Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH FALSAFAH

Eksistensi Keperawatan

Fasilitator :

Dr. Joni Haryanto, S.Kp , Ns , M.Si

Disusun oleh :

Dita Fajrianti (131611133014)

FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016

0
Kata pengantar
Assalamualaikum wr wb

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Saya
panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
Eksistensi Keperawatan. Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan
baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki
makalah ini. Akhir kata kami berharap semoga makalah Eksistensi keperawatan ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca.

Wassalamualaikum wr wb.

Surabaya 9 Oktober 2016

Penulis

1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................1

DAFTAR ISI .........................................................................................................2

BAB 1 PENDAHULUAN ...........................................................................................3

1.1 Latar Belakang .........................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................3

1.3 Tujuan ....................................................................................................3

BAB 2 PEMBAHASAN .............................................................................................4

2.1 Pengertian Eksistensi .................................................................................4

2.2 Bagian-bagian dari Eksistensi keperawatan ...................................................4

2.3 Perkembangan ilmu keperawatan ................................................................8

BAB 3 PENUTUP ...................................................................................................12

3.1 Kesimpulan ................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................13

2
BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari
bahasa Arab , yang juga diambil dari bahasa Yunani philosophia yaitu studi tentang seluruh
fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep
mendasar. Filosofi adalah kerangka pikiran yang terbentuk sedemikian rupa dalam diri kita
dan berfungsi memberi kita ruang bagi semua tindakan yang “mungkin" kita lakukan.
Semakin luas "kerangka berpikir" itu semakin luas pula "wilayah tindakan" yang mungkin
kita lakukan.
Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh
seseorang atau informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk
menindaki yang lantas melekat dibenak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki
kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola.
Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan suatu bentuk
pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Pada perkembangannya
ilmu keperawatan selalu mengikuti perkembangan ilmu lain, mengingat ilmu
keperawatan merupakan ilmu terapan yang selalu berubah mengikuti perkembangan
zaman. Demikian juga dengan pelayanan keperawatan di Indonesia, kedepan diharapkan
harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat secara profesional sesuai dengan
tuntutan kebutuhan masyarakat serta teknologi bidang kesehatan yang senantiasa
berkembang. Pelaksanaan asuhan keperawatan di sebagian besar rumah sakit Indonesia
umumnya telah menerapkan pendekatan ilmiah melalui proses keperawatan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan eksistensi?
2. Apa saja bagian dari eksistensi keperawatan?
3. Bagaimana perkembangan ilmu keperawatan?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian eksistensi.
2. Untuk mengetahui bagian-bagian dari eksistensi keperawatan.
3. Untuk mengetahui perkembangan ilmu keperawatan

3
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Eksistensi
Pengertian eksistensi Menurut fasilitator Dr. Joni Haryanto, S.Kp , Ns , M.Si dan
berbagai sumber yang saya baca di jurnal dan di blogspot adalah sama. Pendapat menurut
fasilitator dengan sumber-sumber yang saya baca mempunyai kesamaan antara satu
dengan lainnya. Yaitu :

Eksistensi berasal dari kata bahasa latin existere yang artinya muncul, ada, timbul,
memiliki keberadaan aktual. Existere disusun dari ex yang artinya keluar dan sistere
yang artinya tampil atau muncul.
Terdapat 4 pengertian:
1. Pertama, eksistensi adalah apa yang ada.
2. Kedua, eksistensi adalah apa yang memiliki aktualitas.
3. Ketiga, eksistensi adalah segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa
sesuatu itu ada.
4. Keempat, eksistensi adalah kesempurnaan

2.2 Eksistensi keperawatan


Keberadaan secara kesempurnaan aktual keperawatan di Indonesia maupun di Dunia
sebagai sebuah ilmu yang mandiri. Eksistensi dalam keperawatan dibagi menjadi 3 bagian,
yaitu Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi.

1.Ontologi

Ontologi berasal dari bahasa Yunani , On atau Ontos yang berarti ada, dan Logos

berarti ilmu. Jadi, ontologi adalah ilmu tentang yang ada. Adapun dalam Kamus

Filsafat Ontologi merupakan suatu studi tentang sisi esensial dari yang ada. Dalam

bahasa inggris disebut ontologi memiliki pengertian :

> Suatu asumsi tentang eksistensi (kehadiran, keberadaan) yang mendasari setiap

pola konseptual atau setiap teori atau sistem idea

4
> Suatu cabang penelitian metefisika yang berhubungan dengan kajian eksistensi itu

sendiri.

