Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH SIKLUS KEHIDUPAN KONSEPSI, BAYI, DAN BALITA

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas pertama, pada mata kuliah
ASUHAN KELUARGA BERENCANA DAN KESEHATAN REPRODUKSI
Oleh :
Anis Fadhylah ( P07124215041 / D IV B)
Annisa Bekti Tarisma ( P07124215042 / D IV B )
Anisa Fitri Akmal ( P07124215043 / D IV B )
Aunana Finnajakh ( P07124215044 / D IV B )
Cathrine Aprilia Hendraswari ( P07124215045 / D IV B )
Dea Surya Lakshita ( P07124215046 / D IV B )
Ellis Tio Cindi Saputri ( P07124215047 / D IV B )
Endah Dwi Yulianingrum ( P07124215048 / D IV B )

JURUSAN D IV KEBIDANAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES YOGYAKARTA

2016 / 2017
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum.wr.wb.
Dengan mengucap puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan
kemudahan kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan
penyusunan karya tulis ilmiah yang berjudul ” Makalah Siklus Kehidupan
Konsepsi, Bayi, dan Balita”.

Makalah ini disusun sebagai salah satu komponen penugasan dalam mata
kuliah Asuhan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi.

Penyusun menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidak lepas dari


bantuan pihak lain. Oleh karena itu, penyusun ingin menyampaikan ucapan
terima kasih kepada :

1. Direktur Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

2. Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

3. Niken Meilani, SSiT, M.Kes, selaku dosen pembimbing karya tulis ini

4. Kedua orang tua kami yang telah memberikan dukungan serta doa restu

Seperti kata pepatah ” Tak Ada Gading Yang Tak Retak ”, seperti itu pula
karya tulis ini. Maka, penyusun membuka tangan selebar-lebarnya kepada pihak
yang ingin memberi kritik dan saran demi kebaikan karya tulis ini. Semoga
berguna bagi kemajuan penyusun dan pembaca.

Wassalamu’alaikum.wr.wb.

Yogyakarta, Maret 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................ 1
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................... 1
C. Tujuan.......................................................................................... 2
D. Manfaat....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3
A. Perubahan yang Terjadi Pada Fase Konsepsi.............................. 3
B. Perubahan Yang Terjadi pada Fase Bayi ................................... 8
C. Faktor yang mempengaruhi setiap fase pada Bayi ..................... 10
BAB III PENUTUP..................................................................................... 14
A. Kesimpulan................................................................................. 14
B. Saran............................................................................................ 14
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 15

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Manusia adalah insan yang diciptakan Tuhan dengan siklus yang


berurutan. Siklus tersebut dimulai dari konsepsi kemudian bayi berkembang
menjadi anak terus tumbuh sebagai remaja kemudian dewasa dan pada
akhirnya lansia. Tentunya ilmu tersebut sangat menarik untuk dipelajari.
Seiring berjalannya waktu yang terus berputar, tentunya siklus-siklus tersebut
mengalami perubahan yang terjadi lambat namun pasti baik dari segi fisik
maupun psikisnya. Antara pria dan wanita, mengalami siklus kesehatan yang
berbeda, siklus kesehatan wanita dirasa lebih rumit daripada siklus
kesehatan pria. Hal ini salah satunya dikarenakan pria dan wanita mempunyai
organ reproduksi yang berbeda. Oleh karena itu siklus kesehatan antara pria
dan wanita tidaklah sama.

Konsepsi sebagai awal mula bertemunya sel telur dan sel sperma.
Peristiwa ini menjadi awal mula terbentuknya sebuah manusia. Bayi di anggap
sebagai masa dasar, karena merupakan dasar periode kehidupan yang
sesungguhnya. Perkembangan bayi selanjutnya yaitu masa keemasan yang
sering disebut balita. Balita adalah bayi yang berada pada rentang usia 0-5
tahun. Ketiga siklus tersebut membuktikan bahwa perubahan dalam siklus
terjadi pasti dan tidak monoton.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan konsepsi, bayi dan balita ?

