Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH SEJARAH FISIKA

Mengenal Tokoh Werner Heisenberg

MAKALAH SEJARAH FISIKA Mengenal Tokoh Werner Heisenberg Kelompok 10: 1. Romizah Marta (15034039) 2. Hillary Sri

Kelompok 10:

  • 1. Romizah Marta (15034039)

  • 2. Hillary Sri Riski

Dosen pembimbing Rahmat Hidayat, S.Pd, M.Si

JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI PADANG

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini penulis membahas mengenai, Mengenal Tokoh Werner Heisenberg”. Ini merupakan syarat untuk melengkapi tugas pada mata kuliah Seminar Fisika.

Saat menyusun makalah ini, penulis mendapatkan bantuan. Oleh itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

  • 1. Bapak Rahmat Hidayat, S.Pd, M.Si selaku dosen pembimbing pada mata kuliah Sejarah Fisika.

  • 2. Teman-teman yang telah memberi motivasi dalam pembuatan makalah ini.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat yang banyak kepada para pembaca Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Oleh itu, penulis menerima saran dari pembaca.

Padang, Desember 2018

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

1

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI ................................................................................................................

3

BAB I PENDAHULUAN

4

  • A. Latar Belakang Masalah

4

  • B. Rumusan Masalah

4

  • C. Tujuan Penulisan

4

  • D. Manfaat Penulisan

5

BAB II KAJIAN PUSTAKA

6

  • A. Profil dan Biografi Werner Heisenberg

6

  • B. Teori Heisenberg

7

  • C. Prinsip Ketidakpastian

Heisenberg...................................................................... 9

BAB III PENUTUP

10

DAFTAR PUSTAKA

11

BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang Masalah Banyak tokoh-tokoh yang merupakan ilmuwan di bidang fisika. Pengetahuan dan penemuan-penemuan mereka di bidang fisika sangat berarti. Salah satu ilmuwan dibidang fisika yaitu Werner Heisenberg. Ilmuwan di bidang fisika mempelajari perilaku dan sifat materi dalam bidang yang sangat beragam, mulai dari partikel submikroskopis yang membentuk segala materi (fisika partikel) hingga perilaku materi alam semesta satu kesatuan kosmos Beberapa sifat yang dipelajari dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua system materi yang ada. Pada saat sekarang ini, kita penting mempelajari sejarah fisika dan tokoh-tokohnya untuk mengetahui, mempelajari kejadian pada masa lalu dan dapat mengambil tindakan untuk masa depan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membahas tentang, “Mengenal Tokoh Werner Heisenberg.

  • B. Rumusan Masalah

    • 1. Bagaimana profil dan biografi Werner Heisenberg?

    • 2. Bagaimana Teori Heisenberg?

    • 3. Bagaimana Prinsip Ketidakpastian Heisenberg?

  • C. Tujuan Penulisan

    • 1. Mengetahui profil dan biografi Werner Heisenberg.

    • 2. Mengetahui Teori Heisenberg.

    • 3. Mengetahui Prinsip Ketidakpastian Heisenberg.

    • D. Manfaat Penulisan

    Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang Werner

    Heisenberg.

    BAB II KAJIAN PUSTAKA

    • A. Profil dan Biografi Werner Heisenberg Werner Heisenberg lahir di Jerman tahun 1901. Di terima gelar doctor dalam bidang fisika teoritis dari Universitas Munich tahun 1923. Dari tahun 1924 sampai 1927 dia bekerja di Kopenhagen bersama ahli fisika besar Denmark, Niels Bohr. Kertas kerja penting pertamanya tentang ihwal kuantum mekanika di terbitkan tahun 1925 an rumusnya tentang “prinsip ketiakpastian” keluar tahun 1927. Heisenberg meninggal tahun 1976 dalam usia 74 tahun. Dia hidup bersama istri dan tujuh anaknya. Berikut adalah profil Werner Heisenberg yang dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini :

    BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Profil dan Biografi Werner Heisenberg Werner Heisenberg lahir di Jerman tahun

    Gambar 1 : Profil Werner Heisenberg

    Tokoh ini dikenal sebagai ilmuwan di bidang fisika. Sumbangan- sumbangan pengetahuannya di bidang fiika sangat berarti. Pada tahun 1925 Werner Heisenberg mengajukan rumus baru di bidang fisika, suatu rumus

    yangteramat sangat radikal, jauh berbeda dalam pkok konsep dengan klasik Newton. Teori rumus baru ini seseudah mengalami beberapa perbaikan oleh orang-orang sesudah Heisenberg sungguh-sunggu berhasil dan cemerlang. Rumus itu hingga kini bukan Cuma iterima melainkan digunakan terhadap semua system fisika, tak peduli yang macam apa dan dari yang ukuran bagaimanapun.

    Dapat dibuktikan secara matematik sepanjang pengamatan hanya dengan menggunakan system makroskopik melulu, perkiraan kuantum mekanika berbeda dengan mekanika klasik dalam jumlah yang terlampau kecil untuk diukur (Atas dasar alasan ini, mekanika klasik yabg secara matematik lebih sederhana daripada kjuantum mekanika, masih dapat dipakai untuk kebanyakan perhitungan ilmiah). Tetapi. Jika berurusan dengan system dimensi atom, perkiraan tentang kuantum mekanika berbeda besar dengan mekanika klasik.

