Anda di halaman 1dari 17

OPERATION & MAINTENANCE MANUAL BOOSTER PUMP 2 PUMP with VARIABLE SPEED

OPERATION & MAINTENANCE MANUAL BOOSTER PUMP VARIABLE SPEED

I. PENDAHULUAN

II. PENGENALAN & SISTEM KERJA BOOSTER PUMP VARIABLE SPEED

III. PENGATURAN OPERATOR DISPLAY

IV. MAINTENANCE & TROUBLE SHOOTING

I. Pendahuluan

Kebutuhan akan Hemat Energi terutama Energi Listrik dewasa ini sangat besar. Untuk itu dibutuhkan suatu system penghematan dimana Energi Listrik yang dipakai disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan. Untuk kebutuhan / pemakaian Air dalam jumlah banyak seperti untuk di gedung- gedung bertingkat, hotel – hotel berbintang ,apartemen ,Rumah Sakit,dan lain lain. Dibutuhkan Intensitas yang tinggi dari Pompa untuk mencukupi pemakaian air tersebut sehingga kebutuhan akan energy Listrik menjadi besar.

Untuk menanggulangi kebutuhan Energy Listrik tersebut diperlukan beberapa langkah

Langkah – langkah tersebut meliputi area utama untuk memperbaiki pompa dan sistim pemompaan. Area utama bagi penghematan energi meliputi:

Memilih pompa yang benar Mengendalikan debit aliran dengan variasi kecepatan Pompa dalam susunan paralel untuk memenuhi permintaan yang beragam Membuang kran pengendali aliran Membuang kendali by-pass Kendali start/stop pompa Memperbaiki keseimbangan impeler

I.1 Memilih pompa yang benar

Dalam memilih pompa, para pemasok berusaha untuk mencocokan kurva sistim yang diberikan oleh fihak pengguna dengan kurva pompa yang memenuhi kebutuhan tersebut sedekat mungkin. Titik operasi pompa adalah titik dimana kurva pompa dan kurva tahanan sistim berpotongan. Walau begitu, tidak memungkinkan bagi satu titik operasi memenuhi seluruh kondisi operasi yang dikehendaki. Titik Efisiensi Terbaik/ Best Efficiency Point (BEP) merupakan kapasitas pemompaan pada diameter impeler maksimum, dimana efisiensi pompanya adalah yang paling tinggi. Seluruh titik kesebelah kanan atau kiri BEP memiliki efisiensi lebih rendah. BEP terpengaruh jika pompa yang terpilih ukurannya berlebih. Alasannya adalah bahwa aliran pompa dengan ukuran berlebih harus dikendalikan dengan metoda yang berbeda, seperti kran penutup atau jalur by-pass. Keduanya memberikan tahanan tambahan dengan meningkatnya gesekan. Sebagai akibatnya kurva sistim bergeser ke kiri dan berpotongan dengan kurva pompa pada titik lainnya. Sekarang BEP nya juga menjadi lebih rendah. Dengan kata lain, efisiensi pompa berkurang sebab aliran keluar berkurang akan tetapi pemakaian dayanya tidak.

I.2 Mengendalikan debit aliran dengan variasi kecepatan

I.2.1 Menjelaskan pengaruh kecepatan5 Perputaran impeler pompa menghasilkan head. Kecepatan keliling impeler berhubungan langsung dengan kecepatan perputaran batang torak. Oleh karena itu variasi kecepatan putaran berpengaruh langsung pada kinerja pompa. Parameter kinerja pompa (debit alir, head, daya) akan berubah dengan bervariasinya kecepatan putaran. Oleh karena itu, untuk mengendalikan kecepatan yang aman pada kecepatan yang berbeda-beda maka penting untuk mengerti hubungan antara keduanya. Persamaan yang menjelaskan hubungan tersebut dikenal dengan “Hukum Afinitas”:

