Anda di halaman 1dari 6

Diagnosis karsinoma mamma dibuat berdasarkan pada triple

diagnostic procedures (klinis, imaging & patologi / sitologi atau histopatologi).


Ketiga hal diatas jika dijabarkan lebih detail menjadi pemeriksaan klinis
(anamnesis dan pemeriksaan fisik), pemeriksaan radiodiagnostik,
pemeriksaan sitologi, pemeriksaan histopatologi (gold standard), pemeriksaan
laboratorium (untuk membantu menentukan diagnosis, stadium tumor dan
persiapan pengobatan).
A. Pemeriksaan Klinis

1. Anamnesa
 Wanita, 53 tahun

Sesuai dengan tinjauan pustaka bahwa gender serta usia


merupakan faktor risiko dari carcinoma mammae. insiden kanker
payudara pada wanita: laki-laki adalah 100:1, sebanyak 1 dari 8
wanita mengalami kanker payudara dalam hidupnya serta resiko
meningkat antara dekade ketiga sampai kedelapan.
 Benjolan di payudara kiri sejak 1.5 bulan yang lalu dan dirasa
makin besar.
Benjolan pada payudara yang mendadak muncul dapat
menunjukkan tanda adanya tumor atau neoplasma. Tumor ini
mulai membuat pembuluh darah mereka sendiri untuk
memasoknya dengan oksigen ekstra, glukosa dan hormon yang
mereka butuhkan untuk bertahan hidup dan terus bertambah
besar. Proses mengembangkan sistem suplai darah sendiri yang
disebut angiogenesis. Setelah itu tumor dapat mulai menginvasi
jaringan di sekitarnya. Perkembangan benjolan pada tumor yang
cepat dipengaruhi oleh diameter pembuluh darah yang besar dan
vaskularisasi yang tinggi pada jaringan tumor. Penelitian Schipper
dkk menunjukkan bahwa diameter arteri dan vena mammaria
interna pada jaringan tumor ganas secara signifikan lebih besar
dibandingkan jaringan payudara normal.17
 Benjolan tersebut tidak nyeri
Keganasan pada payudara sering kali tidak menimbulkan
rasa nyeri pada payudara. Wanita yang mengeluhkan adanya
benjolan, namun tidak merasakan nyeri tetap harus memeriksakan
dirinya ke klinik atau pelayanan kesehatan terdekat.4

Riwayat Psikososial Pasien


 Menarche pada usia 14 tahun, memiliki siklus 28 hari dan selalu
teratur. Menopause di usia 55 tahun.
Sesuai dengan tinjauan pustaka bahwa Menarche dini
dan menopause lambat. Peningkatan risiko mungkin karena
paparan yang lebih lama dari hormon estrogen dan progesterone.
Menurut Abass dkk di buku Robbin basic pathology,
kisaran usia reproduksi normal (menarche-menopause) adalah 12
– 55 tahun, hal ini berlawanan dengan kondisi pasien yang
mengalami menarche dan menopause di kisaran usia normal. 6

 Pasien hanya memiliki 1 anak dan menyusui 2 bulan. Hamil


pertama di usia 36 tahun.
Sesuai dengan tinjauan pustaka bahwa wanita yang
belum memiliki anak atau yang memiliki anak pertama setelah
usia 30 tahun memiliki risiko kanker payudara sedikit lebih tinggi
secara keseluruhan. Ketika sel-sel payudara berkembang pada
masa remaja, sel-sel tersebut masih immature dan sangat aktif
berkembang sampai kehamilan pertama. Sel-sel payudara yang
immature merespon hormon estrogen serta bahan-bahan kimia
yang menggangu hormon. Kehamilan penuh pertama akan
membuat sel-sel payudara menjadi mature sepenuhnya dan
tumbuh dengan cara yang lebih teratur. Ini adalah alasan utama
mengapa kehamilan membantu melindungi wanita terhadap
kanker payudara. Menjadi hamil juga mengurangi jumlah total
siklus menstruasi.
Beberpa penelitian menyatakan bahwa menyusui dapat
menurunkan resiko kanker payudara terutama jika durasi
menyusui selama 1,5 sampai 2 tahun. Hal ini terjadi karena
menyusui mengurangi jumlah siklus menstruasi
 BMI pasien 32,04 yaitu obesitas grade 1
Berat badan berlebih. Sebelum menopause, ovarium
akan membentuk sebagian besar estrogen, dan estrogen dari
jaringan lemak hanya menghasilkan sedikit. Setelah menopause
(ketika ovarium berhenti memproduksi estrogen), sebagian besar
estrogen wanita berasal dari jaringan lemak. Memiliki lebih
banyak jaringan lemak setelah menopause dapat meningkatkan
kadar estrogen dan meningkatkan prosentase terkena kanker
payudara. Juga, wanita yang kelebihan berat badan cenderung
memiliki tingkat insulin darah yang lebih tinggi. Tingkat insulin
yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan beberapa jenis kanker,
termasuk kanker payudara.

