Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Bina Nasional Informatika


Program Keahlian : Administrasi
Paket Keahlian : Administrasi Pekantoran
Kelas/Semester : XII AP 1 / 1
Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi Pembelajaran : 3.16 Mengkaji Peraturan Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan
di sekolah/industri
4.16 Menganalisis keterlaksanaan Peraturan Pemerintah
(PP) Ketenagakerjaan di dunia usaha
Alokasi Waktu : 1 x 6 JP (@ 45 menit)

A. Kompetensi Int (KI)


1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya;
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin tanggungjawab, peduli (gotong royong,
kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia;
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural,
dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk
memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, dan mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar (KD)


3.16 Mengkaji Peraturan Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan di sekolah/industri
4.16 Menganalisis keterlaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan di dunia usaha

C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) KD 3.16
 Mengemukakan ruang lingkup Ketenagakerjaan

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) KD 4.16


 Menyusun pelanggan hukum ketenagakerjaan

D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat mengemukakan ruang lingkup ketenagakerjaan menurut para ahli
dengan santun
2. Peserta didik mampu menyusun pelanggaran hukum ketenagakerjaan dengan jujur
E. Materi Pembelajaran
1. Ruang lingkup hukum ketenagakerjaan
2. Sumber hukum ketenagakerjaan

Pengertan Hukum Ketenagakerjaan sangat tergantung pada hukum positif masing-masing


negara. Oleh sebab itu tidak mengherankan kalau definisi hukum ketenagakerjaan yang
dikemukakan oleh para ahli hukum juga berlainan, juga yang menyangkut keluasannya.

Hukum merupakan sekumpulan peraturan-peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang,
dengan tujuan mengatur kehidupan bermasyarakat dan terdapat sanksi. Ketenagakerjaan
adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan
sesudah masa kerja. Dengan demikian, yang dimaksud dengan hukum ketenagakerjaan adalah
seluruh peraturan-peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwenang, mengenai segala sesuatu
yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja.

Pendapat-pendapat ahli hukum mengenai Pengertan Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia :


NEH van Asveld menegaskan bahwa Pengertan Hukum Ketenagakerjaan adalah hukum yang
bersangkutan dengan pekerjaan di dalam hubungan kerja dan di luar hubungan kerja.

Menurut Molenaar Pengertan Hukum Ketenagakerjaan ialah bagian dari hukum yang berlaku
di suatu negara, yang pada pokoknya mengatur hubungan antara buruh dengan buruh dan
antara buruh dan penguasa.

Menurut Soetksno memberikan pendapat mengenai Pengertan Hukum Ketenagakerjaan


merupakan keseluruhan peraturan-peraturan hukum mengenai hubungan kerja yang
mengakibatkan seorang secara pribadi ditempatkan di bawah pimpinan (perintah) orang lain
dan keadaan-keadaan penghidupan yang langsung bersangkut-paut dengan hubungan kerja
tersebut.

Pengertan Hukum Ketenagakerjaan menurut Prof. Imam soepomo diartikan sebagai himpunan
dari peraturan-peraturan, baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang berkenaan dengan
kejadian di mana seseorang bekerja pada orang lain dengan menerima upah.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian hukum ketenagakerjaan, semoga tulisan saya


mengenai pengertian hukum ketenagakerjaan dapat bermanfaat.

Hukum Ketenagakerjaan telah berkembang seiring dengan perkembangan lapangan dan


kesempatan kerja. Awalnya, lapangan pekerjaan terbatas pada sektor pemenuhan kebutuhan
primer, seperti pertanian. Namun secara perlahan sektor pemenuhan kebutuhan mulai bergeser
ke arah industri dan perdagangan, sehingga kesempatan kerja semakin terbuka lebar.
Pertumbuhan sektor industri dan perdagangan yang pesat, mengakibatkan berdirinya
perusahaan-perusahaan yang menyerap banyak tenaga kerja. Hubungan antara perusahaan
tersebut dengan tenaga kerjanya, disebut dengan hubungan kerja (hubungan antara pemberi
kerja dengan pekerjanya atau bahkan dengan calon pekerja). Dengan demikian diperlukan
adanya suatu aturan (hukum) yang dapat menjadi pengontrol dalam hubungan tersebut,
terlebih lagi jika timbul suatu perselisihan dalam hubungan kerja tersebut
Dalam segi apapun dan bidang manapun hukum selalu ikut berperan aktif. Selain hukum sebagai
aturan, hukum juga berperan sebagai perlindungan.
Di dalam pemahaman hukum ketenagakerjaan yang ada dapat diketahui adanya unsur-unsur
hukum ketenagakerjaan, meliputi :

