Anda di halaman 1dari 20

PROTAP PENGUKURAN

 MUSCLE LENGTH TEST


 MMT OTOT WAJAH DAN EKSTREMITAS

Disusun Oleh :

Irma Yunita PO714241151017

Lisa Anggrayni PO714241151018

Mar’a Nur PO714241151019

Maryam Marsuki PO7142411151020

Mersy Lusi Tinus PO71424115102

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR


JURUSAN FISIOTERAPI
2017
PROTAP PENGUKURAN MUSCLE LENGTH & TEST MMT
(MANUAL MUSCLE TESTING) PADA WAJAH DAN EKSTREMITAS

1. Pengukuran Muscle Length Test

a. Tujuan: untuk mengukur ekstensibilitas otot pasien

b. Persiapan
1. Alat/ instrument : pastikan muscle length grading chart tersedia
2. Pasien :
 Jelaskan prosedur test kepada pasien untuk mengurangi kecemasan pasien
serta untuk memastikan pasien kooperatif.
 Pastikan pasien nyaman dan otot yang di test berada pada posisi yang tepat.

c. Teknik Pelaksanaan
 Upayakan regio yang akan di test, bebas daripakaian yang dapat menghambat
atau menyebabkan hasil pengukuran tidak akurat.
 Pastikan peregangan otot maksimal dari origo ke insersio.
 Stabilisasi dengan kuat salah satu pelekatan otot ( biasanya origo ).
 Lakukan penguluran pada otot secara perlahan.
 Ulangi test minimal 3 kali, untuk memperoleh hasil yang akurat.
 Evaluasi end feel dan catat hasil pengukuran muscle length pada medical
record pasien.
Otot Teknik Pelaksanaan
Ilipsoas Cara 1
Cara 1 Cara 1
a. Posisi pasien : Pasien dalam posisi
berdiri dengan hip fleksi dan fleksi
knee,dimana tungkai yang di test
menumpu di lantai sedangkan
tungkai yang satunya berada pada
bagian penyanggah kaki pada stool.
b. Posisi fisioterapis: berada di
samping pasien dengan tetap
memperhatikan pasien.
Cara 2
c. Teknik pelaksanaan: Tarik stool
(tungkai tetap berada pada stool)
dan perhatikan posisi tungkai yang
ditest. Jika tungkai yang ditest
mengalami fleksi knee maka positif
terjadi pemendekan otot iliopsoas.

Cara 2
a. Posisi pasien : Posisi pasien
terlentang diatas bed dengan
tungkai menggelantung di tepi bed
(modified Thomas test).
b. Posisi fisioterapis: berada di
didepan kaki pasien.
c. Teknik pelaksanaan: Fleksikan hip
dan knee pasien hingga ke dada dan
minta pasien untuk
mempertahankan dengan cara
memeluknya.Sedangkan tungkai
yang di test tetap menggelantung di
tepi bed. Kemudian fisioterapis
memberikan tekanan pada paha
tungkai yang di test
Otot ilipsoas positif memendek jika
hip pada tungkai yang di tes tidak
rapat pada bed.

Rectus femoris a. Posisi pasien : Posisi pasien


terlentang diatas bed dengan
tungkai menggelantung di tepi bed
(modified Thomas test).
b. Posisi fisioterapis: berada di
didepan kaki pasien.
c. Teknik pelaksanaan: Fleksikan hip
dan knee pasien hingga ke dada dan
minta pasien untuk
mempertahankan dengan cara
memeluknya.Sedangkan tungkai
yang di test tetap menggelantung di
tepi bed. Kemudian fisioterapis
memberikan tekan pada ankle
tungkai yang di test.
Otot rectus femoris positif
memendek jika fleksi knee kurang
dari 80°.

Biceps brachii a. Posisi pasien : Posisi pasien side


lying di tepi bed.Tangan yang dites
berada di samping badan dan
tungkai sedikit fleksi.
b. Posisi fisioterapis: berada di
samping bed.
c. Teknik pelaksanaan: Fisioterapis
berdiri di samping pasien dengan
tangan kanan berada di wrist dan
tangan kiri berada di bagian distal
shoulder. Tangan kanan fisioterapis
mengabduksikan dan
mengelevasikan lengan pasien di
ikuti gerakan pinggul fisioterapi
memfiksasi bahu pasien sedangkan
tangan kiri merasakan endfeel bicep
brachii.

