Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pelayanan kesehatan kegawatdaruratan merupakan sebuah penyelenggaraan
pelayanan terpadu yang ditujukan bagi penderita gawat, darurat, dan gawat
darurat, baik dalam keadaan sehari-hari maupun dalam keadaan bencana.
Bentuk pelayanan gawat darurat meliputi berbagai aspek yaitu kesehatan
badaniah, rohaniah dan sosial bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit,
cacat dan kelemahan.
Instalasi gawat darurat merupakan suatu unit di rumah sakit yang memiliki tim
kerja dengan kemampuan khusus dan peralatan yang lengkap serta memadai
untuk memberikan pelayanan kepada pasien gawat darurat dalam upaya
penanggulangan pasien gawat darurat yang terorganisir.
Dalam keadaan sehari-hari maupun keadaan bencana penanganan pasien gawat
darurat akan melibatkan pelayanan pra rumah sakit, pelayanan di rumah sakit
maupun pelayanan antar rumah sakit. Pelayanan kegawatdaruratan memerlukan
penanganan secara terpadu dan pengaturan dalam satu sistim.

B. TUJUAN UMUM
Sebagai dasar dalam pembuatan kebijakan bagi unit kerja dalam memberikan
pelayanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi RS Haji Kamino.
C. TUJUAN KHUSUS
a. Memudahkan bagi pemberi jasa Instalasi Gawat Darurat dalam memberikan
pelajaran kegawatdaruratan yang bermutu dan profesional.
b. Setiap pemberi jasa pelayanan Instalasi Gawat Darurat dapat bekerja
berdasarkan Visi, Misi, Falsafah dan Tujuan Instalasi Gawat Darurat RS Haji
Kamino.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 1


BAB II
GAMBARAN UMUM

I. SEJARAH
Pendirian Rumah Sakit Haji Kamino berangkat dari kepedulian Bapak Haji
Kamino dalam rangka turut serta membantu pemerintah didalam penyediaan
sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Way Kanan yang
bermutu dan terjangkau agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
optimal. Untuk mewujudkannya maka didirikan sebuah Rumah Sakit oleh
Yayasan Syafakillah Haji Kamino.
Kiprah Rumah Sakit Haji Kamino ini diawali sejak tahun 2001 yang pada
awalnya merupakan balai pengobatan Syafakillah. Seiring dengan
perkembangannya pada tahun 2009, balai pengobatan ini bermetamorfosis
menjadi klinik utama Haji Kamino dibawah pimpinan dr. Naila Firjaniati.
Selanjutnya pada Oktober tahun 2011, Klinik Haji Kamino bermertamofosis lagi
menjadi Rumah Sakit Haji Kamino yang dikelola oleh yayasan Syafakillah.
Berlokasi di Jalan Sriwijaya No. 56 Kampung Setia Negara Kecamatan Baradatu
Kabupaten Way Kanan. Rumah Sakit Haji Kamino berdiri pada lahan hak milik,
seluas 5.031 m2, dengan luas bangunan 1.426 m2.

II. Tugas Pokok Dan Fungsi Rumah Sakit

a) Tugas pokok Rumah Sakit Haji Kamino


Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
No.159b/MENKES/PER/1988 tentang Rumah Sakit bahwa tugas Rumah
Sakit melaksanakan pelayanan kesehatan dengan mengutamakan kegiatan
penyembuhan penderita dan pemulihan keadaan cacat badan dan jiwa yang
dilaksanakan secara terpadu dengan upaya peningkatan (promotif) dan
pencegahan (preventif) serta melaksanakan upaya kesehatan rujukan.

b) Fungsi Rumah Sakit Haji Kamino


1. Menyelengarakan pelayanan medik.
2. Menyelenggarakan pelayanan penunjang medik dan non medik.
3. Menyelenggarakan pelayanan rujukan.
4. Menyelenggarakan administrasi umum dan keuangan yang akuntabel
dan dapat dipertanggung jawabkan.
BAB III

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 2


VISI, MISI, MOTO, LANDASAN NILAI, TUJUAN
RUMAH SAKIT HAJI KAMINO

1. Visi, Misi, Moto, Landasan Nilai, Tujuan RS.Haji Kamino


a. Visi Rumah Sakit Haji Kamino
1. Menjadi salah satu Rumah Sakit swasta di kabupaten Way Kanan yang
mampu memberikan pelayanan berkualitas, terjangkau.
2. Menjadi Rumah Sakit rujukan utama yang mengedepankan pelayanan
prima.

b. Misi Rumah Sakit Haji Kamino


1. Mewujudkan sumber daya manusia berkualias dan profesional.
2. Merlaksanakan kegiatan kegiatan pelayanan kesehatan yang bermutu dan
terpadu.
3. Menerapkan budaya kerja yang berorientasi kepada pelanggan.
4. Menjadi mitra kerjasama pemerintah dan BPJS yang berkesinambungan
dan berkelanjutan.

c. Motto Rumah Sakit Haji Kamino


Cepat, Mutu, Nyaman, Ringan dan Islami

d. Landasan Nilai Rumah Sakit Haji Kamino


1. Kepercayaan
2. Integritas
3. Peduli
4. Professional
5. Efisien
6. Kebersamaan

e. Tujuan Rumah Sakit Haji Kamino


Tujuan dibentuknya Rumah Sakit adalah untuk melayani customer, yaitu
pasien dan keluarganya, dan stakeholder lainnya termasuk pemilik Rumah
Sakit. Tujuan ini biasanya dijabarkan menjadi Visi dan Misi Rumah Sakit,
dimana Visi adalah gambaran ideal Rumah Sakit untuk 10-15 tahun
mendatang (atau yang ideal sehingga kapan dicapainya tak tergantung
waktu), dan Misi yang menjabarkan komponen utama dari tujuan yang harus
dicapai dalam jangka menengah misal 3 atau 5 tahun pertama

