Anda di halaman 1dari 14

DINAMIKA KELOMPOK DALAM KEPERAWATAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat dan rahmatnya
Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Pada kesempatan ini, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam penyusunan makalah ini terutama kepada Dosen pembimbing.
Namun demikian dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan,
untuk itu saran dan kritikan yang bersifat membangun sangat diharapkan demi perbaikan
penulisan dimasa mendatang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Terima Kasih.

1
daftar isi

halaman judul
kata pengantar
bab I : pendahuluan
bab ii : dinamika kelompok
A. Pengertian Dinamika Kelompok
B. Fungsi Dinamika Kelompok
C. Jenis Kelompok Sosial
D. Ciri Kelompok Sosial
E. Pembentukan Kelompok
F. Pertumbuhan dan Perkembangan Kelompok
G. Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok
H. Pentingnya Dinamika Kelompok dalam Perawatan
Bab iii : penutup
A. Kesimpulan
B.saran
BAB I
PENDAHULUAN

Dalam dunia keperawatan materi kelompok sangat diperlukan, akal pikir kelompok sangat
mendukung kinerja kerja yang dilakukan oleh para petugas kesehatan dalam menjalankan proses
keperawatan.
Dalam lingkup keperawatan ada yang dinamakan Dinamika Kelompok, dimana dinamika
kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok Dinamika berati interaksi atau
interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan
individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.
Namun dalam dinamika kelompok harus ditanamkan bagaimana memotifikasi anggota kelompok,
dan mengarahkan arah atau tujuan yang dapat dijalankan melalui proses interaksi dalam kelompok
dan pembentukan struktur, dan mencari ada tidaknya masalah yang dihadapi dan sama-sama
mencari solusi yang terbaik.
Dan dari dinamika kelompoklah kita sebagai calon perawat bias melaksanakan tugas dalam dunia
2
kesehatan baik dalam individu maupun kelompok.
BAB II
DINAMIKA KELOMPOK
A. Pengertian Dinamika Kelompok

Dinamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berati interaksi atau
interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan
individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama.
Maka Dinamika Kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu
yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan
berlangsung dalam situasi yang dialami.
B. Fungsi Dinamika Kelompok

Dinamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah
kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:
1. Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.
(Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)
2. Memudahkan segala pekerjaan.
(Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain)
3. Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan
yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian.
(pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing / sesuai keahlian)
4. Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat
(setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam
masyarakat)
C. Jenis Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang
mengadakan interaksi sosial agara ada pembagian tugas, struktur dan norma yang ada.
Berdasarkan pengertian tersebut kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa, antara lain:
1. Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal
dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan.

3
Sedangkan menurut Goerge Homan kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari
beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu
berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara.
2. Kelompok Sekunder
Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung, berjauhan, dan sifatnya kurang kekeluargaan.
Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektiv.
3. Kelompok Formal
Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD), Anggaran
Rumah Tangga (ART) yang ada. Anggotanya diangkat oleh organisasi.
4. Kelompok Informal
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan-
kebutuhan seseorang. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan
oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang
jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati

D. Ciri Kelompok Sosial

Suatu kelompok bisa dinamakan kelompok sosial bila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Memiliki motive yang sama antara individu satu dengan yang lain.
(menyebabkan interkasi/kerjasama untuk mencapai tujuan yang sama)
2. Terdapat akibat-akibat interaksi yang berlainan antara individu satu dengan yang lain
(Akibat yang ditimbulkan tergantung rasa dan kecakapan individu yang terlibat)
3. Adanya penugasan dan pembentukan struktur atau organisasi kelompok yang jelas dan terdiri
dari peranan serta kedudukan masing-masing
4. Adanya peneguhan norma pedoman tingkah laku anggota kelompok yang mengatur interaksi
dalam kegiatan anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama.
E. Pembentukan Kelompok

Pembentukan kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi, dan tujuan
yang sama dalam memanuhi kebutuhannya. Seperti yang terlihat dalam bagan berikut ini

