Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geostatistika adalah ilmu yang merupakan gabungan antara geologi,
teknik, matematika dan statistika (Cressie, 1993). Geostatistika merupakan ilmu
yang berfokus pada data spasial. Data spasial merupakan data yang disajikan
dalam posisi geografis dari suatu obyek, berkaitan dengan lokasi, bentuk dan
hubungan diantaranya dalam ruang bumi, misalnya kandungan mineral pada
kordinat-kordinat lokasi. Geostatistika dikembangkan untuk melakukan
perhitungan cadangan mineral seperti timah (Sn), emas (Au), dan perak (Ag).
Teknik analisis geostatistika dihitung berdasarkan variabel random dengan tujuan
untuk mengetahui dan mengestimasi besarnya kandungan mineral pada data
spasial tersebut. Dengan menggunakan data spasial yang diperoleh akan
diestimasi kandungan mineral di lokasi-lokasi yang lain. Besarnya kandungan
mineral pada lokasi yang lain disebut lokasi teregional (regionalized variable).
Variabel teregional mempunyai nilai yang bervariasi seiring berubahnya lokasi .

Metode kriging adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk


mengestimasi variabel teregional. Istilah kriging diambil dari nama seorang ahli
yaitu D.G Krige, seorang insinyur pertambangan Afrika Selatan. Metode kriging
kemudian dikembangkan oleh G.Matheron dalam Geostatistika. Metode kriging
tidak hanya digunakan pada bidang pertambangan, metode ini juga
dikembangkan pada bidang pertanian, kesehatan, dan sebagainya.

Berbagai metode kriging dikembangkan untuk menyelesaikan kasus-kasus


yang terdapat pada geostatistika. Variabel teregional diestimasi dengan metode
ordinary kriging jika data spasial memenuhi asumsi stasioneritas dengan rata-rata
belum diketahui (Cressie, 1993), (Madesuma, 2012). Data spasial dikatakan
stasioner apabila data spasial tersebut tidak mengandung trend. Trend dapat
terjadi apabila variabel random spasial pada data spasial membentuk lengkungan
(Munadi 2006).

Pada data kriging dapat dihasilkan nilai estimasi yang kurang tepat jika
pada data spasial yang diestimasi terdapat pencilan spasial (spasial outlier)
(Cressie, 1993), (Madesuma, 2012). Pencilan spasial didefinisikan sebagai nilai
lokasi yang tidak konsisten atau sangat menyimpang terhadap nilai lokasi
lainnya. Terjadinya pencilan dapat disebabkan oleh kesalahn pencatatan atau data
yang observasinya sangat berbeda dengan yang lain. Untuk mengatasi masalah
tersebut maka metode ordinary kriging dikembangkan menjadi robust kriging.
Pada metode robust kriging variogram eksperimental yang digunakan adalah
variogram robust kriging karena variogram robust kriging dapat mengakomodir
adanya pencilan (Cressie, 1993). Pada estimasi data spasial berpencilan metode
robust kriging menghasilkan error yang nilainya lebih kecil dibandingkan
dengan metode ordinary kriging sehingga hasil yang diperoleh mendekati hasil
yang sebenarnya.

1.2 Pembatasan Masalah


Di dalam geostatistika khususnya di bidang pertambangan, banyak metode
kriging yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah cadangan mineral,
sehingga perlu diadakan pembatasan masalah untuk menghindari permasalahan
yang semakin meluas. Penelitian ini difokuskan pada penggunaan metode robust
kriging untuk melakukan perhitungan estimasi cadangan nikel yang memiliki
pencilan.

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan sebagai
berikut :
1. Bagaiman sifat-sifat estimator yang dihasilkan oleh metode robust
kriging?
2. Bagaimana penerapan metode robust kriging dalam mengestimasi
kandungan Nikel
1.4 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penulisan tugas
akhir ini adalah:
1. Menjelaskan sifat-sifat estimator yang dihasilkan dari metode robust
kriging.
2. Menjelaskan metode robust kriging dalam mengestimasi kandungan nikel.

1.5 Tinjauan Pustaka

Di dalam pembahasan skripsi ini tidak lepas dari berbagai literature yang
digunakan sebagai dasar penulisan skripsi ini. Beberapa literatur yang digunakan
dalam penelitian ini diantaranya adalah Cressie (1993) yang menjelaskan
beberapa metode analisis data geostatistika dan juga data spasial, Cressie dan
Noel (1993) membahas dasar-dasar metode yang banyak digunakan pada data
spasial. Bohling (2005) menjelaskan tentang variogram dan penggunaannya
dalam aplikasi.

Marcotte (1997) tentang simpel dan robust kriging. Adapun literatur lain
diambil dari skripsi dan disertasi yang membahas tentang robust kriging dan
analisis geostatistika yang lainnya tercantum dalam daftar pustaka.

1.6 Metode Penulisan

Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah studi literatur
yaitu menggunakan sumber-sumber resmi seperti buku teks, jurnal, dan artikel
yang mendukung yang diperoleh di perpustakaan maupun situs-situs yang tersedia
di internet yang berhubungan dengan tema penelitian ini. Pengerjaan penelitian ini
juga didukung dengan beberapa perangkat lunak seperti program Ms.Exel dan R.
1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan pada tugas akhir ini dibagi menjadi lima bab, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas latar belakang, pembatasan masalah, tujuan dan


manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode penulisan, dan
sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini membahas beberapa teori-teori yang berkaitan dengan


pembahasan pokok permasalahan seperti data spasial, variabel
random, matriks, stasioneritas, variogram, dan semivariogram.

BAB III PEMBAHASAN

Bab ini berisi konsep dasar kriging, pembahasan robust kriging,


dan langkah-langkah mengestimasi cadangan nikel dengan
menggunakan robust kriging dan membandingkan hasil yang telah
diperoleh untuk mengambil kesimpulan..

BAB IV STUDI KASUS

Bab ini membahs tentang penerapan robust kriging untuk


menghitung estimasi cadangan kandungan mineral nikel dengan
metode robust kriging di Morowali.

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi beberapa kesimpulan yang diperoleh dari hasil


pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan saran atas kekurangan
yang muncul dari hasil penelitian yang dilakukan.