Erector spine Orientasi test :


a. Orientasi test
b. Posisi pasien : pasien duduk di tepi
bed
c. Posisi fisioterapis: berada di
belakang pasien.
d. Teknik pelaksanaan: dengan
posisipasien pinggang
stabilFisioterapis meminta pasien
untuk melakukan fleksi cervical dan
thoracal (membungkuk)
semaksimal mungkin. Perhatikan
Stretch test kurva lumbal. Otot postif
Cara 1 memendek jika kurva lumbaltidak
berubah yang dipengaruhi oleh
ekstensibilitas otot erector spine.
Stretch test
Cara 1:
a. Posisi pasien : tidur di bed dengan
supine lying dan kaki pasien dalam
posisi fleksi hip dan fleksi knee
secara pasif dengan lutut dirapatkan.
b. Posisi fisioterapis : berdiri
disamping pasien . 1 tangan
fisioterapis memfiksasi bagian lutut
pasien dan tangan yang satunya
berada pada sacrum pasien.
cara 2 c. Teknik pelaksanaan : minta pasien
untuk tetap rileks fiksasi lutut earah
caudal dan secara perlahan angkat
sacrum pasien. Perhatikan
perubahan kurva.
Cara 2
a. Posisi pasien : tidur menyamping
b. Posisi fisioterapis tepat berada
dibelakang pasien .
c. Teknik pelaksanaan : posisi pasien
fleksi cervical , fleksi hip, fleksi
knee . secara perlahan fisioterapi
membantu menggerakkan tubuh
pasien dengan gerakan fleksi
cervical, fleksi hip, dna fleksi knee
semaksimal mungkin.

d. Hasil Pengukuran :
Regio Otot Hasil Pengukuran

Iliopsoas

Erector Spine

Rectus Femoris

Biceps Brachii

Orang Coba
1. NAMA :
2. USIA :
3. JENIS KELAMIN :
4. PEKERJAAN :
5. ALAMAT :

KELOMPOK IV

KOORDINATOR : MARYAM MARSUKI PO714241151020

ANGGOTA : IRMA YUNITA PO714241151017

LISA ANGGRAYNI PO714241151018

MAR’A NUR PO714241151019

MERSI LUSY TINUS PO714241151021

NILAI : ..........
2. MMT WAJAH

a. Tujuan : Untuk mengukur kekuatan otot pasien.


b. Persiapan :
1. Alat : Bed , kursi/stool
2. Pasien :
 Jelaskan tujuan dan prosedur pengukuran MMT pada pasien.
 Pasien berada dalam posisi senyaman mungkin.
c. Teknik pelaksanaan
 Beri instruksi yang jelas kepada pasien atau dapat juga dengan memberikan
contoh terlebih dahulu kepada pasien sebelum meminta pasien untuk
mengikuti langkah-langkah pemeriksaan.
 Perhatikan dengan seksama wajah pasien saat pasien mulai melakukan
instruksi yang diberikan oleh fisioterapis.

No. Otot Wajah Teknik Pelaksanaan


1 M. Occipitofrontalis Instruksikan pasien
mengangkatke 2 alis dan
mengerutkan dahi

2 M. Corrugator supercilli Instruksikan Pasien menarik


ke2 alis mata bersamaan ke
garis tengah atau kerutk kan
dahi. Kemudian fisioterapis
membantu menyatukan alis
pasien ke garis tengah. Dan
perhatikan ada tidaknya
kerutan.jika tidak ada
kerutan pada dahi pasien,
maka otot wajah pasien
mengalami kelemahan.
3 M. Frontalis Instruksikan pasien untuk
mengangkat dahi dan
perhatikan apa ada kerutan
pada dahi.

4 M. Orbicularis oculi Instruksikan pasien untuk


menutup mata.

5 M. Zygomaticum major Instruksikan pasien untuk


senyum dengan
memperlihatkan gigi

6 M. Orbicularis oris Instruksikan pasien untuk


memonyongkan bibir.
7 M. Platysma Instruksikan pasien untuk
mempertemukan giginya dan
menarik dagu kebawah,
perhatikan lehernya.

8 M. Depressor Labii inferior Instruksikan pasien untuk


mempertemukan gigi nya
dan menarik dagu kebawah,
perhatikan lehernya.

9 M. Mentalis Instruksikan pasien untuk


merapatkan bibirnya, dan
perhatikan apakah ada
kerutan di dagu nya.