Debit aliran (Q) berbanding lurus dengan kecepatan putaran (N) Head (H) berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan putarar Daya (P) berbanding lurus dengan kubik kecepatan putaran

Q

H

P a N3

Sebagaimana dapat dilihat dari hukum diatas, penggandaan kecepatan putaran pompa akan meningkatkan pemakaian daya 8 kalinya. Sebaliknya penurunan kecepatan yang kecil akan berakibat penurunan pemakaian daya yang sangat besar. Hal ini menjadikan dasar bagi penghematan energi pada pompa sentrifugal dengan kebutuhan aliran yang bervariasi. Hal yang relevan untuk dicatat bahwa pengendalian aliran oleh pengaturan kecepatan selalu lebih efisien daripada oleh kran pengendali. Hal ini disebabkan kran menurunkan aliran namun tidak menurunkan pemakaian energi pompa. Sebagai tambahan terhadap penghematan energi, terdapat manfaat lainnya dari kecepatan yang lebih rendah tersebut. Umur bantalan meningkat. Hal ini disebabkan bantalan membawa gaya hidrolik pada impeler (dihasilkan oleh profil tekanan dibagian dalam wadah pompa), yang berkurang kira-kira sebesar kuadrat kecepatan. Untuk sebuah pompa, umur bantalan sebanding dengan kecepatan pangkat tujuh (N7)! Getaran dan kebisingan berkurang dan umur sil meningkat selama titik tugas tetap berada didalam kisaran operasi yang diperbolehkan.

a N

a N2

I.2.2 Menggunakan penggerak kecepatan yang bervariasi/ variable speed drive (VSD) Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa pengendalian kecepatan pompa merupakan cara yang paling efisien dalam mengendalikan aliran, sebab jika kecepatan pompa berkurang maka pemakaian daya juga berkurang. Metoda yang biasanya banyak digunakan untuk menurunkan kecepatan pompa adalah Penggerak Kecepatan yang Bervariasi/ Variable Speed Drive (VSD). VSD memperbolehkan pengaturan kecepatan pompa berada diatas kisaran yang kontinyu, menghindarkan kebutuhan untuk melompat dari satu kecepatan ke kecepatan lainnya sebagaimana yang terjadi dengan pompa yang berkecepatan berlipat. Kecepatan pompa dengan pengendali VSD menggunakan dua jenis sistim:

VSD mekanis meliputi sarang hidrolik, kopling fluida, dan belts dan pully yang dapat diatur-atur. VSD listrik meliputi sarang arus eddy, pengendali motor dengan rotor yang melingkar, pengendali frekuensi yang bervariasi/ variable frequency drives (VFDs). VFDs adalah yang paling populer dan mengatur frekuensi listrik dari daya yang dipasok ke motor untuk mengubah kecepatan perputaran motor. Untuk beberapa sistim, VFDs menawarkan sesuatu yang berharga untuk memperbaiki efisiensi operasi pompa pada kondisi operasi yang berbeda-beda. Pengaruh pelambatan kecepatan pompa pada operasi pompa digambarkan dalam Gambar 14. Ketika VFD menurunkan RPM pompa, kurva head/aliran dan daya bergerak turun dan ke arah kiri, dan kurva efisiensi juga bergeser ke sebelah kiri. Keuntungan utama penggunaan VSD disamping penghematan energi adalah Memperbaiki pengendalian proses sebab dapat memperbaiki variasi- variasi kecil dalam aliran lebih cepat. Memperbaiki kehandalan sistim sebab pemakaian pompa, bantalan dan sil jadi berkurang. Penurunan modal dan biaya perawatan sebab kran pengendali, jalur by-pass, dan starter konvensional tidak diperlukan lagi. Kemampuan starter lunak: VSD membolehkan motor memiliki arus start-up yang lebih rendah.

