Anda di halaman 1dari 18

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah
komunikasi ini.

Penulis sadar bahwa selesainya penyusunan makalah ini tidak terlepas dari bantuan
berbagai pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materi dalam penyususan
makalah ini, maka penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Kasmilah,S.Kp.Ns,M.Kes sebagai koordinator mata kuliah dan dosen pengampu.

Makalah yang berjudul “Komunikasi Terapeutik dengan Pasien Gangguan Jiwa
Waham Besar” ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah komunikasi.

Berbagai upaya telah dilakukan penulis untuk mendapatkan hasil terbaik dalam
menyusun makalah ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat
dibutuhkan untuk menyempurnakan makalah ini. Penulis berharap semoga makalah ini
dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan bagi pembacanya.

Pati, 13 Maret 2017

Penulis

...................................................................................................................................... Jenis-jenis Waham ........ Rencana Tindakan .......... 3 C.................. Pengkajian ...................... Tujuan ............................................15 DAFTAR PUSTAKA.......................................................... Latar Belakang ........................................................................................ Manfaat ............... 10 BAB III PENUTUP A........................................................................... Penyebab ........................... 9 H... 2 C............................................................................................................................................... 5 D........ Kesimpulan............ DAFTAR ISI KATA PENGANTAR................................................................................. 2 D........................................................................ Proses Terjadinya Waham ............................. Diagnosa Keperawatan ................................. 1 B.................................. 3 B............................. 2 BAB II PEMBA HASAN A................................................................................................................................................................................................................................................................... Saran................................................................................. Tanda dan Gejala ....... Pengertian ......i DAFTAR ISI...............................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN A. 6 E.......................................................15 B.............................................. 6 F..... 8 G.................................................................16 ....................... Rumusan masalah ................

Pasien rawat inap yang mengalami gangguan jiwa skizofrenia paranoid dan gangguan psikotik dengan gejala curiga berlebihan. berkisar antara 0. Intensitas kecemasan yang tinggi. galak dan bersikap bermusuhan. Meskipun masalah kesehatan jiwa tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabakan kematian secara langsung. ketakutan. . Waham dapat berkembang jika terjadi nafsu kemurkaan yang hebat. berdasarkan beberapa literatur. Latar Belakang Kesehatan jiwa merupakan salah satu dari empat masalah kesehatan utama di negara-negara maju. rasa tidak mampu. M. pada populasi dunia. merupakan sumber dari waham. serta dambaan-dambaan atau harapan yang tidak kunjung sampai. namun gangguan tersebut dapat menimbulkan ketidakmampuan individu dalam berkarya serta ketidak tepatan individu dalam berprilaku yang dapat mengganggu kelompok dan masyarakat serta dapat menghambat pembangunan karena mereka tidak produktif. perasaan bersalah dan berdosa. (Hawari.2%. angka kejadian ini merupakan penderita yang sudah terdiagnosa. sikap eksentrik. BAB I PENDAHULUAN A. prevalensi gangguan waham menetap pada pasien yang dirawat inap dilaporkan sebesar 0.9% dan pada pasien yang dirawat jalan.000 orang (Ariawan dkk. Sri Widyayati. hinaan dan sakit hati yang mendalam (Kartono. murung. 2010). 2001) Prevalensi gangguan waham menetap di dunia sangat bervariasi.5-0. fantasi yang tak terkendali. 1981). 2014). Sppk. Sementara.Kes mengatakan di tahun 2009 angka kejadian penderita gangguan jiwa di jawa tengah berkisar antara 3300 orang sampai 9300 orang. penghukuman diri.83- 1. Sedangkan di Jawa Tengah sendiri menurut direktur RSJD Amino Gondohutomo Semarang dr. angka prevalensi dari gangguan ini mencapai 24-30 kasus dari 100. Gejala ini merupakan tanda dari skizofrenia dengan perilaku waham sesuai dengan jenis waham yang diyakininya (medical record. bicara sendiri.

