Anda di halaman 1dari 14

Critical Book Report

Geografi Sosial
“Geografi Sosial”

Oleh :

TAMIMA AZRI ADILA


NIM : 3161131050
C REGULER
Dosen : Dra.Rosni, M.Pd.

PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat Karunia
dan rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas mata kuliah Geografi Sosial ini
dengan baik dan tepat waktu. Adapun judul buku yang akan saya kritik yaitu “Geografi
Sosial”.
Pembuatan Critical Book Report ini bertujuan sebagai tugas individu mata kuliah
Geografi Sosial.
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Rosni selaku dosen pengampu
yang telah membimbing saya dalam pembuatan Critical Book Report ini.
Critical Book Report ini saya yakini jauh dari kesempurnaan dan masih banyak
kekurangannya seperti pepatah yang mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, baik isi
maupun penyusunannya. Atas semua itu dengan rendah hati saya harapkan kritik dan saran
yang membangun guna menyempurnakan tugas Critical Book Report ini. Semoga tugas
Critical Book Report ini dapat bermanfaat.

Medan, 28 Maret 2017

Tamima Azri Adila

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................ i


DAFTAR ISI...................................................................................................... ii
IDENTITAS BUKU ......................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Tujuan ............................................................................................... 1
1.3 Manfaat ............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 2
BAB III KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU.................................... 9
BAB IV PENUTUP ......................................................................................... 10
2.1 Kesimpulan ..................................................................................... 10
2.2 Saran ............................................................................................... 10

ii
IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Geografi Sosial


ISBN : 978-602-258-004-7
Penulis : Dr. Eva Banowati, M.Si
Penerbit : Penerbit Ombak
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : xviii + 112 halaman
Dimensi Buku : 14,5 x 21 cm

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Geografi social mempunyai obyek studi aktivitas manusia sebagai bagian geosfer
meliputi perbedaan dan persamaan aktivitas manusia dengan lingkungannya yakni
lingkungan alam dan lingkungan social. Geografi sebagai ilmu spesifik tentang geosfer
tentu saja kajian geografi social lebih menekankan kegiatan manusia sebagai aspek
pokoknya tidak dapat dilepaskan dari aspek lingkungan alam. Konsep tersebut sesuai
dengan geografi yang menekankan antropocentris (Sumaatmaja, 1988).

1.2 Tujuan
1. Mengulas isi sebuah buku.
2. Mencari dan mengetahui informasi yang ada dalam buku.
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari sebuah buku

1.3 Manfaat
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Geografi Sosial.
2. Untuk mengembangkan bakat dan mengkritik buku.
3. Untuk meningkatkan kita dalam berfikir rasional.
4. Untuk meningkatkan pola pikir kita dalam menganalisa buku.

1
BAB II
PEMBAHASAN

BAB 1
KONSEP GEOGRAFI SOSIAL
Geografi merupakan salah satu dari sejumlah ilmu yang sama-sama mempelajari
bumi. Karakteristik geografi sebagai ilmu nampak dari sasaran kajiannya yang khas disebut
sebagai obyek material dan obyek formal. Obyek material berkaitan dengan substansi yang
dikaji yaitu fenomena geosfer, sedangkan obyek formal berkaitan pendekatan (approach)
yang digunakan dalam menganalisis substansi (obyek material) tersebut, yaitu pendekatan
keruangan (spatial approach), kelingkungan (ecological approach), dan kompleks wilayah
(complex approach). Pengkajian obyek material dibagi atas geografi alam/fisik (physical
geography) dan geografi manusia (human geography).
A. Kedudukan dan kajian geografi social
Berdasarkan sejarahnya, geografi social berhubungan erat dengan geografi manusia
yang diajarkan di Mazhab Perancis pada awal abad 20. Kajian tentang aktivitas manusoa
yang menekankan pada perlengkapan material manusia dan pengaruh kerja manusia
terhadap bentang alam disebut “geografi budaya” (cultural geography), memberikan
pemahaman tentang kehidupan keseharian masyarakat dari zaman prasejarah dalam
pembentukan wilayah irlandia. Kajian geografi social dipersamakan dengan geografi
budaya yakni berkenaan dengan unsure-unsur budaya material yang mencirikan suatu
daerah melalui aktivitas manusia di ruang geraknya oleh Bintarto (1983).
B. Unsur-unsur geografi sosial
Manusia, lingkungan alam, dan relasi, interelasi serta interaksi antara manusia dan
lingkungan hidup merupakan unsur utama kajian geografi social yang melahirkan variasi
keruangan.