I.3 Pompa yang dipasang paralel untuk memenuhi permintaan yang bervariasi

Mengoperasikan dua pompa secara paralel dan mematikan salah satu jika kebutuhan menjadi lebih rendah, dapat menghasilkan penghematan energi yang signifikan. Dapat digunakan pompa yang memberikan debit aliran yang berbeda-beda. Pompa yang dipasang secara paralel merupakan sebuah opsi jika head statik lebih dari lima puluh persen head total.

I.4 Menghilangkan kran pengendali aliran

Metoda lain untuk mengendalikan aliran adalah dengan menutup atau membuka kran pembuangan (hal ini dikenal juga dengan kran “throttling”). Walau metoda ini menurunkan tekanan namun tidak mengurangi pemakaian daya, sebab head total (head statik) bertambah. Metoda ini meningkatkan getaran dan korosi sehingga meningkatkan biaya perawatan pompa dan secara potensial mengurangi umurnya. VSD merupakan suatu pemecahan yang lebih baik dari sudut pandang efisiensi energi.

I.5 Menghilangkan pengendali by-pass

Aliran dapat juga diturunkan dengan cara memasang sebuah sistim kendali by-pass, dimana pembuangan pompa dibagi menjadi dua aliran menuju dua pipa saluran yang terpisah. Satu pipa saluran mengirimkan fluida ke titik tujuan pengiriman, sementara pipa saluran kedua mengembalikan fluida ke sumbernya. Dengan kata lain, sebagian fluida diputarkan dengan tanpa alasan, dengan demikian maka hal ini merupakan pemborosan energi. Oleh karena itu maka opsi ini harus dihindarkan.

I.6 Kendali Start/stop pompa

Suatu cara yang sederhana dan masuk akal berkenaan dengan energi yang efisien adalah menurunkan debit aliran dengan menjalankan dan menghentikan pompa, sepanjang hal ini tidak sering terjadi dilakukan. Sebuah contoh dimana opsi ini dapat digunakan adalah bila sebuah pompa digunakan untuk mengisi tangki penyimpan dimana fluida mengalir ke proses pada debit yang tetap. Dalam sistim ini, pengendali dipasang pada tingkatan minimum dan maksimum didalam tangki untuk menjalankan dan menghentikan pompa. Beberapaperusahaan menggunakan metoda ini juga dalam rangka menghindarkan kebutuhan maksimum yang lebih rendah (yaitu dengan pemompaan pada bukan jam puncak).

I.7 Keseimbangan impeler

Mengubah diameter impeler akan memberikan perubahan yang sebanding dengan kecepatan keliling impeler. Sama halnya dengan hukum afinitas, persamaan berikut berlaku untuk diameter impeler D:

Q

H

P a D3 Mengubah diameter impeler merupakan suatu cara mengefisienkan energi untuk mengendalikan debit aliran. Walau demikian, beberapa hal berikut harus dipertimbangkan:

Opsi ini tidak dapat digunakan jika terdapat pola aliran yang bervariasi. Impeler tidak harus diseimbangkan lebih dari 25% dari ukuran impeler aslinya, karena akan menyebabkan getaran karena terjadinya kavitasi yang akan menurunkan efisiensi pompa. Keseimbangan pompa harus dijaag; keseimbangan impeler harus sama pada seluruh sisi. Mengganti impeler merupakan suatu opsi yang lebih baik daripada menyeimbangkan impeler, namun cara ini juga lebih mahal dan kadangkala impeler yang lebih kecil di pasaran ukurannya jauh lebih kecil dari kebutuhan.

a D

a D2

II.

Pengenalan Booster Pump Variable Speed

Packaged Booster Pump Variable Speed ini didesain untuk meminimalisirkan kebutuhan pemakaian energy Listrik dengan cara Mengatur secara Automatic pemakaian Air dengan Putaran Pompa. Booster pump variable speed control panels, adalah panel kontrol yang khusus didesain bersama pompa booster untuk melayani system supply air bertekanan. Panel control ini ideal untuk aplikasi pompa yang membutuhkan constant pressure dengan flow rate yang bervariasi. Misal di high rise building, rumah sakit, apartemen, hotel, PDAM dan lain-lain. Selain itu, aplikasi Inverter merupakan aplikasi VVVF (Variable Voltage Variable Frequency) dapat memberikan saving energy yang cukup besar hingga 30% dari pemakaian konvensional.