II. Pengertian, Falsafah, Tugas, Fungsi, Dan Tujuan IGD RS.Haji Kamino
1. Pengertian

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 3


Instalasi Gawat Darurat : adalah unit pelayanan rumah sakit yang
memberikan pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan
kecacatan secara terpadu dengan melibatkan berbagai multidisiplin.
2. Falsafah
Kecepatan dan ketepatan dalam memberikan pertolongan pada pasien sesuai
tingkat kegawatdaruratan, tanpa membedakan sosial, ekonomi, agama, dan
ras akan menurunkan angka kematian dan kecacatan.
3. Tugas dan Fungsi
Memberikan pelayanan kesehatan pasien gawat darurat selama 24 jam
secara terus menerus dan berkesinambungan, meliputi :
a. Mengelola pelayanan gawat darurat
b. Melakukan pelayanan siaga bencana
c. Melalukan pendidikan dan pelatihan gawat darurat
d. Mengelola fasilitas, peralatan, dan obat – obatan life saving
e. Mengelola tenaga medis, tenaga keperawatan dan tenaga non medis
f. Mengelola adaministrasi dan keuangan Instalasi Gawat Darurat
g. Melaksanakan pengendalian mutu pelayanan gawat darurat
h. Melakukan koordinasi dengan unit rumah sakit lain

4. Tujuan
a. Mencegah kematian dan kecacatan pada penderita gawat darurat,
sehingga dapat hidup dan berfungsi kembali dalam masyarakat
sebagaimana mestinya
b. Menerima rujukan /merujuk penderita gawat darurat melalui sistem
rujukan untuk memperoleh penanganan yang lebih memadai
c. Melakukan pertolongan korban musibah massal dan bencana yang
terjadi di dalam maupun di luar rumah sakit
d. Mengembangkan dan menyebarluaskan penangulangan penderita gawat
darurat melalui pendidikan dan menyelenggarakan berbagai kursus yang
berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan bantuan hidup dasar
( basic life support ) maupun bantuan hidup lanjut ( advanced life
support ).

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RS HAJI KAMINO

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 4


Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 5
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI IGD (INSTALASI GAWAT DARURAT)

STRUKTUR ORGANISASI
IGD RS HAJI KAMINO

Direktur

dr.Dimas Gugum Prayuda

Bidang
Pelayanan Medik
dan Keperawatan
dr.Naila Firjaniati

Sub Bidang
Pelayanan Keperawatan

Fitri Susiani, Amd.Kep

Kepala Ruangan
IGD
Lela kustia, Amd.Kep

PJ Shif
-Hendri Kusheri M,Amd.Kep
-Dwi Yanto, Amd.Kep
-Indra Dwi Saputra.S.Kep,Ns

Pelaksana Shif 1 Pelaksana Shif 2 Pelaksana Shif 3


 MaretaPrihatiningsih,Amd.Kep  Nova Anita P, Amd.kep  Agung setiadi,Amd.Kep
 Melda Maya S,Amd.Keb  Hesti Purwaningsih,Amd.Keb  Abu Tholib,Amd.Kep
 Mimin Triani I,S.ST  Weni Ermitaria, Amd.Keb  Shelly Gina N,Amd.Keb
 Dayu Rhutama, Amd.kep  Haryati, Amd.Keb
 Rina Maryana,Amd.Keb  Sherly Jumaini M,Amd.Kep
 Dwi Mayang S,Amd.Kep  Dwi Mayang S,Amd.Kep

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 6


BAB VI
URAIAN TUGAS DAN JABATAN SDM IGD

1. Kepala Instalasi IGD (Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan )

1. Nama Unit Kerja: Instalasi Gawat Darurat


2. Nama Jabatan: Kepala Instalasi Gawat Darurat
3. Pengertian:
Seorang tenaga dokter profesional yang diberi tugas tanggung jawab dan
wewenang dalam mengelola pelayanan medik di IGD serta mengkoordinir
dokter IGD dan ruangan.
4. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan Formal:
Dokter umum yang telah melaksanakan wajib kerja sarjana.
b. Pendidikan Non Formal:
Memiliki sertifikat tentang kegawatdaruratan.
c. Pengalaman Kerja:
Mempunyai pengalaman kerja sebagai dokter IGD minimal 3 Tahun.
d. Ketrampilan:
Memiliki kemampuan kepemimpinan
e. Usia:
Usia antara 25 – 55 tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
5. Tanggung Jawab:
Bertanggung jawab langsung kepada Manager Pelayanan
6. Uraian Tugas:

1. Menyusun program kerja Instalasi Gawat Darurat.


2. Memimpin, mengkoordinir dan mengevaluasi pelaksanaan operasional IGD
secara efektif, efisien dan bermutu.
3. Bertanggung jawab terhadap kordinasi dengan bagian Rawat Inap dan Rawat
Jalan jika pasien yang bersangkutan membutuhkan penanganan/tindakan
lebih lanjut setelah penanganan gawat darurat.
4. Memberikan pembinaan terhadap dokter jaga IGD.
5. Membuat daftar jaga dokter IGD dan ruangan.
6. Bersama Kepala Ruang IGD membuat perencanaan ketenagaan dan fasilitas
yang dibutuhkan untuk mencapai pelayanan yang berkualitas di IGD.
7. Memimpin pertemuan rutin setiap bulan dengan staf IGD untuk membahas
dan menginformasikan hal-hal penting yang berkaitan dengan pelayanan di
IGD.
8. Menghadiri pertemuan manajemen, bila dibutuhkan.
9. Membuat laporan kinerja IGD setiap bulan dan akhir tahun.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 7


10. Membuat usulan-usulan yang diperlukan kepada manajemen yang
berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan di IGD.

