Anda di halaman 1dari 22

fisiologi tumbuhan

1. BAB FISIOLOGI TUMBUHAN

Fisiologi mempunyai arti yaitu suatu ilmu yang mempelajari fungsi, proses, dan
aktifitas suatu organisme dalam menjaga dan mengatur kehidupannya. Sedangkan Fisiologi
tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses
metabolisme yang terjadi dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut
dapat hidup. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan dapat lebih memahami
bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasikan karbohidrat dari
bahan baku anorganik berupa air dan karbondioksida, mengapa tumbuhan membutuhkan
banyak air, bagaimana biji berkecambah, mangapa tumbuhan layu jika kekeringan dan
berbagai macam gejala lainnya yang ditampakkan oleh tumbuhan.
Pada dasarnya gejala gejala yang ditampakkan oleh tumbuhan dapat di jelaskan
berdasarkan prinsip kimia dan fisika. Beberapa proses metabolisme telah dapat dijelaskan
secara rinci tentang prinsip prinsip kimia dan fisika yang terlibat, dimana penjelasan ini telah
dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuhan. dengan meyakini bahwa bahwa setiap
proses metabolisme pada tumbuhan dapat dijelaskan secara kimia dan fisika, maka jelas
bahwa pengetahuan dasar tentang prinsip prinsip kimia dan fisika merupakan bekal utama
untuk mengkaji secara mendalam setiap fenomena fisiologi tumbuhan.
Organisme yang menjadi sasaran dalam kajian fisiologi tumbuhan meliputi semua
jenis tumbuhan, dari tumbuhan satu sel seperti halnya bakteri hingga pada tumbuhan tingkat
tinggi. bila dikaitkan dengan 5 kelompok organisme berdasarkan klasifikasi yang baku, maka
fisiologi tumbuhan mengkaji tentang metabolisme pada organisme yang tergolong monera,
sebagian protista (yakni beberapa jenis ganggang dan lumut), fungi (jamur), dan plantae.
walaupun demikian pada kenyataannya yang menjadi sasaran utama ahli fisiologi tumbuhan
adalah organisme dari kelompok plantae, terutama ganggang hijau, tumbuhan berdaun jarum,
monokotil dan dikotil.
proses – proses penting yang terjadi pada tumbuhan seperti fotosintesis, respirasi,
penyerapan ion, pengangkutan, membuka dan menutupnya stomata, asimilasi, transpirasi,
perbungaan dan pembentukan biji di dalam tubuh tumbuhan. Fisiologi Tumbuhan sendiri
memiliki beberapa manfaat yakni
 Fisiologi tumbuhan mempunyai fungsi untuk menjabarkan serta menjelaskan proses – proses
penting yang terjadi pada tumbuhan misalnya fotosintesis, respirasi, traspirasi,asimilasi,
pengangkutan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan lain sebagainya
 Fisiologi tumbuhan berfungsi menjabarkan dan menjelaskan fungsi setiap jenis organ,
jaringan, sel, dan organel seluler dalam tumbuhan. Misalnya saja stomata mempunyai fungsi
sebagai sel untuk fotosintesis dan lain sebagainya
 Fisiologi tumbuhan menjabarkan dan menjelaskan bagaimana proses – proses dan fungsi –
fungsi diatas terhadap perubahan lingkungan.misalnya saja proses respon tanaman terhadap
rangsang atau yang sering disebut dengan gerak tropisme pada tanaman, kemudian pengaruh
siang dan malam atau yang sering kita sebut dengan fotoperiodisme dan respon tumbuhan
terhadap cekaman lingkungan atau perubahan lingkunganan.
Di lingkungan kita terdapat banyak sekali benda – benda disekitar kita namun tidak
semua benda yang ada dilingkungaan kita tersebut dapat dikatakan sebagai benda hidup.
Disebut benda hidup karena mempunyai ciri yaitu benda hidup dapat bergerak dengan alat
gerak, benda hidup memiliki kemampuan untuk berespirasi, benda hidup dapat melakukan
perkembangbiakan, benda hidup mampu untuk bertumbuh besar dan tinggi, dan lain
sebagainya. Sedangkan benda tak hidup memiliki ciri – ciri yaitu benda mati tidak dapat
bergerak (hanya dapat berpindah tempat jika digeser atau dipindahkan ketempat lain), tidak
mampu berkembang biak dan lain sebagainya.
Benda hidup atau makhluk hidup dapat digolongkan lagi menjadi beberapa misalnya
tumbuhan dan hewan. Suatu benda hidup dapat digolongkan sebagai tumbuhan karena
mempunyai beberapa ciri – ciri sebagai berikut
 Dapat memproduksi makanannya sendiri
 Ukuran tubuh tumbuhan tidak dibatasi
 Mampu tumbuh dan berkembangsepanjang hidupnya
 Tumbuhan tidak mampu bergerak
 Mampu membuat senyawa karbon yang diperlukan dari karbon dioksida (fotosintesis)
 Prose pengangkutan air tanpa melalui bantuan alat pemompa
 Mengembangkan proses metabolisme khusus untuk mengkonversi elemen anorganik Proses
pertumbuhan serta perkembangan dikontrol oleh keterpaduan biokimia dan fisiologi
Dan benda hidup atau makhluk hidup dapat digolongkan sebagai hewan karena mempunyai
ciri – ciri sebagai berikut
 Dapat melakukan pergerakan atau dapat berpindah tempat dengan alat gerak
 Mempunyai ukuran tubuh yang dibatasi agar dapat beroprasi dengan baik
 Tidak mampu membuat bahan organiknya / makanannya sendiri
 Mengkonversi senyawa karbon dan mendaurnya seefisien mungkindi dalam tubuh
 Proses pengangkutan melalui bantuan alat pemompa
 Berkembang menuju suatu keadaan yang mantap untuk jangka waktu yang lama
 Dalam mekanisme oprasinya hewan memerlukan syaraf untuk mengontrol gerak yang tepat
dan tetap.
Pada dasarnya sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai perbedaan dan persamaan ciri
diantara keduanya. Parsamaan ciri antara sel hewan dan sel tumbuhan yaitu persamaan ada
pada bagian atau organel – organel penyusun kedua sel tersebut, yaitu membran plasma, inti
sel, sitoplasma, sitoskeleton, ribosom, retikulum endoplasma (RE), badan golgi atau aparatus
golgi, lisosom, peroksisom, dan mitokondria. Secara ringkas struktur dan fungsi organel –
organel yang ada disetiap sel hewan dan sel tumbuhan dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Organel Stuktur Fungsi
Ribosom Tersusun dari protein dan Tempat sintesis protein
RNA ribosomal, berada
bebas dalam sitoplasma atau
melekat pada RE kasar
Retikulum Endoplasma Tersusun dari kantung pipih RE kasar berfungsi sebagai
(RE) dan tabung yang tempat sintesis protein dan
berhubungan dengan RE halus berfungsi sebagai
membran inti, terdiri dari tempat sintesis lipid,
RE kasar (terdapat ribosom metabolisme karbohidrat,
dipermukaannya) dan RE dan detoksifikasi obat –
halus obatan
Badan Golgi Kantung pipih bertumpuk Memproses protein dan
molekul lain yang akan
dibawa keluar sel atau ke
membran sel
Lisosom Vesikel yang terbentuk dari Mencerna mikromolekul
badan golgi, mengandung secara intraseluler dan
enzim – enzim hidrolik merusak sel – sel asing
Periksosom Vesikel yang mengandung Merombak H2O2 yang
enzim oksidatif dan katalase bersifat racun bagi sel
Motokondria Tersusun atas membran Tempat terjadinya respirasi
dalam, membran luar, krista seluler
dan matriks

