Anda di halaman 1dari 25

YAYASAN RUMAH SAKIT BUDI RAHAYU

RUMAH SAKIT KATOLIK BUDI RAHAYU


AKREDITASI PENUH TINGKAT LENGKAP
Jl. Jendral A. Yani No. 18 Telp. ( 0342) 801066, 802316, 807802 Fax. (0342) 804284, 806509
e-mail : budirahayu_blitar@yahoo.co.id
www.budirahayu.com
BLITAR - 66111

SURAT KEPUTUSAN
DIREKTUR RSK. BUDI RAHAYU BLITAR
Nomer :
Tentang
PANDUAN GAS MEDIS DI RSK. BUDI RAHAYU BLITAR

DIREKTUR RSK. BUDI RAHAYU BLITAR


MENIMBANG : 1. Bahwa untuk mencapai pelayanan kesehatan yang
bermutu di Rumah Sakit Budi Rahayu tidak hanya
dilakukan dengan pemberian pengobatan dan perawatan
yang baik, akan tetapi juga harus didukung dengan sarana
dan prasarana yang di butuhkan oleh pengguna jasa di
rumah sakit budirahayu ini.

2. Gas medis adalah,gas yang sangat di butuhkan untuk


menunjang tindakan medis,maka dariitu rumah sakit budi
rahayu harus menyediakan gas medis selama 24 jam dan
mampu memenuhi semua kebutuhan disetiap unit yang ada
di rumah sakit agar pelayanan tetap berjalan lancar.

3. Sehubungan dengan hal tersebut,untuk membedakan


daerah mana yang sangat beresiko bila terjadi gangguan air
bersih maka perlu dibuatkan Surat Keputusan Direktur
tentang daftar area beresiko tinggi bila terjadi gangguan air
bersih di RSK. Budi Rahayu Blitar.

1
MENGINGAT : 1. UU Kesehatan No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan

2. UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit

3. Permenkes No. 4 tahun 2016 tentang Penggunaan Gas


Medik dan Vakum Medik Pada Fasilitas Pelayanan
Kesehatan
4. Keputusan Menteri Kesehatan No. 1439 tahun 2002 tentang
Penggunaan Gas Medis Pada Sarana Pelayanan Kesehatan
5. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE.06/MEN/1990
tentang Pewarnaan Botol Baja/Tabung Gas Bertekanan.
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : 1. PERATURAN DIREKTUR RUMAH SAKIT KATOLIK BUDI
RAHAYU TENTANG PANDUAN GAS MEDIS
2. Panduan gasmedis sebagaimana yang dimaksud dalam
Lampiran peraturan ini.
3. Panduan ini sekurang – kurangnya setiap 1 tahun dan
apabila diperlukan, dapat dilakukan perubahan sesuai
dengan perkembangan yang ada.
4. Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dengan ketentuan
apabila dikemudian hari terdapat kesalahan akan
dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya

DITETAPKAN DI : BLITAR
PADA TANGGAL :
RSK. BUDI RAHAYU BLITAR

DR.A.W. SOEHAPTO, DHSM


DIREKTUR

2
KATA PENGANTAR

Kami bersyukur pada Tuhan yang Maha Esa, atas diterbitkannya buku
Panduan gas medis untuk memudahkan unit Rumah Sakit.

Buku ini diterbitkan agar menjadi pegangan bagi seluruh unit Rumah Sakit
Katolik Budi Rahayu Blitar dimana akan lebih mudah untuk menjalankan
kegiatan pemantauan peralatan gas medis, dimana kegiatan ini sangat
penting untuk dijalankan secara kontinu.

Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar sangat memperhatikan “ safety” dari
pasien, pengunjung dan staff untuk itu dengan adanya buku panduan ini
dengan tujuan agar semua fasilitas di bawah naungan Rumah Sakit Katolik
Budi Rahayu Blitar merupakan fasilitas yang prima, handal dan tanpa
hambatan.

Akhir kata kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama tim yang ikut
serta dalam melengkapi dan telah meluangkan waktu untuk menyusun buku
panduan ini. Selain itu kami juga berterima kasih kepada pihak-pihak lain
yang telah member masukan yang sangat berharga.

Kami sadah bahwa buku ini masih jauh dari sempurna, koreksi dari semua
pihak sangat diharapkan dan semoga buku ini dapat dipergunakan sebagai
Panduan gas medis di Rumah Sakit.

3
DAFTAR ISI

Halaman Judul .........................................................................

