Anda di halaman 1dari 15

48

Lampiran 1. Komposisi Pakan AD II

Tabel Komposisi Pakan AD II

Bahan-Bahan Campuran Jumlah (%) dalam


1000 gram
Air 13

Protein 18,5 – 20,5

Lemak 4

Serat 6

Abu 8

Kalsium 0,9

Posfor 0,7

Metabolism Energy (M.E.) 3100 – 3200 Kkal/Kg


49

Lampiran 2. Perhitungan Dosis


1. Aloksan

Dosis aloksan pada tikus: 120 mg/ kgBB


200 gr
Pada tikus 200 gr = 1000 gr x 120 mg/kgBB

1
= 5 x 120 mg/kgBB

= 25 mg/200 grBB tikus

Volume pemberian maksimal pada tikus AD II yang diinjeksikan

intraperitoneal yaitu 2-5 ml. Pada penelitian ini, konsentrasi aloksan yang

diberikan pada tikus AD II (200 gr) adalah 25 mg/2mL

2. Sari buah markisa ungu

Penelitian ini mencari pengaruh dari pemberian sari buah markisa

ungu. Penentuan dosis sari buah markisa ungu dalam penelitian ini mengacu

pada penelitian Kusumastuty (2014) yaitu sari buah markisa ungu diberikan

secara oral yaitu menggunakan sonde lambung per hari selama 28 hari. Pada

penelitian ini digunakan.

Satu kilogram markisa ungu menghasilkan sekitar 400 mL.

1. Markisa ungu yang dibutuhkan untuk perlakuan kelompok C

= dosis MU X T X S

= 1,05 mL x 21 x 6

= 132,3 mL

2. Markisa ungu yang dibutuhkan untuk perlakuan kelompok D

= dosis MU X T X S

= 2,1 mL x 21 x 6

= 264,6 mL
50

3. Markisa ungu yang dibutuhkan untuk perlakuan kelompok E

= dosis MU X T X S

= 4,2 mL x 21 x 6

= 529,2 mL

Sehingga banyaknya markisa ungu yang dibutuhkan selama penelitian

adalah hasil jumlah markisa ungu yang dibutuhkan pada masing-masing

kelompok perlakuan yaitu sebanyak 926,1 mL (930 mL) atau 2,32 kg.

Keterangan :

MU (markisa ungu)

T (waktu pemberian)

S (jumlah sampel tikus yang diberikan)


51

Lampiran 3. Bagan Alur Penelitian

Hewan coba sesuai kriteria


inklusi sebanyak 30 ekor

Aklimatisasi7 hari

Hewancobadipuasakan 12 jam
lalumengambilsampeldarahdari sinus retroorbital
lalucekguladarah
Tikusdikelompokkansecaraa
cakmenggunakan RAL

KelompokI KelompokII KelompokIII KelompokIV KelompokV

5 ekor 5 ekor 5 ekor 5 ekor 5 ekor

Kontrol normal Kontrol sakit Perlakuan I Perlakuan II Perlakuan III

KelompokI: Kelompok II, III, IV, V :


Pakan AD II +
Pakan AD II+ sondeaquadest 4,2 ml/200gBB/hari selama 7 hari dengan
sondeaquadest
4,2 induksi aloksan 120 mg/kgBB pada hari pertama
ml/200gBB/hari
Selama7 hari Hewan coba dipuasakan 12 jam kemudian dilakukan pengukuran kadar
glukosa darah pada hari ke-4

Jika glukosa darah<200 mg/dl, maka Hiperglikemia


diinduksi ulang pada hari keempat

KI: KII: KIII : KIV : KV:


Pakan AD II + Pakan AD II + Pakan AD II + Pakan AD II + Pakan AD II +
sondeaquadest sondeaquadest Sondesari Sonde sari sonde sari
4,2 4,2 buahmarkisaungu buahmarkisaung buahmarkisaung
ml/200gBB/hari ml/200gBB/hari 1,05 u 2,1 u 4,2
Selama 21 hari Selama 21 hari ml/200gBB/hari ml/200gBB/hari ml/200gBB/hari
Selama 21 hari Selama 21 hari Selama 21 hari
Hewancobadipuasakanselama 12 jam kemudiandilakukanpengambilandarahdengan pipa
hematokrit di sinus retroorbital untukpengukurankadaralbumin serum
52

Lampiran 4. Prosedur Randomisasi


Randomisasi pada penelitian ini menggunakan cara pengundian dengan prosedur
sebagai berikut:
1. Memberi nomor urut pada semua hewan coba, mulai nomor 1 sampai 25.
2. Membuat gulungan kertas yang berisi kode sesuai jumlah perlakuan dan
ulangan. Penelitian ini memiliki 5 jenis perlakuan dengan 5 pengulangan
(jumlah sampel tiap kelompok), maka akan diberikan kode:
a. Kelompok kontrol sehat (A) : A1, A2, A3, A4, dan A5.
b. Kelompok kontrol sakit (B) : B1, B2, B3, B4, dan B5.
c. Kelompok perlakuan 1 (C) : C1, C2, C3, C4, dan C5.
d. Kelompok perlakuan 2 (D) : D1, D2, D3, D4, dan D5.
e. Kelompok perlakuan 3 (E) : E1, E2, E3, E4, dan E5.
3. Menentukan pembagian kelompok kontrol dan perlakuan pada tikus putih.
4. Membuat tabel dengan jumlah sel sebanyak jumlah hewan yang digunakan
dalam penelitian. Nomor pada sel tersebut menunjukkan nomor tikus putih
yang sebelumnya telah ditentukan pada langkah 1.