Bagaimakah rencana tindakan dari masalah waham ? C.B. D. 7. Bagimanakah penyebab munculnya waham ? 5. Bagaimana pengertian dari waham ? 2. Untuk mengetahui Proses pengkajian dari masalah waham. Untuk mengetahui Proses terjadinya waham. Tujuan Penulis Tujuan Umum Agar mahasiswa mampu memahami tentang gangguan jiwa dengan masalah waham. Untuk mengetahui Jenis-jenis dari waham. . Tujuan Khusus Supaya mahasiswa mampu menjelaskan: 1. Untuk mengetahui Tanda dan gejala dari waham. 3. 2. 4. Bagaimana proses pengkajian dari masalah waham ? 7. Untuk mengetahui Penyebab munculnya waham. Manfaat Mahasiswa mengetahui dan mampu memahami tentang gangguan jiwa dengan masalah waham. Untuk mengetahui Rencana tindakan dari masalah waham. Apa saja jenis dari waham ? 3. Rumusan Masalah 1. 5. 8. Untuk mengetahui Diagnosa keperwatan dari masalah waham. Bagaimana diagnosa keperwatan dari masalah waham ? 8. Bagaimana proses terjadinya waham ? 6. 6. Bagaimanakah tanda dan gejala dari waham ? 4. Untuk mengetahui Pengertian dari waham.

dalam bentuk tidak realistik. Jenis-jenis Waham 1. Waham adalah keyakinan yang salah yang secara kokoh dipertahankan walaupun tidak diyakini oleh orang lain dan bertentangan dengan realita normal (Stuart dan Sundeen. pertengkaran orang tua dan aniaya. 1998). (Keliat. 1999). dan perasaan tidak aman. . tidak aman dan rasa rendah diri yang secara sadar dihalangi oleh komponen ideal dan efektif dari waham itu sendiri. Pengertian Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. kekerasan. BAB II PEMBAHASAN A. 1994). tidak ada kasih sayang. Waham ini timbul akibat perasaan yang tidak wajar. keyakinan ini berasal dari pemikiran klien dimana sudah kehilangan control (Depkes RI. Waham adalah keyakinan klien yang tidak sesuai dengan keyataan tetapi dipertahankan dan tidak dapat dirubah secara logis oleh orang lain. Waham dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan. kegagalan. Isi dari waham kebesaran sering menunjukkan kekecewaan. Keyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien. baik kualitas tindakan/kejadian/orang disekelilingnya. B. Waham kebesaran Suatu kenyataan palsu dimana seorang memperluas atau memperbesar kepentingan dirinya.

waham sakit (gangguan perasaan tubuh yang berasal dari viseral yang dipengaruhi oleh keadaan emosi). Waham nihilistik Suatu kenyataan bahwa dirinya atau orang lain sudah meninggal atau dunia ini sudah hancur. menipunya. 3. Kepercayaan yang tidak berdasar. Klien yakin bahwa ada orang yang sedang mengganggunya. kehilangan harga diri). waham miskin (kehidupan perasaan nilai sosial). . Waham pengaruh. 6. 4. Waham hubungan. gerakan atau digunjingkan. Menyalahkan diri sendiri akibat perbuatan- perbuatannya yang melanggar kesusilaan atau kejahatan lain. Waham depresif sering dirasakan sebagai : waham bersalah (perasaan bersalah. Waham Kejar. 7. 5. Keyakinan bahwa ada hubungan langsung antara inteprestasi yang salah dari pembicaraan. misalnya penderita merasa tubuhnya membusuk atau mengeluarkan bau busuk. Keyakinan yang palsu bahwa dia adalah berlebihan dan diucapkan secara berulang tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Kecenderungan yang menyimpang dan bersifat dungu mengenai fungsi dan keadaan tubuhnya. Waham somatik (waham hipokondria). memata-matai atau menjelekkan dirinya. Waham Depresif (menyalahkan diri sendiri).2.

Ragu-ragu e. C. Kognitif : a. Tidak mampu membedakan nyata dengan tidak nyata b. Streotif h. Afek tumpul 3. Hipersensitif b. Prilaku dan Hubungan Sosial a. Curiga 4. BB menurun . Sulit berfikir realita d. Hubungan interpersonal dengan orang lain dangkal c. Tanda dan Gejala 1. Waham curiga Klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai dirinya yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan. Afektif a. Depresi d. Muka pucat c. Higiene kurang b. Mengancam secara verbal f. Individu sangat percaya pada keyakinannya c. Tidak mampu mengambil keputusan 2. Aktifitas tidak tepat g. Situasi tidak sesuai dengan kenyataan b. Sering menguap d.8. Impulsive i. Fisik a.