Surat keputusan direktur .......................................................... 1

Kata Pengantar .......................................................................... 3

Daftar Isi .................................................................................. 4

BAB I DEFINISI ................................................................... 5

BAB II RUANG LINGKUP ...................................................... 8

BAB III TATALAKSANA .......................................................... 9

1. Instalasi Gas Medis ............................................... 11

2. Pengujian .............................................................. 11

3. Syarat dan Kelengkapan Tabung Gas Medis .......... 12

4. Persyaratan dan Speksifikasi Gas Medis ................ 12

5. Permasalahan Pada Penanganan Gas Medis .......... 18

6. Bahaya/ Resiko Oksidasi ...................................... 18

7. Bahaya/ Resiko Tekanan ...................................... 20

8. Bahaya/ Resiko Suhu ........................................... 21

9. Bahaya/ Resiko Sesak Napas ................................ 22

BAB IV DOKUMENTASI ......................................................... 24

4
BAB I

DEFINISI

Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar beralamatkan di jalan Jendral A.Yani
No 18 Kota blitar

Gas medis adalah gas dengan spesifikasi khusus yang digunakan untuk
pelayanan medis pada sarana kesehatan.

Instalasi pipa gas medis adalah separangkat prasarana perpipaaan beserta


peralatan yang menyediakan gas medis tertentu yang dibutuhkan untuk
menyalurkan gas medis ke titik outlet diruang tindakan dan perawatan.

Sentral gas medis adalah tabung gas atau liquid yang menyimpan beberapa
gas medis tertentu yang dapat disalurkan melalui pipa instalasi gas medis.

Oksigen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa yang
mengisi 20% dari udara yang kita hirup.

Liquid oksigen adalah oksigen yang berbentuk cair yang berwarna biru pucat
ynag nantinya digunakan atau silaurkan ke ruang perawatan.

Pipa tembaga adalah pipa yang digunakan untuk instalasi gas medis dan
harus berjenis tembaga yang bebas korosi.

Humidifier adalah alat untuk menambah jumlah uap air atau kelembaban
oksigen yang nantinya digunakan pada pasien.

Flowmeter berfungsi mengatur kebutuhan gas pasien dan petunjuk tekanan

Regulator adalah peralatan yang digunakan untuk mengatur tekanan oksigen


sesuai yang diinginkan.

5
Bahan operasional (consumable for operation of the equipment) adalah bahan
habis pakai yang diperlukan untuk operasional alat (contoh liquid oksigen,
oksigen tabung)

Material bantu (supporting material for maintenenance) adalah bahan yang


diperlukan untuk membantu kegiatan pemeliharaan (contoh tang, kunci pipa,
kunci inggris)

Suku cadang adalah komponen atau bagian alat yang usia pakainya tidak
dapat diprediksi, digunakan untuk keperluan perbaikan (contoh seal tape, seal
karet/oring)

Pengukuran adalah kegiatan yang dilakukan untuk menegetahui besaran fisis


dari suatu peralatan

Penyetelan adalah suatu kegiatan pengaturan pada komponen atau bagian


dari alat untuk mencapai harga tertentu (tanpa merubah nilai output)

Kalibrasi adalah kegiatan peneraan untuk menentukan kebenaran nilai


penunjukan alat ukur dan bahan ukur

Layak pakai adalah suatu kondisi instalasi gas medis yang telah memenuhi
persyaratan, fisik baik, norma keselamatan kerja, keandalan keluaran dan
memilki ijin operasional yang dikeluarkan oleh instansi berwenang

Ijin operasional adalah persetujuan untuk mengoperasikan suatu alat,


dikeluarkan oleh instansi yang berwenang

Uji fungsi adalah pengujian alat secara keseluruhan, melalui bagian-bagian


alat dengan kemampuan maksimum (secara teknis saat ini) tanpa beban
sebenarnya, sehingga dapat diketahui apakah secara keseluruhan suatu alat
dapat dioperasikan dengan baik sesuai dengan fungsinya

Uji kinerja atau perfomence test adalah pengujian alat untuk mengetahui
kemampuan keluaran sesuai dengan kondisi pemakaian

6
Dokumen teknis penyerta adalah dokumen teknis yang diperlukan untuk
pemeliharaan alat terdiri dari, brosur, installation manual, installation report,
operating manual,prosedur tetap pemeliharaan untuk setiap unit alat

Prasarana adalh fasilitas rumah saki berbentuk fisik terditi dari alat dan
jaringan/instansi

Toolset adalah seperangkat peralatan kerja yang digunakan untuk keperluan


pemeliharaan alat-alat rumah sakit. Tool set terdiri dari :

