Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil
a. UjiOrganoleptik
Paracetamol
Rumus molekul Rumus Struktur

C8H9NO2

Organoleptik :
1. Bentuk : Serbuk hablur
2. Warna : Putih
3. Bau : Tidak berbau
4. Rasa : Pahit

Nipagin (Metilparaben)
Rumus molekul Rumus Struktur

C8H8O3
Organoleptik :
1. Bentuk : Serbuk hablur halus
2. Warna : Putih
3. Bau : Tidak berbau
4. Rasa : Tidak berasa

Nipasol (Propilparaben)
Rumus molekul Rumus Struktur

C10H12O3

Organoleptik :
1. Bentuk : Serbuk halus
2. Warna : Putih
3. Bau : Tidak berbau
4. Rasa : Tidak berasa

b. UjiKelarutan
Pelarut
NO Zatuji
air dingin air panas etanol
Sukar
1 paracetamol larut Sukar larut Mudah larut
Sukar Sangat mudah
2 nipagin Larut Tidak larut larut
Sukar Sangat mudah
3 nipasol Larut Tidak larut larut

c. Uji Golongan
Menggunakan Pelarut Air

NO Zat uji Pereaksi Pengamatan


air dingin air panas
Larutanzat Tidak larut Sukar larut
+air + ada ada
1 paracetamol endapan endapan
Tidak larut
FeCl3 ada Larut ada
2 nipagin (jika perlu endapan endapan
Tidak larut Tidak larut
ada ada
3 nipasol Panaskan) endapan endapan

Menggunakan pelarut etanol

NO Zat uji Pereaksi pengamatan


Paracetamo Kuning, Tidak larut,
1 l Larutanzat ada endapan putih
+ etanol +
2 nipagin FeCl3 (jika Kuning bening
Perlu di
3 nipasol panaskan Kuning bening

d. Uji Penegasan
Reaksi dengan H2SO4 encer
NO Za tuji pereaksi pengamatan
±50 mg zat
1 paracetamol dilarutkan Putih keruh
Bening ada
Dalam 2 ml endapan dan
2 nipagin H2SO4 2N tetesan minyak
Keruh ada
Panaskan endapan dan
3 nipasol tetesan minyak

Reaksi dengan HNO3 encer

NO Zat uji pereaksi Pengamatan


±50 mg zat
1 Paracetamol dilarutkan Kuning bening
Dalam 2 ml
2 Nipagin H2SO4 2N Kuning bening
Panaskan
3 Nipasol Kuning keruh

Reaksi dengan NaOH, NH4OH, CuSO4

NO Zatuji Pereaksi Pengamatan


±50 mg zat di warnabiru, ada
1 paracetamol larutkandalam endapan kental
2 ml NaOH 2N, Biru muda, ada
2 nipagin kocokkuat, endapan
+ NH4OH panaskan
3 nipasol + CuSO4 Biru ada endapan

Reaksi denganTollens
NO zatuji pereaksi Pengamatan
Larutan zat +
1 paracetamol peraksi Putih pudar
tollens (jika
2 nipagin perlu Hitam keruh ada endapan

3 nipasol dipanaskan) Hitam keruh ada endapan

Reaksidengan K2Cr2O7

NO Zatuji Pereaksi Pengamatan


+50 mg zat di
larutkan dalam 2
ml HCl 2N
Encerkan dengan
5 ml air + 1 tetes
1 paracetamol K2Cr2O7 Kuning jernih
Kuning jernih, ada
2 nipagin endapan
Kuning ada endapan
3 nipasol putih

