Anda di halaman 1dari 18

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada bumi ini dari dulu hingga sekarang banyak terdapat berbagai jenis
batuan yang jumlahnya sangat banyak, batuan tersebut merupakan hasil dari
meletusnya magma pada gunung berapi yang kemudian akan membeku atau
mendingin kemudian mengeras melalui proses kristalisasi, kemudian batuan
tersebut sebagian akan mengalami proses sedimentasi yang menghasilkan jenis
batuan yang berbeda yaitu batuan sedimen, selanjutnya sebagian batu tersebut
pula akan mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi dan akan
menghasilkan batuan metamorf dan kemudian akan mencair kembali atau
melting sehingga menjadi magma kembali atau memutar.
Batuan sedimen adalah merupakan batuan yang terjadi akibat proses
sedimentasi. Batuan sedimen terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan
bahan terlarut hasil dari proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada
sebelumnya, atau dari binatang laut yang menyebabkan batuan sedimen terjadi.

1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Maksud dari Pratikum tentang Batuan Sedimen ini adalah untuk
memberikan pengetahuan tentang pendeskripsian batuan sedimen secara detail.
1.2.2 Tujuan
 Agar dapat memahami pengertian batuan sedimen serta genesanya
 Agar dapat mengklasifikasi batuan sedimen
 Agar dapat mendeskripsikan batuan sedimen
 Agar dapat mengerti dan menganalisa dengan baik batuan sedimen

1

Ini adalah hasil dari cara sedimen mengendap. erosi. Batuan Sedimen adalah batuan yang terbentuk karena proses diagnesis dari material batuan lain yang sudah mengalami sedimentasi. Proses erosi dan transportasi dilakukan oleh media air dan angin. Batuan ini terbentuk pada bermacam lingkungan bumi dan banyak kasus lebih mudah dipelajari dibanding batuan beku. kurang lebih 75 % dari luas permukaan bumi. dan deposisi. batuan sedimen sering disebut batuan sekunder. batuan sedimen mempunyai arti yang sangat penting. karena sebagian besar aktivitas manusia terdapat di permukaan bumi. Proses deposisi dapat terjadi jika energi transport sudah tidak mampu mengangkut partikel tersebut. Disamping sedimen-sedimen di atas. Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupun kimia. Oleh karena itu. sedangkan batuan beku dan metamorf hanya tersingkap sekitar 25 % dari luas permukaan bumi. adapula sejenis batuan sejenis batuan endapan yang sebagian besar mengandung bahan-bahan tidak larut. 2 BAB II LANDASAN TEORI 2.2 Proses Pembentukan Batuan Sedimen Batuan endapan yang langsung dibentuk secara kimia ataupun organik mempunyai satu sifat yang sama yaitu pembentukkan dari larutan-larutan. yang terbentuk jauh di kedalaman bumi. Sedimentasi ini meliputi proses pelapukan. 2. Banyak batuan sedimen tersusun atas partikel-partikel yang terkikis atau lapuk dari batuan sebelumnya karena alasan ini. Batuan Sedimen adalah batuan yang paling banyak tersingkap di permukaan bumi. Batuan sedimen paling mudah dikenali lapisannya. transportasi. Fosil dapat pula dijumpai pada batuan sedimen dan mempunyai arti penting dalam menentukan umur batuan dan lingkungan pengendapan. misalnya 2 .1 Pengertian Batuan Sedimen Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari bahan yang pernah lepas dan bahan terlarut dari hasil proses mekanis dan kimia dari batuan yang telah ada sebelumnya.