Serta perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan yaitu sel tumbuhan memiliki
dinding sel sementara sel hewan tidak memiliki dinding sel, sel tumbuhan memiliki vakuola
berukuran besar, sel hewan memiliki vakuola berukuran kecil. Sel tumbuhan memiliki
plastida (kloroplas, kromoplas, dan leukoplas), sel hewan tidak memiliki plastida. Sel
tumbuhan tidak memiliki sentriol sedangkan sel hewan memiliki sentriol.

2. BAB TUMBUHAN DAN AIR

Air merupakan zat cair yang dapat berubah bentuk dalam kisaran suhu tertentu. Air
merupakan bagian terbesar pembentuk jaringan dari semua makhluk hidup (tak terkecuali
tumbuhan). Antara 40% sampai 60% dari berat segar pohon terdiri dari air, dan bagi
tumbuhan herba jumlahnya mungkin akan mencapai 90%. Cairan yang mengisi sel akan
mampu menjaga substansi itu untuk berada dalam keadaan yang tepat untuk berfungsi
metabolisma. Fungsi air bagi tumbuhan yaitu. Sebagai penunjang Tumbuhan memerlukan air
untuk penunjang jaringan-jaringan yang tidak berkayu. Apabila sel-sel jaringan ini
mempunyai cukup air maka sel-sel ini akan berada dalam keadaan kukuh. Tekanan yang
diciptakan oleh kehadiran air dalam sel disebut tekanan turgor dan sel akan menjadi
mengembang, dan apabila jumlah air tidak memadai maka tekanan turgor berkurang dan isi
sel akan mengerut dan terjadilah plasmolisis. Sebagai Alat Angkut. Tumbuhan memanfaatkan
air sebagai alat untuk mengangkut materi disekitar tubuhnya. Nutrisi masuk melalaui akar
dan bergerak ke bagian tumbuhan lainnya sebagai substansi yang terlarut dalam air.
Demikian juga karbohidrat yang dibentuk di daun diangkut ke jaringan-jaringan lainnya yang
tidak berfotosintesis dengan cara yang sama. Air juga berperan dalam pengaturan suhu tubuh
tumbuhan.
Selain mempunyai fungsi seperti diatas air juga mempunyai sifat – sifat seperti sifat
fisika yakni air mempunyai bentuk cair pada suhu kamar, air mempunyaipanas jenis yang
relatif besar, air mengembang dala, keadaan membeku, mempunyai sifat adhesi dan kohesi,
air mempunyai panas laten penguapan dan pencairan.
Dalam proses yang terjadi pada tubuh tumbuhan yakni yang berkaitan dengan
pengangkutan air mempunyai peran yang penting. Air dan unsur hara diserap melalui rambut
akar karena pada rambut akar terdapat pembuluh xilem yang paling muda dalam jumlah yang
banyak. air bergerak melalui jaringan khusus (xylem), yang strukturnya sangat berbeda-beda
tergantung pada pengelompokannya, yang secara umum bersamaan dengan bentuk tabung.
Air didorong naik sebagian akibat daya kapiler, tetapi sebagian besar bergerak anik akibat
perbedaan terkanan antar daun dengan akar yang akan menghasilkan aliran yang terus-
menerus melalui tumbuhan. Dalam tumbuhan yang tidak mempunyai jaringan xylem air
diangkut ke seluruh tubuh oleh proses osmosis.Kemudian setelah air dan unsur hara tersebut
diserap maka akan terjadi pengangkutan air dan unsur hara tersebut menuju daun untuk bahan
fotosintesis. Dan teori yang menjelaskan proses pengangkutan air yaitu teori tekanan akar (
dapat terjadi jika kondisi lingkungan yang menghambat laju traspirasi ), teori kapilaritas (air
naik melalui pembuluh kapiler), teori sel pemompa (air naik ke daun melalui sel yang disebut
sel pemompa namun teori ini tidak dipakai karena adanya pembuktian bahwa pengangkutan
air terjadi pada pembuluh xilem), teori yang terakhir adalalah teori kohesi (menyangkut 3
unsur tenaga yaitu adanya tenaga pendorong, hidrasi pada lintasan yang dilalui serta gaya
kolusi antar molekul air). Dalam pengangkutan air terjadi 2 mekanisme pengangkutan air
yaitu apoplas dan simplas. Apoplas merupakan pengangkutan air dan unsur hara melalui
dinding sel sedangkan simplas merupakan pengangkutan air dan unsur hara melewati /
melalui sitoplasma.
Umumnya air yang masuk ke tanah dan tumbuhan akan hilang melalui proses
penguapan, dan hanya 2% air yang diserap oleh akar akan dipakai membentuk lebih banyak
materi tumbuhan. Pada prinsipnya air akan meninggalkan tumbuhan melalui tiga cara: yang
pertama traspirasi. dalam daun air akan diuapkan dari dinding sel ke ruang antar sel. Dari sini
didifusikan ke luar ke udara melalui lubang kecil di daun yang disebut stomata/ mulut daun.
Mulut-mulut daun ini akan terbuka pada siang hari dan menutup pada malam hari.
Mekanisme transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel – sel mesofil ke rongga antar
sel dalam daun. Penguapan akan terus berlangsung sampai rongga antar sel penuh dengan air,
kemudian uap air yang terkumpul akan tetap berada di dalam rongga tersebut sampai stomata
membuka. Dan traspirasi bertujuan untuk mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui
pembuluh xilem, menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal, untuk
menjaga stabilitas suhu daun. Yang kedua air keluar melalui proses Penguapan Kutikula,
sebagaian air mungkin menguap melalui kutikula dari daun atau tngkai. Dan hanya sebagian
kecil air hilang dengna cara ini, umumnya kurang dari 10% dari total kehilangan air. Yang
ketiga air keluar melalui proses Gutasi, di daerah yang lembab kehilangan air akibat
penguapan adalah terlalu sulit. Untuk tumbuhan yang hidup pada habitat ini mempunyai
lubang pada ujung dari xylem dari daun sebagai adaptasi morfologi dan fisiologi. Lubang ini
dikenal dengan hidatoda, yang memungkinkan air menetes langsung keluar dari daun.
Selain mempunyai tujuan traspirasi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu
radiasi cahaya, kelembaban(makin banyak uap air diudara makin kecil perbedaan tekanan uap
air yang akibatnya memperlambat laju traspirasi), suhu (jika suhu naik laju transpirasi juga
semakin cepat), angin(angin dapat menurunkan tekanan uap air disekitar daun akibatnya laju