II.1 Fitur-fitur standar

Box panel outdoor double door

Kontrol dengan menggunakan PLC (Programable Logic Controller)

2 buah Variable Speed Drive (VSD) / Variable Frequency Drive (VFD) /

Inverter

Operator Display berupa compact display yang terdiri dari 4 Menu setting dan

memiliki 8 tombol tekan untuk melihat status maupun merubah parameter

pada masing-masing menu yang telah diprogram.

Selector switch Manual dan Auto

Lampu Indikator status power dan status pompa

Pressure Transduccer/ Transmitter dengan output 4-20mA.

II. 2 Sistem Operasi

Pada aplikasi constant pressure, pressure transducer diletakan pada discharge pompa dan dihubungkan ke PLC. Pada mode otomatis, inverter akan memutar pompa dan secara terus menerus mengatur kecepatan pompa hingga target referensi pressure tercapai. Inverter akan di atur oleh PLC yang menghitung kebutuhan kecepatan pompa dibandingkan dengan feedback dari pressure transducer apakah naik atau turun.

Apabila flow yang dibutuhkan kecil maka inverter akan mengurangi kecepatan pompa. Ketika tidak ada kebutuhan flow sama sekali, pompa akan turun hingga minimum speed dan bila selama beberapa waktu tidak ada pemakaian, pompa akan stop Ketika pressure turun pada nilai tertentu, inverter akan aktif (wake up) dan memerintahkan pompa untuk memenuhi target referensi pressure.

SCHEMATIC DIAGRAM

1 2 XGT LS F3 10 M 3700 mBAR F4 ESC ALM SET ENT 3
1
2
XGT
LS
F3
10 M
3700 mBAR
F4
ESC ALM
SET
ENT
3
F 5 0. 0
F 5 0. 0
RUN
STOP
FWD
REV
RUN
STOP
FWD
REV
MODE
ESC
MODE
RUN
STOP
STOP
ENTER
ENTER
RESET
RESET
50
50
ATV312
ATV312
0
100
0
100
4
PUMP 1
PUMP 2
DISCHARGE HEADER
5
Gambar . 1

1. Operator Display

2. Programmable Logic Control (PLC)

3. Variable Frequency Drives (Inverter)

4. Booster Pump

5. Pressure Transmitter

Note : Angka 1000 mBAR pada Display = 1 Bar pada Pressure Gauge

Angka 10 M (20 Menit) pada Display menunjukkan Waktu pergantian

II. 3 Dasar - Dasar Operasi

Terdapat 10 dasar operasi pada sistem booster dengan variable speed.

1. Pompa dapat dijalankan dengan mode manual maupun auto. Mode manual maupun auto dapat dipilih melalui Selector Switch. Pada mode manual kecepatan pompa dapat diatur secara manual dengan menekan tombol up maupun down untuk menaikan atau menurunkan kecepatan pompa.

down untuk menaikan atau menurunkan kecepatan pompa. Untuk Manual Variable Speed dapat menghidupkan salah satu
down untuk menaikan atau menurunkan kecepatan pompa. Untuk Manual Variable Speed dapat menghidupkan salah satu

Untuk Manual Variable Speed dapat menghidupkan salah satu dari Pompa 1 atau Pompa 2.