1. Toolset electric
2. Toolset mechanic
3. Toolset gas

Runnimg maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan sementars, mesin


masih dalam kondidi digunakan

Emergency maintenance atau pemeliharaan darurat adalah jenis


pemeluharaan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakkan yang belum
diperkirakan sebelumnya

Sumber daya manusia terlatih dan siap adalah SDM terlatih dalam bidang alat
tertentu dan siap melakukan tugas mengoperasikan atau memelihara alat
dimaksud pada saat itu

Surat penugasan adalah surat surat perintah kerja yang dikeluarkan oleh
Kepala IPSRS kepada teknisi, untuk melakukan pemeliharaan preventif

Laporan kerja adalah laporan teknis pelaksanaan pemeliharaan preventif yang


berisikan kegiatan yang dilaksanakan dan hasil yang dicapai dari masing-
masing kegiatan. Laporan ditandatangani oleh user yang menyaksikan dan
diketahui oleh kepala IPSRS

Critical areas adalah daerah dimana pasien yang dilayanani oleh alat
kondisinya kritis seperti di ICU, OK, IGD

7
BAB II

RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pemeliharaan instalasi gas medis adalah semua unit yang
menggunakan instalasi gas medis di Rumah Sakit Katolik Budi Rahayu Blitar

1. System penarikan dan pengembalian flowmeter digunakan di unit-unit


seperti : IGD, instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat jalan, Radiologi,
Laboratorium, Fisioterapi, ICU, Kamar Operasi, Hemodialisa, Kamar
Bersalin
2. Pengujian terhadap gas medis RSK Budi Rahayu yang wajib dilakukan
pengujian dan kalibrasi minimal 1 tahun sekali
3. Pemeliharaan tidak terencana terhadap semua peralatan medis di RSK
Budi Rahayu Blitar dimana pemeliharaan tersebut dilakukan hanya pada
peralatan yang darurat membutuhkan perbaikan atau perawatan sebelum
jadwal yang ditentukan
4. Penyusunan prosedur tetap (SOP) tentang penggantian tabung oksigen
dan pengecekan liquid di RSK Budi Rahayu Blitar
5. Pendokumentasian dalam pemeliharaan instalasi gas medis di RSK Budi
Rahayu Blitar meliputi :
a. Inventarisasi peralatan gas medis
b. Label pemeliharaan peralatan gas medis
c. Catatan tentang pemeliharaan peralatan gas medis
d. Daftar keagenan gas medis
e. Pelaporan dan evaluasi

8
BAB III

TATALAKSANA

System gas medis merupakan instalasi untuk memenuhi kebutuhan gas


untuk medis. Instalasi gas medis telah dikembangakan untuk mengeliminasi
kesulitan-kesulitan penggunaan gas medis secara konvensional. Dalam system
ini, silinder gas tekanan tinggi kemudian gas dialirkan keruangan melalui
pemipaan
Gas medis yang digunakan di rumah sakit adalah elemen pendukung
kehidupan yang berpengaruh langsung dalam mempertahankan hidup pasien.
Oleh karena itu, pada bagian dimana gas medis digunakan, gas tersebut harus
bersih, memiliki kemurnian tinggi dan tersedia dengan tekanan stabil. Jenis
instalasi gas medis yang dipasang di RSK Budi Rahayu Blitar adalah
a. Sentral Oksigen (O2)
Sentral oksigen di RSK Budi Rahayu Blitar menggunakan 2 sistem gas
oksigen:
 Sentral Oksigen Liquid (cair)
Spesifikasi tabung liquid di RSK Budi Rahayu Blitar:
Cryrogenic Liquid Tank :
Inner Outer
Vessel Vessel
A13-018 Design 1.78 MPa - 0.1
Sn
Pressure MPa
4150 Kg Tes 2.70 MPa
Net.
Pressure
Weight
2013 Design -196 OC 50 OC
Year
Temp.