traspirasi turun), keadaan air tanah. Di lingkungan daratan dengan situasi kelebihan air maka
tanah menjadi jenuh air, permasalahan utama pada situasi seperti ini adalah tidak adanya
udara dalam tanah sehingga perakaran tumbuhan tidak bisa bernafas dan juga tanah sering
menjadi asam. Jika jumlah air tidak memadai untuk keperluan tumbuhan maka sel menjadi
lembek, dan stomata menutup untuk mengurangi kehilangan air berkelanjutan. Kondisi air
tanah seperti ini dikenal dengan titik kelayuan, dan sel-sel tumbuhan mulai untuk terjadinya
plasmolisis yang biasanya berjalan berkepanjangan. Dan apabila situasi kekurangan air ini
menerus maka tumbuhan akan mati. Umumnya tumbuhan yang berada di daerah kering ini
berada dalam keadaan setengah dehidrasi pada siang hari yang diimbangi dengan
penyimpanan dalam keseimbangan airnya pada malam hari. Adaptasi Tumbuhan terhadap
Kondisi ekstrim. Kekeringan merupakan situasi yang sering dialami oleh tumbuhan,
meskipun dipahami bahwa hujan bukanlah satusatunya faktor yang dapat menimbulkan. Suhu
yang tinggi bisa juga memberikan pengaruh kekurangan air ini. Bila musim kering itu bersifat
periodik dan merupakan karakteristika daerah, maka tumbuhan yang berada di daerah akan
memperlihatkan penyesuaian dirinya, berbagai cara penyesuaian ini tergantung pada
tumbuhan itu. Umumnya memperlihatkan reduksi dari daun dan dahan, memperpendek siklus
hidup atau biji matang pada atau dekat permukaan, rambut akar bertambah banyak, sel
kutikula menbal, dinding sel mengandung lebih banyk ikatan kipid, jaringan polisade
berkembang lebih baik tetapi sebaliknya dengan bungakarang, sel dan ruang antar sel
mengecil tetapi jaringan lignin membesar. Kecepatan fotosintesis, tekanan osmosa dan
permeabilitas protoplasma meninggi dan diikuti dengan penurunan viskositas protoplasma,
akibatnya perbandingan tepung dan gula menjadi besar, sehingga secara total tumbuhan
menjadi tahan terhadap kelayuan.
Dan stomata yang berperan dalam respirasi mempunyai faktor yang mempengaruhi
kerja dari stomata tersebut. Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja dari stomata yaitu
karbondioksida. Jika karbondioksidanya rendah, menyebabkan tekanan CO2 endah sehingga
menyebabkan pH menjadi tinggi dan merangsang penguraian pati gula sehingga stomata
membuka. Yang kedua cahaya, cahaya menyebabkan terjadinya fotosintesis. Yang ketiga
water stres yaitu jika tekanan air turun maka stomata akan menutup. Yang keempat suhu
yaitu jika suhu lingkungan naik maka stomata akan membuka. Dan yang terakhir angin yaitu
angin yang bertiup kencang pengeluaran air melalui traspirasi melebihi kemampuan
tumbuhan untuk menggantinya, akibatnya daun menglami kekurangan air sehingga tekanan
turgor turun dan stomata menutup.
Stomata mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup seperti berikut.
Mekanisme saat stomata membuka yaitu pada saat turgor sel penutup tinggi dinding sel
penutup yang berhadapan pada celah stomata akan tertarik kebelakang sehingga celah
terbuka. Naiknya turgor disebabkan air yang mengalir dari sel tetangga ke sel penutup,
sehingga sel tetangga mengalami kekurangan air dan berakibat selnya mengkerut.
Mekanisme pada saat stomata menutup yaitu pada waktu turgor sel turun yang disebabkan
kembalinya air dari sel penutup ke sel tetangga, celah stomata menutup dan sel tetangga akan
menggembung.
3. BAB KEMOSINTESIS

Kemosintesis merupakan reaksi anabolisme selain fotosintesis. Kemosintesis adalah


konversi biologis satu molekul karbon atau lebih (biasanya karbon dioksida atau metana),
senyawa nitrogen dan sumber makanan menjadi senyawa organik dengan menggunakan
oksidasi molekul anorganik (contohnya, gas hidrogen, hidrogen sulfida) atau metana sebagai
sumber energi. Kemosintesis adalah anabolisme yang menggunakan energi kimia. Energi
kimia yang digunakan pada reaksi ini adalah energi yang dihasilkan dari suatu reaksi kimia,
yaitu reaksi oksidasi. Organisme autotrof yang melakukan kemosintesis disebut
kemoautotrof. Menurut Campbell et al. (2002), prokariota paling awal adalah organisme
kemoautotrof yang mendapatkan energi dari bahan kimia anorganik dan menghasilkan
energinya sendiri dan bukannya menyerap ATP. Hal ini disebabkan Hidrogen sulfide (H2S)
dan senyawa besi (Fe2+) sangat berlimpah di bumi purbakala, dan sel-sel primitive
kemungkinan mendapatkan energi dari reaksi melibatkan senyawa tersebut. Beberapa
arkhaea modern saat ini dapat bertahan hidup pada sumber mata air panas yang mengandung
sulfur dan melakukan reaksi kimia yang membebaskan energi.
Kemampuan melakukan kemosintesis hanya dimiliki oleh beberapa jenis
mikroorganisme, misalnya bakteri belerang nonfotosintetik (Thiobacillus) dan bakteri
nitrogen (Nitrosomonas dan Nitrosococcus). Banyak mikroorganisme di daerah laut dalam
menggunakan kemosintesis untuk memproduksi biomassa dari satu molekul karbon. Dua
kategori dapat dibedakan. Pertama, di tempat yang jarang tersedia molekul hidrogen, energi
yang tersedia dari reaksi antara CO2 dan H2 (yang mengawali produksi metana, CH4) dapat
menjadi cukup besar untuk menjalankan produksi biomassa. Kemungkinan lain, dalam
banyak lingkungan laut, energi untuk kemosintesis didapat dari reaksi antara O2 dan substansi
seperti hidrogen sulfida atau amonia. Pada kasus kedua, mikroorganisme kemosintetik
bergantung pada fotosintesis yang berlangsung di tempat lain dan memproduksi O2 yang
mereka butuhkan.
Contoh dari kemosintesis misalnya pembentukan nitrat oleh bakteri nitrit pada akar
tanaman leguminoceae yaitu sebagai berikut
Bakteri Nitrosomonas dan Nitrococcus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3
dalam bentuk senyawa amonium karbonat menjadi asam nitrit, reaksinya

