Anda di halaman 1dari 104

Buku Putih Kajian Strategis

Buku Putih Kajian Strategis Gardapana Himasiskal 2016/2017 “Sebuah persembahan dari Himasiskal untuk Bangsa”

Gardapana Himasiskal 2016/2017

“Sebuah persembahan dari Himasiskal untuk Bangsa”

BUKU PUTIH KAJIAN STRATEGIS HIMASISKAL 2016 -2017

BUKU PUTIH KAJIAN STRATEGIS HIMASISKAL 2016 -2017 Oleh: BSO GARDAPANA HIMASISKAL FTK ITS 2016/2017 Departemen Teknik
BUKU PUTIH KAJIAN STRATEGIS HIMASISKAL 2016 -2017 Oleh: BSO GARDAPANA HIMASISKAL FTK ITS 2016/2017 Departemen Teknik

Oleh:

BSO GARDAPANA

HIMASISKAL FTK ITS 2016/2017

Departemen Teknik Sistem Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

“Dengan terbentuknya buku ini Gardapana Himasiskal 2016/2017 Pamit undur diri”

DAFTAR ISI

Grand Desain Kastrat

 

1

Kajian

13

Kajian

Galangan

13

Kajian

Kebijakan Impor Garam

47

Essay/Tulisan

64

Grand Desain Kaderisasi Sosial Politik

97

KATA SAMBUTAN KETUA HIMPUNAN MAHASISWA TEKNIK SISTEM PERKAPALAN

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

Salam ASIK! Yang saya cintai serta banggakan, Mahasiswa Departemen Teknik Sistem Perkapalan

Marilah senantiasa kita panjatkan Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas limpahan nikmat, rahmat serta karunia-Nya yang diberikan pada kita untuk selalu semangat berkontribus dalam roda kepengurusan Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan pada periode 2016-2017.

Sholawat dan salam tidak lupa kita mohonkan kehadirat Allah SWT semoga tercurah keharibaan junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya, semoga kita yang hadir di tempat ini khususnya akan mendapatkan Syafaat Baginda Rosululloh di yaumil qiyamah nanti. Amiin Ya Robbal A'lamin.

Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (HIMASISKAL FTK ITS) merupakan salah satu wadah tersebut yang didirikan sebagai sarana untuk belajar mengembangkan dan menerapkan teknologi yang dimiliki mahasiswa Departemen Teknik Sistem Perkapalan di bidang kemaritiman umumnya dan perkapalan khususnya agar berguna dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara.

HIMASISKAL FTK-ITS merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang keprofesian yang menekankan hasil pembelajaran ilmunya dapat diterapkan di masyarakat. Sebagai bentuk kesadaran akan hak dan kewajibannya memberikan dharma baktinya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. HIMASISKAL FTK-ITS bergerak atas dasar tri dharma perguruan tinggi dan berazaskan pancasila sebagai bentuk pemantapan langkah.

Perjalanan kepengurusan HIMASISKAL FTK-ITS 2016-2017 dalam satu periode kepengurusan ini telah melakukan berbagai hal dalam bidang sosial politik sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai organisasi dalam lingkup perguruan tinggi negeri. Maksud dibuatnya buku Buku Putih ini bertujuan agar seluruh elemen HIMASISKAL FTK-ITS mendapat pandangan tentang pergerakan serta pengarsipan terkait kegiatan yang telah dilakukan selama satu periode kepengurusan. Tentunya aspirasi, partisipasi dan kontribusi dari seluruh elemen HIMASISKAL FTK-ITS sangat kami nantikan demi terwujudnya kemajuan dan kejayaan HIMASISKAL FTK-ITS dan Departemen Teknik Sistem Perkapalan. Dengan semangat “VIVAT SISKAL” sebagai pelopor pergerakan maritim Indonesia menjadi cerminan semangat arek siskal dalam membangun bersama peradaban maritim Indonesia.

Demikian kata sambutan “Buku Putih Kajian Strategis HIMASISKAL FTK-ITS 2016- 2017” semoga bermanfaat bagi seluruh mahasiswa DTSP ini serta Allah SWT selalu menguatkan hati serta meluruskan niat kita bersama demi dharma bakti kepada almamater dan Bangsa.

Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sistem Perkapalan

2016-2017

Faishal Afif Herfanda

04211441000035

KATA PENGANTAR

“Kemerdekaan rakyat Indonesia baru tercapai bila kemerdekaan politik 100% berada di tangan rakyat Indonesia” – Tan Malaka

1.5 tahun kepengurusan Himasiskal membawa kenangan tersendiri. Pada akhirnya, buku ini terbentuk juga. Keraguan di awal kepengurusan karena rekam jejak kastrat yang buruk ternyata tidak terbukti. Hingga akhirnya sedikit penghargaan kecil KM ITS Award kategori terprogresif membanggakan anggota gardapana.

Kecintaanku dengan republik ini yang begitu besar mengakibatkan kegundahan yang luar biasa melihat penindasan yang terjadi. 72 tahun Indonesia merdeka, negara justru menjadi pelaku penindasan. Kemerdekaan seolah hanya menjadi sebuah cara untuk melegalkan penjajahan gaya baru.

“Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara” - pasal 34 ayat (1) UUD 1945. Negara memiliki tanggungjawab terhadap manusia yang meninggal setiap harinya karena kelaparan. Namun, fakta yang terjadi oknum-oknum yang mengatasnamakan negara tersebut malah mengeruk keuntungan demi perutnya sendiri. Rumah digusur tanpa ada solusi yang jelas, gelandangan ditangkap tanpa ada pembinaan lebih lanjut, dan rakyat kecil yang mencuri demi sesuap nasi di hajar sampai mati. Rakyat besar? dengan retorikanya yang manis menutupi kebusukan diri. Koruptor diperlakukan dengan baik. Sama-sama pencuri tapi beda perlakuan.

Penguasa pintar bermain citra. Dengan media yang dipunya, gerakan anak muda menjadi tak bermakna. Ironisnya, generasi muda semakin skeptis dengan gerakan mengkritisi pemerintah. Mereka bilang anak muda tugasnya hanya belajar, tidak berhak untuk mengkritisi. Tidak cukup ilmu. Saya merupakan salah seorang saksi hidup aksi 3 tahun Jokowi-JK. Memang aksi itu bukan aksi pertama, namun aksi itu mengajarkan banyak hal. Framing media yang mengambil sepotong-potong menjadikan aksi tersebut hanyalah demonstrasi tanpa makna. Tak ada substansi yang disorot disana. Perang komentar pun terjadi di dunia maya, antar sesama mahasiswa. Kata-kata makian dan hinaan dialamatkan kepada BEM dan mahasiswa yang beraksi. Inilah hebatnya framing media. Tentunya hasil dari framing tersebut tidak di dapatkan dengan satu-dua malam, tapi penggiringan opini terus menerus bertahun tahun.

Bangsa ini tidak sedang baik-baik saja, untuk itu perlu lah kita mempersiapkan diri. Memiliki kesadaran membawa konsekuensi tersendiri. Mengubah pola pikir egosentris, pesimistis, dan berbagai is is lainnya penting untuk generasi muda. Inilah tugas seorang yang telah sadar untuk membagi keresahan. Kampus adalah laboratorium kehidupan. Ditempat inilah setiap orang mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia yang sesungguhnya. Saya bukanlah seorang yang mudah untuk bertindak. Saya banyak berpikir dan bertanya. Termasuk kegunaan dari aksi. Saya sepakat kajian merupakan hal penting sebagai sarana berbagi intelektual terkait permasalahan bangsa. Namun untuk aksi yang kajiannya belum tentu dibaca? Cukup lama untuk saya dapat menyepakatinya. Pada akhirnya saya mendapat jawaban. Tujuan aksi bukanlah untuk mengubah kebijakan pemerintah. Namun untuk memperhalus rasa serta mempertajam pikiran. Ketika aksilah aku belajar mempertahankan idealisme. Bagaimana untuk teguh pada prinsip di saat bentakan, hinaan, serta tindakan represif aparat membubarkan

massa. Itulah romantisme gerakan mahasiswa yang sampai kini membuat sebagian aktivis mahasiswa tak bisa move on.

Bicara pergerakan mahasiswa hal terpenting yang perlu diingat untuk menjadi landasan adalah tujuan. Bagiku, tujuan utama pergerakan mahasiswa adalah mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin di masa depan. Mempersiapkan hati dan pikiran. Belajar untuk mempertahankan idealisme. Meskipun ada sebuah argumen ketika lulus nanti idealisme itu runtuh ketika dibenturkan dengan perut, namun jika dari masa menjadi mahasiswa saja sudah tidak idealis, bagaimana ketika sudah lulus nanti?

Selain mempersiapkan diri, ada beberapa tujuan lain yang perlu diresapi, yaitu membumi bersama masyarakat. Menyelesaikan masalah “bersama” masyarakat tanpa bermaksud menggurui. Menemani sampai mandiri. Bukan memanfaatkan rakyat hanya demi citra positif. Memberikan sedikit harapan kemudian ditinggal.

Dengan bertemu langsung dengan akar rumput, kita akan belajar dari mana kita berasal. Ketika sudah memegang tampuk kekuasaan, kita akan teringat apa yang kita perjuangkan. Untuk itu dalam pergerakan tidak boleh saling mengerdilkan antara sosial politik serta sosial masyarakat. Masing-masing memiliki perannya sendiri.

Himasiskal sebagai salah satu ormawa di ITS merupakan sebuah wadah yang sangat menarik untuk berperan. Tujuan adanya ormawa adalah mengembangkan mahasiswa seperti tercantum dalam keputusan menteri pendidikan dan kebudayaan tentang pedoman umum organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Untuk itu, sospol himpunan dapat berperan untuk memberikan wadah dalam penyadaran serta perluasan wawasan terkait permasalahan bangsa. Sungguh indah membayangkan di setiap malamnya plasa literasi himasiskal dipadati mahasiswa yang berdiskusi panjang terkait ide-ide kebangsaan, bukan hanya berkutat pada akademik. Melihat fenomena yang ada setelah adanya gardapana, butuh diskursus panjang mengenai hal ini. Tak banyak perubahan yang terjadi. Butuh pikiran, tenaga, serta waktu extra untuk mencari akar permasalahan sulitnya anggota himasiskal untuk duduk bersama membahas permasalahan bangsa.

Pada akhirnya, idealisme kita akan dihadapkan pada suatu kondisi riil. Tidak jarang aktivis masa lampau yang terbelit kasus korupsi. Bukan masalah perut, namun masalah hati. Seperti layaknya jasmani, hati ini perlu diasah. Tidak hanya saat muda, namun sepanjang hayat. Untuk itu, tetaplah teguh menyebarkan kebaikan. Ikhlas dan sabar. Cacian dan hinaan hanyalah pemanasan untuk berbagai ancaman yang lebih besar ketika idealisme diuji pada hari mengabdi nanti. Sosial politik himasiskal masih seumur jagung. Dibutuhkan berbagai kritik, saran, serta kepedulian untuk bersama membangun agar lebih baik.

Pada buku putih ini adalah sedikit persembahan dari kami, Gardapana Himasiskal 2016/2017 untuk Himasiskal yang kami cintai. Semoga dengan terbentuknya buku ini, terdapat pelajaran yang dapat diambil. Buku ini termuat grand desain kastrat yang masih harus disempurnakan lagi, kajian, serta tulisan dari kader sospol himasiskal. Dengan terbentuknya buku ini Gardapana Himasiskal 2016/2017, pamit undur diri.

“Selama fakir miskin dan anak terlantar masih termarginalkan di kolong langit, selama itu pula kata lawan harus dilantangkan!” –Anonim

Inilah Persembahan Terakhir Untuk Himasiskal

Panjang Umur Pembangkang!

Surabaya, 2 Pebruari 2018 (00:39)

Direktur Utama Gardapana Himasiskal 2016/2017

Christopher Jonatan Butar-Butar

04211440000121

Grand Desain Kajian Strategis HIMASISKAL FTK ITS

DAFTAR ISI

1. DAFTAR ISI

2

2. BAB I : PENDAHULUAN

3

3. BAB II

: ISI

5

II.1 : Visi Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

5

II.2 : Misi 1 Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

6

II.3 : Misi 2 Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

8

II.4 : Misi 3 Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

10

4. BAB III

: PENUTUP

11

BAB I PENDAHULUAN

Kajian strategis Himasiskal pertama kali didirikan di kepengurusan reformer (2014/2015). Ketika itu, kajian strategis Himasiskal hanya mampu melaksanakan diskusi satu kali. Kemudian di kepengurusan Mahakarya (2015/2016), kajian strategis Himasiskal mati suri disebabkan karena berbagai dinamikanya. Salah satu permasalahan eksistensi suatu lembaga dalam sejarahnya adalah transfer ilmu. Suatu lembaga yang besar tidak dapat mempertahankan kondisi eksistingnya karena transfer ilmu yang gagal. Untuk itu, grand desain ini dibuat untuk menjaga kajian strategis Himasiskal tetap berada dalam koridor untuk mencapai satu tujuan yang sama. Grand desain ini dirancang untuk 5 tahun dengan rincian misi 1 selama 2 tahun, misi 2 selama 2 tahun, dan misi 3 selama 1 tahun. Grand desain ini sifatnya rekomendasi dan tidak mengikat. Grand desain ini merupakan sebuah cita cita penulis yang dapat disempurnakan lagi. Grand desain ini dibuat berdasarkan masalah yang diambil dari pengalaman empiris penulis. Permasalahan pelik yang dihadapi bangsa adalah ketika generasi mudanya tidak lagi memiliki jiwa nasionalis untuk berkontribusi membangun peradaban negeri. Generasi muda dalam hal ini mahasiswa teknik sistem perkapalan, tidak lagi memiliki jiwa kritis terhadap negeri, dan tak ada lagi kepedulian terhadap bangsa. Untuk itu, lembaga mahasiswa berperan penting ambil bagian dalam membangun kepedulian mahasiswa. Lembaga mahasiswa tidak bisa acuh dan hanya peduli dengan regenerasi organisasinya padahal negara yang menaungi organisasi tersebut sedang mengalami krisis kader. Ini tetap tanggung jawab lembaga mahasiswa terutama HMJ yang memiliki previlege lebih dalam menjangkau grassroot. Untuk itu, grand desain ini dibuat dengan sebuah cita cita. Cita cita tersebut diimajinasikan dalam suatu kondisi dimana jurusan, menjadi sebuah wadah untuk saling bertukar pikiran mengenai permasalahan bangsa. Jurusan menjadi warkop warkop baru dengan tema permasalahan negeri ditiap “cangkrukan” nya. Jurusan menjadi “kantin” baru dimana mahasiswa memiliki gagasan gagasan yang revolusioner dalam membangun bangsa. Pergerakan pergerakan kultural yang dimulai dari kebiasaan dalam berdiskusi, hadir di setiap malamnya di plasa literasi himasiskal. Cita cita inilah yang hendak penulis realisasikan dan resahkan kepada setiap pembaca grand desain ini. Dalam mencapai tujuan besar tersebut, tujuan antara di tiap proses tidak bersifat tahapan. Contohnya ketika nilai kritis sebagai misi pertama ingin ditanamkan, tentu nilai kritis tersebut dapat juga dicapai dengan cara membagi keresahan tentang permasalahan sosial (misi ketiga). Dengan kata lain, nilai kritis dan kepekaan sosial dapat dicapai dengan satu buah metode. Proses ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Bergantung kepada minat input, dan kendala yang dihadapi dilapangan. Kajian Strategis Himasiskal tidak menutup kemungkinan dalam perkembangannya menjadi salah satu penanggung jawab dalam kaderisasi sosial politik dan sosial kebangsaan di tingkat jurusan. Untuk itu, diperlukan praksis yang lebih kreatif dan holistik dalam menanamkan nilai nilai tersebut. Permasalahan mahasiswa yang apatisselalu hadir ditiap tahunnya dengan berbagai faktor yang tak teridentifikasi. Berdialektika berdasarkan kenyataan obyektif dan apa adanya serta tidak menghadirkan asumsi asumsi pribadi sangat penting dalam menjawab permasalahan yang mengakar ini. Permasalahan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan yang dialektis. Pandangan parsial terhadap mahasiswa apatis dan aktivis hanya akan menambah kompleksivitas masalah. Selama ini, mahasiswa yang “aktif” terlalu sering menjustifikasi mahasiswa “apatis” mengenai sebab – sebab tanpa melaksanakan pencarian sumber masalah yang sesuai realitas.

Untuk itu, penulis mengucapkan selamat berjuang. Grand desain ini hanyalah babak baru dari kajian strategis Himasiskal. Kastrat Himasiskal memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Untuk itu jangan melupakan inti dari sebuah kajian. Kajian merupakan sebuah proses dalam pencarian kebenaran. Perjuangan akan selalu ada bagi mereka yang merasakan keresahan. Karena Hidup adalah tentang pencarian kebenaran bukan tentang menjadi benar. Panjang umur perjuangan!

Jakarta, 31 Desember 2016

Penulis

`

II.1

Visi Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

BAB II

ISI

Menumbuhkan Jiwa Kritis pada mahasiswa aktif DTSP (Kritis)

Menumbuhkan relasi yang baik kepada pihak terkait (Komprehensif)

Menumbuhkan

kepekaan sosial

pada mahasiswa

aktif DTSP

(tanggung jawab

sosial)

pada mahasiswa aktif DTSP (tanggung jawab sosial) Input Terwujudnya Kajian Strategis Himasiskal yang kritis,
Input
Input
mahasiswa aktif DTSP (tanggung jawab sosial) Input Terwujudnya Kajian Strategis Himasiskal yang kritis,
mahasiswa aktif DTSP (tanggung jawab sosial) Input Terwujudnya Kajian Strategis Himasiskal yang kritis,
mahasiswa aktif DTSP (tanggung jawab sosial) Input Terwujudnya Kajian Strategis Himasiskal yang kritis,
Terwujudnya Kajian Strategis Himasiskal yang kritis, komprehensif, dan memiliki tanggung jawab Sosial
Terwujudnya Kajian Strategis
Himasiskal yang kritis,
komprehensif, dan memiliki
tanggung jawab Sosial

5

`

II.2 Misi 1 Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

Kelompok Studi: 1. Diskusi Ideologi Bedah Film 2. Diskusi Politik Kelas Penyikapan Kajian Maritim 3.
Kelompok Studi:
1.
Diskusi Ideologi
Bedah Film
2. Diskusi Politik
Kelas
Penyikapan
Kajian Maritim
3. Diskusi Permasalahan dalam negeri
Berpikir Kritis
(PUKAT)
4. Diskusi Permasalahan Internasional
5. Diskusi Kemahasiswaan
6.
Diskusi Sejarah
6. Discussion by request
Menumbuhkan budaya
diskusi
Bedah Buku
Menumbuhkan Jiwa
Kritis pada
mahasiswa aktif DTSP
(Kritis)
Menumbuhkan budaya
membaca
Resensi Buku
Perpustakaan
Sayembara
berhadiah buku
Menumbuhkan budaya
menulis
Diskusi Mahasiswa (Pergerakan Mahasiswa, Kaderisasi, permasalahan jurusan dsb )
Diskusi Mahasiswa
(Pergerakan Mahasiswa,
Kaderisasi, permasalahan
jurusan dsb )
Input
Input
(Pergerakan Mahasiswa, Kaderisasi, permasalahan jurusan dsb ) Input Sayembara tulisan Rubrik Opini Himasiskal 6
Sayembara tulisan
Sayembara
tulisan
Rubrik Opini Himasiskal
Rubrik Opini
Himasiskal

6

`

Penjelasan:

Penanaman nilai kritis dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan literasi. Literasi mencakup empat bagian yaitu, membaca, mendengar, menulis, dan merasakan. Di dalam grand desain ini, membaca, menulis, dan berdiskusi merupakan tujuan antara yang dapat mewujudkan penanaman nilai kritis. Sebelum melakukan penanaman nilai kritis, kita harus mengetahui terlebih dahulu definisi kritis. Kritis adalah kemampuan seseorang untuk memandang permasalahan secara holistik (segala aspek). Untuk itu ketika seseorang sudah memiliki nilai ini, peserta tidak mudah mengambil kesimpulan ketika mendengar suatu isu. Pencarian data dari berbagai sumber dan berbagai aspek akan dilakukan sebelum melakukan justifikasi. Selain itu, kritis juga dapat diartikan sebagai pola pikir yang mendetail. Permasalahan dipandang dari berbagai segi positif dan negatif serta pencarian solusi yang terbaik. Didalam praksis nya, penulis mencantumkan berbagai pilihan metode dalam menunjang perwujudan nilai kritis. Diskusi mahasiswa, bedah film, kelas berpikir kritis, penyikapan (PUKAT), kajian maritim, dan kelompok studi merupakan sedikit metode yang ditawarkan untuk mencapai tujuan antara budaya diskusi. Yang perlu menjadi perhatian disini adalah pembatasan isu antara diskusi mahasiswa dan kelompok studi. Kelompok studi merupakan forum yang didirikan untuk menambah wawasan anggota mengenai berbagai isu yang tidak di dapatkan di lingkup keteknikan. Untuk itu, isu yang dibahas seputar ideologi, politik, isu dalam negeri dan internasional, sejarah, dan masalah kemahasiswaan. Sedangkan diskusi mahasiswa, dikhususkan kepada pergerakan, kaderisasi, serta permasalahan jurusan yang menyangkut ketidakadilan terhadap mahasiswa. Tujuan antara kedua yaitu, menumbuhkan budaya membaca dapat dicapai dengan empat metode. Metode tersebut adalah bedah buku, sayembara berhadiah buku, perpustakaan, dan resensi buku. Bedah buku memiliki 2 panah disebabkan metode ini dapat menjadi praksis untuk mewujudkan budaya membaca dan budaya diskusi. Resensi buku dapat dilakukan dengan melalui media sosial. Ini diharapkan dapat membangkitkan minat membaca dengan penulisan resensi yang menarik. Tujuan antara terakhir adalah menumbuhkan budaya menulis. Bagian terpenting dalam tujuan ini adalah membangun keberanian peserta untuk menulis dengan berbagai topik yang koheren dengan isu vital. Rubrik opini Himasiskal menjadi salah satu kunci untuk tercapainya tujuan ini. Dengan adanya rubrik opini Himasiskal, setiap mahasiswa aktif dapat beraspirasi melalui tulisan dan dimuat di media online milik Himasiskal. Namun, isu yang diangkat tetap dibatasi berdasarkan urgensitas. Bukan isu isu mengenai gosip selebritis, ataupun hal hal yang tidak esensial.