1 2 3 4 5
6 7 8 9 10
11 12 13 14 15
16 17 18 19 20
21 22 23 24 25

5. Mengambil gulungan kertas perlakuan secara acak tanpa pengembalian,


kemudian masukkan kode pada gulungan kertas ke dalam sel sesuai dengan
nomor pengambilan. Misalkan, pengambilan pertama mendapatkan kode A1,
masukkan kode A1 ke dalam sel nomor 1; pengambilan kedua mendapatkan
kode D5, masukkan kode D5 ke dalam sel nomor 2; dan seterusnya, hingga
gulungan habis.
6. Menginterpretasikan isi tabel seperti contoh di bawah ini:

1 B1 2 E3 3 4 5
6 7 8 9 10
11 12 13 14 15
16 17 18 19 20
21 22 23 24 25

7. Menginterpretasikan hasil randomisasi, seperti:


1) Kode B1 pada sel nomor 1 menunjukkan bahwa, tikus putih yang bernomor
1 masuk ke dalam kelompok B (kelompok kontrol sakit) ulangan kedua.
2) Kode E3 pada sel nomor 2 menunjukkan bahwa, tikus putih yang bernomor
2 masuk ke dalam kelompok E (kelompok perlakuan 3) ulangan ketiga dan
seterusnya.
53

Lampiran 5. Ethical Approval


54

Lampiran 6. Determinasi Tumbuhan


55

Lampiran 7. Data Berat Badan Hewan Coba

Tikus Aklimatisasi Minggu I Minggu II Minggu III


A1 175 gram 200 gram 200 gram 275 gram
A2 125 gram 175 gram 150 gram 250 gram
A3 175 gram 200 gram 200 gram 300 gram
A4 150 gram 200 gram 200 gram 325 gram
A5 150 gram 250 gram 250 gram 175 gram
B1 175 gram 250 gram 175 gram 250 gram
B2 150 gram 225 gram 175 gram 275 gram
B3 150 gram 200 gram 175 gram 300 gram
B4 150 gram 175 gram 150 gram 225 gram
B5 225 gram 175 gram 150 gram 175 gram
C1 175 gram 200 gram 200 gram 200 gram
C2 175 gram 150 gram 200 gram 300 gram
C3 225 gram 150 gram 100 gram 100 gram
C4 125 gram 150 gram 150 gram 150 gram
C5 200 gram 250 gram 225 gram 225 gram
D1 225 gram 175 gram 175 gram 125 gram
D2 150 gram 200 gram 200 gram 125 gram
D3 225 gram 150 gram 175 gram 200 gram
D4 175 gram 225 gram 250 gram 275 gram
D5 150 gram 225 gram 225 gram 225 gram
E1 200 gram 175 gram 175 gram 250 gram
E2 175 gram 200 gram 200 gram 225 gram
E3 175 gram 225 gram 200 gram 250 gram
E4 200 gram 200 gram 225 gram 275 gram
E5 175 gram 175 gram 100 gram 175 gram
56

Lampiran 8. Kadar Albumin Serum Post Perlakuan

Kelompok albumin(g/dL)
A1 2,22
A2 3,46
A A3 2,33
A4 3,04
A5 2,38
B1 5,07
B2 2,49
B B3 3,51
B4 2,73
B5 3,29
C1 4,52
C2 2,23
C C3 3,12
C4 3,14
C5 2,87
D1 4,52
D2 2,68
D D3 3,28
D4 3,54
D5 2,57
E1 1,81
E2 2,46
E E3 2,26
E4 2,76
E5 2,40
57

Lampiran 9. Data Rerata dan Hasil Analisis Statistik Kadar Albumin


Case Processing Summary

Cases
Valid Missing Total
Kelompok N Percent N Percent N Percent
Albumin K1 5 100,0% 0 ,0% 5 100,0%
K2 5 100,0% 0 ,0% 5 100,0%
K3 5 100,0% 0 ,0% 5 100,0%
K4 5 100,0% 0 ,0% 5 100,0%
K5 5 100,0% 0 ,0% 5 100,0%

Descriptives

Kelompok Statistic Std. Error


Albumin K1 Mean 2,6860 ,24103
95% Confidence Lower Bound 2,0168
Interval for Mean Upper Bound
3,3552

