Anda di halaman 1dari 34

Pemeriksaan Bilirubin

Pra-analitik

Metode : Azobilirubin menurut Jendrassik-Groff

Prinsip : Bilirubin total dalam serum atau plasma ditentukan dengan metode jendrassik- groff, yaitu mengikat dengan diazotized sulfanilic acid setelah penambahan kafein, natium benzoate, dan natrium asetat. Azobilirubin yang berwarna biru akan terbentuk dalam larutan alkali fehling II. Senyawa biru ini dapat juga ditentukan secara selektif dengan adanya hasil sampling yang berwarna kuning.

Alat

:

1.

Fotometer 4010

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Tabung reaksi

5.

Timer

6.

Tip biru dan kuning

7.

Tissue

8.

Sentrifug

Reagen

:

1.

Asam sulfanilat

2.

Natrium nitrit

3.

Akselerator

4.

Larutan Fehling II

Sampel

:

1.

Serum, plasma heparin/EDTA

2.

Tidak boleh terkena cahaya matahari

3.

Tidak lipemik

4.

Tidak hemolysis (mengakibatkan terhambatnya reaksi diazon)

Analitik

Prosedur Table. Prosedur pemeriksaan bilirubin total.

:

 

Reagen

Blanko sampel (µl)

Sampel (µl)

Natrium nitrit

-

50

Asam sulfanilat

200

200

Akselerator

1000

1000

Sampel

200

200

Campur, inkubasi pada suhu ruang antara 20 30 o C selama 10 menit, simpan di tempat gelap

Larutan Fehling II

1000

1000

Campur, inkubasi pada suhu ruangan antara 20 - 30 o C selama 5-30 menit, simpan di tempat gelap. Baca hasil pada fotometer 4010 dengan λ578 nm.

Post-analitik

Nilai normal

: 0,5 1,1 mg/dl

Pemeriksaan SGOT/ASAT

Pra-analitik

Metode

: Tes optimasi sesuai rekomendasi IFCC.

Prinsip

:Penentuan aktivitas GOT dalam serum menggunakan metode kinetik berdasarkan rekomendasi IFCC.

Reaksi

:

2-oksoglutarat + L-aspartat

SGOT

Pemeriksaan SGOT/ASAT Pra-analitik Metode : Tes optimasi sesuai rekomendasi IFCC. Prinsip :Penentuan aktivitas GOT dalam serum

L -Glutamat + Oksaloasetat

Oksaloasetat + NADH + H +

MDH

Pemeriksaan SGOT/ASAT Pra-analitik Metode : Tes optimasi sesuai rekomendasi IFCC. Prinsip :Penentuan aktivitas GOT dalam serum

L -Malat + NAD +

Kecepatan penurunan kadar NADH diukur secara fotometris dengan perbandingan lurus dengan aktivitas SGOT dalam sampel.

Alat

:

 

1.

Fotometer 4010

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Tabung reaksi

5.

Timer

6.

Tip biru dan kuning

7.

Tissue

8.

Sentrifug

9.

Waterbath

Bahan

 

: Serum pasien

Reagen

: SGOT tes kit

Analitik Prosedur :

Tabel. Pemeriksaan SGOT

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Blanko (µl)

Sampel atau control (µl)

Reagen campuran (R1 + R2)

1000

1000

Sampel

-

100

Campur, inkubasi pada suhu 37 o C selama 1 menit. Baca hasil pada fotometer 4010 program K20/K60, Faktor: 1746. Catatan: pengerjaan dan pembacaan antara blanko dan sampel/control dilakukan tidak secara bersamaan.

Post-analitik

Penulisan dan pelaporan hasil pemeriksaan

Nilai normal

:

Pria

: 10 37 U/I

Wanita

: 10 31 U/I

Pemeriksaan SGPT/ALAT

Pra-analitik

Metode

: Tes optimasi sesuai rekomendasi IFCC

Prinsip

: Penentuan aktivitas GPT dalam serum menggunakan metode genetic, berdasarkan rekomendasi IFCC.

Reaksi

:

2-oksoglutarat + L -alanin Piruvat + NADH + H +

GPT LDH
GPT
LDH

L-Glutamat + piruvat L-Laktat + NAD +

Kecepatan penurunan kadar NADH diukur secara fotometris dengan perbandingan lurus dengan aktivitas ALAT/SGPT dalam sampel.

Alat

:

 

1.

Fotometer 4010

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Tabung reaksi

5.

Timer

6.

Tip biru dan kuning

7.

Tissue

8.

Sentrifug

9.