2. Apa saja perubahan yang terjadi pada fase konsepsi, bayi dan balita ?

3. Apa saja faktor yang mempengaruhi pada fase konsepsi, bayi dan balita ?

4. Apa saja permasalahan kesehatan reproduksi yang terjadi konsepsi, bayi dan
balita ?

1
C. Tujuan

1. Untuk mengetahui definisi konsepsi, bayi dan balita

2. Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada fase konsepsi, bayi dan balita

3. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pada fase konsepsi, bayi dan
balita

4. Untuk mengetahui permasalahan kesehatan reproduksi yang terjadi konsepsi,


bayi dan balita

2
BAB II

ISI

A. Perubahan yang Terjadi Pada Fase Konsepsi

Pembuahan terjadi ketika satu sel sperma tunggal dari laki-laki bergabung
dengan satu ovum (sel telur) di dalam saluran indung telur ke dalam
kandungan perempuan dalam proses yang disebut “pembuahan” fertilization”.
Sel telur yang dibuahi disebut “zigot” Pada saat zigot mengkahiri
perjalanannya yang tiga hingga empat hari melalui saluran indung telur ke
dalam kandungan dan mencapai kandungan, sel telur pecah menjadi sekitar 12
hingga 16 sel (Santrock,2002).

Waktu pembuahan dapat dianggap sebagai salah satu yang terpenting


dalam kehidupan manusia. Alasannya ialah bahwa empat kondisi yang sangat
penting memberi pengaruh yang besar, baik secara langsung maupun tidak,
pada perkembangan individu yang baru dibentuk masa datang ditentukan pada
waktu pembuahan (Hurlock,1978).

1. Periode Germinal

Periode awal atau germinal ialah periode perkembangan


prakelahiran yang berlangsung pada 2 minggu pertama setelah
pembuahan. Ini meliputi penciptaan zigot, dilanjutkan dengan pemecahan
sel, dan melekatnya zigot ke dinding kandungan. Sekitar 1 minggu stelah
pembuahan zigot terdiri dari 100 hingga 150 sel. Pemisahan sel telah
dimulai ketika lapisan dalam dan lapisan luar terbentuk. Blastocyst ialah
lapisan dalam sel yang berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini
kemudian berkembang menjadi embrio. Tropoblast ialah lapisan luar yang
berkembang selama periode germinal. Sel-sel ini kemudian menyediakan
gizi dan dukungan bagi embrio. Implantation yakni mellekatnya zigot ke
dinding kandungan berlangsung kira-kira 10 hari setelah pembuahan.

2. Periode Embrionis

3
Periode embrionis ialah periode perkembangan prakelahiran yang
terjadi dari 2 hingga 8 minggu setelah pembuahan. Setelah periode
embrionis, angka pemisahan sel meningkat, sistem dukungan bagi sel
terbentuk, dan organ-organ mulai tampak. Ketika zigot mendekati dinding
peranakan, sel-selnya membentuk 2 lapisan, masa sel sekarang disebut
embrio. Endoderm embrio ialah lapisan dalam sel yang akan berkembang
menjadi sistem pencernaan dan pernafasan. Lapisan luar sel pecah menjadi
2 bagian. Ektoderm ialah lapisan paling luar yang akan menjadi sistem
saraf, penerima sensor (telinga, hidung, dan mata) dan bagian kulit
(rambut dan kuku). Mesoderm ialah lapisan tengah yang akan menjadi
sistem peredaran, tulang, otot, sistem pembuangan kotoran badan, sistem
reproduksi. Ketiga lapisan tersebut terbentuk sistem dukungan kehidupan
yang meliputi ari-ari, tali pusat dan amnion. Pada usia kira-kira 16
minggu, ginjal janin mulai memproduksi air kencing. Pada minggu ketiga
saluran saraf yang pada akhirnya menjadi susunan tukang belakang
terbentuk. Pda usia kira-kira 21 hari mata mulai kelihatan, dan pada usia
24 hari sel untuk jantung mulai berpisah. Selama minggu keempat
penampakan pertama sistem saluran kencing alat kemaluan keihatan dan
kuncup lengan serta kaki muncul. Empat kamar atau bilik jantung
terbentuk, dan pembuluh darah naik ke permukaan. Minggu kelima hingga
kedelapan lengan dan kaki selanjutnya berpisah, wajah mulai terbentuk
tetapi masih belum begitu dapat dikenal, bidang usus berkembang dan
struktur wajah mulai tersusun bersama. Pada usia 8 minggu organisme
yang sedang berkembang itu beratnya kira-kira sepertigapuluh ons dan
panjangnya baru 1 inci.

