Anda di halaman 1dari 4

EVALUASI KEMAMPUAN GENSET

Spesifikasi Genset yang perlu diklarifikasi adalah sebagai berikut:


1. Engine ratings (kWm) untuk Standby, Prime +10%, dan Prime modes
2. Generator (Alternator) ratings (kW/kVA) untuk Standby, Prime +10%, dan Prime modes
3. Genset ratings (kW/kVA) untuk Standby, Prime +10%, dan Prime modes
4. Definisi operating hours untuk Standby, Prime +10%, dan Prime modes
Selama ini pada spesifikasi teknis tender biasanya hanya ditulis kapasitas Genset dalam kVA, selanjutnya
Supplier memilih Engine dan Generator menurut pertimbangannya sendiri dan diajukan dalam proposal
dengan melampirkan brosur-brosur pendukungnya yang terdiri dari spesifikasi Engine dan Generator yang
dipilih dan ditawarkan.
Acuan untuk evaluasi dan pengetesan adalah rating tertinggi, yaitu Standby mode atau Prime + 10%.
Kemampuan Engine yang dievaluasi adalah net tidak termasuk power untuk fan radiatornya sendiri. Dalam
evaluasi perlu diperhatikan juga efisiensi dari Generator pada daya kerjanya, yaitu pada daya maksimum
Genset sesuai yang dinyatakan oleh Supplier atau yang dibeli menurut kontrak.
Berikut ini ilustrasi mengenai Genset ratings.
Genset

Engine Ratings Generator Ratings


880 kWm (Standby) 1000 kW/1250 kVA (Standby)
Solar
0.83 kg/liter η = 88%-96.8% depending on load p.f.
Genset Ratings (Rated Power)
800 kW/1000 kVA (Standby)
Engine Gene
Fan rator
50 kWm Load
(kW/kVA)
p.f. 0.8-1.0
Engine Output Generator / Genset
(kWm) Output (kWe/kVA)

Case 1 Net Engine Ratings Engine Gen. η = 95.7% at Genset / Generator Load
excl. Fan 830 kWm Output 800 kW/1000 kVA Output p.f. 0.8
836 kWm & p.f. 0.8 800 kW/1000 kVA 800 kW/1000 kVA

100.72% net capacity 80.00% capacity


Critical / Overload Safe

Case 2 Net Engine Ratings Engine Gen. η = 96.3% at Genset / Generator Load
excl. Fan 830 kWm Output 800 kW/889 kVA Output p.f. 0.9
831 kWm & p.f. 0.9 800 kW/889 kVA 800 kW/889 kVA

100.09% net capacity 71.11% capacity


Critical / Overload Safe

Case 3 Net Engine Ratings Engine Gen. η = 96.8% at Genset / Generator Load
excl. Fan 830 kWm Output 800 kW/800 kVA Output p.f. 1.0 (resisttif)
826 kWm & p.f. 1.0 800 kW/800 kVA 800 kW/800 kVA

99.57% net capacity 64.00% capacity


Critical Safe

Hal. 1 dr. 4
Ilustrasi di atas memperlihatkan kapasitas Engine yang pas-pasan (critical) dan cenderung tidak mampu
(overload) bergantung pada efisiensi Generator-nya ketika dibebani. Efisiensi Generator bergantung pada p.f.
(power factor) bebannya. Untuk beban kW (Pactive) yang sama, dalam ilustrasi di atas 800 kW, efisiensinya (η )
mengecil dengan mengecilnya p.f. beban atau membesarnya beban kVA (Papparent). Makin kecil p.f. makin
berat beban Generator dan makin tinggi temperature kerjanya. Makin kecil efisiensi makin besar beban
Engine dan makin besar fuel consumption-nya.

Berikut ini ilustrasi mengenai kurva efisiensi.

Catatan: kurva ini merupakan salah satu contoh karakteristik Generator dan tidak digunakan secara
persis dalam evaluasi ini.

Jadi dalam ilustrasi ini terlihat, bahwa jika kapasitas Genset hanya dinyatakan dalam kVA, misal 1000 kVA
Standby dan tidak ada persyaratan atau tidak diklarifikasi lebih lanjut, maka kapasitas Engine yang diperoleh
bisa tidak cukup walaupun kapasitas Generator-nya cukup besar. Atau bisa terjadi sebaliknya, kapasitas
Engine-nya cukup baik tetapi kapasitas Generator-nya pas-pasan atau kurang besar. Dalam menentukan
kapasitas Genset perlu diperhatikan pula persyaratan kualitas bahan bakar untuk mencapai kapasitas
dimaksud. Jika dituntut kualitas solar yang terlalu tinggi, maka tentunya kapasitas tersebut sulit dicapai
dengan solar yang terdapat di pasaran. Biasanya kualitas solar yang mudah didapat di pasaran adalah dengan
Berat Jenis (Weighing) 0.83 kg/liter.