Waterbath

Bahan

: Serum pasien

Reagen

: SGPT tes kit

Analitik

Prosedur

:

Tabel. Pemeriksaan SGPT.

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Blanko (µl)

Sampel atau control (µl)

Reagen campuran (R1 + R2)

1000

1000

Sampel

-

100

Campuran, inkubasi pada suhu 37 o C selama 1 menit. Baca hasil pada fotometer 4010 program

28.

Faktor: 1745. Catatan: pengerjaan dan pembacaan antara blanko dan sampel/control dilakukan tidak secara bersamaan.

Post analitik

Nilai normal

:

 

Pria

10 41 U/I

Wanita

10 31 U/I

Pemeriksaan Protein Total

Pra-analitik

Metode : Biuret

Prinsip : Larutan pereaksi membentuk kompleks kelat berwarna ungu dengan ion Cu + dalam larutan alkali. Kompleks kelat itu terbentuk antara ion Cu + gugus karbonil (C-O) dan gugus (-N-H) dari ikatan-ikatan peptide protein.

Alat

:

 
  • 1. Fotometer 4010

  • 2. Klinipet

  • 3. Rak tabung reaksi

  • 4. Tabung reaksi

5.

Timer

  • 6. Tip biru dan kuning

 
  • 7. Tissue

 
  • 8. Sentrifug

Bahan

: Serum/plasma (pasien puasa 6-8 jam)

Reagen

: Tes kit

  • 1. Pereaksi biuret

  • 2. Larutan standar.

  • 3. NaCl 0,85%

  • 4. Serum control.

Analitik Prosedur :

Table. Prosedur pemeriksaan protein total.

Pipet ke Dalam 4 Tabung Reaksi

Blanko

Standar

Control

Sampel

(µl)

(µl)

(µl)

(µl)

Reagen biuret

 
  • 1000 1000

1000

 

1000

Reagen standar (8mg/dl)

 

20

  • - -

 

-

Serum control

  • - -

 

20

-

Sampel

 
  • - -

-

 

20

NaCl 0,85%

 
  • 1000 1000

1000

 

1000

Campur, inkubasi pada suhu 20 o 25 o C selama 15 menit. Baca hasil pada fotometer dengan panjang gelombang λ550 nm.

Post-analitik

Rumus

 

:

x 5 (Standar)

Nilai Normal

:

Dewasa

: 6,0 8,2 mg/dl

Bayi

: 4,6 7,0 mg/dl

Pemeriksaan Albumin

Pra-analitik

Metode

: Biuret

Prinsip

: Globulin diendapkan dengan natrium sulfit, dan albumin dalam fitrat ditentukan dengan metode biuret pada penetuan protein total.

Alat

:

1.

Fotometer 4010

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Tabung reaksi

5.

Timer

6.

Tip biru dan kuning

7.

Tissue

8.

Sentrifug

Bahan

: Serum/plasma (pasien berpuasa 6-8 jam)

Reagen

:

1.

Pereaksi biuret

2.

Larutan standar

3.

NaCl 0,85%

4.

Serum control

Analitik

Prosedur :

Ke dalam tabung reaksi, pipet secara berturut-turut:

 

1.

Natrium sulfit

2 ml

2.

Serum

0,2 ml

3.

Eter

2 ml

Campur dengan membolak-balikan tabung 10x, kemudian sentrifug dengan kecepatan 3000 RPM selama 5 menit. Hasilnya, globulin akan mengendap dan filtrate mengandung albumin.

Tabel. Prosedur pemeriksaan protein albumin.

Pipet ke Dalam 3 Tabung Reaksi

Blanko (µl)

Standar (µl)

Sampel (µl)

Larutan albumin (sampel)

-

-

1000

Reagen standar (8 mg/dl)

-

100

-

Na 2 SO 3

1000

-

-

Aquadest

-

900

-

Pereaksi biuret

3000

3000

3000

Campur, inkubasi pada suhu 20 25 o C selama 15 menit. Baca hasil pada fotometer 4010 dengan panjang gelombang λ540 nm.

Post-analitik

 

Absorban Sampel

=

Absorban

: 3,5 5,6 mg/dl

  • 1. Faal hati

  • 2. Faal ginjal

  • 3. Penyakit metabolic

  • 4. Malnutrisi

Rumus

Nilai normal

Standar x 5 (Standar)

Arti klinis dalam pemeriksaan protein antara lain:

  • 5. Trauma akibat luka bakar

Pemeriksaan Glukosa Darah

Pra-analitik

Metode

: Glukosa oksidase/peroksidase (GOD-PAP)

Prinsip : Glukosa dioksidasi (GOD) menjadi D-glukonat oleh glukosa oksidase bersama dengan hydrogen peroksidase. Adanya peroksidase, campuran fenol, dan 4- aminoantipirin akan dioksidasi oleh hydrogen peroksidase menghasilkan warna merah quinoneimina yang sebanding dengan konsentrasi glukosa dalam sampel.