3. Fase Fetal

Fase fetal adalah periode perkembangan prakelahiran yang mulai 2


bulan setelah pembuahan dan pada umumnya berlangsung selama 7 bulan.
Tiga bulan setelah pembuahan panjang janin kira-kira 3 inci dan beratnya
kira-kira 1 ons. Janin semakin aktif, menggerakkan tangan dan kakinya,

4
membuka dan menutup mulutnya, dan menggerakkan kepalanya. Wajah,
dahi, kelopak mata, hidung dan dagu dapat dibedakan. Demikian pula
lengan atas, lengan bawah, tangan dan tungkai. Serta alat kemaluan dapat
diidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan. Akhir bulan kelima
panjang janin kira-kira 10-12 inci dan beratnya 0,5-1 pon. Struktur kulit
sudah terbentuk, kuku jari kaki dan kuku jari tangan sudah terbentuk.
Akhir bulan keenam panjang janin kira-kia 1 inci dan beratnya naik 0,5-1
pon lagi. Mata dan kelopak mata bear-benar terbentuk, dan suatu lapisan
rambut halus menutup kepala. Reflex menggenggam muncul dan
pernafasan belum beraturan terjadi. Pada akhir bulan ketujuh panjang janin
14-17 inci dan naik beberapa pn lagi hingga beratnya sekarang 2,5-3 pon.
Selama bulan kedelapan dan kesembilan, janin bertumbuh lebih panjang
dan naik lebih berat lagi kira-kira 4 pon.

a) Kemungkinan masalah fisik dalam berbagai periode pralahir


1. Periode Ovum
a. Kemungkinan ovum yang dibuahi akan mati kelaparan sebelum
tertanam didinding rahim karena waktu yang dibutuhkan untuk melalui
Tuba Fallopi.
b. Tidak adanya persiapan dinding rahim untuk menerima ovum yang
dibuahi karena ketidakseimbangan antara kelenjar pituitari dan
ovarium ibu.
c. Melekatnya ovum yang dibuahi pada dinding Tuba Fallopi – suatu
kehamilan tabung – mengakibatkan tidak adanya makanan atau
ruangan untuk tumbuh.
d. Melekatnya ovum yang dibuahi pada bidang sempit jaringan fibroid
dalam dinding rahim yang dapat menghalanginya untuk menerima
makanan.
2. Periode Embrio
a. Keguguran atau “abortus spontan” disebabkan kondisi yang tidak
baik dalam lingkungan ibu seperti kekurangan gizi, gangguan kelenjar,
setres emosional, dll yang dapat menyebabkan embrio tercabut dari
dinding rahim

5
b. Ketidakteraturan perkembangan yang lebih mungkin terjadi dalam
periode ini daripada periode janin.
3. Periode Janin
a. Kemungkinan keguguran hingga bulan lunar kelima, terutama pada
saat periode menstruasi wanita biasanya terjadi.
b. Kelahiran prematur dengan komplikasinya dan kemungkinan
kematian.
c. Kelahiran post mature dengan komplikasinya dan kemungkinan
kematian
d. Komplikasi proses kelahiran karena post maturitas janin, posisi janin
yang tidak baik dalam rahim, dan ketidakseimbangan kelenjar karena
setres yang dialami ibu.
e. Ketidakteraturan perkembangan yang disebabkan oleh kondisi yang
serupa dengan periode embrio dapat menghambat perkembangan janin
atau mempengaruhi perkembangan ciri janin, terutama otak.
b) Faktor yang mempengaruhi perkembangan pralahir
1. Gizi Ibu
Makanan bayi yang belum dilahirkan berasal dari aliran darah ibu
melalui plasenta. Makanan ibu harus mengandung cukup protein,
lemak, dan karbohidrat untuk menjaga kesehatan bayi.
2. Kekurangan Vitamin
Terutama vitamin C, B6, B12, D, E, dan K mungkin mengganggu pola
normal perkembangan pralahir.
3. Kesehatan Ibu
Kondisikesehatan ibu itulah yang diketahui atau diyakini mempunyai
pengaruh terbesar pada anak yang belum lahir termasuk gangguan
endokrin, penyakit infeksi (rubella dan penyakit kelamin), penyakit
yang lama atau merusak dan jangan kurang atau berlebihannya buat
janin.
4. Faktor RH
Ketidaksesuaian antara tipe darah ibu dan ayah menyebabkan
kerusakan sel janin. Ini menimbulkan komplikasi fisik atau mental
yang sering kali cukup berbahaya sehingga menyebabkan kematian
atau gangguan permanen pada anak.
5. Obat-obatan
Hingga sekarang masih terlalu sedikit pengetahuan mengenai apa saja
obat yang aman digunakan wanita hamil dan yang dapat

