Anda di halaman 1dari 13

1.

Tahapan-tahapan dalam riset pemasaran

 Merumuskan Masalah
 Menentukan Desain Riset
 Merancang Metode Pengumpulan Data
 Mengambil Sampel dan Melakukan Pengumpulan Data
 Melakukan Analisa dan Interpretasi Data
 Pembuatan Laporan dan Presentasi.

2. Prosedur pengurusan surat izin pemasaran


1. NPWP ( Nomor Pokok Wajib Pajak )
prosedur mendapatkan npwp adalah sebagai berikut :
1. datang ke KPP
2. sampaikan maksud dan tujuan ke pengurus NPWP
3. anda akan di berikan formulir / from blanko isian dan akan dijelaskan oleh
petugas cara mengisinya.
4. formulir di isi dan jangan lupa menulis tanda tangan dan cap ( bagi perusahaan / UD )
5. kembalikan formulir isian dan di lampiri dokumen - dokumen di syaratkan ke KPP
6. proses mendapatkan NPWP paling lama 1 minggu dan kartu daat di ambil setelahnya .

* fungsi dari NPWP adalah :


a. untuk mengetahi identitas wajib pajak.
b. menjaga ketertiban dalam pembayaraan pajak dan dalam pengawasan admin. perpajakan
c. untuk keperluan yang berubungan dengan pajak
d. untuk mematuhi kewajiban perpajakkan misalnya, pengisian SPP

2. IMB ( Izin Mendirikan Usaha )


prosedur mengurus IMB :
1. datang ke DPU untuk mengambil formulir permohonan IMB.
2. Mengisi dengan petunjuk yang baik dan benar
3. tanda tangani berkas dan kemudian minta pengesahan
4. lampirkan gambar bangunan, perkiraan biaya bangunan , fotocopy KTP dan dan denah
lokasi
5. berkas tersebut di serahkan ke DPU
6. petugas akan meneliti dan akan menggandakan verivikasi. setelah itu selesai dalam waktu 3
bulan . IMB sudah selesai dan membayar restribusi sesuai perda masing-masing.

* adanya hal-hal yang perlu diketahui mengenai pengurusan IMB


a. yang menentukan besar atau kecilnya biaya IMB adalah kronstruksi
b. setiap bangunan di dirikan oleh WNI, sesuai perda dan UU di wajibkan memiliki IMB.
c. untuk permohonan kredit bank, kepemilikan Ib termasuk pertimbangan uatama

3. SITU ( Surat Izin Tempat Usaha )


prosedur pembuatan SITU
a. membuat surat izin usaha
adalah membuat surat surat pernyataan tidak keberatan kepada tetangga
b. membuat surat keterangan domisili perusahaan
meminta formulir ke kantor RT di lingkungan lokasi usaha

* untuk memperoleh SITU harus memenuhi syarat-syarat yang ada di SITU.


a. Keamanan
b. kesehatan
c. ketertiban

* beberapa hal yang harus di ketahui saat pengurusan SITU


1. harus menjaga keindahan lingkungan
2. jangka waktu berlakunya SITU adalah selama usaha masih berjalan.

4. SIUP ( Surat Izin Usaha Perdagangan )


prosedur pengurusan SIUP adalah sebagai berikut :
1. mengambil blanko di dinas perdagangan
2. menuliskan informasi sesuai data yang di perlukan oleh from blanko
3. melampirkan berkas-berkas yang di perlukan sesuai dengan persyaratan.
4. berkas yang sudah di isis dengan baik dan benar berikut lampiran di serahkan kembali ke
kantor dinas perdangangan.
5. anda kan di berikan keterangan oleh petugas kapan SIUP bisa di ambil.

* beberapa usaha yang tidak mewajibkan memiliki SIUP


a. kantor cabang perusahaan
b. perusahaan kecil / perorangan
c. pedagang keliling.

5. TDP ( Tanda Daftar Perusahaan )


1. permohohnan tanda daftar perusahaan yang berupa PT, dan yayasan yang harus
mendapatkan pengesahan
2. perusahaan mengambil formulir permohonan TDP di kantor dinas perindustrian
3. perusahaan membayar biaya administrasi pendaftaran TDP sesuai dengan surat keputusan
mentri perdangangan
4. petugas kantor pendaftaran perusahaan kemudian memeriksa semua kelengkapan
persyaratan.

6. AMDAL ( Analisis Mengenai Dampak Lingkungan )


lingkungan hidup meliputi aspek fisika, kimia , biologi, ekonomi, budaya, dan kesehatan
masyarakat.