Nitrosomonas
(NH4)2 + CO3 + 3O2 2HNO2 + CO2 + 3H2O +
energi
Nitrococcus
Bakteri nitrat, misalnya bakteri nitrobacter memperoleh energi dengan cara mengoksidasi
nitrit menjadi nitrat, reaksinya
Nitrobacter
Ca(NO2)2 + O2 Ca(NO2)2 + energi

Bakteri besi, misalnya Lipotrik memperoleh energi dengan cara mengoksidasi ferro menjadi
ferri, reaksinya
Oksigen
Fe 2+ Fe 2+

Contoh lain dari kemosintesis yaitu pada pembentukan sulfat oleh bakteri sulfur.
Misalnya bakteri sulfur tak berwarna (Thiobacillus) memperoleh energi dengan cara
mengoksidasi H2S, reaksinya
cahaya
2H2S + O2 H2O + 2S + energi
Klorofil
Selanjutnya energi tersebut digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi gula (karbohidrat),
reaksinya

Cahaya matahari
CO2 + 2H2S CH2O + 2S + H2O
Klorofil
Nitrogen merupakan gas yang terdapat diudara sebesar 78,08% yang berbentuk gas
tanpa warna, tanpa bau, dan tanpa rasa. Nitrogen mempunyai nama lain zat lemas, karena
mempunyai sifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lain. Nitrogen bebas dalam udara
dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan dengan cara difiksasi terlebih dahulu yaitu fiksasi oleh
petir yang turun bersama dengan air hujan dan Nitrogen ditambat oleh bakteri penambat.
Bakteri penambat tersebut misalnya bakteri yang bersimbiosis dengan tanaman leguminoceae
seperti kacang tanah. Pengubahan nitrogen bebas menjadi nitrogen yang dapat dimanfaatkan
oleh tumbuhan disebut dengan Siklus Nitrogen. Mekanisme dari siklus nitrogen tersebut
yaitu nitrogen bebas diikat oleh bakteri yang bersimbiosis dengan akar leguminoceae dalam
bentuk amonia kemudian diubah menjadi nitrit atau nitrifikasi oleh bakteri Nitrosococcus dan
Nitrosomonas. Selanjutnya nitrit dubah menjadi nitrat atau Nitratifikasi oleh bakteri
Nitrobacter dan Nitrococcus. Selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Dan ketika
tumbuhan mati maka akan diuraikan oleh dekomposer dalam bentuk amonium. Dan nitrat
yang tidak digunakan tanaman akan kembali ke udara atau yang disebut dengan Denitrifikasi.
Walaupun ketersediaan nitrogen diudara bebas sangat melimpah namun hal tersebut
belum dapat dipergunakan oleh tumbuhan. Maka pada tanaman leguminoceae mempunyai tri
atau cara yang dilakukan untuk mendapatkan nitrogen lebih banyak guna memenuhi
kebutuhan nitrogen untuk mendukung proses fotosintesis. Cara yang dilakukan yakni dengan
menjalin hubungan simbiosis antara akar tumbuhan leguminoceae dengan bakteri penambat.
Dan hasil dari hubungan simbiosis tersebut sehingga terbentuklah yang disebut bintil akar .
hubungan tersebut merupakan hubungan simbiosis mutualisme karena tumbuhan
mendapatkan pasokan nitrogen dari bakteri penambat atau sering dikenal dengan nama
bakteri Rhizobium, sedangkan bakteri Rhizobium mendapatkan suplai makanan dari
tumbuhan yang merupakan hasil dari fotosintesis. Proses pembentukannya yaitu Pertama,
rambut akar mengeriting dan mengelilingi bakteri. Pengeritingan disebabkan oleh molekul
yang tidak dikenal yang dilepaskan bacteri. Selanjutnya enzim dari bacteri merombak bagian
dari dinding sel, sehingga bakeri dapat masuk ke dalam rambut akar. Kemudian rambut akar
membentuk benang infeksi yang terdiri dari membran plasma yang lurus dan memanjang dari
sel yang terserang. Selanjutnya bakteri membelah di dalam benang menembus sel korteks.
Lalu sel korteks sebelah dalam, baktrinya dilepas dan berakibat beberapa sel membelah.
Pembelahan menyebabkan proliferasi jaringan (pembengkakan jaringan) membentuk bintil
akar dewasa dan tiap bakteri yang membesar serta tidak bergerak disebut bacteroid. Dan tiap
satu bintil akar mengandung beberapa ribu bacteroid. Bakteri yang biasanya digunakan
adalah bakteri Rhizobium.

4. BAB KONTROL PADA TUMBUHAN

Tumbuhan dapat dikatakan sebagai makhluk hidup karena tumbuhan mempunyai ciri
yang salah satunya adalah bergerak. Namun gerakan tumbuhan tidak seperti makhluk hidup
lain yakni hewan melainkan tumbuhan bergerak karena sentuhan rangsang. Gerak pada tumbuhan
ini disebut dengan gerak tropisme . Gerak Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah
geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Tropisme berasal dari bahasa Yunani,
yaitu trope, yang berarti membelok. Bila gerakannya mendekati arah rangsangan disebut
tropisme positif sedangkan jika gerak responnya menjauhi arah datangnya rangsangan disebut
tropisme negatif.
Contoh dari gerak tropisme yaitu

 gerak batang tumbuhan ke arah cahaya,

 gerak akar tumbuhan ke pusat bumi,

 gerak akar menuju air, dan

 gerak membelitnya ujung batang atau sulur pada jenis tumbuhan bersulur.