6
membahayakan janin. Wanita hamil sangat disarankan untuk tidak
meminum obat-obatan tanpa pengetahuan atau ijin dokter.
6. Sinar X dan radium
Terdapat bukti medis walaupun tidak meyakinkan saat ini bahwa
penggunaan sinar X dan radium untuk tujuan pengobatan pada wanita
hamil cenderung merusak janin. Kerusakan ini mungkin berbentuk
cacat lahir, keguguran atau kematian sebelum lahir. Penggunaan sinar
X untuk tujuan diagnosis – untuk menentukan ukuran dan posisi janin
dalam rahim mendekati akhir kehamilan- tidak mempengaruhi janin.
7. Alkohol
Hanya terdapat sedikit bukti bahwa penggunaan alkohol oleh wanita
hamil akan merusak janin sepanjang digunakan secara hati – hati. Bila
sering digunakan dan berlebihan, kemungkinan akan merusak
perkembangan fisik dan mental anak tersebut.
8. Tembakau
Merokok paling berbahaya bagi anak yang belum lahir bila ibu
menghirup asapnya. Bahkan jika ia tidak menghirupnya, terdapat
beberapa bukti bahwa calon ibu yang merokok mempengaruhi denyut
jantung janin dan kandungan kimiawi janin.
9. Usia orangtua
Sebelum berusia 21 tahun, alat reproduksi wanita belum matang
sepenuhnya dan hormon yang diperlukan untuk reproduksi belum
mencapai titik optimum., setelah usia 29 tahun, kegiatan hormonal
secara bertahap menurun. Tidak ada bukti bahwa usia orangtua
mempengaruhi perkembangan anak yang belum lahir.
10. Emosi calon ibu
Calon ibu yang mengalami stres ringan, menyebabkan kegiatan janin
dan denyut jantung janin meningkat. Calon ibu yang mengalami stres
berat dan lama mengakibatkan “borne anxieties” yang mempengaruhi
perkembangan pasca lahir dan pralahir.
11. Kesesakan rahim
Pada kelahiran kembar, kesesakan mungkin membatasi janin, yang
penting untuk perkembangan normal.

B. Perubahan Yang Terjadi pada Fase Bayi

7
1. Masa Bayi (infancy) umur 0-11 bulan

Pada fase ini dibagi menadi dua periode yaitu :

a. Fase Neonatal, umur 0 – 28 hari

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungandan terjadi


perubahan sirkulasi darah, serta mulainnya berfungsi organ – organ.
Masa neonatal ini dibagi menjadi dua periode

1) Masa neonatal dini, umur 0 – 7 hari

2) Masa neonatal lanjut, umur 8 – 28 hari

Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang
menjadi anak sehat adalah :

1) Bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, disarana


kesehatan yang memadai.

2) Untuk mengantisipasi resiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan


terlambat pergi kesarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk
melahirkan.

3) Saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat


menenangkan perasaan ibu.

4) Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh
rasa syukur. Lingkungan yang seperti ini sangat membantu jiwa ibu dan
bayi yang dilahirkannya.

5) Berikan ASI segera mungkin. Perhatikan reflek menghisap


diperhatikan oleh karena berhubungan dengan masa pemberian ASI.

b. Fase post ( pasca ) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan.

Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses


pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya
fungsi sistem syaraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orangtua dan

8
keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang
mempunyai orangtua yang hidup rukun, bahagia, dan memberikan yang
terbaik untuk anak.

Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi,


mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada
makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai
jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai.

Fase bayi adalah fase dimana kontak erat antara ibu dan anak
terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak
sangat besar.

2. Masa Anak di Bawah lima tahun ( anak balita, umur 12-59 bulan )

Pada masa ini percepatan pertumbuhan mulai menurun dan


terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak
halus) serta fungsi ekskresi. Merupakan periode penting dalam
pertumbuhan anak karena merupakan pertumbuhan dasar yang
berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan
perkembangan anak selanjutnya.
Pada tiga tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan
perkembangan sel-sel otak masih berlangsung, terjadi pertumbuhan
serabut syaraf dan cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak
yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan antar sel syaraf
mempengaruhi kinerja otak.
Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan Bahasa,
kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan cepat.
Perkembangan moral serta dasar kepribadian anak juga dibentuk pada
masa ini, sehingga setiap kelainan sekecil apapun jika tidak dideteksi dan
ditangani dengan baik mengurangi kualitas sumber daya.

3. Masa Anak Pra Sekolah ( umur 60-72 bulan )

9
Pada masa ini pertumbuhan berlagsung stabil. Perkembangan
aktifitas jasmani bertambah dan meningkatnya ketrampilan serta proses
berpikir. Anak mulai menunjukkan keinginannya seiring pertumbuhan dan
pekembangannya. Anak mulai senang bermain di luar rumah dan
berteman.

Pada masa ini, anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca
indra dan sistem reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus
sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Proses belajar
dilakukan dengan cara bermain.

C. Faktor – faktor yang mempengaruhi setiap fase pada Bayi dan


Balita

1. Faktor Keturunan ( Herediter )

A. Seks

Kecepatan pertumbuhan dan perkembangan pada seorang anak,


wanita berbeda dengan anak laki – laki.

