Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

DENGUE HAEMORRAGIC FEVER


KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Disusun Oleh:

 Dini wahyuni 0433131420117052


 Maulidha Fatimah 0433131420117062
 Reski Agung F 0433131420117073
 Wida Ningrat 0433131420117083
 Yusman Hidayat 0433131420117084

STIKes Kharisma Karawang


Jl. Pangkal Perjuangan (by pass), KM 1 karawang
2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah
tentang “DENGUE HAEMORRAGIC FEVER” dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Ibu Ns. Nita Syamsiah,
M.Kep selaku Dosen mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah I yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai DHF. Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang
telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri
maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ................................................................ 1


B. Tujuan umum.................................................................. 2
C. Tujuan khusus ................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian DHF .............................................................. 3


B. Etiologi / tanda & gejala ................................................. 3
C. Patofisiologi .................................................................... 4
D. Manifestasi klinik ........................................................... 4
E. Pemeriksaan penunjang .................................................. 5
F. Pemeriksaan laboratorium .............................................. 5

BAB III KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A.

BAB IV

A. Kesimpulan .....................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Demam berdarah adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dan ditularkan melalui nyamuk. Nyamuk yang dapat menularkan penyakit demam
berdarah adalah nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Virus demam
berdarah terdiri dari 4 serotipe yaitu virus DEN-1, DEN-2 ,DEN-3 dan DEN-4.
Penyakit ini merupakan penyakit yang timbul di negara-negara tropis, termasuk
Indonesia (CDC,2007).

World Health Organization (WHO) mengestimasi 50 juta orang orang


terinfeksi penyakit demam berdarah setiap tahunnya (WHO,2007). Di Indonesia
penyakit ini selalu meningkatkan pada setiap awal musim hujan dan menimbulkan
kejadian luar biasa di beberapa wilayah. Penyakit tersebut juga menimbulkan wabah
lima tahunan di Indonesia, dimana wabah lima tahunan terakhir terjadi pada tahun
2003/2004. Pada tahun 2008 di Indonesia dilaporkan 137.469 kasus demam berdarah
(Depkes RI, 2008). Case fatality Rate (CFR) penyakit ini dinegara berkembang
berkisar antara 1-2,5%. Dengan demikian setiap 1000 ksus demam berdarah akan
didapatkan 1-3 orang meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Penelitian-penelitian tentang demam berdarah telah banyak dilakukan, baik


yang berhubungan dengan faktor etiologik, diagnostik dan prognostik dari penyakit
tersebut. Beberapa faktor etiologi yang ditemukan berhubungan dengan penyakit
demam berdarah adalah faktor host (Umur, jenis kelamin, mobilitas) faktor
lingkungan (kepadatan rumah,adanya tempat perindukan nyamuk, tempat
peristirahatan nyamuk, kepadatan nyamuk, angka bebas jentik, curah hujan), faktor
perilaku (pola tidur, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, menguras, membuang
atau mengubur sarang nyamuk).

Pada faktor diagnostik juga telah dikembangkan beberapa cara diagnostik


selain menggunakan diagnostik yang selama ini digunakan (Complement fixation test
dan hemaglutination inhibition test) pada faktor prognostik juga telah diteliti hal-hal
yang berhubungan dengan infasi virus kedalam sel tubuh manusia. Serta telah
dikembangkan beberapa cara pengobatan terhadap penyakit tersebut (sidisi, 2007).
Berbagai upaya program seperti penyelidikan epidemiologi, juru pemantau jentik,
pogging fokus, abadisasi, pemberantasan sarang nyamuk, dan lain sebagainya telah
dilakukan, namu kejadian penyakit demam berdarah terus meningkat setiap tahunnya.

Dari seluruh faktor tersebut diatas, upaya kontrol dan pencegahan terhadap
penyakit tersebut, baik melalui faktor diagnostik, etiologi, dan prognostik menjadi
penting guna menurunkan kejadian penyakit tersebut di populasi. Untuk itu perlu
dilihat dari seluruh faktor yang berhubungan dengan kasus kejadian demam berdarah.

Tujuan Umum

Agar pembaca dari makalah ini dapat mengetahui tentang DHF.

Tujuan Khusus

 Agar pembaca atau mahasiswa dapat mengetahui definisi,etiologi, manifestasi


klinis, pemeriksaan penunjang, dan penatalaksanaan dari DHF.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian DHF.
DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue,sejenis virus yang
tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita melalui gigitan nyamuk Aedes
Aegypti betin. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan Demam Bedarah Dengue
(DPD). (Aziz Alimul, 2006: 123)
DHF adalah infeksi arbovirus (arthropoda-borne virus) akut, ditularkan oleh
nyamuk spesies Aedes (IKA-FKUI. 2005: 607)
Dari beberapa pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa DHF merupakan
penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes Aegypti biasanya menyerang anak di bawah usia 15 tahun dan dapat
menimbulkan kematian.

B. Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh virus Deungue yang tergolong arbovirus yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti da AedesAlbopictus (IKA-FKUI,
2005:607).
Tanda dan Gejala :
 Demam akut dengan suhu tinggi dan continue, umumnya berlangsung 2 –
7 hari.
 Adanya manifestasi perdarahan, termasuk torniquet positif, pteki, kurkura
(pada lokasi jarum infus), ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi,
hematebesis dan atau melena.
 Hepatomegali, umumnya pada anak dan bervariasi menurut waktu dan
pemeriksa.
 Tanda tanda syok : takikardi, perpusi jelek dengan nadi lemah dan tekanan
nadi sempit (≤20 mmhg), hipotensi dengan kulit lembab dan dingin
dan/atau gelisah.
C. Patofisiologi
Manifestasi terjadinya DHF ialah meningginya pemeabilitas dinding pembuluh
darah, Menurunnya volume plasma. Terjadinya hipotesi, trombositomia dan diatesis
himoregic.pada kasus berat pada kasus jelas, terjadi secara akut nilai hematokrit
meningkat bersamaan dengan hilangnya plasma melalui endotel dinding pembuluh
darah pada penderita dengan renjatan berat, volume plasma dapat menurun sampai
lebih 30%. Renjatan hipovolemik yang terjadi sebagai akibat kehilanga plasma, bila
tidak segera di atasi dapat megakibatkan anoksia jaringan, asidosis metabolic dan
kematian. kelainan yang paling sering ditemikan ialah perdarahan dikulit berupa
ptekie, perdarahan di saluran pencernaan, dan jaringan pariodenl, hati membesar,
terdapat perlemakan,yang disertai perdarahan atau sarang nekrosis hemoregik (IKA-
FAIL. 2005:610)

D. Manisfestasi Klinik
Menrut Aziz Alimul (2006:123) manifestasi klinik DHF bervariasi yaitu:
1. Demam, penyakit ini didahuli oleh demam yang tinggi atu pana mendadak
berlangsung 3-8 hari kemudian turun secara cepat.
2. Ruam biasanya 5-12 hari jam sebelum naiknya suhu pertama kali, dan
berlangsung selama 3-4 hari.
3. Pembesaran hati pada permuaan demam (sudah dapat diraba sejak permulaan
sakit).
4. Syok yang ditandai nadi lemah, epat, disertai tekanan nadi yang menurun
(menjadi 20mmHg atau kurang), tekanan arah menurun (tekanak sistolik
menurun sampai 80mmHg atau kurang) disertai kullit yang terasa dingin dan
lembab terutama pada ujung hidung, jari dan kaki.
Menurut WHO DHF dibagi dalam 4 derajat yaitu:
1. Derajat 1 : Demam disertai gejala klinik khas dan satu-satunya menifestasi
perdarahan dalam uji tourniquet positif, trombositofenia, himokonsentrassi.
2. Derajat 2 : Disertai dengan pendarahan spontan pada kulit atau tempat lain.
3. Derajat 3 : Ditemukannya kegagalan sirkulasi, ditandai oleh nadi cepat dan
lemah, tekanan darah turun (20 mmHg) atau hipotensi disertai dengan kulit
dingin dan gelisah.
4. Derajat 4 : Kegagalan sirkulasi, nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak
teratur.

E. Pemeriksaan penunjang Laboratorium

Pada DHF umumnya dijumpai trombositopenia (100.000/UL atau kurang) dan


hemokonsentrasi yang dapat dilihat dari meningginya nilai hematokrit sebanyak
20% atau lebih dibandingkan dengan nilai hematokrit pada masa konvalensi.
(IKA FKUI, 2005 : 612)

F. Pemeriksaan Laboratorium
 Trombositopenia (≤ 100.000/𝑚𝑚3 )
 Hemokonsentrasi : peningkatan Ht ≥ 20% dari data baseline atau dari
rata-rata nilai populasi pada umur yang sama.

Dua kriteria klinis pertama dengan trombositopenia dan hemokonsentrasi atau


kenaikan nilai Ht, sudah dapat ditegakkan diagnosis DBD. Adanya hepatomegali
dengan 2 kriteria klinis dapat diduga DBD sebelum terjadinya kebocoran plasma.