Gravitropisme adalah gerak pertumbuhan ke arah atau menjauhi tarikan gravitasi bumi,
di mana gerak ke arah gravitasi bumi disebut gravitropisme positif, sedangkan gerakan
pertumbuhan menjauhi gravitasi bumi disebut gravitropisme negatif. Akar biasanya bersifat
gravitropik positif. Akar primer umumnya lebih tegak dibandingkan dengan akar sekunder
yang kadang tumbuh membentuk sudut hampir mendatar. Akar tersier dan akar tingkat
berikutnya tidak bersifat gravitropik sama sekali dan tumbuh dengan arah tak beraturan. Jadi
sistem perakaran saat tumbuh berdampingan dapat menjelajahi tanah lebih luas dibandingkan
bila semua akar tumbuh lurus ke bawah. Salah satu hormon yang berperan dalam mekanisme
gravitropisme adalah hormon auksin, yang berfungsi untuk pemanjangan sel akar, di mana
distribusi auksin pada sel akar diatur oleh gen-gen tertentu pada tumbuhan.
Batang dan tangkai bunga biasanya bersifat gravitropil negatif, namun responsnya
sangat beragam. Batang utama atau batang pohon bisanya tumbuh 180o dari pusat gravitasi
bumi, sedangkan cabang, tangkai daun, rimpang, dan stolon biasanya lebih mendatar.
Gravitropisme mempunyai fungsi memastikan akar tumbuh ke dalam tanah dan tunas
menghadap cahaya matahari. Gravitropisme dibagi menjadi 2 yaitu gravitropisme positif dan
gravitropisme negatif. Gravitropisme misalnya Misalnya: gerak pertumbuhan akar.
Sedangkan gravitropisme Misalnya: gerak pertumbuhan batang.
Thigmotropism adalah gerakan di mana suatu organisme bergerak atau tumbuh dalam
menanggapi untuk menyentuh atau hubungi rangsangan. Biasanya thigmotropism terjadi
ketika tanaman tumbuh di sekitar permukaan, seperti dinding, pot, atau teralis. Climbing
tanaman, seperti anggur, mengembangkan sulur yang melilit mendukung objek. Sel
menyentuh menghasilkan auksin dan transportasi ke sel tersentuh. Beberapa sel tersentuh
maka akan memanjang lebih cepat sehingga tikungan pertumbuhan sel di sekitar objek.
Beberapa bibit juga menghambat respon triple, disebabkan oleh pulsa etilena yang
menyebabkan batang menebal (tumbuh lebih lambat dan lebih kuat) dan kurva untuk mulai
tumbuh horizontal.
Fotoperiodisme berasal dari kata fotoperiode yaitu panjang relatif siang dan malam.
Respon beberapa tumbuhan terhadap fotoperiodisme maka tumbuhan dibedakan menjadi
beberpa. Tumbuhan hari panjang yaitu tumbuhan yang dapat berbunga apabila waktu siang
hari lebih panjang yakni sekitaar 16 jam. Tumbuhan hari pendek yaitu tumbuhan yang dapat
berbunga apabila waktu siang lebih pendek contohnya Chrysantemum. Tumbuhan hari netral
yaitu tumbuhan yang dapat berbunga dan tidak terpengaru oleh panjamg pendek siang hari.
Tumbuhan panjang malam kritis yaitu tumbuhan yang memerlukan paling tidak 8 jam
kegelapan secara terus menerus untuk berbunga contohnya Cocklebur.
Fitokrom adalah reseptor cahaya, suatu pigmen yang digunakan oleh tumbuhan untuk
mencerap (mendeteksi) cahaya. Sebagai sensor, ia terangsang oleh cahaya merah dan infra
merah Infra merah bukanlah bagian dari cahaya tampak oleh mata manusia namun memiliki
panjang gelombang yang lebih besar daripada merah.
Fitokrom ditemukan pada semua tumbuhan. Molekul yang serupa juga ditemukan
pada bakteri. Tumbuhan menggunakan fitokrom untuk mengatur beberapa aspek fisiologi
adaptasi terhadap lingkungan, seperti fotoperiodisme (pengaturan saat berbunga pada
tumbuhan), perkecambahan, pemanjangan dan pertumbuhan kecambah (khususnya pada
dikotil), morfologi daun, pemanjangan ruas batang, serta pembuatan (sintesis) klorofil.
Secara struktur kimia, bagian sensor fitokrom adalah suatu kromofor dari kelompok
bilin (jadi disebut fitokromobilin), yang masih sekeluarga dengan klorofil atau hemoglobin
(kesemuanya memiliki kerangka heme). Kromofor ini dilindungi atau diikat oleh apoprotein,
yang juga berpengaruh terhadap kinerja bagian sensor. Kromofor dan apoprotein inilah yang
bersama-sama disebut sebagai fitokrom. Fitokrom mempunyai fungsi memberitahukan pada
tumbuhan apakah ada cahaya atau tidak, memberikan informasi pada tumbuhan mengenai
kualitas cahaya.
Respon tumbuhan terhadap cekaman lingkungan terbagi dalam beberapa respon, yang
pertama respon terhadap kekurangan air. Beberapa atau bahkan semua tumbuhan jika sedang
mengalami krisis air atau kekurangan air tanaman akan mencari cara untuk mempertahankan
hidupnya walaupun dengan kekurangan air. Cara yang digunakan yaitu tanaman mengurangi
laju transpirasi, mengurangi fotosintesis, menggugurkan daunnya.
Yang kedua respons terhadap kekurangan O2, misalnya tumbuhan yang ada dirawa
memiliki respons terhadap kekurangan pasokan O2 yaitu dengan akar udara, pembentukan
saluran udara yang menyediakan O2 pada akar terendam.
Yang ketiga respon terhadap cekaman garam dan responnya yaitu tumbuhan
menghasilkan zat terlarut kompatibel yaitu senyawa organik yang menjaga potensial air sel
lebih negatif dibandingkan dengan potensial air larutan tanah.
Yang keempat respon terhadap cakram panas. Responnya yaitu tumbuhan mensintesis
protein khusus yaitu heat shock protein atau protein kejut panas.
Yang kelima respon terhadap cekaman dingin dimana responnya yaitu tanaman
mengubah komposisi lipid membran. Contohnya meningkatkan proporsi asam lemak tak
jenuh yang mempunyai struktur mampu menjaga membran tetap cair pada suhu lebih rendah
deengan cara menghambat pembentukan kristal.
Yang keenam respon terhadap cahaya. Cahaya merupakan salah satu kunci penentu
dalam proses metabolisme dan fotosintesis tanaman. Cahaya dibutuhkan oleh tanaman mulai
dari proses perkecambahan biji sampai tanaman dewasa. Respon tanaman terhadap cahaya
berbeda-beda antara jenis satu dengan jenis lainnya. Ada tanaman yang tahan (mampu
tumbuh) dalam kondisi cahaya yang terbatas atau sering disebut tanaman toleran dan ada
tanaman yang tidak mampu tumbuh dalam kondisi cahaya terbatas atau tanaman intoleran.
Kedua kondisi cahaya tersebut memberikan respon yang berbeda-beda terhadap tanaman,
baik secara anatomis maupun secara morfologis. Tanaman yang tahan dalam kondisi cahaya
terbatas secara umum mempunyai ciri morfologis yaitu daun lebar dan tipis, sedangkan pada
tanaman yang intoleran akan mempunyai ciri morfologis daun kecil dan tebal. Dan responya
yaitu meningkatkan luas daun sebagai upaya mengurangi penggunaan metabolit; contohnya
perluasan daun ini menggunakan metabolit yang dialokasikan untuk pertumbuhan akar,
mengurangi jumlah cahaya yang ditransmisikan dan direfleksikan. Pada tanaman jagung
respon ketika intensitas cahaya berlebihan berupa penggulungan helaian daun untuk
memperkecil aktivitas transpirasi. Proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan
hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah melewati stomata, lubang kutikula, dan
lentisel secara fisiologis mulia berkurang.
5. FOTOSINTESIS