7 Wewenang:
1. Memberikan penilaian kinerja staf IGD.
2. Membuat prosedur pelayanan IGD.

8. Hasil Kerja
1. Daftar Jaga IGD
2. Usulan perencanaan ketenagaan & fasilitas yang dibutuhkan / di IGD
diperlukan
3. Standar Pelayanan Medik
Usulan yang berkaitan dengan Mutu Layanan

2. Dokter IGD

1 Nama Unit Kerja: Instalasi Gawat Darurat

2 Nama Jabatan: Dokter IGD dan Ruangan

3 Hubungan Jabatan:

a. Bertanggung jawab kepada : Manager Pelayanan


b. Sub ordinasi :Kepala Ruang IGD, Ka Instalasi Gawat Darurat
c. Hubungan Koordinasi :
As Men Pelayanan Keperawatan
4 Persyaratan Jabatan:

a. Pendidikan formal:
Dokter umum yang telah melaksanakan wajib kerja sarjana
b. Pengalaman:
Diutamakan yang telah berpengalaman dibidangnya minimal 3 tahun
c. Keterampilan:
1. Mempunyai kemampuan menangani pasien umum, gawat darurat &
2. Penggunaan alat medis yg berhubungan dgn penanganan pasien IGD
d. Kerjasama dan Kepribadian :Baik
e. Umur : Minimal 23 tahun atau bila mampu diperpanjang pertahun.

Tujuan :
1. Agar dapat memberikan pelayanan kepada pasien selama 24 jam dan
5
kepada pasien yang datang ke RS Haji Kamino, dimana IGD sebagai salah satu
pintu masuk pasien RI & RJ
2. Memberikan rasa aman, nyaman kepada pasien yang membutuhkan
pelayanan medis di RS Haji Kamino sehingga tercapainya kepuasan pasien.

6 Fungsi :Menangani pasien IGD & Ruangan


Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 8
7 Tanggung jawab : Bertanggung jawab langsung kepada Manager Pelayanan

Uraian Tugas Dan Tanggung Jawab


8
1. Mengutamakan keselamatan jiwa pasien
2. Mendahului penderita gawat darurat
3. Memahami dan trampil dalam melakukan RJP dan intubasi
4. Memahami gambaran EKG normal dan gambaran EKG yang
mengancam jiwa serta memerlukan penanganan segera seperti
Ventrikel Fibrilasi, Ventrikel Takhikardi, Infark Myocard Acute,
Ventrikel Extrasystole yang mengancam jiwa.
5. Menulis status pasien yang meliputi :
- Anamnesa
- Pemeriksaan Fisik
- Diagnosa Kerja
- Terapi
- Pemeriksaan penunjang
6. Bersikap dan bertindak demi nama rumah sakit secara benar, ramah,
informatif, tegas dan bijaksana
7. Melaporkan hal - hal yang penting atau yang perlu di konsulkan kepada
konsulen / dokter spesialis yang bersangkutan
8. Mengisi status pasien RI dan melakukan visit pasien yang berada di
ruangan untuk mengetahui secara umum pasien - pasien yang di rawat
termasuk pasien yang memerlukan perhatian khusus
9. Bertanggung jawab atas permasalahan medis seluruh pasien yang
dirawat, baik di ruangan perawatan biasa maupun di ruang observasi yang
berkoordinasi dengan dokter yang memiliki pasien / dokter yg merawat.
10. Wajib mendatangi pasien yang baru masuk ke ruang perawatan untuk
mengetahui keadaan umum pasien
11. Menuliskan resep untuk pasien - pasien di RI sesuai instruksi dokter yang
merawat.
12. Menggunakan obat - obat yang dianjurkan dalam formularium RS Haji
Kamino.
9. Wewenang
1. Melakukan konsul pasien ke konsulen yang bersangkutan atau merujuk pasien
sesuai kebutuhan
2. Mengusulkan memindahkan pasien dari ruang perawatan biasa ke ruang
observasi.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 9


III. Karu IGD

1. Nama Unit Kerja : Instalasi Gawat darurat


2. Nama Jabatan : Kepala Ruang IGD
3. Pengertian :
Seorang tenaga perawatan profesional yang bertanggung jawab dan berwenang
dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan di ruang Instalasi Gawat
Darurat (IGD).
4. Persyaratan dan Kualifikasi
a. Pendidikan Formal : D – III Keperawatan, berpengalaman 2 Tahun.
b. Pendidikan Non Formal :
- Memiliki Sertifikat BTCLS / BLS
c. Pengalaman Kerja :
Mempunyai pengalaman kerja di IGD minimal 3 Tahun.
d. Ketrampilan :
Memiliki kemampuan dan kepemimpinan.
e. Usia :
Usia antara 25 – 35 Tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani

5. Tanggung Jawab :
a. Secara fungsional bertanggung Jawab kepada Sub Bidang Pelayanan
Keperawatan.
Secara operasional bertanggung Jawab kepada Kepala Instalasi Gawat
Darurat.
6. Tugas Pokok :
Mengawasi dan mengendalikan semua kegiatan pelayanan perawatan di
ruang Instalasi Gawat Darurat.
7. Uraian Tugas :
a. Melaksanakan fungsi perawatan meliputi :
1. Menyusun rencana kegiatan berdasarkan jenis, jumlah, mutu tenaga
keperawatan serta tenaga lainnya sesuai kebutuhan di IGD.
2. Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawat yang berlaku tiap
minggu.
3. Membagi tugas harian dengan memperhatikan jumlah dan tingkat
kemampuan perawatan.
4. Merencanakan jumlah dan jenis peralatan di IGD.
5. Menyusun program pengembangan staf di IGD.
6. Bersama staf menentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan di ruang
perawatan IGD.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 10


b. Melaksanakan fungsi penggerakan pelaksanaan meliputi :
1. Memantau seluruh staf dalam penerapan dan pelaksanaan tugas yang
dibebankan.
2. Mengadakan pelatihan untuk pegawai secara berkesinambungan.
3. Memberi orientasi kepada siswa/pegawai baru.
4. Mengadakan pengadaan, pemeliharaan dan penggunaan alat-alat
maupun obat-obatan.
5. Menciptakan suasana kerja yang harmonis.
6. Menilai hasil kerja pegawai dan memberikan penghargaan yang
berprestasi baik.

c. Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian


meliputi :
1. Mengawasi pelaksanaan tugas masing-masing pegawai.
2. Mengawasi penggunaan alat-alat agar digunakan secara tepat
3. Mengatur supaya alat-alat tetap dalam keadaan siap pakai.
4. Mengawasi pelaksanaan inventaris secara periodik.

