Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

MANAJEMEN STRATEGI
“Analisis Strategi Pada PT Indofood Sukses Makmur Tbk”

Oleh :
KELOMPOK 3
Dina Dwi Apriliani 3154046
Gusti Ayu Diah Citra Utaminingsih 3154024
Latifa Muthia Dilla 3154079
Mochamad Yolan Marwin 3154100
Niken Asyiami Rahma 3154041

DIPLOMA IV AKUNTANSI KEUANGAN


POLITEKNIK POS INDONESIA
BANDUNG
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana atas ridho dan
hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Manajemen Strategi
dengan materi yang berjudul “Analisis Strategi Pada PT Indofood Sukses
Makmur Tbk” dengan tepat waktu.
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan analisis
mengenai strategi dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. Makalah ini disusun
dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategi.
Dalam kesempatan ini, penyusun ingin mengucapkan terimakasih kepada
Bapak Indra Firmansyah, SE., Ak., MM. selaku dosen mata kuliah bersangkutan
yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada penyusun dalam menyusun
dan menyelesaikan Makalah Manajemen Strategi “Analisis Strategi Pada PT
Indofood Sukses Makmur Tbk”, sehingga makalah ini terselesaikan sesuai
dengan prosedur dan tepat waktu.
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kata sempurna,
oleh sebab itu dengan tangan terbuka kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun guna kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna bagi
kita semua.
Demikian makalah ini kami susun, bila ada kata-kata yang salah dalam
penyusunan makalah ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penyusun

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ................................................................................. 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 4
2.1 Profil Perusahaan ...................................................................................... 4
2.1.1 Sejarah Perusahaan............................................................................ 5
2.1.2 Visi, Misi dan Nilai ........................................................................... 7
2.2 Analisis ..................................................................................................... 7
2.2.1 Strategi Manajemen .......................................................................... 7
2.2.2 Analisis Lingkungan ....................................................................... 11
2.2.3 Internal Posisi Keuangan................................................................. 17
2.2.4 Posisi Market Share dan Matriks BCG ........................................... 19
2.2.5 Kompetitor ...................................................................................... 25
2.2.6 Analisis SWAT ............................................................................... 27
BAB III Kesimpulan dan Saran ............................................................................ 30
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 30
3.2 Saran ....................................................................................................... 30

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Industri pangan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin berperan penting
dalam pembangunan industri nasional, sekaligus dalam perekonomian keseluruhan
sehingga dunia usaha baik produksi maupun jasa selalu dihadapkan dengan
persaingan. Untuk mengatasi persaingan, setiap perusahaan memilik strategi
masing-masing untuk menyampaikan hasil produksinya dengan cepat, tepat,
cermat, hemat dan memuaskan ke tangan konsumen.
PT Indofood Sukses Makmur Tbk, merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang industri makanan dan olahan, perusahaan tersebut merupakan perusahaan
besar yang mempunyai pangsa pasar yang cukup luas baik di dalam maupun di luar
negeri. Sejarah PT Indofood Sukses Makmur Tbk sendiri dimulai pada tanggal
14 Agustus 1990 dengan didirikannya PT Panganjaya Intikusuma, yang kemudian
pada tanggal 5 Februari 1994 mengganti nama menjadi PT Indofood Sukses
Makmur Tbk (ISM).
Dalam dua dekade terakhir, Indofood telah bertransformasi menjadi sebuah
perusahaan Total Food Solutions dengan kegiatan operasional yang mencakup
seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan
bahan baku hingga menjadi produk akhir yang tersedia di pasar. Kini Indofood
dikenal sebagai perusahaan yang mapan dan terkemuka di setiap kategori bisnisnya.
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Indofood memperoleh manfaat dari
skala ekonomis serta ketangguhan model bisnisnya yang terdiri dari empat
Kelompok Usaha Strategis (”Grup”) yang saling melengkapi sebagai berikut:
1. Produk Konsumen Bermerek (”CBP”). Dengan didukung oleh kekuatan
merek-merek produknya, Grup CBP memproduksi beragam produk
konsumen bermerek antara lain mi instan, produk dairy, makanan ringan,
penyedap makanan, nutrisi dan makanan khusus, dan minuman.
2. Bogasari. Grup ini memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung
terigu dan pasta, didukung oleh unit usaha perkapalan dan kemasan.