`

II.3 Misi 2 Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

Kunjungan ke lembaga Legislatif
Kunjungan ke
lembaga
Legislatif
Kunjungan ke Kunjungan ke Kunjungan ke lembaga alumni lembaga lain Eksekutif (LSM, dll)
Kunjungan ke
Kunjungan ke
Kunjungan ke
lembaga
alumni
lembaga lain
Eksekutif
(LSM, dll)
Input
Input

Meningkatkan citra kajian strategis Himasiskal FTK ITS di tingkat birokrat dan alumni

Membangun komunikasi yang baik di tingkat mahasiswa

Menumbuhkan relasi yang baik kepada pihak terkait (Komprehensif)
Menumbuhkan relasi
yang baik kepada
pihak terkait
(Komprehensif)
relasi yang baik kepada pihak terkait (Komprehensif) Kunjungan ke Himpunan, Fakultas, dan BEM ITS Kunjungan ke

Kunjungan ke Himpunan, Fakultas, dan BEM ITS

Kunjungan ke universitas / institut lain

8

`

Penjelasan :

Esensi dari tujuan kedua ini adalah pencitraan. Pencitraan dirasa penting untuk mendapatkan berbagai kebutuhan dari kajian strategis Hiamsiskal. Dengan membangun citra yang baik, kajian strategis Himasiskal berpeluang mendapatkan berbagai data yang diperlukan dalam rangka penyusunan kajian yang lebih komprehensif. Untuk itu, Misi ini merupakan misi yang vital untuk dicapai.

1. Tingkat Birokrat dan Alumni

Pengertian komprehensif adalah kajian yang dibuat oleh kastrat Himasiskal memiliki data yang kredibel dan mencakup segala aspek. Untuk itu diperlukan koneksi yang baik dengan pihak pihak terkait untuk mendapatkan data yang kredibel. Tujuan utama dari menjalin relasi ini adalah membantu proses pencarian data. Pembahasan di tingkat alumni pun tidak jauh dari tujuan ini karena untuk meningkatkan citra Himasiskal menjadi tanggung jawab hubungan luar. Sehingga fokusan utama dalam kunjungan berkutat pada permasalahan bangsa, serta proses mendapatkan data yang kredibel. Selain itu, menumbuhkan relasi juga penting untuk menyampaikan platform kajian yang telah dibuat untuk di eskalasikan dan menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan yang menjadi goal akhir dari grand desain ini.

Lembaga Legislatif : DPR, DPRD, dsb Lembaga Eksekutif : Kementrian Perhubungan, Kementrian ESDM, dsb

2. Tingkat Mahasiswa

Menumbuhkan relasi di tingkat mahasiswa dirasa penting untuk saling bertukar pengetahuan dan menjalin kerja sama dibidang pengembangan platform kajian. Dengan adanya relasi di tingkat mahasiswa, maka kajian yang dapat dicapai tidak hanya dari aspek keteknikan, namun dapat mencapai sudut pandang hukum, sosial budaya, dan segi ilmu lainnya.

`

II.3 Misi 3 Kajian Strategis Himasiskal FTK ITS

Pelatihan Kebangsaan
Pelatihan Kebangsaan
Tinggal sementara dengan warga marginal
Tinggal sementara dengan
warga marginal
Seminar Kebangsaan
Seminar Kebangsaan
Tinggal sementara dengan warga marginal Seminar Kebangsaan Input Menumbuhkan jiwa kontributif di kalangan mahasiswa
Input
Input
sementara dengan warga marginal Seminar Kebangsaan Input Menumbuhkan jiwa kontributif di kalangan mahasiswa aktif

Menumbuhkan jiwa kontributif di kalangan mahasiswa aktif DTSP

Menumbuhkan jiwa kontributif di kalangan mahasiswa aktif DTSP Menumbuhkan kepekaan sosial pada mahasiswa aktif DTSP 10
Menumbuhkan kepekaan sosial pada mahasiswa aktif DTSP
Menumbuhkan
kepekaan sosial pada
mahasiswa aktif DTSP

10

`

Penjelasan :

Misi terakhir ini merupakan misi yang transenden. Ini disebabkan karena berbagai misi sebelumnya akan percuma apabila peserta tidak memiliki kepekaan sosial untuk kemajuan bangsa. Kepekaan sosial inilah yang dapat membangkitkan kembali diskusi – diskusi “anak kantin” yang lama telah hilang. Dengan tercapainya misi ini, diharapkan jurusan tidak lagi hanya menjadi tempat kuliah dan diskusi yang hanya dihadiri oleh pengurus Himasiskal dan tahun pertama. Namun, semua mahasiswa dapat berpartisipasi aktif untuk membahas isu yang menjadi tanggung jawab generasi penerus. Tujuan utama dari grand desain ini adalah untuk membangkitkan kembali kepedulian mahasiswa aktif teknik sistem perkapalan untuk negerinya. Untuk itu, metode yang digunakan adalah seminar kebangsaan, pelatihan kebangsaan, serta live in. Live in dengan kaum marginal tidak seharusnya dilakukan dengan menjadikan mereka sebagai obyek. Tetapi berdiskusi, berdialog, serta mencari akar permasalahan dirasa penting. Poin penting dari metode ini adalah tidak memberikan harapan harapan bahwa mahasiswa adalah pahlawan yang akan membebaskan mereka dari belenggu belenggu kemiskinan. Namun, penggalian informasi mengenai masalah yang dialami oleh warga tersebut adalah kunci dari keberhasilan metode ini. Pencarian solusi terhadap permasalahan masyarakat tersebut tidak bisa dilakukan dengan gegabah. Namun, kajian yang komprehensif sangat diperlukan agar tidak menimbulkan masalah masalah baru. Esensi dari metode ini bukanlah pencarian solusi (sosial masyarakat), namun penumbuhan jiwa kepekaan.

BAB III PENUTUP

Dengan berakhirnya grand desain ini, diharapkan dalam 2022 nanti, Departemen Teknik Sistem Perkapalan menjadi tempat yang nyaman untuk mahasiswa dalam mendiskusikan permasalahan negeri. Dengan dinamika nya nanti, implementasi dari grand desain ini tidak akan mudah. Kekurangan peserta akan selalu menjadi permasalahan klasik yang harus dihadapi. Namun, penulis menyampaikan sebuah pesan kepada setiap pembaca grand desain ini. Jangan pernah menyerah untuk berharap kepada perubahan. Jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam kebenaran. Dan jangan pernah berhenti bergerak selama masih ada penindasan. Karena perubahan akan selalu terjadi kepada setiap orang yang terus bergerak dan berjuang. Kesadaran harus terus dibentuk. Masyarakat tidak dapat lagi menunggu perubahan. Perubahan harus diperjuangkan oleh orang orang yang telah sadar dan mau berjuang. Kesadaran ini juga harus ditularkan kepada masyarakat agar sadar terhadap penindasan yang dialami setiap harinya. Setelah sadar, maka semangat berjuang harus dibagikan. Agar tidak ada lagi yang rela diinjak injak dan ditindas oleh penguasa penguasa korup dan tidak berhati rakyat. Kesadaran mahasiswa akan pentingnya berjuang bersama rakyat menjadi sebuah cita cita yang dapat tercapai. Cita cita ini bukan lah sebuah idealisme yang tidak obyektif. Namun, cita cita ini merupakan sebuah revolusi yang harus dilakukan. Mahasiswa tidak lagi hanya berpikir tentang gaji yang cukup, kantor yang nyaman, dan keluarga yang bahagia. Itu tidak cukup. Jika setiap orang di negeri ini mampu mendapatkan hal yang sama, tentu tidak diperlukan lagi adanya negara. Namun, ketidakadilan akan terus terjadi. Penindasan akan terus di pertahankan. Penggusuran petani, penindasan terhadap kaum kecil, dan perut perut lapar akan tetap ada jika generasi mudanya hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Ini merupakan tanggung jawab generasi muda agar mampu berbuat lebih tidak hanya ketika menjadi mahasiswa, tetapi juga saat berada di puncak kejayaan. Birokrasi yang korup berperut besar bukan lagi sebuah pemandangan yang lazim ditemukan. Ini diperlukan kesadaran bersama dari generasi muda tentang pentingnya integritas yang berorientasi pada masyarakat. Akhir kata, penulis mengucapkan Selamat Berjuang ! Selamat Bergerak! Selamat Bersadar!

Jakarta, 10 Januari 2017

Penulis

KAJIAN

Kajian Pengelolaan Industri Galangan Kapal Indonesia

13

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis hadirkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dapat menyelesaikan draft dari kajian ini untuk itu kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatannya.

Kajian ini dibuat berlatarbelakang kurang maksimalnya produktivitas industri galangan kapal Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan pemerataan pembangunan di Indonesia. Sudah menjadi masalah klasik bahwa Indonesia mengalami permasalahan kesenjangan kesejahteraan yang memprihatinkan. Kesenjangan kesejahteraan ini menyebabkan istilah yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin.

Namun, ketimpangan kesejahteraan masyarakat ini dapat diselesaikan dengan sarana transportasi. Dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan, tentunya laut menjadi sarana konektivitas yang dapat diandalkan. Kapal merupakan salah satu moda transportasi yang semestinya berjalan efektif untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang berorientasikan kesejahteraan sosial. Oleh karena itu nantinya kajian ini akan memberikan solusi dari penulis untuk menyelesaikan permasalahan industri galangan kapal Indonesia.

Semoga dengan terselesaikan kajian berikut ini dapat memenuhi harapan guna memberikan solusi atas kekurangan-kekurangan yang terdapat digalangan Indonesia, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis

14

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

14

BAB

I

16

I.1

Latar Belakang

16

I.2

Fokus dan Rumusan Masalah Kajian (Lingkup Permasalahan)

17

I.3

Landasan Awal

17

BAB II

20

II.1 Kondisi Kekinian Industri Galangan Kapal

20

1.

Jumlah Galangan Kapal

20

2.

Raw Material

22

3.

Instrumental Material

23

4.

Environmental Material

27

II.2

Pembahasan

30

1.

Jumlah Galangan kapal

30

2.

Raw Material

31

3.

Instrumental Material

31

4.

Environmental Material

33

II.3 Rekomendasi

39

BAB III

40

REFERENSI

41

15

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Indonesia adalah negeri yang memiliki luas wilayah laut lebih besar dibandingkan daratan. Berdasarkan fakta ini, Indonesia sering disebut negara maritim. Struktur geografis dan oceanografis menunjukan lautan Indonesia mencakup 5,8 juta km 2 , yang terdiri dari perairan territorial seluas 300 ribu km 2 perairan dalam dan kepulauan seluas 2,8 juta km 2 serta Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) seluas 2,7 juta km 2 serta lebih dari 17.500 pulau. Fakta ini secara tersirat menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar atas kekayaan lautnya.

Meskipun Indonesia memiliki potensi yang besar dalam kekayaan lautnya, tetapi potensi ini belum mampu termanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan rakyatnya. Persoalan pemerataan pembangunan selalu menjadi permasalahan fundamental yang hadir di setiap tahunnya. Moda transportasi laut yang seharusnya menjadi sarana konektivitas antar pulau, belum mampu diimplementasikan dengan optimal. Masalah ini terpapar jelas dalam kenyataan obyektif di bidang maritim khususnya jumlah galangan kapal Indonesia. 1 Saat ini, galangan kapal di Indonesia berjumlah 250 galangan dengan rincian 65 galangan di Pulau Sumatera, 62 galangan di Kalimantan, 92 di Jawa, dan 30 galangan tersebar di Indonesia bagian timur. Sementara itu, kemampuan galangan dalam memproduksi kapal baru berjumlah 200 300 unit dengan jumlah docking 250 unit kapal berkonsentrasi di wilayah barat Indonesia. Permasalahan tidak proporsionalnya jumlah galangan yang ada dibandingkan dengan kondisi geografis, mengakibatkan sulitnya akses untuk daerah tertentu yang berdampak besar pada kurangnya pemerataan pembangunan di daerah tertinggal. Dalam hal ini, disparitas pemerataan pembangunan akan menjadi sebuah keniscayaan apabila tidak ada pemecahan masalah yang komprehensif dan holistik.

Perbaikan pola pembangunan infrastruktur transportasi laut salah satu langkahnya bisa dilaksankan dengan mewujudkan model ideal pembangunan industri galangan kapal yang akan dibahas lebih lanjut dalam kajian ini. Sehingga masalah pemerataan membangunan dapat terselesaikan secara bertahap kedepannya.

1 “Laporan Implementasi Konsep Tol Laut 2015,diakses 25 Januari 2017, http://nusantarainitiative.com/wp-

16

I.2 Fokus dan Rumusan Masalah Kajian (Lingkup Permasalahan) Permasalahan kesejahteraan merupakan permasalahan puncak yang berakar pada kurangnya pemerataan pembangunan di daerah daerah tertinggal. Pada tahap ini, proses pemerataan pembangunan dapat terwujud apabila sarana konektivitas antar pulau dapat dimaksimalkan dengan baik. Permasalahan dari hulu seperti kurangnya jumlah kapal serta galangan yang belum memadai berdampak besar pada akses terhadap daerah tertentu yang mengakibatkan disparitas dalam pembangunan. Dengan berbagai permasalahan tersebut, kajian ini dibuat untuk memfokuskan diri pada pengelolaan galangan kapal yang ideal untuk mendukung visi maritim yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

I.3 Landasan Awal

Kesejahteraan merupakan tujuan akhir yang hendak di capai negara negara di dunia. Indonesia sebagai negara, juga memiliki peran yang sama pentingnya dalam mewujudkan kesejahteraan. Namun, perwujudan kesejahteraan dirasa belum optimal mengingat masih besarnya kesenjangan yang terjadi di beberapa pulau Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, kondisi kesejahteraan Indonesia masih tertinggal dari Malaysia dan Thailand. 2 Berdasarkan Index Pembangunan Manusia Indonesia berada pada posisi 110 dengan nilai IPM 0,684 tertinggal dari Malaysia yang berada pada posisi 62 dan Thailand di posisi 93 dengan nilai IPM 0,799 1 . Bertolak ke dalam negeri. 3 Papua yang terkenal dengan keindahan dan kekayaan alamnya, memiliki nilai IPM terendah dengan nilai 0,57 berada dibawah rata rata IPM Indonesia dan Jakarta dengan nilai 0,788. Kenyataan ini, menggambarkan ketimpangan yang terjadi di Indonesia secara eksplisit dari segi pendidikan, kesehatan, dan standar hidup yang layak. 4 Dari segi kemiskinan, Kalimantan Utara dan Bangka Belitung menjadi provinsi yang memiliki penduduk dibawah garis kemiskinan terbanyak dengan 523,914 orang serta 273,224 orang. Data data ini menunjukan, permasalahan mengenai kesejahteraan tidak hanya terjadi di kota kota besar di Pulau Jawa. Justru penduduk yang termarginalkan berada di luar Pulau Jawa juga.

2 Table 1: Human Development Index and its components” diakses 3 Pebruari 2017, http://hdr.undp.org/en/composite/HDI

3 Indeks Pembangunan Manusia menurut Provinsi, 2010-2015 (Metode Baru)” diakses 3 Pebruari 2017,

4 “Garis Kemiskinan Menurut Provinis, 2013 – 2016” diakses 3 Pebruari 2017,

17

Terdapat 3 indikator yang digunakan untuk mengukur IPM, yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Ketika disparitas harga meninggi, maka masyarakat di daerah tertinggal tidak dapat membeli makanan yang bergizi. Inilah yang menyebabkan kualitas kesehatan rendah. Ketika kesehatan rendah, maka masyarakat tidak perduli dengan pendidikan. Ini dijelaskan di diagram maslow. Pada diagram maslow dijelaskan bahwa ketika seseorang tidak terpenuhi kebutuhan fisiologisnya, maka orang tersebut tidak perduli dengan pendidikan yang dalam diagram maslow disebut self - actualization. Standar hidup layak diukur dengan pengeluaran per kapita suatu daerah. Jika kita mengambil contoh Provinsi Papua Barat, Provinsi tersebut memiliki UMP sebesar Rp 2.015.000. Ini dibawah kebutuhan hidup layak yaitu sebesar Rp 2.255.113. Untuk itu apabila disparitas harga berhasil ditekan, maka masyarakat dapat membeli makanan bergizi sehingga meningkatkan kualitas kesehatan. Ketika kualitas kesehatan meningkat, maka pendidikan mulai di pikirkan terkait aktualisasi diri. Untuk standar hidup layak, menurunnya disparitas harga akan menyebabkan pengeluaran per kapita menjadi lebih rendah dan meningkatkan standar hidup layak. Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan ini, Indonesia memiliki 5 Rancangan Program Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005 2025 dengan sasaran ”Terwujudnya Indonesia sebagai negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional”. Berdasarkan RPJPN tersebut, Pemerintahan Presiden Joko Widodo memiliki visi maritim yang tercermin dalam 6 nawacita pada nomor 1, yaitu “Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.” Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga memiliki sebuah program unggulan dalam rangka mendukung visi maritim, yakni Tol Laut. 7 Tol Laut merupakan sebuah konektivitas laut yang efektif berupa adanya kapal yang melayari secara rutin dan terjadwal dari barat sampai ke timur Indonesia. Konsep Tol Laut yang dicanangkan meliputi berbagai aspek seperti

5 Pembangunan Kelautan Dalam RPJMN 2015-2019” diakses 5 Pebruari 2017

6 Visi Dan Misi Presiden Republik Indonesia” diakses 5 Pebruari 2017, http://www.kemendagri.go.id/profil/visi-dan-misi

7 Konsep Tol Laut untuk Efisiensi Logistik Nasional” diakses 5 Pebruari 2017

18

shipping industri, pelabuhan yang handal, pelayaran yang rutin dan terjadwal, serta konektivitas. Harapan yang ingin dicapai dengan adanya tol laut salah satunya adalah disparitas harga antar pulau yang semakin berkurang. Tol laut memiliki konsep dengan adanya pelabuhan pelabuhan utama dan pelabuhan pengumpan (feeder). Pelabuhan utama akan menjadi tempat bersandarnya kapal kapal besar dan mendistribusikan logistik ke kapal kapal yang lebih kecil. Kapal ini selanjutnya akan menuju pelabuhan pengumpan (feeder) untuk mendistribusikan logistik menuju daerah daerah tertentu. Pelabuhan yang menjadi pelabuhan utama antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Batam, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Bitung, dan Pelabuhan Sorong. Dengan adanya kapal yang berlayar pada jadwal yang tetap dan rutin, maka biaya yang dikeluarkan oleh pelaku logistik dapat ditekan. Disparitas harga yang berhasil ditekan akan meningkatkan IPM berdasarkan kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Dalam proses mencapai keberhasilan program ini, tol laut dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah shipping industri. 8 Tol laut membutuhkan setidaknya 42 unit kapal berukuran 300 teus dan 15 unit kapal berukuran 1000 teus untuk memenuhi kebutuhan pelayaran. Inipun hanya memenuhi kebutuhan 1 rute dari Belawan Tanjung Priok Tanjung Perak Makassar Sorong Makassar Tanjung Perak Tanjung Priok Belawan dan belum termasuk kapal kapal kecil yang akan membawa logistik ke pelabuhan pengumpan. 9 Dengan kebutuhan kapal sebanyak ini, Indonesia baru memiliki 250 galangan yang 220 galangannya terletak di Indonesia bagian Barat. Pulau Jawa masih memuncaki jumlah galangan terbanyak dengan 92 galangan. Dengan tidak meratanya jumlah galangan, kapal kapal yang hendak melakukan docking akan kesulitan karena kurangnya fasilitas yang tersedia terutama di Indonesia Timur. Ini akan berimbas pada terhambatnya alur pelayaran yang berdampak besar pada lonjakan harga komoditi. Untuk itu, galangan di Indonesia memerlukan cukup banyak pembenahan dalam rangka menunjang tol laut. Berbagai faktor yang menghambat kinerja galangan dalam berkembang perlu mendapatkan sorotan. Mulai dari pemerintah, manajemen, sistem kerja, teknologi, dsb. Dengan berbenahnya galangan, kebutuhan kapal akan terpenuhi dan satu persoalan dari tol laut telah teratasi.

8 “Laporan Implementasi Konsep Tol Laut 2015” diakses 5 Pebruari 2017

9 “Laporan Implementasi Konsep Tol Laut 2015”diakses 5 Pebruari 2017

19

BAB II

ISI

II.1 Kondisi Kekinian Industri Galangan Kapal

Untuk mewujudkan tol laut, tentunya permasalahan galangan kapal dipandang dari 2 bagian, yaitu jumlah galangan dan berbagai permasalahan yang menghambat kemajuan galangan. Untuk jumlah galangan, Indonesia masih mengalami permasalahan dari segi penyebaran dan kuantitas yang akan di jelaskan lebih lanjut. Saat ini, dari 15.300 kapal yang beroperasi di Indonesia kapasitas galangan hanya 900 kapal, ini menyebabkan permasalahan bagi kebutuhan reparasi kapal. Untuk itu perlu diketahui kondisi infrastruktur galangan kapal Indonesia. Infrastruktur galangan kapal Indonesia dapat dijustifikasi dengan beberapa indikator. Namun, justifikasi ini diukur berdasarkan fungsi galangan kapal, yaitu kapasitas produksi dan reparasi kapal. Indonesia memiliki roadmap untuk mencapai jumlah kapal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tol laut. 10 Berdasarkan roadmap galangan kapal Indonesia, pemerintah menargetkan pada tahun 2020 galangan dapat memproduksi kapal berkapasitas 200,000 dwt dan pada tahun 2025, galangan kapal Indonesia diharapkan dapat memproduksi kapal berukuran 300,000 dwt. Namun, kinerja dari galangan kapal Indonesia belum memuaskan. Untuk itu, pengklasifikasian perspektif mengenai kondisi obyektif galangan kapal diperlukan agar dapat menilai permasalahan secara komprehensif. Dalam kajian ini, perspektif akan dibagi menjadi 4 entitas, yaitu jumlah galangan kapal, raw material (jumlah permintaan pembangunan kapal), instrumental material (kemampuan teknis galangan), dan environmental material (politik, ekonomi, sosial).

