Anda di halaman 1dari 19

Makalah

Pendidikan Kewarganegaraan
Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan

Dosen Pengampun:
DR. H. Rumadi, SE, SH, M.HUM, M.Pd

Disusun oleh:
Indra Meilina Yusefa
NIM 184067

JURUSAN FARMASI
POLITEKNIK KESEHATAN dr. SOEPRAOEN
MALANG
2018
i

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmatnya sehingga penulisan makalah yang berjudul “Pentingnya Pendidikan
Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi” dapat tersusun dan terselesaikan dengan
tepat waktu. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas individu
Pendidikan Kewarganegaraan.

Dalam menyelesaikan makalah ini, saya mendapat bantuan dari beberapa pihak.
Untuk itu dalam kesempatan ini saya sampaikan terima kasih kepada :

1. Kedua orang tua saya yang telah memberikan bantuan moril maupun material
sehingga penulisan makalah ini dapat diselesaikan.
2. Bapak DR. H. Rumadi, SE, SH, M.HUM, M.Pd selaku dosen Pendidikan
Kewarganegaraan di POLTEKKES dr. SEOPRAOEN

Makalah ini telah saya susun dengan maksimal. Terlepas dari itu semua, saya
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat
maupun tata bahasanya. Oleh karena itu saya menerima segala kritik dan saran dari
pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah ini.

Saya berharap semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca untuk mengetahui lebih dalam mengenai Pentingnya
Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi.

Malang, 28 November 2018

Penyusun
i

Daftar Isi

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


1.2. Rumusan Masalah
1.3. Maksud dan Tujuan
1.3.1 Maksud
1.3.2 Tujuan

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Alasan Mata Kuliah PKn Masih Diajarkan di Perguruan Tinggi


2.2 Dasar Pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan di Tingkat Perguruan
Tinggi
2.2.1. Landasan Hukum
2.2.2. Landasan Idiil
2.3 Maksud dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan
2.4 Kaitan Pendidikan Kewarganegaraan dengan Permasalahan Bangsa
Indonesia

BAB 3 PENUTUP

3.1. Kesimpulan
3.2. Saran

Daftar Pustaka
i

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pendidikan adalah proses dimana manusia mampu untuk berkembang dengan


usaha sadar serta terencana dalam mengembangkan potensinya dan mampu memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, membentuk kepribadian yang
berbudi pekerti luhur, serta keterampilan dalam bermasyarakat. Pendidikan juga
merupakan pokok kehidupan yang sangat penting dalam menunjang persatuan bangsa
dengan perkembangannya untuk menjadikan suatu Negara kearah yang lebih maju,
dengan adanya masyarakat yang berpendidikan yang mampu menganalisa suatu
masalah dengan bijak.

Dalam kehidupan perkuliahan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia, harus


dikembangkan menjadi lingkungan ilmiah yang dinamik, berwawasan budaya
bangsa, bermoral keagamaan dan kepribadian Indonesia. Untuk pembekalan kepada
mahasiswanya dengan ditanamkannya nilai-nilai, sikap, dan kepribadian, diandalkan
kepada Pendidikan pancasila, bela negara, ilmu sosial dasar, Ilmu budaya dasar, dan
ilmu alamiah dasar sebagai latar aplikasi nilai dalam kehidupan, yang disebut mata
kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Mahasiswa sebagai bagian dari Pendidikan tingkat tinggi di Indonesia juga


turut melaksanakan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, karena mahasiswa
merupakan bibit untuk mempertanggung jawabkan Indonesia kedepannya. Karena
itulah diperlukan pendidikan moral dan akademis yang akan menunjang sosok pribadi
mahasiswa. Kepribadian mahasiswa akan tumbuh seiring dengan waktu dan
mengalami proses pembenahan, pembekalan, penentuan dan akhirnya pemutusan
prinsip diri. Di masa yang akan datang diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat
i

mendukung kokohnya pendirian suatu Negara dan mencerdaskan kehidupan bangsa


bagi warga Negara dengan menumbuhkan jati diri dan moral bangsa sebagai landasan
pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela Negara demi kelangsungan kehidupan dan
kejayaan bangsa dan Negara.

