Anda di halaman 1dari 15

Nama : Febi Clara Neti

NIM : 16005059

UJIAN TENGAH SEMESTER


MK : Profesi PLS
SEMESTER : Juli – Desember 2017
PRODI : Pendidikan Luar Sekolah (S1)
DOSEN : Prof. Dr. Jamaris, M.Pd
Hari/Tgl : Rabu, 01 Nopember 2017
WAKTU : 07.00 – 09.00 wib
SIFAT UJIAN: Tertutup (dalam kelas tanpa buka buku
dan tidak buka internet)
1. Isi tabel di bawah ini :

ASPEK IDENTIFIKATOR EVALUATOR SUPERVISOR


NO
Ruang lingkup kerja 1.Melakukan identifikasi 1.Melaksanakan serta 1. Mengawasi dan
1.
program yang mengevaluasi data atau mendampingi, yaitu seorang
dilaksanakan. informasi tentang keberhasilan supervisor bekerja mengawasi
2. Mencari serta pembelajaran yang telah bawahannya dalam
mengumpukan data agar dilakukan dan berfungsi dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
suatu yang akan di memerankan perannya sebagai 2. Memberi pengarahan sesuai
identifikasi dapat berjalan evaluator. dengan materi atau informasin
dengan lancar. 2. Membibing mengarahkan kebawahan atas tanggung jawab
3. Menghimpun data untuk peserta didik dalam agar mencapai target QCDSME
pelaksanaan identifikasi melaksanakan tugasnya. (Cost, Delivery, Safety, Morale,
agar seorang identifikator 3. mendidik peserta didik dalam Environtment.
lebih mudah dalam mencapaian tujuan 3. Menjalankan perintah /
mekukan identifikasi pembelajaran yang diinginkan. kebijakan atasan.