1. Jumlah Galangan Kapal

Jumlah galangan kapal Indonesia saat ini berkisar + 250 galangan denga 60% diantaranya berada di Pulau Batam. Ini diperparah dengan hanya 6 galangan yang berada di timur Indonesia. Berikut ini merupakan rincian galangan kapal Indonesia:

10 Pemerintah Susun Roadmap Industri Kapaldiakses 5 Pebruari 2017,

20

21
21

Saat ini, kapal yang berlayar di Indonesia berjumlah 16.142 unit kapal. Dengan jumlah kapal sebanyak itu, hanya 81 dari 250 galangan yang aktif untuk melakukan reparasi kapal. Seharusnya dengan jumlah 16.142 unit kapal, minimal memerlukan 300 galangan kapal aktif (http://www.emaritim.com/2016/03/indonesia-krisis-galangan-kapal.html). Kurangnya jumlah galangan kapal, menyebabkan kapal yang beroperasi di Maluku dan Papua harus dibawa ke Surabaya jika membutuhkan perawatan. Hal tersebut membutuhkan ongkos besar yang besar (http://www.kemenperin.go.id/artikel/5714/Indonesia-Timur-Butuh-Galangan-Kapal). Selain itu, kapal yang dibawah ke Surabaya harus antri selama 3 bulan untuk docking karena

keterbatasan kapasitas

Sehingga total waktu yang dibutuhkan ada 4 bulan dengan rincian 3 bulan antri dan 1 bulan reparasi. Permasalahan ini tentunya akan menghambat pemerataan pembangunan akibat hilangnya waktu produktif karena proses reparasi kapal tersebut.

Dengan tidak meratanya galangan kapal di Indonesia, akan berakibat pada biaya dan waktu ketika kapal melakukan reparasi. Kapal yang berlayar di timur Indonesia harus menuju wilayah barat Indonesia untuk melakukan reparasi. Biaya yang dikeluarkan serta waktu yang ditempuh untuk perjalanan ini menyebabkan rendahnya minat investasi dan pelayaran untuk wilayah timur Indonesia.

galangan

dalam

melakukan reparasi

2. Raw Material

Jumlah pemesanan kapal merupakan faktor penting dalam kemajuan industri galangan kapal. Galangan yang memiliki kemampuan memadai bahkan mampu membangun kapal dengan jumlah yang cukup besar. Penurunan harga minyak dunia yang terjadi beberapa tahun belakangan ini, sangat berpengaruh besar pada industri perkapalan dunia khususnya Indonesia. 11 Batam yang terkenal dengan kemajuan industri galangan kapalnya, mengalami mati suri. Hanya beberapa galangan yang mampu bertahan karena lelang proyek dari pemerintah. Begitu pula berbagai galangan lain di Indonesia. 12 Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Korea. 3 raksasa industri perkapalan Korea yaitu, Hyundai Heavy Industry, DSME (Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering), dan Samsung Heavy Industry, bahkan memiliki beban hutang mencapai 42.1

11 Apa Kabar Industri Galangan Kapal di Batam? Begini Kondisinya Sekarang” diakses 13 Maret 2017,

12 ”Nasib Industri Galangan Kapal Korsel” diakses 13 Maret 2017,

22

milliar dollar AS. Pada tahun 2016 tercatat The Korean’s Big Three ini sudah merumahkan hingga 5000 orang karyawannya. Hal yang sama juga menimpa galangan kapal lain di Korea yaitu STX Offshore & Shipbuilding (STX O&S). Galangan kapal yang sudah berekspansi sampai ke Eropa ini dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Seoul. Kondisi ini tentunya cukup berbahaya bagi galangan kapal di Indonesia. Namun, pemerintah sebenarnya telah melakukan upaya untuk memperbaikin kondisi galangan Indonesia yang kian kritis. Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo menginstruksikan setiap kementerian yang membutuhkan kapal agar membangun kapal di galangan Indonesia. 13 Tender pengadaan 170 kapal dengan nilai proyek hampir Rp 10 triliun memberikan angin segar untuk galangan kapal di Indonesia. Namun, proyek ini belum cukup mengingat masih banyaknya galangan kapal yang masih sekarat.

3. Instrumental Material

A. Infrastruktur Galangan Kapal Indonesia

14 Bersumber dari roadmap yang telah disebutkan tersebut pemerintah menargetkan kembali galangan kapal di Indonesia pada tahun 2015 mampu membangun kapal berbagai tipe seperti kapal barang, kapal penumpang atau kapal tanker sampai dengan ukuran 85.000 dwt dan kemampuan reparasi kapal sampai 150.000 dwt. Namun, kondisi galangan kapal di Indonesia masih jauh dari target tersebut. 15 Dari 250 dari total galangan kapal yang ada di Indonesia, hanya 6 galangan yang mampu membangun kapal berkapasitas diatas 10000 dwt. Selain itu, kapasitas produksi industri galangan kapal Indonesia sangat rendah. Dari data Kementerian Perindustrian, galangan kapal di Indonesia secara umum hanya mampu membangun 126 bangunan kapal baru dan 166 reparasi berkapasitas di bawah 1000 dwt, 31 bangunan kapal baru dan 17 reparasi berkapasitas 1.000 sampai 5.000 dwt, tujuh bangunan kapal baru dan 11 reparasi berkapasitas 5.000 sampai dengan 10.000 dwt, 6 bangunan kapal baru dan 10 reparasi di atas 10.000 DWT. Berikut ini merupakan fasilitas galangan kapal di Indonesia. 16 Fasilitas yang dimiliki antara lain (2016) ; 1. Building berth ukuran sampai 50,000 DWT

13 ”Industri Galangan Kapal Bersiap Garap 170 Kapal Pemerintah” diakses 13 Maret 2017

14 “Industri Dorong Bangun Kapal 85.000 DWT” diakses 7 Pebruari 2017

15 “Realisasi Pembangunan Galangan Kapal Masih Minim” diakses 7 Pebruari 2017

16 Hasbullah, Mansyur. 2016. Strategi Penguatan Galangan Kapal Nasional Dalam Rangka Memperkuat Efektifitas dan Efisiensi Armada Pelayaran Domestik Nasional 2030. Makassar.

23

2. Graving Dock kapasitas 150,000 DWT

3. Floating Dock ukuran sampai 6,500 DWT

4. Slipway ukuran sampai 6,000 DWT

5. Shiplift ukuran sampai 300 TLC.

Kemampuan Produksi Galangan Kapal adalah ;

1. Untuk kapal bangunan baru, kapasitas terpasang adalah, 400,000 DWT/tahun dari

jumlah bangunan baru

2. Kapal Penumpang dengan kapasitas, lebih 500 penumpang

3. Kapal Curah (Bulk Carrier) sampai ukuran 42,000 DWT

4. Tanker dengan ukuran 1.500 DWT, 3.500 DWT, 6.500 DWT dan 17.000 DWT

5. Kapal LPG kapasitas 5.600 Cbm (Cubic meter)

6. Kapal patrol boat 57 meter (fast patrol boat 57)

7. Pusher tug/fire fighting boat ukuran 4.200 HP

8. Kapal ikan ukuran 300 GT

9. Kapal keruk ukuran 12.000 Ton

10. Reparasi floating storage ukuran 150.000 DWT

11. Kapal container (container carrier) 600 TEU & 1.600 TEU

12. Floating repair 150.000 DWT (Cinta Natomas).

Berdasarkan data tersebut, galangan kapal di Indonesia belum memenuhi target yang dicanangkan oleh pemerintah. Terhambatnya salah satu bagian primer dari suksesnya program

tol laut dapat menghambat terwujudnya pemerataan pembangunan.

B. Sumber Daya Manusia

Galangan kapal di Indonesia memiliki permasalahan yang tak kunjung usai pada sisi SDM. Manusia yang merupakan subyek dalam pembangunan sebuah kapal, tentunya menjadi salah satu faktor penentu terhambat atau tidaknya pengerjaan suatu kapal. Salah satu permasalahan tersebut adalah SDM pengelasan kapal. Permasalahan ini merupakan permasalahan klasik yang terjadi di hampir seluruh galangan kapal Indonesia. 17 Idealnya, setiap galangan memiliki 100 tenaga kerja pengelasan. Kondisi ideal ini sangat jauh dari realitas. Kondisi obyektif galangan kapal saat ini hanya memiliki sekitar 50 orang per galangan sebagai tenaga kerja pengelasan. Kurangnya tenaga pengelasan sangat berdampak dari kondisi eksisting pembangunan kapal dari segi waktu.

17 IPERINDO: Indonesia Kekurangan SDM Pengelasan Kapal” diakses 7 Pebruari 2017

24

18 Permasalahan SDM yang merupakan titik vital adalah mengenai kualitas SDM dalam bidang keteknikan. 19 Galangan kapal di Indonesia mengalami kekurangan SDM yang handal dan profesional dari segi keteknikan. Permasalahan ini merupakan permasalahan jangka pendek yang dialami oleh galangan kapal di Indonesia. SDM yang handal merupakan kunci utama industri galangan kapal. 20 Selain itu, galangan di Indonesia masih kekurangan jumlah SDM. Lulusan SMK / STM saat ini lebih banyak dibandingkan lulusan perguruan tinggi. Ini berdampak pada kualitas SDMnya. Lulusan SMK / STM ini di didik kembali secara otodidak sehingga kualitas dari SDM tersebut tidak setara. 21 Permasalahan mendasar SDM di Indonesia adalah kurangnya etos kerja yang baik. Jika dibandingkan dengan negara Jepang, etos kerja SDM di negara tersebut sangat memengaruhi kemajuan industri galangan kapal.

C.

Teknologi

22 Teknologi galangan kapal Indonesia belum dapat dikatakan maju. Satu satunya galangan Indonesia yang menerapkan teknologi Full Block hanyalah PT. PAL yang notabene merupakan BUMN. Namun, teknologi ini tidak didukung dengan SDM yang memadai sehingga menyebabkan terjadinya kesalahan produksi dan menghambat produktivitas pembangunan. Mayoritas galangan kapal di Indonesia masih menerapkan sistem semi blok. Sistem blok adalah pembagian sebuah kapal menjadi blok blok yang akan di satukan (joint

erection). Pembuatan blok, dimulai dari middle body kapal sebagai acuan untuk bagian depan dan belakang kapal nantinya.

.

18 Industri Maritim Butuh Kebijakan Kuat” diakses 7 Pebruari 2017

19 Industri Perkapalan Butuh SDM yang Berkualitas”diakses 7 Pebruari 2017

http://m.inilah.com/news/detail/2227251/industri-perkapalan-butuh-sdm-yang-berkualitas

20 Penjelasan dari Ibu Anita (Direktur Utama Adiluhung)

21 Penjelasan dari Ibu Anita (Direktur Utama Adiluhung)

22 Penjelasan dari Ibu Anita (Direktur Utama Adiluhung)

25

Gambar 1: Desain Semi Block Perbedaan antara full block dan sistem semi blok adalah sistem

Gambar 1: Desain Semi Block

Perbedaan antara full block dan sistem semi blok adalah sistem full block mengintegrasikan sistem ke dalam blok blok tersebut. Sehingga pada saat join erection, body beserta sistem dikapal tersebut menjadi satu kapal. 23 Permasalahan ini disebabkan karena infrastruktur pendukung untuk lifting blok blok tersebut belum memadai. Selain itu dalam menyusun blok blok tersebut, diperlukan software yang memadai. Mahalnya harga software membuat galangan di Indonesia kekurangan daya dukung untuk pengaplikasian sistem ini.

23 Penjelasan dari Ibu Anita (Direktur Utama Adiluhung)

26

4. Environmental Material

A. Pajak Impor

Pajak impor merupaka pajak yang wajib untuk dibayarkan ketika membeli barang dari luar negeri. Pajak ini berlaku pula untuk industri maritim Indonesia khususnya industri galangan kapal.

24 Setiap galangan di Indonesia diwajibkan untuk membayar pajak impor ketika membeli komponen dari luar negeri. Pajak impor terdiri dari pajak pertambahan nilai impor (PPN) dan bea masuk. 25 Pajak pertambahan nilai impor dikenakan biaya sebesar 10% dari harga komponen. 26 Sedangkan bea masuk berdasarkan UU no 17 tahun 2006 adalah pungutan negara berdasarkan Undang-Undang ini yang dikenakan terhadap barang yang diimpor. Secara umum, bea masuk berfungsi untuk:

1. Mencegah kerugian industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dengan barang impor tersebut.

2. Melindungi pengembangan industri barang sejenis dengan barang impor tersebut di dalam negeri

3. Mencegah terjadinya kerugian serius terhadap industri dalam negeri yang memproduksi barang sejenis dan/atau barang yang secara langsung bersaing.

Untuk bea masuk, terdapat perhitungan dalam penentuan pajaknya dengan rumus:

Bea masuk = (CIF-50) x tarif bea masuknya

C = Cost (harga komponen)

I = Insurance (Asuransi)

F = Freight (Biaya kirim

Bea masuk dikenakan untuk barang yang berharga diatas 50 USD. Ini disebabkan barang yang berharga di bawah 50 USD dianggap hadiah sehingga tidak dikenakan bea masuk. Tarif bea masuk untuk komponen kapal sekitar 5 12%. Ambil contoh sebuah galangan mengimpor engine kapal berdaya 600 HP dengan harga 15000 USD dengan asuransi 1500 USD dan biaya kirim 3000 USD serta tarif bea masuk 5%. Sehingga tarif bea masuk:

24 Bea Masuk dan Pajak Impor atas Barang Kiriman Dari Luar Negeri” diakses 11 Pebruari 2017

25 Industri Galangan Kapal Tergantung Komponen Impor diakses 11 Pebruari 2017

26 ”Sumber APBN Pendapatan Negara” diakses 14 Maret 2017,

http://www.academia.edu/17985537/SUMBER_APBN_PENDAPATAN_NEGARA_DAN_APBN

27

Bea masuk

= (15000 + 1500 + 3000 50) x 5% USD

= 19450 USD x 5% USD

= 972.5 USD

Berdasarkan perhitungan ini sebuah galangan harus membayar 972.5 USD (Rp 12,642,500) untuk bea masuk. Sedangkan untuk PPN menggunakan rumus :

PPN

Sehingga PPN impor menjadi =

PPN

= ((CIF-50) + bea masuk) x 10%

= (19450 USD +972.5 USD x 10%)

= 2042.25 USD

Sehingga pajak impor yang harus dibayarkan senilai 3014.75 USD atau Rp 39,191750.

Dengan biaya sebesar itu, tentunya sangat memberatkan galangan kapal yang masih merangkak untuk berkembang. Dampak dari tinggi nya pajak impor ini adalah kurangnya modal dari galangan yang berdampak langsung pada lambatnya pembangunan kapal di Indonesia.

B. Suku Bunga Pinjam

Setiap galangan membutuhkan modal dalam pembangunan sebuah kapal. Modal ini di peroleh dari peminjaman kepada bank. Di setiap peminjamannya, bank menerapkan suku bunga. Suku bunga adalah harga dari penggunaan uang atau bisa juga dipandang sebagai sewa atas penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu atau harga dari meminjam uang untuk menggunakan daya belinya dan biasanya dinyatakan dalam persen (%).

Suku bunga yang diterapkan oleh bank di Indonesia belum berpihak kepada industri maritim. Suku bunga untuk industri maritim masih disamakan dengan industri lainnya yang notabene cukup tinggi. Berbeda kondisinya di Jepang, untuk industri maritim diberikan suku bunga yang relatif kecil.

27 Suku bunga bank di Indonesia mencapai 15% berbanding terbalik dengan Jepang yang hanya 2%. Berikut ini beberapa suku bunga negara di dunia:

27 Bank tak berpihak, industri perkapalan semakin suram” diakses 11 Pebruari 2017,

28

Gambar 2 : Suku Bunga Beberapa Negara di Dunia Dengan tingginya suku bunga tersebut, pemilik

Gambar 2 : Suku Bunga Beberapa Negara di Dunia

Dengan tingginya suku bunga tersebut, pemilik galangan Indonesia berkeberatan dalam mengembalikan modal yang dipinjam untuk mengembangkan infrastruktur. Ini akan berdampak besar pada carut marutnya pembangunan kapal yang selalu tertinggal dari segi waktu dengan negara negara lain.

C. Industri Komponen

Komponen merupakan unsur penting dalam pembangunan kapal. Komponen yang memiliki kualitas baik, mudah di dapat, dan harga yang terjangkau, tentunya mempercepat pembangunan kapal. 28 Berdasarkan data dari Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (Pikki), Indonesia baru mampu memproduksi komponen kecil seperti rubber and plastic product, capstand and windlass, casting product, crane, fire extinguisher, IMO fluorescent signs, marine and protective coating, anchor and chain, steering gear, propheller, interior, hingga pintu, jendela, dan tangga. Namun untuk industri komponen seperti main engine, Indonesia belum memiliki perusahaan yang mampu memproduksi. Berikut ini merupakan kondisi industri komponen yang mendukung pembangunan kapal:

28 ”Industri Komponen Kapal Siap Pasok kebutuhan dalam Negeri” 14 Maret 2017,

negeri-1487244974 serta Presentasi Bapak Jimmy, Manajer Bangunan Baru PT Adiluhung Saranasegara pada diskusi terbuka Himasiskal

29

Design

(100% Lokal)

(65% Impor) Material (35% Lokal)
(65% Impor)
Material
(35% Lokal)

SDM

(100% Lokal)

Material Impor :

- Main Engine

- Auxiliary Engine

- Pompa

- OWS

- Sea Water Treatment

- Air Contioning

- Fresh Water generator

- Alat Navigasi dan Komunikasi

- Kabel Marine

Material Lokal :

- Plat Baja Marine

- Pipa

-

Elektrode

- Gas

- Panel Listrik (MSB, ESB, JL, JP)

- Outfitting

Hal ini menjadi problematika sendiri. Galangan kapal Indonesia terpaksa membeli komponen dari luar negeri karena tidak adanya produsen komponen dari dalam negeri. Selain harga yang menjadi lebih mahal karena penambahan biaya impor, waktu pembangunan kapal pun terlambat. Ini disebabkan pengiriman sebuah komponen membutuhkan waktu berbulan bulan. Untuk pengadaan mesin saja membutuhkan waktu delapan sampai satu tahun. Inilah faktor vital penghambat percepatan pembangunan kapal Indonesia.

29 Jika dibandingkan dengan Korea, Indonesia membutuhkan waktu 18 bulan untuk membangun kapal tanker 10.000 DWT. Padahal, Korea Selatan mampu membangun kapal tanker 260.000 DWT dengan waktu 9 bulan.

II.2 Pembahasan

1. Jumlah Galangan kapal Sedikitnya galangan kapal Indonesia menjadi permasalahan yang harus dipecahkan. Dalam hal ini pemerintah dapat berperan serta untuk membuat galangan kapal dalam bentuk BUMN. Ini dilakukan karena kurangnya minat investasi di sektor maritim. Namun, dengan

29 ”Bincang Maritim: Industri Komponen Kapal Perlu Dikembangkan” diakses 15 Maret 2017

30

cukup banyaknya galangan yang harus dibangun akan memberikan beban tersendiri untuk pemerintah. Maka dari itu perlibatan swasta sangat diperlukan.

Selama ini minat swasta dalam berinvestasi di bidang industri maritim sangat kecil. Ini disebabkan karena panjangnya jangka investasi, regulasi yang berbelit belit, serta suku bunga yang tinggi. Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah memangkas berbagai regulasi untuk merangsang investasi. Ini memacu investasi di berbagai industri lain terkecuali maritim. Perkembangan industri maritim serta galangan kapal belum terasa signifikan.

Untuk itu, pemerintah dapat turun tangan dalam menghimpun pengusaha pengusaha daerah dan memberikan stimulus untuk berinvestasi di industri galangan kapal. Ini dirasa penting mengingat pengusaha daerah tidak berani berinvestasi karena kurangnya pemahaman mengenai industri galangan kapal.

*Penjelasan Bapak Jimmy, Manajer Bangunan Baru PT Adiluhung Sarasegara

2. Raw Material Solusi jangka pendek mengenai kurangnya proyek pembangunan kapal di galangan Indonesia dapat dilakukan dengan menambah instruksi untuk setiap BUMN atau kementerian kembali membangun kapal di Indonesia. Namun, solusi ini bukanlah solusi terbaik. Harga minyak dunia yang semakin stabil dan meninggi menjadi sebuah momentum kebangkitan industri perkapalan. Dapat diprediksi beberapa tahun lagi kebutuhan akan kapal laut akan meningkat kembali seiring dengan stabilnya harga minyak dunia. Untuk itu, industri galangan Indonesia harus berani untuk membangun kapal terlebih dahulu. 30 Cara ini memang cukup beresiko, namun cara ini pernah dilakukan oleh Korea Selatan ketika menghadapi krisis berkepanjangan tahun 1970 1990. Korsel berani mengambil langkah jitu, yaitu menggenjot kapasitas produksinya saat dunia sedang dilanda kelangkaan order kapal. Pada masa krisis berakhir di tahun 1990, Korsel sudah berada pada posisi paling siap. Untuk itu, cara ini dapat diadaptasi oleh industri galangan kapal Indonesia dengan dukungan dari pemerintah.

3. Instrumental Material

Permasalahan infrastruktur dapat terjawab jika pemerintah ikut bersinergi dalam menyelesaika permasalahan ini. Galangan tidak dapat berkembang dengan baik karena kurangnya investasi untuk mengembangkan infrastruktur. Fasilitas docking yang sekurang kurangnya mampu untuk berkapasitas 300,000 DWT sesuai dengan target yang disusun oleh

30 ”Nasib Industri Galangan Kapal Korsel” diakses 13 Maret 2017,

31

pemerintah. Salah satu infrastruktur lainnya yang cukup vital dalam mendukung pembangunan kapal yang efisien adalah fasilitas lifting. Setiap pembangunan bagian bagian kapal membutuhkan fasilitas lifting untuk memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Namun, fasilitas lifting ini tidaklah murah. Cukup banyak galangan di Indonesia yang menyewa fasilitas lifting ini untuk menutupi kekurangan alat lifting yang dibutuhkan. Namun, semua infrastruktur tersebut membutuhkan modal. Modal didapatkan melalui investasi ataupun pinjaman. Sejatinya, Indonesia menempati 31 peringkat 4 sebagai negara idaman investor. Namun, implementasi dari regulasi yang diterapkan pemerintah pusat, sering kali membuat iklim investasi di Indonesia lesu. Regulasi rumit, pph yang tinggi, perizinan berbelit belit, serta kondisi politik yang tidak stabil menambah panjang daftar masalah yang menyebabkan iklim investasi di Indonesia lesu. Solusi lebih lengkap mengenai masalah ini akan dibahas pada second sector. Permasalahan SDM merupakan permasalahan yang cukup menahun. Kurangnya kuantitas SDM di Indonesia disebabkan pula karena sedikitnya minat lulusan teknik yang ingin bekerja di galangan. Ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah permasalahan gaji.

Gaji rata rata engineer di galangan dikategorikan kecil dibandingkan dengan di industri lainnya. 32 Gaji seorang engineer di galangan berkisar antara 3 juta 8 juta. Sedangkan gaji seorang engineer di industri lain masih dikuasai oleh perusahaan oil and gas dan IT. Permasalahan gaji tentu saja berpengaruh besar terhadap minat seseorang bekerja. Untuk itu, perlu adanya peningkatan gaji agar minat untuk bekerja di galangan meningkat. Selain kuantitas, tentunya kualitas SDM merupakan faktor penting dalam percepatan kemajuan industri galangan kapal. 33 Seorang fresh graduate perguruan tinggi belum memiliki kapasitas yang cukup untuk dunia kerja. Seringkali ilmu yang didapatkan di perguruan tinggi tidak sesuai dengan realita pekerjaan. Untuk itu perlu adanya pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Disamping itu, berbagai pelatihan bersertifikat yang menunjang dunia kerja nanti dirasa perlu agar fresh graduate tidak ”kaget” dengan dunia kerja nantinya. Peran pemerintah diperlukan untuk memberikan insentif dana kepada perguruan tinggi dalam melaksanakan pelatihan besertifikat ini.

31 Tingkatkan Daya Saing, Indonesia Longgarkan Aturan Investasi Asing” diakses 8 Pebruari 2017

32 “Informasi gaji dengan kata kunci shipyard dan posisi engineer di semua industri” diakses 8 Pebruari 2017

33 Penjelasan dari Ibu Anita (Direktur Utama PT Adiluhung Saranagesara)

32

Untuk engineer, sertifikasi dengan biaya yang terjangkau sangat diperlukan. Hal ini disebabkan karena biaya untuk mengambil sertifikasi sangat besar. Biaya untuk tes sertifikasi internasional dapat mencapai ratusan juta dan belum dapat dipastikan lulus. Walaupun saat ini telah banyak pelatihan, namun dengan biaya yang mencapai 10 juta sangat memberatkan. 34 Pemerintah dapat melaksanakan standardisasi nasional tentang berbagai keahlian yang dibutuhkan (welding inspector, dsb). Sertifikasi nasional ini diakui, dijamin kualitasnya, serta dengan biaya terjangkau. Solusi ini dapat menyelesaikan ketergantungan terhadap sertifikasi internasional yang mahal dan tidak memiliki kepastian lulusnya. 35 Dari sisi teknologi, galangan di Indonesia tidak tertinggal. Namun, karena

keterbatasan pengadaan software, Indonesia tertinggal dalam segi waktu

sistem full block yang mempercepat proses pembangunan kapal membutuhkan software orisinil

Pengimplementasian

yang tidak cukup hanya satu. Dengan harga yang relatif mahal, banyak galangan yang tidak sanggup untuk mendapatkan software tersebut. Sehingga diperlukan adanya subsidi dari pemerintah untuk penyediaan software yang orisinil. Pemerintah dapat membuat perjanjian kerjasama dengan perusahaan software terkait untuk mensubsidi berbagai galangan di Indonesia.Environmental Material

A. Pajak Impor

Pajak impor merupakan faktor penting dalam rangka perwujudan percepatan pembangunan kapal Indonesia. Tingginya pajak impor menjadi beban tersendiri bagi galangan Indonesia. Pembayaran bea masuk impor sebesar 5% sampai 12,5% dan PPN impor sebesar 10% menambah besar biaya pembangunan kapal hingga 17%. 36 Pemerintah telah membebaskan PPN impor berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 2015 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu dan Penyerahan Jasa Kena Pajak Terkait Alat Angkutan Tertentu Yang Tidak Dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

34 Penjelasan dari Bapak Indrajaya Gerianto (Dosen Teknik Sistem Perkapalan)

35 Penjelasan dari Ibu Anita (Direktur Utama PT Adiluhung Saranagesara)

36 ”Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2015”

33

Namun, PP ini kembali menimbulkan kontroversi. Berikut ini merupakan isi dari pasal

terkait:

kontroversi. Berikut ini merupakan isi dari pasal terkait: Gambar 3: Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2015
kontroversi. Berikut ini merupakan isi dari pasal terkait: Gambar 3: Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2015

Gambar 3: Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2015

Berdasarkan PP tersebut, PPN yang dibebaskan :

1. Impor kapal / komponen yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan oleh pihak lain yang ditunjuk oleh

34

Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. 2. Impor kapal / komponen yang dilakukan oleh Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional, Perusahaan Penangkapan Ikan Nasional, Perusahaan Penyelenggara Jasa Kepelabuhanan Nasional, dan Perusahaan Penyelenggara Jasa Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Nasional, sesuai dengan kegiatan usahanya 3. Pembebasan PPN ketika penyerahan kapal yang dilakukan oleh galangan ke pemilik kapal. 37 PP ini tidak menjadi solusi dari permasalahan yang dialami galangan kapal Indonesia sebab galangan kapal Indonesia tetap diwajibkan untuk membayar PPN impor sebesar 10% ketika melakukan impor komponen dari luar negeri. Fakta di lapangan saat ini, banyak galangan kapal di Indonesia mendapatkan pesanan tidak hanya berasal dari instansi kepolisian ataupun militer. Pembebasan PPN seharusnya dilakukan untuk seluruh galangan tanpa adanya “embel – embel“ instansi. Namun pajak impor bukan hanya PPN, tetapi juga bea masuk. Pengenaan bea masuk 5 12% ini memberatkan galangan. Sebenarnya pemerintah sudah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan skema Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP). Adapun objek dari BMDTP adalah

Barang dan bahan belum diproduksi di dalam negeri.

Barang dan bahan sudah diproduksi di dalam negeri, namun belum memenuhi spesifikasi.

Barang dan bahan sudah diproduksi didalam negeri, namun belum mencukupi kebutuhan. 38 Prosedur pengajuan BMDTP sebagai berikut:

37 ”Impor Tinggi, Pengusaha Galangan Kapal Butuh Fasilitas Fiskal yang Tepat” diakses 15 Maret 2017,

38 Menilik Pelaksanaan Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Sebagai Salah Satu Kebijakan Fiskal Di Bidang Kepabeanan” diakses 16 Maret 2017, http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/148-artikel-

35

Gambar 4: Prosedur Permohonan Fasilitas BMDTP 3 9 Berikut ini merupakan sektor yang menjadi cakupan

Gambar 4: Prosedur Permohonan Fasilitas BMDTP

39 Berikut ini merupakan sektor yang menjadi cakupan BMDTP:

Berikut ini merupakan sektor yang menjadi cakupan BMDTP: Gambar 5: Sektor Industri yang Diberikan BMDTP 3

Gambar 5: Sektor Industri yang Diberikan BMDTP

39 “Menilik Pelaksanaan Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Sebagai Salah Satu Kebijakan Fiskal Di Bidang Kepabeanan” diakses 16 Maret 2017, http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/148-artikel-

36

Namun, prosedur yang rumit dan berbelit belit menambah permasalahan baru galangan Indonesia 40 . Dari skema yang ada, BMDTP mewajibkan galangan untuk membuat list yang akan di impor di awal tahun. Ini menjadi permasalahan karena proses produksi yang berada di awal tahun dan nature business dari industri galangan kapal adalah job order, menyebabkan pihak galangan tidak dapat membuat planning yang jelas. Setelah itu, klaim tersebut akan disahkan untuk bisa dicairkan. Akibatnya industri malas menggunakan fasilitas ini. Berikut ini merupakan penyerapan BMDTP beberapa tahun terakhir:

ini merupakan penyerapan BMDTP beberapa tahun terakhir: Gambar 6: Penyerapan BMDTP Data di atas menunjukkan sebaran

Gambar 6: Penyerapan BMDTP

Data di atas menunjukkan sebaran penyerapan Pagu anggaran, jika dianalisa terlihat bahwa serapan baru berkisar antara 30 % sampai dengan 45,76 % di semua industri. Jadi pemanfaatan fasilitas BMDTP ternyata belum optimal. 41 Solusi yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan memberikan skema pembebasan PPN. Skema ini dapat dilakukan dengan ditanggung pemerintah, namun dengan prosedur yang sesuai dengan industri galangan kapal. Sehingga dengan skema ditanggung pemerintah, galangan kapal dapat mengimpor komponen dengan lebih ringan. 42

40 Pengusaha Enggan Gunakan Fasilitas BMDTP, Ini Alasannya” diakses 15 Maret 2017,

41 Menilik Pelaksanaan Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Sebagai Salah Satu Kebijakan Fiskal Di

Bidang Kepabeanan” diakses 16 Maret 2017, http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/148-artikel-

42 Presentasi Bapak Jimmy, manajer bangunan baru PT Adiluhung Sarasegara pada diskus terbuka Himasiskal.

37

B. Suku Bunga

Suku bunga yang tinggi sangat memberatkan pengusaha galangan di Indonesia. Dengan tingginya suku bunga ini, menyulitkan pengusaha yang membutuhkan modal dalam rangka pengembangan galangan kapal. Rasanya sangat sulit untuk mampu bersaing dengan negara lain serta mewujudkan target yang dicanangkan pemerintah apabila suku bunga masih tinggi karena modal merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan industri galangan kapal. Untuk itu, pengurangan suku bunga hingga 1 digit dirasa sangat penting. Suku bunga yang mencapai 15% dapat diturunkan hingga mencapai 3%. Solusi dari permasalahan ini adalah dengan membentuk bank maritim yang memiliki suku bunga pinjam yang kecil. Dengan adanya pembentukan bank maritim, akan merangsang investor untuk berinvestasi di Indonesia. Ini akan merangsang perkembangan galangan kapal yang selama ini terhambat karena kurangnya modal. Di beberapa negara lain bahkan sudah memiliki bank maritim untuk mendukung kemajuan industri galangan kapal. Contoh negara yang telah membentuk bank maritim adalah Vietnam. Bank maritim pada tahun 2012 menetapkan suku bunga pinjam sebesar 6% untuk pinjaman mata uang dong dan 4.5 % untuk pinjaman mata uang dollar. 43

C. Industri Komponen

Industri komponen adalah industri yang sangat mendukung proses pembangunan kapal. Untuk itu, keberadaan industri komponen sangat vital. Ketiadaan industri komponen mengakibat harga produksi yang lebih mahal serta waktu pembangunan yang lebih lama. Untuk itu, disini perlunya dilibatkan peran pengusaha untuk mengembangkan industri komponen di Indonesia. Peran pemerintah dalam mengembangkan industri komponen dengan melibatkan swasta serta membentuk Badan Usaha Milik Negara di bidang industri komponen kapal. Dengan adanya industri komponen dalam negeri, biaya produksi kapal dapat ditekan karena ketiadaan pajak impor serta bea masuk. Selain itu, waktu pembangunan kapal lebih cepat. Ini terjadi karena tidak membutuhkan waktu berbulan bulan untuk pengiriman komponen. Selain itu, perlu adanya pengembangan penelitian yang di dukung dengan dana yang memadai agar Indonesia mampu memiliki industri komponen sendiri. Dengan berdirinya industri komponen, permasalahan waktu dan biaya yang lebih mahal dapat teratasi. Selain itu, pengembangan industri komponen dapat menjadi solusi jangka panjang terbaik.

43 Maritime Bank Cuts Lending Rates from April 16” diakses 4 Mei 2017, http://vics.vn/vics-news/economic-

investment/75534/maritime-bank-cuts-lending-rates-from-april-16.aspx

38

II.3 Rekomendasi Untuk kejayaan maritim Indonesia, peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dan perwujudan cita cita bangsa maka rekomendasi berdasarkan permasalahan galangan kapal:

1. Membentuk BUMN galangan kapal di wilayah Timur Indonesia untuk mendukung reparasi kapal.

2. Merangsang pengusaha daerah untuk membangun galangan kapal.

3. Melibatkan pengusaha daerah dalam rangka pembangunan galangan kapal.

4. Melaksanakan pelatihan besertifikasi di perguruan tinggi untuk mempersiapkan engineer berkualitas.

5. Melaksanakan pelatihan besertifikasi yang berkualitas dengan biaya terjangkau.

6. Memberikan insentif berupa software kepada galangan untuk mendukung penerapan teknologi full block.

7. Menerapkan skema pembebasan PPN yang sesuai dengan industri galangan kapal.

8. Membentuk bank maritim yang bersuku bunga pinjam rendah.

9. Pembentukan BUMN industri komponen.

39

BAB III

PENUTUP

Permasalahan industri galangan kapal merupakan permasalahan yang hendaknya diselesaikan oleh berbagai pihak. Permasalahan galangan kapal yang di bagi menjadi empat entitas yaitu jumlah galangan kapal, raw material, instrumental material, dan environmental material berguna untuk mempermudah pencarian solusi. Jumlah galangan kapal Indonesia masih terlalu sedikit dan belum merata. 60% dari total galangan kapal berkonsentrasi di Pulau Batam. Tentunya ini memberikan permasalahan ketika kapal ingin melakukan reparasi. Untuk itu solusi, dari permasalahan ini dengan pembentukan BUMN galangan kapal. Selain itu perlibatan swasta dalam membangun galangan kapal sangat diperlukan mengingat banyaknya galangan kapal yang harus dibangun. Permasalahan dari raw material yaitu jumlah pesanan kapal salah satunya dipengaruhi oleh turunnya harga minyak dunia. Namun, masalah ini untuk jangka pendek dapat terselesaikan dengan bantuan proyek pembangunan kapal dari pemerintah. Tentunya untuk jangka panjang masih diperlukan berbagai solusi lain agar galangan kapal Indonesia dapat bangkit kembali. Dari aspek instrumental material, masalah tersebut dapat terselesaikan dengan tiga pihak terkait, yaitu pelaku industri galangan kapal, perguruan tinggi, dan pemerintah. Tentunya ketiga pihak tersebut memiliki perannya masing masing dalam rangka penyelesaian masalah terkait.

Aspek environmental material memberikan peran yang sangat besar kepada pemerintah. Kebijakan ekonomi dan insentif sangat penting disini. Pembentukan bank maritim bersuku bunga pinjam rendah, penurunan pajak impor, serta pembangunan industri komponen merupakan berbagai solusi yang dapat dilakukan pemerintah untuk kemajuan industri galangan nasional. Ketika berbagai pihak telah terlibat, tentunya kemajuan industri galangan kapal dapat mewujudkan pemerataan pembangunan untuk daerah daerah tertinggal. Untuk itu, kiranya setiap entitas dapat bersinergi dan memiliki fokus yang sama dalam memajukan galangan kapal Indonesia.

40

REFERENSI

1. Penjelasan Ibu Anita, Direktur Utama PT Adiluhung Sarasegara

2. Penjelasan Bapak Indrajaya Gerianto, Dosen FTK

3. Penjelasan Bapak Jimmy, Manajer Bangunan Baru PT Adiluhung Sarasegara

4. “Laporan Implementasi Konsep Tol Laut 2015,” diakses 25 Januari 2017,

5. “Table 1: Human Development Index and its components” diakses 3 Pebruari 2017, http://hdr.undp.org/en/composite/HDI

6. “Indeks Pembangunan Manusia menurut Provinsi, 2010-2015 (Metode Baru)” diakses 3 Pebruari 2017, https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1211

7. “Garis Kemiskinan Menurut Provinis, 2013 – 2016” diakses 3 Pebruari 2017,

https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1120

8. “Pembangunan Kelautan Dalam RPJMN 2015-2019” diakses 5 Pebruari 2017,

9. “Visi Dan Misi Presiden Republik Indonesia” diakses 5 Pebruari 2017, http://www.kemendagri.go.id/profil/visi-dan-misi

10. ”Konsep Tol Laut untuk Efisiensi Logistik Nasional” diakses 5 Pebruari 2017

http://www.kompasiana.com/setijadi/konsep-tol-laut-untuk-efisiensi-logistik-

nasional_55963058d57e61da06bb4f2d

11. “Laporan Implementasi Konsep Tol Laut 2015” diakses 5 Pebruari 2017

http://nusantarainitiative.com/wp-content/uploads/2016/02/150915-Buku-Tol-Laut-

bappenas.pdf

12.

“Laporan Implementasi Konsep Tol Laut 2015”diakses 5 Pebruari 2017

12.

“Pemerintah Susun Roadmap Industri Kapal” diakses 5 Pebruari 2017,

http://www.kemenperin.go.id/artikel/5332/Pemerintah-Susun-Roadmap-Industri-

Kapal.html

13.

“Apa Kabar Industri Galangan Kapal di Batam? Begini Kondisinya Sekarang” diakses 13 Maret 2017,

http://m.batamtoday.com/berita71528-Apa-Kabar-Industri-Galangan-Kapal-di-Batam?-

Begini-Kondisinya-Sekarang.html

41

14. ”Nasib Industri Galangan Kapal Korsel” diakses 13 Maret 2017,

15. ”Industri Galangan Kapal Bersiap Garap 170 Kapal Pemerintah” diakses 13 Maret 2017

https://maritimenews.id/industri-galangan-kapal-bersiap-garap-170-kapal-pemerintah/

16. “Industri Dorong Bangun Kapal 85.000 DWT” diakses 7 Pebruari 2017

http://www.kemenperin.go.id/artikel/7015/Industri-Dorong-Bangun-Kapal-85.000-

DWT

17. “Realisasi Pembangunan Galangan Kapal Masih Minim” diakses 7 Pebruari 2017

http://industri.bisnis.com/read/20150407/257/419886/realisasi-pembangunan-galangan-

kapal-masih-minim

18. Hasbullah, Mansyur. 2016. “Strategi Penguatan Galangan Kapal Nasional Dalam Rangka Memperkuat Efektifitas dan Efisiensi Armada Pelayaran Domestik Nasional 2030. Makassar.”

19. “IPERINDO: Indonesia Kekurangan SDM Pengelasan Kapal” diakses 7 Pebruari 2017

http://www.antarajatim.com/lihat/berita/106362/iperindo-indonesia-kekurangan-sdm-

pengelasan-kapal

20. ”Industri Maritim Butuh Kebijakan Kuat” diakses 7 Pebruari 2017

http://www.kemenperin.go.id/artikel/10025/Industri-Maritim-Butuh-Kebijakan-Kuat

21. “Industri Perkapalan Butuh SDM yang Berkualitas”diakses 7 Pebruari 2017

22. “Bea Masuk dan Pajak Impor atas Barang Kiriman Dari Luar Negeri” diakses 11 Pebruari 2017, http://www.kanal.web.id/2015/11/bea-masuk-dan-pajak-impor-atas- barang.html

23. “Industri Galangan Kapal Tergantung Komponen Impor “ diakses 11 Pebruari 2017

https://m.tempo.co/read/news/2014/10/17/090614907/industri-galangan-kapal-

tergantung-komponen-impor

24. ”Sumber APBN Pendapatan Negara” diakses 14 Maret 2017,

http://www.academia.edu/17985537/SUMBER_APBN_PENDAPATAN_NEGARA_D

AN_APBN

25. “Bank tak berpihak, industri perkapalan semakin suram” diakses 11 Pebruari 2017,

http://www.kabarbisnis.com/read/284317/bank-tak-berpihak--industri-perkapalan-

semakin-suram

26. ”Industri Komponen Kapal Siap Pasok kebutuhan dalam Negeri” 14 Mare 2017,

https://ekbis.sindonews.com/read/1180602/34/industri-komponen-kapal-siap-pasok-

kebutuhan-dalam-negeri-1487244974

42

27. ”Bincang Maritim: Industri Komponen Kapal Perlu Dikembangkan” diakses 15 Maret 2017, http://www.kemenperin.go.id/artikel/8918/Bincang-Maritim:-Industri- Komponen-Kapal-Perlu-Dikembangkan

28. ”Nasib Industri Galangan Kapal Korsel” diakses 13 Maret 2017,

http://jurnalmaritim.com/2016/10/%E2%80%8Bnasib-industri-galangan-kapal-korsel/

29. ”Tingkatkan Daya Saing, Indonesia Longgarkan Aturan Investasi Asing” diakses 8 Pebruari 2017, http://www.dw.com/id/tingkatkan-daya-saing-indonesia-longgarkan-

aturan-investasi-asing/a-19038204

30. “Informasi gaji dengan kata kunci shipyard dan posisi engineer di semua industri” diakses 8 Pebruari 2017, http://en- id.qerja.com/salary/?keyword=shipyard&position=engineer&company_name=&industr y_id=&city_name=&salary_min=&order_by=highest-salary&page=2 serta wawancara

dengan mahasiswa mengenai kondisi di tempat kerja praktik

31. ”Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 2015”

32. ”Impor Tinggi, Pengusaha Galangan Kapal Butuh Fasilitas Fiskal yang Tepat” diakses 15 Maret 2017, http://kalimantan.bisnis.com/read/20161105/257/599291/impor-tinggi- pengusaha-galangan-kapal-butuh-fasilitas-fiskal-yang-tepat

33. “Menilik Pelaksanaan Fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah Sebagai Salah Satu Kebijakan Fiskal Di Bidang Kepabeanan” diakses 16 Maret 2017,

43

BAB III PENUTUP

Dengan berakhirnya grand desain ini, diharapkan dalam 2022 nanti, Departemen Teknik Sistem Perkapalan menjadi tempat yang nyaman untuk mahasiswa dalam mendiskusikan permasalahan negeri. Dengan dinamika nya nanti, implementasi dari grand desain ini tidak akan mudah. Kekurangan peserta akan selalu menjadi permasalahan klasik yang harus dihadapi. Namun, penulis menyampaikan sebuah pesan kepada setiap pembaca grand desain ini. Jangan pernah menyerah untuk berharap kepada perubahan. Jangan pernah berhenti untuk berjuang dalam kebenaran. Dan jangan pernah berhenti bergerak selama masih ada penindasan. Karena perubahan akan selalu terjadi kepada setiap orang yang terus bergerak dan berjuang. Kesadaran harus terus dibentuk. Masyarakat tidak dapat lagi menunggu perubahan. Perubahan harus diperjuangkan oleh orang orang yang telah sadar dan mau berjuang. Kesadaran ini juga harus ditularkan kepada masyarakat agar sadar terhadap penindasan yang dialami setiap harinya. Setelah sadar, maka semangat berjuang harus dibagikan. Agar tidak ada lagi yang rela diinjak injak dan ditindas oleh penguasa penguasa korup dan tidak berhati rakyat. Kesadaran mahasiswa akan pentingnya berjuang bersama rakyat menjadi sebuah cita cita yang dapat tercapai. Cita cita ini bukan lah sebuah idealisme yang tidak obyektif. Namun, cita cita ini merupakan sebuah revolusi yang harus dilakukan. Mahasiswa tidak lagi hanya berpikir tentang gaji yang cukup, kantor yang nyaman, dan keluarga yang bahagia. Itu tidak cukup. Jika setiap orang di negeri ini mampu mendapatkan hal yang sama, tentu tidak diperlukan lagi adanya negara. Namun, ketidakadilan akan terus terjadi. Penindasan akan terus di pertahankan. Penggusuran petani, penindasan terhadap kaum kecil, dan perut perut lapar akan tetap ada jika generasi mudanya hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Ini merupakan tanggung jawab generasi muda agar mampu berbuat lebih tidak hanya ketika menjadi mahasiswa, tetapi juga saat berada di puncak kejayaan. Birokrasi yang korup berperut besar bukan lagi sebuah pemandangan yang lazim ditemukan. Ini diperlukan kesadaran bersama dari generasi muda tentang pentingnya integritas yang berorientasi pada masyarakat. Akhir kata, penulis mengucapkan Selamat Berjuang ! Selamat Bergerak! Selamat Bersadar!