1
3. Agribisnis. Kegiatan usaha utama Grup Agribisnis meliputi penelitian dan
pengembangan, pemuliaan benih bibit, pembudidayaan dan pengolahan
kelapa sawit hingga produksi dan pemasaran produk minyak goreng,
margarin dan shortening. Di samping itu, kegiatan usaha Grup ini juga
mencakup pembudidayaan dan pengolahan karet dan tebu serta tanaman
lainnya.
4. Distribusi. Dengan jaringan distribusi yang paling luas di Indonesia, Grup ini
mendistribusikan sebagian besar produk konsumen Indofood dan anak-anak
perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga.
Saat ini, perkembangan produk-produk dari Indofood mengalami suatu
peningkatan yang cukup pesat. Secara kuantitas, produk Indofood dari tahun ke
tahun mengalami kenaikan dengan tren yang positif. PT Indofood Sukses Makmur
menjadikan mutu dan kepuasan pelanggan sebagai basis bagi perencanaan yang
dilakukan oleh perusahaan. Oleh karena itu keinginan dan kebutuhan konsumen
harus diperhatikan oleh produsen karena kebutuhan ini akan senantiasa berubah.
Berdasarkan penjelasan diatas penulis mencoba menganalisis strategi yang
diterapkan di PT Indofood Sukses Makmur Tbk dengan mengacu pada beberapa
analisis yakni analisis lingkungan, internal posisi keuangan, posisi market share dan
matriks BCG (Boston Consulting Group), kompetitor, dan analisis SWOT.

1.2 Identifikasi Masalah


Adapun beberapa masalah yang dapat diidentifikasi oleh penyusun
berdasarkan latar belakang diatas yaitu:
1. Apa saja strategi manajemen yang diterapkan oleh PT Indofood Sukses
Makmur Tbk ?
2. Bagaimana analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dililihat
dalam analisis lingkungan ?
3. Bagaimana analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dilihat
dalam internal posisi keuangan ?
4. Bagaimana analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dilihat
dalam posisi market share dan matriks BCG (Boston Consulting Group)

2
5. Bagaimana analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dilihat
dari kompetitor-kompetitor yang ada ?
6. Bagaimana analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dilihat
dalam analisis SWAT ?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembahasan berdasarkan identifikasi masalah diatas adalah
untuk mengetahui:
1. Strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
2. Hasil analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam analisis
lingkungan.
3. Hasil analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dari internal
posisi keuangan.
4. Hasil analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam posisi
market share dan matriks BCG (Boston Consulting Group).
5. Hasil analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dari
kompetitor-kompetitornya.
6. Hasil analisis strategi PT Indofood Sukses Makmur Tbk dalam analisis
SWAT.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Profil Perusahaan

PT Indofood Sukses Makmur Tbk merupakan jenis perusahaan


manufaktur, yaitu perusahaan yang memproses bahan mentah hingga berubah
menjadi barang yang sudah siap untuk dipasarkan. Semua proses yang terjadi di
industri ini umumnya melibatkan berbagai peralatan modern. PT Indofood Sukses
Makmur Tbk merupakan bentuk perusahaan PT (perseroan terbatas), yaitu suatu
badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-
saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

Pada awalnya, PT Indofood Tbk adalah perusahaan yang bergerak


dibidang pengolahan makanan dan minuman yang didirikan pada tahun 1990.
Perusahaan ini mencetuskan suatu komitmen untuk menghasilkan produk
makanan bermutu, aman dan halal untuk dikonsumsi. Aspek kesegaran, higienis,
kandungan gizi, rasa, praktis, aman dan halal untuk dikonsumsi serta menjadi
prioritas perusahaan ini untuk menjamin mutu produk yang selalu prima dan baik.

PT Indofood Tbk mulai bergerak di pasar Internasional dengan


mengekspor mi instan ke beberapa negara ASEAN, Timur Tengah, Hongkong,
Taiwan, China, Belanda, Inggris, Jerman, Australia, dan negara-negara di Afrika.