Kompetensi
2. 1. Harus memiliki 1. Harus memiliki Kompetensi 1. Harus memiliki kompetensi
Kompetensi profesional, profesional, yaitu seorang profesional, yaitu seorang
yaitu seorang identifikator evaluator bertindak sesuai supervisor bertindak sesuai
bertindak sesuai dengan dengan norma agama, sosial dengan norma agama, sosial
norma agama, sosial dan dan budaya yang ada di dan budaya yang ada di
budaya yang ada di masyarakat. Menampilkan diri masyarakat. Menampilkan diri
masyarakat. Menampilkan sebagai pribadi yang arif dan sebagai pribadi yang arif dan
diri sebagai pribadi yang berwibawa. berwibawa.
arif dan berwibawa. 2. Harus memiliki Kompetensi 2. Harus memiliki Kompetensi
2. Harus memiliki Sikap sosial, yaitu seorang evaluator sosial, yaitu seorang supervisor
Kompetensi sosial, yaitu mampu dalam berkomunikasi mampu dalam berkomunikasi
seorang identifikator baik dengan masyarakat dan baik dengan masyarakat dan
mampu dalam lingkungannya. lingkungannya.
berkomunikasi baik dengan 3. Harus memiliki Kompetensi 3. Harus memiliki Kompetensi
masyarakat dan kepribadian, yaitu seorang kepribadian, yaitu seorang
lingkungannya. evaluator mencakup sikap, supervisor mencakup sikap,
3. Harus memiliki nilai-nilai, kepribadian sebagai nilai-nilai, kepribadian sebagai
kompetensi kepribadian, elemen perilaku dalam elemen perilaku dalam
yaitu seorang identifikator kaitannya dengan penampilan kaitannya dengan penampilan
mencakup sikap, nilai-nilai, yang ideal sesuai dengan yang ideal sesuai dengan
kepribadian sebagai elemen aktifitas yang dijalaninya. aktifitas yang dijalaninya.
perilaku dalam kaitannya
dengan penampilan yang
ideal sesuai dengan
aktifitas yang dijalaninya.
Kelompok Sasaran
3. Semua lapisan masyarakat. Semua lapisan masyarakat. Suatu organisasi.
Metode kerja 1. 1. Observasi
4. 1. Evaluasi untuk Menentukan 1. Planning ( perencanaan )
2. Merupakan teknik Keberhasilan Siswa
identifikasi anak-anak Langkah-langkah yang harus
berkebutuhan khusus yang Sebagai kegiatan yang ditempuh dalam perencanaan
ada di kelas atau sekolah bertujuan untuk menilai adalah :
secara sistematis. keberhasilan siswa, evaluasi a. Menentukan tujuan / sasaran
Observasi dapat dilakukan memegang peranan yang sangat yang hendak dicapai ( kuantitas,
secar langsung ataupun penting. Sebab, melalui evaluasi kualitas dan waktu )
tidak lansung, dalam arti guru dapat menentukan apakah b. Mengembangkan beberapa
melakukan observasi secara siswa yang diajarnya sudah alternatif / pilihan kegiatan serta
langsung terhadap obyek memiliki kompetensi yang telah menentukan sumberdaya yang
atau siswa dalam ditetapkan, sehingga mereka
dibutuhkan untuk mencapai
lingkungan yang wajar, apa layak diberikan program sasaran.
adanya dalam aktivitas pembelajaran baru atau malah
kesehariannya. Observasi sebaliknya siswa belum bisa c. Memilih alternatif kegiatan
tidak langsung, dilakukan mencapai standar minimal, yang terbaik ditinjau dari
dengan menciptakan sehingga perlu diberikan sasaran yang ingin dicapai dan
kondisi yang diinginkan program remedial. kebutuhan sumberdayanya.
untuk observasi, mnisalnya d. Menentukan /
Sering seorang guru
anak diminta untuk mempersiapkan langkah-
beranggapan bahwa evaluasi
melakukan sesuatu, langkah pencegahan dan
sama dengan melakukan tes,
bebicara, menulis, pemecahan bila terjadi
artinya guru telah melakukan
membaca, atau lainnya gangguan pada pelaksanaan
evaluasi manakala ia telah
untuk selanjutnya diamati rencana.
melaksanakan tes. Hal ini
dan dicatat hasilnya. kurang tepat, sebab evaluasi 2. Organizing (
Obsevasi dapat dilakukan adalah suatu proses untuk pengorganisasian )
secara partisipan dalam menentukan nilai atau makna
artian apabila orang yang Adalah menentukan / mengatur
tertentu pada sesuatu yang
melakukan observasi turut penggunaan sumberdaya yang
dievaluasi. Dengan demikian tes
mengambil bagian yang dimiliki. Dalam
hanya salah satu cara yang
diobservasi. Dan pengorganisasian mencakup
dapat dilakukan untuk
nonpartisipan, apabila kegiatan-kegiatan seperti :
menentukan makna tersebut.
orang yang melakukan
observasi berada diluar Contoh : a. Mengatur penggunaan alat,
situasi yang sedang mesin serta fasilitas dan
