Anda di halaman 1dari 45

BACA CEPAT 12 LEAD EKG

PADA SINDROMA KORONER AKUT

Oleh :
Ns. Tri Cahyo S, M.Kep., Sp.MB
TO START:……………………………..

CONCENTRATION,
SPIRIT , and SMILE
Tujuan Pembelajaran

Tujuan Umum :
Peserta workshop mampu menginterpretasikan hasil
perekaman EKG pada pasien Sindroma Koroner Akut

Tujuan Khusus
Peserta workshop mampu
1. Mengidentifikasi Irama, HR, Axis, gelombang P dan interval PR
2. Mengidentifikasi perubahan segmen ST, gelombang T dan Q
patologis dari hasil rekaman EKG 12 lead
2. Menentukan lokasi iskemik, injuri dan infark miokardial
berdasarkan hasil rekaman EKG 12 lead
Manfaat EKG

Sebagai alat diagnostik :


1. Hipertropi atrium & ventrikel
2. Iskemik & infark miokardial
3. Aritmia / disritmia
4. Efek obat-obatan (contoh : digitalis)
5. Gangguan elektrolit (contoh : kalium, kalsium)
Indikasi EKG

 Gangguan irama jantung


 Sinkop/pra sinkop
 Dicurigai PJK
 Hipertensi
 Dicurigai kelainan kongenital
 Kelainan katup
 dll
Sandapan Bipolar
Sandapan Prekordial
(paling sering digunakan)
Sandapan Prekordial
(Kanan)
Sandapan Prekordial
(Posterior)
EKG: MEMOTRET JANTUNG DARI SISI FRONTAL DAN
HORIZONTAL
Standar Rekaman EKG

 Kecepatan rekaman : 25 mm/detik


 Kekuatan voltase : 10 mm = 1 mv

 Garis Horisontal :Menggambarkan waktu


1 mm = 0,04 detik  5 mm = 0,20 detik.

 Garis Vertikal Menggambarkan voltase


1 mm = 0,1 mVolt  10 mm = 1 mVolt
Cara Interpretasi
1. Irama :
2. HR :
3. Axis :
4. Gel P :
5. Interval PR :
6. Komplek QRS :
7. Segmen ST :
8. Gel T :

Interpretasi : ...................................
1. Mengetahui Irama
Irama Normal (Sinus Rhytm)

 Berasal dari nodus SA


 Irama teratur
 Frekwensi jantung (HR) antara 60 -100 x/menit
 Gelombang P normal , setiap gelombang P selalu diikuti
gelombang QRS dan T
 Interval PR normal (0,12 -0,20detik)
 Gelombang QRS normal ( 0,06 – 0,12 detik )
 Semua gelombang sama
2. MENENTUKAN FREKUENSI

 Cara menentukan frekuensi melalui gambar EKG dapat


dilakukan dengan 3 cara :
300
Jumlah kotak besar antara R – R

1500
Jumlah kotak kecil antara R - R

 Ambil EKG strip sepanjang 6 detik, hitung jumlah QRS dan


kalikan 10.
 Atau ambil EKG 12 detik, hitung jumlah QRS dan kalikan dengan
5.
Nilai frekuensi jantung :
* Jarak 1 kotak sedang : 300 x/menit
* Jarak 2 kotak sedang : 150 x/menit
* Jarak 3 kotak sedang : 100 x/menit
* Jarak 4 kotak sedang : 75 x/menit
* Jarak 5 kotak sedang : 60 x/menit
* Jarak 6 kotak sedang : 50 x/menit

Formula ( jembatan keledai ) :


300 – 150 – 100 - 75 – 60 – 50 - 43
3. Menentukan Sumbu Jantung
(Axis)
Vektor
 Sudut orientasi vektor menggambarkan arah
rata-rata aliran listrik & panjangnya
menggambarkan besarnya voltase maksimal
(amplitudo) yg dicapai
Mean QRS Vector, Mean Electrical Axis
or “Axis”

The electrical axis is the sum of oll the vector


-90
Lead I Lead AVF
6
5 1

180 1 0 Lead I 2

4 2 3
3

+90 4

Lead
AVF 5

6
4. Identifikasi Gelombang P
Pembesaran Atrium
 Setengah gelombang P pertama merupakan impuls listrik
yang berasal dari nodal SA menstimulasi atrium kanan,
sedangkan setengah gelombang P kedua akibat stimulasi
atrium kiri
5. Identifikasi Interval PR
 Merupakan penjumlahan dari waktu depolarisasi atrium
dan waktu perlambatan dari AV node
 Jarak antara permulaan gelombang P sampai dengan
permulaan kompleks QRS
 Nilai normal 0,12 – 0,20 detik (3 – 5 mm)
6. Identifikasi Kompleks QRS
Gel Q Patologis

 Durasi > 0,04 detik


 Dalamnya minimal 1/3 gelombang R pada
kompleks QRS yg sama
7. Identifikasi Segmen ST
8. Identifikasi Gelombang T
Perubahan Segmen ST, gelombang T & kompleks QRS
pada injuri & infark miokardial
Cara Interpretasi
1. Irama :
2. HR :
3. Axis :
4. Gel P :
5. Interval PR :
6. Komplek QRS :
7. Segmen ST :
8. Gel T :

Interpretasi : ...................................