Jakarta, 10 Januari 2017

Penulis

Draft Kajian Impor Garam Indonesia

Oleh : BSO GARDAPANA 2016-2017

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas wilayah laut lebih besar dari wilayah daratnya. Struktur geografis dan oceanografis menunjukan lautan Indonesia mencakup 5,8 juta km 2 , yang terdiri dari perairan territorial seluas 300 ribu km 2 perairan dalam dan kepulauan seluas 2,8 juta km 2 serta Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) seluas 2,7 juta km 2 serta lebih dari 17.500 pulau. Data terbaru menunjukkan indonesia juga memiliki panjang total garis pantai sebesar 99.093 km 1 . Dengan kepemilikan tersebut sudah pasti Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah. Dengan berlimpahnya sumber daya alam tersebut tak lantas membuat indonesia mampu mencukupi kebutuhan bahan pangannya sendiri, salah satunya adalah garam. Luas lahan yang dijadikan tambak garam hanya sekitar 26.024 hektar. Garis pantai yang membentang sepanjang 99 ribu kilometer ini sebagian besar tidak dimanfaatkan untuk ladang garam. Jika melihat kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3 yang berbunyi

“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

Indonesia sendiri belum mampu menggunakan sepenuhnya kekayaan bumi yang dikandungnya untuk memakmurkan rakyat sebesar-besarnya. Dengan segala permasalahan yang terjadi, Indonesia selalu membuka keran impor garam tiap tahunnya meskipun produksi garam konsumsi di tahun tersebut sudah memenuhi kebutuhan (terlepas dari garam industri yang belum bisa diproduksi dalam negeri sehingga selalu impor).

Garam sendiri merupakan komoditas dagang internasional sejak dahulu. Hingga kini pun, masyarakat Indonesia maupun mancanegara tidak bisa lepas dari garam dalam kehidupan sehari- harinya. Garam digunakan untuk bumbu masakan, pengasinan ikan, ataupun keperluan industri seperti produksi barang dan obat-obatan. Karena itulah masyarakat Indonesia maupun mancanegara tidak bisa lepas dari garam dalam kehidupan sehari-harinya.

Tidak hanya untuk keperluan itu, garam juga diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Kekurangan garam dapat menyebabkan gangguan kelenjar tiroid, seperti penyakit gondok (pembengkakan kelenjar tiroid), hipotiroidisme (kelenjar tiroid tidak dapat menghasilkan enzin dalam jumlah yang cukup), dan kretinisme (kekurangan iodium pada janin yang menyebabkan anak memiliki keterbelakangan mental saat dewasa) 2 . Untuk penderitanya, sampai saat ini Indonesia belum memiliki data secara nasional. Data penderita hipotiroidsme di Indonesia baru dapat diperoleh dari RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, dan RS Hasan Sadikin Bandung. Dari tahun 2000 hingga 2014 didapatkan rasio penderita hipotiroidisme pada bayi sebanyak 1 : 2513 tiap tahunnya 3 .

1“Panjang Garis Pantai Indonesia Capai 99.000 kilometer” diakses 20 September 2017,

2 “Kekurangan Iodium”, diakses 3 Oktober 2017, http://www.alodokter.com/kekurangan-yodium

3“Situasi dan Analisis Penyakit Tiroid”, diakses 3 Oktober 2017, http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infodatin-tiroid.pdf

Kebutuhan garam nasional yang kian meningkat tiap tahunnya tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan petani tambak garam yang jumlahnya cenderung menurun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Kondisi ini ditumpuk lagi dengan kenyataan bahwa hasil panen garam rakyat pada tahun 2016 hanya tercapai 3,9% dari targetnya yaitu 3 juta ton. Walaupun masih terdapat surplus garam pada tahun 2014 dan 2015, lantas tak membuat Indonesia terhindar dari kelangkaan stok garam tahun ini. Dengan terjadinya kelangkaan garam pada tahun ini harga jual garam di tingkat petambak melonjak drastis, yang berimbas pada kenaikan harga di pasar. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah membuka keran impor hingga akhir Agustus.

Dengan segala permasalahan yang terjadi, Indonesia selalu membuka keran impor garam tiap tahunnya meskipun produksi garam di tahun tersebut sudah memenuhi kebutuhan. Maka dari itu, kebijakan pemerintah untuk membuka keran impor memang selalu dipertanyakan, apakah memang benar menyelesaikan masalah seluruh pihak atau hanya pihak tertentu yang diuntungkan. Selebihnya akan dibahas lebih lanjut pada kajian ini.

Fokus dan Rumusan Masalah

Masalah swasembada garam dan kesejahteraan petani garam di Indonesia memang menjadi masalah yang belum dapat diselesaikan sepenuhnya. Walaupun sejak tahun 2014 Indonesia sudah dapat melaksanakan swasembada garam konsumsi, keran impor garam konsumsi tetap dibuka sehingga jumlah garam konsumsi membludak dan harga jual petani menurun. Karena itu pula jumlah petani garam cenderung menurun dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Sebagian besar petani garam alih profesi menjadi buruh kasar atau pekerjaan informal lainnya dan berkontribusi terhadap fenomena migrasi kemiskinan dari desa ke kota. Namun pada tahun 2016 kondisi cuaca yang tidak mendukung menyebabkan anjloknya produksi garam yang mengakibatkan kelangkaan stok garam nasional sehingga harga jual garam konsumsi petani meningkat. Dengan berbagai permasalahan tersebut, kajian ini dibuat untuk menganalisis tepat tidaknya kebijakan impor garam konsumsi yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dan swasembada garam dalam negeri.

Landasan Awal

Swasembada pangan adalah hal yang dituju oleh negara-negara di dunia. Dengan tercapainya keswasembadaan bahan pangan di negara tersebut dapat dibilang negara tersebut sudah berdaulat dan berdiri sendiri secara ekonomi. Garam yang merupakan bahan pangan utama telah diperdagangkan secara internasional sejak dahulu kala. Hingga kini pun, kebutuhan akan garam tidak akan pernah lepas dari negara manapun. Jika suatu negara sudah dapat melaksanakan swasembada garam, maka negara itu sudah lebih dekat menuju keswasembadaan bahan pangan.

Sama halnya dengan negara kita tercinta, Indonesia yang tak pernah lepas dari kebutuhan akan garam. Dengan garis pantai sepanjang membentang sepanjang 99.093 km, sudah seharusnya Indonesia dapat melaksanakan swasembada garamnya sendiri. Namun kenyataannya jauh berbeda dengan harapan, sejak dahulu hingga saat ini Indonesia hanya dapat memproduksi garam konsumsi, untuk garam industri belum dapat diproduksi di dalam negeri sehingga selalu memenuhi kebutuhannya dengan impor. Mengamati tabel neraca garam nasional, sejak tahun 2012 Indonesia sudah dapat memenuhi kebutuhan garam konsumsinya sendiri, bahkan terjadi surplus. Dengan terjadinya surplus seperti itu pun tak membuat keran impor garam konsumsi berhenti hingga kini.

Dalam rangka mewujudkan kesejahteraan ini, Indonesia memiliki Rancangan Program Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005 – 2025 dengan sasaran ”Mewujudkan Indonesia menjadi

negara kepulauan yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional” 4 . Untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan terkait, maka pada kepengurusan 2015 2019 dibentuklah visi pembangunan nasional “Terwujudnya Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri, Dan

Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong” 4 . Sebuah visi hanya akan menjadi rangkaian kata-kata semata apabila tidak ada tindakan kelanjutannya, karena itu demi terwujudnya visi pembangunan nasional tahun 2015 2019 tersebut maka dirancanglah 7 misi pembangunan 4 , yaitu :

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis berlandaskan negara hukum.

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.

5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Dalam menterjemahkan arahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan menentukan 3 pilar sebagai misinya pada rencana strategis KKP 2015 2019 yaitu kedaulatan (sovereignty), keberlanjutan (sustainability), dan kesejahteraan (prosperity) 5 .

merubah

ketentuan mengenai impor garam untuk mempersingkat alur kerja dan menguatkan peran pemerintah dalam pengendalian pasar garam nasional, serta menjalankan program PUGAR

(Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat).

PUGAR adalah program pemberdayaan oleh pemerintah yang difokuskan pada kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan bagi petani garam, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam rakyat serta kesejahteraan petambak garam rakyat 6 . Hingga sekarang, realisasi program ini lebih ditekankan pada pengembangan produksi garam berupa peralatan dan infrastruktur pendukung garam rakyat. Bentuk bantuan itu seperti bantuan pompa air dan perlengkapannya, rehabilitasi irigasi tambak garam, pembangunan gudang penyimpanan garam, pembangunan kantor koperasi, dan lain-lain.

Dengan adanya bantuan itu, lantas tak membuat Indonesia terhindar dari kelangkaan garam di tahun 2017 yang disebabkan karena gagal panen tahun 2016. Teknologi pembuatan garam di Indonesia yang pada umumnya masih tradisional tidak siap untuk menghadapi cuaca yang tidak mendukung tahun 2016 yang mengakibatkan anjloknya hasil produksi. Karena itu, perjalanan Indonesia menuju swasembada garam nasional masih panjang. Perlu dilakukannya pembenahan di pemerintahan, manajemen, sumber daya manusia, teknologi, dan sebagainya.

Untuk

melaksanakan

misinya

itu

Kementerian

Kelautan

dan

Perikanan

telah

4“Buku I RPJMN 2015-2019” diakses 1 Oktober 2017, http://www.bpkp.go.id/sesma/konten/2254/Buku-I-

5 “Laporan Tahunan KKP 2015” diakses 5 September 2017, kkp.go.id/wp-content/uploads/2016/07/Lkj-

KKP-2015.pdf

6 “Laporan Tahunan KKP 2016”, diakses 5 september 2017, http://kkp.go.id/2017/07/06/laporan- tahunan/

II.1 Neraca Garam Nasional

BAB II

KONDISI KEKINIAN

Neraca garam nasional merupakan perbandingan antara kebutuhan, produksi, ekspor, dan impor komoditas garam secara nasional dalam suatu periode tertentu. Pada neraca garam nasional terdapat gambaran secara umum dan menyeluruh terhadap kegiatan ekonomi komoditas garam, yang meliputi parameter kebutuhan, produksi, ekspor, dan impor sehingga sangat bermanfaat dalam melakukan evaluasi kebijakan berlaku dan pertimbangan untuk perubahan kebijakan.

Secara rutin setiap tahun neraca garam nasional disusun secara bersamasama oleh 4 (empat) instasi yang mengelola komoditas garam baik dari segi kebutuhan, produksi, perdagangan (ekspor dan impor) maupun pendataannya. Keempat instansi tersebut diantaranya adalah Kementerian Perindustrian (sisi kebutuhan), Kementerian Kelautan dan Perikanan (sisi produksi), Kementerian Perdagangan (ekspor dan impor), dan Badan Pusat Statistik (sisi pendataan). Berikut adalah rincian tabel neraca garam nasional 7 .

Berikut adalah rincian tabel neraca garam nasional 7 . Tabel 1. Tabel neraca garam nasional Keterangan

Tabel 1. Tabel neraca garam nasional Keterangan : sumber data didapat dari Tabel Neraca Garam Nasional 2011-2014 (data statistik KKP).

Kebutuhan garam Nasional semakin meningkat dari tahun ke tahun dimana kebutuhan garam dibagi atas 2 (dua) macam yaitu garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi adalah garam yang dipergunakan untuk konsumsi dengan kadar NaCl minimal 94,7% hingga 97% dengan Pos Tarif/HS ex. 2501.00.90.10. Sedangkan garam industri adalah garam yang dipergunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong bagi industri dengan kadar NaCl minimal 97% dengan Pos Tarif/HS ex. 2501.00.90.10 8 . Kode HS sendiri adalah sebuah kode untuk mengklasifikasikan produk perdagangan yang bertujuan untuk mempermudah transaksi perdagangan internasional. Meskipun produksi garam konsumsi tergolong besar tiap tahunnya, ini tidak berlaku bagi garam industri. Garam Industri belum dapat diproduksi didalam negeri sehingga semuanya berasal dari impor 7 .

7”Analisis Produksi Garam Indonesia”, diakses 5 september 2017,

8 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : 125/M-DAG/PER/12/2015 tentang ketentuan impor garam, pasal 1.

Dari tahun 2011 hingga 2014, pertumbuhan kebutuhan garam industri rata-rata mencapai 5,82 persen per tahun sedangkan pertumbuhan garam konsumsi rata-rata mencapai 1,40 persen per tahun. Pada tahun 2014, kebutuhan garam nasional mencapai 3,61 juta ton, terdiri dari garam konsumsi sebesar 1,48 juta ton dan garam industri 2,13 juta ton. Kebutuhan garam konsumsi terdiri dari kebutuhan rumah tangga sebanyak 511 ribu ton, kebutuhan industri aneka pangan sebanyak 447 ribu ton, dan industri pengasinan ikan sebanyak 525 ribu ton. Sedangkan kebutuhan garam industri terdiri dari industri Chlor Alkali Plant (CAP) dan farmasi sebesar 1,91 juta ton, dan industri non CAP sebesar 215 ribu ton.

Berdasarkan tabel neraca garam nasional, kebutuhan garam konsumsi nasional telah dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri bahkan mengalami surplus. Impor garam konsumsi sebanyak 473 ribu ton hanya diperuntukkan garam industri Aneka Pangan tertentu khusus seasoning dan noodle. Sedangkan jumlah garam yang diekspor mencapai 2,16 ribu ton.

II.2 Garam Rakyat

Produksi garam rakyat secara nasional merupakan total dari produksi garam hasil program PUGAR dan Non PUGAR. PUGAR (Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat) sendiri merupakan program pemberdayaan oleh pemerintah yang difokuskan pada kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan bagi petani garam. Pugar sendiri bertujuan untuk meningkatkan produksi dan kualitas garam rakyat serta kesejahteraan petambak garam rakyat melalui prinsip pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui prinsip bottom-up, artinya masyarakat petambak garam secara partisipatif berperan aktif mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan lahan dan air laut, penyediaan sarana dan prasarana produksi, pemilihan dan pemanfaatan teknologi, sesuai dengan kondisi dan potensi setempat 7 . Sampai sekarang, realisasi program ini lebih ditekankan pada pengembangan produksi garam berupa peralatan dan infrastruktur pendukung garam rakyat. Bentuk bantuan itu seperti bantuan pompa air dan perlengkapannya, rehabilitasi irigasi tambak garam, pembangunan gudang penyimpanan garam, pembangunan kantor koperasi, dan lain-lain. Hingga tahun 2015, Indonesia tercatat memiliki 48 kabupaten/kota sebagai produsen garam dengan total luas tambak garam mencapai 26 ribu hektar 7 . Lokasi 48 kabupaten/kota tersebut ditunjukkan oleh gambar 1 berikut.

kabupaten/kota tersebut ditunjukkan oleh gambar 1 berikut. Gambar 1. Lokasi produksi garam rakyat 2016 Sumber :

Gambar 1. Lokasi produksi garam rakyat 2016 Sumber : Peta lokasi produksi garam rakyat, data statistik KKP

Dengan rincian lokasi berurut sesuai nomor urut sebagai berikut, Aceh besar, Pidie, Aceh utara, Aceh Timur, Karawang, Indramayu (sentra), Cirebon (sentra), Brebes, Demak, Jepara, Pati (sentra), Rembang (sentra), Tuban, Lamongan, Gresik, Kota Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Bangkalan, Sampang (sentra), Pamekasan (sentra), Sumenep (sentra), Buleleng, Karangasem, Lombok barat, Lombok tengah, Lombok timur, Sumbawa, Kota Bima, Bima (sentra), Manggarai, Nagekeo, Ende, Flores Timur, Lembata, Alor, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Utara, Pangkajene kepulauan, Takalar, Jeneponto (sentra), Kepulauan Selayar, Kota Palu, Pohuwato, Minahasa Tenggara.

Dari ke 48 kabupaten/kota tersebut, pada tahun 2015 dihasilkan garam rakyat mencapai 2,92 juta ton. Berdasarkan volume produksi dan luas tambak tersebut maka produktivitas tambak secara nasional dapat dihitung sebesar 112,87 ton/hektar. Namun pada tahun 2016 produksi garam rakyat menurun drastis menjadi 118 ribu ton, hanya tercapai 3,9% dari target produksi garam rakyat 2016 oleh KKP yaitu sebanyak 3 juta ton 6 . Berikut adalah tabel produksi garam rakyat.

juta ton 6 . Berikut adalah tabel produksi garam rakyat. Tabel 2. Produksi tambak garam rakyat

Tabel 2. Produksi tambak garam rakyat 2011-2016

Sumber data :

1. Tabel Neraca Garam Nasional 2011-2014 (data statistik KKP)

2. Tabel Capaian Produksi Garam Tahun 2016 (laporan tahunan KKP 2016)

3. Pusat Data dan Informasi KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan)

Selama tahun 2011 sampai dengan 2016, produksi garam rakyat mengalami pertumbuhan dengan rata-rata sebesar 7,00% per tahun. Pada tahun 2011 produksi garam rakyat secara nasional sebesar 1,62 juta ton meningkat menjadi 2,92 juta ton pada tahun 2015. Produksi garam rakyat tahun 2014 mencapai 2,50 juta ton, untuk mendapatkan garam siap pakai maka garam rakyat masih melalui proses penguapan sampai garam benar-benar kering sehingga volume produksi akan berkurang 25%. Sehingga volume produksi garam rakyat tahun 2014 menjadi 1,88 juta ton.

Penurunan produksi garam rakyat pada tahun 2013 yang hanya mencapai 1,16 juta ton dengan produktivitas sebesar 39,62 ton/hektar/musim disebabkan pendeknya musim panas pada tahun tersebut, yaitu hanya sekitar 2 (dua) bulan. Produksi garam rakyat nasional masih sangat bergantung pada cuaca dan iklim yang terjadi sepanjang tahun. Penurunan juga ditunjukkan pada tahun 2016 yang hanya memproduksi garam rakyat 118 ribu ton (nilai 118 ribu ton ini merupakan volume produksi yang sudah dikurangi 25%) 6 . Anjloknya produksi garam ini disebabkan oleh musim kemarau basah (La Nina) yang terjadi disepanjang tahun 2016 9 . Pada kondisi ini curah hujan di sentra-sentra produksi garam cukup tinggi sehingga produksi garam terganggu.

9“Usaha Garam Rakyat dan Persoalan yang Membelitnya diakses 2 September 2017,

Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sentra-sentra produksi garam cukup tinggi sehingga produksi garam pun terganggu. Akibat La Nina, produksi garam konsumsi nasional siap pasar pada tahun 2016 hanya sebesar 118.054 ton, atau hanya 3,9 % dari target produksi sebesar 3 juta ton. Untuk tahun 2017, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hingga akhir tahun curah hujan di wilayah Indonesia masih tinggi. Salah satu penyebab tingginya curah hujan lantaran musim kemarau mundur dari kondisi normal. "Kondisi ini akan berpengaruh terhadap cuaca di Indonesia. Meskipun El Nino dan La Nina terpantau netral atau tidak ada, namun curah hujan masih cukup tinggi" (Kepala Divisi Informasi Klimatologi BMKG, Evi Lutfiati, 2017) 10 . El Nino sendiri adalah fenomena perubahan iklim secara global yang diakibatkan karena memanasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur, sedangkan La Nina merupakan kondisi dimana suhu permukaan air laut di kawasan Timur Equador atau di lautan Pasifik mengalami penurunan, bisa dibilang lawan fenomena dari El Nino 11 . Beberapa dampak dari El Nino adalah angin pasat timur melemah, berkurangnya akumulasi curah hujan yang berada di wilayah Indonesia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan di bagian Utara, dan menyebabkan cuaca cenderung terasa hangat dan juga lembab di sepanjang daerah Pasifik Ekuatorial Tengah dan Barat 11 . Lain halnya dengan La Nina, beberapa dampaknya adalah menguatnya angin pasat timur, akumulasi curah hujan menjadi berkurang di wilayah Pasifik bagian Timur (menjadi lebih dingin dan juga kering), dan terjadinya potensi hujan yang turun yang terdapat di sepanjang perairan Pasifik Ekuatorial Barat, yakng meliputi Indonesia, Malaysia, dan juga bagian utara Australia. Hal ini menyebabkan cuaca menjadi hangat dan juga lembab 11 .

menyebabkan cuaca menjadi hangat dan juga lembab 1 1 . Gambar 2. Petani garam Sumber :

Gambar 2. Petani garam Sumber : regional.kompas.com

II.3 Pasar Garam di Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa sudah berpuluh-puluh tahun, industri garam domestik dikendalikan perusahaan-perusahaan besar yang membentuk semacam kartel 9 . Merekalah yang menentukan harga garam petambak. Saat panen garam di Indonesia, kartel justru mengimpor garam. Mereka mengimpor jenis garam industri, yang memang

10 “Produksi Garam Nasional Masih Dibayangi Tingginya Curah Hujan” diakses 3 September

11 “Proses Terjadinya El Nino dan La Nina – Pengertian dan Dampak” diakses 19

tidak diproduksi di dalam negeri. Garam industri impor yang seharusnya hanya ditujukan untuk industri aneka pangan, yang meliputi antara lain pabrik obat, pabrik kecap, pengasinan ikan, asinan buah, bumbu makanan ringan, dan lain lain, faktanya garam industri yang diimpor itu tidak sepenuhnya digunakan untuk kepentingan industri terkait 9 . Namun sebagian sengaja dijual ke pasar sebagai garam konsumsi atau garam dapur (bumbu masak). Padahal kebutuhan garam konsumsi seharusnya diambil dari garam yang diproduksi petambak garam. Praktik ilegal itu dilakukan karena garam industri untuk aneka pangan memiliki kandungan yang tak jauh berbeda dengan jenis garam konsumsi sehingga bisa dikonsumsi langsung oleh manusia. Selain itu harga garam industri impor cukup bersaing karena importasinya tidak dikenakan bea masuk, sedangkan garam konsumsi dikenakan bea masuk 10% 9 . Berlimpahnya pasokan garam di pasar akibat dari masuk dan dicampurnya garam impor menyebabkan harga turun drastis hingga menyentuh Rp 400 per kg, hal ini lah yang dimanfaatkan oleh kartel tersebut. Kerugian pun tak dapat dihindarkan oleh para petambak garam. "Garam rakyat seharga Rp 400 per kg itu kemudian mereka oplos dengan garam impor yang harganya sekitar Rp 600 per kg. Jadi modal mereka hanya sekitar Rp 500 per kg. Lalu mereka jual ke konsumen dengan harga Rp 2.000 per kg. Mereka untung Rp 1.500 per kg atau tiga kali lipat dari modal. Jika setahun impor garam mencapai 2 juta ton, maka kartel untung Rp 3 triliun" (Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, 2017) 9 . Kondisi ini menjelaskan mengapa Indonesia yang 70% wilayahnya adalah laut dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia terus mengimpor garam selama puluhan tahun. Karena selalu merugi saat panen, banyak petani yang akhirnya beralih profesi.

