Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Praktek pelayanan kesehatan rumah sakit di Indonesia sudah mulai mencerminkan
praktek pelayanan professional. Metode asuhan keperawatan yang dilaksanakan berorientasi
pada upaya pemenuhan kebutuhan klien, tetapi tidak dapat dipungkiri beberapa pelayanan
keperawatan masih berorientasi pada tugas. Era globalisaasi dan perkembangan ilmu dan
teknologi kesehatan menuntut perawat sebagai suatu profesi, memberi pelayanan kesehatan
yang optimal (Siswono, 2010).
Pengembangan perofesinalisme sangat diperlukan bagi tenaga kesehatan, sehingga
menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan, hal ini disebabkan oleh mutu pelayanan yang
tinggi akan menjadi tuntutan dari pelanggan. Pelayanan keperawatan merupakan pelayanan
integral dari pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan keberadaan perawat
merupakakn posisi kunci, yang dibuktikan dengan kenyataan bahwa 40-60% pelayanan
rumah sakit merupakan pelayanan keperawatan dan hampir semua pelayanan promosi
kesehatan serta pencegahan penyakit baik dirumah sakit maupun tatanan pelayanan
kesehatan lain dilakukan oleh perawat.
Metode pemberian asuhan keperawatan yang dilaksanakan belum sepenuhnya
berorientasi pada upaya pemenuhan upaya klien, melainkan lebih berorientasi pada tugas.
Model praktik keperawatan professional (MKKP) (Siswono, 2010). MPKP adalah diskripsi
atau gambaran dari praktik keperawatan yang nyata dan akurat berdasarkan kepada filosofi
konsep dan teori keperawatan.
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam
menjalankan suatu kegiatan organisasi.Manajemen menjakup kegiatan koordinasi dan
supervisi terhadap staf, sarana dan perasarana dalam mencapai tujuan. Manajemen
keparawatan merupakan proses bekerja melalui anggota staf untuk memberikan asuhan
keperawatan secara professional. Proses manajemen keperawatan sejalan dengan salah satu
metode pelaksanaan asuhan keperawatan secaraa professional, sehingga diharapkan
keduanya saling mendukung antara satu dengan yang lainnya. Nursalam (2013) menjelaskan
bahwa manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staf
keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan secara professional. Seorang manajer
keperawatan dituntut untuk merencanakan, pengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi
sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat memeberikan asuhan keperawatan yang
efektif dan efisien mungkin dirumah sakit.
Manajemen kperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata
yaitu di rumah sakit dan komunitas sehingga perawat perlu memahami konsep dan
aplikasinya. Konsep yang harus dikuasai adalah konsep tentang pengelolaan bahan, konsep
manajemen keperawatan, perencanaan, yang berupa rencana strategis melalui pendekatan :
pengumpula data, analisa , dan penyusunan langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan
secara operasional, khususnya dalam pelaksanaan MPKP serta melakukan pengawasan
pengendalian. Manajemen keperawatan harus dapat diimplikasikan dalam tatanan pelayanan
nyata yaitu di rumah sakit dan komunitas sehingga perawat perlu memahami konsep tenaga
pengelolaan bahan, konsep manajemen keperawatan perencanaan, yang berupa rencana
strategi melalui pendekatan: pengumpulan data, analisa SWOT dan penyusunan langkah-
langkah perencanaan, pelaksanaan secara operasional, khususnya dalam pelaksanaan Model
Asuhan Keperawatan Profesional (MAKP) dan melakukan pengawasan dan pengendalian
(Nursalam, 2014). Jika perawat tidak memiliki nilai-nilai tersebut sebagai sesuatu
pengambilan keputusan yang independen, maka tujuan pelayanan kesehatan/keperawatan
dalam memenuhi kepuasan pasien tidak akan terwujud.
Metode praktek keperawatan professional merupakan salah satu metode
keperawatan professional, dimana perawat bertanggung jawab selama 24 jam terhadap
asuhan keperawatan pasien mulai dari pasien tersebut masuk sampai keluar dari rumah sakit.
Metode praktek keperawatan ini mendorong kemandirian perawat, ada kejelasan antara
pembuat asuhan dan pelaksanaan asuhan keperawatan, sehingga konsep dasar metode ini
adanya tanggung jawab dan tanggng gugat model keperawatan.
Standar Asuhan Keperawatan merupakan pernyataan kualitas yang diinginkan dan
dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan terhadap pasien. Untuk menjamin efektifitas
asuhan keperawatan pada pasien, harus tersedia kriteria dalam area praktik yang
mengarahkan keperawatan mengambil keputusan dan melakukan intervensi keperawatan
secara aman. Adanya standar asuhan keperawatan dimungkinkan dapat memberikan
kejelasan dan pedoman untuk mengidenfikasi ukuran dan penilaian akhir. Standar asuhan
keperawatan dapat meningkatkan dan memfasilitasi perbaikan dan pencapaian kualitas
asuhan keperawatan. Kualitas pelayanan keperawatan pada saat ini melibatkan pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku dari praktisi, pasien, keluarga dan dokter, dengan model praktik
keperawatan profesional (MPKP), model pemberian asuhan keperawatan yang saat ini
sedang menjadi tren dalam keperawatan Indonesia adalah model asuhan keperawatan
profesional dengan metode pemberian modifikasi primary Nursing. Salah satu kritik yang
dikemukakan mengenai model keperawatan ini adalah bentuk terlalu kompleks dan teoritis,
akan tetapi bila seluruh pembicaraan mengenai model ini mendorong perawat untuk
memperjelas keyakinan dan pekerjaannya, meningkatkan kemampuannya dalam
mendiskusikan masalah yang melibatkan sikap politis dan pribadi yang lebih terbuka dan
membantu para perawat tersebut untuk lebih bertanggung gugat secara profesional terhadap
tindakannya (Salvage, 1985).
Ruang Dahlia Garing merupakan bagian unit rawat inap penyakit dalam yang
berada di BRSU Tabanan yang memiliki Visi yaitu, Rumah Skit yang bermutu prima yang
mengutamakan keselamatan pasien, berwawasan Tri Hita Karana menuju Rumah Sakit
Pendidikan dan Berkelas Dunia dengan Misi yaitu Mewujudkan vasilitas sarana prasarana
pelayanan yang bermutu, melalui SDM Rumah Sakit yang professional, dan berkomitmen
serta berintegritas sebagai landasan pemberian pelayan kesehatan di Rumah Sakit.
Memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna dan bermutu prima melalui peningkatan
standar mutu layanan kesehatan yang terakreditasi serta mengutamakan keselamatan pasien.
Menjalankan prosoes pendidikan dan penelitian yang berkualitas dan mengarah pada
pengembangan ilmu, teknologi, kesehatan berbasis SIM RS.
Berdasarkan hasil pengkajian tanggal 28 dan 29 Januari 2019, didapatkan bahwa
di ruang Dahlia Garing BRSU Tabanan menggunakan metode MPKP Modifikasi, maka kami
juga menerapkan Metode Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) Modifikasi, dimana
pelaksanaannya melibatkan semua pasien kelolaan di Ruang Dahlia Garing BRSU Tabanan
dengan Perawat yang bertugas di ruang tersebut. Saat ini Ruang Dahlia Garing BRSU
Tabanan sudah melaksanakan model praktek keperawatan professional namun belum
maksimal karena adanya berbagai kendala salah satunya keterbatasan tenaga, dimana
Kualifikasi Pendidikan petugas perawat yang berada di Ruang Dahlia Garing sebagian
berkualifikasi D III Keperawatan sebanyak 10 orang, 6 orang sarjana keperawatan + Ners
dan 1 orang Sarjana Sosial. Berdasarkan fenomena tersebut, maka kami juga menerapkan
Model Praktik Keperawatan Profesional dimana pelaksanaannnya melibatkan semua pasien
kelolaan yang dirawat di Ruang Dahlia Garing BRSU Tabanan.

