Anda di halaman 1dari 7

CRITICAL BOOK REPORT

DOSEN PENGAMPU:

SABANI, S.Pd, M.Si

Disusun Oleh Kelompok 5

Juli Anti 4152240004

Netty Gultom 4153240011

Samuel Tom W. Padang 4153240016

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
A. IDENTITAS BUKU UTAMA

Judul : Pengelolaan Laboratorium


Tahun : 2013
Penulis : Drs. Rahmatsyah, M.Si, Rita Juliani, S.Si, M.Si, Drs. Rappel Situmorang, M.Si
Penerbit : UNIMED PRESS
Tebal Buku : 105 Lembar

B. IDENTITAS BUKU PEMBANDING

Judul : Buku Pedoman Laboratorium Dan Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA


Umum (General Science) Untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Tahun : 1988
Penulis : Moh. Amien
Penerbit : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
Tebal Buku : 229 Lembar

C. PERBANDINGAN BUKU
BUKU UTAMA BUKU PEMBANDING
Pada buku Utama Membahas Fungsi .Pada buku Pembanding Membahas Fungsi
Laboratorium Namun pada Laboratorium Namun pada pembahasannya
pembahasannya mencakup tentang mencakup tentang fungsi Laboratorium dengan
fungsi Laboratorium Tradisional berbagai jenis laboratorium dengan fungsinya
dengan Laboratorium Non masing-masing.
Tradisional.

D. RINGKASAN BUKU
Buku Utama
1. Fungsi Laboratorium

Fungsi laboratorium sains sekolah dalam pembelajaran sains bergantung pada pandangan
guru yang bersangkutan terhadap sains dan belajar (learning). Sains sebagian dipandang sebagai
kumpulan pengetahuan mengenai alam yang dikumpulkan dan disusun secara sistematis.
Pandangan lain, sains bukan hanya kumpulan pengetahuan, tetapi juga cara pengetahuan itu
diperoleh dan dikembangkan, serta sikap yang perlu disandang pada waktu pengembangannya.
Cara belajar dan mengajar dipandang dari dua sisi yang berbeda adalah yang pertama mengajar
adalah memberi pelajaran kepada siswa. Ilmu seakan-akan dituangkan kepikiran siswa. Siswa
menerima dan menyampaikan ilmu itu menjadi miliknya. Cara pandang ini disebut pandangan
tradisional. Laboratorium sekolah yang difungsikan sebagai pandangan ini disebut
laboratorium tradisional. Pandangan kedua adalah mengajar membantu siswa dalam belajar
dalam hal ini yang belajar adalah siswa. Siswa membangun (mengkonstruksi) ilmu dari
masukan (stimulus) yang menjadi perhatiannya. Konstruksinya berdasarkan kontruksi yang
sudah ada. Cara pandang ini disebut pandangan konstruktisme. Laboratorium yang difungsikan
sebagai pandangan ini disebut laboratorium modern.

a. Laboratorium Tradisional
Laboratorium tradisianal kegiatan yang dilakukan didalam laboratorium, dahulu dinamakan
praktikum. Praktikum adalah kegiatan laboratorium yang dilakukan pada jam khusus, tidak
terintegrasi dengan pelajaran sains. Kegiatan laboratorium merupakan penerapan teori yang
sudah dibahas di dalam kelas sebelum melakukan percobaan di laboratorium. Banyak kegiatan
yang berupa pemverivikasian konstanta-konstanta fisis seperti rapatan berbagai jenis zat, jarak
titik api lensa, dan penentuan percepatan gravitasi.
b. Laboratorium Non Tradisional
Laboratorium non tradisional melakukan kegiatan laboratorium secara terintegrasi dengan
pembelajaran sains. Setiap pelajaran sains berupa percobaan atau tidak berlangsung di
laboratorium.

Buku Pembanding

Derajat Keterpakaian Laboratorium ditunjukkan oleh Fungsi daya guna, tepat guna. Agar
tuntutan semacam itu dapat dipenuhi, terlebih dahulu perlu adanya usaha pengelompokkan
laboratorium sesuai dengan fungsinya.