B. Ras

Anak keturunan bangsa Eropa lebih tinggi dan besar dibandingkan


dengan anak keturunan bangsa Asia.

2. Faktor Lingkungan

a. Lingkungan eksternal

1) Kebudayaan

Kebudayaan suatu daerah akan mempengaruhi kepercayaan adat kebiasaan


dan tingkah laku dalam merawat dan mendidik anak.

2) Status sosial ekonomi keluarga

Keadaan sosial ekonomi keluarga dapat mempengaruhi pola asuhan


terhadap anak. Misalnya orang tua yang mempunyai pendidikan cukup

10
mudah menerima dan menerapkan ide-ide untuk pemberian asuhan
terhadap anak.

3) Nutrisi

Untuk tumbuh kembang, anak memerlukan nutrisi yang adekuat yang


didapat dari makan yang bergizi. Kekurangan nutrisi dapat diakibatkan
karena pemasukan nutrisi yang kurang baik kualitas maupin kuantitas,
aktifitas fisik yang terlalu aktif, penyakit-penyakit fisik yang menyebabkan
nafsu makan berkurang, gangguan absorbsi usus serta keadaan emosi yang
menyebabkan berkurangnya nafsu makan.

4) Penyimpangan dari keadaan normal

Disebabkan karena adanya penyakit atau kecelakaan yang dapat


mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

5) Olahraga

Olahraga dapat meningkatkan sirkulasi, aktivitas fisiologi, dan


menstimulasi terhadap perkembangan otot-otot.

6) Urutan anak dalam keluargannya

Kelahiran anak pertama mnejadi pusat perhatian keluarga, sehingga semua


kebutuhan terpenuhi baik fisik, ekonomi maupun sosial.

b. Lingkungan Internal

1) Intelegensi

Pada umumnya anak yang mempunyai intelegensi tinggi,


perkembangannya akan lebih baik jika dibandingkan dengan yang
mempunyai intelegensi kurang.

2) Hormon

Ada 3 hormon yang mempengaruhi pertumbuhan anak yaitu :


Somatotropin, hormon yang mempengaruhi jumlah sel untuk merangsang

11
sel otak pada mas pertumbuhan, berkurangnya hormon ini dapat
menyebabkan gigantisme; hormon toroid, mempengaruhi pertumbuhan,
kurangnya hormon ini dapat menyebabkan kreatinisme; hormon
gonadotropin, merangsang testosteron dan merangsang perkemabngan sex
laki-laki dan memproduksi spermatozoa. Sedangkan estrogen merangsang
perkembangan sex sekunder wanita dan produksi sel telur. Kekurangan
hormon gonadotropin dapat menyebabkan terhambatnya perkembangan
sex.

3) Emosi

Hubungan yang hangat dengan orang lain seperti ayah, ibu, sodara,
teman sebaya serta guru akan memberi pengaruh pada perkembangan
emosi, sosial dan intelektual anak. Pada saat anak berinteraksi dengan
keluarga maka akan mempengaruhi interaksi anak diluar rumah. Apabila
kebutuhan emosi anak tidak dapat terpenuhi.

Masalah yang mungkin terjadi pada setiap fase bayi dan balita :

1. pengutamaan jenis kelamin,

2. sunat perempuan,

3. gizi (malnutrisi),

4. kesakitan dan kematian BBLR,

5. penyakit lain disemua usia dan kekerasan.

12
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Siklus kehidupan perempuan memiliki beberapa fase, diantaranya


yaitu fase konsepsi, bayi dan balita. Pada fase konsepsi merupakan
persatuan antara sebuah telur dan sperma, yang menandai awalnya suatu
kehamilan dan peristiwa ini bukan merupakan hal yang terpisah tetapi
merupakan rangkaian kejadian yang mengelilinginya. Pada fase ini juga
melalui beberapa tahapan seperti geminal, embrionis dan fetal.

13
Begitu pula pada fase bayi dan balita juga melewati beberapa fase,
faktor yang mempengaruhi dan permasalahan yang terjadi pada setiap fase
tersebut yang akan mempengaruhi pada fase selanjutnya.

B. SARAN

1. Bagi Mahasiswa

Diharapkan makalah ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa


dalam memberikan pelayanan kebidanan dan dapat menerapkannya
dalam kehidupan sehari-hari.

2. Bagi Petugas Kesehatan

Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan


kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat
memaksimalkan kita untuk memberikan health education dalam
perawatan dan menjaga kesehatan reproduksi

DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, E. 1978. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Santrock, J. 2002. Life-Span Development. Jakarta: Erlangga.

14