Namun kondisi pada tahun 2017 berbeda dengan kondisi di tahun-tahun sebelumnya, kondisi seperti yang sudah dijelaskan. Anjloknya produksi garam rakyat pada tahun 2016 (tabel 2) yang hanya mencapai 3,9% dari target produksi garam rakyat, mengakibatkan kelangkaan stok garam di indonesia. Walaupun pada tahun 2014 masih terdapat surplus garam ditambah dengan jumlah impor garam pada tahun 2014, dan produksi garam rakyat tahun 2015 yang hampir menyentuh 3 juta ton, namun tidak membuat Indonesia mengalami terhindar dari kelangkaan garam di tahun 2017. Tentunya kelangkaan ini berimbas pada harga garam di pasar.

Tentunya kelangkaan ini berimbas pada harga garam di pasar. Gambar 2. Pedagang agen sembako di Pusat

Gambar 2. Pedagang agen sembako di Pusat Perkulakan Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang Sumber : ekonomi.kompas.com

Dalam beberapa bulan terakhir, harga garam melonjak tinggi hingga mencapai Rp 3.500 per kg di tingkat petambak. Padahal biasanya, harga garam di tingkat petambak sangat rendah, bahkan bisa hanya Rp 400 per kg saat musim panen 9 . Kondisi ini tentunya berimbas baik bagi petani garam karena pendapatan mereka meningkat seiring dengan naiknya harga jual garam mereka. Harga garam di tingkat petani yang sebelumnya di kisaran Rp 350 - Rp 500 per kilogramnya, kini mencapai Rp 3.500 per kilogram atau naik sekitar 1.000% 12 . Kenaikan harga di tingkat petani juga diikuti dengan kenaikan harga garam di pasar tradisional, contohnya di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang menembus Rp16.000 per kilogram karena pasokan dari distributor ke pedagang di sejumlah pasar tradisional sempat menipis 13 . Seorang pedagangan di Pasar Tanjung Jember mengatakan bahwa Harga garam kemasan yang biasanya dijual sebesar Rp1.000 per kemasan dengan berat 250 gram, kini naik menjadi Rp4.000 per kemasan 13 . Kelangkaan garam ini membuat pemerintah membuka keran impor. Masuknya garam impor akan membuat stok garam di pasar meningkat dan harga akan turun. Keran impor 2017 dibuka pertama kali pada periode Januari Juni dan periode ke dua Juli-Agustus dengan menugaskan PT Garam sebagai satu-satunya lembaga yang berhak melakukan impor garam konsumsi. Pada periode pertama, garam yang masuk sebanyak 75.000 ton dengan rincian 55.500 ton datang dari Australia,

dan 20.000 ton datang dari India. Pada periode ke dua, garam konsumsi yang masuk sebanyak

100.000 ton garam konsumsi. Yang mana 75.000 ton garam konsumsi dari Australia sudah masuk terlebih dahulu pada kamis 10 Agustus 2017, dilanjutkan pada tanggal 11 Agustus 2017 sebanyak

27.500 ton, dan terakhir pada tanggal 21 Agustus 2017 sebanyak 22.500 ton 14 . Untuk impor tanggal 10 Agustus 2017 sebanyak 75.000 ton itu adalah akumulasi dari asupan garam impor di Pelabuhan Ciwandan (Banten), lalu Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), dan Pelabuhan Belawan (Medan) yang masing-masingnya menerima 25.000 ton garam impor 14 .

Selanjutnya asupan 27.500 ton garam impor akan sampai di Pelabuhan Tanjung Perak dengan kapal

MV Golden Kiku, dan asupan tanggal 21 Agustus 2017 sebanyak 22.500 ton akan sampai di

Pelabuhan Belawan dengan kapal MV Uni Challenge 14 . Setelah sampai di tempat, PT Garam sebagai importir tunggal yang ditugaskan pemerintah untuk mendistribusikan garam ke sejumlah industri terkait. Impor garam konsumsi ini dibatasi dari hingga 31 Agustus, pemerintah menentukan bahwa setelah 31 Agustus tidak boleh lagi ada impor 15 . Melalui konferensi pers pada tanggal 17 Agustus 2017, Direktur Keuangan PT Garam, Anang Abdul Qoyyum menuturkan bahwa garam impor yang sudah diterima akan didistribusikan kepada lebih dari 200 industri kecil dan menengan, yang nantinya akan dijual dengan harga Rp 2.250 per kg hingga Rp 2.500 per kg 15 .

12 “Harga Melonjak, Petani Garam Akhirnya Menikmati "Manisnya" Si Asin”, diakses 3 September 2017,

13 “Harga Garam di Jember Tembus Rp16 Ribu”, diakses 2 September 2017,

14

“Garam Impor Asal Australia Mulai Masuk Ke Indonesia” diakses 2 September 2017,

15 “Garam impor siap didistribusikan” diakses 2 September 2017,

BAB III

PEMBAHASAN

III.1 Perubahan Kebijakan

Peraturan mengenai ketentuan impor garam nasional yang diatur pada Peraturan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia nomor 58/M-DAG/PER/9/2012 tentang ketentuan Impor Garam, kini dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ketentuan impor garam diganti menjadi Peraturan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia nomor 125/M-DAG/PER/12/2015 yang disahkan pada 29 Desember 2015. Peraturan ini efektif berlaku pada 1 April 2016 sebagai pengganti Permendag nomor 58/M-DAG/PER/9/2012 tentang ketentuan Impor Garam 16 . Pergantian undang-undang ketentuan impor garam ini merupakan lanjutan dari usul Kementerian Kelautan dan Perikanan agar Kementerian Perdangan merevisi Peraturan Menteri Perdangan tentang Ketentuan Impor Garam. Peraturan itu dinilai lemah dalam pengendalian impor garam sehingga berpotensi melemahkan usaha garam rakyat yang kini sedang berbenah 17 . Perubahan peraturan ini difokuskan untuk menekan para oknum importir yang memainkan harga di pasar dan menyebabkan kesejahteraan petambak garam menurun. Meskipun pada ketentuan terbarunya telah menghapus ketentuan tentang harga patokan garam minimum dan meniadakan kewajiban importir garam untuk menyerap garam dari pegaram setempat, pergantian ketentuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan usaha garam rakyat untuk waktu-waktu berikutnya. Tidak hanya kedua poin tersebut yang menjadi perubahan pada ketentuan yang baru. Pokok- pokok perubahan tersebut adalah :

yang baru. Pokok- pokok perubahan tersebut adalah : Tabel 3. Pergantian ketentuan impor garam Sumber data

Tabel 3. Pergantian ketentuan impor garam

Sumber data :

1. Artikel harian elektronik kompas 20 Januari 2016 “Revisi aturan impor garam”

2. Permendag nomor 58/M-DAG/PER/9/2012, dan nomor 125/M-DAG/PER/12/2015

16 “Peraturan impor garam, produksi garam lokal kian lesu”, diakses 3 September

17 “Revisi Aturan Impor Garam”, diakses 2 September 2017,

Rekomendasi pada tabel 3 yang dimaksudkan sebagai rekomendasi impor garam. Pada ketentuan yang sudah tidak berlaku, importir garam konsumsi dan produksi akan diakui secara hukum apabila telah mendapatkan rekomendasi dari Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur, Kementrian Perindustrian. Sedangkan pada Permendag nomor 125/2015, importir garam industri tidak memerlukan rekomendasi apapun agar diakui secara hukum.

Selain itu, pada ketentuan yang baru Kementrian Kelautan dan Perikanan ikut dilibatkan dalam impor garam, tepatnya pada impor garam konsumsi. Impor garam konsumsi hanya dapat dilakukan oleh BUMN yang bergerak di bidang usaha pergaraman, setelah mendapat penugasan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pembinaan BUMN dan rekomendasi dari kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan 18 . Impor garam konsumsi hanya boleh dilakukan saat terjadi gagal panen raya sehingga stok garam konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nasional dan ketersediaan garam konsumsi tidak memenuhi kebutuhan dalam negeri, kondisi gagal panen raya ini ditentukan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan 18 . "Ini tahun pertama KKP dilibatkan dalam hal mengatur rekomendasi impor garam. Dulu (impor) bebas, impor bocor, akhirnya harga garam jatuh. Petani mati karena harga per kilogram cuma Rp 200 perak," keterangan pers Susi Pudjiastuti seusai memberikan kuliah umum di Sumedang 18 . Perubahan definisi dari garam konsumsi dan garam industri pada Peraturan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia nomor 125/M-DAG/PER/12/2015 dimaksudkan agar dapat menjerat para oknum importir yang mencampur garam industri dengan garam konsumsi. Karena pada ketentuan sebelumnya, kadar NaCl untuk garam konsumsi minimal 94,7% dan kadar NaCl untuk garam industri minimal 97%, sehingga apabila garam industri dicampur masih tetap memenuhi kriteria sebagai garam konsumsi.

Perbedaan yang menjadi perhatian lainnya dari perubahan kebijakan ini adalah monopoli pasar garam konsumsi nasional. Dengan memonopoli impor garam konsumsi, permainan harga oleh para kartel dapat ditekan, dan BUMN di bidang pergaraman (baca : PT Garam) akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. “Sebagai gambaran, harga beli garam konsumsi impor sekitar Rp 600 per kg, sementara harga jual ke distributor senilai Rp 1.200 per kg. Dengan demikian, PT Garam mendapatkan untung sekitar Rp 600 per kg. Karena sudah mendapatkan untung besar dari penjualan garam impor, PT Garam bisa menolong petambak garam dengan membeli garam pada harga yang menguntungkan petambak secara stabil” (Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, 2017) 9 . Untuk tetap menjaga kesejahteraan petambak garam sendiri, PT Garam akan menjaga harga garam dari petambak pada harga Rp 1000 ke atas 9 . Dengan kondisi ini diharapkan para petambak garam yakin bahwa saat panen sekalipun akan mendapatkan keuntungan, dan munculnya niat saing untuk meningkatkan kualitas produk garamnya sendiri.

Berkaitan dengan alur impor, ketentuan yang berlaku (Permendag nomor 125/M- DAG/PER/12/2015) memiliki alur impor garam industri yang berbeda dengan garam konsumsi. Untuk garam konsumsi, apabila terjadi gagal panen dan ketersediaan garam konsumsi tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka pemerintah dapat menugaskan BUMN di bidang pergaraman PT Garam untuk mengimpor garam konsumsi setelah mendapatkan penugasan dari menteri BUMN dan rekomendasi dari menteri KKP. BUMN importir garam konsumsi juga harus mendapatkan persetujuan impor garam konsumsi terlebih dahulu dari koordinator pelaksana UPTP I selaku mandataris menteri perdagangan, sebelum mengimpor. Ringkasnya : Rekomendasi KKP dan

18 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 125/M-DAG/PER/12/2015 tentang ketentuan impor garam, pasal 11, 12 dan 13

penugasan Kementrian BUMN + izin UPTP I → PT Garam impor garam konsumsi. Sedangkan impor untuk garam industri hanya dapat dilakukan oleh importir garam industri yang memiliki Angka Pengenal Importir Produsen (API-P) dan persetujuan impor garam industri yang diterbitkan oleh Unit Pelayanan Terpadu Perdagangan I (UPTP I) selaku mandataris menteri perdagangan 19 . Untuk mendapatkan persetujuan impor, importir harus mengajukan permohonan elektronik ke koordinator pelaksana UPTP I dengan melampirkan Izin usaha industri / izin usaha sejenis, API-P, surat pernyataan bermaterai yang memuat kebutuhan riil industri dan pernyaan tidak akan memperdagangkan / memindahtangankan garam industri yang diimpor 19 . Koordinator pelaksana UPTP I akan menerbitkan persetujuan atau penolakan paling lama 2 hari kerja sejak permohonan diterima 19 . Dalam penerbitan surat persetujuannya tetap memperhatikan rencana kebutuhan garam industri yang ditentukan dan disepakati oleh rapat koordinasi kementrian terkait 19 . Ringkasnya :

Importir mengajukan permohonan elektronik ke UPTP I → izin UPTP I → Impor garam industri.

III. 2 Penyelewengan Hak Impor

Tujuan mulia dari monopoli hak impor garam konsumsi nyatanya tidak berjalan dengan lancar. Pada pertama kalinya impor garam konsumsi di tahun 2017 Direktur Utama PT Garam tersandung kasus penyalahgunaan wewenang impor. Dirut PT Garam terbukti melaksanakan impor dengan SPI (surat persetujuan impor) nomor 45 sebanyak 75.000 ton garam industri (55.000 ton dari Australia, 20.000 ton dari India) yang dikemas ulang menjadi garam konsumsi dengan merk Segi Tiga G dan ditahan Juni 2017 20 . Keterangan dari Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya menyebutkan bahwa Dirut PT Garam merubah konsentrasi NaCl menjadi di atas 97% , kemudian permohonan ini diajukan beserta dukungan dari KKP ke mandatoris impor garam konsumsi kemendag. Dari titik itu Dirut PT Garam berhasil mengantongi SPI nomor 45 20 . Ada kejanggalan dalam kasus ditahannya Dirut PT Garam ini. Sebelum mengantongi SPI nomor 45, PT Garam sudah mengantongi SPI garam konsumsi nomor 42, dan 43 sebanyak 75.000 ton. Namun, surat persetujuan ini urung direalisasikan lantaran pemenang lelang (asal Australia dan India) ternyata adalah pemasok garam industri 20 . 1 bulan setelah ditahannya Dirut PT Garam, Kementrian Kelautan dan Perikanan kembali menugaskan PT Garam dengan Direktur Utama yang baru untuk mengimpor garam konsumsi sebanyak 100.000 ton. Yang mana 75.000 ton garam konsumsi dari Australia sudah masuk terlebih dahulu pada kamis 10 Agustus 2017, dilanjutkan pada tanggal 11 Agustus 2017 sebanyak 27.500 ton, dan terakhir pada tanggal 21 Agustus 2017 sebanyak 22.500 ton 14 .

III. 3 Solusi Jangka Pendek

Kelangkaan stok garam konsumsi ini diatasi dengan dibukanya keran impor. Keran impor garam konsumsi yang dibuka pada bulan Agustus sebesar 100.000 ton itu hanya berlangsung sampai 31 Agustus 2017, setelah itu tidak ada lagi garam konsumsi yang boleh masuk 15 . Impor 100.000 ton garam konsumsi tersebut dibagi menjadi 75.000 ton (akumulasi) garam konsumsi yang masuk di Pelabuhan Ciwandan, Tanjung Perak, dan Belawan pada tanggal 10 Agustus 2017, 27.500 ton berikutnya di Pelabuhan Tanjung Perak pada 11 Agustus 2017, dan 22.500 ton terakhir masuk di Pelabuhan Belawan pada 21 Agustus 2017 14 .

19 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 125/M-DAG/PER/12/2015 tentang ketentuan impor garam, pasal 3, 4, dan 5

20 “Kronologi Penyelewengan Pengadaan Garam Impor oleh Dirut PT Garam, diakses 3 September 2017,

Kebijakan pemerintah soal impor ini sudah tepat, mengingat adanya gagal panen di tahun 2016. Dengan masuknya garam konsumsi dalam jumlah terbatas tentunya akan memenuhi kebutuhan garam konsumsi nasional dan harga garam di pasar akan turun, namun tidak terlalu jatuh sehingga petani garam pun tidak merugi.

III. 4 Solusi Jangka Panjang

Kebijakan impor memang tepat untuk menangani ketimpangan antara permintaan dan ketersediaan barang di pasar. Namun impor bukanlah solusi jangka panjang untuk menopang swasembada garam nasional. Aspek utama yang perlu ditingkatkan adalah teknologi dan kualitas sumber daya manusia, dalam kasus garam ini adalah para petambak garam. Para petambak Indonesia umumnya masih menggunakan panen garam tradisional. Metode tradisional dilakukan dengan cara mengalirkan air laut ke tempat/petak tanah yang luas, lalu dijemur hingga menyisakan kristal-kristal garam, kristal-kristal garam ini kemudian di panen dan dijual.

Metode yang memakan waktu berkisar 40 hari ini sudah mulai ditinggalkan dan beberapa daerah sudah mengganti metodenya menjadi teknologi ulir filter. Prinsip utama dari teknologi ini adalah mempercepat proses pembuatan air tua (20° Be, tingkat kekentalan air laut) dengan memperpanjang aliran air serta tetap mempertahankan kebersihan air dan meja garam, dengan memasang filter (disatukan dengan kincir angin) pada saluran air dan memasang terpal hitam pada meja garam 21 .

air dan memasang terpal hitam pada meja garam 2 1 . Gambar 4. Teknologi ulir filter

Gambar 4. Teknologi ulir filter Sumber : portal.bpppbanyuwangi.com Keterangan : 5 cm adalah ketinggian air pada petakan tersebut.

21 “Cara Membuat Garam”, diakses 28 September 2017, https://inspiring.id/cara-membuat-garam/

Gambar 4 menunjukkan petak lahan 1 hektar teknolog ulir filter. Proses pengerjaannya sendiri tertera sebagai berikut 22 :

1. Air laut murni (densitas antara 0-1Be) dialirkan menggunakan pompa ke dalam petak penampungan pertama. Air laut yang telah alirkan, dijemur hingga kadar densitanya mencapai 3° Be.

2. Kemudian air laut pada petak penampungan 1 dipompa melalui ulir besar yang bertujuan untuk memperpanjang aliran sehingga air baku mengalami penguapan yang cukup banyak, serta diharapkan partikel pengotor (yang masih bercampur pada air yang tidak tersaring filter) dapat mengendap. Air baku yang mengalir ini kemudian dimasukkan ke petak penampungan II, lalu dilakukan pengukuran densitas dengan Boumeter. Hasil pengukuran densitas pada petak penampungan II diperoleh hasil 12 °Be.

3. Setelah proses pada penampungan 2 selesai, air dialirkan ke petak penampungan ke-3 melalui ulir kecil. Hampir sama dengan ulir besar, tujuan dialirkannya air melewati ulir kecil dengan jarak yang panjang adalah untuk mempermudah penguapan air laut untuk mendapatkan kekentalan sebesar 20 °Be.

4. Dari kotak penampungan 3 ini, air dialirkan ke meja garam dengan densitas sekitar 20-25°Be. Perjalanan air dari penampungan 1 sampai meja garam membutuhkan waktu sekitar 12-15.

Walaupun keduanya masih sangat bergantung pada cuaca, terutama matahari, sehingga apabila cuaca tidak mendukung maka produksi pun ikut menurun. Tetapi durasi waktu dari pengambilan air laut hingga panen kristal garam berkisar 12-15 hari, jauh lebih cepat dibandingkan metode tradisional yang membutuhkan waktu sekitar 40 hari. Akan lebih baik jika seluruh daerah penghasil garam di Indonesia menggunakan teknologi ulir filter, sehingga kualitas dan kuantitas produksi pun akan meningkat.

Selain kedua metode itu, Indonesia dapat pula mencontoh metode pembuatan garam di negara lain yang tidak bergantung pada cuaca. Kedua metode itu adalah rock salt mining method, dan vacuum method. Pertama adalah rock salt mining method yang mengolah batuan deposit garam bawah tanah dengan cara mengekstraknya dengan pengeboran, peledakan, atau pengerukan deposit garam tersebut. Hasil ekstrak itu kemudian dihancurkan menjadi kepingan-kepingan kecil yang akan dibawa ke pabrik untuk diproses dan dikemas untuk siap pasar.

22 “Mengenal Teknologi Ulir Filter Dalam Pembuatan Garam”, diakses 28 September 2017,

Gambar 5. Rock salt mining Sumber : eusalt.com/salt-production Ruang bawah tanah sisa pengekstrakan dapat digunakan

Gambar 5. Rock salt mining Sumber : eusalt.com/salt-production

Ruang bawah tanah sisa pengekstrakan dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan tertentu, seperti penyimpanan bahan konsumsi, penyimpanan dokumen-dokumen penting, dan sebagainya.