Suatu tanaman yang mempunyai pigmen hijau daun atau yang biasanya disebut dengan
klorofil umumnya dapat memproduksi makananya sendiri yaitu melalui proses yang disebut
dengan proses fotosintesis yaitu suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat
yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau
klorofil. Selain tumbuhan berklorofil, makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis
adalah alga dan beberapa jenis bakteri. Organisme ini berfotosintesis dengan menggunakan
zat hara, karbon dioksida, dan air serta bantuan energi cahaya matahari.[1]Bagian dari daun
yang sangat berperan dalam proses fotosintesis adalah kloroplast yang terdapat dalam lapisan
mesofil daun atau jaringan bunga karang dan jaringan pagar. Kloroplas tersebut
mengandung pigmen yang disebut dengan klorofil atau pigmen hijau daun yang mempunyai
funsi untuk menangkap cahaya yang dapat digunakan dalam proses fotosintesis dan juga
sebagai pemberi warna hijau pada tumbuhan. Ada tiga warna yang diserap oleh klorofil yaitu
warna violet, warna merah, dan warna biru. Namun dari warna tersebut sebagian diserap dan
yang lain dipantulkan sehingga terbentuk warna hijau. Dan bagian klorofil yang benar –
benar menangkap cahaya adalah pigmen. Pigmen dibagi menjadi tiga yaitu klorofil a yang
dapat menangkap warna biru hijau yang cahayanya dapat langsung digunakan tumbuhan
untuk proses fotosintesis, klorofil b yang dapat menangkap warna kuning hijau yang
cahayanya tidak dapat digunakan secara langsung untuk proses fotosintesis, karotenoid yang
dapat menangkap warna kuning jingga. Karotenoid mempunyai fungsi menangkap cahaya
yang berlebih karena cahaya yang berlebih dapat merusak klorofil.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang
dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil.
Selain tumbuhan berklorofil, makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis adalah
alga dan beberapa jenis bakteri. Organisme ini berfotosintesis dengan menggunakan zat hara,
karbon dioksida, dan air serta bantuan energi cahaya matahari. Reaksi dari fosintesis yaitu
6CO2 + 2H2O + energi cahaya C6H12O6 + 6O2 + 6H2O
Proses tersebut juga merupakan asimilasi karbon karena karbon bebas dari CO2 diikat
(difiksasi) menjadi gula dan organisme lain yang tidak mempunyai pigmen fotosintesis
mempunyai cara lain dalam mengasimilasi karbon yaitu melalui proses kemosintesis dengan
bahan kimia.
Reaksi terang dalam fotosintesis melibatkan 2 fotosistem yaitu fotosistem I dan II.
Fotosistem I (P700) merupakan fotosistem yang optimal menyerap cahaya pada panjang
gelombang 700 nm atau warna merah. Sedangkan fotosistem II (P680) merupakan fotosistem
yang optimal menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm atau warna biru. Dan
reaksinya dimulai dari fotsistem II yang berakhir pada fotosistem I. Dimana urutannya yaitu
pertama Fotosistem II menyerap cahaya, elektron dieksitasi (dikeluarkan) ke tingkat energi
yang lebih tinggi kemudian ditangkap oleh akseptor elektron primer atau sitokrom Q. Reaksi
ini menguraikan molekul air menjadi H+ dan O2. Hal tersebut merupakan langkah penguraian
air pada proses fotosintesis. Yang kedua rantai transpor elektron (RTE) versi kloroplas,
serupa dengan respirasi seluler. RTE kloroplas terdiri atas plastoquinon (berfungsi membawa
elektron) yaitu suatu kompleks yang terdiri atas 2 sitokrom B dan F serta protein yang
mengandung tembaga plastosisanin (Pc) yang menghasilkan ATP. Yang ketiga elektron
masuk ke P700 atau fotosistem I. Akseptor (penerima) elektron primer pada fotosistem I
(sitokrom X) melewatkan elektron ke RTE kedua melalui ferodoksin (Fd) (protein yang
mengandung besi) dan reaksi ini menghasilkan NADPH. Dan reaksi terang ini terjadi di
dalam tilakoid.
Sedangkan reaksi gelap terjadi pada stroma melalui 2 jalur yaitu siklus Calvin –
Benson dan siklus Hatch – Slack. Siklus Calvin – Benson terjadi pada tanaman C3 contohnya
gandum, kentang, kacang – kacangan dan sebagainya sedangkan siklus Hatch – Slack terjadi
pada tumbuhan C4 contohnya tebu, jagung, dan famili rumput.
Mekanisme siklus Calvin-Benson dimulai dengan fiksasi CO2 oleh ribulosa difosfat
karboksilase (RuBP) membentuk 3-fosfogliserat. RuBP merupakan enzim alosetrik yang
distimulasi oleh tiga jenis perubahan yang dihasilkan dari pencahayaan kloroplas. Pertama,
reaksi dari enzim ini distimulasi oleh peningkatan pH. Jika kloroplas diberi cahaya, ion
H+ ditranspor dari stroma ke dalam tilakoid menghasilkan peningkatan pH stroma yang
menstimulasi enzim karboksilase, terletak di permukaan luar membran tilakoid. Kedua,
reaksi ini distimulasi oleh Mg2+, yang memasuki stroma daun sebagai ion H+, jika kloroplas
diberi cahaya. Ketiga, reaksi ini distimulasi oleh NADPH, yang dihasilkan oleh fotosistem I