Gambar .1
Proses Terjadinya Kelompok
Penjelasan dari bagan diatas:
4
Pembentukan kelompok diawali dengan adanya perasaan atau persepsi yang sama dalam
memenuhi kebutuhan. Setelah itu akan timbul motivasi untuk memenuhinya, sehingga
ditentukanlah tujuan yang sama dan akhirnya interaksi yang terjadi akan membentuk sebuah
kelompok.
Pembentukan kelompok dilakukan dengan menentukan kedudukan masing-masing anggota (siapa
yang menjadi ketua atau anggota). Interaksi yang terjadi suatu saat akan memunculkan perbedaan
antara individu satu dengan lainnya sehingga timbul perpecahan (konflik). Perpecahan yang
terjadi bisanya bersifat sementara karena kesadaran arti pentingnya kelompok tersebut, sehingga
anggota kelompok berusaha menyesuaikan diri demi kepentingan bersama. Akhirnya setelah
terjadi penyesuaian, perubahan dalam kelompok mudah terjadi.
Langkah proses pembentukan Tim diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses
selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut:
1. Persepsi
Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari
pencapaian akademis. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual, atau yang
lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang
memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya.
2. Motivasi
Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi
secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap
kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat. Dengan demikian dapat memicu
anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju.

3. Tujuan
Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas
kelompok atau individu.
4. Organisasi
Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok.
Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif.
5. Independensi
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. Kebebasan disini merupakan
kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide, pendapat, serta ekspresi selama kegiatan.
Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok.
6. Interaksi
5
Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok, karena dengan interaksi akan ada
proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan
informasi tentang pengetahuan tersebut.

F. Pertumbuhan dan Perkembangan Kelompok

Indikator yang dijadikan pedoman untuk mengukur tingkat perkembangan kelompok adalah
sebagai berikut :
1. Adaptasi
Proses adaptasi berjalan dengan baik bila:
a. Setiap individu terbuka untuk memberi dan menerima informasi yang baru.
b. Setiap kelompok selalu terbuka untuk menerima peran baru sesuai dengan dinamika kelompok
tersebut.
c. Setiap anggota memiliki kelenturan untuk menerima ide, pandangan, norma dan kepercayaan
anggota lain tanpa merasa integritasnya terganggu.
2. Pencapaian tujuan
Dalam hal ini setiap anggota mampu untuk:
a. menunda kepuasan dan melepaskan ikatan dalam rangka mencapai tujuan bersama.
b. membina dan memperluas pola
c. terlibat secara emosional untuk mengungkapkan pengalaman, pengetahuan dan kemampuannya.
Selain hal diatas, perkembangan kelompok dapat ditunjang oleh bagaimana komunikasi yang
terjadi dalam kelompok. Dengan demikian perkembangan kelompok dapat dibagi menjadi tiga
tahap, antara lain
1. Tahap pra afiliasi
Merupakan tahap permulaan, diawali dengan adanya perkenalan semua individu akan saling
mengenal satu sama lain. Kemudian hubungan berkembang menjadi kelompok yang sangat akrab
dengan saling mengenal sifat dan nilai masing-masing anggota.
2. Tahap fungsional
Ditandai dengan adanya perasaan senang antara satu dengan yang lain, tercipta homogenitas,
kecocokan, dan kekompakan dalam kelompok. Pada akhirnya akan terjadi pembagian dalam
menjalankan fungsi kelompok.
3. Tahap disolusi
Tahap ini terjadi apabila keanggotaan kelopok sudah mempunyai rasa tidak membutuhkan lagi
6
dalam kelompok. Tidak ada kekompakan maupun keharmonisan yang akhirnya diikuti dengan
pembubaran kelompok.
G. Keunggulan dan Kelemahan dalam Kelompok