Ontologi merupakan cabang filsafat yang menggeluti tata dan struktur realitas dalam

arti seluas mungkin. Ontologi menggunakan kategori-kategori ada-menjadi ,

aktualitas- potensialitas, nyata-tampak, perubahan, eksistensi-non eksistensi,

esensi, keniscayaan yang ada sebagai yang ada.

Yang dibahas dalam ontologi ini mengenai persepsi tentang realitas, tentang yang

ada melalui pemikiran universal dan berupaya mencari inti yang termuat dalam

setiap kenyataan, menjelaskan yang ada meliputi semua realitas dalam semua

bentuknya. Secara sederhana, ontologi mempelajari tentang realitas atau kenyataan.

Komponen-komponen ontologi meliputi 2 hal.

1. Objek formal ontologi.

Objek formal ontologi adalah hakikat seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif,

realitas tampil dalam jumlah, sedangkan telaahnya akan menjadi kualitatif. Realitas

akan tampil menjadi aliran-aliran materialisme, idealisme, naturalisme, atau

hylomorphisme. Menurut Al-Farabi dan Ibnu Shina objek pemikiran menjadi objek

sesuatu yang mungkin ada karena yang lain dan ada karena dirinya sendiri.

2. Metode dalam Ontologi

Metode dalam ontologi menurut Lorens Bagus memperkenalkan tiga tingakatan

abstraksi dalam ontologi, yaitu :

> Abstraksi fisik, menampilkan keseluruhan sifat khas sesuatu objek

> Abstraksi bentuk, mendeskripsikan sifat umum yang menjadi cirri semua sesuatu

yang sama atau sejenis.

> Abstraksi metaphisik, mengetengahkan prinsip umum yang menjadi dasar dari

5
semua realitas.

Abstraksi yang dijangkau oleh ontologi adalah abstraksi metaphisik.

Dalam menafsirkan realitas, keilmuan keperawatan mempunyai beberapa anggapan

dasar (asumsi, premis) yakni uniformitas, relative tetap, dan memiliki pola kejadian

yang baku. Yang dimaksud dengan uniformitas ini, wujud kehidupan manusia pasti

mempunyai kesamaan dengan wujud lainnya jika dilihat dari criteria tertentu seperti

kuantitas, kualitas, dan lain sebagainya. Relative tetap artinya bahwa dalam jangka

waktu tertentu setiap manusia memiliki wujud yang tetap sebelum berubah bentuk

menjadi wujud yang lain. Seperti perasaan sedih dan kecewa sebelum berubah

menjadi bahagia dan senang.

2. Epistimologi

Epistimologi dari bahasa Yunani episteme “pengetahuan” dan logos “ilmu”.

Epistimologi adalah cabang filsafat yang mempelajari asal mua, sumber, struktur,

metode, dan validitas pengetahuan. Hal-hal yang ingin diselesaikan epistimologi,

cara mendapatkan pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan,

validitas pengetahuan, dan kebenaran pengetahuan.

Objek epistimologiini menurut Jujun S. Suriasumatri berupa segenap proses yang

terlibat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Proses untuk

memperoleh pengetahuan inilah yang menjadi sasaran teori pengetahuan dan

sekaligus berfungsi mengantarkan untuk tercapainya tujuan.

Paham-paham yang menjelaskan tentang pengetahuan

1. Empirisme, berpendirian bahwa sumber pengetahuan berasal dari pengalaman

indriawi, baik lahiriah maupun batiniah. Metode yang digunakan adalah observasi.

6
2. Rasionalisme, berpendirian bahwa sumber pengetahuan berasal dari pencernaan

rasio, akal, dan wahyu dari Tuhan. Metode yang digunakan adalah kesangsian.

Rasionalisme memandang pengalaman sebagai perangsang bagi pikiran.

3. Fenomenalisme, yang menganggap bahwa gelaja adalah sumber pengetahuan

dari kebenaran. Metode yang digunakan adalah penalaran. Immanuel Kant, bapak

fenomenalisme menyatakan bahwa sumber pengetahuan dan kebenaran adalah

sesuatu yang nampak oleh kita, merangsang alat indera, dapat diterima oleh akal

dalam bentuk-bentuk pengalaman dan disusun secara sistematis dengan jalan

penalaran.

4. Intusionisme, menurut Bergson intusionisme paham yang menganggap bahwa

pengenalan secara langsung dan seketika adalah sumber pengetahuan dan

kebenaran.

