Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

FIRMA

Disusun Oleh :
1. Agung nugraha
2. Akbar nompo
3. Alamsyah
4. Hari kuncoro jati
5. Juniarto gun kalvin

SMA NEGERI 2 SUNGAI KAKAP


KECAMATAN SUI KAKAP
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik allah swt. Sholawat dan salam selalu tercurahkan kepada rasulullah
saw. Berkat limpahan dan rahmatnyapenyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini
guna memenuhi tugas Mata Pelajaran Ekonomi.

Dalam penyusunan tugas atau meteri ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun
penulis menyadarin bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan,
dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang materi/pelajaran ekonomi.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca, untuk itu kepada guru pembimbing saya meminta masukannya
demi perbaikan pembuatan makalah saya dimasa yang akan datang dan mengharapkan kritik
dan saran dari para pembaca.

Pontianak, 06 Maret 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………i

DAFTAR
ISI………………………………………………………………………………………....ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………...……………………1

I.1 Latar Belakang………………………………………………………..……......1

I.2 RumusanMasalah……………………………………………………………....1

I.3 TujuanPenulisanMakalah……………….……………………………………..1

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………2

II.1 Pengertian Firma……………………....................…………………………...2

II.2 Unsur-unsur Firma….…………………………………………………….......2

II.3 Ciri-ciri Sifat Firma........................…………………………………..............3

II.4 Pendirian dan pembubaran firma……………………….……………............4

II.5 Kelebihan dan kekurangan BUMN………………………………..................5

BAB III PENUTUP……………………………………………………………….……..6

III.1 Kesimpulan………………………………………………………………......6

III.2 Saran…………………………………………………………………………6

III.3 Daftar Putaka....................................................................................................7

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi
perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk
perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di
pemerintah secara resmi.
Adapun perusahaan itu sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu : Perusahaan
Perseorangan atau disebut juga Perusahaan Individu adalah badan usaha yang
kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha
perseorangan tanpa izin dan tata cara tertentu. Semua orang bebas membuat bisnis
personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Perusahaan Perseorangan dapat
berbentuk Perusahaan Dagang/Jasa (Toko Swalayan, Biro Konsultan) dan Perusahaan
Industri. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling,
pedagang asongan, dan lain sebagainya. Perusahaan Persekutuan Badan Hukum yang
dapat berbentuk Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, dan BUMN. Perseroan terbatas
adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal
dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa
melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik
modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar
pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas
dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan
lainnya. Perusahaan Persekutuan bukan Badan Hukum atau disebut juga Perusahaan
persekutuan yang artinya badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang
secara bersama-sama bekerja sama untuk mencapai tujuan bisnis. Yang termasuk dalam
badan usaha persekutuan adalah Perusahaan Dagang/Usaha Dagang, Industri Rumah
(home industri), dan Perseroan (Firma dan CV). Untuk mendirikan badan usaha
persekutuan membutuhkan izin khusus pada instansi pemerintah yang terkait.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan firma?

2. Apa saja unsur unsur firma?

3. Apa saja ciri-ciri dan sifat firma

C. Tujuan

Fungsi dan Tujuan utama didirikannya firma adalah untuk memperluas jangkauan usaha
dan mencari keuntungan dari usaha yang dijalankan.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN FIRMA

Firma adalah sebuah bentuk badan usaha yang didirikan melalui persekutuan dua pihak
atau lebih dengan memakai nama bersama. Pihak yang mendirikan Firma bisa saja individu
atau perusahaan. Pemilik firma yang terdiri dari persekutuan ini wajib menyerahkan sebagian
kekayaan pribadinya sesuai dengan yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan
tersebut. Para Pemilik firma memegang kekuasaan penuh dan bertanggung jawab penuh
terhadap risiko yang dalam firma yang didirikan. Sama seperti badan usaha lainnya, firma
bertujuan untuk memperoleh keuntungan. Pendirian sebuah firma biasanya dilakukan dengan
membuat akta perjanjian di hadapan notaris, dalam perjanjian tersebut terdapat nama pendiri
firma, cara memulai dan berakhirnya perjanjian firma.

B. UNSUR – UNSUR FIRMA

Unsur-unsur pokok firma adalah sebagai berikut :

1. Persekutuan perdata

Artinya pendirian firma haruslah dilakukan dengan perjanjian oleh pihak-pihak yang
bersekutu. Perjanjian ini harus disepakati bersama dan dalam pelaksanaan firma nantinya
setiap pihak tidak boleh bertindak di luar perjanjian yang telah ditetapkan.

2. Menjalankan Perusahaan

Setiap pihak yang bersekutu harus menjalankan perusahaan bersama-sama demi mencapai
tujuan firma yang dibangun. Masing-masing pihak berusaha menjalankan dan memajukan
perusahaan dengan melaksanakan tugas sesuai dengan perjanjian firma.

3. Dengan Nama Bersama

Perusahaan firma tidak membawa nama salah satu individu pemilik, melainkan membawa
nama bersama. Pemilik yang satu tidak mempunyai hak untuk menghapuskan nama pemilik
yang lain dari perusahaan firma.

4. Tanggung Jawab Persekutuan bersifat Pribadi Untuk Keseluruhan

Seluruh resiko yang mungkin dialami perusahaan menjadi tanggung jawab bersama yang
sifatnya pribadi bagi setiap pemilik firma. Artinya jika suatu saat terdapat hutang tak terbayar
maka setiap pemilik wajib melunasi dengan harta pribadinya.