2. Pemeriksaan fisik
Inspeksi
 Mammae sinistra tampak lebih tinggi dari mammae dextra
(asimetris). Tidak tampak massa, ulcus, gambaran Kulit peau
de’orange, maupun sattelite nodule pada seluruh bagian mammae.
discharge (-) darah (-).

Untuk mendeteksi perubahan halus kontur payudara dan


retraksi kulit, pemeriksaan harus mencakup penilaian payudara
dengan dengan tangan terangkat. Temuan yang perlu menjadi
perhatian adalah benjolan atau perubahan kontur, Asimetri dengan
payudara lainnya, retraksi kulit, inversi puting, Vena dilatasi, ulcer,
Penyakit Mammary Paget, Edema atau peau d'orange.18

Palpasi

 Teraba massa di kuadran inferolateral payudara sinistra dan


Pembesaran KGB pada axilla anterior (+)

Sifat benjolan yang teraba sering sulit untuk ditentukan


secara klinis, tetapi hal hal yang harus diperhatikan dalam
melakukan palpasi adalah konsistensi, irregularitas, focal nodul,
asimetri dengan payudara kontralateralnya, Fiksasi ke kulit atau
otot (menilai fiksasi ke otot dengan menggerakkan benjolan di garis
serabut otot pektoral dengan pasien mengkontraksikan lengannya
ke pinggulnya).18

Adanya pembesaran KGB axilla menandakan bahwa


sudah terjadi invasi sel-sel kanker ke jaringan KGB regional.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap dapat mendukung diagnosa.


Leukopenia juga dapat ditemukan jika sudah terjadi metastasis luas
pada sumsum tulang sehingga produksi sel darah menurun. Sel
darah merah dan hematokrit dapat menurun akibat perdarahan dan
penurunan produksi. Namun pada pasien ini tidak terdapat
perubahan jumlah sel darah, yang menunjukkan metastasis kanker
pada sumsum tulang belum terjadi secara masif.
Pemeriksaan kimia klinik

Perlunya pemeriksaan SGOT dan SGPT untuk mengetahui


proses metastasis pada hepar. Selain itu juga perlu dilakukan USG
abdomen untuk mengetahui secara pasti metastasis pada hepar.

Pemeriksaan Sitologi dan FNAB

Biopsi untuk mengetahui tipe carcinoma.

Pemeriksaan Foto Thorax

Foto thorax dilakukan untuk mengetahui apakah ada metastasis


kanker payudara pada paru. Namun untuk metastasis pada tulang
perlu dilakukan pemeriksaan bone scan.

4. Diagnosa

Diagnosa pasien ini menurut sistem TNM adalah T2N1Mx,


caricinoma mammae stadium IIb

T2 : Tumor dengan ukuran diameter terbesarnya lebih dari


2 cm sampai 5 cm

N1 : Metastasis ke KGB aksila ipsilateral, masih mobil

Mx : Metastase belum dievaluasi

5. Planning Terapi

Kemoterapi

Kemoterapi dapat dilakukan sebagai neoadjuvant (sebelum


pembedahan), adjuvant (sesudah pembedahan), therapeutic
chemotherapy biasanya untuk metastatic breast cancer
dengan tujuan paliatif (paliatif disini diartikan untuk
memperbaiki kualitas hidup).

Radioterapi

Radioterapi diberikan dengan tujuan mengeliminasi sel


kanker yang ada di payudara dan kelenjar getah bening.

Modified Radical Mastectomy


Pembedahan biasanya dilakukan untuk kanker payudara
stadium awal. Ada berbagai macam metode, yaitu
mastektomi radikal (Modified Radical Mastectomy) dan
simple mastectomy.

6. Edukasi

Kepatuhan pasien menjalani terapi sangat penting karena terapi


kanker membutuhkan terapi dalam jangka waktu yang lama sehingga
pasien sering kali merasa bosan dan kehilangan motivasi serta
semangat hidup. Kondisi tubuh juga harus tetap dijaga dan perlu
pemeriksaan rutin untuk mengetahui progresivitas penyakit dan
keberhasilan terapi.