Anda di halaman 1dari 8

Uji Eksperimental Perbedaan Sudut Kemiringan Bilah Turbin Angin Vertikal Helikal Terhadap Kinerja Turbin

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN BILAH PADA


TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL JENIS HELIKAL TERHADAP KINERJA TURBIN
ANGIN
Abdulloh Ghozian Zulfiqar Saputra
S1 Teknik Mesin Konversi Energi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
E-mail: zayenvaan@gmail.com

Indra Herlamba Siregar


Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
E-mail: indra_adsite2006@yahoo.com

Abstrak
Saat ini energi didunia sangat tergantung pada bahan bakar fosil seperti halnya minyak, batu bara serta
gas alam yang tidak dapat diperbarui. Hal ini diperparah dengan hampir semua industri di dunia
menggunakan mesin dan alat transportasi yang berbahan bakar minyak bumi sebagai sumber energi
penggerak. Dikarenakan menyebabkan terbatasnya penyediaan bahan bakar fosil, maka diperlukan
pengembangan sumber energi alternatif sebagai energi baru yang sifatnya terbabarukan seperti energi
tenaga angin, mikrohidro, biomassa, serta energy surya, dimana energi angin merupakan sumber energi
penting sejak waktu lama di beberapa negara.
Dari uraian tersebut untuk mengembangkan model turbin angin vertical axis yang mampu
mengoptimalkan potensi pembangkitan listrik pada kecepatan yang cukup tinggi, maka peneliti
mencoba mengembangkan model turbin angin jenis helical dengan kemiringan derajat blade yang
terbaik. Dengan menggunakan metode pernelitian eksperimental (experimental research). Adapun
kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perancangan perbedaan derajat kemiringan bilah
terhadap diameter turbin angin jenis Helical terhadap kinerja turbin angin tersebut. Data diambil dengan
mengukur daya dan efisiensi turbin pada setiap varisai kemiringan bilah pada bagian beban dan
kecepatan angin, dengan menggunakan variable kemiringan turbin yaitu 60 0, 450 dan 300.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daya maksimal yang dapat dihasilkan oleh turbin jenis ini
3,007 Watt serta mendapatkan hasil efisiensi sebesar 9,15 % pada variasi sudut kemiringan bilah 60 0
kecepatan angin 7 m/s, sedangkan pada sudut kemiringan 300 menunjukkan hasil yang paling rendah,
yaitu menghasilkan daya turbin sebesar 1,7168 Watt dan efisiensi sebesar 5,22%..
Kata Kunci: Turbin angin Helical, Turbin angin vertikal, NACA
Abstract
The current world energy depends greatly on fossil fuels as well as oil, coal and natural gas that cannot
be updated. This is compounded with virtually every industry in the world to use the machinery and
transportation equipment that fueled the petroleum as an energy source for propulsion. Because the
cause of the limited supply of fossil fuels, then required the development of alternative energy sources
as a new energy which is terbabarukan like the energy of wind power, micro hydro, biomass, solar
energy and wind energy, which is an important source of energy since a long time in several countries.
From these descriptions to develop models of vertical axis wind turbine that is capable of optimizing
the potential of electric generation at a fairly high speed, then researchers trying to develop a model
wind turbine types with slope degree helical blade is best. Using experimental research methods
(experimental research). As for activities conducted in this research include the design of the
difference degree slope of the blade against the type of Helical wind turbine diameter on performance
of wind turbines. Data taken by measuring the power and efficiency of the turbine on every slope on
the taskbar varisai load and wind speed, using variable slope turbines that is 600, 450 and 300.
The results of this research show that the maximum power that can be generated by this type of turbine
3.007 Watts as well as get the efficiency of 9.15% tilt of the blade angle variation on 60 0 wind speed
of 7 m/s, while the slope at an angle of 300 indicates the lowest results, namely the power generating
turbines of 1.7168 Watts and efficiency of 5.22%.
Keywords: Helical Wind Trubine, Vertical Wind Trubine, NACA