5% Trimmed Mean 2,6689


Median 2,3800
Variance ,290
Std. Deviation ,53896
Minimum 2,22
Maximum 3,46
Range 1,24
Interquartile Range ,98
Skewness ,886 ,913
Kurtosis -1,384 2,000
K2 Mean 3,4180 ,45213
95% Confidence Lower Bound 2,1627
Interval for Mean Upper Bound
4,6733

5% Trimmed Mean 3,3778


Median 3,2900
Variance 1,022
Std. Deviation 1,01100
Minimum 2,49
Maximum 5,07
Range 2,58
Interquartile Range 1,68
Skewness 1,364 ,913
Kurtosis 2,067 2,000
K3 Mean 2,8340 ,16464
95% Confidence Lower Bound 2,3769
Interval for Mean Upper Bound
3,2911

5% Trimmed Mean 2,8506


Median 2,8700
58

Variance ,136
Std. Deviation ,36814
Minimum 2,23
Maximum 3,14
Range ,91
Interquartile Range ,61
Skewness -1,405 ,913
Kurtosis 2,109 2,000
K4 Mean 3,3180 ,35086
95% Confidence Lower Bound 2,3439
Interval for Mean Upper Bound
4,2921

5% Trimmed Mean 3,2928


Median 3,2800
Variance ,616
Std. Deviation ,78455
Minimum 2,57
Maximum 4,52
Range 1,95
Interquartile Range 1,41
Skewness ,923 ,913
Kurtosis ,475 2,000
K5 Mean 2,3380 ,15519
95% Confidence Lower Bound 1,9071
Interval for Mean Upper Bound
2,7689

5% Trimmed Mean 2,3439


Median 2,4000
Variance ,120
Std. Deviation ,34702
Minimum 1,81
Maximum 2,76
Range ,95
Interquartile Range ,58
Skewness -,703 ,913
Kurtosis 1,457 2,000

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnov(a) Shapiro-Wilk
Kelompok Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Albumin K1 ,315 5 ,118 ,853 5 ,204
K2 ,264 5 ,200(*) ,886 5 ,336
K3 ,274 5 ,200(*) ,852 5 ,201
K4 ,192 5 ,200(*) ,918 5 ,519
K5 ,211 5 ,200(*) ,959 5 ,801
* This is a lower bound of the true significance.
a Lilliefors Significance Correction
59

Test of Homogeneity of Variances

Albumin
Levene
Statistic df1 df2 Sig.
1,293 4 20 ,306

ANOVA

Albumin
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 4,036 4 1,009 2,310 ,093
Within Groups 8,736 20 ,437
Total 12,773 24
60

Lampiran 10. Dokumentasi Penelitian

Hewan Coba Sampel Darah Hewan Coba

Kandang Individu Hewan Coba Pengambilan Darah Retroorbital


pada Hewan Coba

Sentrifugasi Sampel
61

RIWAYAT HIDUP

A. Data Pribadi

1. Nama : Hukama Rosyada Uswatun Hasanah

2. Tempat, Tanggal Lahir : Bojonegoro, 15 Oktober 1996

3. Jenis Kelamin : Perempuan

4. Agama : Islam

5. Kewarganegaraan : Indonesia

6. Alamat : Dsn. Ringinanom RT 02/RW 01, Ds.

Tumbrasanom, Kec. Kedungadem,

Bojonegoro, Jawa Timur

7. No. Hp : 085730056704

8. Email : rasyadahukama@gmail.com

9. Judul Penelitia : Pengaruh Sari Markisa Ungu

(Passiflora edulis var edulis) terhadap Kadar

Albumin Serum Tikus (Rattus

norvegicus)Jantan Model Diabetes Melitus

B. Riwayat Pendidikan

2001- 2003 : TK Aisiyah Bustanul Athfal Kedungadem

2003 – 2009 : MI Muhammadiyah 1 Kedungadem


62

2009 – 2012 : SMPN 1 Kedungadem

2012 – 2015 : MBI Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto

2015 – sekarang : Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran

Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto,

Jawa Tengah

C. Riwayat Organisasi
2010-2011 : - Ketua Dewan Penggalang Pramuka SMP
Negeri 1 Kedungadem
- Ketua Senior Madya PMR SMP Negeri 1
Kedungadem
- Sekretaris OSIS SMPN 1 Kedungadem
2013-2014 : - Sekretaris Ambalan Nurul Ummah MBI
AU
- Wakil Ketua Story Telling Club
2016-2017 : - Staff Bidang AMT HMMK FK Unsoed
- Staff MERC FK Unsoed
- Staff Interna Majestic FK Unsoed
2017-2018 : - Ketua Bidang AMT HMMK FK Unsoed
- Sekretaris-Bendahara Majestic FK Unsoed
2018-2019 : - DPO HMMK FK Unsoed
- Staff Dept. Finansial DEP FULDFK
- Staff Kementerian Riset & Inovasi BEM
FK Unsoed
- Volunteer Hamada Foundation