1. Serangkaian aturan yang berkembang kedalam bentuk lisan mauun tulisan


2. Mengatur hubungan antara pekerja dan pemilik perusahaan.

3. Adanya tingkatan pekerjaan, yang pada akhirnya akan diperolah balas jasa.

4. Mengatur perlindungan pekerja/ buruh, meliputi masalah keadaan sakit, haid, hamil,
melahirkan, keberadaan organisasi pekerja/ buruh dsb

Dari uraian di atas perlu diketahui bahwa beberapa ahli mengungkapkan pendapatnya mengenai
pengertian dari hukum ketenagakerjaan meliputi:

1. Menurut Molenaar, hukum perburuhan adalah bagian hukum yang berlaku, yang
pokoknya mengatur hubungan antara tenaga kerja dan pengusaha, antara tenaga kerja
dan tenaga kerja.
2. Menurut Mok, hukum perburuan adalah hukum yang berkenaan dengan pekerjaan yang
dilakukan oleh swapekerja yang melakukan pekerjaan atas tanggung jawab dan risiko
sendiri.

3. Menurut Soetikno, hukum perburuhan adalah keseluruhan peraturan hukum mengenai


hubungan kerja yang mengakibatkan seseorang secara pribadi ditempatkan dibawah
perintah/pimpinan orang lain dan mengenai keadaan-keadaan penghidupan yang
langsung bersangkutpaut dengan hubungan kerja tersebut.

4. Menurut Imam Sopomo, hukum perburuhan adalah himpunan peraturan, baik tertulis
maupun tidak tertulis, yang berkenaan dengan kejadian saat seseorang bekerja pada
orang lain dengan menerima upah.

5. Menurut M.G. Levenbach, hukum perburuhan adalah hukum yang berkenaan dengan
hubungan kerja, yakni pekerja di bawah pimpinan dan dengan keadaan penghidupan
yang langsung bersangkutpaut dengan hubungan kerja itu.

6. Menurut N.E.H. Van Esveld, hukum perburuhan adalah tidak hanya meliputi hubungan
kerja dengan pekerjaan dilakukan di bawah pimpinan, tetapi juga meliputi pekerjaan
yang dilakukan oleh swapekerja atas tanggung jawab dan risiko sendiri.

7. Menurut Halim, hukum perburuhan adalah peraturan-peraturan hukum yang mengatur


hubungan kerja yang harus diindahkan oleh semua pihak, baik pihak buruh/pekerja
maupun pihak majikan.

8. Menurut Daliyo, hukum perburuhan adalah himpunan peraturan, baik yang tertulis
maupun yang tidak tertulis yang mengatur hubungan kerja antara buruh dan majikan
dengan mendapat upah sebagai balas jasa.

9. Menurut Syahrani, hukum perburuhan adalah keseluruhan peraturan hukum yang


mengatur hubungan-hubungan perburuhan, yaitu hubungan antara buruh dan majikan
dengan perintah (penguasa).

Setelah mengungat kembali bahwa hukum tenaga kerja memiliki arti dan makna yang sangat
luas dan sebagai upaya untuk menghindari kesalahan persepsi terhadapa penggunanan istilah
yang ada, oleh karenanya dalam artikel kali ini akan digunakan istilah yaitu istilah hukum
perburuan sebagai pengganti istilah hukum ketenagakerjaan.

Dasar Hukum Ketenagakerjaan

Indonesia adalah negara hukum dan menganut sistem hukum Eropa Kontinental. Oleh sebab itu,
segala sesuatu harus didasarkan pada hukum tertulis. Sumber hukum ketenagakerjaan saat ini
(s/d tahun 2011) terdiri dari peraturan perundang-undangan dan diluar peraturan perundang-
undangan. Namun payung hukum utama bagi urusan ketenagakerjaan di Indonesia adalah Pasal
27 ayat (2) UUD 1945yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan
dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Secara umum, Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat
(2), Pasal 28, dan Pasal 33 ayat (1) UUD 1945juga menjadi payung hukum utama. Berdasarkan
pondasi tersebut, maka terbentuklah Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan (selanjutnya disebut UU Ketenagakerjaan) yang menjadi dasar hukum utama
dalam bidang ketenagakerjaan. Selain UUD 1945 dan UU Ketenagakerjaan, terdapat sumber
hukum lain yang menjadi tonggak pengaturan bagi urusan ketenagakerjaan, baik sumber hukum
formil maupun sumber hukum materiil.
Menurut Logemann, ruang lingkup suatu hukum perburuan ialah suatu keadaan dimana
berlakunya hukum itu sendiri.