BAB 2
AKTIVITAS MANUSIA DALAM RUANG
Aktivitas manusia merupakan respon hasil adaptasi pada ruang atau produk,
kemampuan untuk menyesuaikan diri terhadap setiap kondisi atau situasi lingkungan yang
selalu berubah.

2
A. Genre de Vie dan Tata Geografis
Bila kita kaitkan dengan kegiatan ekonomi yang dinamakan mata pencaharian (genre de
vie) merupakan usaha untuk mendapatkan tarah hidup layak yang dipenuhi oleh tata
geografisnya.
B. Bidang kegiatan ekonomi
Perkembangan kehidupan ekonomi manusia dapat dilihat dari tahap-tahap kehidupan
masyarakat. Perekonomian suatu negara dapat dibagi kedalam berbagai bidang untuk
menentukan proporsi penduduk yang bergerak dibidang kegiatan. Kegiatan ekonomi
manusia oleh Wheller dan Muller (1981) ; Rosenberg (2007) dikelompokkan atas dasar
pripritas manusia dakan mencukupi kebutuhan hidup keseharian, dijelaskan sebagai
berikut.
1. Primary Activities
Primary activities yang mencakup pertanian, pemanfaatan dan pengambilan sumber
daya (agriculture, resource extraction), perburuan (hunting), perikanan atau fishing,
dan pengumpulan ataugathering. Pada kegiatan ini manusia berhubungan langsung
dengan lingkungan alam.
2. Secondary Activities
Secondary activities adalah kegiatan yang mengolah, mengubah, merakit atau dengan
kata lain membuat barang yang bervariasi, mulai dari kerajianan tangan samapi
kegiatan perakitan mobil secara besar-besaran dengan sistem berjalan. Kegiatan
tersebut mencakup perpabrikan atau manufacturing yang meliputi pembuatan atau
fabricating, perakitan atau assembling, pembangunan atau contruction, utilitas energi,
pembuatan kapal dan galangan kapal.
3. Tertiary Activities
Tertiary activities, sektor tersier ekonomi adalah industri jasa yakni memberikan
layanan pada pelanggan mudah mendapatkan barang-barang yang dikehendaki.
Kegianan ini mencakup perdagangan eceran atau retailing maupun grosir, dan
pelayanan (jasa) atau service yang mendapatkan upah atau gaji.
4. Quartenary Activities
Quartenary activities merupakan sektor kegiatan yang terdiri dari kegiatan intelektual
yakin berhubungan dengan sektor ini meliputi pemerintah, budaya, perpustakaan,
penelitian ilmiah pendidikan, dan teknologi informasi yang semakin dibutuhkan
masyarakat.

3
C. Infrastruktur : Space and Network
Untuk meningkatkan perkembangan kegiatan sosial dan kegiatan ekonomi harus
ditunjang oleh adanya prasarana (infrastruktur). Menurut bentuknya prasarana dapat
dibagi menjadi dua kelompok yaitu : a) yang berbentuk ruang (space) dan bangunan dan
b) yang berbentuk jaringan (network).

