Anda di halaman 1dari 5

I.

DEFINISI
Kesehatan merupakan hak asasi manusia. Kesehatan adalah keadaan sehat baik
secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk
hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan
dan/atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan
berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
dalam bentuk pencegahan penyakit, dan pemulihan kesehatan oleh masyarakat .
Masyarakat memiliki keyakinan dan nilai – nilai yang berbeda, kemampuan membaca,
tingkat pendidikan dan bahasa yang berbeda, hambatan emosional dan motivasi yang
berbeda, serta perbedaan kesediaan pasien menerima informasi. Dalam memberikan
informasi dan edukasi, petugas kesehatan harus menyesuaikan dengan faktor – faktor
tersebut. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, RSU Bunda Thamrin
memberikan pendidikan tentang pelayanan pasien meliputi:
 Pendidikan tentang Penggunaan obat – obatan yang didapat pasien secara efektif dan
aman, termasuk potensi efek samping obat.
 Pendidikan tentang penggunaan peralatan medis secara efektif dan aman
 Pendidikan tentang potensi interaksi antara obat yang diresepkan dengan obat lainnya,
serta makanan.
 Pendidikan tentang Diet dan nutrisi.
 Pendidikan Tentang Manajemen Nyeri
 Pendidikan Tentang Teknik – teknik rehabilitasi

Dalam proses pembelajaran dilakukan interaksi antara staf RS dengan pasien dan
keluarga. Yang dimaksud dengan interaksi adalah pasien dan keluarga didorong untuk
berpartisipasi dalam proses pelayanan dengan memberi kesempatan untuk memberi
pendapat dan mengajukan pertanyaan kepada staf untuk meyakinkan pemahaman yang
benar dan mengantisipasi partisipasi.
Agar pemberian informasi lebih efektif, tenaga kesehatan professional
berkolaborasi dalam memberikan pendidikan pasien. Dengan berkolaborasi dapat
menjamin bahwa informasi yang diterima pasien dan keluarga adalah komprehensif,
konsisten, dan seefektif mungkin.

1
Pendidikan kesehatan juga diberikan sewaktu pasien hendak pulang agar terpenuhi
kebutuhan kesehatan setelah pasien pulang dan tercapai upaya kesehatan yang
berkesinambungan.

II. RUANG LINGKUP


 Pasien
 DPJP
 Tenaga Kesehatan Professional
 Rawat Inap
 Rawat Jalan
 Keluarga Pasien

III. TATA LAKSANA


A. PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI
1. Staf RSU Bunda Thamrin Medan mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan
masing – masing pasien dan keluarganya.
2. Semua pasien yang masuk rumah sakit dilakukan assessment tentang kebutuhan
pendidikan.
3. Hasil pengkajian pendidikan pasien dicatat dalam rekam medis.
4. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang kondisi kesehatan dan
diagnosa penyakit.
5. Pasien mendapatkan pendidikan tentang penggunaan obat-obatan yang didapat
pasien secara efektif dan aman, termasuk efek samping obat.
6. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang keamanan dan efektivitas
penggunaan peralatan medis.
7. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang diet dan nutrisi yang
memadai.
8. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang teknik rehabilitasi.
9. Pasien mendapatkan informasi tentang kegiatan harian setelah pasien pulang,
praktik pencegahan yang relevan dengan kondisi pasien atau sasaran
kesehatannya.
10. Pasien mendapatkan informasi untuk mengatasi penyakit atau kecacatan yang
relevan dengan kondisi pasien.

2
11. Setelah mendapatkan pendidikan pasien dilakukan verifikasi bahwa pasien telah
menerima dan memahami pendidikan yang diberikan.