Menurut teori yang dijelaskan beliau ada empat ruang lingkup yang dapat dijabarkan dibawah
ini, meliputi :

1. Lingkup Laku Pribadi (Personengebied)


Dalam lingkup laku pribadi memiliki kaitannya dengan siapa atau dengan apa kaidah
hukum tersebut berlaku. Siapa-siapa saja yang dibatasi oleh hukum tersebut, meliputi :
 Buruh/ Pekerja
 Pengusaha/ Majikan

 Penguasa (Pemerintah)

2. Lingkup Laku Menurut Waktu (Tijdsgebied)


Disini ditunjukkan kapan sutu peristiwa tertentu diatur oleh suatu hukum yang berlaku.

3. Lingkup Laku Menurut Wilayah (Ruimtegebied)


Lingkup laku menurut wilayah berkaitan dengan terjadinya suatu peristiwa hukum yang
di beri batas – batas / dibatasi oleh kaedah hukum.

4. Lingkup Waktu Menurut Hal Ikhwal


Lingkup Laku menurut Hal Ikwal di sini berkaitan dengan hal – hal apa saja yang menjadi
objek pengaturan dari suatu kaedah.

Demikian artikel yang membahas mengenai Hukum Ketenagakerjaan, Unsur Hukum


Ketenagakerjaan, Ruang Lingkup Hukum Ketenagakerjaan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat
sebagai bahan acuan refrensi anda.

Sumber Hukum Tenaga Kerja


Pada dasarnya sumber hukum terbagi atas sumber hukum formil dan sumber hukum
materiil.Jika didasarkan pada teori sumber hukum, maka sumber hukum ketenagakerjaan secara
umum adalah sebagai berikut:
a. Sumber Hukum materiil (tempat dari mana materi hukum itu diambil) Yang dimaksud
dengan sumber hukum materiil atau lazim disebut sumber isi hukum (karena sumber yang
menentukan isi hukum) ialah kesadaran hukum masyarakat yakni kesadaran hukum yang
ada dalam masyarakat mengenai sesuatu yang seyogyanya atau seharusnya. Soedikno
Mertokusumo menyatakan bahwa sumber hukum materiil merupakan faktor yang
membantu pembentukan hukum. Sumber Hukum Materiil Hukum Ketenagakerjaan ialah
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum dimana setiap pembentukan peraturan
perundang-undangan bidang ketenagakerjaan harus merupakan pengejawantahan dari
nilai-nilai Pancasila.
b. Sumber Hukum formil (tempat atau sumber dari mana suatu peraturan itu memperoleh
kekuatan hukum).
Sumber hukum formil merupakan tempat atau sumber dimana suatu peraturan memperoleh
kekuatan hukum. Sumber formil hukum ketenagakerjaan yaitu:
a. Peraturan perundang-undangan,
b. Peraturan lainnya, seperti Instruksi Presiden; Keputusan Menteri; Peraturan Menteri;
Surat Edaran Menteri; Keputusan Dirjen; dsb,
c. Kebiasaan,
d. Putusan,
e. Perjanjian, baik perjanjian kerja atau peraturan perusahaan

Sumber :
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

F. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


 Pendekatan : Saintifik
 Model Pembelajaran : Discovery Learning
 Metode : Paparan, diskusi, tanya jawab, dan penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1

Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 1. Mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan 30 menit
melakukan briefing, memberi motivasi dari peserta didik secara
bergantian dilanjutkan dengan berdoa untuk memulai
pembelajaran dan diakhiri dengan menerikan iyel-iyel.
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari;
4. Menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan
digunakan.
5. Menyampaikan strategi pembelajaran yang akan dilakukan
6. Menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang
akan dilakukan;

Kegiatan Int Pemberian rangsangan/stimulation 220 menit


 Guru memutar video tentang ketenagakerjaan, peserta didik
memperhatikan
 Guru menjelaskan ruang lingkup ketenagakerjaan, peserta didik
memperhatikan.