9
China No TS2210245-2014
Country
lisensi
pabrik

 Sentral Oksigen Tabung


System sentral tabung gas dengan kapasitas tabung yang bisa
dipasang dengan sistem berangkai yang bekerja
bergantian.6m3 = 6

Gas medis dari ruang sentral didistribusikan ke ruang-ruang inap


/ perawatan melalui instalasi pipa dan outlet gas medis. Pipa gas
medis yang digunakan adalah jenis tembaga khusus untuk
pemakaian gas medis. Sebelum melalui outlet gas medis di bed
head, mainline pipa tersebut melewati zone valve den regulator
yang berfungsi untuk menunjukkan tekanan gas menurun atau
berlebihan sehingga memudahkan tenaga teknis untuk meninjau
operasional gas medis

b. Oksigen Transfer
Oksigen transfer berfungsi untuk alat bantu pernafasan yang bisa
dipergunakan pada saat pasien dipindahkan ke ruang perawatan
yang lainnya. Tabung transfer harus menggunakan regulator sebagai
pengatur tekanan sebelum dipakai ke pasien RSK Budi Rahayu
Blitar memiliki tabung sebagai berikut :
Volume
Jumlah
(m3)
2 18
1,5 12

10
1. Instalasi Gas Medis

Instalasi gas medis di sarana pelayanan kesehatan harus memenuhi


prasyaratan keamanan, desain, lokasi, penyimpanan dan alat penunjang
lainnya:

a. Instalasi pipa gas medis dan jumlah outlet gas medis dipasang sesuai
kebutuhan pelayanan.
b. Instalasi gas medis harus dilengkapi kran-kran, pressure, gauge alarm
dan tanda peringatan spesifikasi.
c. Lokasi sentral gas medis harus jauh dari sumber panas dan oli serta
mudah dijangkau sarana transportasi, aman dan harus terletak di
lantai dasar
d. Ruang sentral gas medis harus memiliki luas yang cukup, mudah
dilakukan pemeliharaan, dilengkapi ventilasi, pencahayaan yang
memadai, memenuhi persyaratan spesifikasi.
e. Gas medis sebelum dialirkan melalui pipa distribusi harus dilengkapi
penyaring (filter).
f. Desain perpipaan harus memperhitungkan kapasitas gas yang
diperlukan

2. Pengujian
a. Instalasi gas medis harus diuji dan diperiksa secara berkala.
b. Setiap tabung gas medis harus diuji secara periodic selama dalam
masa berlaku.
c. Pengujian dilakukan oleh pihak yang berwenang.
d. Semua gas medis dilengkapi sertifikat analisa kualitas yang
dikeluarkan pihak yang berwenang.

3. Syarat dan kelengkapan tabung gas medis


a. Syarat tabung gas medis

11
1) Tabung gas memiliki sertifikat yang masih berlaku.
2) Kepala tabung memiliki tutup dan segel
3) Karan/ valve tabung mempunyai ulir yang baik dan jenis ulir yang
berbeda sesuai dengan jenis gas yaitu:
 Oksigen, ulir dalam
4) Tabung di cat dengan warna yang berbeda sesuai dengan jenis
gas yaitu:
 Oksigen berwarna putih
 Nitrogen oksida berwarna biru

b. Kelengkapan tabung gas medis


Tabung gas medis harus dilengkapi dengan:
1) Tulisan nama jenis gas medis dari bawah keatas dengan warna
yang jelas.
2) Diberikan label yang jelas meliputi :
 Nama Perusahaan
 Nama gas
 Kandungan purity
 Volume (isi tabung)
 Tekanan gas
 Tanggal pengisian
 Nomor tabung
 Masa uji tabung
3) Diberikan stiker tanda “ hazard” yang menyebutkan:
 sifat gas
 peringatan
 pertolongan pertama
 nama produsen
4) Tanda kepemilikan tabung gas medis.

12
c. Alat penunjang untuk pengoperasian yaitu:
 Flowmeter
 Selang
 Kunci tabung
 Trolley

d. Penyimpanan
1) Tabung gas medis harus disimpan berdiri, dipasang penutup kran
dan dilengkapi tali pengaman untuk menghindari jatuh pada saat
terjadi guncangan.
2) Lokasi penyimpanan harus khusus dan masing-masing gas medis
dibedakan tempatnya
3) Penyimpanan tabung gas medis isi dan tabung gas medis kosong
dipisahkan untuk memudahkan pemeriksaan dan penggantian.
4) Lokasi penyimpanan diusahakanjauh dari sumber panas, listrik
dan oli atau sejenisnya.
5) Gas medis yang sudah cukup lama disimpan agar dilakukan
uji/test kepada produsen untuk mengetahui kondisi gas medis
tersebut.
e. Pendistribusian
1) Pendistribusian gas medis dilayani dengan menggunakan trolley
yang bisa ditempatkan berdekatan dengan pasien.
2) Pemakaian gas diatur melalui flowmeter pada regulator.
3) Regulator harus dites dan kalibrasi.
4) Penggunaan gas medis system tabung hanya bisa dilakukan satu
tabung untuk satu orang.
5) Tabung gas beserta trolley harus bersih dan memenuhi syarat
sanitasi/hygiene.