Kuarsa dalam batuan sedimen biasanya berbentuk kerikil membulat  Kalsit dan Dolomit Banyak ditemui dalam batuan sedimen tua daripada Tertier. Low magnesium calcite (<4%) and high magnesium calcite (>4%) 3 . sedang semakin maju ke arah laut endapan-endapan ini akan menjadi tipis(membaji) dan akhirnya hilang. Di dekat muara sungai endapan-endapan itu pada umunya tebal. penyinaran matahari. bersifat keras. pada umunya dalam batupasir lebih jelasnya lagi pada batupasir kuarsa.ternyata lapisan-lapisan dalam sedimen itu disebabkan oleh beda butir batuan yang diendapkan. dan lebih dalam lagi terjadi pembentukkan batugamping 2. Kuarsa adalah salah satu dari mineral-mineral klastik pada batuan sedimen yang berasal dari batuan granit kerak kontinental.3 Mineral Penyusun Batuan Sedimen Pada dasarnya mineral penyusun batuan sedimen tidak berbeda jauh dengan mineral-mineral penyusun batuan beku. 3 endapan puing pada lereng pegunungan-pegunungan sebagai hasil penghancuran batuan-batuan yang diserang oleh pelapukan. sifat utama dari batuan sedimen adalah berlapis-lapisdan pada awalnya diendapkan secara mendatar. Sistem hablur Rhombohedral. Lapisan-lapisan ini tebalnya berbeda-beda dari beberapa centimeter sampai beberapa meter. Kuarsa tidak mudah lapuk walaupun telah mengalami transportasi oleh air. lebih ke arah laut batupasir ini berganti dengan batulempung. Batuan yang demikian disebut eluvium dan alluvium jika dihanyutkan oleh air. Di dekat pantai. stabil dan tahan terhadap pelapukan. Biasanya di dekat pantai akan ditemukan batupasir. Ini disebabkan pada saat terjadinya proses sedimentasi. ataupun kikisan angin.  Kuarsa Pada umumnya 90% kuarsa dapat ditemukan di batuan sedimen. endapan-endapan itu biasanya merupakan butir-butir besar sedangkan ke arah laut kita temukan butir yang lebih halus lagi. sering terakumulasi seperti endapan pasir fluvial pada lingkungan pantai. mineral-mineral pembentuk batuan beku tidak semuanya berubah susunan komposisi kimianya.

4 . Dan karena kadar Fe cukup tinggi.2 Kaolinit  Hematit Untuk sedimen.1 Kalsit  Kaolinit Kaolint merupakan mineral yang melimpah dalam batuan ini. 2007 Foto 2. 4 Sumber: marbleport. sumbernya berupa larutan dalam kondisi reduksi. Larutan bisa disemburkan via cerobong-cerobong hidrotermal didasar laut. siderit atau illit. maka chert akan berwarna merah. biasanya terjadi dalam bentuk kristal dan berasosiasi dengan sejumlah kecil kuarsa. maka silika yang dilepaskan akan mengendap menjadi chert atau rijang. Variasi batuannya berwarna putih sampai coklat keabu-abuan atau hitam tergantung dari bahan karbonat dan material ferrugenous yang ada. Ketuki larutan hidrotermal menjenuhi air. 2011 Foto 2. Sumber:anonym.

Penggolongan batuan sedimen berdasarkan genesanya yaitu :  Batuan sedimen mekanis  Batuan sedimen kimiawi : batuan jenis ini terbentuk oleh proses kimia seperti kristalisasi dan evaporasi langsung dan larutan. sehingga mineralnya pun menjadi halus yang terbentuk dan hasil prosesnya termasuk dalam jenis batuan sedimen golongan ini. Batuan sedimen bioklastik termasuk juga dalam tipe batuan ini. 5 .4 Penggolongan Batuan Sedimen Penggolongan batuan sedimen berdasarkan proses pembentukannya yaitu antara lain  Batuan Sedimen Klastik Batuan sedimen klastik adalah batuan sedimen yang tersusun oleh material hasil perubahan batuan yang sudah ada dan telah mengalami transportasi dan pengendapan. Batuan sedimen jenis ini dapat diklasifikasi berdasarkan pada ukuran fragmen atau partikel penyusun batuan tersebut. Kebanyakan material pada batuan ini terbentuk karena adanya proses pelapukan secara mekanik.  Batuan Sedimen Non Klastik Batuan sedimen non klastik merupakan batuan sedimen yang terbentuk karena proses penghabluran suatu larutan jenuh yang terjadi sebab adanya penguapan dan proses penggantian serta adanya endapan biokimia.3 Batu Rijang (chert) Yang Mengandung Hematit 2.  Batuan sedimen organik : terdiri dari lithifikasi sisa-sisa tumbuhan dan binatang. 5 Sumber:anonnim. Batuan sedimen klastik juga merupakan batuan sedimen yang paling dominan menyusun lebih dari 80% batuan sedimen. 2007 Foto 2.

6 2.4 Perlapisan  Perlapisan Bersusun (Graded Bedding) Perlapisan batuan yang dibentuk oleh gradasi butir yang tersusun dari butir yang kasar berada halus di atas. 2012 Foto 2. yaitu struktur yang terbentuk pada saat pembentukan batun. Sumbe: geograph. Berikut beberapa struktur sedimen:  Perlapisan Perlapisan ini di tunjjukan suatu bidang kesamaan waktu yang dapat ditunjukan oleh perbedaan besar butir atau warna dari bahan penyusunnya. Sumber: geography.5 Struktur Batuan Sedimen Struktur sedimen termasuk ke dalam struktur primer.5 Graded Bedding  Perlapisan Silang Siur (Cross Bedding) Bentuk lapisan/ laminasi yang terpotong pada bagian atasnya oleh lapisan/laminasi berikutnya dengan sudut yang berlainan dalam satu satuan perlapisan. 2012 Foto 2. 6 .

