Anda di halaman 1dari 5

Ringkasan UUD 1945

BAB PERIHAL
1 Bentuk dan Kedaulatan
2 MPR
3 Kekuasaan Pemerintahan Negara
4 DPA (dihapus saat amandemen tahun 2004)
5 Kementerian Negara
6 Pemerintah Daerah
7 DPR
7A DPD
7B Pemilu
8 Keuangan
8A BPK
9 Kekuasaan Kehakiman
9A Wilayah Negara
10 Warga Negara dan Penduduk
10A Hak Asasi Manusia
11 Agama
12 Pertahanan dan Keamanan
13 Pendidikan dan Kebudayaan
14 Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial
15 Bendera, Bahasa, Lambang Negara, dan Lagu Kebangsaan
16 Perubahan UUD

BAB 1 Pasal 1 1. Bentuk negara


Bentuk dan 2. Kedaulatan di tangan rakyat, dilaksanakan menurut UUD
Kedaulatan 3. Negara hukum
Pasal 2 1. Komposisi MPR
2. Sidang MPR
BAB 2 3. Keputusan MPR = polling
MPR Pasal 3 1. MPR ubah dan tetapkan UUD
2. MPR lantik presiden dan wapres
3. MPR berhentikan presiden dan wapres
Pasal 4 1. Presiden kepala pemerintahan menurut UUD
2. Presiden dibantu Wapres dalam bertugas
Pasal 5 1. Presiden ajukan rancangan UU ke DPR
2. Presiden tetapkan PP untuk jalankan UU
Pasal 6 1. Syarat capres dan cawapres
2. Point 1 diatur dalam UU
Pasal 6A 1. P dan WP berpasangan dipilih langsung
BAB 3 2. Paslon P dan WP diusul parpol
Kekuasaan 3. P dan WP terpilih jika 50% suara total
Pemerintahan 4. Jika tidak 50%, paslon terbanyak suara yg dilantik
Negara 5. Tata cara pemilu diatur UU
Pasal 7 Masa bakti P dan WP (2 periode akumulasi)
Pasal 7A Syarat P dan WP diberhentikan
Pasal 7B 1. Usulan pemberhentian P dan WP diajukan DPR ke MPR setelah
diperiksa MK
2. Ayat 1 sebagai fungsi pengawasan DPR
3. Kuorum untuk ayat (1) 2/3 jumlah anggota DPR yang hadir.
4. Masa pemeriksaan ayat (1) oleh MK setelah permintaan DPR 90
hari
5. Jika MK memutuskan syarat P dan WP terpenuhi, DPR dapat
meneruskan ayat (1) ke MPR
6. Masa sidang MPR akibat ayat (5) setelah permintaan DPR 30 hari
7. Kuorum untuk pemberhentian P dan WP dalam rapat paripurna
MPR hadir min ¾ anggota dan 2/3 anggota hadir menyetujui.
Pasal 7C Pres tidak dapat bekukan/bubarkan DPR
Pasal 8 1. Jika P off maka digantikan oleh WP hingga masa jabatan habis
2. Jika WP kosong, P mengusulkan WP, MPR wajib memilih WP min
90 hari
1. Jika P dan WP off, MENDAGRI+MENLU+MENHAN yang bertugas.
min 30 hari MPR wajib memilih P dan WP baru.
Pasal 9 1. Sumpah dan Janji P dan WP terpilih
2. Jika rapat MPR DPR tidak ada, P dan WP terpilih bersumpah/janji
di depan pimpinan MPR disaksikan pimpinan MA
Pasal 10 P kepala AD+AU+AL
Pasal 11 1. P bikin perang, damai, perjanjian internasional setelah disetujui
DPR
2. P bikin perjanjian internasional lain lewat persetujuan DPR
3. Ketentuan ayat (1) diatur UU
Pasal 12 Darurat negara
Pasal 13 1. P angkat duta dan konsul
2. Ayat (1) memperhatikan pertimbangan DPR
3. P terima duta/konsul dengan pertimbangan DPR
Pasal 14 1. P beri grasi dan rehabilitasi, pertimbangan dari MA
2. P beri amnesti dan abolisi, pertimbangan DPR
Pasal 15 P beri tanda gelar/jasa diatur UU
Pasal 16 P bentuk dewan pertimbangan, diatur UU
Bab 4 DPA (dihapus amandemen 2004)
Pasal 17 1. Menteri negara
Bab 5
2. P angkat dan stop menteri
Kementerian
3. Tiap menteri beda bidang
Negara
4. bentuk/bubar/ubah kementerian diatur UU