Perusahaan ini didirikan dengan nama PT Panganjaya Intikusuma


berdasarkan Akta Pendirian No. 288 tanggal 14 Agustus 1990. Berdasarkan
keputusan Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham yang dituangkan
dalam Akta Risalah Rapat No. 51 tanggal 5 Februari 1994 Perseroan mengubah
namanya yang semula PT Panganjaya Intikusuma menjadi PT Indofood Sukses
Makmur Tbk.

PT Indofood mengalami kemajuan. Hal ini dibuktikan dengan adanya


pesebaran distribusi produk yang dipasarkan. Saat ini PT Indofood memiliki 36
pabrik, lebih dari 10 merek dan 150 rasa dan tipe distributor yang melayani
hampir 150.000 outlet.

4
PT Indofood merupakan salah satu bagian dari noodle division, PT
Indofood memiliki area kantor dan pabrik seluas 61Ha. Cabang Bandung daerah
cakupan pemasaran di kabupaten dan kota Bandung, Cimahi, Cikampek,
Purwakarta, Subang, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Sukabumi, Cianjur,
Indramayu, dan Sumedang.

PT Indofood yang bergerak dibidang mi instan merupakan pelopor dalam


industri makanan olahan di Indonesia. Saat ini perusahaan menjadi perusahaan
pengolahan mi terdepan dan memegang market leader pada masing-masing
brand yang dimilikinya.

2.1.1 Sejarah Perusahaan


PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yang didirikan dengan nama
PT Panganjaya Intikusuma di tahun 1990, memiliki berbagai kegiatan usaha yang
telah beroperasi sejak awal tahun delapan-puluhan.
Tahun Keterangan

 Didirikan dengan nama PT Panganjaya Intikusuma.

1990  Memulai kegiatan usaha di bidang makanan ringan melalui


perusahaan patungan dengan Fritolay Netherlands Holding
B.V., perusahaan afiliasi PepsiCo Inc.

 Mengganti nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur.


1994
 Mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (“BEI”).

 Memulai integrasi bisnis melalui akuisisi pabrik penggilingan


1995
gandum Bogasari.

 Memperluas integrasi bisnisnya dengan mengakuisisi grup


1997 perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, agribisnis dan
distribusi.

 Memulai kegiatan usaha di bidang perkapalan dengan


2005
mengakuisisi PT Pelayaran Tahta Bahtera.

5
 Mencatatkan saham Grup Agribisnis, Indofood Agri Resources
Ltd., di Bursa Efek Singapura (“SGX”).
2007
 Grup Agribisnis memperluas perkebunannya dengan
mengakuisisi PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, sebuah
perusahaan perkebunan, yang sahamnya tercatat di BEI.

 Grup Agribisnis memasuki kegiatan usaha gula dengan


mengakuisisi PT Lajuperdana Indah.

 Grup Consumer Branded Products (“CBP”) memasuki kegiatan


2008
usaha dairy melalui akuisisi PT Indolakto, salah satu produsen
produk dairy terkemuka di Indonesia.

 Mencatatkan saham Grup CBP, PT Indofood CBP Sukses


2010
Makmur Tbk, di BEI.

 Mencatatkan saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk, anak


2011
perusahaan pada Grup Agribisnis, di BEI.

 Grup CBP memasuki kegiatan usaha minuman melalui


perusahaan patungan dengan Asahi Group Holdings Southeast
Asia Pte. Ltd., yang didirikan pada tahun 2012.

 Grup Agribisnis memperluas kegiatan usaha gula ke Brasil dan


Filipina melalui penyertaan saham di Companhia Mineira de
2013
Açúcar e Álcool Participações dan Roxas Holdings Inc..

 Memasuki kegiatan usaha budidaya dan pengolahan sayuran


dengan mengakuisisi China Minzhong Food Corporation
Limited, sebuah perusahaan pemrosesan sayuran terintegrasi di
Tiongkok, yang sahamnya tercatat di SGX.

6
 Grup CBP mengembangkan kegiatan usaha minumannya
2014 dengan memasuki bidang usaha air minum dalam kemasan
(“AMDK”) melalui akuisisi aset AMDK termasuk merek Club.