Si Otong berdasarkan hasil tes sumberdaya yang lain.
diobservasi, ini ia memperoleh skor yang bagus,
dimaksudkan agar tidak berdasarkan hasil observasi ia b. Mengatur pelaksanaan tugas
menimbulkan kecurigaan dapat menerapkan ilmunya diantara anggota-anggota
bagi anak yang diobservasi. dalam kehidupan sehari-hari, kelompok kerja ( pembagian
berdasarkan wawancara ia tugas )
2. Wawancara
benar-benar tidak mengalami c. Menentukan uraian tugas
Merupakan teknik untuk kesulitan tentang bahan untuk para pelaksana.
mempoeroleh informasi pelajaran yang telah dipelajari.
mengenai keberadaan anak- Berdasarkan rangkaian evaluasi 3. Actuating ( pelaksanaan )
anak berkebutuhan khusus, diatas akhirnya guru dapat Istilah pelaksanaan dalam
dalam upaya melakukan menentukan bahwa si Otong pengertian manajemen
identifikasi. Dapat pantas diberi program mencakup beberapa hal antara
menggunakan meteri pembelajaran baru. lain :
instrumen observasi
Dilain pihak si Ocol telah a. Memberi intruksi / perintah
sebagai paduan dalam
melakukan wawancara. Hal berhasil menguasai kompetensi dan pengarahan.
ini kan mempermudah bagi seperti yang diharapkan, namun b. Memberikan motivasi /
berdasarkan hasil wawancara
guru dalam memfokuskan semangat / dorongan kerja.
dan observasi ia tidak
informasi yang ingin
menunjukkan perubahan prilaku c. Memberikan bimbingan dan
diperoleh., juga dapat
mengembangkan instrumen yang signifikan, misalnya dalam pembinaan.
kemampuan berfikir, maka
sebagai panduan dalam 4. Controlling ( pengendalian )
dapat saja guru menentukan
wawancara sesuai dengan
tujuan yang lebioh spesisif bahwa proses pembelajaran Pengendalian mempunyai arti
dianggap belum berhasil. lebih luas daripada pengawasan,
yang ingin diperoleh
informasinya, yang 2. Evaluasi untuk Menentukan karena pengendalian meliputu
mungkin dapat melengkapi Keberhasilan Guru kegiatan pencegahan.
data observasi. a. Mengumpulkan informasi /
Evaluasi dilakukan bukan hanya
3. Tes untuk siswa, akan tetapi dapat data tentang kemajuan / hasil.
digunakan untuk menilai kinerja b. Membandingkan pelaksanaan
Merupakan suatu cara utuk
guru itu sendiri. Berdasarkan / hasil dengan sasaran yang
melakukan penilaian yang
hasil evaluasi apakah guru telah telah ditentukan dalam rencana
berupa suatu tugas atau
melaksanakan proses serta melihat apakah terjadi
serangkaian tugas yang
pembelajaran sesuai dengan
harus dikerjakan oleh anak, perencanaan atau belum, apa penyimpangan.
yang akan menghasilkan sajakah yang perlu diperbaiki. c. Menganalisa penyimpangan
suatu nilai tentang Evaluasi untuk menentukan yang terjadi serta mencari
kemampuan atau perilaku keberhasilan guru tentu saja sebab-sebabnya.
anak yang bersangkutan. tidak sekompleks untuk menilai
Bentuk tes berupa suatu keberhasilan siswa, baik dilihat d. Mengambil tindakan yang
tugas yang berisi dari aspek waktu pelaksanaan perlu untuk memperbaiki
pertanyaan-pertanyaa atau maupun dilihat dari aspek kesalahan, mencegah semakin
perintah-perintah yang pelaksanaan. Biasanya evaluasi meluasnya penyimpangan
harus dikerjakan anak, ini dilakukan setelah proses ataupun meningkatkan hasil
untuk selanjutnya dinilai pembelajaran berakhir, atau palaksanaan tugas.
hasilnya. yang biasa disebut dengan post-
tes.
Melalu tes ini guru akan
memperoleh informasi
pendukung dalam
menafsirkan keberadaan
seorang anak, apakah
berkebutuhan khusus atau
tidak.
Media kerja Alat-alat yang digunakan Alat-alat yang diperlukan dalam Logbook yaitu jika ada
3.
adalah seperti kamera evaluator yaitu sebuah buku masalah, maka masalah ini
untuk melakukan teknik bimbinga agar seorang evauator dapat dijelaskan melalui
obseravsi, alat perekam lebih pintar dalam logbook uang tersimpan
untuk melakukuan teknik mengevaluasi suatu pekerjaan diruangan supervisor.
wawancara dan alat untuk atau apa yang dilakukan peserta
melakukan tes seperti tes didik.
psikologi.
Cara mengevaluasi Melakukan pengevaluasi Melakukan uji kompetensi. Melakukan uji kompetesi.
4.
dengan melihat teknik yang
dilakukan seperti observasi,
wawancara dan tes.
Tempat pelaksanaan Dilingkugan masyarakat. Dilingkungan masyarakat Disuatu kelompok organisasi.
5.
ataupun dilembaga PLS.