IV.2 Pembahasan
Fenol adalah salah satu komponen kimia yang memiliki
manfaat sangat besar bagi tumbuhan maupun bagi manusia. Rumus
struktur dari Fenol yaitu C6H5OH dan strukturnya memiliki gugus
hidroksia (-OH) yang berkaitan dengan cincin Fenil.
Pada percobaan kali ini sampel yang digunakan yaitu
paracetamol, nipagin, dan nipasol dengan menggunakan uji
organoleptik, uji kelarutan, uji golongan, dan uji penegasan.
Pada uji organoleptik dengan memahami bentuk, bau, warna,
dan rasa. Pada paracetamol memiliki bentuk serbuk halus, warna
putih, tidak berbau dan rasa pahit. Pada Nipasin memiliki bentuk
serbuk halus, warna putih, tidak berbau dan tidak berasa. Hal ini
sudah sesuai dengan literatur pada buku “ Farmakope Indonesia
Edisi III”.
Pada hasil pengamatan uji kelarutan didapatkan hasil
paracetamol dilarutkan dengan air dingin sukar larut, dilarutkan
dengan air mendidih sukar larut dan dilarutkan dengan etanol sangat
mudah larut. Pada nipagin dilarutkan dengan air panas yaitu tidak
larut dan dilarutkan dengan etanol sangat mudah larut. Pada Nipasol
dilarutkan dengan air dingin yaitu sukar larut ada endapan, dilarutkan
dengan air panas yaitu tidak larut dan dilarutkan dengan etanol
sangat mudah larut. Hal ini sudah sesuai pada literatur buku
Frmakope edisi III. Pada sampel yang sukar larut atau tidak larut
dalam air dilakukan pengujian dengan memanaskan diatas api
langsung, kemudian perhatikan larutan yang terjadi. Maka
didapatkan hasil paracetamol yang sukar larut dalam air dingin
setelah dipanaskan sampel tersebut bercampu dan membentuk
tetesan minyak, pada air panas setelah dipanaskan sampel tersebut
larut. Pada Nipagin yang sukar larut dalam air dingin setelah
dipanaskan sampel tersebut bercampur dan membentuk tetesan
minyak, pada air panas setelah dipanaskan sampel tersebut larut.
pada Nipasol sukar larut dan ada endapan dalam air dingin setelah
dipanaskan endapan tersebut hilang dan terdapat tetesan minyak.
Pada Nipasol tidak larut dalam air panas setelah dipanaskan sampel
tersebut larut dan membentuk tetesan minyak. Hala ini sesuai
dengan literatur pada buku penuntun Kimia Farmasi 1.
Pada pengamatan uji golongan menggunakan pelarut air,
paracetamol dengan pelarut air panas didapatkan hasil tidak larut
dan ada endpan, dan pada air dingin didapatkan hasil sukar larut dan
ada endapan. Pada nipagin dengan pelarut air panas tidak larut ada
endapan dan pada pelarut air dingin yaitu larut tetapi ada endapan.
Pada nipasol dengan pelarut air panas tidak larut dan ada endapan,
pada pelarut air dingin tidak larut dan ada endapan.hal ini tidak
sesuai dengan literatur pada buku Farmakope Edisi III.
Pada hasil pengamatan uji golongan menggunakan pelarut
etanol diperoleh hasil paracetamol berwarna kuning ada endapan
putih. Nipagin berwarna kuning bening dan nipasol berwarna kuning
bening. Hal ini tidak sesuai dengan literatur pada buku Kimia Dasar.
Pada uji penegasan menggunakan H2SO4 encer diperoleh hasil
paracetamol berwarna putih keruh, nipagin berwarna bening ada
endapan dan setelah dipanaskan terdapat tetesan minyak pada
dinding tabung. Pada nipasol berwarna keruh ada. Endapan dan
setelah dipanaskan membentuk tetesan minyak. hal ini sudah sesuai
dengan literatur pada penuntun praktikum Kimia Farmasi 1.
Pada uji penegasan menggunakan HNO3 encer diperoleh hasil
paracetamol berwarna kuning bening, nipagin berwarna kuning
keruh. Hal ini tidak sesuai dengan literatur pada buku penuntun
praktikum Kimia Farmasi1 karena pada buku penuntun tidak
dijelaskan warna apa saja yang akan terbentuk pada nipagin dan
nipasol.
Pada uji penegasan menggunakan pereaksi NaOH, NH4OH,
dan CuSO4 diperoleh hasil pada paracetamol terdapat endapan
kental dan berwarna biru, pada nipagin terdapat endapan dan
berwarna biru muda. Pada Nipasol terdapat endapan dan berwarna
biru. Hal ini tidak sesuai pada literatur buku Farmakope Edisi III,
karena pada pemerian tidak berwarna.
Pada uji penegasan menggunakan toilens di peroleh hasil pada
paracetamol berwarna putih pudar, pada nipagin berwarna hitam
keruh terdapat endapan, dan pada nipasol berwarna hitam keruh
terdapat endapan. Hal ini tidak sesuai dengan literatur pada buku
penuntun praktikum Kimia Farmasi 1. Karena pada buku penuntun di
jelaskan bahwa setelah pemanasan untuk paracetamol akan
terbentuk semin perak pada dinding tabung.
Pada uji penegasan dengan menggunakan pereaksi K 2Cr2C7
diperoleh hasil pada paracetamol berwarna kuning jernih, pada
nipagin berwarna kuning jernih terdapat endapan dan pada nipasol
berwarna kuning dan terdapat endapan putih. Hal ini tidak sesuai
literatur pada buku penuntun praktikum Kimia Farmasi 1. Karena
pada penuntun dijelaskan bahwa spesifik pada paracetamol dengan
terbentuknya warna ungu.
Adapun faktor-faktor kesalahan pada praktikum ini adalah
bahan yang dipakai sudah terlalu lama dan sudah terkontaminasi
bakter atau mikroba dan juga kurang banyaknya penambahan
sampel dan pereaksi yang ditambahkan pada percobaan golongan
Fenol.
LAMPIRAN KERJA

1. Alat dan bahan

Etanol es batu FeCl3

NaOH 2 N Bunsen gelas kimia

Paracetamol , Nipagin, Nipasol


2. Uji organoleptik

Paracetamol , Nipagin, Nipasol

3. Uji kelarutan

Es Air panas Etanol

4. Uji Golongan

Menggunakan pelarut air Menggunakan pelarut air


5. Uji penegasan
a. Reaksi H2SO4 encer

b. Reaksi HNO3 encer

c. Reaksi NaOH, NH4OH dan CuSO4


d. Reaksi Tollens

e. Reaksi dengan K2Cr2O7