2016  Melakukan divestasi atas kepemilikan mayoritas saham CMZ.

2.1.2 Visi, Misi dan Nilai


1. Visi
Perusahaan Total Food Solutions.
2. Misi
 Memberikan solusi atas kebutuhan pangan secara berkelanjutan.
 Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan, proses produksi dan
teknologi kami
 Memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan lingkungan
secara berkelanjutan
 Meningkatkan stakeholders’ values secara berkesinambungan
3. Nilai
“Dengan disiplin sebagai falsafah hidup; Kami menjalankan usaha kami
dengan menjunjung tinggi integritas; Kami menghargai seluruh pemangku
kepentingan dan secara bersama-sama membangun kesatuan untuk
mencapai keunggulan dan inovasi yang berkelanjutan.”

2.2 Analisis
2.2.1 Strategi Manajemen
A. Marketing Mix
Marketing Mix adalah strategi pemasaran yang di laksanakan secara terpadu
atau strategi pemasaran yang di lakukan secara bersamaan dalam menerapkan
elemen strategi yang ada dalam marketing Mix itu sendiri. Marketing Mix terdapat
beberapa elemen marketing dikenal dengan unsur 4P (Product, Price, Place,
Promotion). Berikut analisis marketing mix pada PT Indofood Sukses Makmur:
1. Product

7
Produk dari PT Indofood Sukses Makmur dikelompokan menjadi suatu
kelompok strategis (grup) dalam kegiatan operasinya, dengan produk sebagai
berikut:
a. Produk Konsumen Bermerek (“CBP”)
Sebagian besar merek-merek produk Grup CBP merupakan pemimpin
pasar dan memiliki status top-of-mind di masing-masing kategori
produknya, serta telah meraih kepercayaan dan loyalitas dari jutaan
konsumen selama beberapa dekade. Produk konsumen bermerek terdiri
dari mie instan, dairy, makanan ringan, penyedap makanan, nutrisi dan
makanan khusus, minuman, dan kemasan.
b. Bogasari
Sebagai produsen tepung terigu terintegrasi terbesar di Indonesia.
Berbagai produk tepung terigu dipasarkan dengan merek-merek yang
sudah mapan, seperti Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, dan
Lencana Merah, sedangkan produk tepung premix menggunakan merek
Chesa. Bogasari juga memproduksi pasta untuk pasar dalam negeri
maupun ekspor dengan menggunakan merek La Fonte.
c. Agribisnis
Grup Agribisnis merupakan salah satu grup agribisnis terbesar yang
terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal di Indonesia. Kegiatan
utamanya meliputi seluruh mata rantai pasokan, dari penelitian dan
pengembangan, pemuliaan benih bibit, pembudidayaan dan pengolahan
kelapa sawit, hingga produksi serta pemasaran produk minyak goreng,
margarin dan shortening. Grup Agribisnis juga melakukan
pembudidayaan komoditas tebu, karet dan tanaman lainnya. Produk
utama grup agribisnis terdiri dari kelapa sawit, tebu, minyak dan lemak
nabati.
d. Distribusi
Grup Distribusi merupakan aset strategis dan bagian penting dari
kegiatan operasional Indofood yang terintegrasi secara vertikal. Jaringan
distribusinya yang luas memastikan ketersediaan produk-produk