Setiap Bangsa yang ingin berdiri kokoh dan mengetahui dengan jelas ke arah
mana tujuan yang ingin dicapainya sangat memerlukan pandangan hidup. Dengan
pandangan hidup inilah sesuatu bangsa akan memandang persoalan-persoalan dan
menentukan arah serta cara bagaimana bangsa itu memecahkan persoalan-persoalan
tadi. Karena itu pandangan hidup suatu bangsa merupakan masalah yang sangat asasi
bagi kekokohan dan kelestarian suatu bangsa.

1.2. Rumusan Masalah

1. Mengapa mata kuliah PKn masih diajarkan di perguruan tinggi?


2. Apakah yang mendasari pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan bagi
mahasiswa?
3. Bagaimana maksud dan tujuan mata kuliah PKn masih diajarkan di perguruan
tinggi?
4. Apakah kaitan Pendidikan Kewarganegaraan dengan permasalahan yang
dihadapi oleh bangsa Indonesia?
1.3. Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

Maksud dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas

individu matkul pendidikan kewarganegaraan.

1.3.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui alasan mata kuliah pendidikan kewarganegaraan

masih diajarkan di perguruan tinggi.


i

2. Untuk mengetahui hal-hal yang mendasari pentingnya Pendidikan

Kewarganegaraan bagi Mahasiswa.

3. Untuk mengetahui tujuan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan


bagi mahasiswa
4. Untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kewarganegaraan terhadap
berbagai masalah yang terjadi di Indonesia saat ini.
i

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Alasan Mata Kuliah PKn Masih Diajarkan di Perguruan Tinggi

Secara yuridis, keberadaan Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi


cukup kuat, dan sebagai mata kuliah yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa. Hal
itu tampak jelas dalam pasal 37 Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Sesuai dengan tuntutan dan perubahan masyarakat di era
reformasi, mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi, telah
dilakukan perubahan paradigma menuju kepada paradigma humanistik yang
mendasarkan pada asumsi bahwa mahasiswa adalah manusia yang mempunyai
potensi dan karakteristik yang berbeda-beda. Indikasi ke arah itu tampak dari
substansi kajian, strategi, dan evaluasi mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
yang ditawarkan kepada mahasiswa.

Sementara itu,dalam mengantisipasi tuntutan global, pembelajaran


diorientasikan agar para mahasiswa menangkal dampak negatif globalisasi.
Globalisasi dan ekspansi pasar perlu diimbangi kebebasan politik Pancasila sehingga
mahasiswa sadar dan mampu memperjuangkan hak-hak politiknya secara benar,
rasional dan bertanggung jawab. Upaya ke arah itu dapat dilakukan dengan mengisi
dan memantapkan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) di perguruan tinggi dengan
memberi kemampuan kritis kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa secara sadar dan
jujur melakukan kritik dan evaluasi tentang manfaat globalisasi.

Pendidikan Kewarganegaraan menjadi mata pelajaran setelah terpecah dari


PPKn ataupun Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pada awalnya di gabung
menjadi satu, karena isi dari Pendidikan Kewarganegaraan sendiri besumber dari
Pancasila itu sendiri. Selanjutnya di pecah menjadi mata pelajaran sendiri karena
i

Pendidikan Kewarganegaraan dianggap penting untuk di ajarkan kepada siswa dan


dalam Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan materi kewarganegaraan yang lebih
luas dan tidak hanya bersumber langsung dari Pancasila. Mempelajari Pendidikan
Kewarganegaraan bagi sebagian mahasiswa tidak ubahnya mempelajari Pancasila
tahap dua, atau bahkan tidak jauh berbeda dengan Pendidikan Moral Pancasila dan
Sejarah Bangsa. Beberapa materinya memang berkaitan ataupun sama. Itulah
mengapa Pendidikan kewarganegaraan selalu “dianak tirikan” dalam percaturan
dunia pendidikan. Menurut orang kebanyakan, lebih penting belajar matematika
daripada PKn.

Pendidikan kewarganegaraan sangat penting. Dalam konteks Indonesia,


pendidikan kewarganegaraan itu berisi antara lain mengenai pruralisme yakni sikap
menghargai keragaman, pembelajaran kolaboratif, dan kreatifitas. Pendidikan itu
mengajarkan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kerangka identitas nasional.

Mahasiswa adalah penerus bangsa yang di mana pada masanya nanti mereka
akan menjadi pemimpin dunia. Karena itulah diperlukan pendidikan moral dan
akademis yang akan menunjang sosok pribadi mahasiswa. Kepribadian mahasiswa
akan tumbuh seiring dengan waktu dan mengalami proses pembenahan, pembekalan,
penentuan, dan akhirnya pemutusan prinsip diri. Negara, masyarakat masa datang,
diperlukan ilmu yang cukup untuk dapat mendukung kokohnya pendirian suatu
Negara.