391
Jurnal Teknik Mesin. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 391-398

PENDAHULUAN sangat cocok dengan karakteristik angin di Indonesia


Sejak munculnya permasalahan tentang energi yang yang selalu berubah-ubah secara tidak taratur dengan
sangat krusial didunia beberapa tahun terakhir. kecepatan angin yang terbilang relatif kecil. Hal
Permintaan-permintaan untuk energi yang disebabkan inilah yang menjadikan peneliti dalam
menipisnya sumber cadangan minyak dunia dan mempertimbangkan memilih turbin angin jenis
didorongnya oleh pertumbuhan populasi yang vertical axis sebagai analisa prestasi turbin angin
semakin besar serta permasalahan emisi gas buang pada kondisi tersebut. Selain itu kegaduhan suara
dari bahan bakar fosil membuat beberapa negara yang dihasilkan oleh turbin angin sumbu vertical axis
tertekan untuk segera memproduksi dan lebih kecil dari pada noise yang dihasilkan oleh
memanfaatkan energi yang dapat diperbarukan. turbin angin horizontal axis.
Saat ini energi didunia sangat tergantung pada Penelitian yang dilakukan oleh S. C. McIntosh
bahan bakar fosil seperti halnya minyak, batu bara dan H. Babinsky (2009) yang meneliti tentang Turbin
serta gas alam yang tidak dapat diperbarui. Hal ini Angin Vertikal Axis jenis Helical tiga buah bilah,
diperparah dengan hampir semua industri di dunia mereka meneliti tentang pengaruh swept blade (bilah
menggunakan mesin dan alat transportasi yang dengan menggunakan variasi sudut sapuan) dan
berbahan bakar minyak bumi sebagai sumber energi unswept blade pada turbin dengan variabel 00, 100,
penggerak. Pemakaian yang berlebihan ini 200, 300, 400, dan 500 mendapat hasil bahwa pada
mengakibatkan sumber daya alam tersebut semakin bilah dengan variasi 500 sapuan mendapatkan efek
menipis. pada power output yang dihasilkan turbin cukup
Perkembangan pemanfaatan energi angin di tinggi serta tip speed ratio tertinggi dengan
Indonesia masih tergolong rendah. Penyebabnya penurunan koefisiensi daya (Cp) sebesar 50%
adalah arah berhembusnya angin Indonesia yang dibandingkan dengan variasi sudut pada bilah yang
selalu berubah-ubah dan kecepatan angin Indonesia lainnya.
yang terbilang rendah yaitu antara 3 m/s sampai 5 Penelitian yang Denhas, (2015) lakukan penelitian
m/s sehingga akan sulit untuk menghasilkan energi tentang pengaruh sudu pengarah aliran pada turbin
listrik dengan jumlah skala besar. Hal ini disebabkan angin vertical axis savanios dan mendapatkan hasil
letak geografis Indonesia sebagai negara tropis bahwa sudu pengarah dengan kemiringan 60 0 mampu
(Yudha Partomo, 2012), pada kondisi ini produksi menghasilkan daya yang lebih tinggi dibandingkan
energi dari turbin angin horizontal axis terganggu dengan kemiringan 200 dan 400 tanpa pengarah
karena rotor pada turbin harus selalu berhadapan angin dengan menghasilkan daya meningkat sebesar
dengan datangnya arah angin. Akan tetapi hal 146%.
tersebut tidak berpengaruh pada turbin angin vertikal Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kamal
axis, turbin jenis ini bergeraknya tidak tergantung Habibi Bagar, (2013) dan kawan-kawan yang
dari arah angin dan dapat bekerja pada kecepatan membahas tentang pembangkit listrik tenaga angin
lebih kecil dari 3 m/s. dengan inovasi turbin helical vertikal untuk
Pada masa awal perkembangannya, teknologi kemandirian energi sekolah daerah pesisir. Hasil
energi angin lebih banyak dimanfaatkan sebagai yang didapatkan yaitu, Kecepatan angin sekitar 4 m/s
pengganti tenaga manusia dalam bidang pertanian (16 km/jam) masih belum dapat mengawali
dan manufaktur, maka kini dengan adanya perputaran turbin helical sehinga dapat dikatakan
pengembangan teknologi dan bahan yang baru, tujuan masih belum dicapai dikarenakan desain sudu
manusia membuat turbin angin untuk yang kurang mendukung, sehingga tidak dapat
membangkitkan energi listrik yang bersih dan lebih memaksimalkan konversi energi angin menjadi
baik, baik untuk penerangan, sumber panas tenaga energi kinetik rotasi.
pembangkit untuk alat rumah tangga. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh
Konstruksi turbin angin secara umum dibagi menjadi Enggar, (2015) menguji kinerja turbin sumbu
dua diantaranya vertical axis dan horizontal axis. horizontal dengan memodifikasi sudu tipe flat dengan
Dari kedua konstruksi, turbin angin vertical axis lebih varisai sudut kemiringan 100 dan 150, dari hasil
effisien di bandingkan dengan turbin angin horizontal pengujian didapatkan hasil bahwa Rpm tertinggi yang
axis, karena konstruksi ini dapat menyerap potensi didapat saat pengujian dengan pembebanan yaitu
angin dari segala arah, bekerja pada kecepatan sebesar 587Rpm, pada kemiringan sudut 15º.
rendah, konstruksi sederhana dan tidak memerlukan Sedangkan Rpm terendah yaitu sebesar 127,3 Rpm
tempat pemasangan yang begitu luas serta pada pengukuran sudut 10º. Untuk akumulasi energi
menghasilkan momen yang besar. Konstruksi ini terbesar didapatkan pada kemiringan sudut 150 yaitu
Uji Eksperimental Perbedaan Sudut Kemiringan Bilah Turbin Angin Vertikal Helikal Terhadap Kinerja Turbin