8
Indofood dan pihak ketiga di seluruh Indonesia. Dengan memiliki
sekitar 1.300 distribution/stock point yang berada di lokasi yang padat
dengan outlet ritel untuk melayani baik outlet ritel tradisional maupun
moderen, Grup Distribusi senantiasa dapat melayani konsumen serta
memperoleh informasi perkembangan pasar dengan cepat.
2. Price
Sebagai perusahaan Total Food Solutions, Indofood menetapkan harga
produk-produknya dengan harga yang terjangkau oleh setiap kalangan.
Dilihat dari harga produk kompetitornya, harga produk-produk Indofood
tidak jauh berbeda dengan harga produk kompetitornya.
3. Place
Group Distribusi Indofood memiliki jaringan distribusi terluas di Indonesia,
menembus sampai hampir ke setiap sudut kepualuan. Jumlah titik stok
sebanyak 13000 titik stok (gudang), sehingga mampu menyediakan
penetrasi yang lebih luas melalui rantai suplai dan penghantaran. Gudang
stok ditempatkan pada area-area yang memiliki outlet retail yang banyak,
termasuk pasar tradisional, sehingga setiap gudang dapat melayani masing-
masing area geografis dalam waktu yang sesingkat mungkin
4. Promotion
Indomie memiliki tagline yaitu Indomie Seleraku. PT Indofood juga
melakukan promosi melalui beberapa media seperti billboard, iklan TV,
sponsor acara, dan lain-lain. Indomie juga pernah menggelar ajang membuat
lagu “ jingle “ untuk pelajar SMA, acara tersebut berjudul Jingle Dare, yang
berlangsung pada 24 April 2008. Tujuannya untuk masyarakat dapat
mengetahui ciri khas dari Indomie.
B. Corporate Social Responsibility (CSR)
Indofood Corporate Social Responsibility (CSR) program andalan dari
komitmen untuk membantu anggota masyarakat yang lebih luas dan untuk
membuat kontribusi yang optimal kepada masyarakat.
Indofood telah mengambil langkah ke depan untuk memperkuat program
CSRnya melalui penyelarasan dengan berbagai inisiatif keberlanjutan Perseroan,

9
yang berpedoman pada prinsip-prinsip triple bottom line yaitu profit, planet dan
people. Melalui komitmen keberlanjutan yaitu ‘Berupaya untuk Mencapai
Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Inovasi dan Manajemen Unggul’, Indofood
berupaya memitigasi dampak lingkungan dan sosial seiring dengan upaya
Perseroan dalam meraih kinerja berkelanjutan bagi para pemegang saham.
Filosofi CSR Indofood adalah 5 pilar dasar jangka panjang, yaitu:
1. Membangun Human Capital
2. Mempertahankan Kohesi Sosial
3. Memperkuat Nilai Ekonomi
4. Mendorong Good Governance
5. Melindungi Lingkungan
Berikut ini beberapa program CSR yang dilakukan Indofood selama tahun
2017, yaitu:
a. Kemitraan dengan Para Petani
Indofood telah membangun beberapa kemitraan sinergis dengan ribuan
petani lokal kentang, cabai, singkong, bawang merah dan gula kelapa untuk
menciptakan nilai ekonomi jangka panjang. Kami memberikan pembinaan
dan pelatihan tentang GAP yang menekankan teknik pertanian yang efisien
guna memaksimalkan hasil panen. Indofood juga mengembangkan
pengetahuan para petani mitra melalui sesi-sesi berbagi pengalaman tentang
praktik terbaik. Kemitraan ini memberi manfaat bagi para petani, karena
Indofood menyetujui untuk membeli produk pertanian mereka dengan harga
yang adil. Melalui kemitraan ini, Indofood mendapatkan manfaat berupa
pasokan bahan baku berkualitas yang berkelanjutan, sedangkan para petani
dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.
b. Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan
Indofood senantiasa berupaya menciptakan kehidupan yang lebih baik
secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Perseroan untuk tumbuh
bersama negara dan masyarakat Indonesia melalui berbagai program
pengembangan kemasyarakatan. Program pengembangan sosial dan
kemasyarakatan dilaksanakan melalui lima pilar, yakni Pembangunan

