Anda di halaman 1dari 6

Nama : MOCHAMAD HILMAN ADYF P.

NIM : 155090707015

RESUME METODE SEISMIK


Metode seismik merupakan metode geofisika yang sangat populer dalam eksplorasi
hidrokarbon. Ketepatan dan resolusi tinggi dalam memodelkan struktur litologi bawah
permukaan menjadikan metode ini unggul dibandingkan dengan metode lainnya. Pemetaan
struktur bawah permukaan menggunakan metode seismik dilakukan dengan memberikan
energi gelombang ke dalam bumi dan menganalisis hasil pantulannya. Metode seismik
dibedakan menjadi dua yaitu metode seismik refraksi dan metode seimik refleksi.

Tegangan (Stress) didefinisikan sebagai gaya persatuan luas. Gaya merupakan


perbandingan dari besar gaya terhadap luas dimana gaya tersebut dikenakan. Gaya yang
dikenakan tegak lurus terhadap benda maka tegangan tersebut normal, jika gaya berarah
tangensial terhadap luas maka tegangan tersebut tegangan geser, dan jika tidak tegak lurus
maupun paralel maka gaya tersebut dapat diuraikan kekomponen yang paralel dan tegak
lurus terhadap elemen luas. Persamaan matematis dari tegangan

𝐹
σ=
𝐴

Benda elastis yang mengalami stess maka akan terdeformasi atau mengalami
perubahan bentuk maupun dimensi. Perubahan tersebut disebut dengan regangan atau
strain.strain adalah jumlah deformasi material persatuan luas. Hukum hooke menyatakan
bahwa stress akan sebanding dengan strain pada batuan (antara gaya yang diterapkan dan
besarnya deformasi).

σ = C.e
Strain dan Stress ( merupakan besaran tensor, sedangkan adalah konstanta yang
berupa matriks (tensor) yang menentukan sifat dasar elastisitas dari batuan, parameter
merupakan parameter elastik bebas yang dapat mencirikan sifat elastisitas batuan.

Menurut cara bergetarnya gelombang seismik dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Gelombang Primer (longitudinal/compussional wave) Gelombang primer adalah


gelombang yang arah pergerakan atau getaran partikel medium searah dengan
arah perambatan gelombang tersebut. Gelombang ini mempunyai kecepatan
rambat paling besar diantara gelombang seismik yang lain.
2. Gelombang Sekunder (transversal/shear wave) Gelombang sekunder adalah
gelombang yang arah getarannya tegak lurus terhadap arah perambatan
gelombang. Gelombang ini hanya dapat merambat pada material padat saja dan
mempunyai kecepatan gelombang yan lebih kecil dibandingkan gelombang
primer

Hukum Fisika Mekanisme Penjalaran Gelombang Seismik

 Hukum Snellius menyatakan bahwa bila suatu gelombang jatuh pada bidang
batas dua medium yang mempunyai perbedaan densitas, maka gelombang
tersebut akan dibiaskan, jika sudut datang gelombang lebih kecil atau sama
dengan sudut kritisnya. Gelombang akan dipantulkan, jika sudut datangnya
lebih besar dari sudut kritisnya. Gelombang datang, gelombang bias,
gelombang pantul terletak pada suatu bidang datar.
 Prinsip Huygens Prinsip Huygens menyatakan bahwa setiap titik-titik
pengganggu yang berada di depan muka gelombang utama akan menjadi
sumber bagi terbentuknya deretan gelombang yang baru. Jumlah energi total
deretan gelombang baru tersebut sama dengan energi utama.
 Prinsip Fermat menyatakan bahwa, jika sebuah gelombang merambat dari satu
titik ke titik yang lain, maka gelombang tersebut akan memilih jejak yang
tercepat. Jika gelombang melewati sebuah medium yang memiliki variasi
kecepatan gelombang seismik, maka gelombang tersebut akan cenderung
melalui zona-zona kecepatan tinggi dan menghindari zona-zona kecepatan
rendah.