Sumber:anonnim.7 Current Ripple 7 . 2012 Foto 2. 2012 Foto 2. 7 Sumber: anonnim.6 Cross Bedding  Gelembur Gelombang (Current Ripple) Bentuk permukaan perlapisan bergelombang seperti berkerut karena adanya arus sedimentasi.

1 Pendeskripsian batuan sedimen klastik 7 buah 3. Warna Batuan : Corn sik 3.1. 8 BAB III TUGAS DAN PEMBAHASAN 3. Genesa Batuan : Mekanik 7.1 Sampel 137 8 .1 Tugas 3. No.3 Mencari batuan yang tidak ada di skala wenworth 7 buah 3.1. Nama Batuan : Batu Lanau Foto dan Sketsa 3. Jenis Batuan : Klastik 6. Reaksi HCl : Tidak Bereaksi 5.2 Pembahasan 1. Tekstur :  Ukuran Butir : Lanau  Bentuk Butir : Membundar  Porositas : Buruk  Pemilahan : Baik  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Lempung  Matriks : Lempung 4.2 Narasikan genesa dari setiap hasil deskripsi masing-masing batuan 3.1. Batuan : LG/BS/137/2018 2.

No.2 Sampel 111 9 . Genesa Batuan : Mekanik 11. Tekstur :  Ukuran Butir : Lanau  Bentuk Butir : Membundar  Porositas : Buruk  Pemilahan : Baik  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Lempung  Matriks : Lempung 8. Reaksi HCl : Bereaksi 9. Nama Batuan : Batu Lanau Foto dan Sketsa 3. 9 1. Jenis Batuan : Klastik 10. Batuan : LG/BS/111/2018 2. Warna Batuan : Corn sik 3.

10 1. Nama Batuan : Batu Lanau Foto dan Sketsa 3. No. Jenis Batuan : Klastik 14. Warna Batuan : Gray 3. Tekstur :  Ukuran Butir : Lanau  Bentuk Butir : Membundar  Pemilahan : Tidak baik  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Carbonat  Matriks : Lempung 12. Reaksi HCl : Bereaksi 13.3 Sampel 122 10 . Genesa Batuan : Mekanik 15. Batuan : LG/BS/122/2018 2.

Reaksi HCl : Bereaksi 17. No. Nama Batuan : Batu Pasir Foto dan Sketsa 3. Genesa Batuan : Mekanik 19. 11 1. Batuan : LG/BS/133/2018 2. Jenis Batuan : Klastik 18. Tekstur :  Ukuran Butir : Pasir Halus  Bentuk Butir : Membundar  Pemilahan : Baik  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Carbonat  Matriks : Lanau 16. Warna Batuan :Corn Sik 3.4 Sampel 133 11 .

Warna Batuan : Burly Wood 3. Batuan : LG/BS/07/2018 2.5 Sampel 07 12 . No. Nama Batuan : Batu Lanau Foto dan Sketsa 3. Jenis Batuan : Klastik 22. Genesa Batuan : Mekanik 23. Tekstur :  Ukuran Butir : Lanau  Bentuk Butir : Membundar  Pemilahan : Terpilah Baik  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Lempung  Matriks : Lempung 20. Reaksi HCl : Tidak Bereaksi 21. 12 1.

Tekstur :  Ukuran Butir : Lanau  Bentuk Butir : Membundar  Pemilahan : Terpilah Buruk  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Lempung  Matriks : Lempung 24.6 Sampel 75 13 . Nama Batuan : Batu Lanau Foto dan Sketsa 3. Genesa Batuan : Mekanik 27. 13 1. Warna Batuan : Burly Wood 3. Reaksi HCl : Tidak Bereaksi 25. Batuan : LG/BS/75/2018 2. Jenis Batuan : Klastik 26. No.

Nama Batuan : Batu Lanau Foto dan Sketsa 3. Jenis Batuan : Klastik 30. Batuan : LG/BS/146/2018 2. 14 1.7 Sampel 146 14 . Genesa Batuan : Mekanik 31. Tekstur :  Ukuran Butir : Pasir Sedang  Bentuk Butir : Membundar  Porositas : Baik  Pemilahan : Terpilah Baik  Kekompakan : Kompak  Kemas : Tertutup  Semen : Lempung  Matriks : Lanau 28. No. Reaksi HCl : Tidak Bereaksi 29. Warna Batuan : Gray 3.