10
Sumber Daya Manusia, Gizi untuk Semua, Peningkatan Nilai Ekonomi,
Menjaga Kelestarian Lingkungan serta Solidaritas dan Kemanusiaan.
c. Kemitraan dengan Warung Makan Indomie (Warmindo)
Divisi Mi Instan dari Grup CBP mendukung para wirausahawan kecil
warung makan Indomie melalui program Warmindo. Program ini bertujuan
meningkatkan meningkatkan usaha Warmindo melalui berbagai pelatihan,
termasuk pengelolaan warung makan secara profesional dan penyajian
makanan secara higienis. Hal ini diharapkan dapat membantu mereka
meningkatkan kualitas makanan dan layanannya, serta meningkatkan
kesejahteraan para wirausahawan Warmindo.
d. Kemitraan untuk Pertanian Berkelanjutan Indonesia (PISAgro)
Indofood merupakan anggota dari PISAgro, sebuah inisiatif bersama dari
pemerintah Indonesia dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang
agribisnis dan bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan
meningkatkan kesejahteraan para petani melalui praktik pertanian
berkelanjutan. Indofood juga menjadi ketua Kelompok Kerja Komoditas
Kentang dan anggota dari Kelompok Kerja Komoditas Kedelai.
e. Pengelolaan Air Limbah
Unit-unit operasional kami dilengkapi dengan IPAL untuk memastikan
bahwa air limbah yang dibuang ke lingkungan telah memenuhi baku mutu
yang diizinkan. Di Grup Agribisnis, POME sebagai hasil dari proses
pengolahan, diproses di tempat.

2.2.2 Analisis Lingkungan


A. Lingkungan Internal
1. Konsumen
Konsumen indomie tidak hanya ada di indonesia saja tetapi berada di sampai
ke negara-negara lain seperti Hong Kong, Arab Saudi, Amerika
Serikat, Australia, dan lain-lain. Bahkan Indofood sebagai
produsen Indomie telah membuka pabrik di sejumlah negara seperti
Malaysia, Arab Saudi, Suriah, Mesir, dan Nigeria. Di australia.

11
Indomie merupakan makanan kegemaran di asutralia, hal ini bisa dilihat
dari toko-toko yang selalu kehabisan stok karena permintaan akan indomie
di australia cukup banyak. Hal ini juga di dukung oleh kebiasaan masyarakat
australia yang membutuhkan makanan cepat saji karena kapadatan jam kerja
dan banyaknya netizen. Di Australia, tahun 2017 indomie dijual dengan
harga 65 sen dollar australia atau setara dengan Rp. 6500 per bungkusnya
atau AUD 10 untuk satu kardus berisi 40 bungkus indomie, sedangkan di
Amerika Serikat pada tahun 2017, indomie biasa dijual dengan harga $ 0.63
per 1 bungkusnya. Sedangkan popmie harga per bungkusnya sekitar $2,49
atau setara dengan Rp. 35.000. Nigeria Rp. 4000, India Rp.6500, Jepang Rp.
13.000, Korea Selatan Rp.11.000, Dubai Rp.5.500, Inggris Rp.7.000.
Hongkong Rp. 4.500.
2. Pesaing
Salah satu kompetitior indomie adalah mie sedap, mie sedap masuk ke pasar
dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang
ditawarkan indomie. Sehingga konsumen yang terpengaruh harga akan
lebih memilih mie sedap. Pesaing indomie di australia adalah makanan
pasta. Tetapi tetap saja indomie dapat lebih unggul karena indomie memiliki
ke khasan rasa dan harga yang lebih murah, dan penyajiannya juga mudah
serta cepat.
Metode promosi yang digunakan adalah terutama melalui iklan di media
elektronik dan cetak, mensponsori berbagai acara, serta instalasi iklan
billboard secara luas. Indomie sangat dikenal dengan taglinenya, "Indomie
Seleraku".Pada tahun 2017 Indofood melakukan inovasi dalam promosinya
dengan mengadakan kupon undian berhadiah serta mengadakan kompetisi
indomie uniqmie
3. Pemasok
Grup Indofood merupakan perusahaan “Total Food Solutions”, dengan
kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan,
mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk
akhir yang tersedia di pasar. Sebagai perusahaan terkemuka dalam industri