Reaksi

:

Alat

B- D -Glukose + H 2 O 2 + O 2 GOD

D -Glukonat + H 2 O 2
D -Glukonat
+ H 2 O 2

4 -Amino antipirin + Fenol :

POD H 2 O 2

Pemeriksaan Glukosa Darah Pra-analitik Metode : Glukosa oksidase/peroksidase (GOD-PAP) Prinsip : Glukosa dioksidasi (GOD) menjadi D-glukonat

Quinoneimina + H 2 O

  • 1. Fotometer 4010

  • 2. Klinipet

  • 3. Rak tabung reaksi

  • 4. Tabung reaksi

  • 5. Timer

  • 6. Tip biru dan kuning

  • 7. Tissue

  • 8. Sentrifug

  • 9. Waterbath

Bahan : Serum pasien

Reagen

: Glukosa PAP tes kit

  • 1. Larutan buffer

  • 2. Larutan enzim

  • 3. Larutan standar

  • 4. Seri control

Analitik

Prosedur

:

Tabel. Pemeriksaan glukosa darah

Pipet ke Dalam 3 Tabung Reaksi

Blanko (µl)

Standar (µl)

Sampel (µl)

Reagen glukosa

1000

1000

1000

Reagen standar (100mg/dl)

-

10

-

Sampel

-

-

10

Inkubasi selama 10 menit pada suhu 37 o C. Baca pada spektrofotometer 4010 dengan λ 546 dan faktor 406.

Post-analitik

Perhitungan

:

 

 

Rumus pemeriksaan glukosa darah

:

 

(100)

Nilai normal

:

 

Glukosa puasa

: ˂126 mg/dl

 

Glukosa 2 jam PP

: 200 mg/dl

Glukosa sewaktu

: 200 mg/dl

Pemeriksaan Kolesterol

Pra-analitik

Metode

: Kolesterol oksidase/peroksidase

Prinsip : Adanya 3 enzim kolesterol esterase (CE), kolesterol oksidase (CO), dan peroksidase (POD), pada campuran fenol dan 4-aminoantipirin (4-AA) akan bereaksi dengan hydrogen peroksidase mengasilkan warna merah quinoneimine yang sebanding dengan konsentrasi kolesterol dalam sampel.

Reaksi

:

Kolesteril ester

CE

Kolesteril ester CE

Kolesterol + Asam lemah

Kolesterol + O 2

CO

Kolesterol + O CO

Kolestenone + H 2 O 2

4-AA + Fenol

H 2 O 2

H O

Quinoneimina + 4 H 2 O

Alat

:

 

1.

Fotometer 4010

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Tabung reaksi

5.

Timer

6.

Tip biru dan kuning

7.

Tissue

8.

Sentrifug

9.

Waterbath

Bahan

:

 

1.

Serum control

2.

Serum pasien

Reagen

: Kolesterol PAP tes kit

 

Analitik

Prosedur

:

Table. Pemeriksaan Kolesterol

 

Blanko

Standar (µl)

Kontrol (µl)

Sampel (µl)

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

(µl)

Reagen Kolesterol

1000

1000

1000

1000

Reagen standar (200 mg/dl)

-

10

-

-

Serum control

-

-

10

-

 

Sampel

-

-

-

10

Campur, inkubasi pada suhu 20 25 o C selama 10 menit atau 37 o C selama 5 menit. Baca pada fotometer 4010 (program 250 atau 24) dengan panjang gelombang 546 nm.

Post-analitik

 

Perhitungan

:

Nilai absorbansi sampel x konsentrasi standar (200 mg/dl)

 

Nilai absoransi standar

Nilai normal

: 125 250 mg/dl

Pemeriksaan Asam Urat

Pra-analitik

Metode

: Uricase PAP

Prinsip

: Penentuan asam urat secara enzimatik sesuai dengan reaksi.

Reaksi

:

Asam urat + H 2 O + O 2 Urikase Allantoin + CO 2 + H 2 O 2

Pemeriksaan Asam Urat Pra-analitik Metode : Uricase PAP Prinsip : Penentuan asam urat secara enzimatik sesuai

2H 2 O + 3,5 Dikloro-2-hidroksibenzen p benzoquinonimin.