10 M. Buccinator Instruksikan pasien untuk


menekan pipi kearah dalam,
yaitu dengan menutup mulut,
merapatkan pipi ke gigi, dan
tekan pipi kedalam.
11 M. Depressor anguli oris Instruksikan kepada pasien
untuk menarik kedua sudut
bibirnya kesamping.

12 M. Nasalis Instruksikan kepada pasien


untuk meng-kembang-
kempiskan cuping
hidungnya.

13 M. Levator labii superior Instruksikan kepada pasien


untuk mengangkat bibir
atasnya dan perlihatkan gigi
atas, sedangkan bibir
bawahna tidak bergerak.

d. Hasil pengukuran :

HASIL
OTOT WAJAH
MMT
M. Occipitofrontalis

M. Corrugator supercilli
M. Frontalis
M. Orbicularis oculi
M. Zygomaticum major
M. Orbicularis oris
M. Platysma
M. Depressor Labii inferior
M. Mentalis
M. Buccinator
M. Depressor anguli oris
M. Nasalis
M. Levator labii superior

Parameter MMT Otot Wajah


Score Keterangan
5 pasien dapat melakukan sesuai dengan ROM
normal secara full tanpa kesulitan

3 pasien dapat melakukan tapi agak sulit atau hanya


sebagian ROM

1 tidak ada gerakan tapi kontraksi yang ada dapat


terasa

0 tidak ada gerakan atau tidak nampak kontraksi

Orang Coba
1. NAMA :
2. USIA :
3. JENIS KELAMIN :
4. PEKERJAAN :
5. ALAMAT :

KELOMPOK IV

KOORDINATOR : MARYAM MARSUKI PO714241151020

ANGGOTA : IRMA YUNITA PO714241151017

LISA ANGGRAYNI PO714241151018

MAR’A NUR PO714241151019

MERSI LUSY TINUS PO714241151021

NILAI : ........
3. MMT EKSTREMITAS

a. Tujuan : Untuk mengukur kekuatan otot pasien


b. Persiapan :
1. Alat : Bed atau tempat tidur , kain licin, bedak ( untuk mengurangi friksi )
2. Pasien :
 Jelaskan tujuan dan prosedur pengukuran MMT pada pasien.
 Pasien berada dalam posisi senyaman mungkin. Posisi nya diseuaikan
dengan otot yang akan di-test.
3. Teknik pelaksanaan
 Upayakan yang ingin di test, bebas dari pakaian yang dapat menghambat
atau menyebabkan hasil pengukuran tidak akurat
 Lakukan test pada kedua sisi tubuh untuk membandingkan sisi yang sehat
dan yang mengalami kelemahan.
 Pemeriksaan dengan resisten/tahanan diterapkan dalam arah yang
berlawanandengan aksi otot.

No. Test MMT Teknik Pelaksanaan

1. Serratus Anterior (Abduksi Scapula


dan Rotasi Upward) Observasi scapula
Observasi Scapula a. Posisi pasien : duduk diatas bed
b. Posisi fisioterapis : berdiri dibelakang
pasien .

c. Teknik pelaksanaan : observasi


scapula apakah simetris atau tidak .
palpasi dengan thumb di angulus
inferior scapula sedangkan finger di
axila.

Grade 5 & 4 Grade 5 & 4


a. Posisi pasien : ssupine lying dengan
shoulder fleksi 90o, elbow ekstensi
b. Posisi fisioterapis : berdiri
disamping bed.
c. Teknik pelaksanaan : tangan
fisioterapis menstabilisasi diatas
thoraks, dan tangan yang satunya
mempalpasi serabut m.serratus
anterior. Instruksikan kepada pasien
untuk mempertahankan
posisi tersebut. Selain itu periksa
Dengan resisten juga dengan palpasi adanya winging
scapula.
Dengan resisten
a. Posisi pasien : supine lying dengan
fleksi elbow 90o.
b. Posisi fisioterapis : berdiri
disamping bed.
c. Teknik pelaksanaan : tangan
fisioterapis berada distal elbow dan
wrist kemudian memberikan resisten
kebawah , minta pasien untuk
Grade 2 ( Tanpa Gravitasi) melawan resisten tersebut.
Grade 2 (Tanpa Gravitasi)
a. Posisi pasien : duduk dengan
menumpu pada lantai, lengan yang
dites berada diatas bed (bed sebagai
penyangga untuk menghilangkan
gravitasi)
b. Posisi fisioterapis : berdiri
dibelakang pasien .
c. Teknik pelaksanaan : instruksikan
kepada pasien untuk mengarahkan
tangannya dalam posisi adduksi
shoulder, dan fleksi 90o. Dalam
posisi ini lengan diletakkan diatas
kain yang halus dan licin serta
ditaburi bedak untuk mengurangi
friction saat melakukan gerakan ).
Tangan kanan fisioterapis
menstabilisasi bagian superior dari
shoulder girdle, sedangkan tangan
krinya mempalpasi serabut m.
serratus anterior.