2. Pada mode Automatic Sistem Operasi sebagai berikut :

Pertama - tama Sistem Automatic, memeritahkan Water Level Control (WLC)

Untuk mengukur level air di bak penampung, kalau level air tersebut telah memenuhi syarat yaitu dari electrode yang telah dipasang pada Reservoar maka Water Level Control Reservoar akan memberikan signal siap running ke sistem control automatic pompa. Setelah itu jalankan dulu salah satu Pompa Secara Manual sampai tekanan di Discharge Header mencapai angka 1900 pada Display atau 1.9 Bar pada Pressure Gauge. Setelah ada tekanan pada Pipa maka kita tempatkan selector pada posisi Automatic, dengan urutan Running sebagai berikut:

SCHEMATIC SISTEM KERJA

SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit
SCHEMATIC SISTEM KERJA o Set Point Pressure = 3700   ~ Set Timer = 10 Menit

o

Set Point Pressure = 3700

 

~

Set Timer = 10 Menit

o

High Pressure

= 4000

o

Set ACC

= 7.5

~

Set HSP (High Frequency) = 45

Hz

o

Set DEC

= 20

~

Set LSP (Low Frequency)

= 30

Hz

Running 1

Variable Speed ON menghidupkan Pump 1

Setelah adanya pemakaian air maka PLC akan menghidupkan VSD Pump 1 dan Variable Speed akan running apabila pressure turun dan nilainya lebih kecil dari Set Point pressure (menu setting 1). Pompa beroperasi dengan kecepatan yang bervariasi untuk menjaga tekanan tetap konstan sesuai dengan Set Point pressure (menu setting 1). PLC akan memerintahkan variable speed (inverter) untuk menaikan atau menurunkan frequensinya berdasarkan sinyal feedback pressure transmitter untuk mempertahankan nilai pressure. Kecepatan Pompa 1 akan bertambah seiring dengan peningkatan penggunaan air. Dan Apabila tidak ada lagi pemakaian air maka Automatic variable speed akan menaikan pressure sehingga pompa 1 mencapai titik High Pressure (menu setting 2) dan setelah tercapai Variable Speed Pump 1 akan OFF

Running 2

Variable Speed ON menghidupkan Pump 2

Apabila kembali adanya pemakaian air, PLC akan menghidupkan VSD Pump 2 dan Variable Speed akan running apabila pressure turun dan nilainya lebih kecil dari Set Point pressure (menu setting 1). Pompa beroperasi dengan kecepatan yang bervariasi untuk menjaga tekanan tetap konstan sesuai dengan Set Point pressure (menu setting 1). PLC akan memerintahkan variable speed (inverter) untuk menaikan atau menurunkan frequensinya berdasarkan sinyal feedback pressure transmitter untuk mempertahankan nilai pressure. Kecepatan Pompa 2 akan bertambah seiring dengan peningkatan penggunaan air. Dan Apabila tidak ada lagi pemakaian air maka Automatic variable speed akan menaikan pressure sehingga pompa 2 mencapai titik High Pressure (menu setting 2) dan setelah tercapai Variable Speed Pump 2 akan OFF

Running 3

Variable Speed 1 ON menghidupkan Pump 1

Var able Speed 2 ON menghidupkan Pump 2 (Back Up ON)

Selanjutnya apabila pemakaian air bertambah banyak sehingga pressure semakin turun dan ketika kondisi Variable Speed sudah running full speed (frequensi 50 Hz) akan tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan flow sistem sehingga pressure actual (menu status 1) kurang dari Set Point pressure (menu setting 1) maka PLC akan memerintahkan VSD Pump 2 running sebagai pompa tambahan. Apabila kedua Pompa sudah Running diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemakain. Dan Apabila tidak ada lagi pemakaian air maka Automatic variable speed akan menaikan pressure sehingga mencapai titik High Pressure (menu setting 2) dan setelah tercapai maka Variable Speed Pump 1 & Variable Speed Pump 2 akan OFF

Running 4

Variable Speed 2 ON menghidupkan Pump 2

Variable Speed 1 ON menghidupkan Pump 1 (Back Up ON)