Jelaskan dan contohkan masing-masing yang ada dalam kolom di atas.

2. Isi tabel di bawah ini

NO ASPEK INSTRUKTUR PELATIH PENDAKWAH


Ruang lingkup kerja 1. Mengajar peserta didik 1. Mengajar peserta didik dalam 1. Menyiarkan tentang agama
6.
dalam pelatihan agar teknik latihan atau keterampilan dengan melkukan suatu
peserta didik paham yang akan dilakukan. dakwah.
terhadap apa yang harus 2. Melatih peserta didik dalam 2. mengajak, yaitu mengajak
dilakukannya. melakukan keterampilan atau masyarakat agar lebih mau
2. Melatih peserta didik latihan yang dilakukan. dalam melakukan hal-hal yang
dalam melakukan 3. Mengarahkan peserta didik berkaitan dengan keagamaan.
pembinaan dalam dalam melakukan atau 3. Mendidik, yaitu dengan
pelatihan. melaksanakan latihan. melakukan dakwah maka
3. Membimbing dengan sendirinya masyarakat
membimbing peserta didik paham dari apa yang belum
dalam pelatihan agar mereka ketahui dengan apa
peserta didik mampu yang telah mereka dengarkan
melakukan tugasnya dari apa yang disampaikan si
dengan baik. pendakwah.
Kompetensi
7. 1. Harus memiliki 1. Harus memiliki Kompetensi 1. Harus memiliki Kompetensi
Kompetensi profesional, profesional, yaitu seorang profesional, yaitu seorang
yaitu seorang instruktur pelatih bertindak sesuai dengan pendakwah bertindak sesuai
bertindak sesuai dengan norma agama, sosial dan dengan norma agama, sosial
norma agama, sosial dan budaya yang ada di masyarakat. dan budaya yang ada di
budaya yang ada di Menampilkan diri sebagai masyarakat. Menampilkan diri
masyarakat. Menampilkan pribadi yang arif dan sebagai pribadi yang arif dan
diri sebagai pribadi yang berwibawa. berwibawa.
arif dan berwibawa. 2. Harus memiliki Kompetensi 2. Kompetensi sosial, yaitu
2. Harus memiliki sosial, yaitu seorang pelatih seorang pendakwah mampu
Kompetensi sosial, yaitu mampu dalam berkomunikasi dalam berkomunikasi baik
seorang instruktur mampu baik dengan masyarakat dan dengan masyarakat dan
dalam berkomunikasi baik lingkungannya. lingkungannya.
dengan masyarakat dan 3. Harus memiliki Kompetensi 3.Harus memiliki Kompetensi
lingkungannya. kepribadian, yaitu seorang kepribadian, yaitu seorang
3. Harus memiliki pelatih mencakup sikap, nilai- pendakwah mencakup sikap,
Kompetensi kepribadian, nilai, kepribadian sebagai nilai-nilai, kepribadian sebagai
yaitu seorang instruktur elemen perilaku dalam elemen perilaku dalam
mencakup sikap, nilai-nilai, kaitannya dengan penampilan kaitannya dengan penampilan
kepribadian sebagai elemen yang ideal sesuai dengan yang ideal sesuai dengan
perilaku dalam kaitannya aktifitas yang dijalaninya. aktifitas yang dijalaninya.
dengan penampilan yang
ideal sesuai dengan
aktifitas yang dijalaninya.

Kelompok Sasaran/ Peserta Orang yang memerlukan


8. Orang yang memiliki Semua lapisan masyarakat.
didik pelatihan. ketarmpilan yang akan dilatih.
Metode yang digunakan
9. Yaitu dengan metode 1.Metode ceramah Pertama, dakwah Fardiah
intruktur pebicara yaitu, merupakan metode dakwah
Ceramah melibatkan trainer
instruktur yang yang dilakukan seseorang
berkomunikasi melalui kata-
menyampaikan materi kepada orang lain (satu orang)
kata lisan dengan peserta
pelatihan kepada peserta atau kepada beberapa orang
pelatihan. Format ceramah
secara langsung dengan dalam jumlah yang kecil dan
berguna karena mudah
metode penyampaian yang terbatas.
digunakan dengan peserta
tertentu. Dan metode pelatihan dalam jumlah besar. Kedua, dakwah Ammah yang
instruktur pemandu yaitu, dilakukan oleh seseorang
2.Metode Praktek
instruktur yang memandu dengan media lisan yang
Yaitu melakukan praktek apa
acara penyampaian materi ditujukan kepada orang banyak
yang telah diajarkan oleh
pelatihan kepada para dengan maksud menanamkan
pelatih.
peserta melakukan pengaruh kepada mereka.
pengaturan proses belajar Mereka biasanya
mengajar dalam pelatihan menyampaikan khotbah
tersebut. (pidato).
Ketiga, dakwah bil-Lisan, yakni
penyampaian informasi atau
pesan dakwah melalui lisan
(ceramah atau komunikasi
langsung antara subyek dan
obyek dakwah). Keempat,
dakwah bil-Haal, dengan
mengedepankan perbuatan
nyata.
Yang kelima, dakwah bit-
Tadwin, atau pola dakwah
melalui tulisan, baik dengan
menerbitkan kitab-kitab, buku,
majalah, internet, koran, dan
tulisan-tulisan yang
mengandung pesan dakwah.
Keenam adalah dakwah bil
Hikmah, yang berdakwah
dengan cara arif bijaksana,
semisal melakukan pendekatan
sedemikian rupa sehingga pihak
obyek dakwah mampu
melaksanakan dakwah atas
kemauannya sendiri, tidak
merasa ada paksaan, tekanan
maupun konflik.
Media yang digunakan Alat-alat yang diperlukan Alat-alat yang digunkan untuk Materi yang digunakan untuk
1.
dalam melakukan pelatihan latihan. melakukan kegiatan berdakwah.
dan uji kompetensi.
Cara mengevaluasi Dengan melakukan uji Melakukan praktek atau Dengan cara melakukan
2.
kompetensi den kempuan melakukan apa yang kegiatan Tanya jawab antara
keterampilan. telah dilatih. pendengar dakwah dan
pendakwah.
Tempat pendidikan/ Ditempat kursus atau Ditempat pelatihan. Dimesjid dan lingkungan
3.
pelaksanaan pelatihan. masyarkat.