Peroksidase

Pemeriksaan Asam Urat Pra-analitik Metode : Uricase PAP Prinsip : Penentuan asam urat secara enzimatik sesuai

N-(4 Antipiril)-3-kloro-5 sulfonat

Absorban zat warna quinonimin sebanding dengan konsentrasi asam urat.

Alat

:

 
  • 1. Fotometer 4010

  • 2. Klinipet

  • 3. Rak tabung reaksi

  • 4. Tabung reaksi

5.

Timer

  • 6. Tip biru dan kuning

  • 7. Tissue

  • 8. Sentrifug

  • 9. Waterbath

Bahan

:

 
  • 1. Serum pasien

  • 2. Serum control normal

Reagen

: Asam urat mono tes kit

Analitik

Prosedur

:

Table. Prosedur pemeriksaan asam urat.

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Blanko

Standar

Sampel

(µl)

(µl)

(µl)

Reagen Biuret

1000

1000

1000

Reagen standar (6 mg/dl)

-

20

-

Sampel

-

-

20

Campur, dan inkubasi pada suhu 37 o C selama 5 menit. Kemudian baca hasil pada spektofotometer 4010 dengan panjang gelombang 546 nm

Post-analitik

Perhitungan =

6 ( ) = ⋯ /

Nilai normal :

Pria

: 4,0 7,7 mg/dl

Wanita

: 2,5 5,5 mg/dl

Pemeriksaan Kreatinin

Pra-analitik

Metode : Reaksi Jaffe tanpa proses deproteinisasi

Prinsip : Bentuk kreatinin dalam larutan alkali berwarna kompeks oranye-merah dengan asam pikrat. Absorbansi/serapan kompleks ini sebanding dengan konsentrasi kreatinin dalam sampel.

Reaksi

:

Kreatinin + Asam pikrat

Kreatinin + Asam pikrat kompleks kreatinin pikrat.

kompleks kreatinin pikrat.

Alat

:

  • 1. Fotometer 4010

  • 2. Klinipet

  • 3. Rak tabung reaksi

  • 4. Tabung reaksi

5.

Timer

  • 6. Tip biru dan kuning

  • 7. Tissue

  • 8. Sentrifug

Bahan : Serum pasien atau serum control normal

Reagen

:

 
  • 1. Larutan asam pikrat

  • 2. NaOH standar

  • 3. Larutan standar

Analitik

Prosedur

:

Table. Prosedur pemeriksaan kreatinin

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Blanko

Standar

Sampel

(µl)

(µl)

(µl)

Asam Pikrat

1500

1500

1500

Sampel

-

-

200

Standar

-

200

-

Aquadest

200

-

-

Campur dan sentrifuga dengan kecepatan 3000 RPM selama 10 menit

Supernatan

1000

1000

1000

Campur, inkubasi pada suhu 37 o C selama 30 detik. Baca hasil pada fotometer 4010 dengan panjang gelombang 546 nm. Catan : pembacaan pengerjaan dan pembacaan antara blanko dan sampel/control dilakukan tidak secara bersamaan. Pemeriksaan kreatinin dengan metode Jaffe dilakukan pada suhu 30 o C karena pada suhu yang lebih tinggi glukosa, asam urat, asam askorbat akan mereduksi pikrat menjadi pikromat yang mempunyai askorban maksimal 482 nm.

Post-analitik

Nilai normal

:

Pria

: 0,6 11 mg/dl

Wanita : 0,5 0,9 mg/dl

Pemeriksaan GGT (Gamma GT)

Pra-analitik

Metode : Kinetik Soluble Substrate, Modifikasi Szasz

Reaksi

:

L -γ-Glutamyl-3-Carboxy-4-Nitroanilide+Glycyglycine γ-GT L-γ- Glutamylglycylglycine + 5-amino-2-Nitrobenzoate

Pemeriksaan GGT (Gamma GT) Pra-analitik Metode : Kinetik Soluble Substrate, Modifikasi Szasz Reaksi : - γ

Nilai 5-Amino-2-Nitrobenzoate yang terbentuk sebanding dengan aktivitas γ -GT dalam serum bila diukur pada panjang gelombang 405 nm dengan reaksi kinetik.

Bahan

:

Spesimen terbaik adalah serum (dari darah yang tidak hemolisis). Plasma dengan anti koagulan dapat menghambat aktivitas γ -GT dalam reaksi kinetik γ -GT dalam serum stabil selama 7 hari pada suhu 2 25° C dan 1 tahun pada suhu -20°C.