selama pemberian cahaya. Siklus Calvin – Benson dibagi menjadi tiga tahapan yaitu yang
pertama fiksasi karbon. CO2 menautkan pada gula berkarbon 5 atau ribulosa bifosfat (RuBP)
kemudian enzim yang mengkatalis atau membantu pertautan CO2 ke RuBP yaitu rubisco.
Hasil dari pertautan atau katalisis CO2 ke RuBP oleh rubisco adalah 3 – Phosphoglycerate.
Fiksasi Rubisco menjadi 3 – Phosphoglycerat butuh 6 ATP. Selanjutnya fase ke dua yaitu
Reduksi. 3 – Phosphoglycerate menerima gugus fosfat baru dari ATP 1,3 –
Biphosphoglycerate. Energi berupa 6 NADPH. Elektron yang disumbangkan NADPH
menghasilkan mereduksi 1,3 – Biphosphoglycerate menghasilkan glyceraldehyde – 3 –
phosphate (G3P). G3P yang dihasilkan sebanyak 6 buah, 1 keluar berupa glukosa dan unur
organik lain yang berjumlah 5 masuk ke fase ke 3. Fase ke tiga yaitu Rgenerasi akseptor
CO2. 5 G3P disusun ulang atau diregenerasi jadi 3 molekul RuBP. Energinya 3 ATP. Dan
kesluruhan ATP yang diperlukan pada siklus Calvin – Benson yaitu pada fiksasi karbon
sebanyak 6 ATP, pada reduksi sebanyak 6 NADPH dan pada regenerasi akseptor CO2
sebanyak 3 ATP. Sehingga totalnya adalah 9 ATP + 6 NADPH.
Sedangkan siklus Hatch – Slack yang terjadi pada tanaman C4 seperti temu, jagung
dan jenis famili rumput mempunyai tahapan yaitu penambahan CO2 pada phosphoenol
pyruvat (PEP) membentuk Oxaloacetate kemudian Oxaloacetate di Dehydrogenase menjadi
malat. Malat menyalurkan CO2 kedalam seludang berkas pembuluh. Dari sel seludang berkas
pembuluh dilepas dan kemudian masuk ke siklus Calvin – Benson.
Dan tumbuhan CAM atau Crassulacean Acid Metabolism merupakan tumbuhan
misalnya tanaman nanas, buah naga dan sejenisnya memiliki siklus fotosintesis yang berbeda
dengan tumbuhan lain. Tahapannya yaitu penambahan CO2 pada phosphoenol pyruvat (PEP)
membentuk Oxaloacetate kemudian Oxaloacetate di Dehydrogenase menjadi malat.
Kemudian malat disimpan di dalam vakuola kemudian saat siang hari atau saat ada cahaya
matahari baru kemudian baru malat keluar dari vakuola masuk ke siklus Calvin – Benson.
Fotorespirasi merupakan respirasi pada tumbuhan yang dibangkitkan oleh penerimaan
cahaya oleh daun. Fotorespirasi adalah sejenis respirasi pada tumbuhan yang dibangkitkan
oleh penerimaan cahaya yang diterima oleh daun. Diketahui pula bahwa kebutuhan energi
dan ketersediaan oksigen dalam sel juga memengaruhi fotorespirasi. Walaupun menyerupai
respirasi (pernapasan) biasa, yaitu proses oksidasi yang melibatkan oksigen, mekanisme
respirasi karena rangsangan cahaya ini agak berbeda dan dianggap sebagai proses fisiologi
tersendiri. Fotorespirasi ini hanya terjadi pada tanaman C3. Fotorespirasi tersebut juga
melibatkan enzim Rubisco. Fotosintesis dan fotorespirasi memerlukan substrat yang sama
yaitu RuBP (ribulosa bifosfat). Fotorespirasi merupakan suatu bentuk penyia – nyiaan energi.
Untuk menekan fotorespirasi, tumbuhan C4 mengembangkan strategi ruang dengan
memisahkan jaringan yang melakukan reaksi terang dan gelap. Proses yang disebut juga
"asimilasi cahaya oksidatif" ini terjadi pada sel-sel mesofil daun dan diketahui merupakan
gejala umum pada tumbuhan C3, seperti kedelai dan padi. Lebih jauh, proses ini hanya terjadi
pada stroma dari kloroplas, dan didukung oleh peroksisom dan mitokondria. Secara biokimia,
proses fotorespirasi merupakan cabang dari jalur glikolat. Enzim utama yang terlibat adalah
enzim yang sama dalam proses reaksi gelap fotosintesis, Rubisco (ribulosa-bifosfat
karboksilase-oksigenase). Rubisco memiliki dua sisi aktif: sisi karboksilase yang aktif pada
fotosintesis dan sisi oksigenase yang aktif pada fotorespirasi. Kedua proses yang terjadi pada
stroma ini juga memerlukan substrat yang sama, ribulosa bifosfat (RuBP), dan juga
dipengaruhi secara positif oleh konsentrasi ion Magnesium dan derajat keasaman (pH) sel.
Dengan demikian fotorespirasi menjadi pesaing bagi fotosintesis, suatu kondisi yang tidak
disukai kalangan pertanian, karena mengurangi akumulasi energi. Jika kadar CO2 dalam sel
rendah (misalnya karena meningkatnya penyinaran dan suhu sehingga laju produksi oksigen
sangat tinggi dan stomata menutup), RuBP akan dipecah oleh Rubisco menjadi P-glikolat dan
P-gliserat (dengan melibatkan satu molekul air menjadi glikolat dan P-OH). P-gliserat (P
dibaca "fosfo") akan didefosforilasi oleh ADP sehingga membentuk ATP. P-glikolat
memasuki proses agak rumit menuju peroksisoma, lalu mitokondria, lalu kembali ke
peroksisoma untuk diubah menjadi serin, lalu gliserat. Gliserat masuk kembali ke kloroplas
untuk diproses secara normal oleh siklus Calvin menjadi gliseraldehid-3-fosfat (G3P).
TUGAS FISIOLOGI TUMBUHAN
URAIAN MATERI FISIOLOGI TUMBUHAN
Guna Melengkapi Tugas Remidi Fisiologi Tumbuhan
Dosen : Drs. Eny Hartadi M.si