Pasal 18 1. Hirarki pemerintahan


2. Pengaturan otonomi dan tugasnya
3. DPRD
4. Pemilihan pejabat daerah
Bab 6 5. Pelaksanaan otonomi seluas-luasnya
Pemerintah 6. Pemda tetapkan perda dan aturan lain untuk otonomi
Daerah 7. Susunan dan tata cara tentang pemda diatur UU
Pasal 18A 1. Relasi pusat dan daerah dalam pemerintahan
2. Relasi pusat dan daerah dalam keuangan, pelayanan, SDA, SDM
Pasal 18B 1. Negara akui pemda
2. Negara akui hukum adat

Pasal 19 1. Anggota DPR dipilih lewat pemilu


2. Susunan DPR diatur UU
Bab 7 3. Sidang DPR min 1x setahun
DPR Pasal 20 1. DPR berkuasa bentuk UU
2. UU dibahas DPR dan P
3. Jika UU ditolak, tidak boleh lagi diajukan
4. UU disahkan P
5. Jika belum disahkan, 30 hari setelah disetujui, UU otomatis sah
Pasal 20A 1. Fungsi DPR: legislasi, anggaran, pengawasan
2. Hak DPR: interpelasi, angket, nyatakan pendapat
3. Hak DPR lainnya: ajuakan pertanyaan, sampaikan usul, imunitas
4. Ketentuan lain hak DPR diatur UU
Pasal 21 Anggota DPR berhak ajukan usul RUU
Pasal 22 1. Kondisi kegentingan memaksa, P tetapkan perpu
2. Perpu harus dapat persetujuan DPR
3. Jika tidak, perpu ditolak
Pasal 22A Tata cara pembentukan UU diatur UU
Pasal 22B Anggota DPR stop, diatur UU
Pasal 22C 1. Anggota DPD dipilih via pemilu
2. Jumlah anggota DPD < 1/3 anggota DPR
3. Sidang DPD min 1x setahun
4. Susunan DPD diatur UU
Pasal 22D 1. DPD dapat ajukan RUU ke DPR tentang otoda, relasi pusat-
Bab 7A daerah, pemekaran, SDA/SDM
DPD 2. DPD juga ikut membahas RUU tentang otoda dll., beri
pertimbangan ke DPR tentang RUU APBN, pajak, pendidikan,
agama
3. DPD mengawasi pelaksanaan UU tentang otoda dll dan
melaporkan pengawasan ke DPR
4. Berhentikan anggota DPD diatur UU
Pasal 22E 1. Pemilu dilaksanakan LUBER dan JURDIL tiap 5 tahun
2. Pemilu untuk pilih anggota DPR, DPRD, P dan WP, DPD
Bab 7B 3. Peserta pemilu = parpol
Pemilu 4. Peserta pemilu DPD = perorangan
5. KPU = nasional, tetap, mandiri
6. Ketentuan pemilu diatur UU
Pasal 23 1. APBN ditetapkan tiap tahun
2. RUU APBN (diajukan P, dibahas dengan DPR, mendengar
pertimbangan DPD)
Bab 8 3. Jika RAPBN baru tidak disetujui, pakai APBN lama
Hal Keuangan Pasal 23A Pajak dan retribusi diatur UU
Pasal 23B Kurs mata uang diatur UU
Pasal 23C Hal lain tentang keuangan diatur UU
Pasal 23D Bank sentral diatur UU
Pasal 23E 1. Pendirian BPK (bebas, mandiri)
2. Hasil audit BPK disetor ke DPR, DPD, dan DPRD
3. Hasil audit ditindaklanjuti
Bab 8A Pasal 23F 1. Anggota BPK dipilih oleh DPR (pertimbangan DPD) diresmikan
BPK oleh P
2. Pimpinan BPK dipilih oleh anggota BPK
Pasal 23G 1. BPK pusat dan perwakilan di tiap provinsi
2. Ketentuan tentang BPK lainnya diatur UU
Pasal 24 1. Kekuasaan kehakiman = merdeka
2. Jenis-jenis kekuasaan kehakiman (MA, peradilan, MK)
Bab 9
3. Badan lain kekuasaan kehakiman diatur UU
Kekuasaan
Pasal 24A 1. MA (kasasi, menguji perpu)
Kehakiman
2. Hakim Agung
3. Calon HA diusulkan KY ke DPR, dilantik P
4. Ketua dan Waka MA dipilih oleh HA
5. Susunan, kedudukan, MA diatur UU
Pasal 24B 1. KY usulkan HA dan mengawasi hakim
2. Syarat anggota KY = pengalaman, integritas, tidak cacat
3. Anggota KY diangkat/distop oleh P atas persetujuan DPR
4. Susunan, kedudukan, keanggotaan KY diatur UU
Pasal 24C 1. Tugas MK (mengadili tingkat I dan final pengujian UUD,
memutuskan sengketa, pembubaran parpol, sengketa pemilu)
2. MK beri putusan atas pendapat DPR tentang pelanggaran P dan
WP
3. MK miliki 9 orang hakim konstitusi yang ditetapkan oleh P
(diajukan 3 oleh MA, 3 oleh DPR, 3 oleh P)