    • B. Teori Heisenberg Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg adalah apa yang terkenal dengan rumus “prinsip ketidakpastian” yang di rumuskan sendiri di tahun 1927. Prinsip itu umumnya dinggap salah satu prinsip yang paling mendalam di bidang ilmiah dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam praktek, apa yang diterapkan lewat penggunaan “prinsip ketidakpastian” ini adalah mengkhususkan batas-batas teoritis tertentu terhadap kesanggupan kita membuat ukuran-ukuran ilmiah. Akibat serta pengaruh dari sistem ini sangat dasyat. Apabila hukum dasar fisika menghambat seorang ilmuwan, bahkan dalam keadaan yang ideal sekalipun mendapatkan pengetahuan yang crmat dari suatu penyelidikan, ini disebabkan karena sifat-sifat masa depan dari sistem itu tidak sepenuhnya bisa diramalkan. Menurut “prinsip

    ketidakpastian”, tak akan ada perbaikan pada peralatan ukur kita yang akan mengijinkan kita mengungguli kesulitan ini. “Prinsip ketidakpastian” ini menjamin bahwa fisika dalam keadaannya yang lumrah, tak sanggup membikin lebih dari sekedar dugaan-dugaan statistik. Seorang ilmuwan yang menyelidiki radioaktivitas, misalnya mungkin mampu menduga bahwa satu dari setriliun atom radium, dua juta akan mengeluarkan sinar gamma dalam

    waktu sehari sesudahnya. Tetapi, Heisenberg sendiri tidak bisa mentaksir apakah ada atom radium yang khusus yang akan berbuat begitu. Dalam banyak hal yang praktis, ini bukannya satu pembahasan yang ketat. Jika menyangkut jumlah yang besar, metoda statistic sering mampu menyuguhkan basis pijakan yang dapat dipercaya untuk sesuatu langkah. Tetapi, jika menyangkut jumlah dari ukuran kecil, soalnya jadi lain. Di sini “prinsip ketidakpastian’ memaksa kita menghindar dari gagasan sebab-akibat fisika yang ketat. Ini mengedepankan suatu perubahan yang amat mendasardalam pokok filosofi ilmiah. Begiti mendasarnya sampai-sampai ilmuwan besar Eistein tak pernah mau terima prinsip ini. “Saya tidak percaya”. Suatu waktu Einstein berkata, “bahwa Tuhan main-main dengan kehancuran alam semesta.

    Tetapi ini, pada hakekatnya sebuah pertanda bahwa ahli-ahli fisika yang paling modern merasa perlu menerimanya. Jelaslah sudah dari sudut teori

    kuantum dan pada tingkat lanjut bahkan lebih besar dari “teori relativitas”,

    telah merombak konsep dasar kita tentang dunia fisika. Tetapi konsekuensi teori ini tidaklah semata bersifat filosofis.

    Diantara penggunaan praktisnya, dapat dilihat pada peralatan modern

    seperti mikroskop electron, laser dan transistor. Teori kuantum juga secara luas digunakan dalam bidang fisika nuklir dan tenaga atom. Ini membentuk

    membentuk pengetahuan kita tentang bidang “ spectroscopy ” (alat

    memprodusir dan meneliti spektra cahaya) dan ini di gunakan secara luas di

    sector astronomi dan kimia. Dan juga di manfaatkan dalam penyelidikan teoritis dalam masalah yang topiknya beraneka raga, seperti kualitas khusus cairan belium dasar susunan intern binatang-binatang, daya penambahan kekuatan magnit dan radio aktivitas.

    • C. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg

      • 1. Untuk dapat mengamati elektron, maka elektron harus ditembaki dengan foton dengan panjang gelombang yang pendek, sehingga menghasilkan frekuensi tinggi dan energy yang tinggi.

      • 2. Apabila foton mengenai electron, maka akan menyebabkan gerakan dan kecepatan elektron berubah.

      • 3. Menurut Heisenberg adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui posisi dan kecepatan suatu objek secara bersamaan dengan tepat.

      • 4. Persamaan Heisenberg : ∆x. ∆v ≥

    h

    4xm

    • 5. Semakin kecil massa objek, ketidakpastian posisi dan kecepatannya semakin besar.

    • 6. Berikut adalah gambar ketidakpastian Heisenberg.

    sector astronomi dan kimia. Dan juga di manfaatkan dalam penyelidikan teoritis dalam masalah yang topiknya beraneka
    • A. Kesimpulan

    BAB III

    PENUTUP

    • 1. Werner Heisenberg lahir di Jerman tahun 1901. Di terima gelar doctor dalam bidang fisika teoritis dari Universitas Munich tahun 1923. Dari tahun 1924 sampai 1927 dia bekerja di Kopenhagen bersama ahli fisika besar Denmark, Niels Bohr. Kertas kerja penting pertamanya tentang ihwal kuantum mekanika di terbitkan tahun 1925 an rumusnya tentang

    “prinsip ketiakpastian” keluar tahun 1927. Heisenberg meninggal tahun

    1976 dalam usia 74 tahun.

    • 2. Salah satu konsekuensi dari teori Heisenberg adalah apa yang

    terkenal dengan rumus “prinsip ketidakpastian” yang di rumuskan

    sendiri di tahun 1927. Prinsip itu umumnya dinggap salah satu prinsip yang paling mendalam di bidang ilmiah dan paling punya daya jangkau jauh. Dalam praktek, apa yang diterapkan lewat penggunaan “prinsip ketidakpastian” ini adalah mengkhususkan batas-batas teoritis tertentu terhadap kesanggupan kita membuat ukuran-ukuran ilmiah.

    • 3. Menurut Heisenberg adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui posisi dan kecepatan suatu objek secara bersamaan dengan tepat.

    Persamaan Heisenberg : ∆x. ∆v ≥

    h

    4xm

    • B. Saran

    Semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan

    bagi yang membacanya.

    DAFTAR PUSTAKA

    https://en.wikipedia.org/wiki/Werner_Heisenberg, diakses pada 3 Desember 2018, pukul 16.00 WIB.

    https://usaha321.net/prinsip-ketidakpastian-heisenberg.html, diakses pada 3 Desember 2018, pukul 16.10 WIB.