Metode Dasar Seismik

• Metode seismik refleksi merupakan salah satu metode geofisika yang menggunakan
gelombang akustik untuk mengetahui keadaan bawah permukaan bumi. Gelombang
seismik yang digunakan berasal dari sumber getaran ( berupa dinamit,vibrator,palu
hammer) yang melewati bawah permukaan kemudian di pantulkan oleh bidang batas
batuan sehingga dapat diterima oleh receiver (geophone dan hydrophone).
Secara Umum prinsip metode seismik refleksi yaitu mengukur waktu yang diperlukan
suatu impuls suara untuk melaju dari sumber suara, terpantul oleh batas-batas formasi
geologi, dan kembali ke permukaan tanah pada suatu geophone. Refleksi dari suatu
horison geologi mirip dengan gema pada suatu muka tebing atau jurang. Seismik refleksi
hanya mengamati gelombang pantul yang datang dari batas-batas formasi geologi.
Gelombang pantul ini dapat dibagi atas beberapa jenis gelombang yakni: Gelombang-P,
Gelombang-S, Gelombang Stoneley, dan Gelombang Love.
• Metode seismik refraksi merupakan salah satu metode geofisika untuk mengetahui
penampang struktur bawah permukaan, dan menentukan kecepatan gelombang seismik
yang menjalar di bawah permukaan. Metode seismik refraksi memanfaatkan sifat
penjalaran gelombang yang mengalami refraksi dengan sudut kritis tertentu yaitu bila
dalam perambatannya, gelombang tersebut melalui bidang batas yang memisahkan suatu
lapisan dengan lapisan yang di bawahnya yang mempunyai kecepatan gelombang lebih
besar. Parameter yang diamati adalah karakteristik waktu tiba gelombang pada masing-
masing geophone.
Gelombang yang dihitung adalah berdasarkan waktu yang dibutuhkan oleh gelombang
untuk menjalar pada batuan dari posisi sumber seismik (seismic source) menuju penerima
(receiver) pada berbagai jarak tertentu. Gelombang yang terjadi setelah gelombang
pertama (first break) itu diabaikan, sehingga data yang dibutuhkan hanya data first
break saja karena gelombang seismik refraksi merambat paling cepat dibandingkan
dengan gelombang lainnya kecuali pada jarak offset yang relatif dekat sehingga yang
dibutuhkan adalah waktu pertama kali gelombang diterima oleh setiap geophone. Metode
seismik refraksi menerapkan waktu tiba pertama gelombangdalam perhitungannya.
Gelombang P memiliki kecepatan lebih besar dibandingkan dengan kecepatan gelombang
S sehingga waktu datang gelombang P yang digunakan dalam perhitungan. Gelombang
seismik refraksi yang dapat terekam oleh receiver pada permukaan bumi hanyalah
gelombang seismik refraksi yang merambat pada batas antar lapisan batuan.
Prinsip Seismometer

Berdasarkan pada rancangannya, seismometer merespon gerakan tanah pada arah vertikal
atau gerak horizontal. Beberapa alat elektromagnetik dikonstruksi untuk merekam simultan
gerak tiga komponen ortogonal. Kebanyakan rancangan menggunakan variasi pada prinsip
pendulum.

a. Seismometer gerak vertikal

Jenis mekanik seismometer vertikal (Gambar 2.a), sebuah massa besar terletak di atas
batang yang menggantung pada sebuah poros sehingga batang hanya dapat bergerak pada garis
horizontal. Sebuah pena terpasang pada batang tulis dalam drum putar yang sesuai dengan
kerangka (housing) alat. Batang terletak pada posisi horizontal terhadap pegas. Hal ini menjamin
loose coupling antara massa dan kerangka terhubung kuat dengan tanah. Gerak vertikal tanah
dirasakan selama gelombang seismik menjalar. Gerak ini merupakan gerak yang dipancarkan
terhadap kerangka tetapi tidak untuk massa inersia dan pena yang tak bergerak. Pena
menuliskan jejak gerak vertikal dari kerangka pada kertas yang terpasang pada drum putar. Jejak
ini adalah gerak vertikal seismogram dari gelombang seismik. Seismometer elektromagnetik
merespon terhadap gerak relatif antara magnet dan lempeng (coil) kawat. Salah satunya
terpasang pada kerangka alat dan karena itu terhadap bumi. Yang lain tergantung oleh
sebuah pegas dan membentuk inersia. Dua rancangan dasar mungkin. Dalam jenis gerak
magnet, lempeng terpasang pada kerangka dan mgnet yang inersia. Pada jenis lempeng
yang bergerak, putarannya berkebalikan (Gambar 2.b). Lempeng dari kawat terpasang
pada massa inersia adalah tergantung antara kutub dalam magnet kuat yang dalam
putaran tanah oleh kerangka tegar (rigid housing). Gerak lain dalam lempeng sampai di
medan magnet yang mengalirkan tegangandalam lempeng proporsional terhadap rata-rata
perubahan fluks magnetik. Selama kedatangan seismik, getaran tanah relatif terhadap
tegangan listrik oleh induksi dalam lempeng. Tegangan diperkuat dan dipancarkan
melalui sirkuit elektrik terhadap perekam.
b. Seismometer Gerak Horizontal