Disusun oleh :

Nama : Erna Hidayati


NPM : (09320284)

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2011 / 2012
Diposkan 7th December 2012 oleh naa muet
0

Tambahkan komentar

biologisains

 Klasik
 Kartu Lipat
 Majalah
 Mozaik
 Bilah Sisi
 Cuplikan
 Kronologis

1.

Dec

fisiologi tumbuhan
2.1.3 Kapilaritas
Tegangan permukaan ternyata juga mempunyai peranan pada fenomena menarik, yaitu
kapilaritas. Contoh peristiwa yang menunjukkan kapilaritas adalah minyak tanah, yang dapat
naik melalui sumbu kompor. Selain itu, dinding rumah pada musim hujan dapat basah juga
terjadi karena adanya gejala kapilaritas.
Penyebab dari gejala kapiler adalah adanya kohesi dan adhesi. Kohesi adalah gaya tarik
menarik antar molekul yang sama jenisnya. Gaya ini menyebabkan antara zat yang satu
dengan yang lain tidak dapat menempel karena molekulnya saling tolak menolak. Sedangkan
adhesi adalah gaya tarik menarik antar molekul yang berbeda jenisnya. Gaya ini
menyebabkan antara zat yang satu dengan yang lain dapat menempel dengan baik karena
molekulnya saling tarik menarik atau merekat.
Gejala kapilaritas pada air dalam pipa kapiler naik karena adhesi antara partikel air dengan
kaca lebih besar daripada kohesi antar partikel airnya. Sebaliknya, pada gejala kapilaritas air
raksa, adhesi air raksa dengan kaca lebih kecil daripada kohesi antar partikel air raksa. Oleh
karena itu, sudut kontak antara air raksa dengan dinding kaca akan lebih besar daripada sudut
kontak air dengan dinding kaca. Kenaikan atau penurunan zat cair pada pipa kapiler
disebabkan oleh adanya tegangan permukaan yang bekerja pada keliling persentuhan zat cair
dengan pipa.
Berikut ini beberapa contoh yang menunjukkan gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-
hari:
1) Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor sehingga kompor bisa dinyalakan.
2) Kain dan kertas isap dapat menghisap cairan.
3) Air dari akar dapat naik pada batang pohon melalui pembuluh kayu.

1. BAB FISIOLOGI TUMBUHAN

Fisiologi mempunyai arti yaitu suatu ilmu yang mempelajari fungsi, proses,
dan aktifitas suatu organisme dalam menjaga dan mengatur kehidupannya. Sedangkan
Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang
proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan
tumbuhan tersebut dapat hidup. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan
dapat lebih memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk
menghasikan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupa air dan karbondioksida,
mengapa tumbuhan membutuhkan banyak air, bagaimana biji berkecambah, mangapa
tumbuhan layu jika kekeringan dan berbagai macam gejala lainnya yang ditampakkan
oleh tumbuhan.

Pada dasarnya gejala gejala yang ditampakkan oleh tumbuhan dapat di


jelaskan berdasarkan prinsip kimia dan fisika. Beberapa proses metabolisme telah
dapat dijelaskan secara rinci tentang prinsip prinsip kimia dan fisika yang terlibat,
dimana penjelasan ini telah dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuhan. dengan
meyakini bahwa bahwa setiap proses metabolisme pada tumbuhan dapat dijelaskan
secara kimia dan fisika, maka jelas bahwa pengetahuan dasar tentang prinsip prinsip
kimia dan fisika merupakan bekal utama untuk mengkaji secara mendalam setiap
fenomena fisiologi tumbuhan.

Organisme yang menjadi sasaran dalam kajian fisiologi tumbuhan meliputi


semua jenis tumbuhan, dari tumbuhan satu sel seperti halnya bakteri hingga pada
tumbuhan tingkat tinggi. bila dikaitkan dengan 5 kelompok organisme berdasarkan
klasifikasi yang baku, maka fisiologi tumbuhan mengkaji tentang metabolisme pada
organisme yang tergolong monera, sebagian protista (yakni beberapa jenis ganggang
dan lumut), fungi (jamur), dan plantae. walaupun demikian pada kenyataannya yang
menjadi sasaran utama ahli fisiologi tumbuhan adalah organisme dari kelompok
plantae, terutama ganggang hijau, tumbuhan berdaun jarum, monokotil dan dikotil.

proses – proses penting yang terjadi pada tumbuhan seperti fotosintesis,


respirasi, penyerapan ion, pengangkutan, membuka dan menutupnya stomata,
asimilasi, transpirasi, perbungaan dan pembentukan biji di dalam tubuh tumbuhan.
Fisiologi Tumbuhan sendiri memiliki beberapa manfaat yakni

 Fisiologi tumbuhan mempunyai fungsi untuk menjabarkan serta menjelaskan proses –


proses penting yang terjadi pada tumbuhan misalnya fotosintesis, respirasi,
traspirasi,asimilasi, pengangkutan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan lain
sebagainya

 Fisiologi tumbuhan berfungsi menjabarkan dan menjelaskan fungsi setiap jenis organ,
jaringan, sel, dan organel seluler dalam tumbuhan. Misalnya saja stomata mempunyai
fungsi sebagai sel untuk fotosintesis dan lain sebagainya

 Fisiologi tumbuhan menjabarkan dan menjelaskan bagaimana proses – proses dan


fungsi – fungsi diatas terhadap perubahan lingkungan.misalnya saja proses respon
tanaman terhadap rangsang atau yang sering disebut dengan gerak tropisme pada
tanaman, kemudian pengaruh siang dan malam atau yang sering kita sebut dengan
fotoperiodisme dan respon tumbuhan terhadap cekaman lingkungan atau perubahan
lingkunganan.

Di lingkungan kita terdapat banyak sekali benda – benda disekitar kita namun
tidak semua benda yang ada dilingkungaan kita tersebut dapat dikatakan sebagai
benda hidup. Disebut benda hidup karena mempunyai ciri yaitu benda hidup dapat
bergerak dengan alat gerak, benda hidu