IV. Penanggung Jawab Shift ( PJ Shift ) :


1 Nama Unit Kerja : Instalasi Gawat Darurat
2 Nama Jabatan : Penanggung jawab shift (PJ Shift )
3 Pengertian :
Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab dalam
mengkoordinasikan kegiatan pelayanan keperawatan di IGD dan turut
melaksanakan pelayanan keperawatan pada satu unit ruangan perawatan pada shift
sore, malam dan hari libur.
4 Tujuan :
a. Agar kegiatan pelayanan Asuhan Keperawatan dapat berjalan sesuai dengan
standar keperawatan.
Agar mutu pelayanan asuhan keperawatan selalu terjaga, selalu diupayakan,
ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan / tuntutan masyarakat.
5 Persyaratan dan kualifikasi
a. Pendidikan Formal :
D III keperawatan
b. Pendidikan Non Formal :
Memiliki sertifikat kursus keperawatan khusus
c.Pengalaman Kerja :
Memiliki pengalaman sebagai pelaksana perawatan minimal 5 tahun

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 11


d. Ketrampilan :
Memiliki kemampuan kepemimpinan, berwibawa, rajin dan jujur.
e. Usia :
Usia antara 25 – 35 Tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani
6 Tanggung Jawab :
Secara organisani bertanggung jawab langsung kepada Kepala Ruang
7 Tugas Pokok :
a. Sebagai koordinator shift dinas pagi, sore, malam dan hari libur sesuai jadwal
yang telah ditetapkan.
b. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan Asuhan Keperawatan Kepada Kepala
Ruang.
c. Bersama-sama pelaksana perawatan melakukan kegiatan pelayanan Asuhan
Keperawatan.
d. Bertanggung jawab dalam kebenaran isi laporan / penulisan asuhan
keperawatan.

8 Uraian Tugas Penanggung Jawab Shift :


a. Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan pelayanan diruang rawat
pada shift sore, malam dan hari libur.
b. Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga pelaksana perawatan untuk
melaksankan Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan / standard yang berlaku
pada shift sore, malam dan hari libur.
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan inventarisasi peralatan pada shift sore,
malam dan hari libur.
d. Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu dalam
keadaan siap pakai.
e. Membantu melaksanakan program orientasi kepada petugas baru meliputi
penjelasan tentang peraturan rumah sakit, tata tertib dan fasilitas yang ada.
f. Memelihara dan mengembangkan system pencatatan dan pelaporan Asuhan
Keperawatan secara tepat dan benar untuk tindakan keperawatan selanjutnya.
g. Memberi motivasi tenaga non perawatan dalam memelihara kebersihan ruangan
dan lingkungan pada shift sore, malam dan hari libur.
h. Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien pada shift malam.
i. Memelihara buku register dan berkas catatan medik pada shift sore, malam dan
hari libur.
j. Menyusun rencana keperawatan pada shift sore, malam dan hari libur dan
melaksanakan tindakan keperawatan.
k. Bersama-sama pelaksana perawat lainnya, melaksanakan Asuhan Keperawatan

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 12


kepada pasien pada shift sore, malam dan hari libur.
l. Membuat laporan harian pada shift sore, malam dan hari libur.
m. Melaksanakan serah terima tugas kepada penanggung jawab shift berikutnya
secara lisan maupun tertulis pada saat penggantian dinas.
n. Mengikuti pertemuan berkala yang di adakan oleh Kepala Ruang

VII. PERAWAT PELAKSANA IGD

1 Nama Unit Kerja : Instalasi Gawat Darurat


2 Nama Jabatan : Perawat Pelaksana Instalasi Gawat Darurat

3 Pengertian :
Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan ditugaskan di
Instalasi Gawat Darurat.
4 Persayaratan Dan Kualifikasi
a. Pendidikan Formal :
Berijazah Keperawatan dari semua jenjang yang disyahkan oleh
pemerintah atau yang berwenang.
b. Pendidikan Non Formal :
Memiliki sertifikat kursus perawatan khusus.
c. Pengalaman Kerja :
Memiliki pengalaman di Instalasi Gawat Darurat
d. Ketrampilan :
Memiliki bakat dan minat serta berdedikasi tinggi, berkepribadian
mantap dan emosional yang stabil.
e. Usia :
Usia antara 22 - 35 Tahun
Berbadan sehat jasmani dan rohani.
5 Tanggung Jawab :
a. Secara administratif dan fungsional bertanggung jawab kepada kepala
ruang unit gawat darurat.
b. Secara teknis medis operasional bertanggung jawab kepada Dokter
IGD / Instalasi Gawat Darurat.
6 Tugas Pokok :
Melaksanakan Asuhan Keperawatan di IGD.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 13