2. Biceps Brachii (Fleksi Elbow) Palpasi m. biceps brachii


Palpasi m. biceps brachii a. Posisi pasien : duduk diatas bed.
Posisi lengan pasien supinasi.
b. Posisi fisioterapis : berdiri didepan
pasien.
c. Teknik pelaksanaan : tangan kiri
fisioterapis menstabilisasi pada
anterior superior shoulder ,
sedangakan tangan kanan
mempalpasi m.biceps brachii pada
anterior humerus.

Grade 5, 4, 3
Grade 5, 4, 3 ( Dengan Resisten dan a. Posisi pasien : duduk diatas bed.
Gravitasi) Posisi lengan bwah supinasi
b. Posisi fisioterapis : berdiri didepan
pasien.
c. Teknik pelaksanaan : instruksikan
pasien untuk melakukan fleksi
elbow. Tangan kiri fisioterapis
menstabilisasi pada anterior superior
shoulder , sedangkan tangan kanan
mempalpasi m.biceps brachii.
Sedangkan pada saat memberikan
resisten , tangan kanan fisioterapis
diletakkan pada wrist untk
memberikan resisten , sementara
psien melakukan fleksi elbow.
Grade 2 (tanpa gravitasi)
a. Posisi pasien : duduk diatas diatas
lantai. Lengan yang dites disanggah
diatas bed/meja. Posisi lengan bwah
supinasi , abduksi shoulder 90o dan
elbow ekstensi.
b. Posisi fisioterapis : berdiri
dibelakang pasien.
Grade 2 (tanpa gravitasi) c. Teknik pelaksanaan : instruksikan
pasien untuk melakukan fleksi
elbow. Tangan kiri fisioterapis
menstabilisasi pada anterior superior
shoulder , sedangkan tangan kanan
mempalpasi m.biceps brachii.
Dalam tes ini, lengan diletakkan
diatas kain yang licin dan ditaburi
bedak untuk mengurangi friksi pada
saat dilakukan gerakan fleksi elbow.

3. Triceps brachii (Ekstensi Elbow) Palpasi m. tricep brachii dan MMT Grade
5,4,3
Grade 5,4,3 ( Gravity Resisted Test) a. Posisi pasien : supine lying. Posisi
shoulder fleksi 90o kemudian fleksi
elbow 90o.
b. Posisi fisioterapis : berdiri
disamping bed.
c. Teknik pelaksanaan : tangan kanan
fisioterapis men- stabilisasi pada
anterior superior shoulder ,
sedangakan tangan kiri mempalpasi
m.tricep brachii pada posterior
lengan atas. Selanjutnya ,
instruksikan kepada pasien untuk
meluruskan meluruskan elbow
(ekstensi elbow) kemudian tangan
fisioterapis tetap pada posisinya
untuk memeriksa dan palpasi
kontraksi dari m.tricep brachii.
Resisted test
a. Posisi pasien : supine lying dengan
shoulder fleksi 90o, elbow ekstensi
b. Posisi fisioterapis : berdiri
disamping bed.
c. Teknik pelaksanaan : tangan kanan
fisioterapis berada pada wrist
kemudian memberikan resisted ke
Resisted arah fleksi elbow , sementara pasien
menggerakkan elbow kearah
ekstensi . minta pasien untuk
mempertahankan posisi tersebut.
Test Eliminasi gravitasi
a. Posisi pasien : duduk . lengan
disanggah diatas bed. Posisi awal,
shoulder abduksi 90o dan elbow
fleksi 90o, lengan bawah supinasi.
b. Posisi fisioterapis : berdiri
dibelakang pasien.
Test Eliminasi Gravitasi ( Grade < 3 ) c. Teknik pelaksanaan : tangan kanan
fisioterapis berada pada superior
shoulder kemudian tangan kiri
mempalpasi m.tricep . kemudian
instruksikan kepada pasien untuk
meluruskan elbow(ekstensi) sampai
ROM maksimal. Stabilisais dn
palpasi tetap dipertahankan.
Dibawah lengan dilapisi kain licin
dan ditaburi bedak untuk
mengurangi friksi saat gerakan.