B. PENYULUHAN PASIEN DENGAN PERBEDAAN VARIABEL


1. Staf RSU Bunda Thamrin Medan mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan
masing – masing pasien dan keluarganya dengan cara melakukan assessment.
2. Semua pasien yang masuk rumah sakit dilakukan assessment tentang kebutuhan
pendidikan mencakup:
a. Keyakinan dan nilai – nilai pasien dan keluarganya
b. Kemampuan membaca, tingkat pendidikan dan bahasa yang digunakan
c. Hambatan emosional dan motivasi
d. Keterbatasan fisik dan kognitif
e. Ketersediaan pasien menerima informasi
3. Hasil assessment digunakan untuk membuat rencana pendidikan
4. Pemberian informasi dan edukasi diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien.
5. Setelah informasi dan edukasi disampaikan, dilakukan verifikasi bahwa pasien
dan keluarga pasien mengerti informasi dan edukasi tersebut.
6. Hasil assessment pasien dicatat dalam rekam medis.

C. PENDIDIKAN PASIEN BERKELANJUTAN


1. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang kondisi kesehatan dan
diagnosa penyakit.
2. Kondisi kesehatan dan pendidikan dicatat dalam rekam medis.
3. Pasien diberikan pendidikan atau pelatihan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan
berkelanjutan pasin.
4. Pendidikan dicatat dalam bentuk resume kegiatan harian setelah pasien pulang.
5. Setelah mendapatkan pendidikan pasien dilakukan verifikasi bahwa pasien telah
menerima dan memahami pendidikan yang diberikan.
6. RSU Bunda Thamrin Medan mengidentifikasi sarana pelatihan yang tersedia di
komunitas pasien.
7. Jika memungkinkan, RSU Bunda Thamrin Medan menjalin kerjasama dengan
saran komunitas tersebut.

3
D. PENDIDIKAN PELAYANAN PASIEN
1. Staf RSU Bunda Thamrin Medan mengidentifikasi kebutuhan pengetahuan
masing – masing pasien dan keluarganya.
2. Semua pasien yang masuk rumah sakit dilakukan assessment tentang kebutuhan
pendidikan.
3. Hasil pengkajian pendidikan pasien dicatat dalam rekam medis.
4. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang kondisi kesehatan dan
diagnosa penyakit.
5. Pasien mendapatkan pendidikan tentang penggunaan obat-obatan yang didapat
pasien secara efektif dan aman, termasuk efek samping obat.
6. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang keamanan dan efektivitas
penggunaan peralatan medis.
7. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang diet dan nutrisi yang
memadai.
8. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang teknik rehabilitasi.
9. Setelah mendapatkan pendidikan pasien dilakukan verifikasi bahwa pasien telah
menerima dan memahami pendidikan yang diberikan.

E. INTERAKSI PEMBERIAN INFORMASI DAN EDUKASI


1. Semua pasien yang masuk ke rumah sakit dilakukan assessment tentang nilai –
nilai yang diyakini pasien dan keluarga
2. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang kondisi kesehatan dan
diagnosa penyakit.
3. Pasien dan keluarga diberikan kesempatan untuk bertanya dan mengajukan
pendapat kepada staf RSU Bunda Thamrin Medan.
4. Staf RSU Bunda Thamrin Medan memberikan jawaban atas pertanyaan pasien dan
keluarga
5. Setelah mendapatkan pendidikan pasien dilakukan verifikasi bahwa pasien telah
menerima dan memahami pendidikan yang diberikan.
6. Setiap infomasi dan pendidikan yang diberikan oleh staf RSU Bunda Thamrin
Medan dicatat dalam Rekam Medis

4
F. PELAYANAN PASIEN BERKOLABORASI
1. Semua pasien yang masuk ke rumah sakit dilakukan assessment tentang
kebutuhan pendidikan.
2. Tenaga kesehatan professional menyediakan waktu yang adekuat untuk
memberikan pendidikan secara berkolaborasi tentang kondisi kesehatan dan
diagnosa penyakit.
3. Pasien dan keluarga mendapatkan pendidikan tentang kondisi kesehatan dan
diagnosa penyakit.
4. Setelah mendapatkan pendidikan pasien dilakukan verifikasi bahwa pasien telah
menerima dan memahami pendidikan yang diberikan.

IV. DOKUMENTASI
Hasil assessment pasien dicatat dalam rekam medis pasien.