Anda di halaman 1dari 8

Komponen-Komponen Listrik

1. Kapasitor (Kondensator)

Kapasitor atau kondensator yang ada pada rangkaian elektronika dilambangkan


dengan huruf "C" adalah suatu komponen yang dapat menyimpan energi/muatan
listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan
internal dari muatan listrik.

Gb. Jenis-jenis kapasitor

ada bebrapa jenis kapasitor :


a. Kapasitor elektrolit
b. Kapasitor tantalum
c. Kapasitor polister film
d. Kapasitor poliproyene
e. Kapasitor kertas
f. Kapasitor mika
g. Kapasitor keramik
h. Kapasitor Epoxy
i. Kapasitor variable

Kapasitor ini ditemukan ditemukan oleh ilmuan yang bernama Michael Faraday
(1791-1867). satuan dari kapasitor disebut Farad (F)

2. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus
listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. kemampian resistor dalam
menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor
tersebut. Resisitor yang paling banyak beredar dalam pasaran adalah resistor
dengan bahan komposisi karbon, dan metal film. resistor ini biasanya berbentuk
silinder dengan pita-pita warna yang melingkar dibadan resistor. pita-pita warna
tersebut biasa dikenal sebagai kode resistor.
Gb. Resistor

Fungsi dari Resistor adalah :


1. Sebagai pembagi arus
2. Sebagai penurun tegangan
3. Sebagai pembagi tegangan
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik,dan lain-lain.

3. Induktor
Induktor adalah komponen yang tersusun dari lilitan kawat. Induktor termasuk
juga komponen yang dapat menyimpan muatan listrik. Bersama kapasitor induktor
dapat berfungsi sebagai rangkaian resonator yang dapat beresonansi pada
frekuensi tertentu.

Gb. Induktor

Fungsi Induktor:

1. Penyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet


2. Menahan arus bolak-balik/ac
3. Meneruskan/meloloskan arus searah/dc
4. Sebagai penapis (filter)
5. Sebagai penalaan (tuning)
Kumparan/coil ada yang memiliki inti udara, inti besi, atau inti ferit.
Nilai/harga dari inductor disebut sebagai induktansi dengan satuan dasar henry.
Simbol Induktor :

Jenis induktor :

1. Fixed coil, yaitu inductor yang memiliki harga yang sudah pasti. Biasanya
dinyatakan dalam kode warna seperti yang diterapkan pada resistor. Harganya
dinyatakan dalam satuan mikrohenry (μH).
2. Variable coil, yaitu inductor yang harganya dapat diubah-ubah atau disetel.
Contohnya adalah coil yang digunakan dalam radio.
3. Choke coil (kumparan redam), yaitu coil yang digunakan dalam teknik sinyal
frekuensi tinggi.

4. Dioda
Dioda adalah semikonduktor yang terdiri dari persambungan (junction) P-N. Sifat
dioda yaitu dapat menghantarkan arus pada tegangan maju dan menghambat arus
pada tegangan balik.

Simbol dioda :

Fungsi Dioda :

1. Penyearah, contoh : dioda bridge


2. Penstabil tegangan (voltage regulator), yaitu dioda zener
3. Pengaman /sekering
4. Sebagai rangkaian clipper, yaitu untuk memangkas/membuang level sinyal
yang ada di atas atau di bawah level tegangan tertentu.
5. Sebagai rangkaian clamper, yaitu untuk menambahkan komponen dc kepada
suatu sinyal ac
6. Pengganda tegangan.
7. Sebagai indikator, yaitu LED (light emiting diode)
8. Sebagai sensor panas, contoh aplikasi pada rangkaian power amplifier
9. Sebagai sensor cahaya, yaitu dioda photo
10. Sebagai rangkaian VCO (voltage controlled oscilator), yaitu dioda varactor

Jenis Dioda :
1. Dioda standar
2. LED (light emiting diode)
3. Dioda Zener
4. Dioda photo
5. Dioda varactor

5. Transformator

Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau


menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen
pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan
kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk
memperkuat medan magnet yang dihasilkan.

Gb. Transformator
Gb. Lambang transformator % Gb. Bagian bagian
transformator

Prinsip Kerja Transformator


Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika
Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan
arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah.
Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti
besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan
timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance).
Syarat -Syarat Pemasangan Instalasi Rumah/Gedung

Untuk pemasangan instalasi listrik penerangan dan tenaga untuk rumah/gedung


terlebih dahulu harus melihat gambar-gambar rencana instalasi yang sudah dibuat
oleh perencana berdasarkan denah rumah/bangunan dimana instalasinya akan
dipasang. Selain itu juga spesifikasi dan syarat -syarat pekerjaan yang diterima dari
pemilik bangunan/rumah, dan syarat tersebut tidak terlepas dari peraturan yang
harus dipenuhi dari yang berwajib ialah yang mengeluarkan peraturan yaitu PLN
setempat.

