Anda di halaman 1dari 2

SURAT PERJANJIAN UTANG – PIUTANG

DENGAN SATU JAMINAN KENDARAAAN RODA EMPAT

Pada hari ini Tanggal 07 Bulan Februari Tahun 2019, kami yang membuat suatu
perjanjian dan yang bertanda tangan di bawah ini :

1. Nama : Ricky Legawa


NIK : 1571020902850041
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat : Jalan Lingkar Selatan Rt. 24
Kec. Jambi Selatan
Disebu sebagai Pihak Pertama (1)

2. Nama : Ganjar. KS
NIK :
Pekerjaan : Pensiunan PNS
Alamat : Rt. 17 Kec. Selamat Jambi
Disebu sebagai Pihak Kedua (2)

Benar bahwa kami Pihak Pertama dan Pihak Kedua sama – sama sepakat untuk
membuat suatu perilaku perjanjian utang piutang dengan jaminan.

Pihak I
Benar bahwa Pihak Pertama meminjamkan uang dengan Pihak Kedua dengan menjaminkan
satu buah kendaraan roda empat dengan merek Fortuner BH 1978 JI nomor rangka
MHFZX69G287006105, nomor mesin 2TR-6505864 tahun pembuatan 2008.

Pasal II
Benar bahwa Pihak Kedua menerima gadaian jaminan kendaraan berupa kendaraan roda empat
sesuai dengan Pasal I

Pasal III
Benar bahwa Pihak Pertama menggadaikan kendaraan roda empat dengan uang jaminan
(utang) sebesar Rp. 56.000.000,- (lima puluh enam juta rupiah)

Pasal IV
Benar bahwa Pihak Kedua telah memberikan uang pinjaman (piutang) sesuai dengan Pasal III

Pasal V
Benar bahwa Pihak Pertama telah menyerahkan kendaraan tersebut kepada Pihak Kedua dan
telah diterima oleh Pihak Kedua

Pasal VI
Benar bawa Pihak Kedua telah menyerahkan uang tersebut kepada Pihak Pertama dan telah
diterima
Pasal VII
Benar bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat pengembalian uang pinjaman (utang)
setelah dilunasi maka kendaraan tersebut baru bisa diambil dari Pihak Kedua.

Pasal VIII
Benar bahwa Pihak Pertama meminjamkan uang dengan jaminan kendaraan roda empat
dikarenakan Pihak Pertama ada keperluan yang sangat mendesak dalam rumah tangga.

Pasal IX
Benar bahwa Pihak Pertama akan mengembalikan pinjaman (utang) dengan Pihak Kedua pada
tangga 07 bulan Februari tahun 2020.

Pasal X
Benar bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sama-sama sepakat apabila pada Pasal IX
Pihak Pertama belum bisa mengembalikan pinjaman (utang) kepada Pihak Kedua maka
kendaraan tersebut menjadi sah beralih kepemilikannya kepada Pihak Kedua.

Pasal XI
Benar bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua telah sama-sama sepakat apabila tejradi sesuatu
hal (masalah) dalam hal pinjaman (utang piutang) ini akan diselesaikan secara kekeluargaan.

Pasal XII
Benar bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua sama-sama sepakat apabila di Pasal XI tidak
terselesaikan dengan jalan kekeluargaan maka akan diselesaikan menempuh jalur hukum baik
pidana maupun perdata yang berlaku di Indonesia.

Demikian surat perjanjian ini kami buat dengan sebenarnya dan dibuat dnegan rangkap dua
tanpa dipengerahui oleh siapa pun juga dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

Pihak Kedua Pihak Pertama


Yang Memberi Pinjaman Yang Meminjam

( ) ( )

Saksi-Saksi :

1. Nirwansyah Syahdani (1. )

2. Yusmaizal (2. )

3. Doni Eka Putra (3. )