7 Uraian Tugas
a. Menyiapkan fasilitas dan lingkungan IGD untuk kelancaran
pelayanan
b. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien dalam keadaan
darurat secara tepat dan cepat
c. Memberikan asuhan keperawatan kepada pasien gawat darurat dan
melaksanakan evaluasi tindakan perawatan yang telah dilakukan
d. Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang
berlaku serta melaksanakan orientasi kepada pasien
e. Menciptakan dan memelihara hubungan kerja sama yang baik dengan
anggota tim (dokter, ahli gizi, analis, pekarya, pekarya rumah tangga)
f. Melaksanakan tugas jaga sore, malam dan hari libur secara bergiliran
sesuai dengan jadwal dinas
g. Mengikuti pertemuan ilmiah dan penataran untuk meningkatkan
pengetahuan serta ketrampilan.
h. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh dokter
i. Melaksanakan pencatatan dan pelaporan asuhan perawatan yang tepat
dan benar
j. Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas pengganti secara
lisan / tertulis pada saat pergantian dinas
k. Menyiapkan pasien yang akan pulang lengkap dengan
administrasinya
l. Memberikan health education kepada penderita dan keluarga
m. Membantu merujuk pasien ke instansi yang lebih mampu
n. Memantau dan menilai kondisi pasien selanjutnya melakukan
tindakan yang tepat berdasarkan hasil pemantauan.
o. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antara pasien,
keluarga, dokter serta sesama perawat
8 Uraian Wewenang :
a. Meminta informasi dan petunjuk kepada atasan.
b. Memberikan asuhan keperawatan gawat darurat pada pasien sesuai
kemampuan dan batas kewenangannya.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 14


.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 15


BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA IGD
RS HAJI KAMINO

IRNA ICU GIZI IRJ KASIR


(Rujuk)

Logistik Logistik Farmasi


Umum
Instalasi
Gawat
Admission Operator
Darurat

Umum/Tehnisi Umum/Supir

Kamar Rekam Radiologi Laboratotium Umum/Keamanan


Operasi Medik
II. Keterkaitan Hubungan Kerja IGD RS Haji Kamino dengan unit lain.

1. Logistik Farmasi
Kebutuhan obat dan alat medis di IGD, diperoleh dari bagian logistik farmasi
dengan prosedur permintaan sesuai SPO terlampir.
2. Logistik Umum
Kebutuhan alat-alat rumah tangga dan alat tulis kantor di IGD, diperoleh dari
logistik umum dengan prosedur permintaan sesuai dengan SPO.
3. Kamar Operasi (OK)
Pasien IGD yang memerlukan tindakan operasi, akan dibuatkan surat
pengantar operasi oleh dokter, kemudian penanggung jawab/keluarga pasien
dianjurkan ke bagian admission untuk dijelaskan biaya operasi serta perawat
IGD memberitahu bagian OK tentang rencana operasi (bila
keluarga/penanggung jawab sudah setuju).
(prosedur pasien IGD yang akan operasi sesuai dengan SPO terlampir).
4. Laboratorium
Pasien IGD yang membutuhkan pemeriksaan laboratorium akan dibuatkan
formulir permintaan laboratorium oleh dokter dan formulir diserahkan kepada
petugas laboratorium oleh perawat IGD( prosedur pemeriksaan laboratorium
pasien IGD sesuai SPO terlampir).
5. Umum/Tehnisi
Kerusakan alat medis dan non medis di IGD akan dilaporkan dan diajukan
perbaikan ke bagian umum dengan prosedur permintaan perbaikan sesuai
dengan SPO yang berlaku.
6. Rekam Medis
Pasien yang berobat ke IGD RS Haji Kamino akan diberikan nomor rekam
medis dan status medis pasien, dan yang sudah selesai berobat disimpan di
bagian rekam medis serta bila pasien berobat kembali, status medis pasien
diminta kembali ke bagian rekam medis oleh petugas admission(prosedur
permintaan dan penyerahan status ke bagian rekam medis sesuai dengan SPO
terlampir).
7. Admission
Setiap pasien yang berobat ke IGD selalu didaftarkan ke bagian admission,
dari bagian admisson disiapkan status dan slip pembayaran pasien, kemudian
status dan slip pembayaran diantarkan oleh petugas admission ke IGD.
(pendaftaran pasien ke bagian admission sesuai dengan SPO terlampir).
8. Radiologi
Pasien IGD yang membutuhkan pemeriksaan radiologi, akan dibuatkan
formulir permintaan pemeriksaan radiologi oleh dokter, dan formulir
diserahkan ke petugas radiologi oleh perawat IGD,(prosedur pemeriksaan
radiologi pasien IGD sesuai SPO terlampir).
Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 17
9. Operator
Apabila IGD membutuhkan sambungan telphone keluar RS Haji Kamino
maka bagian IGD akan menelpon ke RS lain dengan menggunaka handphone
IGD RS Haji Kamino.
10. Kasir
Pasien yang telah selesai berobat ke IGD akan diantar ke bagian kasir oleh
perawat IGD untuk menyelesaikan administrasi.
11. IRNA
Pasien IGD yang akan dirawat, dibuatkan surat pengantar rawat oleh dokter,
penanggung jawab/keluarga pasien dianjurkan ke bagian admission untuk
memilih kamar perawatan bila pasien dengan status Umum, Jika pasien BPJS
kamar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah penanggung
jawab/keluarga pasien menandatangani surat persetujuan rawat inap, maka
pasien diantar oleh perawat IGD ke bagian IRNA.(Prosedur pasien IGD yang
akan rawat inap sesuai dengan SPO terlampir).
12. Gizi
1. Pasien IGD yang memerlukan kebutuhan nutrisi segera,
akan dimintakan langsung ke bagian gizi melalui telephone dengan
memberitahukan nama pasien dan makanan/minuman (teh manis) yang
diperlukan.
2. Dokter IGD yang praktek akan mendapat snack dan makan
malam dari bagian gizi sesuai dengan jadwal jaga dokter IGD yang
diserahkan ke bagian gizi.
13. Intensive Care Unit (ICU)
Apabila ada pasien dari IGD yang memerlukan perawatan intensif, maka
pasien akan dibuatkan surat Rujukan ICU oleh dokter ke RS lain yang
memiliki fasilitas ICU, penanggung jawab/keluarga pasien di informed consen
untuk memilih RS sesuai dengan peraturan, setelah penanggung
jawab/keluaraga pasien menyetujui , maka pasien diantar oleh perawat IGD ke
RS lain yang memiliki fasilitas ICU dengan diantar oleh Ambulance.
14. Instalasi Rawat Jalan (IRJ)
Pasien IGD yang memerlukan tindakan lanjut/konsul ke dokter spesialis pada
jam kerja, perawat akan menghubungai dokter konsulen dan bila kondisi
pasien memungkinkan untuk tindak lanjut di poliklinik, maka pasien diantar
oleh perawat IGD ke bagian IRJ, ( Prosedur konsul pasien IGD ke dokter
spesialis yang sedang praktek sesuai SPO terlampir).
15. Umum/Supir
Pasien IGD yang memerlukan rujukan ke RS lain dapat menggunakan
ambulance RS Haji Kamino, bila keadaan memungkinkan ( prosedur merujuk
pasien sesuai dengan SPO terlampir ).