Jelaskan dan contohkan masing-masing yang ada dalam kolom di atas

3. Isi tabel di bawah ini

NO ASPEK FASILITATOR MOTIVATOR ANDRAGOG


Ruang lingkup kerja 1. Memfasilitasi, yaitu 1. Memotivasi, yaitu memiliki 1. Mendidik, yatu seoarang
1.
seseorang yang membantu profesi atau pencaharian dari andragogy melakukan atau
sekelompok orang memberikan motivasi kepada mempunyai seni dalam
memahami tujuan bersama orang lain. Pemberian motivasi mendidik orang dewasa.
mereka dan membantu ini biasanya melalui pelatihan 2. Mengarahkan orang dewasa
mereka membuat rencana (training) , namun bisa juga dalam melakukan pembelajaran.
guna mencapai tujuan melalui mentoring, coaching 3. Mengajar orang dewasa agar
tersebut tanpa mengambil atau counselling. orang dewasa tersebut paham
posisi tertentu dalam 2. Mendidik peserta didik dalam atas apa materi yang mereka
diskusi. melakukan atau melaksanakan inginkan.
2.. Mendidik peserta didik tugasnya.
dalam melakukan atau 3. Mengajar peserta didik
melaksanakan tugasnya. dengan cara memotivasi peserta
3. Mengajar, dengan didik percaya atas kemampuan
mengajar peseta didik yang dimilikinya.
seorang fasilitator telah
memfasilitasi peserta didik
dengan adanya seorang
guru atau pengajar.
Kompetensi
2. 1.Harus memiliki 1.Harus memiliki Kompetensi 1. Harus memiliki Kompetensi
Kompetensi profesional, profesional, yaitu seorang profesional, yaitu seorang
yaitu seorang fasilitator motivator bertindak sesuai andragog bertindak sesuai
bertindak sesuai dengan dengan norma agama, sosial dengan norma agama, sosial
norma agama, sosial dan dan budaya yang ada di dan budaya yang ada di
budaya yang ada di masyarakat. Menampilkan diri masyarakat. Menampilkan diri
masyarakat. Menampilkan sebagai pribadi yang arif dan sebagai pribadi yang arif dan
diri sebagai pribadi yang berwibawa. berwibawa.
arif dan berwibawa. 2.Harus memiliki Kompetensi 2. Harus memiliki Kompetensi
2.Harus memiliki sosial, yaitu seorang motivator sosial, yaitu seorang andragog
Kompetensi sosial, yaitu mampu dalam berkomunikasi mampu dalam berkomunikasi
seorang fasilitator mampu baik dengan masyarakat dan baik dengan masyarakat dan
dalam berkomunikasi baik lingkungannya. lingkungannya.
dengan masyarakat dan 3. Harus memiliki Kompetensi 3. Harus memiliki Kompetensi
lingkungannya. kepribadian, yaitu seorang kepribadian, yaitu seorang
3. Harus memiliki motivator mencakup sikap, andragog mencakup sikap,
Kompetensi kepribadian, nilai-nilai, kepribadian sebagai nilai-nilai, kepribadian sebagai
yaitu seorang fasilitator elemen perilaku dalam elemen perilaku dalam
mencakup sikap, nilai-nilai, kaitannya dengan penampilan kaitannya dengan penampilan
kepribadian sebagai elemen yang ideal sesuai dengan yang ideal sesuai dengan
perilaku dalam kaitannya aktifitas yang dijalaninya. aktifitas yang dijalaninya.
dengan penampilan yang
ideal sesuai dengan
aktifitas yang dijalaninya.

