Anda di halaman 1dari 3

Obat Dari Allah

Apa yang biasanya kita lakukan ketika sakit? Jawabannya adalah meminum obat yang sering muncul di iklan. Kalau
belum sembuh? Maka kita pergi bertemu dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Kalau masih belum
juga sembuh dan dokter sudah menyerah? Biasanya kita akan mencari pengobatan alternatif. Kalau sudah tidak ada
lagi yang bisa menyembuhkan? Barulah kita berdo’a meminta “keajaiban” kesembuhan dari Robb kita, Allah SWT. Alur
diatas membuktikan bahwa Allah SWT itu Maha Hebat, mampu menyembuhkan penyakit sesulit apapun.
Allah SWT pencipta, pemilik dan pengatur segala yang ada di langit dan di bumi. Apa yang dikatakanNya Kun (jadi) Fa
(maka) yakun (terjadi). Lalu ketika sakit, mengapa kita tidak langsung saja mencari dan berdo’a kepada Allah SWT, Robb
yang Maha menyembuhkan?
Pertanyaannya: masa sih bisa sembuh dengan hanya berdo’a? Tentu bisa, tetapi ini hanya berlaku bagi hamba yang
telah dicintai Allah SWT. Bagi hambaNya yang lain harus ditambah dengan upaya mengikuti arahanNya. Bagi yang
merasa tidak sembuh dengan berdo’a dan mengikuti arahanNya, maka dipastikan mereka itu hanyalah orang orang
yang tidak sabar. Adalah suatu kepastian bahwa yang menyembuhkan penyakit itu hanya Allah SWT, seperti perkataan
Nabi Ibrahim as. yang di abadikan dalam surah Asy-Syu'ara' (26) ayat 80
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”
Telah banyak kejadian penyakit ganas, sembuh karena do’a. Hanya saja, mungkin sudah tertanam di dalam pikiran kita
bahwa penyakit itu selalu butuh obat kimia. Padahal Allah SWT melengkapi tubuh manusia itu dengan mekanisme
pertahanan diri untuk melawan penyakit. Sebenarnya obat kimia itu tidak menyembuhkan penyakit, akan tetapi hanya
sekedar menghambat atau menghilangkan gejala penyakit (symptom) saja sehingga tubuh menjadi tenang dalam
bekerja melawan sebab dari penyakit itu sendiri. Hanya saja orang awam mengira bahwa obat kimia itulah yang
menyembuhkannya.
Pertanyaan selanjutnya adalah siapakah pengendali tubuh kita untuk melawan sebab dari suatu penyakit?
Jawabannya adalah Allah SWT yang selama ini mengatur mekanisme yang terjadi di tubuh semua makhlukNya. Allah
SWT yang Maha Pengasih, sering menyembuhkan hambaNya tanpa diminta, apalagi jika ada hamba yang meminta.
Sang Ar Rahman mampu menyembuhkan penyakit hambaNya, atau setidaknya memberikan jalan kearah kesembuhan
bagi hambaNya yang meminta.
Surah Al-Baqarah (2) ayat 186
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku
Kabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia berdo’a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi
(perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh jalan/arah yang benar.”
Jalan kearah kesembuhan yang benar itulah yang diharapkan oleh orang beriman. Karena banyak juga jalan kearah
kesembuhan yang tidak benar (dukun, jimat, ritual musyrik, obat dengan bahan yang haram, dll). Memang terlhat seperti
sembuh penyakitnya, tetapi biasanya diikuti efek samping timbulnya penyakit lain yang lebih berat dan lebih sulit
disembuhkan (salah satunya adalah penyakit kemusyrikan).
Jika hamba terlebih dahulu meminta kesembuhan kepada Allah SWT ketika jatuh sakit, maka Allah SWT akan memberikan
jalan kesembuhan yang benar. Allah SWT akan memberikan petunjuk berupa wasilah dokter/tabib yang memang
mampu mendiagnosa sebab penyakitnya dengan tepat dan wasilah obat/penawar yang tepat tanpa efek samping
bagi tubuh hambaNya.