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 18


16. Umum /Keamanan
Bila ada pasien IGD yang meninggal, maka setelah jenazah dirapikan akan
diantar ke kamar jenazah dengan terlebih dahulu menginformasikan kebagian
Umum/Keamanan ( prosedur pasien meninggal sesuai SPO terlampir ).

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 19


BAB VIII
SUMBER DAYA MANUSIA

A. POLA KETENAGAAN
INSTALASI GAWAT DARURAT
Nama Kualifikasi Pengalaman Jumlah yang
No Formal Sertifikat
Jabatan dan kualifikasi diperlukan
1 Ka Instalasi Dokter ACLS -Sebagai dokter 1
Gawat Darurat umum jaga di IGD
( Bidang (sudah minimal 3 thn
pelayanan lulus -Memiliki
Medik dan PTT ) kemampuan
Keperawatan ) dalam
kepemimpina
n.
2 Sub Bidang S1 Kep / BTCLS / - Sehat jasmani 1
Pelayanan setara BLS dan rohani
Medik dan D3 Kep - Sebagai Ka
Keperawatan Ruang
minimal 2 thn
( S1
Kep/Setara)
- Sebagai Ka
Ruang
Minimal 3
thn (D3
Kep)
- Memiliki
ketrampilan
dalam
Kepemimpina
n
- Memiliki
kemampuan
untuk
mengontrol
emosi dengan
baik,
membina 1
hubungan
baik dengan
orang lain
serta dapat
dipercaya.
- Memiliki
Kemampuan
menggunakan
komputer.
- Sehat Jasmani
dan rohani

3. Ka Ruang D3 Kep - BTCLS / 18


IGD BLS - Sebagai
perawat IGD
Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 20
minimal 3 th
- Memiliki
kemampuan
dalam
Kepemimpina
n
- Memiliki
kemampuan
dalam
membina
hubungan
baik dengan
orang lain
- Dapat
dipercaya
- Memiliki
kemampuan
menggunakan 8
komputer
- Sehat Jasmani
dan Rohani.

4. Dokter IGD Dokter ACLS


umum - Sebagai
( sudah dokter umum
lulus di IGD
PTT ) minimal 1 - 2 1
thn
- Memiliki
kemampuan
mengenai
pasien umum
dan gawat
darurat
- Memiliki
kemampuan
menggunakan
alat medik
yang terkait
dengan
penanganan
pasien gawat
darurat
- Sehat jasmani
dan rohani.
5. Perawat D3 Kep PPGD/
Pelaksana BTCLS / - Sebagai
IGD BLS perawat di
IGD minimal
1 - 2 thn
- Memiliki
minat dan
kepribadian
yang baik
- Sehat Jasmani
dan Rohani.

- Sebagi
petugas yang

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 21


terkait
dibidang
keperawatan
minimal 2
thn.
- Memiliki
minat
kepribadian
serta
komunikasi
yang baik
- Disiplin /
jujur /
memiliki
loyalitas

B. POLA KETENAGAAN
DAN KUALIFIKASI

Kualifikasi Jumlah
Nama yang ada
No Masa
Jabatan
Formal Sertifikat
Kerja
1 Ka Instalasi Dokter 5 tahun ACLS 1
Gawat Darurat umum
(Bidang
Pelayanan
Medik dan
Keperawatan)
1

2 Sub Bidang D3 K 3 tahun BTCLS, BLS


Pelayanan 1
Keperawatan

3. Ka Ruang IGD D3 Kep 2 Tahun ACLS, ATLS 5

4. Dokter IGD Dokter 1-2 tahun BLS 1


Umum

5. PJ Asuhan 4 tahun BLS 1


Keperawatan D3 Kep
1
6. Pj Fasilitas D3 Kep 1-2 tahun BTCLS / BLS

7. Perawat D3 Kep 2 -5 tahun BTCLS / BLS 15


Pelaksana

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 22


C. Dasar Perhitungan
Ketenagaan IGD adalah sebagai berikut :
1. Dokter jaga Konsulen On Call
Dokter spesialis jaga On Call terdiri dari 4 besar On Call yaitu :
i. Dokter spesialis Kebidanan.
ii. Dokter spesialis Penyakit Dalam.
iii. Dokter spesialis Anak.
iv. Doter spesialis Bedah.
Pada hari biasa (Senin – Sabtu ) Dokter jaga konsulen On Call berlaku diluar
jam praktek dokter spesialis.
Pada hari libur, Dokter jaga konsulen On call berlaku mulai jam 07.30 WIB –
07.29 WIB keesokan harinya.