1. peraturan pemerintah no. 27 tahun 1999 tentang analisis MDL


2. UU no.4 tahun 1982 mengenai pengelolaan LH
3. peraturan pemerintah no.20 tahun 1990 mengenai pengendalian PA
4. peraturan pemerintah no. 51 tahun 1993 tentang AMDAL
5. UU no 5 tahun 1990
6. syarat mentri negara lingkungan hidup no. 13.2325/MENLH/2r/ 93
7. UU no. 24 tahun 1992 mengenai tata ruang

7. NRB ( nomor rekening bank )


1. datang ke bank dengan membawa bukti-bukti diri KTP,SIM dan lain-lain
2. sampaikan maksud anda ke petugas ( bagian informasi ). anda kan di beri penjelasan dan
formulir
3. isi dengan baik dan benar sesuai dengan petunjuk
4. petugas bank akan meneliti berkas dan apabila sudah betul anda akan segera mendapatkan
NRB anda

* beberapa hal yang perlu diketahui dalam pengurusan NRB


a. bank yang mengeluarkan NRB akan menjaga kerahasian keuangan nasabahnya.
b. syarat suatu bank yang dapat di gunakan untuk transaksi usaha adalah bank tersebut sudah
bonafide dan online
c. NRB atau Nomor Rekening Bank untuk perusahaan minimal di miliki dua orang , yaitu
bendahara dan manager

3. Strategi produk Life Cycle

Siklus hidup produk adalah suatu konsep penting yang memberikan pemahaman tentang
dinamika kompetitif suatu produk
 Menurut Basu Swastha (1984:127-132), daur hidup produk itu di bagi menjadi empat
tahap, yaitu :
1. Tahap perkenalan (introduction).
pada tahap ini, barang mulai dipasarkan dalam jumlah yang besar walaupun volume
penjualannya belum tinggi. Barang yang di jual umumnya barang baru (betul-betul baru)
Karena masih berada pada tahap permulaan, biasanya ongkos yang dikeluarkan tinggi
terutama biaya periklanan. Promosi yang dilakukan memang harus agfesif dan
menitikberatkan pada merek penjual. Di samping itu distribusi barang tersebut masih
terbatas dan laba yang diperoleh masih rendah.

2. Tahap pertumbuhan (growth).


Dalam tahap pertumbuhan ini, penjualan dan laba akan meningkat dengan cepat. Karena
permintaan sudah sangat meningkat dan masyarakat sudah mengenal barang
bersangkutan, maka usaha promosi yang dilakukan oleh perusahaan tidak seagresif tahap
sebelumnya. Di sini pesaing sudah mulai memasuki pasar sehingga persaingan menjadi
lebih ketat. Cara lain yang dapat dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan
distribusinya adalah dengan menurunkan harga jualnya.

3. Tahap kedewasaan (maturity)


Pada tahap kedewasaan ini kita dapat melihat bahwa penjualan masih meningkat dan
pada tahap berikutnya tetap. Dalam tahap ini, laba produsen maupun laba pengecer mulai
turun. Persaingan harga menjadi sangat tajam sehingga perusahaan perlu
memperkenalkan produknya dengan model yang baru. Pada tahap kedewasaan ini, usaha
periklanan biasanya mulai ditingkatkan lagi untuk menghadapi persaingan.

4. Tahap kemunduran (decline)


Hampir semua jenis barang yang dihasilkan oleh perusahaan selalu mengalami kekunoan
atau keusangan dan harus di ganti dengan barang yang baru. Dalam tahap ini, barang
baru harus sudah dipasarkan untuk menggantikan barang lama yang sudah kuno.
Meskipun jumlah pesaing sudah berkurang tetapi pengawasan biaya menjadi sangat
penting karena permintaan sudah jauh menurun.

 Dalam keempat tahap dari analisa Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) ini memiliki
beberapa strategi (Kotler 1997) yaitu :
1. Tahap Perkenalan (Introduction)
a. Strategi peluncuran cepat (rapid skimming strategy)
Peluncuran produk baru pada harga tinggi dengan tingkat promosi yang tinggi.
Perusahaan berusaha menetapkan harga tinggi untuk memperoleh keuntungan yang
mana akan digunakan untuk menutup biaya pengeluaran dari pemasaran.
b. Strategi peluncuran lambat (slow skimming strategy)
Merupakan peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Harga tinggi
untuk memperoleh keuntungan sedangkan sedikit promosi untuk menekan biaya
pemasaran.
c. Strategi penetrasi cepat (rapid penetration strategy)
Merupakan peluncuran produk pada harga yang rendah dengan biaya promosi yang besar.
Strategi ini menjanjikan penetrasi pasar yang paling cepat dan pangsa pasar yang paling
besar.
d. Strategi penetrasi lambat (slow penetration strategy)
Merupakan peluncuran produk baru dengan tingkat promosi rendah dan harga rendah.
Harga rendah ini dapat mendorong penerimaan produk yang cepat dan biaya promosi
yang rendah.