4. Ketua dan Waka MK dipilih oleh hakim konstitusi
5. Kriteria hakim konstitusi (bukan pejabat negara)
6. Angkat dan stop hakim konstitusi diatur UU
Pasal 25 Syarat angkat dan stop hakim diatur UU
Bab 9A Pasal 25A NKRI negara kepulauan nusantara, batas dan hak2 diatur UU
Wilayah Negara
Pasal 26 1. Warga negara = pribumi dan naturalisasi
2. Penduduk = WNI dan WNA yang tinggal di Indonesia
3. Hal-hal lain tentang WN dan pendududk diatur UU
Pasal 27 1. Hak dan kewajiban WN
2. Hak WN (pekerjaan dan penghidupan yang layak)
3. WN berhak dan wajib ikut bela negara
Pasal 28 Kemerdekaan berserikat/berpendapat
Pasal 28A Orang berhak hidup dan mempertahankan hidup
Pasal 28B 1. Hak menikah dan berkeluarga yang sah
2. Hak anak hidup, tumbuh, berkembang, dilindungi dari kekerasan
dan diskriminasi
Pasal 28C 1. Hak untuk mendapat pendidikan IPTEK
2. Hak anak berekspresi/memajukan diri
Pasal 28D 1. Hak pengakuan, jaminan, perlindungan, kepastian hukum serta
perlakuan sama di muka hukum
2. Hak bekerja
Bab 10
3. Hak berpartisipasi dalam pemerintahan
Warga Negara dan
4. Hak status WN
Penduduk
Pasal 28E 1. Hak pilih agama, pendidika, pekerjaan, kewarganegaraan, temapt
tinggal
2. Hak kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran, sikap
3. Hak berserikat, berkumpul, berpendapat
Pasal 28F Hak komunikasi dan informasi sosial
Pasa 28G 1. Hak asasi perlindungan diri, keluarga
2. Hak bebas dari penyiksaan dan suaka politik
Pasal 28H 1. Hak hidup sejahtera dan pelayanan kesehatan
2. Hak kemudahan dan perlakuan khusus
3. Hak jaminan sosial
4. Hak memiliki barang pribadi
Pasal 28I 1. HAM
2. Hak bebas diskriminasi
3. Pengakuan identitas budaya/adat
4. HAM jadi tanggung jawab pemerintah
5. Pelaksanaan HAM diatur UU
Pasal 28J 1. Saling menghormati HAM
2. HAM tunduk pada aturan UU
Bab 11 Pasal 29 1. Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa
Agama 2. Negara menjamin kebebasan beragama dan beribadah
Pasal 30 1. WN berhak dan wajib ikut usaha HANKAM
2. Usaha HANKAM = TNI-POLRI kekuatan utama, rakyat kekuatan
Bab 12 pendukung
HANKAM 3. TNI (AL, AU, AD) menjaga keutuhan negara
4. POLRI menjaga keamanan, mengayomi hukum
5. Susunan dan kedudukan TNI-POLRI terkait HANKAM diatur UU
Pasal 31 1. Hak mendapat pendidikan
2. Hak mengikuti pendidikan dan dibiayai negara
3. Pemerintah selenggarakan SISDIKNAS
Bab 13 4. Prioritas anggaran pendidikan 20% APBN dan APBD
Dikbud 5. Pemerintah majukan IPTEK
Pasal 32 1. Negara memajukan budaya nasional
2. Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai
kekayaan budaya nasional
Pasal 33 1. Perekonomian = usaha bersama secara kekeluargaan
2. Cabang produksi yang vital dikuasai negara
Bab 14 3. SDA dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat
Perekonomian 4. Perekonomian nasional = demokrasi ekonomi
Nasional dan 5. Ketentuan lain diatur UU
Kesejahteraan Pasal 34 1. Fakir miskin dan anak terlantar
Sosial 2. Jaminan sosial dan pemberdayaan masyarakat lemah
3. Fasilitas kesehatan dan pelayanan umum
4. Ketentuan lain diatur UU
Bab 15 Pasal 35 Sang Saka Merah Putih
Bendera, Pasal 36 Bahasa Indonesia
Bahasa, Pasal 36A Garuda Pancasila - Bhinneka Tunggal Ika
Lambang Negara, Pasal 36B Indonesia Raya
Lagu Kebangsaan Pasal 36C Ketentuan lain diatur UU
Pasal 37 1. Usul perubahan UUD diajukan 1/3 jumlah anggota MPR
2. Usul perubahan harus secara tertulis beserta proposal perubahan
Bab 16
3. Rapat perubahan UUD harus dihadiri 2/3 anggota MPR
Perubahan UUD
4. Putusan perubahan UUD jika disetujui 50%+1 anggota MPR
5. NKRI tidak dapat diubah