5. Dialektis, paham yang menganggap bahwa sumber pengetahuan dan kebenaran

adalah tahap logika yang mengajarkan kaidah-kaidah dan metode penuturan serta

analisis sistematik tentang ide-ide untuk mencapai apa yang terkandung dalam

pandangan.

3. Aksiologi

Aksiologi berasal dari bahasa Yunani, Axios “nilai” dan logos “teori”. Terdapat banyak

pendapat mengenai Aksiologi. Menurut Jujun S. Suriasumantri aksiologi adalah teori

nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari ilmu pengetahuan ilmu yang diperoleh.

Menurut Wibisono (dalam Surajiyo, 2009:152) aksiologi adalah nilai-nilai sebagai

tolak ukur kebenaran, etika dan moral sebagai dasar normative penelitian dan

penggalian serta penerapan ilmu. Permasalahan utama aksiologi yaitu nilai.

7
Ahmad Tafsir dalam bukunya berpendapat bahwa aksiologi ilmu sekurang-kurangnya

memiliki tiga garapan yaitu, Ilmu sebagai alat eksplanasi, Ilmu sebagai alat

memprediksi, dan Ilmu sebagai alat pengontrol.

Dalam dunia keperawatan tiga hal yang diungkapkan oleh Ahmad Tafsir memiliki

hubungan yang sangat erat. Yaitu ilmu sebagai alat eksplanasi, dalam dunia

keperawatan ini dapat digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala penyakit yang

terjadi pada pasien, ataupun sebab akibatnya. Ilmu sebagai alat memprediksi, dalam

dunia keperawatan dapat digunakan untuk memperkirakan atau melakukan suatu

cara pendekatan untuk mengetahui tentang apa yang akan terjadi kepada pasien.

Dan yang terakhir Ilmu sebagai alat pengontrol, ini dapat digunakan untuk

menghindari atau mengurangi akibat-akibat yang akan dating yang berbahaya.

2.3 Perkembangan Ilmu Keperawatan


> Sejarah pendidikan keperawatan
1. Zaman purbakala (Primitif Culture)

Pada zaman ini manusia percaya bahwa apa yang ada di bumi, mempunyai kekuatan
spiritual yang mempengaruhi kehidupan manusia. Pada zaman ini orang-orang
percaya bahwa sakit disebabkan oleh alam atau kekuatan gaib, serta masyarakat
masi percaya pada dukun.

2. Zaman Mesir

Zaman ini masyarakat percaya bahwa dewa ibis mampu menyembuhkan penyakit di
Cina, dan masyarakat beranggapan bahwa yang menyebabkan sakit adalah setan
dan akibatnya perawat tidak diperkenankan untuk merawat.

3. Pertengahan abad VI masehi

Keperawatan berkembang di benua Asia tepatnya di Asia Barat daya yaitu Timur
tengah seiring dengan perkembangan agama Islam.

8
4. Abad VII

Keperawatan mengalami kemajuan dengan prinsip dasar kesehatan pentingnya


kebersihan diri, kebersihan makanan, air dan lingkungan.

5. Permulaan abad XVI

Pada saat ini terjadi perang dimana-dimana. Orientasi masyarakat saat terjadi
perang dimana rumah ibadah banyak yang ditutup yang biasanya digunakan untuk
merawat orang sakit.

Perawat di gaji rendah dengan jam kerja yang lama pada kondisi kerja yang buruk.
Sisi positif dari perang untuk perkembangan keperawatan korban banyak
membutuhkan tenaga sukarela sebagai perawat (orde-orde agama, istri yg
mengikuti suami perang & tentara-tentara yang merangkap sebagai perawat) konsep
P3K.

Rumah sakit yang berperan besar tahap perkembangan keperawatan pada masa kini
(zaman pertengahan) yaitu hotel Dieu di Lion awalnya perawat mantan seks yang
bertobat, tidak lama kemudian menggunakan perawat yang terdidik dari rumah sakit
tersebut.

Hotel Dieu di Paris orde agama, setelah revolusi orde agama dihapus di ganti orang-
orang bebas yang tidak terikat agama, pelapor perawat terkenal rumah sakit ini
yaitu Genevieve Bouquet

St. Thomas Hospital, di dirikan tahun 1123 M Florence Nigtingale memperbaharui


keperawatan.