Kedua adalah vacuum method, metode ini juga memanfaatkan lapisan deposit garam bawah tanah sebagai sumber garam. Garam didapatkan dari lubang bor lapisan deposit garam bawah tanah. Lubang bor tersebut kemudian diisi oleh air tawar yang nantinya akan larut dan menghasilkan air garam jenuh. Larutan ini lalu dipompa menuju permukaan dan disimpan di tangki penyimpanan untuk dibersihkan, setelah itu larutan dipompa menuju vacuum pans untuk kemudian didihkan dan dibersihkan agar menghasilkan kristal-kristal garam kering. Metode ini menghasilkan garam dengan konsentrasi sangat tinggi, tekstur dan kualitas yang baik.

konsentrasi sangat tinggi, tekstur dan kualitas yang baik. Gambar 6. Vacuum salt Sumber : eusalt.com/salt-production 61

Gambar 6. Vacuum salt Sumber : eusalt.com/salt-production

Ruang-ruang sisa pengekstrakan yang sudah tidak terpakai lagi dapat digunakan sebagai lokasi penyimpanan gas, hidrokarbon, dan lain-lain.

Kedua metode ini mungkin belum dapat diterapkan di Indonesia karena kendala teknologi, dana, dan tingkat pendidikan masyarakat yang kurang merata. Namun melihat data tabel 2, dengan metode penguapan matahari pun Indonesia mulai sudah dapat memenuhi kebutuhan garamnya sendiri. Hanya perlu ditingkatkan teknologi untuk mempercepat durasi panen dan meningkatkan kualitas produksi garam rakyat, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan garam konsumsi namun juga dapat memenuhi kebutuhan garam industri yang belum dapat diproduksi dalam negeri, di kemudian hari.

Kesimpulan

BAB IV

PENUTUP

Kebijakan impor garam konsumsi sebelum tahun 2017 merupakan kebijakan yang kurang tepat. Karena ketentuan mengenai impor yang sebelumnya, masih memberikan celah bagi para oknum importir untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang sangat merugikan petani lokal. Lain halnya dengan kebijakan impor 2017, selain karena ketentuan mengenai impor garam konsumsi yang telah diperketat dan dipersingkat alur kerjanya, impor garam konsumsi dalam jumlah tertentu, dapat tetap menjaga harga jual garam di tingkat petambak menguntungkan bagi petambak itu sendiri. Namun impor bukanlah jalan keluar jangka panjang yang terbaik, melihat teknologi pembuatan garam di Indonesia yang masih sangat bergantung pada matahari dan musim perlu ditingkatkannya teknologi untuk mempercepat masa panen dan kualitas garam produksi, ataupun teknologi untuk memproduksi garam dengan cara selain dikeringkan dengan matahari. Apabila tercapai demikian, maka swasembada garam bukan tak mungkin diraih oleh Indonesia.

TULISAN

64

Tulisan Dua Tahun Pemerintahan Jokowi

65

Oleh : Ahmad Bagas (4215100075)

INDONESIA BUTA SEBELAH

Indonesia masih buta sebelah, bekerja keras menaikan kesejahteraan menaikan harkat martabat dimata dunia tetapi merusak diri sendiri dengan segala dosa yang diperbuat, membangun diri sembari merobohkannya pada saat yang sama. 2 tahun sudah berlalu semenjak Presiden Jokowi membacakan sumpahnya, Indonesia masih buta sebelah. Pembangunan Infrastruktur, hal yang paling terlihat dari kinerja Presiden Jokowi beserta kabinet selama masa kepemimpinannya 2 tahun ini. Dari segi transportasi dalam dua tahun terakhir ini telah terbangun jalan nasional sepanjang 2.225 kilometer, jalan tol sepanjang 132 kilometer dan jembatan sepanjang 16.246 meter atau 160 jembatan. Hal yang sangat membantu kegiatan perekonomian di Indonesia. Pemerintah juga mengklaim perkembangan yang baik dari segi maritim, lewat program tol lautnya, penetapan 24 pelabuhan sebagai simpul jalur tol laut,pembangunan 47 pelabuhan non-komersil guna menjadikan Indonesia sebagai poros maritime dunia. Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat mencapai 4,91 persen pada triwulan pertama tahun 2016 ini dan pada triwulan kedua angka pertumbuhan ekonomi kembali naik menjadi 5,18 persen, katanya. Hal tersebut terwujud dari pemangkasan regulasi dan pembatalan peraturan daerah yang dinilai bertentangan dengan kemajuan perdagangan. Dengan perkembangan pembangunan ekonomi di atas pantaskah disebut 2 tahun kepemimpinan Jokowi sudah berjalan dengan baik dan lancar?. Selain keberhasilan yang disebutkan diatas masih sangat banyak pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pemerintah sekarang ini. Bagaimana kabar penyelesaian kasus Munir? Kasus yang sungguh kontroversial dan berkaitan dengan HAM. Bagaimana tentang kasus kebakaran hutan yang sampai sekarang masih samar-samar, bagaimana perwujudan Kartu Indonesia Pintar dan jaminan sosial maupun kesehatan yang lain apakah terlaksana dengan baik? Sektor energi Indonesia yang masih sangat kekurangan apakah pembangunan infrastruksur yang dipercepat sekarang ini imbasnya sudah terasa untuk persebaran energi Indonesia? Terkait kasus-kasus pungli yang terjadi di kementrian Perhubungan yang seharusnya menjadi pelayanan public yang baik, dengan revolusi mental yang terus digembor-gemborkan, bagaimana bisa sekarang malah pemuda dengan moral yang rusak terekspose di media social. Bagaimana pengembangan kesejahteraan di tanah papua sana, apa kabar dengan Sumber Daya Alam tanah papua yang kini dikeruk habis-habisan oleh pihak asing. Dengan segala pembeberan pembangunan jalan dan jembatan diatas, dari segi transportasi, semua hal itu dirasa sia-sia saja ketika tidak mampu mengatasi arus mudik pada Ramadhan kemarin. Terlebih lagi terobosan apa yang sudah dilakukan Pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi yang tentu saja sudah membudaya di negeri kita

66

ini. Bagaimana nasib persepakbolaan Indonesia yang terus terpuruk dan masih banyak permasalahan lainya. Apakah dengan segala pembangunan di sektor infrastruktur, maritim dan ekonomi diatas dan segala permasalahan yang masih ada di Indonesia dapat mencerminkan keberhasilan 2 tahun kepemimpinan ini, tentu masih belum. Pemerintah seakan menutup mata atau bahkan memang buta dengan permasalahan- permasalahan diatas, memang pembangunan terlihat berjalan dengan “baik” tetapi dengan tidak terselesaikan masalah-masalah lama diatas dan munculnya masalah-masalah baru di pemerintahan ini sama saja dengan tumbuh dengan memakan diri sendiri?. Masih terlalu banyak hal yang harus dibenahi oleh Pemerintahan Jokowi, masih terlalu cepat untuk menilai bagaimana keberhasilan pemerintahan ini, tetapi pengawalan dan pengawasan akan pembangunan Indonesia harus tetap dijaga demi terwujudnya nawacita yang sering didengung-dengungkan oleh Presiden Jokowi ketika kampanye dulu.

Ahmad Bagas

4215100075

Teknik Sistem Perkapalan

67

Oleh : Sandy Naufal H (4215101004)

Pak Jokowi Sudah Dua Tahun Integrasi Poros Maritim

Dua tahun yang lalu, bapak presiden kita menjanjikan sebuah perubahan untuk indonesia. Tol laut, itulah mega proyek yang sedang dilakukan saat ini. Pembangunan tol laut sebagai program upaya menjadikan indonesia sebagai poros maritim dunia. Tapi apakah sebuah poros maritim itu cukup dengan pembangunan infrastruktur laut saja? Namum apabila Indonesia hanya melakukan pengembangan sektor maritim saja itu tidak cukup.

Berawal dari nawa cita yang didengungkan di telinga kita oleh bapak presiden. Dengan mengacu pada poin ketiga mengenai ‘pembangunan Indonesia dari pinggir’ dan poin selanjutnya tentang ‘kedaulatan maritim’ saat ini indonesia sedang gencar-gencarnya menyuarakan tujuan membangun laut kembali. Proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah saat ini adalah pembangunan sarana penunjang tol laut tersebut. 24 pelabuhan yang direncanakan sebagai pintu gerbang menuju keseimbangan ekonomi masyarakat sedang dikerjakan. 5 pelabuhan berfungsi sebagai hub dan sisanya adalah feeder, adalah suatu grand desain dari pemerintah tentang program ini.

Memang sampai saat ini, apa yang kita butuhkan adalah suatu keterhubungan. Keterhubungan yang menjembatani persebaran komoditas di Nusantara. Solutif memang jika dalam kurun waktu 2 tahun ini pemerintah menggalakan suatu keterhubungan. Harga kebutuhan pangan di wilayah Maluku dan Nusa Tenggara sudah menurun secara signifikan. Harga beras misalnya, sudah menurun 10 20 persen. Ditambah dengan harga komoditas lain yang mulai menurun sejak digalakannya program ini. Namun, apakah sebuah poros maritim itu hanya sebatas lautnya saja? Tentu tidak. Persebaran ekonomi memang ditunjang salah satunya dengan keterhubungan. Namun, diperlukan sebuah kemandirian bagi suatu wilayah agar dapat mewujudkan sebuah pemerataan.

Indonesia Timur sendiri memiliki sumber daya alam yang luar biasa melimpah. Namun kurangnya infrastruktur membuatnya bak peti tanpa kunci. Ditambah dengan persoalan politis, membuat kuncinya makin susah dicari. Bila kita membuang asumsi mengenai hal politis, sebenarnya ada suatu ‘kesempatan’ yang bisa membuat indonesia timur semakin berkembang. Pembangunan konektivitas ditambah dengan pembangunan infrastruktur akan menjadikan timur menjadi wilayah yang mandiri.

Bila berkaca dari tiap negara maju, setiap bagian wilayah pasti memiliki komoditas andalan masing-masing. Ditunjang dengan transportasi yang baik membuat suatu negara tersebut

68

menjadi stabil dan mandiri. Tapi lain tempat lain situasi. Indonesia mendapat tantangan yang lebih karena wilayahnya banyak berupa perairan.

Langkah awal presiden kita memang sudah baik. Pengembangan sektor maritim untuk meningkatkan kedaulatan dan konektivitas. Tetapi disisi lain perlu dikembangkannya infrastruktur sebagai penunjang perekonomian di daratnya. Karena pada dasarnya suatu sistem yang terintegerasi itu adalah sistem yang memiliki tugas dan peranannya masing- masing. Jangan sampai, kita terlalu disibukkan dengan pembangunan pelabuhan tanpa memperhatikan barang apa yang akan kita angkut setelahnya.

Sandy Naufal

4215101004

Teknik Sistem Perkapalan

69

Oleh : Gianiti Claresta (4215101025)

Tepat 2 Tahun Jokowi - JK

Penerimaan pajak di Indonesia boleh dikatakan belum mencapai kata sukses. Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak melakukan kewajibannya sebagai wajib pajak. Hal ini memberikan kerugian kepada negara dimana negara kehilangan sejumlah besar pendapatan yang seharusnya dapat diterima dari pajak. Nilai kerugian terbesar banyak diperoleh dari pengusaha yang menyembunyikan kekayaannya di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah membuat kebijakan Tax Amnesty yang memungkingkan para pengusaha untuk dapat melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki serta membayar uang tebusan tanpa dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya. Dalam pelaksanaan Tax Amnesty ini, pengusaha dalam bidang ekonomi makro sangatlah diuntungkan. Di era globalisasi ini dimana semakin transparannya sektor keuangan global dan meningkatnya intensitas pertukaran informasi antarnegara, semakin kecil pula kemungkinan menyembunyikan kekayaan di luar negeri. Merekapun tidak perlu mendapatkan sanksi administrasi dan sanksi pidana. Namun disisi lain, dengan adanya tax amnesty maka ada potensi penerimaan yang akan bertambah dalam APBN kita baik di tahun ini atau tahun-tahun sesudahnya yang akan membuat APBN kita lebih sustainable. APBN lebih sustainable dan kemampuan pemerintah untuk spending atau untuk belanja juga semakin besar sehingga otomatis ini akan banyak membantu program-program pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi juga perbaikan kesejahteraan masyarakat. Program tax amnesty hingga sekarang juga mendapat respon yang baik dari dunia usaha. Setidaknya laju penerimaan pendapatan rata-rata tax amnesty mencapai Rp. 2 Triliun perhari. Data dari dirjen pajak menunjukkan bahwa hingga bulan September, nilai yang diperoleh dari tax amnesty mencapai Rp. 1100-an triliun. Namun pasti selalu muncul pro dan kontra pada setiap kebijakan. Memang benar bahwa tax amnesty memberikan keuntungan kepada negara, namun tax amnesty juga memberikan kesan bahwa pemerintah tidak dapat menggenjot penerimaan pajak dengan memberikan kesadaran kepada wajib pajak untuk melakukan kewajibannya. Tak amnesty juga tidak dapat menjamin bahwa wajib pajak akan seterusnya memberikan sikap patuh terhadap kewajibannya membayar pajak. Bentuk kelemahan pemerintah dalam memberikan pemahaman akan pentingnya wajib pajak kepada masyarakat sangat terlihat dalam kebijakan tax amnesty ini. Pemerintah terkesan

70

tunduk kepada para pelaku kejahatan keuangan dimana pemerintah tidak dapat memberikan tindakan tegas terhadapa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan sehingga pemerintah hanya dapat mengiming-imingi akan pembebasan sanksi administrasi maupun pidana untuk dapat menarik para pelaku kejahatan keuangan agar dapat membayar pajak. Data yang diperoleh dari Ditjen pajak hingga tahun 2011 menunjukkan bahwa persentase kepatuhan para wajib pajak baru mencapai angka 62,5%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan para wajib pajak masih cukup rendah. Oleh sebab itu, tax amnesty diharapkan tidak hanya memberikan peningkatan pendapatan negara saja, tapi juga dapat meningkatkan kesadaran wajib pajak akan pentingnya membayar pajak.

Gianiti Claresta

4215101025

Teknik Sistem Perkapalan

71

Oleh : Pradnya Andaka (4215100069)

TOL LAUT

Poros Maritim Dunia, hal tersebut merupakan konsep yang menjanjikan dari seorang Presiden yang terpilih. Jika melihat dari sejarah, tepatnya ketika zaman kerajaan, dimana 2 kerajaan besar di Nusantara yaitu Sriwijaya dan Majapahit berhasil menjadi kerajaan di Nusantara yang mampu menguasai sektor kemaritiman, yang berakibat langsung pada penguasaan sektor perdagangan. Namun, kejayaan tersebut secara perlahan terlupakan, dimana pola pikir Indonesia sebagai Negara Kemaritiman diubah menjadi Indonesia Negara Agraris. Pembangunan pun terfokus ke darat, sehingga pengawasan dan pembangunan di sektor maritim kian memprihatinkan. Ketika, Presiden terpilih mencoba mencanangkan kembali Indonesia, sebagai Poros Maritim Dunia, seolah-seolah potensi yang tertidur terbangun kembali.

Program Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia yang populer di masyarakat adalah tol laut, dimana tol laut ini memiliki pengertian, transportasi laut dengan kapal atau sistem logistik kelautan yang melayani tanpa henti dari Sabang hingga Merauke, yang bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian secara merata.

Kesenjangan harga yang signifikan di Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian barat merupakan latar belakang yang kuat dari tol laut. Dan untuk membangun Poros Maritim Dunia, diperlukan lima pilar (berdasarkan konsep dari presiden terpilih), yaitu

Membangun kembali budaya maritim Indonesia.

Menjaga sumber daya laut dan menciptakan kedaulatan pangan laut dengan menempatkan nelayan pada pilar utama.

Memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, deep seaport, logistik, industri perkapalan, dan pariwisata maritim.

Menerapkan diplomasi maritim, melalui usulan peningkatan kerja sama di bidang maritim dan upaya menangani sumber konflik, seperti pencurian ikan, pelanggaran kedaulatan, sengketa wilayah, perompakan, dan pencemaran laut dengan penekanan bahwa laut harus menyatukan berbagai bangsa dan negara dan bukan memisahkan.

72

Membangun kekuatan maritim sebagai bentuk tanggung jawab menjaga keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.

Melihat hal itu, untuk menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia, Tol Laut tidak bisa dipandang secara parsial, namun harus dipandang secara komprehensif.

Lalu bagaimana kondisi kekinian Industri Perkapalan sebagai salah satu pendukung Tol Laut? Melihat dari jumlah galangan saja, sudah terlihat ketimpangan Industri Perkapalan di Indonesia. Di Pulau Jawa terdapat 92 galangan, di Pulau Sumatra terdapat 65 galangan, di Pulau Kalimantan terdapat 62 Galangan, dan sisanya secara keseluruhan terdapat 30 galangan. Pada tahun 2015 saja, kemampuan produksi galangan di Indonesia saat itu baru mencapai 200-300 unit per-tahun dengan jumlah docking kapal sekitar 220 unit yang terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia. Dan dimana armada kapal Indonesia saat itu didominasi oleh kapal kecil berumur diatas 25 tahun. Hal tersebut menggambarkan suatu hal yang bertolak belakang antara kenyataan dengan apa yang dikonsepkan tol laut. Dimana dalam konsep tol laut yang diusung adalah produksi kapal dengan ukuran besar, dan target produksi kapal adalah 1000 unit per-tahun.

Jika melihat besarnya potensi nasional harusnya kita mampu memenuhi kebutuhan kapal domestik. Namun, di lapangan berkata lain, sebagai negara yang mencanangkan diri sebagai Poros Maritim Dunia, kebutuhan kapal domestik masih saja bergantung pada produk kapal dari luar negeri. Dan hal tersebut pun benar-benar menjadi sebuah perhatian besar untuk pemerintah. Oleh karena itu, Presiden terpilih pun menetapkan pelarangan impor produk kapal di dalam negeri. Presiden Joko Widodo pun berpendapat “Galangan kapal kita siap. Sampai (kapal ukuran, baca) 17.500 (DWT) saja siap. Industri galangan kapal kita siap. Sehingga dalam ratas (rapat terbatas) saya perintahkan pemerintah tidak boleh lagi pesan kapal dari luar negeri, tidak boleh impor. Buat sendiri di Indonesia. Kita harus utamakan industri dalam negeri terlebih dahulu. Kebiasaan impor sudah tidak ‘sustainable’”.

Kondisi yang perlu mendapat perhatian berikutnya adalah dwelling time. Dwelling time berasal dari bahasa Inggris, dari kata dwell yang berarti tunggu atau tinggal, dan time adalah waktu. Sehingga dwell time berarti waktu tinggal atau waktu tunggu. Jadi, dalam kamus dunia pelayaran, dwelling time adalah waktu tunggu kapal di pelabuhan atau lebih tepatnya waktu yang dihabiskan kapal di pelabuhan dalam rangka proses bongkar dan atau memuat barang. Menurut definisi World Bank (2011), pengertian dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas (kontainer) dibongkar dan diangkat (unloading) dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama.

73

Kasus dwelling time di pelabuhan memanas sejak Presiden Jokowi melakukan kunjungan pertama ke Pelabuhan Tanjung Priok. Beliau menargetkan lama dwelling time bisa dipercepat dari yang semula 6 hari lebih menjadi 4,7 hari dengan rincian: pre-custom clearance selama 2,7 hari, custom clearance selama 0,5 hari, dan post-custom clearance selama 1,5 hari. Namun ternyata target tersebut gagal dipenuhi pada saat beliau melaksanakan kunjungan kedua ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kegagalan tersebut disebabkan karena adanya banyak faktor dan kepentingan yang berpengaruh terhadap komponen dwelling time.

Lalu apa saja yang mempengaruhi dwelling time? Banyak faktor yang mempengaruhi. Seperti :

WT atau waktu tunggu kapal di suatu pelabuhan. Bisa menjadi lama karena terjadi antrian kapal (kongesti). Hal itu terjadi karena tingginya volume kapal, namun tidak dibarengi kesiapan infrastruktur dan fasilitas di pelabuhan.

Produktivitas tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang masih rendah. Produktivitas TKBM di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia tergolong masih rendah karena pengelolaan TKBM yang masih belum optimal dan profesional. Saat ini pengelolaan TKBM dimonopoli koperasi TKBM di bawah pengawasan pemerintah. Hal itu pula yang membuat TKBM tidak kompetitif. Seharusnya di setiap pelabuhan terdapat minimal dua pengelola TKBM sehingga dapat memacu kompetisi yang sehat.

Pengurusan dokumen terkait dengan kapal dan barang yang lama. Pengurusan dokumen-dokumen di pelabuhan di Indonesia terbilang lama karena di pelabuhan terdapat banyak instansi, di antaranya BUP (badan usaha pelabuhan), bea dan cukai, kantor karantina, kantor kesehatan pelabuhan, kantor kesyahbandaran, serta otoritas pelabuhan. Karena itu, dalam rangka pengurusan dokumen, pengguna jasa atau konsumen harus mendatangi instansi-instansi tersebut. Ironisnya, rata-rata pengurusan dokumen itu dilakukan setelah kapal tiba di pelabuhan, hal tersebut yang mengakibatkan lamanya proses pengurusan dokumen.

Kurangnya integrasi di antara moda transportasi angkutan barang. Integrasi yang baik tentunya dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan produktivitas. Misalnya, seperti membangun rel kereta api di pelabuhan, sehingga barang yang sudah sampai di pelabuhan bisa lebih cepat dimuat dari kapal ke kereta api.

74

Dapat disimpulkan bahwa, masih banyak yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan untuk merealisasikan proyek Tol Laut ini yang akan menyokong Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia

Daftar Pustaka:

Pradnya Andaka

4215100069

Teknik Sistem Perkapalan

75

Oleh : Christoper Jonatan (4214100121)

Begerak Serempak Indonesia

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”. Sumpah tersebut diucapkan Presiden Republik Indonesia ke 7 ketika dilantik pada tanggal 20 oktober 2014 di Istana negara. Sebuah harapan baru untuk pedagang asongan, buruh, kaum tertindas, dan gelandangan ditengah tengah terpuruknya citra kaum penguasa karena korupsi dan berbagai penindasan lainnya. Dengan segala track record baik di setiap kepemimpinannya Jokowi diharapkan menjadi “juruselamat” yang mampu menebus segala dosa penguasa sebelumnya. Untuk menjawab harapan tersebut, Jokowi merangkum dalam 9 program yang terangkum dalam nawacita dan fokusan yang dapat saya raba dalam pidato kenegaraan beliau ketika dilantik. “Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, dan memunggungi selat dan teluk. Ini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga 'Jalesveva Jayamahe', di laut justru kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali.” Ya maritim. Maritim yang dalam kbbi berarti berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut, dapat saya artikan sebagai sebuah pola kehidupan masyarakat nusantara lama yang mengedepankan laut sebagai sumber kehidupannya. Menilik sejarah, pola hidup maritim sudah dilakukan ketika zaman kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit tercatat sebagai kerajaan-kerajaan Nusantara yang pada zaman keemasannya menjadi adidaya karena karakter kemaritiman yang tertanam pada masyarakat. Tercatat beberapa kerajaan yang mencapai kedigdayaannya ketika menerapkan pola hidup maritim seperti Kerajaan Kutai (abad ke-4), Sriwijaya (tahun 600an-1000an), Majapahit (1293-1500), Ternate (1257-sekarang), Samudera Pasai (1267-1521), dan Demak

(1475-1548).

