Anda di halaman 1dari 2

PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN

(BASAH DAN KERING)


No. Dokumen No. Revisi Halaman
0 1/2

RSUD DATU PANCAITANA


Jl.gatot subroto
Telp. (0481)505002
Fax. (0481)
Ditetapkan :
Tanggal Terbit DIREKTUR RSUD DATU PANCAITANA
PROSEDUR
TETAP 09 januari 2019
dr. Hj. KHASMA, M.Kes
NIP. 19600920 198712 2 001
Proses kegiatan yang menyangkut penyimpanan bahan makanan serta
penyaluran bahan makanan, penyimpanan bahan makanan dilakukan untuk
PENGERTIAN
menyelenggarakan pengurusan bahan makanan agar setiap waktu diperlukan
dapat dilayani dengan tepat, cepat dan efisien
1. Mempertahankan kondisi bahan makanan yang disimpan
2. Mencegah kerusakan/gangguan di lingkungannya.
TUJUAN 3. Melayani kebutuhan macam dan jumlah bahan makanan dengan kualitas dan
waktu yang sesuai untuk unit yang memerlukan
4. Persediaan bahan makanan dalam jumlah dan kualitas yang cukup
Keputusan Direktur RSUD Datu Pancaitana Kab. Bone Nomor:
KEBIJAKAN
tentang Pedoman Pelayanan Gizi.
1. Penyimpanan bahan makanan dipisahkan antara bahan makanan basah dan
bahan makanan kering
2. Bahan makanan basah yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam
tempat penyimpanan bahan makanan basah :
a. Merupakan bahan makanan yang masih segar seperti daging, unggas,
sayuran dan buah
b. Untuk susu cair, telur dan makanan matang disimpan dalam kulkas
PROSEDUR
dengan suhu berkisar antara 1-4°C, Untuk sayuran segar berkisar antara
10 – 15°C, (penyimpanan segar /fresh cooling)
c. Untuk daging, ikan atau unggas disimpan dengan suhu antara ( - 5 ) -
0°C, Suhu ini dibutuhkan untuk menyimpan daging ikan atau unggas
tidak lebih dari tiga hari, (penyimpanan dingin).
d. Untuk penyimpanan daging dalam waktu yang lama disimpan dalam
suhu sekitar (-10)°C, (penyimpanan suhu beku/Freezer)

3. Bahan makanan kering yang tidak digunakan, langsung disimpan dalam


tempat penyimpanan bahan makanan kering :
a. Merupakan bahan makanan yang sifatnya kering seperti beras, gula,
tepung-tepungan, kacang hijau, minyak, kecap, makanan dalam kaleng
dan lain-lain
b. Bahan makanan harus disusun beraturan, diberi tanggal penerimaan
dan setiap jenis bahan makanan diberi pembatas
c. Bahan makanan yang berbau tajam seperti terasi, harus dipisahkan dan
tidak berdekatan dengan bahan makanan yang menyerap bau seperti
tepung-tepungan
d. Suhu ruangan yang dianjurkan adalah 19-20°C, yang harus
sering dikontrol untuk menjaga kestabilan.
UNIT TERKAIT Ahli gizi, petugas produksi.