Anda di halaman 1dari 2

OPERATION MANUAL PANEL BOOSTER PUMP

SISTEM OPERATION :MANUAL & AUTOMATIC BOOSTER 2 PUMP

SISTEM MANUAL :
Tempatkan selector switch Pump 1 dan Pump 2 pada posisi MANUAL, maka
kedua pompa tersebut dapat bekerja secara manual dengan cara menekan tombol
START untuk menghidupkan pompa dan menekan tombol STOP untuk mematikan
pompa.

SISTEM AUTOMATIC :
Tempatkan selector switch Pump 1 dan pump 2 pada posisi AUTOMATIC, maka
kedua pompa tersebut dapat bekerja secara AUTOMATIC, cara kerja sistem
AUTOMATIC ini :
Pertama-tama Sistem Automatic Panel Booster Pump ini, memerintahkan Water
Level Control untuk mengukur level air di bak penampung, kalau level air tersebut
telah memenuhi syarat yaitu dari electrode yang telah dipasang pada Reservoar
maka Water Level Control Reservoar akan memberikan signal siap running ke
sistem control automatic pompa. setelah mendapatkan signal maka sistem control
automatic akan meneruskan signal tersebut ke control Pressure Switch (PS1 dan
PS2), karena kedua Pressure Switch tersebut dalam keadaan low pressure, maka
signal tersebut diteruskan ke Sistem Control Pararel Alternate, setelah Sistem
Control Pararel Alternate mendapatkan signal maka kedua pompa tersebut dapat
bekerja secara Automatic.

SISTEM PARARELL ALTERNATE :


Cara kerja sistem Pararel Alternate ini : pertama-tama sistem control Pararel
Alternate mendapat signal dari Pressure Switch 2 (PS2), signal tersebut setelah
disensor oleh Sistem Control Pararel Alternate, dan diteruskan ke Contaktor 1
untuk menghidupkan PUMP1, apabila Pump 1 saja cukup untuk melayani
pemakaian air maka hanya pompa 1 saja yang running dan kalau pompa 1 tidak
bisa mencukupi pemakaian air,maka pressure akan menjadi drop dan Pressure
Switch 1 (PS 1) pun memberikan signal tambahan pada sistem Control Automatic,
sistem Control Automatic meneruskan signal tersebut pada Contactor 2 dan
Contaktor 2 akan menghidupkan PUMP 2 untuk membantu pompa 1 dengan
demikian dinamakan SISTEM PARARELL, setelah Pump 1 dan Pump 2 running
bersama maka pressure akan menjadi naik sampai pada titik high pressure,
setelah mencapai titik high pressure pada pressure switch 1 maka pump 2 akan
stop (off) dan pressure akan terus naik sampai mencapai titik high pressure pada
pressure switch 2,bersamaan itu pressure switch 2 memberikan signal pada Timer
Pressure untuk menahan pressure tersebut sebelum pompa stop, setelah itu timer
pressure akan mematikan Pump 1, dan pada saat yang sama timer pressure pun
memberikan signal pada Automatic Switching Relay (ALR) dan Automatic
Switching Relay pun langsung menyiapkan control pump 2 untuk STANBY
RUNNING, Kalau pressure terjadi turun kembali maka yang pertama running tentu
Pump 2 bukan pump 1 lagi, dan begitu pula seterusnya, dengan demikin
dinamakan SISTEM PARARELL ALTERNATE
Catatan:
Posisi Start pada Pressure Switch 2 harus lebih Tinggi dari Start Pressure Switch 1
Posisi Stop pada Pressure Switch 2 harus sama / lebih Tinggi dari Stop Pressure
Switch 1

TRIP :
Apabila pilot lamp TRIP menyala menandakan bahwa PUMP 1 atauPUMP 2 yang
sedang bekerja ada masalah,yang disebabkan oleh ampare pada motor pompa
melebihi dari ampere yang telah disetting pada OVER LOAD.
Penyebabnya :
• Ada benda asing pada pompa yang menyebabkan pompa
terhenti secara paksa.
• Salah satu phasa pada incoming ada yang putus/hilang.
• Arus listrik incoming yang ada voltasenya turun / naik
melebihidari yang telah ditentukan yaitu sebesar 10%.
Cara mengatasinya :
• Cek pompa apakah ada yang menghalangi
putaran pompa
• Cek arus listrik yang ada apakah sudah sesuai
atau belum
Setelah diadakan pengecekan maka pompa boleh dinyalakan kembali dengan
cara menekan tombol RESET pada OVERLOAD.

RUNNING :
Apabila pilot lamp RUNNING menyala menandakan bahwa PUMP 1 atau PUMP 2
sedang bekerja baik secara manual atau automatic

Hal - Hal yang harus diperhatikan sebelum menghidupkan


Booster Pump
1. Pengecekan Incomming Voltage
Fungsinya untuk Memastikan Power Listrik apakah sudah sesuai
dengan yang dibutuhkan
2. Pengecekan Pompa
Fungsinya untuk Memastikan Pompa sudah terpasang dengan benar
dan Kopling Pompa sudah simetris dengan Kopling Motor
3. Pengecekan Pressure Switch dan Valve – Valve
Fungsinya untuk Memastikan apakah posisi dari Pressure Switch
sudah di Setting dengan benar . Begitu juga dengan Valve – Valve
sudah pada posisi Terbuka / Open
4. Pengecekan Elektrode
Fungsinya untuk Memastikan apakah posisi dari Electrode pada Bak
Reservoar sudah benar serta semua Elektrode sudah terendam air.
Yang perlu diperhatikan adalah pengecekan Ulang secara Rutin
untuk memastikan Electrode tidak kotor / karat atau kabel yang
terpasang pada Electrode tidak putus.