Anda di halaman 1dari 10

KATETERISASI

RUMAH SAKIT No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


HAJI KAMINO 02/Pol Bedah/2018 01 1/2
WAY KANAN.
Ditetapkan tanggal :6-7-2018
Tanggal Terbit : Direktur Rumah sakit haji kamino
SPO 6-7-2018
PELAYANAN
Dr.Gugum Dimas Prayuda
NIP.
PENGERTIAN Memasukkan kateter dalam kandung kemih melalui uretra
TUJUAN - Mengatasi retensio urine
- Menyadap urine untuk bahan pemeriksaan
- Untuk memberi pengobatan
PROSEDUR I. Mencuci tangan sebelum dan sesudah bekerja dengan benar.
- Di air mengalir
- Memakai hebiscrub/sabun
- Dilap dengan handuk bersih dan kering
II. Menyiapkan alat yang siap pakai yaitu:
- Sarung tangan - Kasa steril
- Kateter sesuai dengan nomor - Spuit 10cc
- Pincet anatomi - Urine bag
- Korentang - Plester
- Bengkok - Gunting
- Kapas savlon - Pengalas
- Jelly KY - PZ
III. Pendekatan dengan penderita
- Memberi salam
- Petugas memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan pemasangan kateter
- Menanyakan kesediaan penderita untuk dipasang kateter

IV. Pelaksanaan
- Mendekatkan alat yang siap pakai.
- Menyiapkan posisi pasien secara rileks sesuai jenis kelamin:
> Laki-laki : lurus
> Wanita : dorsal recomben.
- Membersihkan genetalia dengan savlon 3%
- Menentukan lokasi dan kondisi meatus.
- Membasahi kateter dengan jelly KY sepanjang 2-3,5 cm, jangan
menutup ujung dalam.
- Memasukkan kateter ke dalam meatus pelan-pelan, pasien disuruh
tarik napas dalam.
- Menentukan adanya hambatan/tidak, bila ada segera dirujuk pada
Dokter/penanggung jawab.
- Mengecek kateter masuk/tidak.
- Mempertahankan sterilisasi selama pemasangan.
- Observasi respon verbal dan non verbal.
- Melakukan tindakan sesuai tujuan pemasangan:
a. Pengambilan bahan pemeriksaan:
Urine ditampung dengan botol steril, bila sudah cukup kateter
dicabut pelan-pelan.
b. Mengatasi retensio:
Urine dikeluarkan bertahap, kemudian kateter disambung
dengan urobag.
- Memasukkan cairan steril pada balon kateter sesuai ukuran yang
ada 5-10cc.
- Fixasi sesuai jenis kelamin.
- Mengembalikan pasien ke posisi yang menyenangkan setelah
selesai tindakan.
- Mencatat hasil, jumlah, warna urine.
- Membersihkan alat-alat.
- Konsultasi bila ada keluhan.

MEMONITOR KATETER
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
03/Pol Bedah/2012 01 ½

RUMAH SAKIT
HAJI KAMINO
WAY KANAN
Ditetapkan tanggal :6-7-2018
Tanggal Terbit : Direktur Rumah sakit haji kamino
SPO
6-7-2018
PELAYANAN
dr. dimas gugum prayuda
NIP.
PENGERTIAN Mengamati perubahan yang terjadi setelah pemasangan kateter
TUJUAN Mengetahui lebih dini efek samping yang terjadi
PROSEDUR I. Kateter menetap
a. Pertama kali pemasangan kateter harus dilakukan pemeriksaan
UL
b. Setelah 7 hari pemasangan kateter lakukan pemeriksaan ulang
UL, dan bila hasil leukosit lebih dari 6/lapang pandang kateter
diganti yang baru lengkap dengan urobagnya. Demikian
seterusnya bila pemakaian kateter lama sekali.
c. Bila Douwer Cateter Off sebelum lepas lakukan periksa UL
dulu.
d. Setelah 5 hari pasca kateter harus dilakukan pemeriksaan UL.
e. Selama pemasangan Douwer Cateter harus selalu dimonitor
keluhan penderita yang berhubungan dengan ISK.