2.2 Dasar Pelaksanaan Pendidikan Kewarganegaraan di Tingkat Perguruan Tinggi

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sebuah media untuk meningkatkan


rasa kesadaran berbangsa dan bernegara, meningkatkan keyakinan dan ketangguhan
Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Dalam pelaksanaannya,
Pendidikan Kewarganegaraan memiliki dua hal sebagai landasannya, yaitu Landasan
Hukum dan Landasan Idiil.
i

2.2.1 Landasan Hukum


1. Undang-Undang Dasar 1945
2. Pembukaan Undang-Undang Dasar
Pembukaan alinea kedua tentang cita-cita mengisi
kemerdekaan dan alinea keempat khusus tentang tujuan negara,
yaitu keamanan dan kesejahteraan.
a. Pasal 27 (3) (II)
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara.
b. Pasal 30 ayat (1) (II)
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara.
c. Pasal 31 ayat (1) (IV)
Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.
d. Pasal 28 A-J tentang Hak Asasi Manusia.
3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1982
Undang-undang No. 20/1982 adalah tentang Ketentuan-Ketentuan
Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia (Lembaran
Negara 1982 No. 51, TLN 3234).
1. Pasal 18
Hak dan Kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan
keikutsertaan dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui
pendidikan pendahuluan bela negara sebagai bagian tidak
terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional.
2. Pasal 19 ayat (2)
Pendidikan Pendahuluan Bela Negara wajib diikuti oleh setiap
warga negara dan dilaksanakan secara bertahap, yaitu:
1) Tahap awal pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah
dan dalam gerakan Pramuka.
i

2) Tahap lanjutan dalam bentuk Pendidikan Kewiraan pada


tingkat Pendidikan Tinggi.
4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum
Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa, serta
Nomor 45/U/2002 tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi telah
ditetapkan bahwa Pendidikan Agama, Pendidikan Bahasa dan
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan kelompok mata kuliah
Pengembangan Kepribadian yang wajib diberikan dalam kurikulum
setiap program studi atau kelompok program studi.
5. Surat Keputusan Dirjen Dikti Nomor 43 Tahun 2006
Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 43/DIKTI/2006
tentang Rambu-Rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah
Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi.
2.2.2 Landasan Idiil
Landasan idiil Pendidikan Kewarganegaraan yang sekaligus
menjadi jiwa dikembangkannya Kewarganegaraan adalah Pancasila.
Pancasila sebagai sistem filsafat menjiwai semua konsep ajaran
Kewarganegaraan dan juga menjiwai konsep ketatanegaraan Indonesia.
Dalam sistematikanya dibedakan menjadi tiga hal, yaitu: Pancasila
sebagai dasar negara, Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan
Pancasila sebagai ideologi negara. Ketiga hal itu dapat dibedakan,
namun tidak dapat dipisahkan.
1) Pancasila Sebagai Dasar Negara
Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar pemikiran
tindakan negara dan menjadi sumber hukum positif di Indonesia.
Pancasila sebagai dasar negara pola pelaksanaannya dipancarkan
i

dalam empat pokok pikiran yang terkandung dalam Pembukaan


UUD 1945 dan dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 sebagai
strategi pelaksanaan Pancasila sebagai dasar negara.
Pembukaan UUD 1945 pokok pikiran pertama yaitu pokok
pikiran persatuan yang berfungsi sebagai dasar negara, merupakan
landasan dirumuskannya wawasan nusantara sebagai bagian dari
geopolitik. Pokok pikiran kedua yaitu pokok pikiran keadilan sosial
yang berfungsi sebagai tujuan negara merupakan tujuan wawasan
nusantara sekaligus tujuan geopolitik Indonesia. Tujuan negara
dijabarkan langsung dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat,
yaitu tujuan berhubungan dengan segi keamanan dan kesejahteraan
dan ketertiban dunia. Geopilitik Indonesia pada dasarnya adalah
sebagai perwujudan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan
bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
2) Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan kristalisasi
nilai-nilai luhur yang diyakini kebenarannya. Perwujudan nilai-nilai
luhur Pancasila terkandung juga dalam konsep geopolitik Indonesia
demi terwujudnya ketahanan nasional sebagai geostrategi Indonesia
sehingga ketahanan nasional ini disusun dan dikembangkan
berdasarkan geopolitik Indonesia. Perwujudan nilai-nilai Pancasila
mencakup lima bidang kehidupan nasional yaitu bidang ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam yang disingkat dengan
Ipoleksosbud Hankam. Ipoleksosbud Hankam menjadi dasar
pemikiran ketahanan nasional.
Dari lima bidang kehidupan nasional, bidang ideologi
merupakan landasan dasar. Ideologi itu berupa Pancasila sebagai
pandangan hidup yang menjiwai empat bidang lainnya. Dasar
pemikiran ketahanan nasional di samping lima bidang kehidupan
nasional tersebut yang merupakan aspek sosial pancagatra didukung
i