sebesar 0,05185 kWh. Sedangkan untuk akumulasi METODE


energi paling sedikit yaitu pada kemiringan sudut 10 0 Rancangan Penelitian
yaitu sebesar 0,01496 kWh. Sedangkan efisiensi
terbesar didapatkan pada pengujian dengan
kemiringan sudut 150, yaitu sebesar 4,44%.
Penelitian terdahulu yang terdapat pada uraian
diatas untuk mengembangkan model turbin angin
vertical axis yang mampu mengoptimalkan potensi
pembangkitan listrik pada kecepatan0020yang cukup
tinggi, maka peneliti mencoba mengembangkan
model Turbin Angin jenis Helical dengan kemiringan
derajat blade yang terbaik.
Dari uraian hasil penelitian terdahulu tersebut
untuk dapat mengoptimalkan model turbin angin
vertical axis yang mampu beropersai pada kecepatan
rendah, maka peneliti merumuskan Bagaimana
pengaruh sudut kemiringan bilah pada turbin angin
jenis Helical terhadap karakteristik daya dan efisiensi Gambar 1. Flowchart Penelitian
yang dihasilkan.
Tujuan yang dimaksud dari penelitian ini yaitu Variabel Penelitian
untuk mengetahui seberapa besar efisiensi dan  Variabel Bebas
karakteristik daya dari pengaruh sudut kemiringan Variabel Bebas adalah variasi perlakuan yang
bilah terhadap diameter rangka turbin angin vertical diberikan pada turbin angin dimana pada penelitian
axis jenis Helical. ini adalah variabel bebasnya adalah variasi derajat
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini kemiringan bilah terhadap diameter turbin 600, 450
adalah: (1) Pengalaman, pengamalan, pengamatan dan 300. Kecepatan angin 5 m/s, 6 m/s, dan 7 m/s.
dan pelajaran tambahan dalam studi dibidang Mesin  Variabel Terikat
Konversi Energi, yaitu turbin angin jenis sumbu Variabel terikat adalah variabel hasil, untuk
vertical (vertical axis wind turbine) dapat diperoleh penelitian ini variabel terikatnya adalah daya dan
oleh mahasiswa. (2) Memperoleh model turbin angin efisiensi kinerja turbin angin Helical.
Helical dengan sudut kemiringan blade yang  Variabel Kontrol
berbeda-beda terhadap diameter turbin sebagai bahan Variabel Kontrol adalah sesuatu yang dikontrol
visualisasi mata kuliah Mesin Konversi Energi. (3) agar penelitian tetap fokus pada masalah yang
Menambah bahan referensi dasar untuk mata kuliah diteliti. Variabel kontrol dalam penelitian ini
Mesin Konversi Energi mengenai turbin angin jenis adalah jumlah bilah Naca 0018, variasi beban, dan
sumbu vertical. (4) Masyarakat dapat menambah sudut pitch 00 pada turbin angin yang berjumlah 3
wawasan dan informasi tambahan tentang bilah.
pemanfaatan energi angin yang dapat dijadikan
energi listrik. Instrumen Dan Alat Penelitian
Instrumen dan peralatan merupakan peralatan uji
yang digunakan untuk memperoleh data penulisan.
Instrumen dan peralatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:

Gambar 2. Rangkaian Instrumen Penelitian

393
Jurnal Teknik Mesin. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 391-398

 Profil Bilah Helical Wind Turbine c. Menyiapkan beberapa variasi berat beban yang
Spesifikasi: Bahan Acrilic dengan tebal 2 mm digunakan pada pengujian.
sebagai bahan pembuatan NACA 0018. pemilihan
Tahap Percobaan
bahan Acrilic ini karena bahan tersebut ringan dan
a. Mula-mula motor kipas dihidupkan, setelah
mudah di sketsa untuk dibuat menjadi kerangka.
menyala atur kecepatan angin yang dikehendaki
Selain itu penelitian ini menggunakan polyfoam
menggunakan inverter.
untuk menutup bagian luasan kerangka span.
b. Lakukan pengecekan terhadap kecepatan angin
Tabel 1. Spesifikasi Rancangan Turbin Angin dengan menggunakan anemometer pada bagian
Helikal. keluaran lorong penyearah (wind tunnel), dengan
variasi kecepatan angin 4 m/s, 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s.
Derajat c. Gunakan Hygrometer untuk mengukur suhu dan
Helical Turbine
Kemiringan relative humidity
d. Pengamatan mulai dilakukan dengan memberi
Variasi 1 300 beban yang telah dipersiapkan pada tali di pulley.
Variasi beban yang digunakan yaitu 600 gram, 700
Variasi 2 450 gram, 800 gram, 900 gram, dan 1000 gram.
Pengamatan dilakukan hingga neraca pegas tidak
Variasi 3 600 lagi mengalami penambahan dan kita ukur berapa
beban yang terbaca pada neraca pegas. Maka dapat
 Profil Rancangan Turbin Angin dihitung berapa selisih beban antar pemberat
dengan beban pada neraca pegas, kemudian
melakukan perhitungan besar daya dan efisiensi
yang dihasilkan turbin angin ini.
e. Selanjutnya putaran turbin diukur dengan
menggunakan tachometer.
f. Mencatat data kecepatan angin, putaran turbin serta
beban yang didapat.
g. Melakukan percobaan 2 sampai 4 berulang-ulang
selama 3 kali.

Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang digunakan untuk
Gambar 3. Profil Rancangan Turbin Angin menganalisa data pada penelitian ini adalah statistika
Gambar 3. Merupakan gambar sketsa turbin angin deskriptif. Sehingga analisis data dilakukan dengan
keudian pada gambar 4 merupakan bentuk aktualnya. cara menelaah data yang diperoleh dari eksperimen,
dimana hasilnya berupa data kuantitatif dalam bentuk
tabel dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Langkah
selanjutnya adalah mendeskripsikan atau
menggambarkan data tersebut sebagaimana adanya
dalam kalimat yang mudah dibaca, dipahami, dan
dipresentasikan sehingga pada intinya adalah sebagai
upaya memberi jawaban atas permasalahan yang
diteliti (Sugiyono, 2007:147).
Penggunaan metode statistik deskriptif bertujuan agar
dapat menggambarkan sifat suatu keadaan yang
sementara berjalan serta memeriksa sebab-sebab dari
Gambar 4.Bentuk Aktual Turbin Angin gejala tertentu saat penelitian.
Prosedur Penelitian: Perhitungan dan Analisa Data
Tahap Persiapan Contoh perhitungan turbin angin Helical sudut
a. Menyusun/membuat rangkaian objek penelitian kemiringan bilah 600 pada kecepatan angin 4 m/s
seperti pada gambar 2 dan gambar 4.. dengan variasi beban 500 gram, beban neraca 240
b. Menyiapkan peralatan dan instrumen penelitian, gram serta putaran turbin 223,7 rpm.
yaitu anemometer dan tachometer.
Uji Eksperimental Perbedaan Sudut Kemiringan Bilah Turbin Angin Vertikal Helikal Terhadap Kinerja Turbin

1) Menghitung PT
a. Gaya: 𝐹 = (
𝑚1 −𝑚2
)𝑥 𝑔 Daya Turbin ( Pt ) 5m/s
1000
500 𝑔𝑟𝑎𝑚−240 𝑔𝑟𝑎𝑚 1.2000
=( ) 𝑥 9.8 𝑚/𝑠 2

Daya Turbin (Watt/m2)