2. Tahap Pertumbuhan (Growth)


Selama tahap pertumbuhan perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk
mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin dengan cara:
a. Meningkatkan kualitas produk serta menambahkan keistimewaan produk baru dan gaya
yang lebih baik.
b. Perusahaan menambahkan model – model baru dan produk – produk penyerta (yaitu,
produk dengan berbagai ukuran, rasa, dan sebagainya yang melindungi produk utama)
c. Perusahaan memasuki segmen pasar baru.
d. Perusahaan meningkatkan cakupan distribusinya dan memasuki saluran distribusi yang
baru.
e. Perusahaan beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product
awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk (product preference
advertising)
f. Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif terhadap harga
dilapisan berikutnya.

3. Tahap Kedewasaan (Maturity)


a. Perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat dan lebih berkonsentrasi
sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.
b. Memodifikasi pasar dimana perusahaan berusaha untuk memperluas pasar untuk merek
yang mapan.
c. Perusahaan mencoba menarik konsumen yang merupakan pemakai produknya.
d. Menggunakan strategi peningkatan keistimewaan (feature improvement) yaitu bertujuan
menambah keistimewaan baru yang memperluas keanekagunaan, keamanan atau
kenyaman produk.
e. Strategi defensif dimana perusahaan untuk mempertahankan pasar yang mana hasil
dari strategi ini akan memodifikasi bauran pemasaran.
f. Strategi peningkatkan mutu yang bertujuan meningkatkan kemampuan produk, misalnya
daya tahan, kecepetan, dan kinerja produk.
g. Strategi perbaikan model yang bertujuan untuk menambah daya tarik estetika produk
seperti model, warna, kemasan dan lain – lain.
h. Menggunakan take-off strategy yang mana marupakan salah satu strategi yang
digunakan untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru, strategi ini dapat
memperbaharui pertumbuhan pada saat produk masuk dalam kematangan.

4. Tahap Penurunan (Decline)


a. Manambah investasi agar dapat mendominasi atau menempati posisi persaingan yang
baik.
b. Mengubah produk atau mencari penggunaan/manfaat baru pada produk
c. Mencari pasar baru
d. Tetap pada tingkat investasi perusahaan saat ini sampai ketidakpastian dalam industri
dapat diatasi
e. Mengurangi investasi perusahaan secara selesktif dengan cara meninggalkan
konsumen yang kurang menguntungkan.
f. Harvesting strategy untuk mewujudkan pengembalian uang tunai secara cepat
g. Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan.