4. Rectus Abdominis (Fleksi Trunk)

Grade 5 a. Posisi pasien : supine lying. Ektremitas


inferior rapat ke bed begitu juga dengan
trunk .
b. Posisi fisioterapis : berdiri disamping
bed.
c. Teknik pelaksanaan :
1. Grade 5 : Kedua tangan fisioterapis
berada pada aspek anterior trunk untuk
mempalpasi m.rectus abdominis.
Kemudian instruksikan agar kedua
tangan pasien dilipat dibelakang
kepala. Lalu minta pasien mulai
Grade 4
mengangkat trunk (fleksi trunk) sampai
angulus inferior juga terangkat dari bed.
2. Grade 4 : Kedua tangan fisioterapis
berada pada aspek anterior trunk untuk
mempalpasi m.rectus abdominis.
Kemudian instruksikan agar kedua
tangan pasien dilipat menyilang didada.
Lalu minta pasien mulai mengangkat
trunk fleksi trunk) sampai angulus
inferior juga terangkat dari bed.
3. Grade 3+ : Kedua tangan fisioterapis
Grade 3+ berada pada aspek anterior trunk untuk
mempalpasi m.rectus abdominis.
Kemudian instruksikan agar kedua
tangan pasien diletakkan lurus
disamping badan . Lalu minta pasien
mulai mengangkat trunk fleksi trunk)
sampai angulus inferior juga terangkat
dari bed.
4. Grade 3 : Kedua tangan fisioterapis
berada pada aspek anterior trunk untuk
mempalpasi m.rectus abdominis.
Kemudian instruksikan agar kedua
Grade 3
tangan pasien diluruskan disamping
badan pasien . Lalu minta pasien mulai
mengangkat trunk fleksi trunk) . pada
grade ini, pasien hanya dapat
mengangkat scapula sampai angulus
superior, sedangkan agulus inferior nya
tetap rapat di bed.
5. Grade 2 : Kedua tangan fisioterapis
berada pada aspek anterior trunk untuk
mempalpasi m.rectus abdominis.
Kemudian instruksikan agar kedua
Grade 2 tangan pasien diluruskan disamping
badan pasien . Lalu minta pasien mulai
mengangkat trunk fleksi trunk) . Pada
grade ini, pasien hanya dapat
mengangkat kepala dan cervical spine,
sedangkan scapula tetap rapat pada bed.
6. Grade I & 0 : Kedua tangan
fisioterapis berada pada aspek anterior
trunk untuk mempalpasi m.rectus
abdominis. Kemudian instruksikan
agar kedua tangan pasien diluruskan
disamping badan pasien . Lalu minta
Grade 1 & 0 pasien mulai mengangkat trunk fleksi
trunk) . Pada grade 1 tidak ada gerakan
pada pasien, namun kontraksi pada otot
masih dapat dirasakan. Sedangkan pada
grade 0 (zero) , tidak ada gerakan dan
kontraksi sama sekali.

5. Psoas Major dan Iliacus ( Fleksi Hip)


Gravity Resisted Test ( grade 5, 4, 3)
Gravity Resisted Test
a. Posisi pasien : duduk di tepi bed,
dengan kedua tangan disamping
badan. Kedua kaki menggantung.
b. Posisi fisioterapis : berdiri didekat
pasien (sisi depan sedikit ke
samping).
c. Teknik pelaksanaan :fisioterapis
menstabilisasi diatas pelvic ipsilat.
Crista iliaca. m.iliacus & psoas
major letaknya dalam & sgt sulit di
palpasi. Kemudian instruksikan
Test tanpa gravitasi kepada pasien untuk melakukan
fleksi hip ssemaksimal mungkin
dengan knee tetap fleksi. Stabilisasi
tetap dipertahankan. Sedangkan
tangan kanan fisioterapis
memberikan resisten pada aspek
anterior distal femur.
Test tanpa gravitasi
a. Posisi pasien : side lying
b. Posisi fisioterapis : berdiri
dibelakang pasien.
c. Teknik pelaksanaan : tungkai yang
di-test adalah tungkai yang sebelah
bawah. Kemudian fisioterapis
memberikan bantuan dengan
mengangkat tungkai(yang sebelah
atas). Lalu instruksikan kepada
pasien untuk mulai melakukan fleksi
hip semaksimal mungkin, dengan
knee tetap fleksi. Diatas bed dilapisi
kain licin dan ditaburi bedak untuk
mengurangi friksi saat gerakan.