2. Dokter jaga IGD


Cara perhitungan ketenagaan dokter jaga di IGD adalah berdasarkan rasio jumlah
kasus di IGD dalam 24 jam yaitu : 1 : 20 kasus dibagi dalam 3 shift (1-1-1).
Peraturan kerja dokter jaga IGD dibagi dalam 2 Shift yaitu :
a. Senin – Sabtu :
Shift Pagi : Jam 08.00 – 14.00 (Shif 1)
Shift Sore –Malam : jam 14.00 –08.00 (Shif 2)

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 23


Peraturan kerja dokter ruangan dibagi dalam 2 Shift yaitu :
b. Senin – Sabtu :
Shift Pagi : 07.00 – 14.00 (Shif 1)
Shift Sore –Malam : 14.00 – 08.00 (Shif 2)
Dokter jaga ruangan dirangkap oleh Dokter IGD.

3. Perawat IGD
Cara perhitungan ketenagaan perawat di IGD adalah berdasarkan jam
perawatan untuk setiap pasien dalam waktu 24 jam dan berdasarkan jumlah
kunjungan pasien IGD, rumus perhitungan tenaga perawat IGD berdasarkan
gabungan rumus dari Philipine dan lokakarya PPNI :
Jumlah jam perawatan x 52 minggu x 7 hari x jumlah kunjungan + 10 %
41 mg x 40 jam
Ket :
Jumlah jam perawatan = 1 jam
Jumlah kunjungan = 30 pasien per hari

= 1 jam x 52 mg x 7 hr x 75 pasien + 10 %
1640

= 27300 + 10 % = + 18 orang + 1 orang Karu


1640

= 19 Orang

Jadi jumlah tenaga perawat yang dibutuhkan 9 orang, yang dibagi dalam 3 Shift
yaitu :
 Dinas pagi : 6 orang
 Dinas sore : 6 orang (1 org penanggung jawab shift, 1 org pelaksana)
 Dinas malam : 3 orang (1 org penanggung jawab shift, 1 org pelaksana)
 Lepas malam : 3 orang
 Libur / cuti 1 orang

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 24


BABIX
KEGIATAN ORIENTASI

I. REKRUTMEN DAN SELEKSI PERAWAT IGD


A. Penarikan Calon (Recruitment)
Penarikan calon adalah aktivitas atau usaha yang dilakukan untuk
mengundang para pelamar sebanyak mungkin sehingga Bagian Keperawatan
memiliki kesempatan yang luas untuk menemukan calon yang paling sesuai
dengan tuntutan jabatan yang diinginkan.
Penarikan calon dilakukan karena berdasarkan analisa kebutuhan tenaga,
ditemukan jumlah pasien dan kegiatan tidak seimbang dengan jumlah tenaga
yang ada.

Dilihat dari sumbernya penarikan calon dapat dibagi dua yaitu:


1. Dari dalam RS Haji Kamino sendiri (internal resources)
Menarik calon dari dalam RS Sehat Haji Kamino sendiri (Internal
resources) memiliki keuntungan lebih yaitu calon sudah dikenal dan
proses dapat dilakukan dengan lebih cepat dibanding menarik calon dari
luar RS Haji Kamino. Calon nantinya masuk ke Bagian Keperawatan
akibat mutasi atau promosi. Untuk mendapatkan calon pelamar dapat
melalui :
 Informasi dari mulut ke mulut

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 25


 Berkas-berkas pelamar yang datang sendiri (unsolicited
applicants).
 Pengiriman surat pemberitahuan ke seluruh unit kerja akan adanya
kebutuhan tenaga di Bagian Keperawatan.

2. Dari luar RS Haji Kamino (external resources)


Proses penarikan calon dari luar RS Haji Kamino dapat dilakukan dengan
cara :
 Dari mulut ke mulut.
 Iklan
 Lembaga-lembaga pendidikan
 Kantor penempatan tenaga kerja (milik swasta atau negara)
B. Penyaringan/seleksi calon (selection)
Seleksi adalah proses menyeleksi pelamar, sehingga Bagian Keperawatan
dapat memperoleh karyawan yang paling sesuai dengan tuntutan jabatan yang
diinginkan.
Tahapan seleksi terdiri dari :
1. Umum.
Para pelamar harus melalui proses seleksi umum yang diselenggarakan
oleh pihak rumah sakit.
2. Khusus
Setelah para pelamar lulus proses seleksi secara umum maka para pelamar
diseleksi secara khusus oleh Bagian Keperawatan dan IGD. Proses seleksi
yang dilakukan oleh Bagian Keperawatan dan IGD ini menyangkut
pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan fungsi keperawatan.
Kompetensi yang harus dimiliki perawat adalah minimal memiliki
sertifikat pelatihan kegawat daruratan.
Bentuk tes yang dilakukan terdiri atas :

1. Tes Tertulis
Tes tertulis diberikan dalam bentuk pilihan ganda terdiri dari 100 soal,
dengan materi soal sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki
perawat seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Batas kelulusan
adalah 70% benar.
2. Tes Ketrampilan
Tes ketrampilan yang diujikan meliputi :
- BHD
- Pasang Infus
- Pemeriksaan tanda – tanda vital
3. Tes Wawancara

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 26


Tes ini dilakukan untuk mengetahui peminatan terhadap
penyelenggaraan keperawatan, pandangan terhadap penyelenggaraan
keperawatan yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan.
4. Tes Kesehatan
Standar yang harus dimiliki oleh perawat :
- Sehat, tidak buta warna.
- Berpenampilan rapi dan menarik.

C. Pengembangan SDM IGD


Untuk meningkatkan mutu pelayanan di IGD khususnya dan RS Haji Kamino
umumnya, diperlukan pembinaan/pengembangan kompetensi tenaga dokter dan
perawat IGD. Pembinaan / pengembangan dilakukan melalui pendidikan dan
pelatihan.
Tujuan pendidikan dan pelatihan adalah :
 Untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan pelaksanaan tugas
sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
 Menambah pengetahuan wawasan bidang pelayanan kesehatan

1. Pendidikan
Perawat di IGD dengan pendidikan SPK diberi kesempatan untuk
melanjutkan pendidikan ke D III Keperawatan dan untuk perawat dengan
pendidikan D3 Keperawatan diberi kesempatan melanjutkan pendidikan S1
Keperawatan. Dengan persyaratan : masa kerja di RS Haji Kamino minimal 2
tahun dan Nilai Prestasi Kerja (NPK)
minimal : 3,5.