Kelompok Sasaran/ Peserta Semua lapisan masyrakat.


3. Semua lapisan masyarakat. Orang dewasa yang
didik membutuhkan pendidikan.
Metode yang digunakan
4. 1.Metode Andragogi 1. Metode yang digunakan 1.Tahap pembinaan keakraban.
dapat membangkitkan motif,
Berasal dari dua kata yaitu Tahap ini bertujuan
minat atau gairah belajar murid.
andra yang berarti dewasa mengkondisinikan peserta didik
dan agogos yang bermakna 2. Metode yang digunakan supaya saling mengenal antara
memimpin. Berarti metode dapat menjamin perkembangan satu dengan yang lainnya
andragogi yaitu cara kegiatan kepribadian murid. sehingga tumbuh suasana akrab
fasilitasi model orang antar peserta didik dan antara
3. Metode yang digunakan
dewasa. Teknik ini peserta didik dengan pendidik.
dapat memberikan kesempatan
mangutamakan peran dari
kepada murid untuk (Teknik-teknik pembelajaran
audiens dan tugas fasilitator mewujudkan hasil karya. yang dapat digunakan antara
hanya mengarahkan, lain adalah: Diad, Triad, Kartu
mempermudah kerumitan, 4. Metode yang digunakan
sejoli, Pengajuan harapan,
dan berusaha dapat merangsang keinginan
pembentukan tim atau Pecahan
menyimpulkan ide gagasan siswa untuk belajar lebih lanjut,
bujur sangkar (Broken Square).
terserak yang keluar dari melakukan eksplorasi dan
pemikiran audiens. Metode inovasi. 2. Tahap identifikasi kebutuhan,
ini tepat jika audiens yang sumber-sumber dan
5. Metode yang digunakan
dihadapi sudah mempunyai kemungkinan hambatan.
dapat mendidik murid dalam
bekal yang cukup atas teknik belajar sendiri dan cara Tahap ini bertujuan memotivasi
materi-materi yang akan memperoleh ilmu pengetahuan peserta didik sehingga kegiatan
disampaikan dan biasanya melalui usaha pribadi. pembelajaran dirasakan menjadi
diterapkan dalam lembaga milik mereka bersama.
pendidikan tingkat atas dan 6. Metode yang digunakan
Identifikasi kebutuhan
pendidikan tinggi. dapat meniadakan penyajian
dilakukan dengan menghimpun
yang bersifat verbalitas dan
Ibarat proses pengisian air informasi melalui pernyataan
menggantinya dengan
dalam gelas, dalam metode pengalaman atau situasi yang yang disampaikan peserta didik
ini fasilitator beranggapan nyata dan bertujuan. tentang pengetahuan,
bahwa audiens adalah keterampilan, sikap dan nilai-
7. Metode yang digunakan
sebuah gelas yang sudah nilai yang ingin mereka peroleh
dapat menanamkan dan
terisi air tetapi belum dalam pembelajaran. (Teknik-
mengembangkan nilai-nilai
penuh. Tugas fasilitator teknik pembelajaran yang dapat
serta sikap-sikap utama yang
adalah memenuhi gelas dilakukan dalam tahap ini
diharapkan dalam kebiasaan
tersebut dan kalau bisa adalah: sadap pendapat, diskusi
cara bekerja yang baik dalam
sampai tumpah dengan cara kehidupan sehari-hari. (Ahmadi, kelompok, nominal group
mengeksplorasi ide dari process, lembar isian
Abu. Prastya, Joko T, 2005)
audiens. Feed back (umpan kebutuhan,kartu SKBM
balik) sangat mendukung (Sumber dan Kebutuhan Belajar
metode ini dengan harapan Masyarakat), wawancara, dsb.)
fasilitator tidak 3.Tahap perumusan tujuan
mendominasi forum. pembelajaran
2.Metode paedagogi Tahap ini bertujuan untuk
Yaitu kebalikan dari membantu peserta didik untuk
andragogi. Di sini, peran menyusun dan menetapkan
fasilitator lebih aktif dari tujuan pembelajaran. Tujuan
pada audiens sekaligus pembelajaran dirumuskan
menjadi sumber informasi. berdasarkan hasil-hasil
Metode yang kerap dipakai diagnosis kebutuhan belajar,
adalah ceramah. Sangat sumber-sumber dan
cocok ketika diterapkan di kemungkinan hambatan dalam