Dalam proses dinamika kelompok terdapat faktor yang menghambat maupun memperlancar
proses tersebut yang dapat berupa kelebihan maupun kekurangan dalam kelompok tersebut.
1. Kelebihan Kelompok
• Keterbukaan antar anggota kelompok untuk memberi dan menerima informasi & pendapat
anggota yang lain.
• Kemauan anggota kelompok untuk mendahulukan kepentingan kelompoknya dengan menekan
kepentingan pribadi demi tercapainya tujuan kelompok
• Kemampuan secara emosional dalam mengungkapkan kaidah dan norma yang telah disepakati
kelompok.
2. Kekurangan Kelompok
Kelemahan pada kelompok bisa disebabkan karena waktu penugasan, tempat atau jarak anggota
kelompok yang berjauhan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas pertemuan.
H. Pentingnya Dinamika Kelompok dalam Perawatan

Profesi Keperawatan merupakan bagian dari profesi kesehatan yang anggotanya terdiri atas
perawat dalam satu ikatan profesi yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama dalam bidang
keperawatan
Profesi keperawatan terbentuk dari adanya suatu kelompok-kelompok perawat yang memiliki
tradisi, norma, prosedur dan aktivitas yang sama.
Setiap anggota saling tergantung satu dengan yang lain karena saling membutuhkan bantuan.
Setiap anggota profesi memiliki ciri-ciri yang berbeda dan dapat dibagi dalam beberapa
kelompok, yaitu:
a. Anggota Psikologis
Secara psikologis memiliki minat untuk berpartisifasi dalam kelompok norma.
b. Anggota Marginal
Kelompok menerima baik keanggotaannya tetapi bersikap menjauh atau tidak ingin terlalu terlibat
dalam kelompoknya.
c. Anggota Pemberontak
Anggota kelompok yang bersikap menentang dan tidak bersedia menerima norma yang ada.

7
Bab iii
Penutup

A. Kesimpulan
Dinamika Kelompok keperawatan merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih
individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara dokter, perawat, dan pasien.
Fungsi dari dinamika kelompok ialah membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam
mengatasi persoalan hidup, memudahkan segala pekerjaan, mengatasi pekerjaan yang
membutuhkan pemecahan masalah, mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga
seleseai lebih cepat, efektif dan efesian dan menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan
masyarakat
Tujuan terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas
kelompok atau individu.
B. Saran
Dalam suatu kelompok, tiap individu harus memiliki rasa saling menghargai antara sesama
anggota kelompok, dapat bertanggung jawab atas rencana dan tindakan yang telah disepakati
bersama agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai.

Daftar pustaka
Depkes RI Wtj. Tata Laksana Perawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Depkes RI.
Santosa S. 2004. Dinamika Kelompok. Jakarta. PT Bumi Askara

8
Penerapan Konsep Dinamika Kelompok Pada Keperawatan Komunitas
Posted by Dithaisper0 komentar
dithaisper.blogspot.com
A. Pengertian dinamika

Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak,
berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga
berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok
secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat
kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok
tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.
B. Pengertian kelompok

Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan
interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y. Sprott
mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain.

Kurt Lewin berpendapat ”the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its
members but their interdependence”. H. Smith menguraikan bahwa kelompok adalah suatu
unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan
kesatuannya dengan cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar anggota kelompok
dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok:

 Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut


 Adanya saling menghomati di antara anggota-anggotanya
 Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
 Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok

Menurut Reitz (1977) kelompok mempunyai karakteristik sebagai berikut:

 Terdiri dari dua orang atau lebih


 Berinteraksi satu sama lain
 Saling membagi beberapa tujuan yang sama
 Melihat dirinya sebagai suatu kelompok
 Kesimpulan dari berbagai pendapat ahli tentang pengertian kelompok adalah kelompok tidak
terlepas dari elemen keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

C. Pengertian dinamika kelompok

Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu
yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang
dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok juga
dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu

9
bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-
ubah.

Dinamika kelompok mempunyai beberapa tujuan, antara lain:

 Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain,
sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai
 Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling
menghargai pendapat orang lain
 Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok
 Menimbulkan adanya i’tikad yang baik diantara sesama anggota kelompok.

Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai pribadi yang masuk ke dalam
kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu yang
ada dalam kelompok. Mereka membeku seperti es. Individu yang bersangkutan akan
berusaha untuk mengenal individu yang lain. Es yang membeku lama-kelamaan mulai
mencair, proses ini disebut sebagai “ice breaking”. Setelah saling mengenal, dimulailah
berbagai diskusi kelompok, yang kadang diskusi bisa sampai memanas, proses ini disebut
”storming”. Storming akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu, pada
proses ini individu mengalami ”forming”. Dalam setiap kelompok harus ada aturan main
yang disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua anggota
kelompok, proses ini disebut ”norming”. Berdasarkan aturan inilah individu dan kelompok
melakukan berbagai kegiatan, proses ini disebut ”performing”.

Pentingnya dinamika kelompok dikarenakan individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam
masyarakat, individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya. Dalam
masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan
baik Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja
dengan efektif

D. Fungsi Dinamika Kelompok

Dinamika kelompok sudah menjadi kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah
kelompok. Fungsi dari dinamika kelompok itu antara lain:

 Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup.


(Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.)
 Memudahkan segala pekerjaan. (Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa
bantuan orang lain)
 Mengatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban
pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian. (pekerjaan
besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masing-masing / sesuai keahlian)
 Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat (setiap individu bisa
memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat)
E. Keperawatan

10
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari
pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio-
psiko-sosio-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga kelompok dan
masyarakat, baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia.

Pelayanan keperawatan berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan
mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan
melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari secara mandiri.

Asuhan keperawatan adalah suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan
yang langsung diberikan kepada pasien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. Asuhan
keperawatan dilaksanakan menggunakan metodologi pemecahan masalah melalui pendekatan
proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan etika
keperawatan dalam lingkup wewenang serta tanggung jawabnya.

Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat professional melalui kerjasama dengan
pasien baik individu, keluarga, kelompok/komunitas dan berkolaborasi dengan tenaga
kesehatan lainnya dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup dan tanggung
jawabnya.

Bantuan keperawatan diberikan agar indvidu, keluarga, kelompok dan komunitas dapat
mandiri dalam memelihara kesehatannya sehingga mampu berfungsi secara optimal.

Pelayanan keperawatan sebagai pelayanan profesional bersifat humanistik terintegrasi


didalam pelayanan kesehatan, dapat bersifat dependen, independen dan interdependen serta
dilaksanakan dengan berorientasi kepada kebutuhan objektif pasien.

Perawat sebagai tenaga profesional pemula mempunyai kemampuan baik intelektual,


teknikal, interpersonal dan moral ,bertanggungjawab dalam melaksanakan pelayanan asuhan
keperawatan sesuai dengan kewenangan dan aturan yang berlaku.

Masyarakat

Masyarakat merupakan kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama
sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai suatu
kesatuam social dengan batas yang dirumuskan dengan jelas. Merupakan kelompok individu
yang saling berhubungan, tergantung dan berkerjasama untuk mencapai tujuan.

Menurut Soerjono Soekanto, istilah community dapat dterjemahkan sebagai “masyarakat


setempat”. Istilah yang menunjuk pada warga suatu desa, sebuah kota, suku, atau suatu
bangsa. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan
sosial, yang ditandai oleh derajat hubungan sosial tertentu.

Ciri-ciri community:

 Adanya daerah/batas tertentu

11
 Manusia yang bertempat tinggal
 Kehidupan masyarakat
 Hubungan sosial antara anggota kelompoknya
 Komponen community:
 Masyarakat sebagai kelompok atau himpunan orang-orang yang hidup bersama terjalin satu
sama lain ketika orang-orang tersebut menjadi anggotanya
 Kebudayaan sebagai alat pemuasan kebutuhan manusia, baik jasmani maupun rohani
 Kekayaan alam sebagai sumber materi bagi kelangsungan hidup manusia

Keperawatan Komunitas

Keperawatan komunitas adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat komunitas, dengan
mengikutertakan tim kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan
yang lebih tinggi bagi individu, keluarga dan masyarakat.