Pola hidup maritim memang telah menjadi identitas dan karakter bangsa kita. Karakter tersebut hilang dengan sendirinya akibat kebijakan tanam paksa yang diterapkan oleh kaum imperalis kapitalis. Masyarakat nusantara dipaksa fokus pada sektor agraris dan melupakan maritim. Layaknya seorang pelukis yang dipaksa menjadi seorang ilmuwan, atau ilmuwan yang dipaksa menjadi seorang pelukis, begitulah bangsa ini ketika kehilangan jati dirinya. Dengan terucapnya kata maritim dari seorang pemimpin, menciptakan sebuah harapan baru akan kejayaan masa lalu tentang maritim.

76

Dua tahun sudah Presiden Joko Widodo beserta jajarannya bekerja untuk mewujudkan harapan ini. Harapan yang menjadi titik balik carut marutnya kondisi negeri akibat ketidakseriusan penguasa dalam mengabdi. 2 tahun pemerintahan Jokowi diwarnai dengan buruknya komunikasi di jajaran birokrasi, pernyataan pejabat negara yang tidak sesuai kebijakan Jokowi, saling sikut sana - sini antar menteri, sampai penegakan hukum yang tumpul di kepala dan tajam di kaki. Di sektor maritim sendiri masih dapat kita lihat kehidupan nelayan yang tak berangsur membaik. Dengan visi poros maritim dunia yang didengungkan oleh Presiden Jokowi, seharusnya nelayan berada dalam kondisi yang jauh berbeda. Kondisi nelayan merupakan cermin bagaimana kebijakan pemerintah mengatur dan mengelola masyarakat pesisir. Data dari otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan rasio kredit macet (NPL) UMKM perikanan bergerak naik dari 3,77 pada Desember 2014 menjadi 5,18 pada Juli 2015. Data ini menunjukan sebuah masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya dari melaut, mengalami kesulitan dalam perekonomian sampai tak mampu lagi untuk melunasi hutang. Dari segi kesejahteraan pembudidaya ikan data menunjukan indeks kesejahteraan pembudidaya ikan sempat anjlok di bawah 100 tahun 2015. Ini berarti pembudidaya ikan mengalami defisit/penurunan daya belinya. Di dalam tubuh birokrasi sendiri, terlihat jelas ketidakmampuan Jokowi dalam memanajemen bawahannya. Dengan diangkat-dicopot-diangkatnya kembali Archandra Tahar sebagai wakil menteri menjadi bukti ketidaktelitian Jokowi dalam menentukan pejabatnya. Archandra Tahar yang diisukan sudah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Amerika, dilantik menjadi menteri ESDM sebelum akhirnya dicopot ketika dirinya belum genap satu bulan bekerja. Seolah menjadi sebuah dagelan politik ketika saya melihat kebijakan selanjutnya dari Presiden Jokowi dengan mengangkat kembali Archandra Tahar sebagai wakil menteri ESDM ketika dirinya terbukti seorang “Indonesia sejati” mendampingi Ignasius Jonan yang sebelumnya diberhentikan dari menteri perhubungan. Salah satu alasan yang dapat kita cerna dari terpilihnya pasangan ini tidak lepas dari track record yang baik dari Archandra Tahar dalam bidang energi dan ketegasan Ignasius Jonan jika tidak ingin mengatakan Presiden Jokowi tak ingin kehilangan wibawanya akibat ke”labil”an dalam mengangkat dan memberhentikan pejabat publik. Mari kita beralih ke sisi timur Indonesia. Pulau yang sangat kaya dengan keindahan alam dan keragaman budayanya, kembali diusik oleh kepentingan kepentingan yang mengatasnamakan “kebaikan bersama”. Presiden Jokowi beserta jajarannya berhasil untuk memperpanjang izin ekspor freeport dari 8 Agustus 2016 menjadi 11 Januari 2017. Ternyata masyarakat papua yang memberikan harapan besar kepada Jokowi, kurang cukup kuat untuk melawan kolonialisme parsial dari penjajah. Jokowi yang pada tahun 2014 menang telak di Papua, tidak mampu melawan hegemoni korporasi kaum kapitalis yang mengeruk kekayaan

77

alam dari bumi Papua tanpa keadilan untuk rakyat papua. Rakyat papua yang tidak pernah menikmati kekayaan alamnya sendiri kembali harus menelan pil pahit untuk merdeka dari para penjajah. Data menunjukan indeks kekerasan menurut tipe konflik pada tahun 2014 dalam insiden kekerasan tipe konflik sumber daya, Papua memiliki intensitas tertinggi yakni dengan nilai acuan indeks intensitas kekerasan sejumlah angka 61 dengan korelasi kekerasan tipe konflik separatisme yang tertinggi yakni pada angka 42. Data ini didukung dengan meningkatnya gerakan separatis yang terjadi ketika isu isu yang berkaitan tentang perpanjangan kontrak freeport menghangat kembali. Kondisi ini menimbulkan berbagai spekulasi tentang apa yang melatar belakangi setiap kekerasan dan gerakan separatis yang terjadi di papua. Keadaan ini semakin diperparah dengan perilaku “rasis” terhadap pemuda papua di beberapa daerah yang menginginkan papua merdeka. “NKRI harga mati” katanya. Namun, tak ada solusi dari setiap permasalahan di papua. Hanya pemuda papua yang diinjak injak dan dianggap teroris ketika mereka memperjuangkan kehidupan saudara mereka. 2 tahun pemerintahan Jokowi-Jk belum memberikan peningkatan berarti jika tidak ingin dikatakan gagal. Meskipun terdapat beberapa peningkatan dari sisi ketahanan pangan, infrakstruktur, dan pelayanan kesehatan, namun hal tersebut belum cukup untuk menjawab harapan tinggi dari masyarakat. Masih banyak harapan harapan dari kaum tertindas mengenai kesejahteraan. 2 tahun pemerintahan Jokowi Jk masih diwarnai dengan Isu sara yang menjadi masalah tersendiri pada kehidupan horisontal bermasyarakat. Revolusi mental yang di gembar gemborkan pun belum terlihat implementasi. 2 tahun pemerintahan pemerintahan Jokowi-Jk merupakan momentum untuk setiap elemen bangsa bermawas diri. 2 tahun Jokowi-Jk merupakan sebuah peringatan bahwa mewujudkan kesejahteraan bukan hanya tugas dari penguasa, tapi seluruh elemen bangsa.

Referensi:

2.http://nasional.kompas.com/read/2014/05/21/0754454/.Nawa.Cita.9.Agenda.Prioritas.Jokowi

-JK

78

Kaderisasi Sosial Politik Studi Literasi Tulisan Hari Pendidikan Nasional

80

Puisi Pendidikan Ayo Membaca Karya: Aghnia Nurul Fadhilah

Seperti halnya sebuah timba tanpa isi Seperti itulah aku tanpa ilmu Seolah sudah menjadi suatu kewajiban Untuk aku mengetahui semua hal

Ilmu ku adalah jendela duniaku Dan jendela duniaku adalah bukuku

Tak bisa dipungkiri, Aku tahu tentang semua hal Dari sebuah rangkaian tulisan Yang tersusun rapi oleh sebuah makna Yang hanya orang berfikirlah Yang tahu akan makna tersebut

Inilah dunia ku Dunia dimana aku memulainya dengan membaca Membaca dan membaca

81

Mencari Bukan Disuapi

Pendidikan adalah sesuatu yang wajib kita dapatkan dalam hidup. Melihat dari pembukaan undang-undang dasar pada alinea ke 4 yaitu "mencerdasakan kehidupan bangsa”, Indonesia benar-benar menjunjung tinggi pendidikan.

Sejak dulu hingga sekarang kurikulum pendidikan di Indonesia mengalami banyak perubahan. mulai dari "disuapi" hingga mencari sendiri. melihat dari metode pendidikan Paulo Freire yang mengatakan bahwa masyarakat sebagai peserta didik harusnya dipandang sebagai subjek yang aktif dan berpotensi, bukan sebuah objek yang hanya sebagai penerima sesuatu secara pasif. Setelah sekian lama Indonesia menganut metode pendidikan dimana guru sebagai subjek aktif dan murid hanya sebagai pendengar setia. akibat dari metode tersebut sekolah- sekolah di Indonesia banyak menghasilkan individu pendengar bukan sebagai pencari. Nampaknya Indonesia sudah mulai sadar akan problematika tersebut, pada tahun 2013 kurikulum berganti menjadi murid menjadi subjek yang aktif dan guru sebagai fasilitator dalam sebuah ruangan. para pendengar setia yang akan mengikuti apa kata guru akan terminimalisir. sehingga sekolah-sekolah nantinya diharapkan untuk menghasilkan individu yang cerdas juga independen. dengan adanya individu-individu seperti inilah yang akan membuat perubahan pada negara, merubah kondisi negara menjadi lebih baik dari sebelumnya juga menjadi Indonesia sebagai negara maju yang berisikan individu cerdas.

Tidak mudah memang untuk membuat sebuah sistem menjadi sangat baik dalam seketika. butuh adanya sifat kolaboratif antara pembuat sistem pendidikan juga sebagai eksekutor pendidikan. di hari pendidikan nasional ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pendidikan disuatu negara. dengan kesadaran itulah adalah salah satu kontribusi untuk menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi.

Bagas Pamungkas

82

Mengantre Punya Segudang Manfaat

M Agung Wicaksono

Bicara mengenai Pendidikan, Pendidikan memiliki cakupan yang luas. Pendidikan bukan hanya melulu tentang duduk di kelas, menyimak guru mengajar, mengerjakan tugas yang diberikan, mengikuti ujian dan yang terakhir keluarlah nilai untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Karena sebetulnya ada hal lain yang lebih penting yang bukan menjadi fokusan utama masalah Pendidikan di negeri ini yaitu pendidkan moral.

Dewasa ini kasus-kasus amoral banyak sekali diberitakan di media massa seperti penipuan, narkoba, pesta miras, pelecehan yang bahkan menjerat para pendidik yang semestinya menjadi contoh dalam kehidupan yang bermoral. Tidak usah dulu berat-berat jika membahas mengenai moral ini. Karena sesuatu yang besar berawal dari yang kecil. Contohnya saja masalah mengantre.

Suatu ketika saat saya sedang mengantre untuk melakukan pembayaran di kasir, kira-kira ada dua orang di depan saya yang secara visual tertib dalam mengantretidak ada tanda garis untuk mengantretiba-tiba berubah raut wajahnyabegitupula dengan sayaketika seorang bapak yang tak begitu tua penampilannya ‘nyelonong’ begitu saja ke bagian paling depan dan langsung berhadapan dengan sang kasir. Walaupun saya merasa kesal namun saya memaafkan sang pelaku karena saya menganggap kejadian tersebut tak perlu di besarkan. Namun kembali lagi terhadap pembahasan sebelumnya bahwa hal besar dimulai dari yang kecil.

Ada lagi contoh lain yang biasanya terjadi di masyarakat mengenai masalah mengantre ini. yaitu ketika pembagian sembako, nasi bungkus, bantuan yang tak jarang sampai memakan korban karena mereka memilih tidak mengantre karena takut tidak kebagian jatah.

Saya menjadi teringat sebuah artikel yang berjudul “Budaya Etika antri vs Pintar Matematika”. Kira-kira begini kontennya :

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Kerena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.

Inilah jawabannya:

83

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU

KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

•Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

•Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

•Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting

•Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

•Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

•Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

•Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

Sejatinya pendidikan bukan hanya tentang matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi dan lain-lain yang hasilnya berupa angka. Moral merupakan hal yang harus didik sejak dini karena hal tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan kita, selalu setiap saat kita gunakan dalam hidup tidak seperti pelajaran matematika, fisika, biologi dan yang lainnya. Dengan program pemerintah yang menggagaskan pendidikan berkarakter diharapkan dapat menjaga moral anak bangsa dari pengaruh globalisasi yang cenderung merusak moral.

84

85

85

Janji Pendidikan

hai pemegang janji emas coba lihat dengan mata yang awas jangan dengan hati yang panas

Dahulu kita bangsa yang hebat guru negeri ku kesana meloncat kini faktanya sudah terjulat anak negeri ku yang terhujat

di media massa kini ku membaca retorika baru yang merobek makna dan jawaban mu seolah makin tak ada logika tapi seolah kata-kata mu membuat kami terpesona

Apa kabar saudara ku? umat diatas debu janji kala itu kesejahteraan ilmu hanya jadi dongeng palsu membuat ku terpasung dengan harapan semu apakah ini hasill janji mu?

Madina Nur

86

Pendidikan kejam di Indonesia

Apakah anda kenal Muhammad Ali ? banyak dari seluruh orang dari penjuru dunia mengenal siapa itu muhammad ali, dia adalah petinju kelas berat yang ditakuti hampir seluruh musuh-musuhnya dan sudah memenangi banyak penghargaan internasional. Hingga sampai dia wafat, banyak yang ikut mendoakan dan memakamkannya,begitu besar respect yang diberikan untuk muhamad ali.

Tapi pernahkah anda membayangkan jika muhammad ali menjadi seorang dokter umum yang kesehariannya mengobati orang sakit ? dan apakah jika muhammad ali menjadi dokter umum, anda akan bisa mengenal siapa itu muhammad ali ? Tentu saja anda tidak akan mengenal sosok muhammad ali jika dia menjadi seorang dokter.

Itu sedikit deskripsi singkat tentang apa yang terjadi di pendidikan indonesia ini, banyak dari mereka TAKUT akan melangkah hanya karena STIGMA NEGATIF dari masyarakat maupun dari keluarga sendiri, seperti “mau dikasih makan apa anak cucu kamu nanti kalau kamu hanya menjadi seorang atlet”. Dari sedikit kalimat tersebut banyak dirasakan banyak remaja-remaja yang ingin menjadi apa yang dia impikan namun tidak dapat restu dari keluarga HANYA berita burung yang beredar. Banyak yang menganggap menjadi seorang yang “Berpendidikan” dalam arti profesi lebih mulia dari segala-galanya.

TAKUT

melangkah. Gapai mimpimu jangan dengarkan STIGMA NEGATIF yang beredar.

Maka

dari

saya

mengajak

diri

saya

sendiri

dan

teman-teman

jangan

Fathin Muhammad

87

Pendidikan Komitmen Berkata

Pada suatu hari yang cerah segerombolan kancil berlari di savana menyusuri sungai. Sejauh mata memandang terlihat rumput hijau diiringi pekikan burung menemani keceriaan para kancil. “BOOM!!!” suara ledakan mengagetkan sepenjuru kerajaan binatang. Para hewan menoleh kearah hutan dalam tatapan kebingungan. Terdengar suara nafas berat yang semakin lama semakin keras. Kerajaan binatang terhipnotis pada satu sosok besar gelap. “HOMMM!!!” Banteng betina mengendus sambil berdiri. Matanya merah penuh ambisi yang multi tafsir. Mulai saat inilah kerajaan binatang tunduk padanya.

Dulu ada tokoh yang ingin mempurnakan masa jabatannya, namun malah jadi kutu loncat. Dulu ada tokoh yang mengatakan jika si A memimpin bisa hancur itu, toh ia sekarang menelan ludahnya sendiri. Dulu ada yang mengatakan jika si B kalah maka dia akan memotong bagian tubuhnya. Lucunya baru-baru ini pemerintah berkata tidak akan mengizinkan ekspor konsentrat tetapi setelah wapres AS datang dengan USS Carl Vinsonnya keluar juga izin ekspor konsentrat.

Budaya yang buruk menjamur di dunia ini adalah komunikasi impresi. Terlalu menginginkan agar audiens terpana dengan kata-katanya dan menciptakan banyak follower. Ya memang pergaulan sekarang pergaulan populerisme, tetapi jika sifat ini terlalu mengambil ranah yang menuntut komitmen itu sama saja bersandiwara.

Komitmen berkata adalah suatu sifat yang sangat dituntut di masyarakat madani. Bukanlah main-main untuk membuat suatu komitmen. Resikonya harus diperhitungkan dan menimbang dampak yang akan terjadi. Jadi kapan Indonesia menjadi madani dengan masyarakatnya yang berkomitmen kata?

Surabaya, 2 Mei 2017

Ramadhian Ekaputra

88

An Afterthought

If knowledge determines power, it comes to no surprise that it's so expensive by the hour Because power is held by the wealthy, held by those who are filthy

If education still takes a lot to be bought, then the ones getting it are only the hotshots The ones whose relatives hit the jackpot The ones who never have to compete to get the spot

The underpaid will need to overpay, while in truth they're the ones who get in the honest way But that's just how the system works, right? Justice is still far out of sight

Education is justifying everything for the first letter of the alphabet Education is glorifying fraud Education is lack of sleep Education is exhaustion Education is a competition field

If education isn’t a sport, then why is winning so crucial?

Is the point really to educate or to frustrate?

Education is a must for people who want to be successful Education empowers people to be leaders Education is competing to get the top of the ladder Education promises high salary and goldmines Education is worth millions, if not a few hundred of them!

89

Has it truly lost its essence? Has it now just become a tool to improve our own lives instead of others'?

Tatyana A. Ibrahim, Mei 2017

90

Kaderisasi Sosial Politik Studi Literasi

Tulisan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 2017

91

Indonesiaku

Sekitar sebulan yang lalu, saudara jauh ku terkena musibah yang sangat mengilukan. Dia seorang laki-laki yang setiap harinya bekerja sebagai reparasi amplifier. Waktu itu sehabis dia melakukan sholat dan hendak pulang, entah mengapa tiba-tiba di tengah jalan dia sudah dihampiri oleh massa dan dipukuli oleh warga sekitar gara-gara dituduh mencuri amplifier masjid. Tidak puas dengan aksinya itu,warga langsung menyulutkan korek dan membakar saudara ku ini hidup-hidup.

Belum lama juga, banyak dari teman-teman seperjuanganku menggelar aksi menolak hak angket DPR yang ditujukan untuk KPK yang dinilai kerja KPK beginilah dan begitulah. Teman-temanku menggelar aksi bukan karena ingin mendukung KPK atau ingin melemahkan DPR, bukan. Mereka hanya ingin transparansi kinerja dari wakil rakyat dan mengapa hak angket ini dibuat mungkin sengaja bersamaan atau hanya kebetulan bersamaan dengan kasus korupsi mega proyek E-KTP yang merugikan negara sampai 2,3 triliun rupiah yang menurut penyidikan hampir semua anggota DPR RI kecipratan dan tentu saja sang KAPTEN mendapatkan jatah yang lebih besar dari rejeki nomplok kali ini.

Dan jika saya melihat dua kasus diatas, saya teringat pesan presiden pertama kita “Berikan saya 1000 orang tua, niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya, berikan 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dan betul pesan singkat soekarno yang memiliki arti sangat dalam sudah direalisasikan TAPI bukan seribu orangtua untuk mencabut semeru melainkan 1000 orangtua mencabut nyawa seorang pemuda dan bukan 10 pemuda kuguncangkan dunia melainkan 10 pemuda kuguncangkan gedung DPR.

Bukan kenapa, banyak dari kita yang menginginkan Indonesia maju, Indonesia lolos piala dunia, Indonesia menjadi macan asia,Indonesia bebas dari korupsi, Indonesia memiliki DPR yang jujur dan lain sebagainya. Itu semua cita-cita dan mimpi untuk Indonesia yang sangat mulia, tapi jangan muluk-muluk untuk mencapai kesana,perjuangan menuju kesana sangat tidak mudah, tidak semudah membakar orang hidup-hidup atau tidak semudah mengambil uang rakyat, perjuangan kesana harus dimulai dengan kepribadian yang sangat WOW dari setiap diri masyarakat Indonesia. Jika sudah tau perbuatan ini salah atau tidak sesuai, maka jangan dilakukan, masih ada beribu jalan yang bisa kita lakukan untuk INDONESIAKU.

#HUTRI72

#AKUMASIHSAYANGINDONESIAKU

#INDONESIAWOW

Fathin Muhammad Mahdhudhu

92

Di sepanjang jalan berduri Tinta merah menancap diri Tangis riuh tiada ampun tak manusiawi Yang menghancurkan ibu pertiwi

Kami di injak kami di tindih sungguh tak berhati tak berkasih beratus tahun kami gigih tak berdalih Menunjukan kami tak rela beragih

Tanah air itu pikulan Perjuangan bukan suatu karangan kami menentang kami melawan kami berjuang atas sebuah penjajahan Merdeka yang ingin kami rasakan

Alunan lagu kebangsaan dikumandangkan Sampai pelosok negeri merasakan sorak sorai menyuarakan kebahagiaan Karena sang saka berhasil dikibarkan

-Madina Nur-

93

Dirgahayu NKRI ku

Kawan, tengoklah peta Indonesia Lihatlah dengan luas Bandingkan bentuknya dengan negara lain Tak ada yang menyerupai keindahannya.

Bersyukurlah kawan Negara semajemuk ini masih ada Lihatlah berita diluar sana Perang etnis, saudara, dan agama adalah suatu hal umum Negara besar runtuh terpecah menjadi negara kecil Tetapi lihatlah Indonesia, utuh!

Kemerdekaan bukanlah barang murah, kawan Banyak nyawa harus dikorbankan Tak akan terjadi tanpa adanya persatuan

72 tahun sudah Indonesia merdeka Utuh, tetap satu, Indonesia Kawan, mari kita jaga persatuan ini

Ramadhian Ekaputra

4216101025

94

GRAND DESAIN KADERISASI SOSIAL POLITIK

97