Prinsip dari jenis mekanik seismometer gerak horizontal serupa dengan alat
vertikal. Massa inersia terletak dalam batang horizontal tetapi fulcrum tergantung hampir
vertikal sehingga massa dibatasi untuk sisi ayun dalam garis horizontal. Sifat dalam
sistem serupa dalam gate (gerbang) ketika tergantung keluar arah vertikal. Jika sumbu
gantung sedikit miring ke depan , posisi stabil gate adalah pusat massa pada titik
terendah. Pada pergerakan lain dari gate, gaya gravitasi pemulih mencoba untuk dalam
posisi stabil. Hal serupa, seismometer horizontal berayun sekitar posisi eqilibriumnya
seperti pendulum (kenyataannya kerangka alat bergerak dan bukan massa inersia). Pada
seismometer vertikal, pena atau tabung cahaya (light beam) dipasangkan pada massa
inersia tak berubah yang menulis pada drum putar (pada hal ini memiliki sumbu
horizontal dan merekam gerak relatif antara massa dan kerangka alat. Jejak gerak tanah
diketahui dengan alat ini adalah seismogram dari gelombang seismik. Rancangan dari
seismometer horizontal elektromagnetik serupa dengan jenis vertikal, dengan
pengecualian bahwa sumbu bergerak (lempeng atau magnet) adalah horizonta

c. Seismometer Regangan/ Strain

Pendulum seismometer digambarkan sebagai alat inersia, yang berdasarkan


tahanannya dalam pasangan massa (loosely coupled mass) yang hilang terhadap
perubahan dalam momentumnya sendiri. Pada waktu yang sama, dikembangkan
seismograf inersia dengan juga mengadopsi percobaan seismograf strain primitive yang
mengukur perubahan dalam jarak antara dua tempat selama penjalaran gelombang
seismik. Seismograf buatan Milde ini memiliki keunggulan yang minim. Tahun 1933, H.
Benioff menemukan seismogaf strain yang sensitif yang menjadi awal versi modern.
Seismometer strain merekam hanya perpindahan horizontal. Dua batang horizontal
terbuat dari campuran kuarsa yang tidak sensitif terhadap perubahan suhu yang
dipasangkan untuk tiang sekitar 20 m saling terpisah, terhubung dengan tanah. Batang
terpisah dengan jarak kecil. Perubahan dalam jarak dari dua tiang, menghasilkan
perubahan luas gap (jurang) pemisah yang dideteksi melalui transduser variabel-
reduktansi atau kapasitansi. Pada alat modern, variasi dalam luas gap diamati secara optik
dengan menggunakan interferensi antara tabung sinar laser yang direfleksikan kaca yang
dipasangkan pada sisi berlawanan terhadap gap. Alat strain mudah memisahkan
regangan.

Cone Penetration Test (CPT)

Cone Penetration Test (CPT) atau lebih sering disebut sondir adalah salah satu
survey lapangan yang berguna untuk memperkirakan letak lapisan tanah keras. Tes ini
baik dilakukan pada lapisan tanah lempung. Dari tes ini didapatkan nilai perlawanan
penetrasi konus. Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung
konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. Sedangkan hambatan lekat adalah
perlawanan geser tanah terhadap selubung bikonus dalam gaya per satuan panjang. Nilai
perlawanan penetrasi konus dan hambatan lekat dapat diketahui dari bacaan pada
manometer

· Deifinisi sondir

Sondir merupakan salah satu pengujian tanah untuk mengetahui karakteristik


tanah yang dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan pembangunan
konstruksi. Sondir ada dua macam, yang pertama adalah sondir ringan dengan kapasitas
0-250 kg/cm² dan yang kedua adalah sondir berat dengan kapasitas 0-600 kg/cm². Jenis
tanah yang cocok disondir dengan alat ini adalah tanah yang tidak banyak mengandung
batu.

· Komponen utama sondir

Komponen utama sondir adalah konus yang dimasukkan kedalam tanah dengan
cara ditekan. Tekanan pada ujung konus pada saat konus bergerak kebawah karena
ditekan, dibaca pada manometer setiap kedalaman 20 cm. Tekanan dari atas pada konus
disalurkan melalui batang baja yang berada didalam pipa sondir (yang dapat bergerak
bebas, tidak tertahan pipa sondir). Demikian juga tekanan yang diderita konus saat
ditekan kedalam tanah, diteruskan melalui batang baja didalam pipa sondir tersebut ke
atas, ke manometer.