Anda di halaman 1dari 4

3.

PERKEMBANGAN KONSEP DAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

Latar Belakang
Reformasi dalam segala bidang kehidupan yang sedang bergulur pada saat ini,
memberikan peluang sekaligus tantangan bagi para pendidik, termasuk para teknolgi.
Bila pada masa orde baru masih cukup banyak masalah pendidik yang belum
terselesaikan, maka pada saat ini masalah itu bertambah kompleks karena makin kuatnya
tantangan global , sementara kondisi internal terutama yang berupa sumber pembiayaan
pendidikan, makin berkurang. Oleh karena itu kita harus mengkaji ulang kebijakan dan
tindakan yang selama ini telah kita lakukan , dan berusaha mencari jalan keluar serta
menentukan prioritas alternative pemecahan yang sesuai dengan kondisi yang ada
Pada awal kemerdekaan, sekitar tahun 1950, untuk mengatasi masalah pendidikan
bagi para pelajar pejuang yaitu mereka yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah dan
tergabung dalam tentara pelajar di coba diatasi dengan di gunakannya siaran radio untuk
menyajikan bahan pelajaran. Pada awal Orde Baru, dalam PELITA I telah dicantumkan
secara ekspilisit mengenai kebijakan digunakannya siaran radia dan televise untuk
peningkatan mutu dan pemerataan kesempatan pendidikan. Kebijakan inilah yang
merupakan awal tumbuh dan berkembangnya apa yang kita kenal sekarang sebagai
teknologi pendidikan.

Landasan Pengembangan Teknologi Pendidikan


Setiap perkenbangan cabang ilmu atau pengetahuan perlu didasari serangkaian
dalil atau dasar yang di jadikan patokan pembenaran. Secara falsafi, dasar keilmuan itu
meliputi : ontologi atau rumusan tentang gejala pengamatan yang di batasi pada suatu
pokok telaah khusus yang tidak tergarap oleh bidang telaah; epistemologi yaitu usaha
atau prinsip intelektual untuk memperoleh kebenaran dalam pokok telaah yang
ditentukan dan aksiologi atau nilai-nilai yang menentukan kegunaan dari pokok telaah
yang di tentukan, yang mempersoalkan nilai moral atau etika dan nilai seni dan
keindahan atau estetika.(Miarso, 1987)
Gambar berikut menunjukkan di mana bidang garapan teknologi pendidikan itu
seharusnya berkembang.

PENDIDIKAN
BELAJAR PELATIHAN

Gambar 3.1
Belajar:Gejala sebagai Pokok Telaah Teknologi Pendidikan

Penarapan teknologi pendidikan tidak hanya pada pendidikan yang pada umumnya
berlaku di sekolah,atau pelatihan yang pada umumnya berlangsung di lembaga pelatihan
formal yang merupakan suatu bagian dari lembaga penyelenggara kegiatan tertentu.
4.Teknologi Pembelajaran
System Design in Education
Masih cukup banyak orang yang menganggap dirinya tokoh pendidikan berpendapat
bahwa IKIP adalah lembaga yang hanya mengahasilkan guru untuk subjek atau mata
pelajaran tertentu.

Tuntutan Perkembangan
Tokoh-tokoh pendidikan yang mempunyai pandangan apriori tersebut sangat
disayangkan mempunyai kedudukan sedemikian rupa sehingga mampu memengaruhi
pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan.”Teknologi pembelajaran “ adalah
teknologi kosong karena tidak diisi dengan school teaching subject.Pada awal tahun 1960
telah mulai dipersiapkan tenaga untuk mengembangkan strategi pembelajaran alternatife
dengan dikirimkannya sejumlah tenaga ke luar negri.

Kebijakan penggunaan media komunikasi itu merupakan awal teknologi pembelajaran


secara formal,meskipun masih dikaitkan identitas teknologi sebagai produk berupa
peranti yang digunakan dalam berbagai keperluan termasuk pendidikan.(ini barang kali
yang dimaksudkan oleh konsorsium ilmu pendidikan dengan rujukan education with
technology).jacques ellul (1964) mengartikan technology sebagai peranti,teknik dan
keseluruhan sturuktur dalam masyarakat.

Dalam artian technology sebagai proses,pendidikan dapat dikatakan sebagai salah satu
technology,karena pendidikan itu merupakan proses untuk memperoleh nilai tambah.
Menurut habibie (1961) technology agar dapat menghasilkan nilai tambah harus
memenuhi tiga criteria: (1) mempunyai landasan teori untuk perkembangannya (2)
mengandung cara khusus (3) dapat digunakan untuk mengatasi problelm kronket. Oleh
karena itu sangat picik pendapat yang menyatakan bahwa technology pembelajaran hanya
di dasarkan pada teori preskritif.

Rujukan yang terkandung dalam pengertian technology sebagai suatu proses adalah
sebagai berikut : (1) proses itu harus rasional dan efisien (2) harus menyistem,karena
dalam pengertian system segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh
hal lain dalam lingkungannya (3) harus bersistem,yaitu mempertimbangkan segala
variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar prose situ
efektif,efisien,dan serasi (4) melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (5)
mengarah pada pemecahan masalah bersama (6) memadukan berbagai prinsip,konsep,dan
gagasan (7) mempertimbangkan kondisi lingkunganuntuk mencapai tujuan.

Penanganan secara profesional sekurangnya memerlukan sejumlah persyaratan,yaitu :


tenaga yang terdidik dan terlatih,standar kinerja yang tinggi dan kesempatan
pengembangan yang leluasa melalui forum pertukaran pengalaman dan pengetahuan.
Bertolak belakang dengan nada sumbang yang disuarakan oleh konsorsium ilmu
pendidikan. Sebagai salah satu contoh arogansi konsorsium ilmu pendidikan adalah
dalam penyusunan kurikulum program studi S1 teknologi pendidikan.
5.PROSPEK DAN TANTANGAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DI ERA GLOBAL

Teknologi merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju suatu
budaya,makin banyak dan makin canggih technology yang digunakan. Jadi hamper 22
tahun ada pernyataan kebijakan tentang peran dan posisi technology pendidikan sebagai
bagian integral pendidikan.

Perkembangan konsep technology pendidikan


Teknologi pendidikan berbeda dengan “technology dalam pendidikan”. Technology
dalam pendidikan memang menuntut adanya sarana (telepon,facsimile,computer,dan lain-
lain) dalam kegiatan lembaga pendidikan. Technology pendidikan tidak menuntut adanya
sarana tersebut,melainkan menekankan adanya proses untuk memperoleh nilai tambah.

Pengertian technology (semua technology termasuk technology pendidikan) secara umum


adalah :
• proses yang meningkatkan nilai tambah
• produk yang digunakan dan atau dihasilkan untuk memudahkan dan
meningkatkan kinerja
• struktur atau system dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan

technology pendidikan telah berkembang sebagai suatu disiplin keilmuan yang berdiri
sendiri.

Gejala yang merupakan landasan ontologi teknologi pendidikan adalah:


1. Adanya sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya,baik yang
di peroleh melalui suatu lembaga khusus , maupun yang dapat diperoleh secara
mandiri.
2. Adanya berbagai sumber baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa,
tetapi belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.
3. Perlu adanya suatu usaha khusus yang terarah dan terencana untuk menggarap
sumber-sumber tersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang.
4. Perlu adanya pengolalaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan dan
memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif,efisien,dan selaras.

Pendekatan yang berbeda itu adalah pendekatan yang memenuhi empat persyaratan,
yaitu:
1. Pendekatan isomeristik,yaitu yang menggabungkan berbagai kjian/bidang
keilmuan(psikologi,komunikasi,ekonomi,manajemen,rekayasa teknik . dll)
2. Pendekatan sistematik,yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha
memecahkan persoalan.
3. Pendekatan sinergistik,yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari
keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendri-
sendiri.
4. sistematik, yaitu pengkajian secara menyeluruh. Semua bentuk teknologi adalah
system yang di ciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu.
7. Peran Teknologi Pembelajaran Dalam Organesasi Belajar

Lingkungan kita mengalami