pula adanya dasar pemikiran aspek alamiah trigatra yang


merupakan geostrategi Indonesia.
3) Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila sebagai ideologi negara merupakan kesatuan konsep-
konsep dasar yang memberikan arah dan tujuan dalam mencapai
cita-cita bangsa dan negara. Cita-cita bangsa dan negara
berlandaskan Pancasila dipancarkan dalam alinea kedua Pembukaan
UUD 1945 merupakan cita-cita untuk mengisi kemerdekaan, yaitu:
bersatu, berdaulat adil dan makmur.
2.3 Maksud dan Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan

Hakikat pendidikan kewarganegaraan adalah upaya sadar dan terencana untuk


mencerdaskan kehidupan bangsa bagi warga negara dengan menumbuhkan jati diri
dan moral bangsa sebagai landasan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam bela
negara, demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.

Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk mewujudkan warga negara


sadar bela negara berlandaskan pemahaman politik kebangsaan, dan kepekaan
mengembangkan jati diri dan moral bangsa dalam perikehidupan kebangsaan.
Meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan memahami,
mengahayati dan meyakini nilai-nilai pancasila sebagai pedoman beperilaku dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehingga menjadi warga negara
yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan serta memberi bekal kemampuan
untuk belajar lebih lanjut.

Selain itu, Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan memberikan kompetensi sbb:

1. Berfikir kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.


2. Berpartisipasi secara mutu dan bertanggung jawab, dan bertindak secara
cerdas dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
i

3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan


pada karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-
bangsa lain.
4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi.

Sedangkan tujuan diadakannya Pendidikan Kewarganegaraan untuk tataran


mahasiswa jika berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No.
43/DIKTI/Kep/2006, tujuan diadakannya Pendidikan Kewarganegaraan telah
dirumuskan dalam visi dan misi sebagai berikut:

Visi: Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah merupakan sumber


nilai dan pedoman dalam pengembangan dan penyelenggaraan program studi, guna
menghantarkan mahasiswa memantapkan kepribadiannya sebagai manusia seutuhnya.
Hal ini berdasarkan pada suatu realitas yang dihadapi, bahwa manusia adalah sebagai
generasi bangsa yang harus memiliki visi intelektual, religious, berkeadaban,
berkemanusiaan, dan cinta tanah air dan bangsanya.

Misi: Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi adalah untuk membantu


mahasiswa memantapkan kepribadiannya, agar secara konsisten mampu mewujudkan
nilai-nilai dasar pancasila, rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam menguasai,
menerapkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan rasa
tanggung jawab dan bermoral.

Menurut Maftuh dan Sapriya (2005:30) bahwa tujuan negara mengembangkan


Pendiddikan Kewarganegaraan agar setiap warga negara menjadi warga negara yang
baik (to be good citizens), yakni warga negara yang memiliki kecerdasan (civics
inteliegence) baik intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual; memiliki rasa
bangga dan tanggung jawab (civics responsibility); dan mampu berpartisipasi dalam
kehidupan masyarakat. Djahiri (1995:10) mengemukakan bahwa melalui PKn siswa
diharapkan:
i

a. Memahami dan menguasai secara nalar konsep dan norma Pancasila sebagai
falsafah, dasar ideologi, dan pandangan hidup negara RI.
b. Melek konstitusi (UUD NRI 1945) dan hukum yang berlaku dalam
negara RI.
c. Menghayati dan meyakini tatanan dalam moral yang termuat dalam butir di
atas.
d. Mengamalkan dan membakukan hal-hal di atas sebagai sikap perilaku diri dan
kehidupannya dengan penuh keyakinan dan nalar.