13
4. Persyaratan dan spesifikasi gas medis
a. Setiap jaringan saluran gas medis dilengkapi dengan:
1) 1 unit kran induk dipasang pada sentral gas medis
2) 1 unit kran distribusi dipasang sesuai dengan pembagian di
pavilliun
3) Memiliki kran darurat yang dipasang pada setiap pavilliun
4) Ada pressure gauge induk dipasang pada sentral.
5) Ada pressure gauge ditiap jalur distribusi utama.
b. Instalasi gas medis dilengkapi dengan alarm.
c. Instalasi gas medis dilengkapi dengan grounding.
d. Pada ruang sentral gas medis dipasang lampu peringatan yang dapat
dibaca dengan jelas yaitu:
1) Sentral gas medis.
2) Yang tidak berkepentingan dilarang masuk
3) Dilarang merokok
4) Jauhkan dari panas dan oli
e. Seluruh instalasi gas medis harus dilakukan tes kebocoran.
f. Setiap tabung perpipaan dan outlet diberi warna sesuai kebutuhan.
g. Instalasi/perpipaan didalam tembok dilapisi pipa PVC.
h. Ruang gas medis
1) Lokasi ruang gas medis mudah dijangkau transportasi untuk
pengiriman dan pengambilan tabung.
2) Harus aman/ jauh dari kegiatan yang memungkinkan terjadinya
ledakan/kebakaran.
3) Jauh dari sumber panas oli dan sejenisnya.
4) Disediakan ruang operator/petugas dan dilengkapi fasilitas.
5) Ukuran ruangan gas medis.
Luas ruangan disesuaikan dengan jumlah dan jenis gas medis
yang digunakan memperhatikan kelonggaran bergerak bagi
petugas pada saat penggantian / pemindahan tabung dan
kegiatan pemeliharaan.
14
6) Bangunan ruangan gas medis harus memenuhi persyaratan:
 Kontruksi beton permanen.
 Penerangan yang memadai.
 Sirkulasi udara yang cukup.

i. Kelengkapan sentral gas medis


1) Dipasang alat pemadam kebakaran.
2) Dipasang/pemisah antara lain gas yang ada dan dilengkapi
dengan pintu
3) Dipasang rambu bahaya dan alarm.
4) Disediakan tool set khusus dan tidak dicampur dengan peralatan
lain.
5) Dipasang alat komunikasi.
j. Penataan ruang sentral gas medis
1) Harus diatur penempatan tabung-tabung kosong dan tabung
berisi.
2) Dilarang menyimpan barang-barang selain untuk keperluan
penanganan gas pada ruangan penyimpanan gas dan sentral gas.
3) Apabila tabung tidak dipergunakan atau tidak disambungkan ke
instalasi perpipaan gas medis, kran induk harus selalu tertutup
walaupun tabung dalam keadaan kosong.
4) Diupayakan jangan sampai tabung jatuh/roboh.
k. Syarat pipa gas medis
1) Pipa yang dipergunakan harus terbuat dari tembaga dengan
kadar 99% atau stainless steel yang dinyatakan dengan
sertifikat bahan.
2) Pipa yang terpasang harus bersih.
3) Pipa gas medis harus diberi warna sesuai gas medis yang
dialirkan.
4) Pipa gas medih harus memenuhi keamanan terhadap struktur

15
dan utilitas bangunan rumah sakit.
5) Ukuran pipa disesuaikan dengan kebutuhanan/ desain yang
benar. Diameter jenis pipa berukuran 4, 31⁄2, 3, 21⁄2, 11⁄2,
11⁄ , 1, 3⁄ , 1⁄ , 3⁄ .
4 4 2 8
6) Jaringan pipa gas medis yang terpasang harus mampu
1
menerima tekanan kerja yang dibutuhkan yaitu 1 (satu
2

setengah x tekanan kerja). Jaringan pipa ini bekerja pada


tekanan lebih kurang 4-5 bar.
7) Ketebalan dan kemampuan jaringan pipa harussesuai standart
pipa tembaga medical.
8) Penyambungan pipa dengan dilas menggunakan kawat las
perak agar sambungan pipa rapat sempurna dan tahan lama.
Gas yang dipergunakan adalah campuran oksigendan pada
proses pengelasan harus dialiri gas nitrogen.
9) Pemasangan pipa diatas plafon harus dilengkapi dudukan dan
gantungan yang diikat kuat pada dak beton.
10) Pemotongan pipa menggunakan cutter pipa.
11) Jarak dudukan/penempatan satu dengan yang lain rata-rata 1
meter baik vertical maupun horizontal.
12) Pemasangan instalasi gas medis harus dalam dinding dan
dilindungi pipa PVC.
13) Diberikan tanda atau stiker jenis gas dan arah aliran gas
dalam pipa.
14) Tahapan pengecekan tes yang harus dilakukan:
a) Leakage tes (tes kebocoran)
b) Pressure test (tes tekanan pemakaian)
c) Flushing test (pemberian tekananuntuk membersihkan
kotoran dalam pipa)
d) Crossing test (memastikan jaringan instalasi gas tidak
yang tertukar)

16
e) Purity test (memastikan kadar gas medis yang
dikeluarkan sesuai standar)
15) Tekanan yang dipakai instalasi gas medis :
a) Tekanan dalam system perpipaan 4-5 bar
b) Tekanan setting safety valve 6 bar
c) Tekanan setting minimal alarm 2 bar dengan rantan
waktu 30 menit penggantian

l. Pemasangan Outlet gas medis


1) Wall outlet.
Outlet gas medis jenis wall outlet dipasang/ditanam pada dinding
dengan ketinggian antara 140-150 cm diatas lantai.
 Bila digunakan untuk melayani 1 bed, maka diletakkan di
sebelah kanan bed dan bila digunakan untuk melayani 2 bed
maka wall outlet diletakkan ditengah-tengah bed.
 Untuk pemakaian dikamr operasi, wall outlet dipasang di
dinding dekat dengan bagian kepala pasien pada meja
operasi.
 Untuk pemakaian dibagian lain wall outlet dipasang pada
dinding yang berdekatan dengan peralatan kedokteran yang
digunakan.
2) Pipa yang dipasang harus bersih
Dipasang pada plafon dan dekat dengan titik pemakaian,
biasanya dekat dengan bagian kepala dari tempat tidur pasien
pada ruangan.
3) Ceiling column
Penempatan/pemasangan ceiling column sama dengan bedhead
outlet, berhubung alat ini memiliki beban yang sangat berat
maka harus digantung pada kontuksi plafon yang kuat menahan
beban.

17
4) Pemasangan outlet pada ruang operasi maupun peralatan harus
berfungsi secara otomatis. Outlet akan tertutup rapat pada saat
tidak terpakai dan terbuka apabla telah disambungkan dengan
alat penyalur gas medis.
5) Urutan pemasangan outlet gas medis harus tetap
6) Pemasangan setiap outlet gas medis diberi nama gas, warna yang
dibedakan ukuran drat/sekrup yang berbeda pula.
7) Perlengkapan outlet antara lain:
a) BedHead sebagai penempatan outlet gas dan listrik
b) Flowmeter berfungsi mengatur kebutuhan gas pasien dan
petunjuk tekanan.
c) Humidifier berfungsi memberikan kelembaban gas yang
akan digunakan pasien.
d) Konektor berfungsi sebagai penyambungan/ adapter
antara satu alat dengan outlet gas.

5. Permasalahan pada penanganan gas medis


Kategori gas medis dan bahaya terkait dibagi tiga kategori:
 Permanent keadaan gas tetap dibawah suhu normal.
 Liquefiable. Dipatok di bawah suhu normal tetapi dalam keadaan cair.
 Cryogenic. Gas ini disediakan dan disimpan pada temperature yang
sangat rendah.

Bahaya yang berhubungan dengan beberapa gas medis dapat berubah


tergantung kondisi fisik dan dapat menghadirkan berbagai bahaya.

6. Bahaya/ resiko oxygen enrichment dan oksidasi


oxygen enrichment adalah ketika tingkat oksigen di udara mencapai
konsentrasi lebih dari 21%. Dalam sebagian besar kaeadaan situasi ini
berkembang tidak terdeteksi karena gas oksigen tidak berwarna, tidak
berasa dan tidak berbau. Sifat oksigen membuatnya sangat berbahaya

18
karena orang jarang dapat mendeteksi tanpa peralatan khusus.
oxygen enrichment dapat timbul karena:
 kebocoran dari koneksi yang buruk atau alat kurang terpelihara.
 Menggunakan tingkat aliran oksigen atau gas pengoksidasi yang
berlebihan.
 Peralatan oksigen dibiarkan hidup ketika tidak terpeliharan.
 Ventilasi yang buruk atau tidak memadai di daerah dimana oksigen
atau gas pengoksidasi digunakan atau disimpan.