Kemasan :

No. Kat

Reagensia

Aquabidest/pelarut (terpisah)

G0540845

5 x 10 mL

1 x 50 mL

Simpan reagensia pada suhu 2-8C, stabil sampai batas kadarluarsa.

Alat

:

  • 1. Pipet 1,0 mL

  • 2. Mikropipet 50 µl

  • 3. Tabung reaksi

  • 4. Pemanas 30 °C/ 37°C

  • 5. Photometer dengan panjang gelombang 405 (400-420) nm dengan kuvet yang “temperature-controlled”

Persiapan dan Stabilitas :

Pembuatan Larutan Kerja Larutan reagensia dengan pelarut Aquabidest sesuai volume pada label botol dan campur dengan baik. Larutan ini stabil selama 21 hari pada suhu 2-8°C dan 3 hari pada suhu kamar (18-30°C). Absorbance larutan blanko reagensia harus < 0,85 bila dibaca terhadap aquabidest pada panjang gelombang 405 (400-420) nm.

Analitik.

Prosedur Kerja :

Panjang gelombang

: 405 nm

Faktor

: 2211

Temperatur

: 30C/37°C

Masukkan kedalam Tabung Reaksi

Test

Larutan kerja (dihangatkan pada 30°C/37°C (selama 5 menit)

 

1,0 mL

Serum

50 µL

Campur homogen dan hangatkan pada 30°C/37°C selama 30 detik. Baca Absorbance Test (Abs Test) tepat 30 detik selama 2 menit (ada 4 pembaca). Hitung selisih Absorbancenya (Abs Test2 – Abs Test1) = ΔAbs Test/menit).

Post-analitik

Perhitungan :

y-GT (IU/L) = (ΔAbs Test/menit) x Faktor

Nilai Normal

:

 
   

30°C

37°C

Pria

8

37

(IU/L)

54

  • 9 (IU/L)

Wanita

6

24

(IU/L)

35

  • 8 (IU/L)

Pemeriksaan HDL kolesterol

Pra Analitik

Metode

: Pengendapan dan penentual HDL kolesterol dengan kolesterol kit.

Prinsip : Kilomikron, VLDL dan LDL diendapkan dengan penambahan larutan Asam fosfotungstat dan magnesium klorida. Setelah proses sentrufugasi, cairan supernatant mengandung fraksi HDL. Penentuan HDL kolesterol dilakukan dengan menggunakan tes kit kolesterol.

Alat

:

  • 1. Fotometer.

  • 2. Klinipet

  • 3. Rak tabung reaksi

  • 4. Tabung reaksi

  • 5. Timer

  • 6. Tip biru dan kuning

  • 7. Tisu

  • 8. Sentrifuga

  • 9. Waterbath

Bahan : Serum Pasien

Reagent

: HDL kolesterol tes kit

Analitik

Prosedur

:

  • 1. Proses pengendapan/presipitasi (metode makro) Pemeriksaan presipitant HDL kolesterol

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Makro (µl)

Reagen presipitasi

1000

Sampel

100

Campur dengan vorteks (bila ada) hingga tercampur sempurna lalu inkubasi pada suhu ruangan selama 10 menit. Sentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm. Segera pisahkan supernatan dari endapan.

2.

Proses penentuan Prosedur pemeriksaan HDL kolesterol.

 

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Blanko (µl)

Sampel (µl)

 

Supernatan

-

100

 

Akuabides

100

-

Larutan pereaksi

1000

1000

Campur dan inkubasi pada suhu kamar selama 10 menit. Baca dengan fotometer … dengan panjang gelombang λ 546 (program A dan factor 0)

Post Analitik

 

Perhitungan

: Absorban sampel x 318 (F) = … mg/dl

 

Nilai Normal

: 33 55 mg/dl.

Pemeriksaan LDH (Laktat Dehidrogenase)

Pra-analitik

Metode

: Lactic Dehydrogenase

Reaksi

: Cara disini menurut Henry dkk yang menggunakan Pyruvate sebagai substrat :

Pyruvate + NADH + H -

Pyruvate + NADH + H

LDH

Pyruvate + NADH + H LDH Lactate + NAD + H O

Lactate + NAD - + H 2 O

Lactic Dehydrogenase (LDH) mengaktalisir reduksi Pyruvate menjadi Lactate disertai dengan oksidasi NADH (Reduced Nicotinamide Adenine Dinucleotide) menjadi NAD - . Aktivitas LDH ditentukan dengan mengukur berkurangnya absorbance pada panjang gelombang 340 nm akibat terbentuknya NAD - .