BAB 3
PEMANFAATAN DAN PELESTARIAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN HIDUP
A. Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia
Sumber daya alam terdiri atas yang abstrak dan nyata. Sumber daya abstrak yaitu hal-
hal yang tidak tampak tetapi dapat diukur antara lain lokasi, posisi, situasi, bentuk, jarak,
dan waktu. Sedangkan sumber daya alam yang nyata adalah bentuk daratan (landform),
air, iklim, tanah vegetasi, hewan dan mineral.
Sumber daya manusia (SDM) atau human resources dapat diartikan sebagai orang
atau penduduk dengan keseluruhan pengetahuan, kecakapan, perilaku dan kemampuan
nyata maupun potensial yang dapat digunakan untuk pembangunan fisik dan
pembangunan karakter dalam berbangsa dan bernegara.
B. Pengertian Lingkungan Hidup
Menurut UU RI No. 23 1997 Bab 1 Pasal 1 : "lingkungan hidup adalah kesatuan
ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya
manusia dan perilakunya, yang mempemgaruhi kelangsungan perikehidupan dan
kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya."
C. Pembangunan Sumber Daya Hutan
Secara umum hutan merupakan lapangan pertumbuhan pohon-pohon secara
menyeluruh merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya.
Hutan sebagau sumber daya dapat merupakan sub sistem ekosistem yang berpengaruh
terhadap kelangsungan hidup manusia di muka bumi.
D. Faktor Sosial Budaya dan Pelestarian SDA
Faktor sosial mencakup kegiatan dalam berkeluarga, pendidikan, kesehatan, agama,
rekreasi, dan lain-lain. Faktor budaya mencakup hasil budi daya manusia. Pendidikan
meupakan faktor penting terutama nerkaitan dengan kehidupan manusia yaitu berkaitan
dengan fungsi. Peranan pendidikan dalam kehidupan masyarakat berfungsi untuk
mengadakan transmisi kebudayaan ke generasi berikutnya. Budyaa sebagai keseluruhan
4
gaya hidup suatu bangsa. Kebudayaan adalah semua hasil karya, karsa, dan cipta
masyarakat. Budaya kaitannya dengan lingkungan yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan, adat
istiadat, yang dapat berupa aturan, norma, kaidah resmi atau tertulis yakni hukum.
E. Makna Sumber Daya Alam Sebagai Penyangga Kehidupan
Sumber daya manusia (masyarakat/penduduk) beserta berbagai kelompok jeni
makhluk hidup dan fisik yang ada du sekitarnya merupakan satuan sistem yang disebut
ekossitem manusia. Di dalam sistem tersebut manusia sebagai salah satu komponennya
memegang peranan penting, aktif dan dominan. Alam sebagai tempat hidup manusia
menyediakan segala potensi untuk kehidupan manusia, sedang manusia memanfaatkan
lingkungan untuk kepentingan hidupnya.

BAB 4
STRUKTUR DAN STRATIFIKASI SOSIAL
A. Stratifikasi Sosial
Pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-
kelas secara bertingkat (hierarkis). Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. Stratifikasi
terjadi karena makin bertambah nesarnya masyarakat dan makin banyaknya pembagian
kerja dalam masyarakat. Stratifikasi dalam masyrakat mulai ada sejak manusia mulai
mengenal adanya kehidupan bersama dalam suatu organisasi sosial. Pembagian
stratifikasi sosial dapat diperoleh dari keturunan, kekayaan, dan kekuasaan.
B. Sifat dan Fungsi Stratifikasi Sosial
1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Startifikasi ini adalah startifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit mengadakan
mobilitas vertikal. Walaupun ada tetapi sangat terbatas pada mobilitas horizontal saja.
2. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi ini berssifat dinamis karena mobilitasnya sangat besar. Setiap amggota
strata dapat bebas melakukan mobilitas sosial, baik vertikal maupun horizontal.
3. Stratifikasi Sosial Campuran
Stratiikasi sosial cpuran merupakan adanya kondisi kombinasi antara statifikasi
tertutup dan terbuka.
C. Struktur Sosial
Struktur sosial dipahami sebagai suatu bangunan sosial terdiri dari berbagai unsur
pembentuk masyarakat. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan fungsional satu dengan
yang lainnya. Struktur sosial adalah kerangka yang dapat menggambarkan kaitan
5
berbagai unsur dalam masyarakat. Struktur sosial dikaitkan dengam budaya merupakan
pola perilaku dari setiap individu yang tersusun sebagai suatu sistem. Sementara itu
masyarakat merupakan suatu sistem sosial budaya terdiri dari sejumlah orang yang
berhubungan secara timbal balik melalui budaya tertentu.