Pengetesan
Pengetesam di factory seharusnya dengan load bank induktif dengan power factor (rated power factor) 0.8.
Dengan demikian Genset dapat dites sampai beban penuh (100%) untuk kW dan kVA-nya, dengan durasi 2
jam. Jika di factory sudah dites dengan p.f. 0.8 dan mencapai beban penuhnya (rated power) dengan hasil baik,
Hal. 2 dr. 4
maka di site, dengan pertimbangan sulitnya (mahalnya) mendapatkan load bank induktif, cukup dites dengan
p.f. 1.0 sebatas kemampuan kWnya. Dalam hal ini pengetesan di site lebih ditujukan untuk mengonfirmasi
sistem pendukung seperti fuel supply, intake air, ventilation, cooling system, dan sebagainya. Pengamatan
kapasitas Genset tetap dilakukan untuk memastikan tidak terjadi perubahan alignment ketika handling,
pelemahan karena kelembaban berlebih atau tersiram air laut seperti pelemahan tahanan isolasi, kerusakan
sistem kontrol elektronik, penyimpangan setting, dan sebagainya.

Metode dan prosedur pengetesan perlu dibicarakan secara tuntas dan dinyatakan secara resmi sebelum
dilakukan pengetesan. Dalam prosedur tes tersebut harus jelas apa yang dicatat dan diamati, serta dilengkapi
dengan referensi besaran dan indikasi yang dapat diterima. Hasil tes dibandingkan dengan referensi tersebut
untuk disimpulkan apakah hasil tes dapat diterima atau tidak. Raw data pengetesan harus di-print out untuk
menyocokkan data pada format laporan tes dengan rekaman sebenarnya. Alat-alat ukur pengetesan harus
mempunyai sertifikat kalibrasi yang berlaku. Fetakompli dengan keterbatasan fasilitas tes, kerusakan alat, dan
keterbatasan waktu seharusnya dihindari.

Power Factor (p.f.)


Merupakan perbandingan antara daya aktif (Pactive) dan daya nyata (Papparent) ketika suatu Genset dibebani.
Beban reaktif bisa bersifat induktif (lagging, arus tertinggal terhadap tegangannya dengan sudut fasa ) atau
kapasitif (leading, arus mendahului tegangannya dengan sudut fasa ). Beban yang terdiri dari kumparan
(belitan kawat) seperti motor pompa, fan, lift, chiller, blower ahu, blower cooling tower, dan sebagainya
bersifat induktif.

Papparent
(kVA) Preactive
Preactive (kVAR)
(kVAR)

Pactive (kW)

p.f. max = 1, yaitu jika sudut  = 0°, atau Papparent


Pactive (kW) (kVA) berhimpit (sama) dengan Pactive (kW). Ini
p.f. = Cos  =
Papparent (kVA) hanya dapat terjadi pada beban resistif.

Papparent (kVA)2 = Pactive (kW) 2 + Preactive (kVAR) 2

Penyambungan daya listrik PLN adalah berdasarkan kVA. Biaya pemakaian Energi yang ditagih pada
rekening adalah berdasarkan kWh (kilo Watt hour), yaitu berapa kW dan berapa jam daya aktif tersebut
terpakai. Jika p.f. beban terlalu rendah (sudut  terlalu besar), maka sebagian besar daya yang terserap adalah
daya reaktif (kVAR) yang tidak tertagih. Arusnya merupakan bagian dari kVA, menyedot daya PLN, tetapi
tidak tertagih. Inilah sebabnya PLN mengenakan denda kVAR jika p.f. beban terlalu kecil, misal di bawah
0.85. Bagi proyek juga merugikan, karena arus yang besar tersebut tidak efektif. Oleh karena itu diperlukan
capacitor bank untuk mengoreksi p.f. menjadi 0.90 – 0.95.

Definisi Operating Hours


Jam kerja Genset didefinisikan menurut mode operasinya, yaitu Standby, Prime + 10%, atau Prime. Selain itu
ada pula operasi continuos, yaitu terus menerus sebagai sumber daya utama, yang mana dalam hal back-up
daya PLN tidak relevan. Definisi operating hours ini untuk menjaga agar Genset dioperasikan sesuai
Hal. 3 dr. 4
kapasitasnya, tidak terjadi pemaksaan dan tidak terjadi overheating yang dapat merusak bagian-bagian Genset,
serta untuk menjaga periode overhoul yang efisien, misal untuk top overhoul setelah 8000 jam operasi.
Berikut ini definisi operating hours yang biasanya berlaku:
Standby Ratings:
Load factor =  60%
Hours per Year = 100 hours
Peak Demand = 100% selama 1 jam dalam 12 jam
Prime Ratings + 10%:
Load factor =  60%
Hours per Year = 500 hours
Peak Demand = 100% selama 1 jam dalam 12 jam
Prime Ratings:
Load factor =  60%
Hours per Year = unlimited
Peak Demand = 100% untuk penggunaan sekali-sekali (occasionally)

Dalam disain, perhitungan kapasitas Genset biasanya di-gross-up 10% sebagai safety factor. Dalam setting
operasional, pembebanan Genset biasanya dibatasi sampai 80% dari kemampuan maksimumnya (rated power-
nya) sambil diamati lebih lanjut karakteristik beban aktualnya. Sedangkan beban minimum yang aman adalah
30%.

Jakarta, Maret 2009


Project Audit

Hal. 4 dr. 4