Bahan : Sepesimen terbaik adalah serum (dari darah yang tidak hemolisis). Bila terpaksa pakailah plasma heparin. LDH dalam serum stabil selama 3 hari pada suhu kamar (15-30C). Jangan membekukan serum karena akan merusak komponen LDH yang berasal dari hati.

Kemasan :

No Kat

Reagensia

Aquabidest/pelarut (terpisah)

L0570845

5 x 6,5 mL

1 x 50 mL

Simpan reagensia pada suhu (2-8°C), stabil sampai batas kadarluarsa.

Alat

:

  • 1. Pipet 1,0 mL

  • 2. Mikropipet 25 µl

  • 3. Tabung reaksi

  • 4. Photometer dengan panjang gelombang 340 nm.

Pembuatan Dan Stabilitas :

Pembuatan Larutan Kerja Larutkan reagensia dengan pelarut aquabidest sesuai volume pada label botol dan campur dengan baik. Larutan ini stabil selama 10 hari pada suhu 2-8C dan 8 jam pada suhu kamar (18-30C). Absorbance larutan blanko harus < 0,8 AU bila dibaca terhadap aquabidest pada panjang gelombang 340 nm.

Analitik.

Prosedur Kerja :

Panjang gelombang

: 340 nm

Faktor

: 6592

Temperature

: 30°C/37C

Masukkan kedalam tabung reaksi

 

Test

Larutan kerja (dihangatkan pada 30C/37C selama 5 menit.

1,0 mL

Serum

25 µl

Campur homogen dan diamkan selama 60 detik tepat. Baca Absorbance test pertama (Abs Test 1 ) dan tepat 60 detik kemudian bacalah Absorbance Test kedua (Abs Test 2 ) terhadap blanko air pada panjang gelombang 340 nm. Hitung selisih absorbancenya (Abs Test 2 Abs Test 1 ) = ΔAbs Test/menit).

Post-analitik

Perhitungan :

LDH (IU/L) = ΔAbs Test/menit x Faktor

Nilai Normal

:

30C

115 335 IU/L

 

37C

190 560

IU/L

Pemeriksaan LDL Kolesterol

Pra-analitik

Metode

: Pengendapan dan penentuan LDL kolesterol dengan kolesterol kit.

Prinsip

: LDL diendapkan oleh heparin pada titik isoelektrik (pH 5,12). Sesudah sentrifugasi, HDL dan VLDL tetap berada dalam supernatan dan dapat ditentukan dengan metode enzimatik

Alat

:

1.

Fotometer

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Timer

5.

Tip biru dan kuning

6.

Tisu

7.

Sentrifuga

8.

Waterbath

Bahan

: Serum

Reagen

: LDL Kolesterol tes kit

Analitik

Prosedur :

  • 1. Proses pengendapan/presipitasi (metode makro) Tabel. Pemeriksaan presipitat LDL kolesterol

Pipet ke Dalam Tabung Reaksi

Makro (µl)

Reagen presipitasi

1000

Sampel

100

Campur dengan vorteks (bila ada) hingga tercampur sempurna lalu inkubasi pada suhu ruang selama 10 menit. Sentrifugasi selama 10 menit dengan kecepatan 4000 rpm. Segera pisahkan supernatan dari endapan.

2.

Proses penentuan Tabel. Prosedur pemeriksaan LDL kolesterol

 

Pipet ke dalam tabung reaksi

 

Blanko (μl)

Sample (μl)

Supernatan

 

-

100

Akuabides

 

100

-

Larutan pereaksi

 

1000

1000

Campur dan inkubasi pada suhu kamar selama 10 menit. Baca dengan fotometer dengan panjang gelombang 546 (program A dan faktor 0)

Post-analitik

 

Perhitungan

: absorban sampel x 1000 (F) =

...

mg/dl

Nilai Normal

: 66-178 mg/dl

Pemeriksaan Trigliserida

Pra-analitik

Metode

: GPO-PAP

Prinsip : Penentuan kadar trigliserida setelah hidrolisis enzimatik dengan enzim lipase. Terciptanya bentuk quinoneimin dari hidrogen peroksidase, 4-aminoantipirin dan 2-klorofenol adalah karena adanya proses katalitik yang mempengaruhi reaksi peroksidase.

