Anda di halaman 1dari 3

 Masa Inkubasi

Masa inkubasi adalah waktu terjadinya infeksi sampai munculnya gejala pertama pada pasien.
Pada infeksi HIV hal ini sulit diketahui. Dari penelitian sebagian besar kasus dikatakan masa
inkubasi rata-rata 5-10 tahun.

 Stadium awal infeksi

Gejala ini serupa dengan gejala infeksi pada umumnya yaitu berupa demam, sakit kepala, sakit
tenggorokan, myalgia, pembesaran kelenjar dan rasa lemah. Pada sebagian orang, infeksi dapat
berat dan disertai kesadaran menurun. Dalam waktu 3-6 bulan kemudian tes serologi baru akan
positif, karena telah terbentuk antibody. Masa 3-6 bulan ini disebut window periode, dimana
penderita dapat menularkan namun secara laboratorium hasil tes HIV nya negative.

 Stadium tanpa gejala

Fase akut akan diikuti fase kronik asimptomatik yang lamanya bisa bertahun-tahun (5-7 tahun).
Virus yang ada didalam tubuh secara pelan-pelan terus menyerang sistem pertahanan
tubuhnya. Walaupun tidak ada gejala, kita tetap dapat mengisolasi virus dari darah pasien dan
ini berarti bahwa selama fase ini pasien juga infeksius. Terlihat jelas bahwa aktivitas HIV
terjadi dan ini dibuktikan dengan menurunnya fungsi sistem imun dari waktu ke waktu.

 Stadium AIDS related compleks Stadium ARC (AIDS Related Complex)

Terjadi 2 atau lebih gejala klinis yang berlangsung lebih dari 3 bulan, antara lain :

1. Berat badan turun ≥10%

3. Keringat malam hari tanpa sebab


2. Demam ≥38°C yang jelas
4. Diare kronis tanpa sebab yang
jelas
5. Rasa lelah berkepanjangan
6. Herpes zoster

9. Anemia

7. Kandidiasis mulut

10. Leucopenia

8. Pembesaran kelenjar limfe

11. Limfopenia
12. Trombositopenia

Ditemukan antigen HIV atau antibody terhadap HIV. Berlangsung selama 3 sampai dengan
6 minggu.

Seluruh wanita yang terdiagnosis HIV akan membutuhkan konseling, evaluasi dan
penanganan penyakit menular sexual, pap smear, darah lengkap, kimia darah, antibodi
toxoplasma, panel hepatitis, dan foto thorax. Selain itu, seluruh pasien perlu mendapatkan
tawaran untuk vaksinasi hepatitis B, influenza dan pneumococus (DeCherney et al., 2005).
 Stadium AIDS
Dalam stadium ini kekebalan tubuh penderita telah demikian rusaknya, sehingga pada tahap
ini penderita mudah diserang infeksi oportunistik antara lain : TBC, kandidiasistoxoplasmosis,
pneumocystis, disamping itu juga dapat terjadi sarkoma kaposi (kanker pembuluh darah
kapiler) dan limfoma. Gejala-gejala mayor tersebut adalah: Penurunan berat badan lebih dari
10% Diare kronik lebih dari 1 bulan Demam lebih dari 1 bulan (terus-menerus/intermitten)
Sedangkan yang termasuk gejala-gejala minor yaitu: Batuk lebih dari 1 bulan Dermatitis
Herpes zoster rekuren Kandidiasis orofaring Limfadenopatia umum Herpes simpleks
diseminata yang kronik&progresif

 Stadium gangguan susunan saraf pusat


Virus AIDS selain menyerang sel limfosit T4 yang merupakan sumber kekebalan tubuh,
ternyata juga menyerang organ-organ tubuh lain. Organ yang paling sering adalah otak dan
susunan saraf lainnya. Selain itu akibat infeksi oportunistik juga dapat menyebabkan gangguan
susunan saraf pusat.