1000 1.0000
60
= 2.548 N 0.8000
0.6000 45
b. Torsi: 𝑇 = 𝐹 𝑥 𝑟
0.4000 30
= 2.548 N 𝑥 0.005 𝑚
0.2000
= 0.01274 Nm 0.0000
2𝑥𝜋𝑥𝑛
c. 𝜔 = 0 1000 2000
60
2 𝑥 3.14 𝑥 223.7 Beban (gram)
=
60
= 23.4104 𝑟𝑎𝑑/𝑠 Gambar 6. Nilai Daya Turbin (PT) Terhadap Beban
 𝑃𝑡 = 𝑇 𝑥 𝜔 dengan Kecepatan Angin 5 m/s
= 0.01274 𝑁𝑚 𝑥 23.4104 𝑟𝑎𝑑/𝑠
= 0.2982 𝑊𝑎𝑡𝑡
2) Menghitung Pw Daya Turbin ( Pt ) 6m/s
a. 𝐴 = 𝑑 𝑥 𝑡 2.0000

Daya Turbin (Watt/m2)


= 0.34𝑚 𝑥 0.47𝑚 1.5000 60
= 0.1598 𝑚2 1.0000 45
1
 𝑃𝑤 = 𝑥𝜌𝑥𝑣 𝑥𝐴 3
0.5000 30
2
1 0.0000
= 𝑥 1.2 𝑘𝑔/𝑚3 𝑥 43 𝑥 0.1598 𝑚2
2 0 1000 2000 3000
= 6.136 𝑊𝑎𝑡𝑡
Beban (gram)
3) Menghitung Cp
𝑃𝑇
 𝐶𝑝 = 𝑥 100% Gambar 7. Nilai Daya Turbin (PT) Terhadap Beban
𝑃𝑊
0.2982 𝑊𝑎𝑡𝑡 dengan Kecepatan Angin 6 m/s
= 𝑥 100% = 4.86 %
6.136 𝑊𝑎𝑡𝑡
4) Menghitung TSR
 𝜆 = 𝜔𝑈𝑥 𝑟 = 23.4104 𝑟𝑎𝑑/𝑠 𝑥 0.17 𝑚
= 0.995 Daya Turbin ( Pt ) 7m/s
4 𝑚/𝑠
4.0000
Daya Turbin (Watt/m2)

Grafik Hasil Penelitian 3.0000 60

 Daya Turbin (PT) 2.0000 45


1.0000 30
Daya Turbin ( Pt ) 4m/s 0.0000
0.5000 0 2000 4000
Daya Turbin (Watt/m2)

0.4000 60
Beban (gram)
0.3000 45
0.2000 30 Gambar 8. Nilai Daya Turbin (PT) Terhadap Beban
0.1000 dengan Kecepatan Angin 7 m/s
0.0000
 Efisiensi Turbin Angin (Cp)
0 500 1000
Beban (gram) Efisiensi ( Cp ) 4m/s
Gambar 5. Nilai Daya Turbin (PT) Terhadap Beban 8.00%
dengan Kecepatan Angin 4 m/s 6.00%
Efisiensi

4.00% 60
2.00% 45
0.00%
30
0 500 1000
Beban (gram)

Gambar 9. Nilai Daya Turbin (Cp) Terhadap


Beban dengan Kecepatan Angin 4 m/s

395
Jurnal Teknik Mesin. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 391-398

Pembahasan
Efisiensi ( Cp ) 5m/s  Variasi sudut kemiringan blade 600
Efisiensi 10.00%

5.00% 60
45
0.00%
30
0 500 1000 1500 2000
Beban (gram)

Gambar 10. Nilai Daya Turbin (Cp) Terhadap


Beban dengan Kecepatan Angin 5 m/s

Efisiensi ( Cp ) 6m/s
10.00%
Efisiensi

60
Gambar 13. Simulasi aliran angin pada turbin angin
5.00%
helical dengan sudut kemiringan blade 600 tampak
45
depan, samping dan tampak atas
0.00%
30 (Sumber: Data Uji Penulis)
0 1000 2000 3000
Pada variasi sudut kemiringan blade ini turbin
Beban (gram)
angin memiliki ruang yang cukup lebar pada daerah
poros untuk angin menumbuk turbin sehingga
Gambar 11. Nilai Daya Turbin (Cp) Terhadap
meningkatkan kecepatan relatif ke baling-baling dan
Beban dengan Kecepatan Angin 6 m/s
turbin lebih mudah berputar (rpm meningkat),
Efisiensi ( Cp ) 7m/s sehingga memperbesar gaya lift dan dorongan yang
diterima turbin akan lebih baik. Variasi turbin ini
12.00% akan menghasilkan daya yang paling efektif
dibandingkan variasi sudut turbin yang 450 dan 300,
10.00%
60
selain itu dengan bebasnya angin keluar masuk poros
8.00% sehingga meminimalisir turbulensi maka performa
Efisiensi