Dalam berdo’a sepatutnya diikuti dengan meminta ampun atas dosa/kesalahan, memperbaiki diri, dan berusaha
mematuhi perintah Allah SWT. Maka tepatlah jika sakit itu dijadikan sarana untuk mengurangi dosa dan kembali ke
jalanNya.
Obat itu hanya wasilah (jalan cepat) menuju kesembuhan dari penyakit. Seorang muslim haruslah mengimani bahwa Al
Qur'an adalah petunjuk hidup. Dan Allah Ar Rohman juga telah memberikan petunjuk tentang penyakit dan obat di
dalam Al Qur’an.
Di dalam Al Qur’an, penyakit batin (jiwa) dan penyakit lahir (fisik) memakai kata dasar yang sama yaitu marodhun.
Sebagai pembeda, penyakit batin dituliskan sebagai penyakit di dalam hati (Qolbu) atau di dalam dada (Shudur). Perlu
diketahui bahwa penyakit lahir itu banyak dipengaruhi oleh penyakit batin. Penyakit batin dipastikan dapat berpengaruh
negatif terhadap kinerja tubuh untuk melawan penyakit lahir.
Allah SWT memberi petunjuk tentang obat di dalam Al Qur'an.
Surah Yunus (10) ayat 57
Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, obat bagi penyakit yang ada
dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.
Ayat ini jelas menerangkan bahwa satu-satunya obat bagi penyakit batin adalah Al Qur’an.

orang Arab? Katakanlah. Perlu diketahui bahwa saat ini phytochemical banyak dipelajari dan diuji untuk melawan berbagai jenis penyakit dan digunakan sebagai dasar pembuatan obat kimia. Enzyme ini pada kondisi normal (lembab) berfungsi sebagai katalis untuk merubah glukosa menjadi asam glukonat. memahami dan melaksanakan Al Qur’an maka semakin bertaqwalah ia. hidrogen peroksida dalam konsentrasi yang tinggi sangat berbahaya bagi tubuh manusia karena bersifat korosif terhadap sel permukaan. Jadi hidrogen oksidase hanya akan diproduksi secara bertahap ketika sudah berada pada tubuh manusia. karena itu madu bisa disimpan dalam jangka waktu yang sangat lama tanpa mengurangi kualitasnya. Karena hanya muslim sajalah yang beriman kepada kebenaran Al Qur’an (salah satu dari rukun Iman). Kemudian masuk kedalam lubang Allah (honeycomb) yang mudah sehingga lebah dapat menghasilkan dari perutnya madu yang bermacam-macam warnanya. Asam glukonat juga banyak ditemui pada buah buahan. Enzyme ini hanya bisa dihasilkan oleh serangga sejenis lebah dan jamur tertentu saja. maka Allah SWT akan semakin sering mengingatnya dan tentunya juga mengingat do’anya. Semua madu mengandung enzyme yang bernama glucose oksidase. Semakin hamba dicintai Allah SWT maka tak ada yang mampu menolak "kun fa yakun" Surah An-Nahl (16) ayat 68-69 Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah. . maka bisa diartikan bahwa Al Qur’an adalah obat segala penyakit ( Lahir dan Batin ). Enzyme glucose oksidase juga mampu merubah glucosa menjadi hidrogen peroksida yang sangat terkenal dibidang kedokteran terutama untuk mengobati luka dan melawan infeksi bakteria. Berbeda kandungan berarti berbeda pula jenis penyakit yang efektif dapat disembuhkannya. Madu sendiri bersifat asam dan tidak cukup mengandung Natrium. “Buatlah sarang di gunung-gunung. sedangkan bagi orang yang zhalim (Al-Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian. dan (Al-Qur'an) itu merupakan kegelapan bagi mereka. Bakteri dan microorganisme tidak bisa bertahan hidup dalam keadaan asam. Semakin hamba bertaqwa maka semakin cinta Allah SWT padanya. Lalu memakan dari segala (macam) tsamarot (buah / nektar / makanan yang menghasilkan energi). Asam glukonat juga menyebabkan