12
makanan olahan di Indonesia, kegiatan operasional. Grup Indofood
didukung oleh sistem distribusi yang ekstensif sehingga produk-produknya
sangat dikenal di seluruh nusantara. Produk-produk Grup Indofood antara
lain mi instan, dairy, bumbu penyedap makanan, makanan ringan, makanan
bayi, tepung terigu, pasta, biskuit, minyak goreng, margarin dan shortening.
Merek-merek produk Grup Indofood merupakan merek terkemuka di pasar
domestik, dikenal konsumen sebagai produk berkualitas dengan harga
terjangkau dan tersedia di berbagai pelosok Indonesia.
4. Chanel of distribution
Setiap perusahaan barang dan jasa tidak akan lepas dari masalah penyaluran
barang yang dihasilkan atau barang yang akan dijual ke konsumen. Para
produsen berhak menentukan kebijakan distribusi yang akan dipilih dan
disesuaikan dengan jenis barang serta luasnya armada penjualan yang akan
digunakan. Jika perusahaan berada dalam persaingan yang semakin tajam,
perusahaan harus segera mengadakan penelitian terhadap pasarnya.
Penelitian tersebut untuk mengetahui kebutuhan serta selera konsumen dan
jika mungkin menstimulir permintaan serta menciptakan langganan (Kotler,
2006). Ada beberapa alternatif yang mungkin dipilih penjual dalam
mendistribusikan produknya kepada konsumen, yaitu :
(1) manufaktur → konsumen,
(2) manufaktur → pedagang eceran → konsumen,
(3) manufaktur → pedagang besar → pedagang eceran → konsumen
(4) manufaktur → agen → pedagang besar → pedagang eceran
→konsumen
Dan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Qasa Consulting, kekuatan
distribusi Indomie terbukti, dalam The Most Powerfull Distribution
Performance tahun 2017, yang mencapai 95%. Karena pendistribusian
indomie sangat baik, maka Indomie mudah di dapatkan oleh kosumen
dimanapun.

13
5. Sumber daya manusia
Dengan total tenaga kerja sekitar 62 ribu, Indofood percaya bahwa
karyawan adalah salah satu kelompok paling penting dari stakeholder dan
unsur penting dalam keberhasilan terus. Perseroan percaya bahwa setiap
karyawan memiliki kapasitas untuk berprestasi dan memberikan kontribusi
bagi keberhasilan tidak hanya perusahaan, tetapi bangsa itu sendiri.
Indofood akan terus berjuang sepanjang tahun untuk lebih lanjut membina
hubungan baik di semua tingkat staf dan manajemen untuk saling
menguntungkan. Program pelatihan juga akan bertujuan untuk
meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam rangka untuk membantu
semua divisi dalam mempertahankan pangsa pasar dan keuntungan di pasar
yang semakin kompetitif. Berbagai program pelatihan akan disajikan dalam
setahun, sementara Program Pengembangan Manajerial akan diperluas ke
dalam divisi-divisi lain dari perusahaan setelah peluncuran yang sukses di
Memasak Minyak & Lemak dan Makanan Bumbu Divisi.

B. Lingkungan Eksternal
1. Ekonomi
Menurut catatan Bursa Efek Jakarta tahun 1994, PT. Indofood berhasil
menguasai 90% pasar mie instant di Indonesia. Sedangkan untuk di
Australia, Indofood dengan kategori mie instant berhasil menguasai hingga
70%. Oleh karena itu, harga Indomie di Australia sendiri senilai 63 sen atau
kurang lebih Rp. 6500,-. Selain Indomie, Indofood memproduksi sejumlah
merek mi instan lainnya, seperti Sarimi dan Supermi. Namun, Indomie
menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan dari divisi mi instan
Indofood. Di tahun 2017, Divisi Mi Instan kembali meraih kinerja yang
baik. Total nilai penjualan tumbuh 2,5% mencapai Rp23,11 triliun yang
terutama didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata. Marjin EBIT
meningkat menjadi 21,1% di tahun 2017 dari sebesar 17,2% di tahun
sebelumnya. total nilai penjualan Grup Distribusi tumbuh 5,6% menjadi
Rp5,63 triliun dari Rp5,33 triliun di tahun sebelumnya, didukung oleh

14
peningkatan penjualan dari Grup CBP, sedangkan marjin EBIT meningkat
menjadi 3,6% dari 3,3% di tahun 2016. Kontribusi Grup ini terhadap
penjualan neto dan EBIT konsolidasi Indofood mencapai masing-masing
sebesar 8,0% dan 2,3% dibandingkan 8,0% dan 2,1% di tahun 2016.