6.00% 45 turbin angin dapat meningkat, beberapa hal tersebut


4.00% 30 dapat menjadikan variasi kemiringan blade ini
menghasilkan efisiensi yang paling baik pula diantara
2.00%
yang lain.
0.00%  Variasi sudut kemiringan blade 450
0 2000 4000
Beban (gram)

Gambar 12. Nilai Daya Turbin (Cp) Terhadap Beban


dengan Kecepatan Angin 7 m/s

Gambar 14. Simulasi aliran angin pada turbin


angin helical dengan sudut kemiringan blade 450
tampak depan, samping dan tampak atas
(Sumber: Data Uji Penulis)
Uji Eksperimental Perbedaan Sudut Kemiringan Bilah Turbin Angin Vertikal Helikal Terhadap Kinerja Turbin

Dapat dilihat pada gambar 4.25 dapat dilihat aliran angin dapat terlihat aliran angin seolah
simulasi aliran angin pada variasi sudut kemiringan membentuk kubah (cylinder) yang mana laju aliran
blade 450, pada variasi sudut kemiringan blade ini massa udara yang dapat menggerakkan turbin angin
merupakan sudut kemiringan diantara 300 dan 600 semakin berkurang, hal itu akan menjadi hambatan
yang mana luas sapuan yang dibentangkan oleh blade untuk masuknya udara ke sisi dalam turbin angin
tidak terlalu banyak maupun sedikit oleh karna itu tersebut dan menyebabkan turbin tersebut
aliran yang mengalir dan menerpa sudu dibelakang menghasilkan daya serta efisiensi yang rendah.
poros tidak terlalu banyak seperti 300, sehingga dapat
mengurangi gaya hambat negatif pada sudu dan PENUTUP
turbulensi yang terjadi pada turbin tidak terlalu besar Kesimpulan
juga dan gaya lift yang terjadi juga tidak terlalu besar Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan data
pun tidak terlalu kecil bila dibandingkan dengan bilah mengenai variasi pemilihan sudut kemiringan bilah
pada sudut 600 dan 300, dilain sisi pada saat turbin pada turbin angin jenis helical yang telah dilakukan,
berputar performa turbin itu sendiri dapat meningkat dapat ditarik kesimpulan terhadap karakteristik daya
secara bertahap dikarenakan sedikitnya gaya seret serta seberapa besar efisiensi yang dihasilkan oleh
(drag) dan sedikitnya turbulensi pada varisai ini , turbin.
namun sama dengan variasi turbin lainnya tidak dapat Besar karakteristik daya turbin yang dihasilkan
menerima beban yang cukup besar yang oleh turbin angin helical ini yang terbesar terdapat
mengakibatkan turbin akan turun drastis secara tiba- pada turbin variasi kemiringan sudut 600 yaitu
tiba bila mencapai beban maksimal. sebesar 3.007 Watt dengan berat beban yang
 Variasi sudut kemiringan blade 300 diberikan 3100 gram pada kecepatan 7 m/s serta
diikuti hasil 2,3129 Watt pada sudut 450 dan yang
paling rendah terdapat pada sudut kemiringan 300
dengan besar daya turbin yang dihasilkan hanya
1,7168 Watt saja.
Daya turbin yang dihasilkan turbin angin helical
tersebut juga diikuti dengan besar nilai efisiensi yang
dihasilkannya, yaitu hasil terbaik juga dihasilkan oleh
derajat kemiringan bilah 600 dengan hasil 9, 15%
pada kecepatan 7 m/s, kemudian pada derajat
kemiringan 450 besar efisiensi yang dihasilkan 7,03%
serta yang paling rendah pada derajat kemiringan 30 0
dengan nilai efisiensi sebessar 5,22%.
Gambar 14. Simulasi aliran angin pada turbin
angin helical dengan sudut kemiringan blade 300 Saran
tampak depan, samping dan tampak atas Penelitian ini masih dibutuhkan banyak variasi lagi,
Variasi sudut kemiringan blade ini memiliki gaya sebagai contoh dengan menambahkan variabel
lift yang tdak terlalu tinggi daripada variasi derajat yang lebih dengan peningkatan sudut yang
kemiringan sudut blade turbin yang lainya, disertai lebih teliti agar dapat mengetahui sudut optimal yang
dengan memiliki turbulensi yang tinggi dibanding paling efisien, serta diperlukan penelitian lebih lanjut
dengan varisai yang lain, hal itu merupakan salah mengenai turbin angin sumbu vertikal jenis helical
satu penyebab gaya hambat negatif semakin besar dengan variabel penelitian lain seperti dengan
pada variasi ini sehingga menurunkan performa menggunakan material yang berbeda untuk
turbin tersebut. Bentuk pada variasi ini pun mengetahui seberepa pengaruh pemilihan material
membutuhkan bilah yang lebih panjang dari variasi dan bentuk NACA Airfoil pada bilah serta kombinasi
yang lainnya untuk bisa memenuhi kemiringan 450 dengan menggunakan wind deflector sebagai alat
mengakibatkan hambatan pada bilah yang tentu saja penyearah angin tambahan dan pembanding.
akan menyebabkan menurunnya daya turbin, oleh
sebab itu turbin membutuhkan gaya dorong yang DAFTAR PUSTAKA
lebih besar untuk dapat berputar maksimal Adam L Niblick. 2012. Experimental and Analytical
dibandingkan dengan variasi turbin yang lainnya. Study of Helical Cross-Flow Turbines for a
Semakin tinggi putaran turbin (rpm) seperti yang Tidal Micropower Generation System.
terjadi pada variasi blade ini maka diiringi pula Mechanical Engineering University of
dengan semakin tingginya turbulensi, pada simulasi Washington.