4. Teori perencanaa pemasaran

A. Perencanaan Pemasaran

Pembuatan rencana pemasaran merupakan aspek penting dalam memahami sistem


pemasaran. Sistem pemasaran mengidentifikasi komponen yang saling interaksi, baik secara
internal maupun eksternal bagi perusahaan, yang memungkinkan perusahaan menjual produk
atau jasa ke pasar. Lingkungan (eksternal dan internal) memainkan peranan penting dalam
pengembangan rencana pemasaran. Jadi, analisis lingkungan akan memberikan pandangan
awal terhadap pembuatan rencana pemasaran.
Perencanaan adalah proses menentukan dengan tepat apa yang akan dilakukan organisasi
untuk mencapai tujuannya. Yang dimaksud dengan pemasaran dalam hal ini adalah kegiatan
yang langsung berkiatan dengan mengalirnya barang atau jasa dari produsen ke konsumen
dalam rangka memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan masyarakat konsumen
melalui pertukaran. Sedangkan rencana pemasaran adalah merupakan perumusan usaha
yang akan dilakukan dalam bidang pemasaran, dengan menggunakan sumber daya yang ada
dalam suatu perusahaan, guna mencapai tujuan dan sasaran tertentu di bidang pemasaran
pada waktu tertentu dimasa yang akan datang. Kegiatan penyusunan rencana pemasaran
inilah yang disebut dengan perencanaan pemasaran. Jadi perencanaan pemasaran adalah
merupakan kegiatan merumuskan usaha-usaha yang akan dilakukan dalam bidang
pemasaran pada masa yang akan datang, dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang
diharapkan di bidang pemasaran .
B. Tujuan dan Manfaat Perencanaan Pemasaran
Perencanaan organisasional mempunyai dua tujuan yaitu perlindungan dan kesepakatan
(protective dan affirmatif). Tujuan perlindungan (protective) adalah meminimalisasi risiko
dengan mengurangi ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi
tindakan manajerial yang berhubungan.
Tujuan kesepakatan (affirmatif) adalah untuk meningkatkan tingkat keberhasilan
organisasional. Tujuan lain dari perencanaan pemasaran adalah membentuk usaha
terkoordinasi dalam organisasi. Tanpa adanya perencanaan yang baik maka biasanya tidak
akan adanya koordinasi dan akan timbul ketidakefisienan.
Jadi tujuan mendasar dari perencanaan adalah membantu organisasi mencapai tujuan dalam
rangka memperlancar usaha.
Perencanaan pemasaran suatu perusahaan dapat memberikan manfaat bagi:
a. Usaha untuk mendorong cara berpikir jauh ke depan.
b. Usaha mengkoordinasikan kegiatan pemasaran secara lebih baik.
c. Usaha mengawasi kegiatan pemasaran yang telah dilakukan yang didasarkan atas
standar prestasi kerja yang ditetapkan dalam rencana.
d. Perumusan tentang tujuan yang ingin dicapai dan kebijakan operasional yang dapat
dilakukan secara mantap.
e. Usaha untuk menggairahkan partisipasi dan mempertebal rasa tanggung jawab para
pelaksana.
C. Batasan Perencana Pemasaran
Rencana pemasaran hendaknya dipahami oleh manajemen sebagai pedoman penerapan
pembuatan keputusan pemasaran dan tidak hanya sebagai dokumen tak berarti saja.
Ketika pelaku usaha tidak meluangkan waktu yang tepat untuk mengembangkan rencana
pemasaran atau berpikir bahwa hal ini membuang-buang waktu saja, mereka biasanya akan
menafsirkan secara salah arti rencana pemasaran dan apa yang bisa dicapai dan apa yang
tidak. Pengembangan rencana perlu mendokumentasikan secara formal dan menguraikan
sebanyak mungkin perincian pemasaran yang akan menjadi bagian dari pembuatan
keputusan.
Proses ini akan memungkinkan pelaku usaha untuk tidak hanya memahami dan mengetahui
isu-isu penting, tetapi siap dengan perubahan lingkungan.

D. Karakteristik Perencanaan Pemasaran


Beberapa karakteristik penting yang harus ada pada rencana pemasaran efektif adalah
sebagai berikut :
a. Rencana pemasaran hendaknya memberikan strategi untuk mencapai tujuan atau misi
perusahaan.
b. Rencana pemasaran hendaknya didasarkan pada fakta dan asumsi valid.
c. Rencana pemasaran hendaknya memungkinkan penggunaan sumber daya yang ada.
Alokasi semua peralatan, sumber daya finansial, dan sumber daya manusia harus
diuraikan.
d. Organisasi yang tepat harus diuraikan untuk mengimplementasikan rencana pemasaran.
e. Rencana pemasaran harus memberikan kesinambungan sehingga tiap rencana
pemasaran tahunan yang dibuat berdasar hal tersebut bisa memenuhi tujuan dan sasaran
dalam jangka panjang.
f. Rencana pemasaran hendaknya singkat dan simpel.
g. Keberhasilan rencana tergantung pada fleksibilitas.
Perubahan rencana bisa dilakukan dengan melihat perubahan lingkungan.
h. Rencana pemasaran hendaknya menspesifikasi kriteria kinerja yang akan dimonitor dan
dikendalikan.
1. Jenis Perencanaan Pemasaran
Dalam suatu perusahaan terdapat beberapa jenis perencanaan pemasaran (Assauri, 2004),
yaitu: perencanaan pasar yang strategis (strategic market planning), perencanaan strategis
pemasaran perusahaan (corporate marketing planning), perencanaan pemasaran yang
strategis (strategic marketing planning), perencanaan pemasaran yang operasional
(operational marketing planning), dan perencanaan pemasaran produk baru (planning of
launching of new product)
a. Perencanaan pasar yang strategis
Perencanaan ini berkiatan dengan perencanaan usaha perusahaan ke arah mana usaha
perusahaan akan dikembangkan. Dalam perencanaan pasar yang strategis akan dicakup
penetapan pasar yang mana akan dilayani dan produk apa yang akan diha-silkan dan
dipasarkan. Untuk melakukan perencanaan pasar yang strategis perlu dikaji, antara lain:
1) Pelanggan (customers) yang akan dilayani
2) Pesaing {competitors) yang harus dihadapi.
3) Tren lingkungan (environmental trends) yang ada meliputi sosial ekonomi, politik, dan
teknologi yang memengaruhi pasar yang diramalkan.
4) Ciri pasar yang ada untuk mengetahui perubahan yang terdapat dan interaksinya.
5) Ciri perusahaan (internal company characteristic) bagi penilaian kemampuan sumber daya
yang ada dalam perusahaan.
b. Perencanaan strategis pemasaran perusahaan
Perencanaan ini merupakan perencanaan jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan
strategis yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok di bidang pemasaran
perusahaan, yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam suatu jangka
waktu tertentu.
c. Perencanaan pemasaran yang strategis
Perencanaan ini berkiatan dengan usaha untuk memasarkan produkperusahaan.
Perencanaan inimencakupstrategi pemasaran yang terpadu. Yang dimaksud dpngan acuan
pemasaran, yaitu strategi produk, strategi harga, strategi distribusi dan strategi promosi.
Keempat strategi ini harus terarah pada sasaran pasar yang dituju.
d. Perencanaan pemasaran yang operasional
Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksanaan di bidang pemasaran yang
rinci atas daerah atau wilayah niaga, produk, dan waktu yang lebih pendek.
e. Perencanaan pemasaran produk baru
Perencanaan ini merupakan perencanaan kegiatan pelaksana-an memasarkan produk baru.
Dalam perencanaan ini tercakup sasaran pasar yang dituju, kegiatan pengujian pasar,
meramalkan potensi pasar dan memperkirakan target penjualan, serta penetapan sumber
daya yang dibutuhkan.
2. Organisasi Manajemen Pasar
Perusahaan-perusahaan yang menghasilkan banyak produk yang dijual kepada banyak
pasar, dihadapkan pada suatu dilema. Mereka dapat menggunakan sistem organisasi
organisasi manajemen produk yang memerlukan manajer produk yang harus membiasakan
diri dan akrab dengan pasar yang sangat beraneka ragam. Ataukah mereka dapat
menggunakan sistem manajemen berdasarkan pasar, yang berarti bahwa manajer pasar
harus membiasakan diri dengan produk yang sangat beraneka ragam yang dibeli oleh pasar.
Ataukah mereka dapat menyusun organsiasi manajemen dengan menggabungkan kedua-
duanya, baik manajemen produk maupun manajemen pasar yang membentuk organisasi
matriks.
G. Strategi Pemilihan Sasaran Pemasaran
Dalam memilih sasaran pasar, bagi perusahaan tidak sembarang dilakukan tanpa penentuan
strateginya. Ada tiga strategi yng berkaitan dengan pemilihan sasaran pemasaran
(Radiosunu, 1987),
a. Undifferentiated marketing
b. Differentiated marketing
c. Concentrated marketing
H. Acuan Pemilihan Sasaran Pemasaran
Karakteristik-karakteristik tertentu dari penjual, produk atau pasar dapat dijadikan acuan
dalam pemilihan strategi sasaran pemasaran.
Karakteristik-karakteristik tersebut yaitu:
a. Sumber daya yang dimiliki perusahaan
Jika sumber daya yang dimiliki perusahaan sangat terbatas, maka strategi yang tepat
adalah concentrated marketing.
b. Homogenitas produk
Undifferentiated marketing lebih sesuai untuk produk-produk homogen seperti baja, minyak
tanah.
c. Kedudukan produk dalam life cycle-nya
Jika perusahaan menghasilkan barang baru, maka hal yang pertama-tama harus dilakukan
perusahaan adalah menimbulkan primary demand di kalangan sebanyak mungkin pembeli po-
tensial (undifferentiated marketing) atau dikalangan kelompok pembeli tertentu (concentrated
marketing).
d. Homogenitas pasar
Jika pembeli mempunyai selera yang sama, membeli jumlah yang sama selama periode
tertentu, dan mempunyai reaksi yang sama terhadap usaha promosi, maka strategi yang tepat
adalah undifferentiated marketing.
e. Strategi pemasaran saingan
Jika perusahaan saingan menjalankan strategi differentrated marketing, maka perusahaan
harus melawan dengan strategi yang sama.

I. Perencanaan Anggaran Pemasaran


Dalam dunia usaha terdapat tiga cara perencanaan tahunan yaitu:
a. Perencanaan dari atas (top down planning), dalam mana top management menetapkan
sasaran dan rencana bagi semua manajemen tingkat yang lebih rendah.
b. Perencanaan dari bawah (bottom up planning), dalam mana bagian-bagian dari
perusahaan menentukan sasaran dan membuat rencana yang kemudian disampaikan
kepada manajemen atasan untuk disetujui dan disahkan.
Cara perencanaan ini didasarkan atas teori bahwa karyawan menyukai kerja dan tanggung
jawab, dan bahwa mereka akan lebih kreatif dan tanggung jawab jika diikutsertakan dalam
pembuatan rencana perusahaan.
c. Perencanaan dalam mana top management menetapkan sasaran tahunan bagi
perusahaan, dan bagian-bagian dari perusahaan bertanggungjawab atas pembuatan
rencana yang akan membantu perusahaan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
J. Pengendalian Rencana Tahunan
Tujuan pengendalian rencana tahunan adalah untukmemastikan bahwa perusahaan
mencapai penjualan, laba, dan lain-lain sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana
tahunannya.
Untuk maksud tersebut, ada empat langkah yang harus ditempuh, yaitu:
a. Manajemen harus menetapkan sasaran per bulan atau per kuartal dalam rencana tahunan
sebagai patokan.
b. Manajemen harus memantau performansinya di pasar.
c. Manajemen harus menentukan sebab-sebab terjadi penyimpang-an dalam performansi.
d. Manajemen harus mengambil tindakan perbaikan untuk menutup kesenjangan antara
sasaran dan performansinya, mungkin sekali hal ini memerlukan diadakannya perubahan
dalam program pelaksanaan atau tindakan, atau bah,kan sasaran yang harus diubah.
Sarana pengendalian untuk mengecek pelaksanaan rencana tahunan, ada empat sarana
utama, yaitu: analisis penjualan, analisis market share, analisis biaya pemasaran terhadap
penjualan, menelusuri sikap pelanggan.
a. Analisis penjualan
Analisis penjualan adalah pengukuran dan penilaian penjual aktual yang dipautkan dengan
sasaran penjualan
b. Analisis market share
Penjualan perusahaan tidak menampakkan baik tidaknya apa yang sedang dijalankan
perusahaan dibandingkan dengan para pesaingnya. Katakan saja misalnya penjualan
perusahaan meningkat. Hal ini mungkin disebabkan oleh kondisi ekonomi yang membaik di
mana semua perusahaan menikmati hasilnya. Atau mungkin juga disebabkan operasi
perusahaan yang lebih dari pada para pesaingnya. Manajemen harus menelusuri market
share perusahaan. Kalau market share perusahaan meningkat, artinya menang atas
pesaingnya.
c. Analisis biaya pemasaran terhadap penjualan
Pengendalian rencana tahunan harus pula memberi jaminan bahwa dalam mencapai
sasarannya, perusahaan tidak mengeluarkan biaya yang berlebih-lebihan. Angka pembanding
(nisbah) utama untuk diperhatikan adalah nisbah antara biaya pemasaran dan penjualan.
d. Menelusuri sikap pelanggan

Perusahaan yang cepat tanggap dan tajam perhatiannya, menggunakan penelusuran sikap
pelanggan untuk mengecek sikap pelanggan, dealer, dan pemeran serta sistem pemasaran
yang lainnya. Dengan mengamati perubahan sikap pelanggan sebelum sikap itu
memengaruhi penjualan, manajemen dapat mengambil tindakan pencegahan lebih dini.
Sistem penelusuran sikap pelanggan yang utama adalah sistem pengaduan dan saran, panel
pelanggan, dan survei pelanggan.

5. Metode penetapan harga jual

 Penetapan Harga Berbasis Permintaan


Metode ini lebih mengedepankan aspek permintaan konsumen, atau situasi pasar, dari aspek
yang umum dipakai yaitu biaya. Beberapa metode penetapan harga jual berbasis permintaan
adalah :

Skimming Pricing

Yaitu membuat penetapan harga produk yang cukup tinggi di masa perkenalan atau
pertumbuhan awal dari produk, kemudian menurunkan harga tersebut ketika tingkat
persaingan mulai naik, atau pasar sudah mulai turun daya tarik-nya.