2. Pelatihan
Pelatihan untuk peningkatan kompetensi tenaga Dokter dan perawat di IGD
dilaksanakan melalui :
- Internal Training, yaitu program pelatihan yang diselenggarakan oleh RS
Haji Kamino setiap 3 bulan sekali setiap hari jumat, meliputi: (Jadwal
terlampir)
 Pelatihan BHD
 Pelatihan Pengoprasian alat kes

- Eksternal Training, yaitu program pelatihan diluar rumah sakit yang diikuti
sesuai dengan kebutuhan dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
rumah sakit khususnya mutu pelayanan IGD.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 27


BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

A. Pengertian
Rapat merupakan suatu pertemuan yang terdiri dari beberapa orang yang
memiliki kepentingan dan tujuan yang sama untuk membicarakan atau
memecahkan suatu masalah tertentu.

B. Tujuan
i. Umum :
Dapat membantu terselenggaranya pelayanan gawat darurat yang
profesional di IGD RS Haji Kamino
ii. Khusus :
a.Dapat menggali segala permasalahan terkait dengan pemberian
pelayanan di IGD
b. Dapat mencari jalan keluar atau pemecahan permasalahan yang
terkait dengan pelayanan di IGD

C. Kegiatan Rapat
Rapat dilakukan dan diadakan oleh IGD yang dipimpin oleh Sub Bidang
Pelayanan Keperawatan dan kepala Ruang (Ka Ru) dan diikuti oleh seluruh
stafnya. Rapat yang diadakan ada 2 macam yaitu :

1. Rapat Terjadwal :
Rapat terjadwal merupakan rapat yang diadakan oleh Sub Bidang
Pelayananan Keperawatan dan kepala ruang di IGD setiap bulan 1 kali
dengan perencanaan yang telah dibuat selama 1 tahun dengan agenda rapat
yang telah ditentukan oleh Ka ru.

2. Rapat Tidak Terjadwal :


Rapat tidak terjadwal merupakan rapat yang sifatnya insidentil dan
diadakan oleh kepala ruang untuk membahas atau menyelesaikan
permasalahan di IGD dikarenakan adanya permasalahan yang ditemukan
bersifat insiden.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 28


BAB XI
PELAPORAN

A. Pengertian
Pelaporan merupakan sistim atau metode yang dilakukan untuk melaporkan
segala bentuk kegiatan yang ada terkait dengan pemberian pelayanan gawat
darurat di IGD.

B. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh kepala ruang IGD. Adapun jenis laporan yang dikerjakan
terdiri dari :

1. Laporan Harian
Laporan yang dibuat oleh Penanggung Jawab Shift dalam bentuk tertulis
setiap hari.
Adapun hal – hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien IGD
b. Laporan SDM IGD
c. Laporan keadaan sarana dan fasilitas IGD
d. Laporan mutu pelayanan

2. Laporan Bulanan
Laporan yang dibuat oleh Karu IGD dalam bentuk tertulis setiap
bulannya dan diserahkan kepada Sub Bidang Pelayanan Medik dan
Keperawatan setiap tanggal 1 - 10. Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
a. Laporan kunjungan pasien IGD yang meliputi :
1. Jumlah kunjungan pasien IGD berdasarkan kasus ( Gawat darurat,
gawat tidak darurat / darurat tidak gawat, tidak gawat darurat).
2. Jumlah kunjungan pasien IGD berdasarkan kasus ( Pulang, Rawat,
Konsul, Rujuk, Observasi, menolak rawat ).
3. Jumlah Kecelakaan berdasarkan jenis kecelakaan yang datang ke IGD
( Kec. Kendaraan bermotor, Kec. Pejalan kaki, Kec. di Air,
Kec.Industi, Kec. Rumah tangga, Kec. tidak diketahui jenisnya) dan
berdasarkan kasus ( Pulang, Rawat, Konsul, Rujuk, Observasi,
Menolak rawat).
4. Jumlah Pasien Meninggal.
5. Jumlah kasus penyakit terbanyak di IGD
6. Jumlah pemeriksaan penunjang pasien IGD

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 29


b. Laporan SDM IGD yang meliputi :
1. Kuantitas SDM (Dokter dan Perawat IGD)
2. Kualitas SDM (Dokter dan Perawat IGD)

b. Laporan keadaan fasilitas dan sarana IGD yang meliputi :


i. Kelengkapan Alat dan Fasilitas.
ii. Kondisi alat dan Fasilitas.

c. Laporan Mutu Pelayanan IGD meliputi :


1. Sensus harian ruangan (jumlah penderita gawat darurat yang dilayani
> 5 menit).
2. Angka keterlambatan pelayanan gawat darurat (emergency respon
time rate).

e. Laporan pemasukan dan pengeluaran IGD meliputi:


1. Laporan pendapatan IGD.
2. Laporan pengeluaran biaya SDM, ATK, ART, Floor stock IGD.

3. Laporan Tahunan
Laporan yang dibuat oleh Karu dalam bentuk tertulis setiap tahun dan
diserahkan kepada Sub Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan Per tiap
tanggal yang telah di tentukan. Adapun hal-hal yang dilaporkan adalah :
1. Laporan kunjungan pasien IGD dan Evaluasi dalam 1 tahun.
2. SDM / Ketenagaan di IGD dan evaluasi dalam 1 tahun.
3. Laporan keadaan fasilitas dan sarana di IGD dan evaluasi dalam
1 tahun.
4. Laporan mutu pelayanan IGD.

Pedoman Pengorganisasian IGD Rumah Sakit Haji Kamino 30