Bahaya utama dari lingkungan yang kaya akan oksigen adalah kebakaran
dan ledakan. Di mana kadar oksigen yang cukup tinggi membuat bahan-
bahan yang bahkan dianggap tidak mudah terbakar dan tahan api dapat
terbakar. Beberapa bahan mungkin menjadi eksplosif. Peningkatan
konsentrasi oksigen hanya 4% menggandakan resiko pengapian dan
tingkat pembakaran yang banyak. Pengapian dapat terjadi dari sumber
pengapian yang rendah (misalnya percikan api yang kecil dari listrik/statis
atau gesekan ringan). Pada konsentrasi oksigen yang lebih tinggi
pengapian mungkin memerlukan sedikit panas atau energy yang
membakar dan ledakan mungkin tampak spontan.

Jika sebuah lingkungan atau wilayah klinik kaya oksigen berikut sangat
rentan terhadap kebakaran:

 Rambut dan pakaian.


 Sprei, kasur, bantal dan titai.
 Dressing terutama obat.
 Desinfektan kulit untuk pembedahan.
 Sanitasi tangan gel dan penggosok tangan dan setiap minyak, salep
atau krim.
 Karton dan kertas
 Bahan kimia dan peralatan yang digunakan untuk pembersihan dan

19
desinfeksi
 Peralatan listrik dan elektronik

Untuk meminimalkan resiko oxygen enrichment dan kebakaran oksidasi


bila menggunakan oksigen, nitrous oxide:

 Pastikan tangan dan pakaian bersih dan bebas dari minyak,


pelumas, gel sanitasi tangan atau krim tangan.
 Gunakan hanya peralatan yang dirancang khusus untuk digunakan
dengan oksigen atau gas pengoksidasi.
 Pastikan flowmeter dan regulator dalam keadaan baik.
 Gunakan laju aliran gas yang tepat yang sesuai metode pengiriman
dan indikasi klinis.
 Selalu mengubah gas off pada sumber stopkontak bila tidak
digunakan.
 Simpan silinder hanya di tempat penyimpanan gas yang ditunjuk.

Ledakan dapat berkembang di mana bahan yang mudah terbakar disimpan


dengan adanya gas pengoksida, jangan pernah menyimpan tabung gas dengan
kain, bahan kimia atau bahan yang mudah terbakar.

7. Bahaya / resiko : tekanan


Penting untuk memperhatikan tekanan dimana gas disimpan dan
digunakan. Tabung gas medis diisi dengan tekanan 127 bar sampai 300
bar (63-150 kali lipat dari ban mobil). Tekanan itu sendiri belum tentu
berbahaya. Situasi berbahaya terjadi ketika tekanan salah satu dalam
penanganan.
Waspadai terhadap resiko berikut saat menggunakan gas medis
bertekanan:
 Debu dan partikel lainnya dapat memasuki mata atau kulit.
 Gas bertekanan dapat memasuki jalan antara permukaan orbital dab
bola mata, menyebabkan avulse mata.

20
 Gas mungkin masuk melalui kulit ke dalam pembuluh darah dan
dapat menyebabkan emboli fatal.
 Tidak memadainya peraturan tekanan pasokan gas dapat
mengakibatkan trauma pernafasan parah.
 Reaksi cepat gas dari silinder dapat menyebabkan katub atau
peralatan yang terhubung menjadi sangat dingin, menyebabkan
coldburn prah pada setiap daerah kulit yang terpapar.
 Reaksi cepat gas pengoksidasi yang memasuki peralatan dapat
menyebabkan gelombang tekanan kuat yang terbentuk di dalam
regulator dan tabung menyebabkan pembakran atau mungkin
ledakan kontaminan dalam peralatan.
 Peralatan yang terhubung tidak aman untuk outlet dan silinder atau
dinding dapat di keluarkan dengan konsekuensi serius.
 Silinder mengalami kerusakan mekanik (misalnya terjatuh atau
hancur) atau kebakaran dapat menyebabkan silinder pecah.
Mengakibatkan pelepasan ledakan isi mungkin sangat merusak dan
dapat menyebabkan cedera fatal.
 Kerusakan leher silinder dapat menyebabkan silinder terpebtal
seperti roket. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan ekstrim pada
keadaan sekitar dan cedera parah.
 Jika silinder jatuh, jangan pernah mencoba untuk menghentikannya
bergerak, karena dapat menyebabkan kerusakan atau kehilangan
anggota badan.
 Ledakan silinder dapat berdampak lebih dari 300 meter.
8. Bahaya/resiko: suhu
Oksigen dan nitrogen yang dipasok ke rumah sakit baik dalam bentuk gas
dan cair. Bentuk cair liquid oksigen disimpan kurang dari -1800C. suhu
bisa turun lebih jauh karena perluasan dari cairan ke gas. Gas cair dan
uap dapat menyebabkan coldburn ke bagian tubuh yang terbuka. Luka
bakar ini sebenarnya disebabkan oleh panas tubuh sendiri seperti yang