II. Kateter tidak menetap


a. Pertama kali pemasangan kateter lakukan pemeriksaan UL
b. Setelah 5 hari pasca kateterisasi lakukan pemeriksaan ulang
UL dan atau selain itu lakukan atau observasi klinis tanda-
tanda ISK.

III. Cara pengambilan bahan pemeriksaan


1. Urine diambil pada pertengahan saat urine keluar.
2. Pada penderita yang douwer cateter urine harus diambil
dengan menggunakan spuit steril melalui selang kateter tanpa
membuka sambungan dengan urobag.
3. Botol tempat bahan pemeriksaan UL harus steril.

IV. Perawatan Douwer Cateter


1. Penderita wanita : setiap pagi dan sore harus dilakukan vagina
toilet.
2. Penderita laki-laki : setiap pagi kasa steril penutup antara penis
dan selang kateter harus diganti dan ujung penis harus
dibersihkan dengan betadine lebih dulu.
3. Perlakuan fiksasi kateter harus betul-betul diawasi setiap saat.
UPT
PERAWATAN LUKA ON STERIL
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
04/Pol Bedah/2012 01 1/2
RUMAH SAKIT
HAJI KAMINO
WAY KANAN
Ditetapkan tanggal : 6-7-2018
Tanggal Terbit : Kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I
SPO 6-7-2018
PELAYANAN
dr. Dimas gugum prayuda
NIP.
PENGERTIAN Merawat luka terinfeksi, serum, pus dan nekrose.
TUJUAN - Mempercepat penyembuhan
- Mencegah luasnya infeksi
- Mengurangi gangguan rasa nyaman baik bagi yang bersangkutan,
maupun bagi penderita lain terutama bila luka nekrose dan berbau
PROSEDUR I. Menyiapkan alat-alat
A. Alat-alat steril (dalam duk steril)
- Pinset anatomi 1, pinset chirurgie 1, gunting lurus, kapas lidi,
kasa steril, kasa penekan/kasa bulat, mangkuk kecil.
B. Alat-lat tidak steril
- Gunting pembalut, plester, bengkok/kantong plastik, kain
pembalut/verband, botol alcohol 70%, desinfektan (savlon
dan betadine), perhidrol dan PK.
- Semua alat-alat tersedia dalam baki atau kereta pembalut
dengan kondisi baik.

II. Menyiapkan pasien:


- Memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan perawatan luka
- Menjelaskan langkah perasat
- Meminta persetujuan pasien
- Menyiapkan pasien seuai dengan kebutuhan
III. Pelaksanaan
- Mendekatkan alat-alat dekat penderita.
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perasat.
- Pembalut dibuka dengan pinset dan dibuang pada tempatnya.
- Bekas plester dibersihkan dengan yodium bensin (memakai
kapas) arah dalam keluar.
- Luka dibersihkan dengan kapas alkohol dari arah dalam keluar
sesuai dengan advis dokter (perhidrol, savlon, PK) sampai
bersih, bila perlu nekrotomi, kemudian dibilas BWC atau PZ.
- Kompres luka dengan BWC atau PZ sesuai dengan advis dokter
kemudian ditutup dengan kasa steril atau diplester dengan rapi.
- Penderita dirapikan.
- Alat dibereskan
- Mengamati respon penderita baik verbal maupun non verbal.

IV. Mencatat perkembangan keadaan luka.


RUMA SAKIT
PERAWATAN LUKA STERIL
HAJI KAMINO No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
05/Pol Bedah/2012 01 ½
WAY KANAN

Ditetapkan tanggal :2-1-2012


Tanggal Terbit : Kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I
SPO 2-1-2012
PELAYANAN
dr. I Ketut Rai Sutapa
NIP. 19790401 200604 1 012
PENGERTIAN Perawatan pada luka bersih dan kering/tanpa tanda infeksi.
TUJUAN - Mencegah timbulnya infeksi.
- Observasi keadaan luka.
PROSEDUR I. Menyiapkan alat-alat
A. Alat-alat steril (dalam duk steril)
- Pinset anatomi 1, pinset chirurgie 1, gunting lurus, kapas lidi,
kasa steril, kasa penekan/kasa bulat, mangkuk kecil.
B. Alat-ala tidak steril
- Gunting pembalut, plester, bengkok/kantong plastik, kain
pembalut/verband, botol alcohol 70%, desinfektan (savlon
dan betadine).
- Semua alat-alat tersedia dalam baki atau kereta pembalut
dengan kondisi baik.

