Anda di halaman 1dari 3

A.

Definisi Budaya

Budaya merupakan salah satu dari perwujudan atau bentuk interaksi yang nyata sebagai
manusia yang bersifat sosial. Budaya yang berupa norma , adat istiadat menjadi acuan
perilaku manusia dalam kehidupan dengan yang lain . Pola kehidupan yang berlangsung
lama dalam suatu tempat , selalu diulangi , membuat manusia terikat dalam proses yang
dijalaninya . Keberlangsungaan terus – menerus dan lama merupakan proses internalisasi
dari suatu nilai – nilai yang mempengaruhi pembentukan karakter , pola pikir , pola
interaksi perilaku yang kesemuanya itu akan mempunyai pengaruh pada pendekatan
intervensi keperawatan ( cultural nursing approach )

Menurut orang Jawa , “sehat “ adalah keadaan yang seimbang dunia fisik dan batin .
Bahkan , semua itu berakar pada batin . Jika “ batin karep ragu nututi “ , artinya batin
berkehendak , raga / badan akan mengikuti . Sehat dalam konteks raga berarti “ waras “ .
Apabila seseorang tetap mampu menjalankan peranan sosialnya sehari – hari , misalnya
bekerja di ladang , sawah , selalu gairah bekerja , gairah hidup , kondisii inilah yang
dikatakan sehat . Dan ukuran sehat untuk anak – anak adalah apabila kemauannya untuk
makan tetap banyak dan selalu bergairah main .

Untuk menentukan sebab – sebab suatu penyakit ada dua konsep , yaitu konsep
personalistik dan konsep naluralistik . Dalam konsep personalistik , penyakit disebabkan
oleh makhluk supernatural ( makhluk gaib , dewa ) , makhluk yang bukan manusia ( hantu
, roh leluhur , roh jahat ) dan manusia ( tukang sihir , tukang tenung ) . Penyakit ini disebut
“ ora lumrah “ atau “ ora sabaene “ ( tidak wajar / tidak biasa ) . Penyembuhannya adalah
berdasarkan pengetahuan secara gaib atau supernatural , misalnya melakukan upacara dan
sesaji. Dilihat dari segi personalistik jenis penyakit ini terdiri dari kesiku , kebendhu ,
kewalat , kebulisan , keluban , keguna – guna , atau digawe wong , kampiran bangsa
lelembut dan lain sebagainya . Penyembuhan dapat melalui seorang dukun atau “ wong
tuo”.

B. Definisi Transkultural Nursing

Keperawatan transkultural adalah suatu pelayanan keperawatan yang berfokus pada


analisis dan studi perbandingan tentang perbedaan budaya (Leininger ,1978 ).
Transkultural adalah ilmu dan kiat yang humanis ,yang difokuskan pada perilaku individu
atau kelompok ,serta proses untuk mempertahankan atau meningkatkan perilaku sehat atau
perilaku sakit secara fisik dan psikokultural sesuai latar belakang budaya ( Leininger ,1984
).

Transkultural Nursing adalah suatu area/wilayah keilmuwan budaya pada proses belajar
dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya
dengan menghargai asuhan, sehat dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia,
kepercayaan dan tindakan, dan ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan
khususnya budaya atau keutuhan budaya kepada manusia (Leininger, 2002).

A. KONSEP DALAM TRANSKULTURAL NURSING


1) Budaya
Norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang dipelajari dan dibagi
serta memberi petunjuk dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan.
2) Nilai Budaya
Keinginan indiviu atau tindakan yang lebih diinginkan atau sesuatu tindakan
yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan melandasi tindakan dan
keputusan.
3) Perbedaan Budaya
Dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang optimal dari pemberian
asuhan keperawatan, mangacu pada kemungkinan variasi pendekatan keperawatan
yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan budaya yang mengharai nilai budaya
individu, kepercayaan dan tindakan termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari
individu yang datang dan individu yang mungkin kembali lagi (Leininger,1985)
4) Etnosentris
Persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa budayanya
adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.
5) Etnis
Berkaitan dengan manusia dari ras tertentu/kelompok budaya yang digolongkan
menurut ciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.
6) Ras
Perbedaan macm-macam manusia didasarkan pada mendiskreditkan asal
muasal manusia.
7) Etnografi
Ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan metodologi pada penelitian
etnografi memungkinkan perawat untuk mengembangkan kesadaran yang tinggi
pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan dasar observasi untuk
mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling memberikan timbal balik
diantara keduanya.
8) Care
Fenomena yang berhubungan dengan bimbingan, bantuan, dukungan perilaku
pada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian untuk memenuhi
kebutuhan baik actual meupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas
kehidupan manusia.
9) Caring
Tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing, mendukung dan
mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan yang nyata/antisipasi
kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan manusia.
10) Cultural care
Berkenaan dengan kemampuan kignitif untuk mengetahui nilai, kepercayaan
dan pola ekspresi yang digunakan untuk membimbing, mendukung/memberi
kesempatan individu, keluarga/ kelompok untuk mempertahankan kesehatan, sehat,
berkembang dan bertahan hidup, hidup dalam keterbatasan dan mencapai kematian
dengan damai.
11) Culturtar imposition
Berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan untuk memaksakan
kepercayaan, praktik dan nilai di atas budaya orang lain yang dimiliki oleh perawat
lebih tinggi daripada kelompok lain.

Setiap pulau di Indonesia memiliki berbagai macam budaya dan keyakinannya masing-
masing. Begitu pula yang menyangkut kesehatan. Masing-masing dari individu memiliki
keyakinan bagaimana cara mereka untuk menjaga kesehatan dan pengobatan tradisional apa
saja yang menurut masing-masing bisa menyembuhkan suatu penyakit. Hal ini juga berlaku
bagi ibu hamil dan anak-anak.
A. KONSEP SEHAT-SAKIT MENURUT ORANG JAWA
Menurut orang Jawa, sehat adalah keadaan yang seimbang dunia fisik dan batin.
Bahkan, semua itu berakar pada batin. Jika “batin karep ragu nuntuti” yang artinya batin
berkehendak, raga / badan akan megikuti. Sehat dalam konteks raga berarti “waras”. Apabila
seseorang tetap mampu menjalankan peranan sosialnya sehari-hari, seperti bekerja di ladang,
sawah, selalu gairah bekerja, gairah hidup, kondisi inilah yang dikatakan sehat. Dan ukuran
sehat untuk anak-anak adalah apabila kemauannya untuk makan tetap banyak dan selalu
bergairah untuk bermain.
Untuk menentukan sebab-sebab suatu penyakit ada 2 konsep:
1. Konsep personalistik : disebabkan oleh makhluk supernatural (makhluk gaib, dewa),
makhluk bukan manusia (hantu, roh leluhur, roh jahat), dan manusia (tukang sihir,
tukang tenung)
2. Konsep naluralistik : penyebab penyakit bersifat natural dan mempengaruhi kesehatan
tubuh, misalnya karena cuaca, iklim, makanan racun, bisa, kuman atau kecelakaan.