lembaga pendidikan kanak- pembelajaran. (Teknik-teknik
kanak maupun pendidikan yang digunakan antara lain
dasar. Gaya top down (dari adalah: diskusi kelompok,
atas ke bawah) nominal group process, delphi,
mendominasi berjalannya sadap pendapat, analisis tugas,
forum. atau pilihan quota (Q-sort).
4.Tahap penyusunan program
pembelajaran
Tahap ini bertujuan melibatkan
peserta didik dalam
menyatakan, memilih,
menyusun dan menetapkan
program pembelajaran yang
akan mereka lakukan. Program
pembelajaran ini mencakup
materi yang akan dipelajari,
metode-teknik-media
pembelajaran, tenaga
kependidikan, fasilitas dan alat,
waktu pembelajaran, serta daya
dukung lainnya. (Teknik-teknik
pembelajaran yang dapat
digunakan dalam tahap ini
antara lain: model tingkah laku,
diskusi kelompok, analisis tugas
dan simulasi.)
5.Tahap pelaksanaan progran
pembelajaran
Tahap ini bertujuan melibatkan
peserta didik dalam proses
pembelajaran sesuai dengan
program pembelajaran yang
telah mereka sepakati. Dalam
pelaksanan pembelajaran,
peserta didik bertugas untuk
melakukan kegiatan belajar,
sedangkan tugas pendidik
adalah membelajarkan atau
membantu peserta didik
melakukan kegiatan belajar.
(Teknik-teknik pembelajaran
yang dapat dilakukan dalam
tahapan ini antara lain: Jawaban
terinci, cawan ikan, diskusi,
analisis masalah kritis, situasi
hipotensis, study kasus,
kunjungan studi, bermain peran,
atau simulasi.)
6.Tahap penilaian program
pembelajaran
Tahap ini bertujuan melibatkan
peserta didik dalam penilaian
terhadap proses, hasil, dan
pengaruh pembelajaran.
Penilaian adalah upaya
pengumpulan, pengolahan,
analisis dan penyajian data atau
informasi sebagai masukan bagi
pengambilan keputusan tentang
program pembelajaran.
(Teknik-teknik pembelajaran
yang dapat digunakan dalam
tahap ini antara lain: jawab
terperinci, cawan ikan, lempar
pendapat, diskusi terfokus,
angket, wawancara dan atau
observasi.)
Media yang digunakan Alat-alat yang diperlukan Yaitu sebuah buku motivasi Yaitu alat-alat yang dignakan
5.
dalam memfasilitasi peserta untuk panduan seoarang dalam mendidik orang dewasa
didik. motivator dalam memotivasi seperti buku panduan dan bahan
peserta didiknya. ajar.
Cara mengevaluasi Dengan melakukan uji Dengan melakukan wawancara Dengan melakukan wawancara
6.
kompetensi. dan observasi. dan, observasi.
Tempat pendidikan/ Dilingkungan masyarakat Dilingkungan masyarakat atau Ditempat belajar orang dewasa
7.
pelaksanaan atau lembaga satuan PLS. lembaga satuan PLS. seperti lembaga satuan PLS

Jelaskan dan contohkan masing-masing kolom di atas.

4. Jelaskan pengertian profesi pendidik keahlian PLS, Profesi pengelola program PLS, dan profesi pendidik PLS.
Jawab :
a. Profesi pendidik keahlian PLS adalah orang yang pekerjaannya mengajar, melatih, mendidik yang memiliki keahlian, keterampilan
dan kejuruan yang bisa memberikan kepada warga belajar dalam satuan, lembaga atau program PLS. Contonya yaitu tutor, intruktur
dan pelatih.
b. Profesi pengelola program PLS adalah orang yang pekerjaannya mengidentifikasi, menyusun / merancang, mengkoordinir,
melaksanakan, mengevaluasi, mengembangkan program-program yang ada disuatu lembaga dinas, satuan lembaga, satuan
pendidikan luar sekolah. Contohnya yaitu Diklat.
c. Profesi pendidik PLS adalah orang yang pekerjaannya mengajar, mendidik, melatih, memnimbing, peserta didik dengan
menggunakan keahlian PLS / keahlian pendidikan orang dewasa pada lembaga / satuan / program PLS / PNF. Contohnya yaitu
pamong belajar, penyuluh.

SELAMAT BEKERJA….. !!!!!