Reaksi

:

 

Gliserol + ATP

Gliserol + ATP GK

GK

L Gliserol 3 fosfat + ADP

 

L-a Gliserol 3 Fosfat + O 2

GPO dihidroksisetose fosfat + H O

GPO

dihidroksisetose fosfat + H 2 O

H 2 O 2 + 2 Klorofenol + 4-Aminoantipirin

GDO

GDO

4-(O-Bdnzoquinonemon) Fenazon

+ 2 H 2 O + Quinonimine yang terbentuk sebanding dengan trigliserida total

Alat

:

 
  • 1. Fotometer

 
  • 2. Klinipet.

  • 3. Rak tabung reaksi

  • 4. Timer

  • 5. Tip biru dan kuning

  • 6. Tisu

  • 7. Sentrifuga

8.

Waterbath

Bahan

:

 
  • 1. Serum

 
  • 2. Serum kontrol normal

 

Reagen

: Trigliserida tes kit

 

Analitik

Prosedur

:

Tabel. Prosedur pemeriksaan trigliserida

Pipet ke dalam tabung reaksi

Blanko ()

Standar ()

Sample ()

Serum

-

-

10

Reagen standar (200 mg/dl)

-

10

-

Larutan pereaksi

1000

1000

1000

Inkubasi pada suhu 37 o C selama 5 menit. Baca dengan fotometer dengan panjang gelombang

546 nm

Post-Analitik

Perhitungan

:

Perhitungan

 

=

...

 

x 200 (Faktor standar) = mg/dl

Nilai normal

: 80-150 mg/dl

 

Pemeriksaan Urea

Pra-Analitik

Metode

: Berthelo

Prinsip : Urea dihhidrolisis dengan air dan enzim urease menghasilkan amonia dan

karbon dioksida. Pada modifikasi reaksi berthelot, ion amonia bereaksi dengan

natrium salisilat membentuk zat warna hijau. Peningkatan kadar serapan dapat

diukur pada 578 nm sesuai dengan konsentrasi urea dalam sampel

Alat

:

1.

Fotometer

2.

Klinipet

3.

Rak tabung reaksi

4.

Timer

5.

Tip biru dan kuning

6.

Tisu

7.

Sentrifuga

8.

Waterbath

Bahan

:

1.

Serum

2.

Serum kontrol normal

Reagen

: Albumin tes kit

Analitik

Prosedur :

Pipet ke dalam 4 tabung reaksi

Blanko

Standar

Kontrol

Sampel

()

()

()

()

Reagen 1a (100 ml R1 + 1 ml

       

R3)

1000

1000

1000

1000

Reagen standar (80 mg/dl)

-

10

-

-

Precinorm U

-

-

10

-

Sampel

-

-

-

10

Campur, inkubasi pada suhu 37 O C selama 3 menit. Tambahkan ke dalam masing-

masing tabung :

Reagen 2

1000

1000

1000

1000

Campur, inkubasi pada suhu 37 o C selama 5 menit. Baca dengan fotometer dengan

panjang gelombang 578 nm.

 

Post-Analitik

Perhitungan

 

mg/dl

 

=

...

 

x 80 (Faktor standar) =

Nilai normal

: 10-50 mg/dl

 

Pemeriksaan Ureum

Pra-analitik

Tujuan

: Untuk mengetahui kadar ureum dalam serum

Metode

: Berthelet

Prinsip : Urea dihidrolisa dengan adanya air dan urease membentuk ammonia dan

carbon dioksida . pada metode modifikasi Bedrthelet ini,ion ammonia bereaksi

dengan hypochlorit dan sallycilate membentuk zat warna hijau, Peningkata

Abs.Pada 578 nm proporsional dengan konsentrai urea dalam sample.

Alat

:

  • 1. Spektrofotometer

  • 2. Tabung reaksi

  • 3. Beacker glaas

  • 4. Pipet automatic

  • 5. Blue tip dan Yellow tip

Bahan

: Serum,plasma (semua plasma kecuali ammoniumheparinat ),urine. Encerkan

urine 1 + 100 dengan aquadest. Jangan gunakan serum lipemic.stabil 3 hari pada 4

Reagensia

C.

:

  • 1. Reagen standart.

  • 2. Reagen R1A

  • 3. Reagen R2

Komposisi Reagen :

 

R1

R2

R3

  • 1. 10505

100 ml

100 ml

1 ml

  • 2. 10506

1000 ml

-

10 ml

10507

  • 3. 1000 ml

-

 

-

STD

3 ml std. urea 80 mg/dl ( 13,3 mmol/l)

atau BUN 37,28 mg/dl (6,2 mmol/l)

Persiapan Reagen

:

R1A : Campuran reagen 3 dengan reagen 1 sbb :

Missal : 1 ml R3 + 100 ml R1 ( 1 = 100 bag. )

R2 dan STD siap pakai tanpa pengenceran.