Adanya efusi pleura (pada thoraks foto/USG), merupakan tanda objektif


terjadinya kebocoran plasma bila disertai bukti hipoalbuminemia, terutama pada
pasien dengan :

 Anemia
 Perdarahan berat
 Tidak ada data Ht baseline
 Kenaikan Ht≤ 20% karena pemberian cairan IV.
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

A. Definisi
Demam dengue / DF dan demam berdarah dengue / DBD (dengue
haemorrhagic fever / DHF) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh
virus dengue dengan manifestasi klinis demam, nyeri otot dan /atau nyeri
sendi yang disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan
ditesis hemoragik. Pada DBD terjadi pembesaran plasma yang ditandai
dengan hemokonsentrasi (peningkatan hematokrit) atau penumpukan cairan
dirongga tubuh. Sindrom renjatan dengue (dengue shock syndrome) adalah
demam berdarah yang ditandai oleh renjatan / syok. (sudoyo aru, dkk 2009).

Klasifikasi derajat penyakit infeksi virus dengue :


DD / DBD DERAJAT LABORATORIUM
DD Demam disertai 2 atau lebih tanda : Leukopenia serolpgi
mialgia, sakit kepala, nyeri retno – trombositopenia, tidak
orbital, artralgia. dengue ditemukan bukti
ada positif kebocoran
plasma.
DBD I Gejala diatas ditambah uji Trombositopenia (≤
bendung positif. 100.000 / ul) bukti ada
kebocoran plasma
DBD II Gejala diatas ditambah
pendarahan spontan.
DBD III Gejala diatas ditambah
kegagalan sirkulasi (kulit
dingin dan lembab serta
gelisah).
DBD IV Syok berat disertai dengan
tekanan darah dan nadi tidak
teratur

Klasifikasi derajat DBD menurut WHO :

Derajat I Demam disertai gejala tidak khas dan satu satunya


manifestasi perarahan adalah uji torniquet positif.
Derajat II Derajat I disertai perdarahan spontan dikulit dan/ atau
perdarahan lain.
Derajat III Ditemukannya tanda kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat
dan lembut, tekanan nadi menurun (≤ 20 mmHg) atau
hipotensi disertai kulit dingin, lembab, dan pasien
menjadi gelisah.
Derajat IV Syok berat, nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak
dapat diukur.

B. Etiologi
Virus dengue, termasuk genus flavivirus, keluarga flaviridae. Terdapat 4
serotipe virus yaitu DEN -1, DEN -2, DEN -3, DEN -4. Keempatnya
ditemukan diindonesia dengan DEN -3 serotipe terbanyak. Infeksi salah satu
serotipe akan menimbulkan antibodi terhadap serotipe yang bersangkutan,
sedangkan antibodi yang terbentuk terhadap serotipe lain sangat kurang,
sehingga tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap
serotipe lain tersebut, seseorang yang tinggal di daerah endemis dengue dapat
terinfeksi oleh 3 atau 4 serotipe selama hidupnya. Keempat serotipe virus
dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di indonesia (sudoyo aru,dkk
2009).
C. Manifestasi klinis
1. Demam dengue
Merupakan penyakit demam akut selama 2-7 hari, ditandai dengan dua
atau lebih manifestasi klinis sebagai berikut :
 Nyeri kepala.
 Nyeri retno-orbital.
 Mialgia / artralgia.
 Ruam kulit.
 Manifestasi perdarahan (petekie atau uji bendung positif).
 Leukopenia.
 Pemeriksaan serologi dengue positif ; atau ditemukan DD /
DBD yang sudah dikonfirmasi pada lokasi dan waktu yang
sama.
2. Demam berdarah dengue
Berdasarkan kriteria WHO 1997 diagnosis DBD ditegakan bila semua
hal dibawah ini dipenuhi :
a. Demam atau riwayat demam akut antara 2-7 hari, biasanya
bersifat bifasik.
b. Manifestasi perdarahan yang biasanya berupa :
 Uji tourniquet positif.
 Petekie, ekimosis, atau purpura.
 Perdarahan mukosa (epistaksis, perdarahan gusi),
saluran cerna, tempat bekas suntikan.
 Hematemesis atau melena.
c. Tromositopenia ≤ 100.000 / ul.
d. Kebocoran plasma yang ditandai dengan :
 Peningkatan nilai hematokrit ≥ 20% dari nilai baku
sesuai umur dan jenis kelamin.
 Penurunan nilai hematokrit ≥ 20% setelah pemberian
cairan yang adekuat.
e. Tanda kebocoran plasma seperti : hipoproteinemi, asites, efusi
pleura.
3. Sindrom syok dengue
Seluruh kriteria DBD diatas disertai dengan tanda kegagalan sirkulasi
yaitu :
a. Penurunan kesadaran, gelisah.
b. Nadi cepat, lemah.
c. Hipotensi.
d. Tekana darah turun ≤ 20 mmHg.
e. Perfusi perifer menurun.
f. Kulit dingin lembab.