Pada dasarnya jenis-jenis laboratorium di LPTK dapat digolongkan menjadi:

1. Laboratorium Dasar
2. Laboratorium Pengembangan
3. Laboratorium Metedologi
4. Laboratorium Penelitian
1. Laboratorium Dasar.
Laboratorium ini berfungsi untuk memperkenalkn dan memperkenalkan dan
memungkinkan siswa/mahasiswa memahami konsep dan prinsip dasar, prinsip yang menjadi
tuntutan untuk pengembangan pengetahuan lanjut. Materi pelajaran yang diperoleh di SMTA
merupakan bahan apserpsi, yang digunakan untuk kegiatan di laboratorium dasar, sebagai titik
tolak untuk pengembangan materi pelajaran di perguruan Tinggi. Selain bersifat pemantapan,
kegiatan di laboratorium dasar juga diperlukan agar dalam pengembangan materi lanjut dapat
bertitik tolak dari bahan yamg sama. Hal ini dirasa perlu karena bekal yang diperlu diperoleh
siswa-siswa yang berasal dari banyak SMTA tidak menjamin bahwa pengetahuan mereka
cukup homogen.

2. Laboratorium Pengembangan
 Sebagai media dan sumber belajar untuk menetapkan konsep dan prinsip setelah
mahasiswa memperolehnya dalam perkuliahan
 Sebagai pengembangan juga dapat digunakan sebagai media memperoleh data yang
selanjutnya dapat diolah untuk melahirkan konsep atau prinsip.
 Sebagai pemberian informasi pengetahuan secara verbal dan kegiatan di laboratorium
yang menggali pengertian mengenai obyek yang sama berjalan seiring. Keduanya saling
melengkapi, karena masing-masing kegiatan dapat mengungkap aspek yang berbeda
dari obyek
 Sebagai pengembangan yang dapat diarahkan untuk kegiatan yang bersifat lebih
mendalami pengetahuan yang dipelajari, yaitu berupa kegiatan penelitian di
laboratorium.
 Dapat mengembangkan dan dapat diarahkan untuk kegiatan yang bersifat lebih
mendalami pengetahuan yang dipelajari, yaitu berupa kegiatan penelitian di
laboratorium penelitian.
 Sebagai pengembangan kreativitas mahasiswa. Untuk itu diperlukan bentuk-bentuk
kegiatan yang bersifat terbuka, yang memungkinkan mahasiswa dapat mengembangkan
imajinasinya dan kreativitasnya.
3. Laboratorium Metodologi Pengajaran
Berfungsi mahasiswa dapat mempelajari bagaimana materi praktikum itu dilaksanakan oleh
subyek belajar, dapat mencapai tujuan seperti yang sudah ditetapkan dengan kesulitan yang
minimal.

4. Laboratorium Penelitian
Berfungsi mahasiswa dapat diajak diskusi mengenai hal-hal yang dikembangkan di
laboratorium. Dengan digunakannya laboratorium tersebut oleh dosen. Dengan digunakannya
laboratorium tersebut oleh dosen, iklim ilmiah akan dapat berkembang dengan baik. Hal ini
antara lain disebabkan oleh karena para mahasiswa dapat mengamati secara langsung

E. KESIMPULAN
Bahwa ditarik kesimpulan Dari kedua ini memiliki memiliki keunggulan yang berbeda
dengan materi yang sama-sama menjelaskan tentang Fungsi dari Laboratorium itu sendiri
namun pada kedua buku tersebut memiliki perbedaan nama laboratorium yang memiliki fungsi
Laboratorium masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA

Rahmatsyah,JulianiRita,SitumorangRappel.2013.Pengelolaan Laboratorium.Medan:UNIMED
PRESS

Amien Moh. 1988.Buku Pedoman Laboratorium Dan Petunjuk Praktikum Pendidikan IPA
Umum (General Science) Untuk Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.Jakarta:
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi
Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan