Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN

PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN


RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

KELOMPOK A :

Agnesa Ramadani ( 163110153 )

Ini Khairu Nisa ( 163110154 )

Anisha Amalia Putri ( 163110155 )

Artisha Rizal ( 163110157 )

Aulia Yolanda Putri ( 163110158 )

Bintang Syarifatul Hidayah ( 163110159 )

Chira Oksidova ( 163110160 )

Dean Aprilya Pratami ( 163110161 )

Diana Novita ( 163110162 )

Elissa Oktavia ( 163110163 )

Fanny Rahmayuni ( 163110164 )

PRAKTEK KEPERAWATAN ANAK II

POLTEKKES KEMENES PADANG

2018
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal kegiatan penyuluhan yang berjudul
“pentingnya pemberian ASI secara Ekslusiv” Di Bangsal Kebidanan Rsup M.Djamil Padang”
yang dilaksanakan sebagai salah satu tugas keperawatan maternitas pada program studi D-III
Keperawatan Poltekkes Kemenkes Padang.
Dalam melaksanakan kegiatan ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang
terhormat CI klinik di Bangsal Kebidanan RSUP M.Djamil Padang dan dosen pembimbing
Poltekkes Kemenkes Padang.
Penulis menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari
kesempurnaan, dengan rendah hati penulis mengharapkan kritikan dan saran yang
membangun untuk kesempurnaan proposal ini. Akhirnya untuk semua yang telah diberikan ,
penulis hanya bias berdoa sebaga ibu dibaiknya dibalas Allah SWT. Amin.
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pemberian air susu ibu (ASI) sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik
fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Oleh karena itu, pemberian ASI perlu
mendapat perhatian para ibu dan tenaga kesehatan agar proses menyusui dapat
terlaksana dengan benar (Afifah, 2007). Selain itu, pemberian ASI dapat menurunkan
risiko kematian bayi (Nurmiati, 2008).
Pemberian ASI eksklusif adalah langkah awal bagi bayi untuk tumbuh sehat dan
terciptanya sumber daya manusia yang tangguh, karena bayi tidak saja akan lebih
sehat & cerdas, tetapi juga akan memiliki emotional quotion (EQ) dan social quotion
(SQ) yang lebih baik (Sentra Laktasi Indonesia, 2007). Berdasarkan laporan 500
penelitian, The Agency for Healthcare Research and Quality menyatakan bahwa
pemberian ASI berhubungan dengan pengurangan resiko terhadap otitis media, diare,
infeksi saluran pernafasan bawah, dan enterokolitis nekrotikans (Massachusetts
Department of Public Health Bureau of Family Health and Nutrition, 2008).
Namun pada kenyataannya, pengetahuan masyarakat tentang ASI eksklusif masih
sangat kurang, misalnya ibu sering kali memberikan makanan padat kepada bayi yang
baru berumur beberapa hari atau beberapa minggu seperti memberikan nasi yang
dihaluskan atau pisang. Kadang- kadang ibu mengatakan air susunya tidak keluar atau
keluarnya hanya sedikit pada hari-hari pertama kelahiran bayinya, kemudian
membuang ASI-nya tersebut dan menggantikannya dengan madu, gula, mentega, air
atau makanan lain.
Di negara berkembang, lebih dari sepuluh juta balita meninggal dunia pertahun, 2/3
dari kematian tersebut terkait dengan masalah gizi yang sebenarnya dapat
dihindarkan. Penelitian di 42 negara berkembang menunjukkan bahwa pemberian ASI
secara eksklusif selama enam bulan merupakan intervensi kesehatan masyarakat yang
mempunyai dampak positif terbesar untuk menurunkan angka kematian balita, yaitu
sekitar 13%. Pemberian makanan pendamping ASI yang benar dapat menurunkan
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

angka kematian balita sebesar 6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perilaku
memberikan ASI secara eksklusif pada bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan dapat
menurunkan angka kematian 30.000 bayi di Indonesia tiap tahunnya (Sentra Laktasi
Indonesia, 2007).
Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2003, hanya 3, 7 %
bayi yang memperoleh ASI pada hari pertama, sedangkan pemberian ASI pada usia 2
bulan pertama 64%, yang kemudian menurun pada periode berikutnya umur 3 bulan
45,5 %, pada usia 4-5 bulan 13,9% dan umur 6-7 bulan 7,8 %. Sementara itu ada
peningkatan penggunaan pengganti air susu ibu (PASI) yang biasa disebut formula
atau susu formula tiga kali lipat dalam kurun waktu 1997 dari 10,8% menjadi 32,4 %
pada tahun 2002, hali ini mungkin diakibatkan kurangnya pemahaman, dukungan
keluarga dan lingkungan akan pemberian ASI secara eksklusif (Tjipta, 2009).

Dari hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa/i POLTEKKES KEMENKES PADANG di
Bangsal Kebidanan RSUP M.DJAMIL PADANG didapatkan bahwa rata-rata ibu hamil yang
di rawat di rumah sakit banyak yang belum mengetahui pentingnya pemberian ASI secara
Ekslusiv kepada bayinya .sehingga nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam upaya meningkatkan penyuluhan kepada ibu – ibu hamil mengenai pentingnya
pemberian ASI eksklusif pada bayi.
Oleh karena itu sangat pentingnya kegiatan penyuluhan terhadap ibu-ibu hamil
untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pentingnya pemberian ASI secara ekslusiv
terhadap bayi.

2. Tujuan

a. Tujuan Umum
Setelah dilakukannya penyuluhan agar di harapkan kepada ibu-ibu hamil
untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pentingnya pemberian ASI secara
Ekslusiv terhadap bayi nya.
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

b. Tujuan Khusus
Setelah penyuluhan diharapkan ibu-ibu :
1. Dapat berinteraksi dengan sesama pasien dan perawat

2. Dapat mengetahui gambaran tingkat pengetahuan terhadap pentingnya ASI


eksklusif berdasarkan karakteristik umur ibu-ibu hamil dan. melahirkan

3. Dapat mengetahui tingkat pengetahuan terhadap pentingnya ASI ekslusiv


berdasarkan tingkat pendidikan ibu hamil dan melahirkan.
4. Dapat mengetahui pengetahuan terhadap pentingnya ASI ekslusiv terhadap
bayi berdasarkan jumlah anak ibu-ibu hamil dan melahirkan.
5. Kooperatif terhadap kegiatan penyuluhan.

B. RENCANA KEGIATAN
a. Jenis Kegiatan : Penyuluhan “ASI Ekslusiv “
b. Hari/Tanggal : Jum’at /18-05-2018
c. Waktu Pelaksanaan : pagi jam 09:00 s/d selesai
d. Tempat Pelaksanaan : Ruang pertemuan Bangsal Kebidanan RSUP M.Djamil
Padang
e. Kelompok : ibu-ibu hamil dan melahirkan
f. Alat Yang Digunakan :
1. Untuk menampilkan hasil penyuluhan menggunakan infokus
2. Kerta
g. Prosedur penyuluhan :
Menampilkan hasil penyuluhan yang menarik perhatian ibu-ibu untuk termotivasi
atau focus memberi ASI secara ekslusiv terhadap anak
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

h. Calon Peserta :

no Nama peserta Usia Jenis Diagnosa Masalah Keadaan Umum


(th) Kelamin Medis Keperawatan ibu-ibu sebelum
Utama kegiatan
1 N:
P:
S:
2 N:
P:
S:
3 N:
P:
S:
4 N:
P:
S:
5 N:
P:
S:
6 N:
P:
S:
7 N:
P:
S:
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

i. Kegiatan Bermain Terapeutik

Waktu Kegiatan Kegiatan Perawat Kegiatan Anak


10 menit Pembukaan 1. Membuka kegiatan 1. Menjawab salam
................................ dengan mengucapkan 2. Mendengarkan
salam 3. Memperhatikan
2. Memperkenalkan diri
3. Anak juga
memperkenalkan diri
4. Menjelaskan tujuan
dari penyuluhan

40 menit Kegiatan Inti 1. Membinan audient 1. Memperahtikan


............................. dalam acara 2. Bertanya
penyuluhan 3. Antusias saat menerima
2. Menjelaskan aturan penyampaian materi
dan tata cara dalam penyuluhan
mengikuti kegiatan 4. Menjawab pertanyaan
penyuluhan 5. Mendengarkan
3. Memberikan 6. memperhatikan
kesempatan kepada
ibu-ibu hamil dan
melahirkan untuk
bertanya jika belum
jelas

4. Fasilitator
mendampingi ibu-ibu
hamil dan melahirkan
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

dan memberikan
motivasi
5. Menanyakan kepada
ibu-ibu hamil dan
melahirkan tersebut
apakah telah selesai
mengerti dengan
penyampaian
penyuluhan tadi .
10 menit Penutup 1. Memotivasi ibu-ibu 1. Memperhatikan
............................. hamil dan melahirkan 2. Gembira
untuk melaksanankan 3. Mendengarkan
hasil dari penyuluhan 4. Menjawab salam
tersebut
2. Membagikan reward
kepada seluruh peserta
3. Memberikan motivasi
dan pujian kepada ibu-
ibu yang sudah atau
mau melakukan
pemberian ASI secara
ekslusiv terhadap anak
4. Mengucapkan terima
kasih kepada ibu-ibu
yang sudah hadir
5. Mengucapkan salam
penutup
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

j. Pengorganisasian Kelompok
1. Leader ( Ketua Pelaksana )
Nama : Diana Novita
Tugas :
a. Memimpin jalannya kegiatan penyuluhan.
b. Membukaa acara penyuluhan.
c. Menjelaskan tujuan terhadap penyuluhan tersebut.
d. Menutup kegiatan penyuluhan.
2. Co- Leader ( Wakil ketua Pelaksana )
Nama : Bintang Syarifatul Hidayah
Tugas :
a. Membantu leader dalam mengorganisir kegiatan.
b. Menjelaskan pelaksaan dan mendemonstrasikan aturan dalam
penyuluhan tersebut
c. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader dan sebaliknya.

3. Observer
Nama : Fanny Rahmayuni
Tugas :
Mencatat dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan terhadap ibu-ibu
yang akan melahirkan atau yang sudah melahirkan mengenai pentingnya
pemberian ASI secara ekslusiv terhadap anak.
4. Fasilitator
Nama :
a. Agnesa Ramadani
b. Aini Khairu nisa
c. Anisa Amalia Putri
d. Artisha Rizal
e. Aulia Yolanda putri
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

f. Cira Oksidova
g. Dean Aprilia Pratami
h. Elisa Oktavia
Tugas :
a. Mempersiapkan alat dan tempat penyuluhan
b. Mendampingi dan mengarahkan setiap peserta dalam penyuluhan
c. Memotivasi peserta agar mengikuti kegiatan

i. Setting Tempat

Setting saat penyuluhan

Keterangan :

: Kursi : Tempat

: Meja

C. EVALUASI
1. Evaluasi struktur :
a. Mahasiswa dan pasien berada pada posisi yang sudah direncanaan
b. Peralatan atau media yang digunakan dalam penyuluhan tersedia sesuai
rencana
PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

c. Anggota penyuluhan hadir lengkap


d. Peran dan tugas berjalan sesuai rencana
e. 75% audience menghadiri kegiatan penyuluhan
2. Evaluasi proses
a. Pelaksanaan kegiatan berlangsung sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
b. Peran dan tugas mahasiswa sesuai perencanaan
c. 90% pasien mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut
d. 90% pasien berperan aktif selama kegiatan berjalan
e. Pasien dapat mengetahui dan mengaplikasikan pengetahuan tersebut saat
sesudah melahirkan
3. Evaluai hasil
a. Minimal 90 % pasien yang dipilih mau mengikuti penyuluhan yang dilakukan
b. Minimal 90 % ibu-ibu hamil dan melahirkan berinteraksi dengan sesama
pasien dan perawat
c. Minimal 90 % ibu-ibu pasca melahirkan mengetahui dan paham apa yang di
maksud dengan pemberian ASI secara ekslusiv terhadap anak
d. Minimal 90 % ibu-ibu pasca melahirkan paham dan mengerti pentingnya
pemberian ASI secara ekslusiv terhadap anak
D. DAFTAR PUSTAKA
1. Alfinah. 1995 asi eksklusif. Jakarta: Kompas.

2. Agustinasari, F. 2005. Perbedaan ibu yang menyusui dengan asi eksklusif dan yang tidak

3. menyusui dengan asi eksklusif di lokasi tempat tinggal. Skripsi: tidak diterbitkan. Salatiga:

Fakultas kedokteran - Universitas indonesia

4. Indriastuti, M. 2005. Hubungan antara ibu dan bayi dengan asi eksklusif . Skripsi: tidak

diterbitkan. Salatiga: Fakultas kedokteran-Universitas indonesia.


PROPOSAL KEGIATAN PENYULUHAN
PADA IBU-IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN DI BANGSAL KEBIDANAN
RSUP M.DJAMIL PADANG
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES RI PADANG

5. Jayanti, J.D. 2006. Hubungan antara kecenderungan perilaku ibu yang menyusui dengan

ibu yang tidak menyusui bayinya. Skripsi: tidak diterbitkan. Salatiga: Fakultas kedokteran-

Universitas indonesia.

Padang, Mei 2018

Ketua Kelompok

(________________________)

Menyetujui

Pembimbing Pendidikan Pembimbing Klinik Pembimbing Klinik


Kebidanan lt 2 Kebidanan Lt 3

(Hj. Metri Lidya, S.Kp, M.Biomed) ( ) ( )