Anda di halaman 1dari 5

FUNGSI TOMBOL-TOMBOL KAMERA D5200

Bagian kamera tampak belakang

1. Viewfinder. Disebut juga jendela bidik merupakan jendela kecil untuk melihat
objek yang akan difoto dan didalamnya juga terdapat beberapa informasi yang
diperlukan untuk memotret sehingga memudahkan fotografer dalam
melakukan settingan
2. Tombol Delete. Berfungsi untuk menghapus foto yang tidak diinginkan
3. Monitor. Untuk menampilkan hasil sekaligus informasi foto, untuk
pengambilan video kalau pada kamera terdapat setttingan untuk video dan lain
sebagainya
4. Tombol Playback. Berfungsi untuk menampilkan hasil foto pada monitor
5. Tombol Menu. Untuk menampilkan menu-menu yang ada pada kamera
6. Tombol Help/Protect/WB. Pertama, untuk menampilkan informasi jika
tombol menu diaktifkan. Kedua, tekan playback, pilih foto lalu tekan tombol
ini maka foto akan terkunci sehingga foto tidak akan bisa didelete. Ketiga,
pada mode dial M, A, S, P berfungsi untuk pengaturan white balance
7. Tombol Playback Zoom Out/ISO. Berfungsi untuk zoom out pada saat
melihat foto dimonitor dan juga untuk mengatur angka ISO pada mode dial M,
A, S, P
8. Tombol Zoom In/Image and Size Quality. Selain untuk proses zoom in saat
melihat foto, tombol ini juga berfungsi untuk mengatur ukuran dan kualitas
foto. Pengaturan Size Quality berpengaruh terhadap seberapa besar foto yang
akan dicetak nantinya, kalau diurut dari yang paling besar adalah L, M dan S.
Opsi L tidak akan berpengaruh walaupun anda hanya mencetak foto berukuran
kecil, namun jika anda memilih opsi S untuk mencetak ukuran besar maka
ketajaman foto akan berkurang. Pada Image Quality ada yang namanya format
RAW dan JPEG. Dengan RAW memungkinkan kita untuk mengotak-atik foto
seperti, mengatur exposure, white balance, saturasi sampai kontras sehingga
hasil yang didapat bisa sangat memuaskan. Namun ukuran format RAW ini
sangat besar, sehingga akan memakan hardisk dan memory card anda.
Sedangkan untuk format JPEG, ukuran file lebih kecil namun untuk
pengolahan hasil foto tidak seluas kalau kita memakai format RAW
9. Tombol info. Dengan menekan tombol ini maka anda akan melihat data
settingan kamera seperti ISO, Apperture, Shutter speed, WB, Image dan Size
Quality dsb
10. Focus Selector Lock. Pada kamera DSLR biasanya terdapat beberapa titik
fokus. Pada pengaturan default, kamera akan memilh titik fokus secara
otomatis dan pada pengaturan manual titik fokus dapat diubah dengan cara
menekan Multi Selector pada kamera. Kunci daerah fokus anda dengan
tombol ini
11. Multi Selector. Untuk tombol navigasi menu pada kamera
12. Tombol Live View. Dengan menekan tombol ini, apa yang anda lihat di
viewfinder akan dialihkan ke monitor
13. Tombol AE-L / AF-L. Berfungsi untuk mengunci exposure pada daerah
fokus. Adakalanya setelah kita melakukan metering untuk sebuah pemotretan,
kemudian kita menggeser arah kamera, maka akan menghasilkan nilai
exposure yang berbeda. Sebagai contoh pada saat melakukan foto prewedding
outdor dan kita ingin objek foto letaknya tidak ditengah frame. Maka yang
harus dilakukan adalah pertama, sembari mengintip di viewfinder, letakkan
titik fokus pada objek dan tekan shutter release setengah jalan sehingga
kamera akan melakukan metering dan pastikan garis indikator sudah berada
ditengah. Kedua, tekan tombol AE-L /AF-L untuk mengunci nilai exposure
yang sudah ditetapkan tadi, indikator AE-L ini akan terlihat di viewfinder.
Ketiga, tanpa melepas tombol AE-L ini, atur ulang letak objek pada frame dan
setelah dirasa pas tekan shutter release untuk menjepret
14. Main Command Dial. Dalam keadaan normal, jika diputar akan mengubah
settingan Shutter Speed. Juga berfungsi untuk mengubah settingan ISO, WB
dan lain sebagainya. Contoh untuk settingan ISO, tekan dan tahan tombol ISO
kemudian putar kekiri atau kekanan Main Command Dial
15. Diopter Adjusment Control. Bagi anda pengguna kacamata dan ingin
memotret tanpa menggunakan kacamata, maka tombol ini akan sangat berguna.
Silahkan lepas kacamata anda, lalu intip pada viewfinder. Kunci fokus pada
suatu objek, jika terlihat kabur atau kurang fokus maka putarlah tombol ini
sampai tampilan pada viewfinder menjadi paling tajam. Pengaturan hanya
untuk tampilan di viewfinder, tidak berpengaruh terhadap hasil foto
16. Accessory Shoe. Untuk dudukan flash eksternal