BAB 5
POLA DAN PROSES SOSIAL
A. Pola Keruangan Sosial
Beberapa definisi geografi sosial pada awal (bab 1) membicarakan ide tentang pola,
misalnya pila aktivitas menusia delam ruang. Menganalisis unsur-unsur keruangan
aktivitas mereka tidak terbatas dan sangat kompleks, dan ruang dimana mereka nertemoat
tinggaal dan beraktivitas sangat beragam. Geografi sosial mengawali pbahasan pola
keruangan aktivitas manusia. Pola-pola tersebut merupaka hasil proses dalam
masyarakat, meskipun terpengaruh oleh kendala dalam lingkungan, pola dan proses tidak
bisa dipisahkan kecuali untuk pembahasan akademis.
B. Pola dan Perilaku Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk dapat dibagi menjadi dua yaitu mobilitas penduduk vertikal dan
mobilitas penduduk horizontal atu mobilitas penduduk geografis. Mobilitas penduduk
vertikal adalah perubahan status seseorang, misalnua seseorang pada tahun tertentu
beraktivitas pada bidamg eprtanian pada beberapa tahun kemudian ia sebagai pedagang.
Mobilitas oenduduk horizontal tau mobilitas geografi adalah gerak penduduk daru satu
wolayah menuju ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu. Ada dua hal yang harus di
perhatikan dalam definisi mobilitas penduduk horizontak ini yaitu wilayah/ruang (space)
dan waktu/time.
C. Lokasi Tempat Tinggal dan Mobilitas Dalam Kota
Pembahasan ini mengenai proses yang menghasilkan pola tempat tinggal khusus di
kota. Secara luas pada ini akan merefleksikan susunan masyarakat baik dalam tingkat
perkembangan, seperti di kota-kota nesar yang sudah mengalami industrialisasi, atau
dalam konteks perbedaan budaya.
D. Migrasi Internasional
Kajian migrasi dari daerah pedesaan ke kota, misalnya orang dapat menerapkan
model gaya dorong-tarik yang sederhana berdasarkan asumsi bahwa penduduk bergerak
agar ekonomi mereka lebih baik.

6
Menurut Everett S. Lee ada empat faktor yang menyebabkan orang untuk migrasi :
o Faktor daerah asal
o Faktor di tempat tujuan
o Rintangan-rintangan yang menghambat
o Faktor-faktor pribadi
1. Tipe Migrasi Internasional
Seseorang yang melintasi perbatasan negara dapat melakukannya dengan ikut
perpindahan masal (perpindahan sejumlah penduduk dengan ciri-ciri etnis atau sosial
yang sama), atau sebagai pribadi, atau anggota kelompok keluarga kecil.
2. Transmigrasi
Transmigrasi adalah suatu proses migrasi yang direkayasa dan dilaksanakan atau
dikendalikan sefara berencana oleh pemerintah. Tujuan utama transmigrasi adalah
aspek demografis yaitu untuk memindahkan penduduk dari daerah yang sngat padat
ke pulau lain yang kurang atau tidak padat.
3. Urbanisasi
Urbanisasi adalah fenomena dunia, baik di negara-negara maju lebih-lenih di
negara berkembang. Pengertian urbanisasi adalah bertambahnya proporsi penduduk
yang berdiam di daerah kota yang disebabkan oleh proses perpindahan penduduk ke
kota dan atau akibat perluasan daerah kota.