Searah dengan perubahan pendidikan ke masa depan dan dinamika internal


bangsa Indonesia, program pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan
Tinggi harus mampu mencapai tujuan:

1. Mengembangkan sikap dan perilaku kewarganegaraan yang mengapresiasi


nilai-nilai moral-etika dan religius.
2. Menjadi warga negara yang cerdas berkarakter, menjunjung tinggi nilai
kemanusiaan.
3. Menumbuhkembangkan jiwa dan semangat nasionalisme, dan rasa cinta pada
tanah air.
4. Mengembangkan sikap demokratik berkeadaban dan bertanggungjawab, serta
mengembangkan kemampuan kompetitif bangsa di era globalisasi.
5. Menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan.

Rasa kewarganegaraan yang tinggi, akan membuat kita tidak akan mudah
goyah dengan iming-iming kejayaan yang sifatnya hanya sementara. Selain itu kita
tidak akan mudah terpengaruh secara langsung budaya yang bukan berasal dari
Indonesia dan juga menghargai segala budaya serta nilai-nilai yang berlaku di negara
kita. Memiliki sikap tersebut tentu tidak bisa kita peroleh begitu saja tanpa belajar.
Oleh karena itu mengapa Pendidikan Kewarganegaraan masih sangat penting untuk
kita pelajari.
i

Oleh karena itu Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting manfaatnya,


maka di masa depan harus segera dilakukan perubahan secara mendasar konsep,
orientasi, materi, metode dan evaluasi pembelajarannya. Tujuannya adalah agar
membangun kesadaran para pelajar akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara
dan mampu menggunakan sebaik-baiknya dengan cara demokratis dan juga terdidik.

2.4 Kaitan Pendidikan Kewarganegaraan dengan Permasalahan Bangsa Indonesia

Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya merupakan sebuah teori yang


dipelajari dari tingkat Sekolah Dasar hingga ke Perguruan Tinggi saja, melainkan
diperlukan pengamalannya pada kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat dan
berbangsa. Banyaknya masalah yang terjadi di Indonesia sedikit banyak berpengaruh
terhadap pemahaman seseorang pada Pendidikan Kewarganegaraan yang telah
dipelajari. Berikut beberapa masalah yang seringkali terjadi di Indonesia :

1. Kasus Sara yang Merajalela


Indonesia adalah negara dengan suku bangsa, agama, dan budaya yang
beragam. Dilingkungan tempat tinggal kita, mungkin telah memiliki rasa
toleransi yang tinggi terhadap perbedaan-perbadaan tersebut. Tapi, dibeberapa
tempat masih banyak yang tidak dapat menerima adanya perbedaan dan
melakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas. Sebut saja beberapa
masalah yang terjadi belakangan ini terkait sara seperti, penolakan pemimpin
yang memiliki agama yang berbeda dengan mayoritas penduduknya,
pembakaran tempat ibadah, terorisme, pertikaian antar suku, saling ejek
agama dimedia sosial, dan masih banyak lagi. Kita sebagai bangsa Indonesia
harusnya dapat menyadari persamaan latar belakang, tujuan, dan nasib.
Sehingga dapat tercipta rasa persatuan yang kuat.
2. Korupsi
Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara
yang terkenal dimata dunia karena tingginya tingkat korupsi yang terjadi.
Korupsi tidak hanya dilakukan oleh pejabat kelas atas didaerah pusat saja, tapi
i