6. Sartorius ( Fleksi hip, abduksi,


danexternal rotasi denga fleksi knee)
Gravity resisted Test ( grade 5,4,3) Gravity resisted test
a. Posisi pasien : duduk diatas bed
dengan kedua tangan memegang tepi
bed sebagai support.
b. Posisi fisioterapis : berdiri didepan
pasien.
c. Teknik pelaksanaan : tangan kiri
fisioterapis menstabilisasi bagian
pelvic crista iliaca sdangkan tangan
kiri fisioterapis mempalpasi
m.sartorius . Lalu instruksikan
pasien untuk mulai melakukan fleksi
hip, abduksi, dan ekternal rotasi
(knee tetap fleksi), sementara palpasi
dan stabilisasi tetap dipertahankan.
Minta pasien untuk meletakkan
tungkai tumit yang dites diatas
tulang tibia pada tungkai yang
berlawanan.
Ketika memberikan resisten, tangan
kiri fisioterapis berada di anterior
lateral paha untuk memberikan
resisten kearah ekstensi dan adduksi
hip, sedangkan tangaan kanan
fisioterapis berada pada medial ankle
untuk memberikan resisten kearah
internal rotasi dan ekstensi hip.
Test tanpa gravitasi
a. Posisi pasien : supine lying.
Test Tanpa Gravitasi b. Posisi fisioterapis : berdiri
disamping bed.
c. Teknik pelaksanaan : tangan
fisioterapis menstabilisasi pelvic
dan palpasi m.sartorius. lalu pasien
menggerakkan tungkai kearah
fleksi, abduksi, dan eks.rotasi hip.
Kemudian tumit tungkai yang dites
berada diventral tungkai yang
berlawanan dan minta pasien untuk
menggerakkan tumitnya keatas
sepanjang tulnag tibia. Stabilisasi
tetap dipertahankan selama pasien
melakukan gerakan aktif.

d. Hasil pengukuran :

Otot Hasil MMT

Serratus anterior

Biceps brachii

Tricep brachii

Rectus abdominis

Psoas major dan iliacus

Sartorius

Parameter MMT Ektremitas (Nancy, 1999)

No. Huruf / Istilah Defenisi


Grade
0 Zero Tidak ada kontraksi yang nyata, baik
yang terlihat ataupun saat dipalpasi
1 TR Trash Ada kontraksi sedikit, tidak ada gerakan
2- P- Poor minus Gerakannya sebatas sebagian ROM tapi
dengan posisi tubuh dimana gaya
gravitasi dihilangkan
2 P Poor Gerakannya sampai ROM secara penuh
posisi tubuh dimana gaya gravitasi
dihilangkan
2+ P+ Poor plus Gerakannya sampai ROM secara penuh
tapi dengan posisi tubuh dimana gaya
gravitasi dihilangkan & ditingkatkan
hingga ½ ROM melawan gaya gravitasi
3- F- Fair minus Gerakan melalui ROM secara penuh
dengan posisi tubuh dimana gaya
gravitasi dihilangkan & ditingkatkan
hingga ROMnya lebih dari ½ dengan
melawan gaya gravitasi

3 F Fair Gerakan sampai dengan ROM secara


penuh melawan gravitasi
3+ F+ Fair Plus Gerakan sampai ROM secara penuh
melawan gravitasi bumi & dapat
melawan resisten minimal

4 G Good Gerakan sampai ROM secara penuh


melawan gravitasi & dapat melawan
tahanan sedang.

5 N Normal Gerakan sampai ROM secara penuh


melawan gravitasi & dapat menahan
beban secara maximal

Orang Coba
1. NAMA :
2. USIA :
3. JENIS KELAMIN :
4. PEKERJAAN :
5. ALAMAT :

KELOMPOK IV

KOORDINATOR : MARYAM MARSUKI PO714241151020

ANGGOTA : IRMA YUNITA PO714241151017

LISA ANGGRAYNI PO714241151018

MAR’A NUR PO714241151019

MERSI LUSY TINUS PO714241151021


NILAI : ..........