II. Menyiapkan pasien:


- Memperkenalkan diri
- Menjelaskan tujuan perawatan luka
- Menjelaskan langkah perasat
- Meminta persetujuan pasien
- Menyiapkan pasien seuai dengan kebutuhan

III. Pelaksanaan
- Menempatkan alat-alat dekat penderita.
- Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan perasat.
- Pembalut dibuka dengan pinset dan dibuang pada tempatnya.
- Bekas plester dibersihkan dengan yodium bensin (memakai
kapas) arah dalam keluar.
- Luka dibersihkan dengan kapas alkohol dari arah dalam keluar.
- Kapas kotor dibuang pada tempatnya, pinset yang tidak steril
diletakkan pada bengkok dan diberi larutan desinfektan.
- Luka diolesi betadine mempergunakan lidi watter yang ditutup
dengan kasa steril lalu dibalut atau diplester dengan rapi.
- Penderita dirapikan.
- Alat dibereskan.

IV. Mencatat perkembangan keadaan luka


PROSES PENCUCIAN
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
01/Pol Bedah/2012 01 1/1
UPT.
PUSKESMAS
NUSA PENIDA I
Ditetapkan tanggal : 2-1-2012
Tanggal Terbit : Kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I
SPO 2-1-2012
PELAYANAN
dr. I Ketut Rai Sutapa
NIP. 19790401 200604 1 012
PENGERTIAN Yang dimaksud pencucian adalah proses secara fisik menghilangkan
darah, cairan tubuh atau benda asing lainnya.
TUJUAN Mencegah terjadinya kontaminasi bakteri yang berasal dari darah,
cairan tubuh, atau benda asing lainnya.
KEBIJAKAN Proses pencucian merupakan salah satu upaya untuk mencegah
terjadinya infeksi nasokomial.
PROSEDUR PROSES PENCUCIAN :
 Bilas merata dengan air bersih
 Cuci dengan deterjen dan air
 Sikat alat-alat hingga bersih
UNIT TERKAIT  Kamar operasi
 Poliklinik
 Kamar bersalin
 Unit Gawat Darurat
PENANGANAN LUKA TUSUK PAKU
No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
06/Pol Bedah/2012 01 ½
UPT.
PUSKESMAS
NUSA PENIDA I
Ditetapkan tanggal : 2-1-2012
Tanggal Terbit : Kepala UPT. Puskesmas Nusa Penida I
SPO 2-1-2012
PELAYANAN
dr. I Ketut Rai Sutapa
NIP. 19790401 200604 1 012
PENGERTIAN Tata cara mengobati luka tusuk paku
 Memberi rasa aman
 Mencegah komplikasi dan infeksi nasokomial
TUJUAN Sebagai acuan dalam melakukan pengobatan luka tusuk paku
PROSEDUR PERSIAPAN ALAT STERIL
1. Pinset anatomi
2. Pinset chirugis
3. Gunting
4. Bengkok
5. Kom kecil
6. Kassa
7. Kapas
8. Hand scoen
9. Spuit
10. Cairan NaCl
11. Mess
BAKI/POLEY BERISI ALAT-ALAT NON STERIL
1. Gunting balutan
2. Plester
3. Verban
4. Obat desinfektan dalm tempatnya (betadine )
5. Tempat sampah
6. Lidokain injeksi sebagai anasthesi
PELAKSANAAN
1. Memberitahu pasien dan keluarga
2. Perawat cuci tangan
3. Mengatur posisi ( perawat memakai handscoen )
4. Perawat membersihkan luka
5. Mendesinfektan luka dan sekitarnya dengan NaCl
6. Memberikan diklorethil atau lidokain
7. Membuat luka tusuk paku pada luka/ cros incise
8. Dikeluarkan darahnya dan dibersihkan dengan betadine
9. Tutup luka dengan kasa steril
10. Mencatat kegiatan dan hasil observasi
11. Klien dirapikan
12. Alat dibereskan dan dibersihkan
13. Perawat cuci tangan

Unit terkait
Unit Gawat darurat, Rawat inap, Poliklinik bedah