Analitik.

Prosedur Kerja

:

 

Panjang gelombang

: Hg 578

Tebal kuvet

: 1 cm

Temperatur

: 20 25 0 C

Pengukuran terhadap blanko reagen.

Pipet ke dalam 4 tabung reaksi

RB

STD

SPL

Sampel

-

-

10 ul

Standard

-

10

-

Reagen RIA

 
  • 1000 1000

  • 1000 ul

Campur , inkubasi 5 mnt (20-25 C) atau 3 mnt ( 37 C )

 

Reagen R2

 
  • 1000 1000

  • 1000 ul

Campur, inkubasi 10 menit pada 20 - 25 C atau 5 menit pada 37 C.

Ukur Abs. standard dA( STD ) dan sampel dA ( SPL ) terhadap RB

dalam waktu 60 menit

Post-analitik

Nilai Rujikan

: Serum : 10 50 mg/dl atau 1,7 8,3 mmol/l

Pemeriksaan PT (Prothrombin Time)

Pra Analitik

Persiapan Pasien

Persiapan Sampel

: Tidak dilakukan persiapan khusus

:

  • 1. Sampel darah dapat diperoleh melalui vena punksi.

  • 2. Antikoagulan yang dipakai adalah sodium sitrat 3,2 % atau 3,8 % dengan perbandingan 9:1 (9 bagian darah: l bagian Na.Sitrat).

  • 3. Sampel darah disentrifus 10-15 menit dengan kecepatan 2000 rpm

  • 4. Penampung tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menginduksi aktivasi kontak seperti gelas. Sebaiknya dipakai penampung gelas berlapis silikon atau plastik.

Prinsip

:

PT tahap pertama mengukur waktu bekuan dari plasma setelah penambahan

faktor jaringan (tromboplastin) dan kalsium. Rekalsifikasi dari plasma dengan

adanya faktor jaringan menimbulkan aktivasi factor X, akibatnya membentuk

trombin dan berakhir menjadi bekuan fibrin.

Alat

:

Cara manual

 
  • 1. Tabung reaksi

  • 2. Rak tabung

  • 3. Inkubator

  • 4. Batang pengaduk

  • 5. Stop watch

 

Cara semi otomatik

 
  • 1. Pipet

  • 2. Stiring bars

  • 3. Tabung tes

  • 4. Stopwatch

  • 5. Cuvet

  • 6. Alat OTOMATIK

Bahan

:

  • 1. Plasma (whole blood dengan antikoagulan natrium sitrat)

  • 2. Reagen tromboplastin yang mengandung ekstrak lyophilized dari otak kelinci dan kalsium klorida (dilarutkan dengan 2 ml air suling)

Analitik

Prosedur kerja :

Cara Manual

Ada dua cara yaitu 1 dan 2 :

Cara 1 :

  • 1. Reagen tromboplastin 200 µl dimasukkan dalam tabung 1

  • 2. Plasma 200 µl dimasukkan dalam tabung 2

  • 3. Tabung 1 dan 2 diinkubasi selama 3 menit dalam inkubator yang bersuhu 37 O C

  • 4. Ambil plasma 100 µl pada tabung 2, masukkan dalam tabung 1

  • 5. Jalankan stopwatch, aduk, amati hingga terjadi bekuan (jendolan)

  • 6. Tes diulang pada plasma kontrol

Cara 2 :

  • 1. Lakukan langkah 1-4 di atas

  • 2. Biarkan tabung selama 6-8 detik dan miringkan setiap 1-2 detik, hentikan Stopwatch ketika sudah tampak bekuan fibrin.

Cara Semiotomatik

  • 1. Siapkan sampel dan kontrol, sebelumnya hangatkan tabung tes

  • 2. Masukkan plasma (100 µl) kedalam tabung tes, inkubasi 3-5 menit pada suhu, ruang

  • 3. Tambahkan reagen PT (200 µl), saat itu juga jalankan stop watch

  • 4. Catat waktu yang dibutuhkan membentuk bekuan (Print out)

Post-analitik

Nilai Rujukan : 10 14 detik

Bagan pemeriksaan PT

Volume sampel Plasma 100 µl Volume reagen Reagen PT 200 µl
Volume sampel
Plasma
100
µl
Volume reagen
Reagen PT
200
µl