Batuan sedimen mekanik sendiri terbentuk akibat dari proses sedimentasi yaitu berawal dari batuan asal yang mengalami pelapukan dan bentuk butirnya masih menyudut dan akan mengalami transfortasi sampai ke tempat pengendapannya. Pada batuan sedimen yang jenisnya klastik dan ganesanya mekanik kadang dapat juga bereaksi dengan HCL. jika tempat pengendapan dekat maka bentuk butirnya masih menyudut. 15 BAB IV ANALISA Analisa pada praktikum kali ini adalah melakukan pendeskripsian batuan sedimen dengan mengetahui proses keterjadiannya. ini dikarenakan proses transfortasi. karena airnya berkurang menyebabkan karbonatnya mengalami pengkayaan dan terbentukalah batuan sediemen contohnya batu gamping terumbu. ini dikarenakan batuan sedimen tersebut terbentuk atau batuan asalnya berasalnya dari batuan sedimen kimiawi yang mengalami pelapukan dan terendapkan pada tempatnya yang bercampur dengan batuan lainnya. sehingga pada akhirnya akan terdiagenesakan terbentuklah batuan baru yaitu batuan sedimen dengan ganesa mekanik dan jenis klastik karena memiliki bentuk dan ukuran butir. batuan sedimen sendiri terbagi menjadi dua menurut cara keterbentukannya atau sering disebut dengan genesanya ada dua yaitu mekanik dan kimiawi. 15 . proses keterbentukannya akibat dari fosil-fosil atau biota laut oleh reaksi kimia yang terangkat kepermukaan akibat dari proses geologi. Sedangakan batuan sedimen dengan ganesa kimiawi. dan karena terangkatnya ke permukaan terkenalah sinar matahari sehingga mengalami dehidrasi yaitu berkuranngnya air. dan kalau tempat pengendapannya jauh atau bisa sangat jauh maka bentuk dari butir tersebut akan berubah menjadi membulat tangggung atau membulat sangat. Dan butiran dari batuan yang telah terendapkan tersebut akan mengalami pengompakan akibat dari batuan yang terus tertumpuk dan terlitifikasi.

gaya-gaya air. Proses deposisi dapat terjadi jika energi transport sudah tidak mampu mengangkut partikel tersebut. 16 BAB V KESIMPULAN Batuan sedimen merupakan batuan yang paling banyak ditemui di bumi. Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupun kimia. kekompakan. Proses erosi dan transportasi dilakukan oleh media air dan angin. Pada kerak bumi ada sekitar 75% merupakan batuan sedimen. pemilahan. genesa batuan. Proses pelapukan yang terjadi dapat berupa pelapukan fisik maupun kimia. Sedimentasi ini meliputi proses pelapukan. Proses erosi dan transportasi dilakukan oleh media air dan angin. jenis batuan. reaksi HCl. Batuan sedimen terbentuk dari batuan-batuan yang telah ada sebelumnya oleh kekuatan-kekuatan yaitu pelapukan. litifikasi dan diagenesa. tekstur seperti ukuran butir. pengikisan-pengikisan angin-angin serta proses transportasi litifikasi. Proses diagenesa dapat terjadi jika energi transport sudah tidak mampu mengangkut partikel tersebut. terendapkan. Pendeskripsian dilakukan meliputi warna batuan. bentuk buitr. transportasi. 16 . dan diagenesa. Pada praktikum sekarang ini yang membahas tentang batuan sedimen yang mana batuan sedimen ini pun memiliki pengertian seperti terbentuknya karena proses diagnesis dari material batuan lain yang sudah mengalami sedimentasi.

sukendar. Diakses tanggal 25 Maret 2017 (online) 3. 2013. Hermawan. http://kertahayu. 17 DAFTAR PUSTAKA 1. Julian. “Jenis-Jenis Batuan Sedimen”. “Pengertian Batuan Sedimen”. setiawan. ”Mekanisme Transfortasi Batuan Sedimen”.com/2010/07/jenis-batuan. Khopkar. sedimen. http://smat.sedimen/. http://aulizar. http:// doddys. Diakses tanggal 26 Maret 2017 (online). 2013. 17 .com/2010/11/01/batuan-sedimen/.html.wordpress.20sedimen.com/geografi/batuan.html. Diakses tanggal 25 Maret 2017 (online) 2.com/2007/02/08/mekanisme. wordpress.Krid anusantara. yayan pradiptha . Diakses tanggal 26 Maret 2017 (online) 4. Sunaryo. Kurniawan. blogspot. “ Ciri-Ciri Fisik Batuan Sedimen”. 2011. 2011.

18 LAMPIRAN 18 .