madu terasa asam (ph rendah antara 3-5). semakin sering hamba mengingat Allah SWT. Berbeda warna berarti berbeda pula jenis/asal nektarnya. Jadi semua madu sangatlah ideal sebagai penyembuh luka atau iritasi dan mampu membunuh bakteri penyebab infeksi. Glukosa didalam madu hanya dapat dirubah oleh enzyme glucose oksidase menjadi hidrogen peroxida jika pada keadaan ph normal (ph 6-8) dan mempersyaratkan tersedianya cukup natrium. Ayat diatas menerangkan tentang Madu yang merupakan obat bagi seluruh manusia ( tidak terbatas hanya pada orang muslim yang beriman). di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan. Semakin Allah SWT sering mengingat do’a hambaNya maka semakin cepat Allah SWT mewujudkannya. Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh. Semakin sering hamba membaca. Benarkah madu adalah obat bagi berbagai macam penyakit fisik? Ayat 68 surat An Nahl diawali dengan Allah SWT mewahyukan kepada lebah dan pada ayat 69 surat An Nahl ditutup dengan sebagai tanda bagi kaum yang mau meneliti. Surah Fushshilat (41) ayat 44 Dan sekiranya Al-Qur'an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan. Al Qur’an adalah sarana mengingat Allah SWT. pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mau menelitinya. namun ini berlaku khusus bagi muslim yang beriman saja. Penelitian menyatakan bahwa warna madu mengikuti jenis nectar yang dimakannya. dan di tempat- tempat yang dibikin manusia.” Dua ayat diatas menegaskan bahwa Al Qur’an adalah Obat. Urutan logisnya berawal dari perintah membuat sarang sebagai tempat lebah untuk menghasilkan madu. kemudian makanlah dari segala (macam) tsamarot lalu masuklah lubang Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). di pohon-pohon kayu.Surah Al-Isra' (17) ayat 82 Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi obat dan rahmat bagi orang yang beriman. Kata dasar fakaro dalam bahasa arab merujuk pada kegiatan mencari urutan logika. Jika asam glukonat bereaksi dengan unsur dari phytochemical/herbal (zat kimia yang dikandung oleh tumbuhan) akan membentuk senyawa baru yang berguna meningkatkan efektifitas phytochemical tersebut dalam melawan sebab penyakit tertentu. “Al-Qur'an adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang yang beriman. “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur'an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Berbeda nektar berarti berbeda pula isi kandungannya (phytochemicals). sebab dari sebuah akibat/tanda/kejadian yang telah terjadi dan belum pernah ada penjelasan logisnya. maka bisa dikatakan Madu adalah obat bagi seluruh penyakit fisik. Dikarenakan tidak adanya keterangan yang mengikutinya. Akan tetapi. Dikarenakan penyakit batin itu hanya bisa disembuhkan oleh Al Qur’an saja. karena tubuh manusia mengandung natrium dan memiliki ph normal. Sungguh.

Madu adalah obat bagi penyakit fisik yang disebutkan Allah SWT didalam Al Qur’an. Stroke. Jantung/ Hipertensi . . Alergi. Diabetes. Gangguan Liver/ Hepatitis dll. Maag. (AIS) HfM HoneyMed Apitherapy Wisma Menanggal V no 10 Surabaya Konsultasi penyakit melalui: HP/WA: 085259153692 HP/WA: 085203645264 Menyediakan madu murni dengan harga terjangkau untuk penyakit penyakit: Gangguan Pencernaan. Gangguan Syaraf/ Neurophaty. Dan Maha Benar Allah SWT dalam segala firmanNya. Thypus. Masalah Kulit. Lalu masihkah kita ragu padaNya? Ini adalah ujian keimanan kita. Asam Urat. Osteoartitis. Osteoporosis. Batuk.