Pernyataan/identifikasi – Problem Statement


 Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
bertanya

Pengumpulan Data/Data collection


 Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk
mencari informasi dari internet tentang pengertian hukum
ketenagakerjaan menurut para ahli

Penutup 1. Siswa bersama dengan guru membuat rangkuman/simpulan 20 menit


Alokasi
Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
materi yang telah dipelajari.
2. Melakukan refeksi terhadap kegiatan yang sudah
dilaksanakan;
3. Guru memberikan tugas individu untuk mencari artikel yang
berhubungan dengan pekerjaan administrasi kepegawaian
4. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran
5. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut untuk pembelajaran
remedy, program pengayaan, layanan konseling dan memberikan
tugas baik individual maupun kelompok
6. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
selanjutnya
7. Menutup pelajaran dengan briefing, berdoa, mengucpakan salam
dan dilanjutkan dengan meneriakan iyel-iyel kemudian.

H. Alat, Bahan, Media, dan Sumber Belajar


 Alat :
Meja, kursi, spidol
 Bahan :
Video Tayangan
 Media :
LCD projector, Laptop, Slide Persentasi
 Sumber Belajar:
UU ketenagakerjaan dan internet
I. Penilaian Hasil Belajar

No. Aspek Jenis/Teknik Instrumen Penilaian *)


1. Sikap Non tes
(KI-1 dan KI-2)  Observasi  Lembar Observasi
 Jurnal  Form Jurnal
2. Pengetahuan Test
KD 3.1. 1. Tertulis 1.1. Soal Test tertulis
Menentukan 1.2. Lembar jawaban tes tertulis
Inventarisasi Non Test
Sarana dan 1. Penugasan 1.1. Lembar Tugas
prasarana 1.2. Lembar Penilaian Tugas
3. Keterampilan Non Test
KD 4.1 1. Portofolio 1.1. Dokumen Portofolio
Mempraktikkan 2. Observasi 1.2. Lembar pengamatan
inventarisasi kemampuan
Sarana dan belajar (5M)
prasarana Test 3.1. Soal tes unjuk kerja
3. Tes unjuk kerja 3.2. Lembar observasi unjuk kerja

Catatan :
Setiap karya peserta didik sesuai Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio
dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya.
Skor untuk setiap kriteria menggunakan skala penilaian 1 - 4 atau 0 - 100. Semakin baik hasil
penugasan/karya peserta didik, semakin tinggi skor yang diberikan.
Kolom keterangan diisi dengan catatan guru/pendidik tentang kelemahan dan
kekuatan/kelebihan bukti belajar (evidence) yang dinilai.

Bekasi, Juli 2015


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Dewi Banowati, S.Ag., M.Pd.I Ade Sutarya, S.Kom


NIP. - NIP . -
PENILAIAN SIKAP, PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian


1. PENILAIAN RANAH SIKAP (OBSERVASI)
a. Instrumen dan Rubrik Penilaian

Tanggung Responsif
No Santun Jujur
Nama Siswa Jawab Proaktif Nilai Akhir
.
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1. Amelia
Lisamsi
2. Iis Miati
3. Karlina
4. Leli Nurapipah
5. Lenny Lestari
Asidiqiyah

b. Rubrik Penilaian
Kriteria penskoran
4 : selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 : sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 : kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan sesuai pernyataan dan sering
tidak melakukan
1 : tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Kategori nilai sikap:


Sangat baik: apabila memperoleh nilai akhir 4
Baik : apabila memperoleh nilai akhir 3
Cukup : apabila memperoleh nilai akhir 2
Kurang : apabila memperoleh nilai akhir 1
Nilai akhir sikap diperoleh berdasarkan modus (skor yang sering muncul)

Indikator Penilaian Sikap:


Sikap spiritual
1. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan aktivitas
2. Beribadah tepat waktu
3. Khusuk dalam beribadah
4. Mengucapkan syukur atas karunia tuhan
Jujur
1. Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
2. Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan
sumber) dalam mengerjakan setiap tugas
3. Mengemukakan perasaan terhadap sesuau apa adanya
4. Melaporkan barang yang ditemukan