BAB 6
PERENCANAAN DAN REKAYASA SOSIAL
A. Pengertian
Perencanaan berarti memperhitungkan sesuatu untuk memenuhi masa yang akan
datang. Perencanaan sosial dalam geografi sosial adalah perencanaan untuk penduduk
dalam ruang yang menyangkut gejala, keadaan dan proses sosial. Perencanaan meliputi :
1. Analisis
2. Kebijakan
3. Rancangan atau desain
B. Indikator Perencanaan
Dalam perencanaan sosial, pendekatan indikator spasial harus ditekankan karena
perencanaan tersebut untuk kepentingan penduduk yang ada dalam ruang tersebut, bukan
untuk ruang yang berpenduduk. Indilator sosial yang diacu adalah :
7
1. Indikator informatif
2. Indikator prediktif
3. Indikator yang berorientasi masalah
4. Indikator evaluasi program
C. Contoh Perencanaan Sosial
Sebagai contoh, misalnya dalam perencanaan pemukimam di daerah transmigrasi, di
perkebunan inti rakyat (PIR) dan daerah pemukiman kembali. Dalam merencanakan
tempat tinggal penduduk dan memperhatikan kebutuhan -kebutuhan para penghuninya.
Oleh karena itu orientasi perencanaan pemukiman/kampung nerdasarkan kajian :
1. Ditinjau dari kehidupan sosial
2. Ditinjau dari kehidupan ekonomi
3. Ditinjau dari kemudahan mencapai prasarana sosial-ekonomi
D. Pengertian Rekayasa Sosial
Pengertian dari rekayasa sosial adalah adanya campur tangan sebuah gerakan ilmiah
dari visi ideal tertentu yang ditujukan untuk memengaruhi perubahan sosial. Latar
belakang dari hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain adalah adanya
ketegangan dari masyarakat sosial, adanya energi atau visi ideal uang menuntut pelibatan
seniment, dan adanya objek masalah yang bisa diamati dan berpotensial untuk
diselesaikan. Tujuan dari campur tangan ini dapat merubah perilaku individual, dapat
merubah set sosial, serta dapat mempertinggi martabat masyarakat.
E. Rekayasa Sosial Pada Upaya Pemberdayaan Masyarakat
Contoh nyata adalah kemiskinan dan upaya pengentasannya. Pihak-pihak terkait telah
berupaya mengatasi tersebut melalui kegiatab yang melibatkan masyarakat, sering
dinamakan "community empowerment". Kegiatan tersebut lebihbanyak bermuara pada
batntuan langsung pada masyarajat, baik yang bersifat materi maupun bantuan stimulan
sarana prasarana usaha. Namun yang acapkali terjadi adalah pelaksanaan pemberdayaan
masyarakat oleh pihak-pihak terkait cenderung belum terlaksana secara optimal. Program
pemberdayaan masyarakat, pada prinsipnya hanyalh sebuah oemicu untuk peningkatan
produktivitas dan pendapatan masyarakat.

8
BAB III
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU

Kelebihan Buku Geografi Sosial :


Cover buku menarik
Isi buku mudah dipahami
Buku mencatumkan identitas yang lengkap, tidak menyulitkan pembaca untuk
mengetahui informasi bibliografi
Di dalam setiap BAB juga menambahkan sub-sub judul yang secara rinci yang terkait
dengan BAB tersebut

Kelemahan Buku Geografi Sosial :


Gambar yang ada di dalam buku tidak berwarna sehingga menyulitkan pembaca
untuk mengerti
Ada kata-kata yang bersalahan penulisannya

9
BAB IV
PENUTUP

2.1 Kesimpulan
Manusia adalah makhluk social yang senantiasa membutuhkan orang lain, oleh karena
itu manusia senantiasa membutuhkan interaksi dengan manusia yang lain. Selain manusia
itu bergantung pada manusia lainnya juga bergantung pada alam sekitarnya. Untuk itu
manusia harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan manusia lainnya.
Geografi social mengkaji segala aspek yang berkenaan dengan segala aspek aktivitas
yang dilakukan manusia. Dengan adanya kajian ini manusia mendapatkan manfaat yang
lebih bervariasi dan aktivitas yang bervariasi pula.

2.2 Saran
Semoga dengan adanya tugas critical book report ini dapat menambah wawasan dan
pengetahuan kita mengenai materi yang mencakup tentang Geografi Sosial, terkhusus
bagi jurusan pendidikan geografi dan bagi siapa saja yang membacanya.

10