adanya gangguan pada kosteks pre frontal dan korteks limbic. . Keinginan ia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mendorongnya untuk melakukan kompensasi yang salah. Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal. Neurotransmiter : abnormalitas pada dopamine. sanak saudara lain). Penyebab Waham 1. proses terjadinya waham meliputi 6 fase. Proses pengolahan informasi yang berlebihan. Fase of human need Waham diawali dengan terbatasnya kebutuhan-kebutuhan klien baik secara fisik maupun psikis. faktor-faktor genetik yang pasti mungkin terlibat dalam perkembangan suatu kelainan ini adalah mereka yang memiliki anggota keluarga dengan kelainan yang sama (orang tua. saudara kandung. 2.D. E. c. b. dan glutamate. d. Psikologis : ibu pencemas. terlalu melindungi. yaitu : 1. e. Faktor predisposisi a. Proses terjadinya Waham Menurut Yosep (2009). serotonin. ayah tidak peduli. Genetik. Faktor presipitasi a. Biasanya klien sangat miskin dan menderita. Virus : paparan virus influenza pada trimester III. b. Neurobiologis. Ada juga klien yang secara sosial dan ekonomi terpenuhi tetapi kesenjangan antara realiti dengan self ideal sangat tinggi. Secara fisik klien dengan waham dapat terjadi pada orang-orang dengan status sosial dan ekonomi sangat terbatas.

Fase envinment support Adanya beberapa orang yang mempercayai klien dalam lingkungannya menyebabkan klien merasa didukung. . tetapi hal ini tidak dilakukan secara adekuat karena besarnya toleransi dan keinginan menjaga perasaan. 4. Dari sinilah mulai terjadinya kerusakan kontrol diri dan tidak berfungsinya norma (super ego) yang ditandai dengan tidak ada lagi perasaan dosa saat berbohong. kebutuhan untuk dianggap penting dan diterima lingkungan menjadi prioritas dalam hidupnya. tetapi menghadapi keyataan bagi klien adalah suatu yang sangat berat.2. Fase lack of self esteem Tidak adanya pengakuan dari lingkungan dan tingginya kesenjangan antara self ideal dengan self reality (keyataan dengan harapan) serta dorongn kebutuhan yang tidak terpenuhi sedangkan standar lingkungan sudah melampaui kemampuannya. lama kelamaan klien menganggap sesuatu yang dikatakan tersebut sebagai suatu kebenaran karena seringnya diulang-ulang. Lingkungan hanya menjadi pendengar pasif tetapi tidak mau konfrontatif berkepanjangan dengan alasan pengakuan klien tidak merugikan orang lain. karena kebutuhan tersebut belum terpenuhi sejak kecil secara optimal. Fase control internal external Klien mencoba berpikir rasional bahwa apa yang ia yakini atau apa-apa yang ia katakan adalah kebohongan. menutupi kekurangan dan tidak sesuai dengan keyataan. Lingkungan sekitar klien mencoba memberikan koreksi bahwa sesuatu yang dikatakan klien itu tidak benar. 3. karena kebutuhannya untuk diakui.

klien menyatakan perasaan mengenai penyakit yang ada dalam tubuhnya. rasa tidak percaya kepada orang lain. Selanjutnya klien sering menyendiri dan menghindari interaksi sosial (isolasi sosial). menarik diri dan isolasi. Fase comforting Klien merasa nyaman dengan keyakinan dan kebohongannya serta menganggap bahwa semua orang sama yaitu akan mempercayai dan mendukungnya. klien menyatakan perasaan dikejar-kejar oleh orang lain atau sekelompok orang. Pengkajian Tanda dan gejala dari perubahan proses pikir : waham. sulit tidur. Waham kebesaran Meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus. . 5. gelisah. Untuk mendapat data waham sesuai dengan jenis wahamnya. tampak apatis. pendidikan atau kekayaan luar biasa. kecemasan yang meningkat. Fase improving Apabila tidak adanya konfrontasi dan upaya-upaya koreksi. suara memelan. setiap waktu keyakinan yang salah pada klien akan meningkat. diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. kadang tertawa atau menangis sendiri. rasa curiga yang berlebihan. Isi waham dapat menimbulkan ancaman diri dan orang lain. Tema waham yang muncul sering berkaitan dengan traumatik masa lalu atau kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi (rantai yang hilang). Waham bersifat menetap dan sulit untuk dikoreksi. 6. Keyakinan sering disertai halusinasi pada saat klien menyendiri dari lingkungannya. F. ekspresi wajah datar. sulit menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain. yaitu klien mengatakan dirinya sebagai seseorang besar yang mempunyai kekuatan. harus dilakukan observasi terhadap perilaku klien sebagai berikut : 1.