Tanggung Jawab
1. Melaksanakan tugas individu dengan baik
2. Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
3. Mengembalikan barang yang dipinjam
4. Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan

Santun
1. Menghormati orang yang lebih tua
2. Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain
3. Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan pendapat
4. Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat orang lain (teman)

Responsif Proaktf
1. Menjawab pertanyaan guru dengan percaya diri
2. Memberitahu teman tentang materi yang belum dipahami
3. Aktif ikut kegiatan ekstrakulikuler di sekolah
4. Berpartisipasi pada kegiatan hari besar keagamaan di sekolah
2. FORMAT JURNAL

JURNAL

Nama :
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XII / 1
Mata pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi pembelajaran : 3.16 Mengkaji Peraturan Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan di sekolah/industri
4.16 Menganalisis keterlaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan
di dunia usaha

Hari, tanggal Kegiatan Nilai Keterangan

Bekasi, Juli 2015


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Dewi Banowat, S.Ag., M.Pd.I Ade Sutarya, S.Kom


NIP. - NIP . -
2. LEMBAR PENGAMATAN OBSERVASI PRESENTASI

Nama :
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XII / 1
Mata pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi pembelajaran :

3.16 Mengkaji Peraturan Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan di


sekolah/industri
4.16 Menganalisis keterlaksanaan Peraturan Pemerintah (PP)
Ketenagakerjaan di dunia usaha

Presentasi
Kemampuan Kemampun
No. Nama Siswa Isi
Presentasi Bahan Menjawab
(1) (2) (3)
1. Amelia Lisamsi
2. Iis Miati
3. Karlina
4. Leli Nurapipah
5. Lenny Lestari Asidiqiyah
3. PENILAIAN RANAH PENGETAHUAN
a. Kisi-kisi dan Soal

Indikator
Kompetensi Dasar Jenis
Pencapaian Indikator Soal Soal
(KD) Soal
Kompetensi (IPK)
3.16 Mengkaji Mengemukakan Peserta didik dapat Tes 1. Kemukakan
Peraturan pengertian Hukum mengemukakan Tulis pengertian dari
Pemerintah (PP) Ketenagakerjaan pengertian hukum ketenagakerjan
Ketenagakerjaan ketenagakerjaan 2. Kemukakan hukum
di sekolah/industri menurut para ahli ketenagakerjaan
dengan santun menurut Prof. Imam
Soepomo

Menerangkan Peserta didik dapat 3. Sebutkan dan


ruang lingkup menerangkan ruang jelaskan ruang
Ketenagakerjaan lingkup hukum lingkup hukum
ketenagakerjaan ketenagakerjaan
dengan benar dan
tanggung jawab

Menjelaskan Peserta didik dapat 4. Jabarkan dengan


sumber hukum menjelaskan sumber jelas sumber hukum
Ketenagakerjaan hukum ketenagakerjaan
ketenagakerjaan 5. Sebutkan contoh
secara responsif dari sumber hukum
proaktif formil

Lembar Soal Tertulis (Pengetahuan dan keterampilan)


Pengetahuan
1. Kemukakan pengertian dari ketenagakerjaan
2. Kemukakan pengertian hukum ketenagakerjaan menurut Prof. Imam Soepomo
3. Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup hukum ketenagakerjaan
4. Jabarkan dengan jelas sumber hukum ketenagakerjaan
5. Sebutkan contoh dari sumber hukum formil

Keterampilan
1. Carilah pelanggaran hukum ketenagakerjaan dari internet atau media masa
2. Diskusikan bersama kelompok tentang pelanggaran hukum ketenagakerjaan dari internet
3. Buatlah makalah tentang pelanggaran hukum ketenagakerjaan secara perseorangan