397
Jurnal Teknik Mesin. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016, Hal 391-398

BMKG. 2016. Prakiraan Angin. (Online) of the 8th European Wave and Tidal Energy
(http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/, diakses Conference. Uppsala.
pada 18 Februari 2016).

Daryanto, Y. 2007. Kajian Potensi Angin Untuk


Pembangkit Listrik Tenaga Baru. Yogyakarta:
Balai PPTAGG-UPT-LAGG

Dodyk Afrizal, 2012. Karakteristik Turbin Angin


Vertical Axis Profil NACA 0018 dengan 3
Blade. Surabaya: Fakultas Teknik. Universitas
Negeri Surabaya.

Frisco Merry Androga, 2015. Uji Eksperimental


Model Turbin Angin Darrieus Tipe H 2 Tingkat
Dengan Kombinasi 3 Bilah Naca 0018 Dan 2
Bilah Savonius Per Tingkat. Surabaya: Fakultas
Teknik. Universitas Negeri Surabaya.

Hau, Erich, Wind Trubine. 2006. Fundamentals


Technologres, Aplication, Economic Edisi 2,
Berlin.

Indra., Herlamba S, Nur Kholis., dan Aris Anshori.


2012. Komparasi Kinerja Turbin Angin Sumbu
Vertikal Darrieus Tipe-H Dua Tingkat dengan
Bilah Profile Modified Naca 0018 dengan dan
Tanpa Wind Deflector. Surabaya: Fakultas
Teknik. Universitas Negeri Surabaya.

Michael Suseno. 2011. Turbin Angin : Klasifikasi


Turbin Angin. (Online)

(http://michaelsuseno.blogspot.co.id/2011/09/tur
bin-angin.html?m=1, diakses pada 28 Februari
2016)

Nugrohoadi. 2008. Pembangkit Listrik Tenaga Angin


di Indonesia.(Online)
(https://nugrohoadi.wordpress.com/2008/05/03/
pembangkit-listrik-tenaga-angin-di-indonesia/,
diakses pada 17 April 2015).

Pratomo Yudha. 2008. Indonesia pun Bisa Memanen


Energi Angin. (Online)

(http:www.hijauku.com/2012/04/10/Indonesia-
pun-bisa-memanen-angin/, diakses pada 28
Februari 2016)

Syahrul. 2008. Aplikasi Energi Angin Dalam Upaya


Penyediaan Energi Yang Berdaya Saing dan
Bebas Pencemaran. 3(2).32

Winchester,J.D and S.D. Quayle. 2009. Torque ripple


and variable blade force: A comparison of
Darrieus and Gorlov-type turbines for tidal
stream energy conversion. Swedia: Proceedings