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah melaksanaan kegiatan praktik manajemen keperawatan, diharapkan mahasiswa
mampu menerapkan konsep dan prinsip-prinsip kepemimpinan serta manajemen
keperawatan dengan menggunakan praktik manajemen kinerja klinik (PMKK).

2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian dan evaluasi diskusi refleksi kasus
(DRK).
b. Mahasiswa mampu melakukan pembuatan SOP dan cek list monitoring ronde
keperawatan.
c. Mahasiswa mampu melakukan timbang terima dengan menggunakan metode SBAR.
d. Mahasiswa mampu melakukan pre conferense sesuai dengan cek list yang
ditentukan.
Mahasiswa mampu melakukan post conferense sesuai dengan cek list yang
ditentukan.
B. Manfaat
1. Bagi Pasien
Tercapainya kepuasan pasien atau customer tentang pelayanan keperawatan yang
diperoleh khususnya di Ruang Dahlia Garing BRSU Tabanan.
2. Bagi Perawat
a. Tercapainya tingkat kepuasan kerja optimal.
b. Terbinanya hubungan baik antara perawat dengan perawat, perawat dengan tim
kesehatan lain, dan perawat dengan pasien dan keluarganya.
c. Tumbuh dan terbinanya akuntabilitas dan disiplin perawat.
3. Bagi Rumah Sakit
a. Terciptanya inovasi baru dalam pengelolaan suatu ruang rawat inap sehingga dapat
memodifikasi metode penugasan yang akan dilaksanakan.
b. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya keperawatan.
c. Mengetahui masalah-masalah yang ada di ruang rawat inap khususnya Ruang Dahlia
Garing BRSU Tabanan yang berkaitan dengan pelaksanaan asuhan keperawatan
profesional, sehingga dengan adanya MPKP akan mampu memberikan solusi atau
perubahan yang lebih optimal dalam hal pelayanan keperawatan.

4. Tempat dan Waktu


Tempat dilaksanakannya praktik klinik manajemen keperawatan ini adalah di ruang
Dahlia BRSU Tabanan selama 13 hari mulai tanggal 28 Januari – 9 Februari 2019.