Sesuai dengan paradigma baru keperawatan maka kegiatan yang dilaksanakan adalah upaya
promotif, preventif tanpa melupakan upaya kuratif dan rehabittatif.

Penerapan Konsep dinamika kelompok pada keperawatan komunitas

Penerapan konsep dinamika kelompok pada keperawatan komunitas tidak lepas dari dua
komponen kelompok yaitu kelompok perawat dan kelompok kumunitas (masyarakat).
Dinamika kelompok yang terjadi tidak hanya di dalam kelompoknya saja tetapi sudah
berintegrasi dengan kelompok lain.

Dinamika kelompok dalam kelompok perawat adalah terbentuknya suatu kesatuan tujuan dan
tindakan yang berorientasi pada pemecahan masalah kesehatan yang dialami masyarakat,
bekerja sama dengan mengabaikan konflik dan perbedaan sehingga tercapai suatu keputusan
bersama..

Dinamika kelompok yang terjadi dalam masyarakat yaitu terbentuknya kemandirian yang
didukung kebersamaan, rasa saling membutuhkan dan menganggap masalah kesehatan
anggota masyarakat (keluarga lain) adalah merupakan masalah kesehatan bersama sehingga
perlu diatasi bersama.

Keterlibatan kedua pihak membentuk kelompok tersendiri yang mempunyai tujuan bersama
untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada dengan memanfaatkan sumberdaya yang
dipunyai oleh masing-masing pihak. Perawat dengan keterapilan dan pengetahuannya,
masyarakat dengan kemandiriannya. Kelompok baru ini terdiri dari perawat, keluarga, dan
masyarakat yang saling berinteraksi, bekerja sama.

Sesuai dengan fungsi dan tujuan dari dinamika kelompok maka konsep yang dijalankan
antara perawat dan masyarakat (komunitas) dalam kegiatan keperawatan komunitas yakni
melakukan kerjasama dalam pekerjaan, mengatasi permasalahan bersama secara demokratis
untuk mencapai tujuan bersama (Sehat).

12
Keputusan kegiatan keperawatan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak dan
merupakan hasil dari kesepekatan bersama. Kegiatan keperawatan yang dilaksanakan
berjalan sesuai dengan prosedur/tata laksana didukung peran serta masyarakat.

Daftar Pustaka :
 Depkes RI, 1985, Tata laksana Perawatan Kesehatan Masyarakat, Jakarta :Depkes RI

 Hidayat, AAA. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

 Santosa, S. 2004. Dinamika Kelompok. Jakarta: PT Bumi Aksara

 http://blogperawat-ditha.blogspot.com/
 http://dithaisper.blogspot.com/

13
Manfaat Dinamika Kelompok
Manfaat Perorangan
Peserta dinamikan kelompok dapat mengenal dan memperoleh gambaran tentang peserta-
peserta lainnya serta menarik pelajaran dan pendapat/pengalaman yang diceritakan oleh
peserta-peserta lain. Setiap peserta mempunyai persepsi yang berlainan tingkatnnya yang
dapat dicari manfaatnya sebagai pelajaran, yang seorang menganggap berguna yang lain
menganggap tidak berguna bahkan dapat membahayakan karirnya bia hendak ditarik
manfaatnya.
Manfaat Bagi Kelompok
Kelompok dapat memperoleh pengalaman setelah berlangsungnya program dinamika
kelompok tentang cara-cara pengambilan keputusan, pencapainya konsensus kelompok,
prosedur ataupun sistematika kerja dalam kelompok dan mengatasi perselisihan pendapat
yang timbul.

Manfaat Bagi Organisasi


Mengenal cara-cara lain kerja atau menciptakan kerjasama dalam kelompok dapat dijadikan
dasar kerjasama antar unit dalam suatu oraganisasi. Unit-unit organnisasi yang menjalankan
proses dinamikan kelompok. Kesatuan bahasa dalam memecahkan masalah, kelancaran
berkomunikasi yang timbul antara unit-unit akan memperlancar dan menyempurnakan
kerjasama organisasi.

14