Anda di halaman 1dari 6

PENGAUDITAN I

OLEH :
I Made Risky Prasetya (1707531087)
I Made Andika Wicaksana (1707531116)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN AJARAN 2018/2019

KERTAS KERJA AUDIT

Ringksan Jurnal Penyesuaian dan Jurnal Pengklasifikasian Kembali Jurnal pengklasifikasian kembali dilakukan untuk memastikan pengklasifikasian akun yang tepat. Dalam tiap eleman yang diperiksanya. pertanyaan yang timbu. diringkas dalam daftar utama. Untuk itu auditormembuat kertas kerja yang bermacam- macam untuk mendukung informasi yang dikumpulkan.” Di sisi lain bisa juga disebut bahwa kertas kerja merupakan gambar dari kegiatan audit yang dilaksanakannya. Working Trial Balance Working Trial Balance adalah suatu daftar yang berisi saldo berbagai akun buku besar pada akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya. dengan kata lain semua data yang diperoleh akuntan selama pemeriksaan harus tercakup dan tergambar dalam kertas kerja audit. yaitu sebagai berikut. serta jawaban atas pertanyaan tersebut. Daftar Utama Semua informasi yang dicatat dalam daftar pendukung. Daftar utama ini merupakan ringkasan akun-akun yang saling berkaitan. Program Audit Program audit merupakan daftar prosedur audit untuk pemeriksaan elemen elemen tertentu. SA Seksi 339 Kertas Kerja paragraph 03 mendefinisikan kertas kerja sebagai berikut : “kertas kerja adalah catatan-catatan yang diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yang ditempuhnya. dan simpulan yang dibuatnya sehubungan dengan auditnya. kolom untuk penyesuaian dan pengklasifikasian kembali serta saldo setelah koreksi auditor dan akan dicatumkan dalam laporan keuangan auditan. pengujian yang dilakukannya. JENIS-JENIS KERTAS KERTAS KERJA Ada enam jenis kertas audit yang biasanya dikenal. informasi yang diperolehnya. 5. misalnya akun obligasi jangka panjang yang jatuh tempo tahun depan. 4. yang akan disajikan dalam laporan keuangan dalam satu pos. 1. A. 3. Jadi. auditor melakukan verifikasi elemen-elemen yang terdapat dalam laporan keuangan. Daftar Pendukung Dalam melaksankan audit. maka auditor harus mengklasifikasikannya ke kelompok kewajiban lancar. . daftar utama digunakan untuk menghubungkan akun buku besar yang sejenis. auditor mencantumkan metode verifikasi. 2.

Kertas kerja dapat dimanfaatkan untuk mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit yang terdiri dalam berbagai waktu. dan pelaksana. TANGGUNG JAWAB AUDITOR ATAS KERTAS KERJA . 2. 5. Kertas kerja dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan catatan klien dengan laporan audit yang dihasilkan oleh auditor. C. alokasi biaya dan waktu. 9. 6. Kertas Kerja Audit dapat digunakan sebagai acuan bagi auditor untuk perencanaan audit tahun berjalan. Dalam pelaksanaan audit. 8. MANFAAT KERTAS KERJA 1. serta hasil audit yang telah didokumentasikan. sistem pengendalian internal (SPI). Kertas Kerja Audit membantu auditor dalam menentukan kelayakan laporan audit yang akan diterbitkan dan memudahkan penyusunan laporan audit secara menyeluruh. Sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya. Kertas kerja dapat dimanfaatkan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai. 7. Sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner. tempat. Kertas kerja merupakan bukti bahwa auditor telah melakukan audit sesuai dengan standar audit yang telah ditetapkan. Auditor dapat mengacu pada kertas kerja tahun sebelumnya yang mencakup berbagai informasi seperti informasi perencanaan audit. 6. Kertas kerja dapat dimanfaatkan untuk menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya dalam membuktikan telah dilaksanakannya dengan baik audit atas laporan keuangan. program audit. 3. Kertas kerja dapat dimanfaatkan untuk memberikan pedoman dalam audit berikutnya. 10. Memorandum Audit dan Dokumen Informasi Pendukung Memorandum audit merupakan data tertulis yang disiapkan auditor dalam bentuk naratif. B. 4. Sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas. Sebagai catatan bahan bukti dan hasil pengujian yang telah dilakukan. misalnya komentar atas kinerja prosedur auditing dan kesimpulan yang diperoleh dari pelaksanaan audit.

