang tidak ingin anda
makan keluarkan dengan hati-hati dan tersembunyi ke dalam serbet makan
hingga tidak diketahui orang lain.
Dalam etika makan internasional terdapat pula tata cara untuk minum,
sebagai berikut :

1. MUG (gelas agak besar tanpa kaki) yang digunakan untuk minum kopi,
teh atau minuman panas lainnya, biasanya digunakan pada acara tak resmi.
Tatakan biasanya disertakan untuk meletakkan sendok kecil, bahkan
kadang tidak disediakan sama sekali. Bila disertai tatakan/lepek, biasanya
sendok diletakkan dengan posisi menghadap ke bawah atau di sisi piring
mentega atau piring makan. Jangan lupa mengeluarkan sendok dari mug
pada waktu akan minum.
2. Letakkan teh celup yang sudah dicelupkan ke dalam cangkir yang berisi
air panas pada piring alas/tatakan cangkir.
3. Sebelum mereguk es teh manis, es kopi susu, atau jus, jangan lupa
singkirkan sendok pengaduk yang berbentuk panjang. Letakkan di tatakan
setelah selesai mengaduk minuman. Bila tak tersedia, jangan lupa
memintanya.
4. Bila kopi atau teh tumpah, tanyakan apakah bisa mengganti tatakan. Bila
tidak memungkinkan, gunakan serbet atau tisu untuk membersihkannya.
Hal ini untuk menghidari tumpahan yang lebih banyak atau mengenai baju
Anda.
5. Jika disuguhi minuman dengan gelas yang biasa digunakan untuk anggur
merah, pegang kaki gelas. Untuk anggur putih, pegang badan gelas untuk
menjaga kedinginan minuman tersebut. Bila di gelas minuman terdapat
hiasan buah seperti stroberi, ceri, dan lainnya tapi Anda tidak ingin
memakannya, boleh disingkirkan.
6. Sebaiknya jangan meniup minuman yang panas untuk mendinginkannya.
Agar cepat dingin, Anda bisa mengaduk minuman secara perlahan atau
tunggu sampai panasnya berkurang.

D. Aturan Penempatan Alat Makan


Penataan meja makan di hotel dan restoran memiliki setandar
internasional. Baik jenis alat makan maupun napkin. Ukuran napkin setandar
jamuan resmi yang disarankan untuk hotel dan restoran adalah 45 x 45 cm
sampai dengan 50 x 50 cm. Adapun peletakan napkin biasanya diletakan di
atas dinner plate atau piring makan. Adakalanya, napkin diletakkan disebelah
kiri piring makan. Berikut table setting atau peletakan alat makan standar
internasional.

Keterangan Gambar:

1. Place mate

2. Garpu salad

3. Dinner fork
4. Show plate

5. Dinner plate

6. Napkin (Serbet makan)

7. Cup soup

8. Dinner spoon

9. Pisau salad

10. Soup spoon

11. Dessert spoon

12. Tea spoon

13. Water goblet

14. wine glass

15. Sugar and tea bowl

16. Sallt & pepper shaker

17. Jam & Marmalade bowl

18. Butter spreader

19. B&B plate (bread & butter plate) dan

20. Tea & coffee cup

E. Aturan Umum Table Manner


Ada beberapa aturan table manner yang umum dilakukan yaitu :
1. Cuci tangan sebelum makan
2. Makan dengan tangan kanan anda saat akan menyentuh makanan.
3. Jangan mulai makan sebelum tuan rumah menginstruksikannya (Jika
makan di rumah orang)
4. Menutup mulut saat mengunyah makanan.
5. Berbicara dengan menggunakan volume yang rendah.
Daftar pustaka

Purba, E.J. 2016. Table manner. Diakses pada tanggal 5 juni 2017