Resiko mencederai diri. dikutip oleh Carpernito. 1983). Waham nihilistik Meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal. Diagnosa keperawatan adalah masalah kesehatan aktual atau potensial dan berdasarkan pendidikan dan pengalamannya perawat mampu mengatasinya (Gordon dikutip oleh Carpernito. Perubahan proses pikir : waham berhubungan dengan harga diri rendah.2. diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Waham somatik Meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu/terserang penyakit. diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. H. Diagnosa Keperawatan Diagnosa keperawatan adalah penilaian atau kesimpulan yang diambil dari pengkajian (Gabie. diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. 1983). Waham curiga. 5. diucapkan berulang kali tetapi tidak sesuai dengan keyataan. Waham Agama Memiliki keyakinan terhadap suatu agama secara berlebihan. Meyakini bahwa seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan/mencederai dirinya. 4. . orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham. 3. Masalah keperawatan yang sering muncul yang dapat disimpulkan dari hasil pengkajian adalah: 1. 2.

Sapa klien dengan nama baik verbal maupun non verbal. Rencana Tindakan : 1. g. Kriteria evaluasi : Klien menceritakan ide-ide dan perasaan yang muncul secara berulang dalam pikirannya. Jujur dan menepati janji f. Berikan perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar. ada kontak mata. d. Jelaskan tujuan pertemuan e. b. mau menjawab salam.G. c. Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien. TUK 2 Klien dapat mengidentifikasi perasaan yang muncul secara berulang dalam pikiran klien. mau mengutarakan masalah yang dihadapi. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : a. mau duduk berdampingan dengan perawat. Perkenalkan diri dengan sopan. Kriteria Evaluasi : Ekspresi wajah bersahabat. . menunjukkan rasa senang. mau menyebutkan nama. mau berjabat tangan. Rencana Keperawatan TUM : Klien dapat berpikir sesuai dengan realitas TUK 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.

seperti : harga diri. 5. rasa aman dsb.Rencana Tindakan : 1. 2. cemas maupun perasaan tidak dihargai. Diskusikan dengan klien antara kejadian traumatik dengan wahamnya. 3. Kriteria evaluasi : Klien dapat menyebutkan kejadian-kejadian sesuai dengan urutan waktu serta harapan/kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Rencana Tindakan : 1. Diskusikan kebutuhan/harapan yang belum terpenuhi. Diskusikan dengan klien cara-cara mengatasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kejadian traumatik. Diskusikan dengan klien pengalaman yang dialami selama ini. Diskusikan dengan klien tentang kejadian-kejadian traumatik yang menimbulkan rasa takut. TUK 4 Klien dapat mengidentifikasi wahamnya. 4. Bantu klien mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi serta kejadian yang menjadi faktor pencetus wahamnya. Kriteria evaluasi : Klien dapat menyebutkan perbedaan pengalaman nyata dengan pengalaman wahamnya . Dengarkan pernyataan klien dengan empati tanpa mendukung/menentang pernyataan wahamnya TUK 3 Klien dapat mengidentifikasi stressor/pencetus wahamnya. 3. Bantu klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Dapat menyebutkan hubungan antara kejadian traumatis/kebutuhan tidak terpenuhi dengan wahamnya. 2.

Bantu klien mengidentifikasi keyakinan yang salah tentang situasi yang nyata (bila klien sudah siap) : a. 2. d. . 3. b. Diskusikan dengan klien respon perasaan terhadap wahamnya. TUK 5 Klien dapat mengidentifikasi konsekuensi dari wahamnya. Diskusikan dengan klien pengalaman wahamnya tanpa beragumentasi. Kriteria evaluasi : Klien dapat melakukan melakukan aktivitas yang konstruktif sesuai dengan minatnya yang dapat mengalihkan fokus klien dari wahamnya. c. Rencana Tindakan : 1. Bantu klien membedakan situasi nyata dengan situasi yang dipersepsikan salah oleh klien. Ajak klien melihat bahwa waham tersebut adalah masalah yang membutuhkan bantuan orang lain. TUK 6 Klien dapat melakukan tehnik distraksi sebagai cara menghentikan pikiran terpusat pada wahamnya. Katakan kepada klien akan keraguan perawat terhadap pernyataan klien. Diskusikan dengan klien pengalaman-pengalaman yang tidak menguntungkan sebagai akibat dari wahamnya.Rencana Tindakan : 1. Diskusikan dengan klien orang/tempat ia meminta bantuan apabila wahamnya timbul/sulit dikendalikan. Kriteria evaluasi : Klien dapat menjelaskan gangguan fungsi hidup sehari-hari yang diakibatkan ide- ide/pikirannya yang tidak sesuai dengan kenyataan.