b. Opsi Kunci Jawaban


Kunci Jawaban soal :
1. Pengertian dari :
Ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu
sebelum, selama dan sesudah masa kerja
2. Pengertian hukum ketenagakerjaan menurut Prof. Imam Sepomo
Hukum ketenagakerjaan diartikan sebagai himpunan dari peraturan-peraturan, baik
peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang berkenaan dengan kejadian di mana seseorang
bekerja pada orang lain dengan menerima upah.
3. Ruang lingkup hukum ketenagakerjaan
a. Lingkup Pribadi (personengbied)
Yaitu berkaitan dengan siapa atau siapa atau dengan apa kaidah hukum tersebut
berlaku
1) Buruh/Pekerja
2) Pengusaha/Majikan
3) Penguasa (Pemerintah)
b. Lingkup Laku menurut Waktu
Yaitu menunjukkan kapan suatu peristiwa tertentu diatut oleh suatu hukum yang
berlaku
c. Lingkup menurut Wilayah
Yaitu lingkup menurut wilayah berkaitan dengan terjadinya suatu peristiwa hukum yang
diberi batas-batas/dibatasi oleh kaidah hukum
d. Lingkup menurut Hal Ikhwal
Yaitu lingkup yang berkaitan dengan hal-hal apa saja yang menjadi objek penaturan dari
suatu kaedah
4. Menjabarkan sumber hukum ketenagakerjaan
a. Sumber hukum materiil (tempat dimana hukum itu diambil)
b. Sumber hukum formil (tempat atau sumber dari mana suatu pengaturan itu
memperoleh kekuatan hukum)
5. Menyebutkan contoh sumber hukum formil
a. Peraturan perundang-undangan
b. Peraturan lainnya (seperti instruksi Presiden, Keputusan Menteri, Peraturan Menteri,
Surat Edaran Menteri, Keputusan Dirjen, dsb)
c. Kebiasaan
d. Putusan
e. Perjanjian, baik perjanjian kerja atau peraturan perusahaan
c. Instrumen dan Rubrik Penilaian

Nama Skor setiap nomor soal


No. No. 5 Nilai
Siswa/Kelompok No. 1 No. 2 No. 3 No. 4
1 Amelia Lisamsi
2 Iis Miati
3 Karlina
4 Leli Nurapipah
5 Lenny Lestari
Asidiqiyah

Perolehan skor peserta didik untuk setiap nomor soal, sebagai berikut:
Indikator penilaian pengetahuan
1. Kemukakan pengertian dari ketenagakerjaan ! (Bobot 15 point)
2. Kemukakan pengertian hukum ketenagakerjaan menurut Prof. Imam Soepomo ! (Bobot 20
point)
3. Sebutkan dan jelaskan ruang lingkup hukum ketenagakerjaan ! (Bobot 20 point)
4. Jabarkan dengan jelas sumber hukum ketenagakerjaan ! (Bobot 30 point)
5. Sebutkan contoh dari sumber hukum formil ! (Bobot 15 point)
PEDOMAN PENILAIAN

SOAL BOBOT SOAL Tabel 1. Konversi dari skor 1 – 100 ke 1 - 4


1.
2. INTERVAL HASIL KONVERSI PREDIKAT
3. 96 – 100 4.00 A
4. 91 – 95 3.66 A-
5. 86 – 90 3.33 B+
Jmh Skor 81 – 85 3.00 B
75 – 80 2.67 B-
70 – 74 2.33 C+
65 – 69 2.00 C
60 – 64 1.66 C-
55 – 59 1.33 D+
< 54 1.00 D
Penilaian Ranah Keterampilan

PENILAIAN PRAKTIK
Nama : Amelia Lisamsi
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket Keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XII / 1
Mata Pelajaran : Administrasi Kepegawaian
Materi Pembelajaran : Pelanggaran hukum ketenagakerjaan
Tanggal : 9 – 15 Desember 2015
No. Aspek Yang Dinilai Bobot Nilai

1. Persiapan awal 20

2. Pelaksanaan 30

3. Hasil 30

4. Waktu 20

JUMLAH
PENILAIAN PORTOFOLIO
Nama : Amelia Lisamsi
Prog. Keahlian : Administrasi
Paket Keahlian : Administrasi Perkantoran
Kelas/Semester : XII / 1
Mata Pelajaran : Administrasi kepegawaian
Materi Pembelajaran : Pelanggaran hukum ketenagakerjaan
Tanggal : 9 – 15 Desember 2015
Kriteria
No. KD Periode Kualitas / Waktu Ket.
Keaslian Kesesuaian
Kerapihan Pembuatan
1. Menganalisis 9 – 15

keterlaksanaan Desember
2015
Peraturan
Pemerintah (PP)
Ketenagakerjaan
di dunia usaha

Bekasi, Juli 2015


Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Dewi Banowat, S.Ag., M.Pd.I Ade Sutarya, S.Kom


NIP. - NIP . -