Penetration Pricing

Menerapkan penetapan harga produk rendah di awal produk dipasarkan, dengan harapan
tercapai volume penjualan yang tinggi sehingga perusahaan bisa mencapai skala ekonomis
dalam waktu yang singkat, dan penetrasi ini membentuk barrier bagi pesaing untuk masuk
dalam pasar ini.

Prestige Pricing

Menerapkan tingkat harga yang tinggi, relatif tinggi dengan harapan konsumen yang sangat
peduli dengan status akan tertarik dengan produk tersebut.

Price Lining

Menerapkan metode penetapan harga jual lebih dari satu atau beberapa macam harga
(biasanya maksimal 3 macam) untuk jenis barang yang sama, yang didasarkan pada atribut
tertentu, misal warna tertentu, dimana warna tersebut memang lagi trending, atau model
dengan fitur tertentu dimana fitur tersebut ternyata banyak diminati konsumen.

 Penetapan Harga Berbasis Biaya


Metode ini menetapkan harga produk dengan memperhitungkan semua biaya produksi,
operasional dan biaya pemasaran serta tingkat laba yang diharapkan.Metode yang berbasis
biaya lebih mengutamakan aspek penawaran daripada aspek permintaan.

Standart Mark-up Pricing

Dalam standard mark-up harga, (penetapan harga standard mark-up) maka penetapan harga
produk ditentukan dengan jalan menambahkan persentase tertentu dari biaya yang terjadi.
Cost Plus Mark-Up

Pada strategi cost plus mark-up, maka penetapan harga produk ditentukan dengan cara
menambahkan prosentase tertentu terhadap biaya produksi, atau biaya yang muncul
sehubungan dengan keberadaan produk tersebut.

 Penetapan Harga Berbasis Persaingan


Customary Pricing

Pada metode customary pricing, penetapan harga produk ditentukan oleh faktor tradisi, saluran
distribusi yang terstandarisasi, atau faktor-faktor lain yang dijadikan pegangan oleh pedagang.
Contoh barang yang banyak menggunakan metode penetapan harga jual secara customary
pricing adalah, beras, gula, tepung.

Market Pricing

Metode penetapan harga jual secara market pricing ini muncul karena anggapan bahwa cukup
sulit untuk melakukan identifikasi struktur pembentuk harga yang berlaku di pasar atau yang
ditetapkan pesaing untuk jenis produk atau kategori produk tertentu, sehingga produsen /
perusahaan akan melakukan penetapan harga yang subyektif.

Loss Leader Pricing

Pada metode penetapan harga Loss leader pricing ini, harga ditetapkan dengan harga dibawah
total cost-nya, atau jual rugi. Sebenarnya perusahaan memiliki maksud khusus dengan metode
penetapan harga jual yang “tampak rugi” ini.

 Penetapan Harga Berbasis Laba


Pada metode penetapan harga berbasis laba, perusahaan berusaha menetapkan harga
berdasar keseimbangan antara pendapatan dan biaya.

Target Profit Pricing

 Pada metode ini perusahaan menetapkan besaran laba tahunan yang diharapkan,
kemudian dihitung berapa harga yang harus ditetapkan untuk jumlah unit penjualan
tertentu agar laba tersebut dapat tercapai.

Target Return On Sales Pricing

 Dalam metode ini, perusahaan akan menetapkan tingkat harga tertentu yang dapat
menghasilkan laba dalam prosentase tertentu terhadap volume penjualan. Metode ini
banyak di gunakan oleh perusahaan perdagangan, terutama jaringan-jaringan
supermarket.

6. Pemasaran melalui media sosial


1. Tentukan Target dan Jenis Media yang Akan Digunakan
Selain memutuskan kalangan mana yang akan dijadikan target, kita juga harus fokus
memilih media sosial mana yang cocok untuk memasarkan produk kita. Gunakan saja
media sosial yang memiliki banyak pengguna seperti #Facebook, Twitter atau Instagram.

2. Jalinlah Komunikasi Efektif Secara Personal


Menentukan target bisnis sudah, memilih konten dan jenis media sosial yang tepat juga
sudah. Sekarang saatnya untuk memanfaatkan bantuan dari orang-orang sekitar kita.
Memiliki banyak teman Facebook, #Twitter atau media sosial lainnya merupakan hal yang
positif untuk mulai memperkenalkan bisnis

7. Pemasaran online dengan email

 Pengertian Email Marketing Menurut Para Ahli


Pemasar ingin email yang ingin pelanggan untuk membuka. Mereka juga mengatakan
pemasaran email memberikan ROI tertinggi untuk setiap bentuk pemasaran online, katanya.
Kebanyakan pemasar email tampaknya mengabaikan masalah penting ini sepenuhnya. Email
pemasaran adalah saluran besar dengan mana Anda dapat memperoleh gerombolan
konsumen, tetapi hanya selama Anda memahami apa yang Anda lakukan. Email pemasaran
adalah hanya satu bagian dari teka-teki yang jauh lebih besar.