b) Arsip permanen (permanent file). auditor harus menjaga kertas kerja dengan cara mencegah terungkapnya informasi yang tercantum dalam kertas kerja kepada pihak-pihak yang tidak diinginkan. dan aspek lain usaha perusahaan. Buktikan penjelasan lisan yang diperoleh. 8. 2. Tuangkan dalam bentuk tulisan 9. Berilah pendukung atau penjelasan pada semua akun. sehingga dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan ketentuan-ketentuan yang berlaku mengenai penyimpanan dokumen. Auditor biasanya menyelenggarakan dua macam arsip kertas kerja untuk setiap kliennya. yaitu untuk data yang secara relatif tidak mengalami perubahan. Kertas kerja pemeriksaan harus diindeks 7. Tentukan tujuan setiap pembuatan kertas kerja. meliputi: 1. Jawablah pertanyaan yang muncul. Hindari penulisan ulang 4. Misalnya. 6. CARA MEMBUAT KERTAS KERJA YANG BAIK Terdapat beberapa teknik dalam pembuatan kertas kerja. prosedur pemeriksaan yang dilakukan dan kesimpulan mengenai kewajaran perkiraan yang diperiksa. Karena sifat kerahasiaan yang melekat pada kertas kerja. SA Seksi paragraf 08 mengatur bahwa auditor harus menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan harus menyimpannya sekurang-kurangnya 10 tahun. Hindari pekerjaan menyalin 3. 10. Tulislah langkah prosedur audit apa saja yang telah dilakukan. Pada kertas kerja pemeriksaan harus dicantumkan tentang sifat dari perkiraan yang diperiksa. klien memberitahukan kepada auditor untuk merahasiakan informasi mengenai gaji direksi. . yaitu: a) Arsip kini (current file). D. yaitu arsip audit tahunan untuk setiap audit yang telah selesai dilakukan. manajer. maka auditor tidak boleh melanggar pesan klien tersebut dengan mengungkapkan informasi tersebut kepada karyawan klien yang tidak berhak untuk mengetahuinya. 5.

yaitu: 1) Lengkap. 4) Jelas. b. Kertas kerja harus lengkap dalam arti sebagai berikut. Berisi semua informasi yang pokok. Kertas kerja harus dibatasi pada informasi yang pokok saja dan yang relevan dengan tujuan audit yang dilakukan serta disajikan secara ringkas. Kertas kerja harus diparaf oleh orang yang membuat dan mereview working papers sehingga dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab. Di bagian muka file kertas kerja pemeriksaan harus dimasukkan daftar isi dan indeks kertas kerja pemeriksaan dan paraf seluruh tim pemeriksa yang terlibat dalam penugasan audit tersebut. ia harus dapat menghasilkan kertas kerja yang benar-benar bermanfaat. tidak berisi informasi yang masih belum jelas atau pertanyaan yang belum terjawab. Kecakapan teknis dan keahlian profesional seorang auditor independen agar tercermin pada kertas kerja yang dibuatnya. Untuk memenuhi tujuan ini ada lima faktor dalam cara membuat kertas kerja yang baik yang harus diperhatikan. 12. Auditor harus dapat menentukan komposisi semua data penting yang harus dicantumkan dalam kertas kerja. . a. Tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan. Analisis yang dilakukan oleh auditor harus merupakan ringkasan dan penafsiran data dan bukan hanya merupakan penyalinan catatan klien ke dalm kertas kerja. 3) Ringkas.11. auditor harus memperhatikan ketelitian dalam penulisan dan perhitungan sehingga kertas kerjanya bebas dari kesalahan tulis dan perhitungan. Dalam pembuatan kertas kerja. harus berisi informasi yang lengkap. 2) Teliti. Kertas kerja harus dapat “berbicara” sendiri. Untuk membuktikan bahwa seseorang merupakan auditor yang kompeten.

. Penyajian informasi secara sistematik perlu dilakukan. Kerapian dalam pembuatan kertas kerja dan keteraturan penyusunan kertas kerja akan membantu auditor senior dalam me-review hasil pekerjaan stafnya serta memudahkan auditor dalam memperoleh informasi dari kertas kerja tersebut. Kejelasan dalam menyajikan informasi kepada pihak-pihak yang akan memeriksa kertas kerja perlu diusahakan oleh auditor. 5) Rapi.