6. Pertengahan abad XVIII sampai XIX

Keperawatan mulai dipercaya orang yaitu Florence Nigthingale. Beliau lahir dari
keluarga kaya, terhormat. Beliau diterima mengikuti kursus pendidikan perawat usia
31 tahun.

9
> Perkembangan Keperawatan di Indonesia
Masa Pemerintahan Belanda :
1. Perawat berasal dari penduduk pribumi (Velpleger) dibantu penjaga orang sakit
(Zieken Oppaser)
2. Bekerja di R.S Binnen Hospital di Jakarta (1799) memelihara kesehatan staf dan
tentara Belanda.
3. Membentuk dinas kesehatan tentara dan dinas kesehatan rakyat.

Masa VOC (Gubernur Inggris Raffles 1812-1816)


1. Kesehatan adalah milik manusia melakukan pencacaran umum
2. Membenahi cara perawatan pasien dengan gangguan jiwa
3. Memperhatiakn kesehatan dan perawatan para tahanan.

>Perkembangan Organisasi Profesi Keperawatan

Beberapa organisasi keperawatan

1. ICN (International Council of Nurses) organisasi profesional wanita pertama di


dunia didirikan tgl 1 Juli 1899 oleh Mrs.Bedford Fenwick.

Tujuannya:

 Memperkokoh silaturahmi perawat seluruh dunia


 Memberi kesempatan bertemu bagi perawat di seluruh dunia untuk membicarakan
masalah keperawatan.
 Menjunjung peraturan dlm ICN agar dapat mencapai kemajuan dalam pelayanan,
pendidikan keperawatan berdasarkan kode etik profesi keperawatan.

2.ANA di dirikan tahun 1800 yg anggotanya dari negara- negara bagian,

Berperan:

 Menetapkan standar praktek keperawatan.


 Canadian Nurse Association (CNA) tujuan sama dengan ANA memberikan izin
praktek keperawatan mandiri.

10
3. NLN (National League for Nursing) di dirikan tahun 1952, tujuan untuk
pengembangan dan peningkatan mutu pelayanan keperawatan dan pendidikkan
keperawatan.

4. British Nurse Association di dirikan tahun 1887

Tujannya:

memperkuat persatuan & kesatuan seluruh perawat di Inggris & berusaha


memperoleh pengakuan terhadap profesi keperawatan.

5. PPNI di dirikan 17 Maret 1974.

11
BAB 3
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Eksistensi merupakan sesuatu apa yang ada,memiliki aktualitas dan kesempurnaan.


Eksistensi keperawatan adalah keberadaan secara kesempurnaan aktual keperawatan di
Indonesia maupun di Dunia sebagai sebuah ilmu yang mandiri. Eksistensi dalam
keperawatan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Ontologi, Epistimologi, dan Aksiologi. Ontologi
mempelajari tentang realitas atau kenyataan. Epistimologi mempelajari asal mula, sumber,
struktur, metode, dan validitas pengetahuan. Dan Ontologi adalah teori nilai yang berkaitan
dengan kegunaan dari ilmu pengetahuan ilmu yang diperoleh. Sesuai dengan
perkembangan zaman ,perkembangan ilmu keperawatan dari tahun ke tahun semakin
meningkat. Karena zaman yang sudah modern dan ilmu teknologi yang sudah canggih
membantu proses perkembangan ilmu keperawatan berkembang dengan pesat.

12
DAFTAR PUSTAKA

Asmadi, N., & Kep, S. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. EGC.

Masagus. 2012. TUGAS FILSAFAT ILMU EPISTEMOLOGI. PROGRAM PASCA SARJANA FKIP
MATEMATIKA UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG 2012.

Adib, H. M. (2011). Filsafat Ilmu: Ontologi, Epistemol ogi, Aksiologi, dan Logika Ilmu
Pengetahuan.

BAB, I. Makalah Filsafat Ilmu.

Mario. 2015. ONTOLOGI BAGIAN DARI FILSAFAT ILMU. Lampung.


file:///G:/Falsafah/ONTOLOGI%20BAGIAN%20DARI%20FILSAFAT%20ILMU%20_%20MARI
OSYU%20BLOG.htm (diakses pada tanggal 10 Oktober 2016)

Wa Ode Rahmadania. 2011. PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN.


file:///G:/Falsafah/PENDIDIKAN%20DALAM%20KEPERAWATAN%20%E2%80%93%20WA%
20ODE%20RAHMADANIA's%20Blog.htm ( diakses pada tanggal 10 Oktober 2016)

13