penyebab dan akibat waham. 5. Diskusikan hobi/ aktivitas yang disukainya. tanda dan gejala waham. Ikut sertakan klien dalam aktivitas fisik yang membutuhkan perhatian sebagai pengisi waktu. Libatkan klien dalam TAK orientasi realita. 3. Diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi waham. cara merawat klien waham dan dapat mempraktekan cara merawat klien waham. Beri reinforcement positif setiap upaya klien yang positif. cara merawat klien waham. 4. 2. penyebab dan akibat. 3.Rencana Tindakan : 1. Diskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai pendukung untuk mengatasi waham. Latih keluarga cara merawat klien waham 5. 4. Anjurkan klien memilih dan melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian dan ketrampilan fisik. Jelaskan kepada keluarga tentang : pengertian. Rencana Tindakan : 1. Kriteria evaluasi : Klien dapat menjelaskan tentang : pengertian waham. 2. TUK 8 Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik. TUK 7 Klien dapat dukungan keluarga. tanda dan gejala. Beri pujian kepada keluarga atas ketelibatannya merawat klien. .

Klien dapat menyebutkan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter. . Rencana Tindakan : 1. 3. 2. Pantau klien saat penggunaan obat. efek samping dan efek terapi. Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/perawat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Beri pujian jika klien menggunakan obat dengan benar. 4. kerugian tidak minum obat. Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter.Kriteria evaluasi : Klien dapat menyebutkan manfaat minum obat. Klien dapat mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar. 5. Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian tidak minum obat.

BAB III PENUTUP A. Gangguan jiwa adalah sindrom atau pola prilaku yang secara klinis bermakna yang berkaitan langsung distress (penderitaan) dan menimbulkan hendaya (disabilitas) pada satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. rasa curiga yang berlebihan. menarik diri dan isolasi. . 2. suara memelan. dan gelisah. tampak apatis. rasa tidak percaya kepada orang lain. kecemasan yang meningkat. 3. sulit menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.klien menyatakan perasaan mengenai penyakit yang ada dalam tubuhnya. Waham adalah keyakinan klien yang tidak sesuai dengan kenyataan tetapi dipertahankan dan tidak dapat dirubah secara logis oleh orang lain. ekspresi wajah datar. yaitu waham. Salah satu gangguan jiwa yang sering terjadi pada masyarakat. yaitu klien mengatakan dirinya sebagai seseorang besar yang mempunyai kekuatan. Tanda dan gejala dari perubahan proses pikir : waham. keyakinan ini berasal dari pemikiran klien dimana sudah kehilangan control. Kesimpulan 1. sulit tidur. Saran Diharapkan bagi pembaca setelah membaca makalah ini khususnya perawat dan memahami dan mengerti serta dapat mengaplikasikan tindakan keperawatan secara intensif serta mampu berfikir kritis dalam melaksanakan proses keperawatan apabila mendapati klien dengan penyakit gangguan kejiwaan. pendidikan atau kekayaan luar biasa. kadang tertawa atau menangis sendiri. klien menyatakan perasaan dikejar-kejar oleh orang lain atau sekelompok orang. B.

Patologi Sosial – jilid 1. Yosep. Jakarta: EGC Hawari. dkk. Stuart dan Laraia (2001).W. . Bandung: Rajagrafindo Persada. 2014Kartono. Edisi Revisi. St. Dadang. Ariawan D. Keperawatan Kesehatan Jiwa Komunitas: CMHN (Basic Care). Made. Keperawatan Jiwa. Townsend. Ratep. GANGGUAN WAHAM MENETAP PADA PASIEN DENGAN RIWAYAT PENYALAHGUNAAN GANJA: SEBUAH LAPORAN KASUS. Wayan. Akemat. Louis Mosby Year Book. Jakarta. Diagnosis Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri : pedomanan Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan EGC. Principle and Practice of Psychiatric Nursing. 2001. Refika Aditama. I. Kartini. Jakarta (terjemahan). Stuart G. Jakarta: FKUI. DAFTAR PUSTAKA Keliat. Helena. Westa. Nyoman. and Sundeen (1995). Novy. Manajemen stress. (1998). Edisi 6. 2007. St. Principles and Practice of Psykiatric Nursing (5 th ed). Louis Mosby Year Book. 1981. cemas dan depresi. (2009). Anna Budi.