 Manfaat Email Marketing


Email pemasaran adalah metode yang baik untuk mengirim pesan promosi. Email pemasaran
adalah ekonomis dan proses yang efektif pemasaran. Sementara e-mail pemasaran biaya
umumnya telah set-up, harga pengiriman setiap e-mail cukup rendah, yang membuatnya
menjadi sarana diinginkan untuk berkomunikasi dengan khalayak besar. Hal ini telah terbukti
menjadi salah satu saluran pemasaran yang paling efektif digital.

8. Jenis strategi pemasaran

 Direct Selling
Direct selling atau menjual secara langsung biasanya tidak dilakukan di toko retail. Untuk
mendapatkan calon pembeli, Anda bisa menemui mereka secara door-to-door. Para pemasar
akan datang ke rumah target mereka untuk menawarkan barang secara langsung dengan
mengandalkan kemampuan persusasif dan pengetahuan produk.

 Earned Media
Earned media adalah pemasaran secara tidak langsung yang didapatkan dengan kerja keras.
Sedikit berbeda dengan iklan berbayar, cara ini dilakukan dengan membangun relasi dan
kepercayaan di kalangan masyarakat secara luas.
Beberapa cara untuk melakukan strategi pemasaran ini adalah membentuk image yang baik di
media sosial, web, dan akun online lainnya. Selain itu, Anda juga bisa meminta berbagai
testimoni online atau publikasi lain yang menguatkan produk yang sedang dipasarkan.

 Point of Purchase
Kalau Anda memiliki toko retail yang menjual aneka produk, baik itu milik sendiri atau dari
brand lain, pahami satu hal. Sekitar 64 persen pembeli biasanya belum memiliki rencana
matang akan membeli produk apa. Mereka hanya memiliki gambaran sekilas terkait dengan
produk yang ingin dibeli.

 Internet Marketing
Kalau Anda ingin melakukan pemasaran barang dengan lebih cepat dan tidak me miliki
keterikatan dengan tempat dan waktu, internet maketing bisa diandalkan. Cara promosi
secara online ini bisa dilakukan dengan beberapa metode. Pertama dengan email marketing,
web, dan media sosial.

9. Riser pemasaran

Riset pemasaran merupakan sebuah langkah penting yang harus dilakukan oleh perusahaan
untuk membantu menyusun perencanaan pemasaran. Program pemasaran pada tahun yang
baru biasanya turut dipengaruhi oleh hasil riset pemasaran yang dilakukan perusahaan di akhir
tahun. Riset pemasaran dapat diibaratkan sebagai mata dan telinga perusahaan untuk
mengetahui bagaimana pandangan dan keinginan konsumen terhadap perusahaan. Riset
pemasaran memiliki tiga fungsi utama, yaitu:
a. Evaluating
Fungsi riset pemasaran yang pertama adalah evaluating. Riset pemasaran yang dilakukan
untuk fungsi ini biasanya digunakan untuk mengevaluasi program-program pemasaran yang
telah dilakukan sebelumnya. Fungsi evaluating dalam riset pemasaran ini juga termasuk ketika
perusahaan ingin melakukan review terhadap brand positioning yang dibandingkan dengan
produk pesaing.
b. Understanding
Fungsi riset pemasaran kedua adalah understanding. Fungsi riset pemasaran ini menekankan
pada tujuan untuk memahami konsumen sebagai salah satu insight atau masukan yang sangat
penting bagi perusahaan. Dengan memahami konsumen, perusahaan akan mengetahui apa
yang menjadi kebutuhan dan keluhan konsumen. Dalam menjalankan fungsi ini, riset
pemasaran yang dilakukan biasanya adalah riset yang menggambarkan potret kebiasaan dan
perilaku konsumen serta harapan dan keluhan mereka terhadap produk.
c. Predicting
Fungsi riset pemasaran ketiga adalah predicting. Fungsi riset pemasaran yang terakhir ini
merupakan fungsi yang sebenarnya paling sulit untuk dilakukan. Dunia ini penuh dengan
ketidakpastian, sehingga prediksi yang dilakukan dalam riset pemasaran sangatlah berisiko
karena sifatnya yang sangat relatif.