Kembali seperti diatas apabila pemakaian air bertambah banyak sehingga pressure semakin turun dan ketika kondisi Variable Speed sudah running full speed (frequensi 50 Hz) akan tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan flow sistem sehingga pressure actual (menu status 1) kurang dari Set Point pressure (menu setting 1) maka PLC akan memerintahkan VSD Pump 1 running sebagai pompa tambahan. Apabila kedua Pompa sudah Running diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemakain. Dan Apabila tidak ada lagi pemakaian air maka Automatic variable speed akan menaikan pressure sehingga mencapai titik High Pressure (menu setting 2) dan setelah tercapai maka Variable Speed Pump 2 & Variable Speed Pump 1 akan OFF

3.

Fungsi Timer pada Display adalah sebagai Waktu yang digunakan untuk melakukan pergantian Pompa apabila Pompa bekerja dalam waktu Constant Pressure.

4. Pengurangan pemakaian air akan menurunkan kecepatan pompa. Pada saat pompa tambahan running, kecepatan terendah pompa utama akan dibatasi oleh constant frequency (menu setting 4). Fungsi dari menu setting ini untuk menonaktifkan pompa tambahan apabila kebutuhan flow system dapat dipenuhi hanya oleh pompa utama. Sehingga, ketika kecepatan pompa tambahan lebih kecil dari sleep frekuensi pompa (menu setting 3). Hal yang sama terjadi pada pompa utama, apabila Set Point pressure (menu setting 1) sudah tercapai dan tidak ada pemakaian air maka pompa akan non aktif.

5. Pompa secara otomatis tidak beroperasi apabila water level control mengindikasikan low level pada tangki. Hal ini untuk mencegah kondisi dry running pada pompa.

6. Jika motor pompa utama ataupun inverter fault, pompa yang lain secara otomatis akan running menggantikan pompa tersebut. Selanjutnya gunakan user manual inverter untuk mengetahui penyebab fault serta cara menanganinya.

7. Buzzer pada panel control akan berbunyi apabila WLC (water level control) mengindikasikan water low level maupun fault (menu status 5) pada motor pompa maupun inverter. Untuk menonaktifkan buzzer cukup dengan menekan tombol alarm stop pada operator interface. Apabila fault sudah diatasi tombol reset harus ditekan untuk memastikan agar buzzer berbunyi jika kembali terjadi fault.

8. Status operasi pompa dapat dilihat pada menu status di display. Menu status menampilkan pressure aktual, alarm on, fault, pompa running, dan frequency running.

III. 1 Menu Setting

MENU SETTING

III. 1 Menu Setting MENU SETTING Gambar.3 No Menu Fungsi Unit Kisaran 1 Setpoint pressure Nilai

Gambar.3

No

Menu

Fungsi

Unit

Kisaran

1

Setpoint pressure

Nilai pressure yang diinginkan untuk dijaga tetap konstan

Bar

0-10

2

High Pressure

Nilai Pressure tertinggi ketika pressure tercapai dan tidak terdapat pemakaian air pada sistem booster dan Pompa dalam kondisi OFF

Bar

0-10

3

Timer Operation

Nilai Waktu lama bekerjanya Pompa dalam keadaan Konstan Pressure

M

0-120 M

4

Constant Frequency

Nilai frequensi terendah pompa utama ketika pompa tambahan aktif. Semakin besar perbedaan nilai frequensi ini dengan nilai sleep frequensi pompa, semakin cepat pompa tambahan dan pompa utama off

Hz

30-50 Hz

III. 2

Setting Pressure

SETTING PRESSURE

III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
Gambar.4
Gambar.4
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
III. 2 Setting Pressure SETTING PRESSURE Gambar.4 Gambar.5 Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama
Gambar.5
Gambar.5

Untuk merubah referensi pressure, pada jendela menu utama tekan menu

setup

referensi pressure, pada jendela menu utama tekan menu setup F 1 sistem untuk masuk ke jendela

F1 sistem untuk masuk ke jendela setup.