21
cepat ditarik melalui area kulit dan jaringan yang terkena dengan cairan
atau uap.
Kontak terlalu lama juga dapat menyebabkan hilangnya ekstrimitas tubuh
seperti jari tangan, jari kaki dan hidung. Kabut dapat timbul di sekitar
pengisian oksigen cair. Hal ini disebabkan oleh kondensasi uap air dari
udara. Kabut ini menyebabkan konsentrasi tinggi gas yang disampaikan.
Pelatihan khusus harus diadakan oleh petugas dan ahrus memakai APD
(alat pelinduung diri) seperti :
 Full face visor
 Sarung tangan pelindung
 Sepatu keselamatan
 Apron

Selain itu semua petugas harus berpakaian yang sesuai untuk prosedur
yang akan dilakukan:

 Baju lengan panjang


 Celana panjang
 Celana tidak terselip di kaos kaki atau sepatu
 Jika memakai rok maka celemek (apron) panjang harus dipakai

9. Bahaya / resiko: sesak nafas


Sesak nafas dapat terjadidimana lingkungan setempat kekurangan oksigen
(konsentrasi oksigen dibawah 20%). Nitrous oxide dapat menyebabkan
sesak nafas bagi yang tidak biasa di sekitar rumah sakit. Penilaian resiko
harus dilakukan dan direkam untuk semua situasi di mana gas-gas ini
digunakan dan SOP harus diletakkan di tempat tersebut untuk
meminimalkan resiko.
Table berikut menunjukkan efek dari konsentrasi rendah oksigen
dilingkungan setempat.

22
Oksigen di Efek
atmosfer
Gejala tidak mudah terdeteksi
21%-18%
Pada 11% pingsan dapat terjadi dalam beberapa
18%-11%
menit tanpa peringatan terlebih dahulu.
Kematian dapat terjadi dibawah 11%
Pingsan akan terjadi setelah waktu yang sangat
8%-6%
singkat.
Resusitasi mungkin berhasil bila dilakukan segera.
Pingsan dan ketidaksadaran dapat terjadi.
6%-0%
Kerusakan otak.

10.

23
BAB IV

DOKUMENTASI

Setiap kegiatan pemeliharaan dari mulai perencanaan, pelaksanaan


dan hasilnya harus dicatat atau didatakan kemudian dilaporkan oleh dan
kepada pejabat memberi tugas sesuai dengan penugasannya. Pada setiap
bulan dilaporkan kepada Sub Bagian Umum akan hasil penarikan yang
telah dilakukan, kemudian minimal 1 tahun sekali dievaluasi sebagai dasar
pertimbangan perencanaan penarikan periode selanjutnya. Dokumentasi dan
pengumpulan data terkait dengan pemeliharaan gas medis adalah sebagai
berikut:
1. Pengisian form pemeriksaan dan perawatan instalasi yang diisi oleh
petugas teknisi yang melakukan kegiatan pemeliharaan oleh petugas
pemeliharaan
2. Memberikan label pada setiap peralatan yang telah dilakukan
pemeriksaan.
3. Sertifikat ijin pada setiap alat yang telah dilakukan pengujian yang
dinyatakan lulus uji atau laik pakai.
4. Pelaksanaan kegiatan pelatihan terhadap teknisi dan user peningkatan
pengetahuan akan peralatan instalasi gas medis
5. Pengisian form perbaikan dan penambahan oleh unit peminta atau
pelapor yang digunakan sebagai laporan apabila terjadi kerusakan
peralatan gas medis ataupun permintaan pekerjaan penambahan
(upgrade) peralatan gas medis.
6. Pengisian pada laporan harian masing-masing petugas pemeliharaan
sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan setiap hari.
7. Pengisian form hasil uji fungsi untuk setiap peralatan pada saat
peralatan tersebut dilakukan uji fungsi baik oleh petugas eksternal
maupun internal.

24
8. Pengisian form hasil pekerjaan perbaikan ekternal oleh petugas
teknisi ekstenal alat bilamana fasilitas tersebut diperbaiki oleh pihak
eksternal.

25