Anda di halaman 1dari 18

2.

Langkah Kerja ShotPluS-i

a. Panel 1 (Echelon)

1. Buka aplikasi ShotPluS-i kemudian klik file, klik new lalu tekan “Oke”.

2. Klik pada gambar yang memiliki nama “Pattern Tool”, kemudian ubah data yang sesuai
pada yang akan dikerjakan lalu tekan “Oke”.
3. Ketika telah menekan “Pattern Tool” akan muncul gambar seperti ini.

4. Kemudian klik view, klik “Hole Labels” untuk mengetahui data label dari lubang ledak.
5. Menentukan “Free Face” dan “Wall” agar mengetahui arah dari ledakan.

6. Klik “Delay Lead-in Tool” untuk menentukan posisi awal dari lubang ledak untuk
diledakkan.
7. Klik “Tie Tool” untuk membuat delay dari tiap urutan lubang ledak yang akan diledakkan.

8. Menentukan “Delay” dengan cara klik kanan pada “Not In Use” paling kiri, pilih
“Signal Tube”. Pilih “Delay” dimulai dari 17, pada “Not In Use” kedua sama dengan
yang ketiga pilih “Signal Tube” kemudian pilih 25 dan 42.
9. Pada “Not In Use” keempat berbeda, pilih “User Defined Delay” dan ketikkan dikolom
angka 67.

10. Pada “Not In Use” kelima, pilih “User Defined Delay” dan kemudian ketikkan dikolom
angka 109.
11. Klik pada “Delay” 109, klik pada “Delay Lead-in Tool” yang sudah ditetapka awal,
kemudian tarik lurus secara horizontal sampai titik lubang ledak ujung.

12. Kemudian klik Delay 67, klik dan seret garis yang bermula dari 109 secara menyerong
seperti gambar agar ledakan dapat terjadi secara berurutan meurut Delay.
13. Ketika sudah selesai, klik Calculation kemudian klik Visualize untuk mencoba meliat
contoh Delay dan ledakan yang akan terjadi.

14. Kita dapat melihat bagaimana Delay dan ledakan yang sudah dibuat.
15. Untuk dapat melihat arah ledakan menuju Free Face atau tidak, klik pada Calculation
kemudian klik First Movement.

16. Kemudian klik Calculation dan klik Angle Of Initiation.


17. Klik Calculation kemudian pilih Burden Relief untuk meliat fragmen batuan.

18. Pilih Calculation dan klik Time Envelope untuk meliat bahwa tidak ada ledakan yang
terjadi secara bersamaan.
19. Pilih Calculation dan kemudian pilih Quantities.

20. Setelh semua selesai dan benar, pada menu utama ShotPlus-i klik 3D Rotate Tool untuk
meliat gambar dari rangkaian secara 3 dimensi.
b. Panel 2 (Box Cut)

1. Klik aplikasi ShotPlus-iuntuk masuk, kemudian klik file, klik new dan tekan oke.

2. Klik Pattern Tool, kemudian isilah data sesuai dalam perhitungan.


3. Menuliskan posisi Wall dan Ramp pada posisi yang sudah ditentukan.

4. Klik “Hole Labels” untuk mengetahui data label dari lubang ledak.
5. Pilih Delay Lead-in Tool, untuk menentukan titik ledak lubang awal.

6. Kemudian pilih Tie Tool, klik kanan pada Not In Use paling kiri. Pilih Signal Tube, pilih
Delay 17. Pada Not In Use kedua dan ketiga pilih Delay 25 dan Delay 42.
7. Pada Not In Use keempat dan kelima pilih User Defined Delay dan pilih Delay 67 dan
Delay 109.

8. Klik Delay 109 kemudian klik pada Delay Lead-in Tool yang sudah ditentukan kemudian
tarik garis lurus secara horizontal sampai titik lubang ledak ujung. Klik dan tarik pula
Delay 67 dan Delay 42 secara serong namun melawan arah seperti pada gambar.
9. Pilih Calculation kemudian pilih Visualize untuk meliat Delay dan ledakan.

10. Pilih Calculation kemudian klik First Movement untuk melihat arah dari hasil ledakan.
11. Pilih Calculation kemudian klik Angle Of Initiation.

12. Pilih Calculation, kemudian klik Burden Relief untuk mengetahui fragmen batuan.
13. Pilih Calculation, kemudian pilih Time Envelope untuk mengetahui apakah terjadi
ledakan secara bersamaan atau tidak.

14. Pilih Calculation, kemudian klik Quantities.


15. Untuk melihat gambar yang dapat diputar secara 3D, klik pada 3D Rotate Tool.