Jendela Pressure akan tampil seperti di bawah ini.

o

ALH

=

Alarm High Pressure / Buzzer ON

o

HH

=

High Pressure / Limit Stop Pompa

o

HL

=

Constant Pressure / Start VSD

o

LL

=

Low Pressure / Start Pompa Back Up

o

ALL

=

Alarm Low Pressure / Buzzer ON

Back Up o ALL = Alarm Low Pressure / Buzzer ON Pilih Menu yang akan dirubah

Pilih Menu yang akan dirubah , setelah itu tekan tombol SET

Tekan pada baris angka untuk memasukan Settingan.

S E T Tekan pada baris angka untuk memasukan Settingan. Setelah di setting , tekan tombol

Setelah di setting , tekan tombol ENT untuk menyimpan settingan tersebut

III.

3

Setting Timer

SETTING TIMER

III. 3 Setting Timer SETTING TIMER Gambar.6 Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan
III. 3 Setting Timer SETTING TIMER Gambar.6 Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan
III. 3 Setting Timer SETTING TIMER Gambar.6 Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan
III. 3 Setting Timer SETTING TIMER Gambar.6 Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan
III. 3 Setting Timer SETTING TIMER Gambar.6 Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan
III. 3 Setting Timer SETTING TIMER Gambar.6 Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan
Gambar.6
Gambar.6

Untuk merubah referensi Timer, pada jendela menu utama tekan menu

setup

referensi Timer, pada jendela menu utama tekan menu setup S E T sistem untuk masuk ke

SET sistem untuk masuk ke jendela setup.

Jendela Pressure akan menunjukan angka kecil untuk dirubah.

Jendela Pressure akan menunjukan angka kecil untuk dirubah. Pilih Waktu yang ingin ditentukan , setelah itu

Pilih Waktu yang ingin ditentukan , setelah itu tekan tombol ENT

yang ingin ditentukan , setelah itu tekan tombol E N T Setelah di setting , tekan

Setelah di setting , tekan tombol ENT untuk menyimpan settingan tersebut

III.

4

Menu Alarm

 

Pada jendela Alarm akan ada message dari fault maupun log in user yang masuk. Apabila fault itu menyebabkan buzzer berbunyi, tekan Alarm stop untuk menonaktifkan buzzer dan tekan Reset apabila fault telah berhasil diatasi.

III.

5

Menu Reset Default Setting

diatasi. III. 5 Menu Reset Default Setting Untuk Reset tekan tombol E S C . Menu

Untuk Reset tekan tombol ESC . Menu ini digunakan untuk mengganti settingan kembali ke settingan awal.

IV. Maintenance & Trouble Shooting

No

Abnormal / Problem

Kemungkinan Sebab

Langkah Perbaikan

1

Inverter ON / OFF

Kondisi Pipa Discharge

Buang Air di Pipa paling Atas

cepat

ada terperangkap Angin

dari Instalasi Pipa dan

Jalankan Pompa secara Manual

2

Inverter Error

-.Voltage Turun / Naik

Tekan tombol Reset pada

-.Lonjakan Voltage

Inverter

Power di OFF lalu di ON kembali

3

Sitem Automatic tidak

Air pada Reservoar habis

Cek Reservoar

berfungsi

Electrode Putus

Cek Electrode di reservoir

PLC Error

Cek PLC dan Reset kembali

4

Pompa tidak ada

Kondisi Pompa

Cek Pompa dan buang Angin

tekanan

terperangkap Angin

melalui plug di Pompa

Body Pompa panas

5

Alarm / Buzzer

-.High Pressure

Cek Pressure Transmitter

Kelebihan tekanan

-.Low Pressure

Cek Pompa apakah ada angin

dan Reservoar apakah dalam

keadaan kosong

NILAI SETTINGAN AWAL

No

Menu

1

Constant Frequency

2

ALH

3

HH

4

HL

5

LL

6

ALL

7

Timer Operation

8