Pemeriksaan penunjang

1. Trombositopenia (100.000 / mm3).


2. HB dan PCV meningkat (20 %).
3. Leukopenia (mungkin normal atau lekositosis).
4. Isolasi virus.
5. Serologi (uji H) : respon antibodi sekunder.
6. Pada renjatan yang berat, periksa : HB, PCV berulang kali (setiap jam
atau 4-6 jam apabila sudah menunjukan tanda perbaikan), faal
hemostasis, FDP, EKG, foto dada, BUN, creatinin serum.
Penatalaksanaan

Penanganan DBD tanpa syok

KELUHAN DBD (KRITERIA WHO 1997)

HB, HT HB, HT
Trombosit HB, HT Normal
HB, HT Normal Trombo Meningkat
Normal Trombo 100.000-
< 100.000 Trombo
150.000
Normal/Turun

Observasi
Rawat
Jalan, Observasi rawat
Periksa jalan, periksa Hb,
Rawat Rawat
Hb, Ht, Ht, Leuko
Leuko, Trombo/24 jam
Trombo/24
Jam

D. Masalah yang lazim muncul


1. Ketidak efektifan pola nafas b.d jalan nafas terganggu akibat spasme
otot – otot pernafasan, nyeri, hipoventilasi.
2. Hipertermi b.d proses infeksi virus dengue.
3. Ketidak efektifan perfusi jaringan perifer b.d kebocoran plasma darah
4. Nyeri akut b.d agen cidera biologis (penekanan intra abdomen)
5. Kekurangan volume cairan b.d pindahnya cairan intravaskuler ke
ekstravaskuler.
6. Resiko syok (hipovolemik) b.d perdarahan yang berlebihan, pindahnya
cairan intravaskuler ke ekstravaskuler.
7. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake
nutrisi yang tidak adekuat akibat mual dan nafsu makan yang
menurun.
8. Resiko perdarahan b.d penurunan faktor-faktor pembekuan darah
(trombositopenia).
E. Discharge planning
1. Minum yang cukup, diselingi minuman sari buah-buahan (tidak harus
jus jambu), dan ukur jumlah cairan yang keluar dan yang diminum.
2. Upaya untuk makan dan istirahat yang cukup.
3. Untuk perlindungan gunakan obat anti nyamuk yang mengandung
DEET saat mengunjungi tempat endemik dengue.
4. Cegah perkembang biakan nyamuk dan kenali tanda dan gejala nya.
5. Buang sampah pada tempatnya dan perbaiki tempat penyimpanan air
untuk mencegah nyamuk berkembang biak dengan menutup tempat
penampungan, mengosongkan air tergenang dari ban bekas, kaleng
bekas, dan pot bunga.
6. Pada pasien DBD tidak boleh diberikan asetosal, aspirin, anti
imflamasi non steroid karena potensial mendorong terjadinya
perdarahan.
7. Melakukan abatesasi tempat-tempat penampungan air untuk mencegah
berkembang biaknya nyamuk. Untuk abate yang ditaburkan kedalam
bak tendon air, satu sendok makan abate untuk bak ukuran 1 m x 1 m
x 1 m atau 10 mg dalam 100 liter air. Jangan dikuras 1 bulan karena
obat ini melapisi dinding bak air sehingga kalau ada jentik, jentik akan
mati.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan

DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue,sejenis virus


yang tergolong arbovirus dan masuk ke tubuh penderita melalui gigitan
nyamuk Aedes Aegypti betin. Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan
Demam Bedarah Dengue (DPD). (Aziz Alimul, 2006: 123) DHF adalah
infeksi arbovirus (arthropoda-borne virus) akut, ditularkan oleh nyamuk
spesies Aedes (IKA-FKUI. 2005: 607) Dari beberapa pengertian di atas
penulis menyimpulkan bahwa DHF merupakan penyakit yang disebabkan
oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti
biasanya menyerang anak di bawah usia 15 tahun dan dapat menimbulkan
kematian.
DAFTAR PUSTAKA

Candra.ayu,2010,demam berdarah dengue : Epidemiologi, Patogenesis,

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/aspirator/article/view/2951.

Diakses pada tanggal 23 agustus 2018 pukul 16.52 WIB.

Kusuma hardhi,nurarif amin huda,2015,judul nanda jilid 1 hal

170,jogjakarta,mediaction.