Syarat -syarat pekerjaan instalasi rumah /gedung


1. Gambar situasi untuk menyatakan letak bangunan, dimana instalasinya akan
dipasang serta rencana penyambungannya dengan jaringan PLN.
2. Gambar instalasi
Rencana penempatan semua peralatan listrik yang akan dipasang dan sarana
pelayanannya, misalnya titik lampu, saklar dan kotak kontak, panel hubung bagi,
data teknis yang penting dari setiap peralatan listrik yang akan dipasang
3. Rekapitulasi
Rekapitulasi atau perhitungan jumlah dari komponen yang diperlukan antara lain :
- Rekapitulasi material dan harga
- Rekapitulasi daya atau skema bagan arusnya
- Rekapitulasi tenaga dan biaya
Selain itu terdapat persyaratan lain yang harus dipenuhi dalam pemasangan
instalasi listrik dan tenaga, antara lain :

Sumber Tegangan
Sumber tegangan yang digunakan untuk menyuplai instalasi listrik
rumah/gedung adalah sumber tegangan 3 phase, 220 volt/380 volt. Jumlah beban
untuk masing-masing fasa dalam sistem 3 phase diharuskan seimbang agar
kestabilan distribusi daya dapat terjamin.

Pemasangan Penghantar
Penghantar yang digunakan untuk instalasi penerangan (rangkaian akhir) adalah
penghantar jenis NYA dan untuk instalasi daya (feeder /pengisi/incoming) dengan
menggunakan penghantar jenis NYM yang memiliki isolasi yang baik, agar mudah
cara pemasangan dan perbaikan pemasangan penghantar tersebut masuk ke dalam
pipa instalasi.

Ukuran penghantar jalur utama termasuk jalur ke stop kontak dan penghantar jalur
cabang dari saklar ke lampu yaitu 2,5 mm2 dengan menggunakan penghantar yang
sesuai ketentuan maka keselamatan instalasi dapat terjamin dan apabila instalasi
akan diperluas masih dalam batas kemampuannya.

Penghantar untuk jenis NYM dilengkapi dengan hantaran pentanahan/arde karena


untuk instalasi daya, misalnya untuk AC, motor listrik dimaksudkan agar bagian yang
terbuat dari logam dapat ternetralisir dan apabila terjadi hubung singkat aliran arus
akan segera ke tanah. Pipa Instalasi Semua penghantar dalam instalasi listrik
dimasukkan dalam pipa PVC dengan ukuran " agar penghantar aman dari benturan
mekanis, disamping itu juga penghantar akan terisolasi serta mudah dalam
perawatan apabila terjadi kerusakan dalam perbaikan.

Saklar dan Kotak Kontak


Fungsi saklar dalam instalasi listrik penerangan untuk memutuskan dan
menghubungkan arus listrik dari sumber ke beban. Di dalam saklar dilengkapi
dengan pegas yang dapat memutuskan rangkaian dalam waktu yang sangat singkat,
dengan cepatnya pemutusan ini kemungkinan timbulnya busur api antara kontak
(tuas) saklar menjadi lebih kecil. Saklar yang digunakan pada umumnya jenis saklar
tunggal, saklar seri dan saklar tukar (hotel) jenis inbow (terpendam dalam tembok).

Aturan pemasangan saklar :


a. Tinggi pemasangan ± 150 cm di atas lantai.
b. Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan/sesuai kondisi tempat.
c. Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam bila pemasangan lebih dari satu.

Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi listrik sebagai alat penghubung
beban dengan sumber listrik.

Aturan pemasangan stop kontak :


a. Tinggi pemasangan ± 150 cm di atas lantai, apabila kurang dari 150 cm harus
dilengkapi tutup.
b. Mudah dicapai tangan.
c. Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada disebelah
kanan atau di sebelah bawah.

Kotak Pembagi Daya Listrik/PHB/Distribusi Panel (DP) Panel bagi di dalam instalasi
listrik rumah/gedung merupakan peralatan yang berfungsi sebagai tempat membagi
dan menyalurkan
tenaga listrik ke beban yang memerlukan agar merata dan seimbang. Di dalam
panel bagi terdapat komponen antara lain rel (busbar), saklar utama, pengaman,
pengaman, alat-alat ukur dan lampu indikator.

Rating Pengaman
Rating pengaman yang dipakai menurut PUIL harus sama dengan atau lebih besar
dari arus nominal beban (I pengaman > I nominal).

Pengaman yang digunakan dalam instalasi listrik adalah pemutus rangkaian (MCB)
untuk pengaman tiap kelompok beban dan pemutus rangkaian pusat (MCCB) untuk
pengaman seluruh kelompok beban.

Besarnya rating arus MCB maupun MCB diperhitungkan arus beban yang dipikul
atau dipasang di dalam instalasi agar memenuhi syarat keamanan.