juga oleh pejabat didaerah kecil. Hal ini menyebabkan kerugian negara yang
amat besar yang menyengsarakan rakyat dan menimbulkan berbagai masalah
sosial seperti kemiskinan, kesenjangan sosial, kualitas pendidikan yang
rendah, tingkat kriminalitas yang tinggi, pengangguran, dan banyaknya daerah
tertinggal yang tidak mendapat fasilitas yang layak. Sebenarnya, negara kita
memiliki dana yang cukup untuk mensejahterakan rakyatnya, tetapi karena
ulah para koruptor, uang negara menjadi terbuang sia-sia dan menyengsarakan
penduduk. Namun, penanganan terhadap para koruptor di Indonesia kurang
tegas. Jika kita melihat tindakan yang diambil negara Arab Saudi yang
memberlakukan potong tangan, ataupun negara Tiongkok yang menghukum
mati para Koruptor di negaranya, di Indonesia tidak dapat diberlakukan hal
yang demikian dikarenakan adanya HAM. Namun, apakah mencuri uang
rakyat bukan merupakan pelanggaran HAM?
3. Penegakan Hukum yang Lemah
Indonesia merupakan negara hukum. Namun, seperti kasus yang sudah-
sudah, kebanyakan dari mereka yang dihukum adalah rakyat kecil. Ini
dikarenakan hukum di Indonesia yang tidak adil, yang lancip terhadap rakyat
kecil, tumpul kepada masyarakat kelas atas. Hukum seringkali disalahgunakan
oleh para praktisi hukum yang dapat disuap, sehingga rakyat kecil yang tidak
mempunyai uang, tidak dapat berbuat apa-apa, dan pasrah untuk dihukum
bersalah.
4. Pengelolaan Sumber Daya yang Buruk
Indonesia dengan segala kekayaan alamnya mulai dari daratan hingga
lautan, merupakan negara yang sangat potensial dan memiliki kekayaan yang
tak terhingga. Karena itulah, banyak dari negara asing yang melirik Indonesia,
dan mulai melakukan eksploitasi terhadap alam Indonesia. Sayangnya, banyak
dari kita sebagai masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, yang kurang
menyadari bahkan cenderung mengabaikan hal ini.
Tidak hanya sumber daya alamnya saja, dengan banyaknya jumlah
penduduk di Indonesia, seharusnya Indonesia tak perlu lagi memikirkan
i

masalah Sumber daya manusia lagi untuk mengelola negara. Akan tetapi,
sebagian besar perusahaan justru mempekerjakan tenaga kerja asing, yang
menyebabkan tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Beberapa contoh masalah yang terjadi di Indonesia seperti diatas, akhirnya


menjadi masalah yang berkelanjutan dan tidak kunjung usai. Solusinya, generasi
muda di Indonesia haru mengamalkan setiap pembelajaran yang didapat dari
Pendidikan Kewarganegaraan, pengamalan terhadap sila-sila pancasila merupakan
salah satu pemecahan paling tepat terhadap masalah-masalah diatas. Semua
tergantung dari pribadi masyarakat Indonesia sendiri. Apakah mau stuck dalam
keadaan Indonesia yang seperti sekarang, atau mau berubah ke arah yang lebih baik.
i

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Tujuan diadakannya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini tidak lain


karena ingin menciptakan generasi yang berkarakter dan memiliki rasa nasionalisme
yang tinggi. Hal ini jelas seperti yang disebutkan dalam landasan Pendidikan
Kewarganegaraan. Kita tentu tidak ingin masalah-masalah di Indonesia yang
berhubungan dengan Pendidikan Kewarganegaraan ini kembali terjadi di masa depan.
Pastinya kita berharap Indonesia menjadi lebih baik nantinya. Tidak ada lagi masalah
sosial seperti kemiskinan dan kualitas pendidikan yang rendah, banyaknya kasus sara,
korupsi yang merajalela, dan daerah-daerah yang semakin tertinggal dan diabaikan
oleh pemerintah pusat. Jadi, butuh partisipasi dari masyarakat khususnya mahasiswa
sebagai bagian dari pendidikan tinggi negeri ini untuk dapat mengamalkan
pembelajaran yang dipelajari dari Pendidikan Kewarganegaraan.

3.2 Saran

Dengan adanya pendidikan kewarganegaraan, mahasiswa mampu berpikir


kritis terhadap permasalahan dan tantangan yang ada di Indonesia, sehingga
mahasiswa secara sadar dan jujur melakukan kritik dan evaluasi tentang manfaat arus
globalisasi. Sebagai seorang mahasiswa juga harus menyadari etika di dalam
pembentukan karakter-karakter seorang penerus bangsa dan negara.
i

DAFTAR PUSTAKA

https://sabrinarahmautami.wordpress.com/2017/03/17/makalah-pendidikan-
kewarganegaraan-pentingnya-pendidikan-kewarganegaraan-di-perguruan-tinggi/

https://aldoadityaaditya.wordpress.com/2017/03/17/makalah-pentingnya-pendidikan-
kewarganegaraan-di-perguruan-tinggi/

http://pknpentingnyakewarganegaraan.blogspot.com/2017/03/makalah-pendidikan-
kewarganegaraan.html

http://friscilasy.blogspot.com/2017/03/makalah-pendidikankewarganegaraan.html

http://rizkiwidyanto.blogspot.com/2017/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html