Kamera tampak depan

17. AF-assist Illuminator. Berfungsi untuk membantu proses pengambilan fokus


pada saat cahaya minim. Dapat di nonaktifkan dengan cara memilih opsi pada
menu
18. Sub-Main Command Dial. Berfungsi untuk mengatur settingan Apperture
dan untuk settingan lainnya seperti Image Size dsb
19. Tombol Flash. Dengan menekan tombol ini, maka flash pada kamera akan
naik, sedangkan untuk kekuatan cahaya dapat diatur dengan menekan tombol
ini lalu tahan sembari memutar Sub-Main Command Dial
20. Tombol Bracketing (BKT). Bracketing adalah teknik pemotretan dimana
kamera akan mengambil beberapa settingan yang berbeda(over, under dan
normal) dalam satu kali pemotretan. Jadi dengan teknik ini kita mendapatkan
beberapa buah foto (tergantung settingan, biasanya 3 – 6 foto), sehingga kita
bisa memilih foto mana kira-kira yang pas menurut selera kita. Teknik
bracketing biasanya digunakan pada saat memotret peristiwa penting dengan
pencahayaan yang rumit
21. Tombol A-M pada lensa. Berguna untuk pengaturan auto fokus dan manual
fokus. Auto fokus adalah kamera akan melakukan fokus setelah kita menekan
tombol shutter setengah jalan (ditandai dengan bunyi beep), sedangkan manual
fokus adalah mengambil fokus dengan cara memutar ring fokus yang ada pada
lensa, biasanya digunakan untuk memotret objek kecil (makro)
22. Tombol VR (Vibration Reduction). Merupakan sebuah teknologi pada
kamera yang berfungsi untuk meredam getaran
23. Tombol AF-M Pada Kamera. Fungsinya sama dengan nomor 21 diatas
24. Flash Kamera. Seperti yang telah dijelaskan pada nomor 19 diatas.

Bagian kamera tampak atas

25. Mode Dial. Pilihan mode pemotretan.


26. Accessory Shoe. Untuk dudukan flash eksternal
27. Control Panel. Untuk menampilkan informasi pemotretan seperti ISO,
Shutter Speed, Apperture dll
28. Tombol AF (Autofocus). Berguna untuk mengatur mode autofocus.
AF-S(One Shoot pada Canon) biasanya digunakan untuk memotret objek
diam/tidak bergerak. Kita tinggal mengatur posisi fokus, tekan setengah
tombol shutter setelah itu jepret. Fokus tidak akan berubah walaupun objek
foto bergerak. AF-C (AI Servo pada Canon) digunakan untuk objek foto yang
bergerak, cocok untuk memotret olahraga, balapan, dan sebagainya. AF-A (AI
Focus pada Canon) merupakan mode fokus campuran atau bisa juga dikatakan
mode fokus otomatis dimana kamera akan menyesuaikan fokus dari Single ke
Contiunous atau sebaliknya tergantung objek yang difoto
29. Tombol Release Mode. Berguna untuk menentukan bagaimana kamera
mengambil foto, apakah satu pencet satu foto, satu pencet beberapa foto,
dengan menggunakan waktu atau dengan menggunakan remote
30. Tombol Exposure Compensation. Tombol ini berfungsi untuk mengubah
nilai exposure yang disarankan kamera sehingga akan membuat foto jadi lebih
terang atau lebih gelap. Adakalanya dalam suatu pemotretan (pada mode dial
A, S, P) kamera bisa salah dalam menentukan exposure. Hal ini terjadi apabila
objek yang akan difoto didominasi warna gelap atau terang. Sebagai contoh,
misalkan Anda akan memotret orang dengan latar kain/tembok berwarna putih
bersih, karena foto didominasi oleh warna terang maka kamera akan
menurunkan nilai exposure-nya, sehingga otomatis akan membuat wajah
orang/objek yang difoto kelihatan under exposure. Begitupun sebaliknya, bila
foto didominasi warna gelap maka kamera otomatis akan menaikkan nilai
exposure-nya. Nah, untuk itulah tombol ini dibuat. Apabila anda menilai
bahwa foto terlalu terang, maka tekan dan tahan tombol ini, lalu putar Main
Command Dial kearah negatif dan sebaliknya, jika terlalu terang putar kearah
positif
31. Tombol Shutter – Release. Merupakan tombol untuk mengambil fokus dan
untuk menjepret. Tekan setengah untuk mengambil fokus, setelah terdengar
bunyi beep (bila diaktifkan) baru jepret
32. Tombol on-off. Untuk menghidupkan dan mematikan kamera
33. Tombol Metering. Merupakan tombol untuk menentukan bagaimana kamera
akan melakukan settingan exposure. Matrix (Nikon), Evaluative (Canon):
Kamera akan mengukur exposure secara keseluruhan dari frame foto. Pada
opsi ini, kamera akan mengukur berapa nilai exposure dari titik fokus yang
ditetapkan tanpa mengabaikan exposure yang ada pada seluruh bagian foto.
Mode ini biasanya digunakan pada hampir semua situasi pemotretan normal.
Center Weighted : Kamera masih mengandalkan pengukuran dari banyak area
namun lebih memprioritaskan pengukuran pada bidang tengah foto (sekitar
10% dari keseluruhan foto) dan cendrung mengabaikan intensitas cahaya
diluar area tengah tersebut. Jadi dengan memakai mode ini, area tengah yang
umumnya menjadi objek foto akan mendapat exposure yang lebih tepat.
Contoh penggunaannya adalah memotret dengan posisi objek membelakangi
matahari. Spot /Partial : Hampir sama dengan Center Weighted diatas, hanya
saja bagian exposure yang diukur pada mode ini adalah bagian titik kecil pada
fokus (hanya 3% dari keseluruhan foto) dan akan mengabaikan intensitas
cahaya pada daerah lain.