2
C. CIRI - CIRI DAN SIFAT FIRMA

 Dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha berskala kecil (perusahaan kecil
yang berlokasi di suatu daerah) ataupu kegiatan usaha yang berskala besar (perusahaan
yang memiliki cabang di banyak lokasi).

 Masing-masing sekutu mendirikan firma dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan


masing-masing.

 Tanggung Jawab seorang sekutu tidak terbatas pada jumlah investasinya.

 Harta benda yang diinvestasikan bukan lagi milik pribadi, melainkan menjadi milik
firma.

 Jika terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib melunasi hutang tersebut
dengan harta pribadinya.

 Setiap anggota firma mempunyai hak untuk menjadi pemimpin.

 Keanggotaannya melekat seumur hidup.

 Seorang anggota tidak berhak memasukkan anggota baru tanpa izin anggota lainnya.

 Setiap anggota bertanggung jawab terhadap risiko kerugian yang tidak terbatas.

 Firma dapat bubar jika salah seorang anggotanya mengundurkan diri atau meninggal
dunia sehingga setiap anggota mempunyai hak untuk membubarkan firma.

 Masing-masing anggota memperoleh pembagian laba atas keuntungan firma tersebut.

3
D. PENDIRIAN DAN PEMBUBARAN FIRMA

1. Pendirian Firma

Pendirian firma dilakukan dengan membuat akta pendirian oleh pihak yang ingin
mendirikannya. Kemudian akta pendirian ini akan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
Negeri di daerah firma tersebut. Beberapa hal yang perlu dicantumkan ketika pembentukan
firma antara lain adalah sebagai berikut :

 Nama, nama kecil, tempat tinggal dan pekerjaan setiap anggota firma

 Pernyataan firmanya, apakah bersifat umum atau hanya terbatas pada cabang khusus
dari perusahaan tertentu.

 Penunjukan para perseorangan yang tidak diperkenankan bertandatangan atas nama


firma.

 Kapan firma dimulai dan kapan akan berakhir.

 Bagian-bagian perjanjian yang dipakai untuk menentukan hak-hak pihak ketiga


terhadap para pemilik.

2. Pembubaran Firma

Sesuai dengan ketentuan KUHP dan KUHD, ada 5 hal yang menyebabkan pembubaran
sebuah firma, antara lain :

 Jangka waktu firma telah berakhir sesuai dengan perjanjian

 Salah satu pendiri mengundurkan diri

 Habisnya barang atau usaha yang dijalankan telah selesai

 Keputusan dari seseorang atau beberapa orang pendiri

 Salah seorang sekutu meninggal dunia atau berada di bawah pengampuan (pailit)

4
E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FIRMA

1. Kelebihan Firma

 Modal yang dimiliki lebih besar daripada usaha yang didirikan secara perseorangan
sehingga perkembangan usaha lebih cepat.

 Setiap anggota memegang kekuasaan yang sama rata dan keputusan diambil bersama
sehingga tidak ada ketidakadilan dalam badan usaha firma.

 Risiko ditanggung bersama.

 Pembagian kerja dalam pelaksanaannya membuat kemampuan manajemen firma lebih


efektif dan efisien.

2. Kekurangan Firma

 Kekuasaan yang dimiliki satu orang pendiri terlalu besar, karena hanya dengan
keputusan individunya ia dapat membubarkan firma yang telah dibentuk.

 Risiko yang tidak terbatas membuat harta benda para pendiri dapat habis dalam waktu
yang singkat jika mengalami kerugian usaha.

 Jika terjadi perbedaan pendapat antar anggota firma, maka akan sulit untuk
mengambil keputusan mengingat masing-masing anggota mempunyai kekuasaan
yang besar.

 Pendiri harus bersedia kekayaan pribadinya digunakan untuk melunasi hutang firma.

5
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat di traik kesimpulan bahwa firma adalah persekutuan yang di
dirikan oleh dua orang atau lebih untuk menjalankan sebuah perusahaan dengan memakai
nama bersama. Persekutuan firma bukan merupakan badan hukum karena belum memenuhi
persyaratan formil dari pemerintah. Firma harus dibuatkan akta autentik oleh orang yang
mendirikannya dan di daftarkan ke kepaniteraan pengadilan negeri tempat persekutuan itu di
buat. Setelah didaftarkan, maka akta tersebut diumumkan ke masyarakat. Apabila terpedaan
antara yang didaftarkan dengan yang diumumkan, maka yang berlaku adalah yang di
umumkan. Persekutuan firma akan berakhir apabila, jangka waktu yang ditetapkan dalam
akta pendirian sudah selesai, pembubaran sebelum jangka waktu yang ditentukan, dan akibat
pengunduran diri atau pemberhentian. Pembubaran persekutuan firma harus di daftarkan di
kepaniteraan pengadilan negeri dan umumkan. Pembubaran suatu firma diperlukan
pemberesan. Pemberesan dilakukan oleh mereka yang ditetapkan dalam akta pendirian.
Apabila terjadi perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan, maka di adakan
pemungutan suara. Suara terbanya berhak menunjuk orang untuk melakukan pemberesan
persekutuan firma. Jika pemungutan suara sama banyak, maka diserahkan ke pengadilan
negeri, dan pengadilan negeri menunjuk siap yang akan melakukan pemberesan.

Saran

Untuk mempermudahkan siswa mencari informasi dengan mudah

6
DAFTAR PUSTAKA

http://www.lawindo.biz/proses-pendirian-prima.

http://id.wikipedia.org/wiki/firma.

http://badanusaha.com/firma.