2. Sosial dan Budaya


Faktor sosial dan budaya, menitikberatkan kepada tata nilai dan sikap dari
masyarakat. PT. Indofood melihat dan menyesuaikan terlebih dahulu
produknya sebelum akhirnya mampu menguasai pasar baik di dalam negeri
maupun diluar. Tata nilai dan sikap masyarakat mempengaruhi :
Gaya hidup masyarakat cenderung menyukai sesuatu yang instan seperti
halnya pangsa pasar Indofood di luar negeri seperti Australia, mayoritas
masyarakatnya mayoritas orang-orang yang sibuk sehingga hal ini menjadi
peluang bagi Indofood untuk memasuki pasar yang akan mempengaruhi
pada permintaan produk terhadap perusahaan.

3. Teknologi
PT. Indofood harus memahami pengaruh perubahan faktor teknologi
terhadap kegiatan operasional perusahaan serta pemahaman tentang
kemampuan perusahaannya dalam menciptakan produk. Perkembangan
teknologi ini, selain dengan menunjang tercapainya tujuan perusahaan dapat
juga menjadi ancaman bagi merosotnya produktifitas perusahaan.
Perusahaan Indofood yang dibentuk di Australia, pastinya memiliki mesin-
mesin canggih untuk memenuhi permintaan masyarakat Australia terhadap
Indomie. Teknologi lain seperti internet dan social-network lain juga
ditempuh PT. Indofood untuk memasarkan produknya.

4. Demografi
Pemasaran Indomie dari perusahaan PT. Indofood Sukses Makmur ini
menargetkan kepada konsumen dengan rentang usia diatas 3 tahun. Karena
akan kurang pantas jika dikonsumsi oleh batita (bayi dibawah tiga tahun)

15
mereka masih membutuhkan asupan gizi yang lebih baik, makanan-
makanan bermanfaat bagi pertumbuhan mereka. Tetapi apabila untuk
dikonsumsi sekali-kali tidak apa-apa. Dari sisi jenis kelamin, dapat
dikonsumsi oleh pria maupun wanita. Dari sisi penghasilan, harga mie
instant Indomie sendiri masih cukup terjangkau di Australia bila
dibandingkan dengan rata-rata penghasilan warga mereka per tahun.

5. Geografi
Australia saling berbagi lautan dengan tetangga-tetangganya yang terdekat,
yakni Indonesia dan Papua Nugini. Australia terletak di sebelah tenggara
Indonesia. Pada titik batasnya yang terdekat, Australia dan Indonesia hanya
terpisah beberapa kilometer saja. Dengan letak geografis negara Australia
dengan negara Indonesia yang lebih dari sekedar dekat, memudahkan
pengiriman (proses eksport-import) produk mie instant dari Indofood
menuju ke Australia. Dari segi biaya penyimpanan gudang, biaya transport,
bahkan waktu pengirimanpun akan lebih cepat dibanding pengiriman
produk ke negara lainnya. Ini pulalah yang membuat permintaan pasar
konsumen di Australia semakin meningkat.

6. Politik dan Hukum


Pengaruh politik dan hukum terhadap industri sapi potong dapat dinilai dari
berbagai peraturan maupun kesepakatan berbagai pihak yang terkait,
misalnya kesepakatan WTO dan AFTA yang berskala internasional, atau
Peraturan Daerah (Perda) yang lingkupnya lebih sempit. Hukum dagang PT.
Indofood, yang pada awalnya didirikan dengan nama PT. Panganjaya
Intikusuma berdasarkan akta pendirian no.228 yang kemudian diubah
dengan akta no. 249, dan akta no.171 tanggal 15 november 1994. Tujuan
utama didirikannya PT. Indofood adalah memproduksi makanan olahan
(khususnya mie instant), pengolahan gandum menjadi tepung terigu,
industri makanan terpadu, distribusi, perkebunan, dan pengolahan kelapa
sawit.

16
2.2.3 Internal Posisi Keuangan
Di tengah iklim perekonomian yang penuh tantangan, Indofood berhasil meraih
kinerja yang positif, dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan dan memperkuat
posisinya sebagai pemimpin pasar, sementara posisi keuangan Perseroan terjaga
dengan sehat. Arahan strategis Perseroan untuk meraih pertumbuhan melalui
inovasi telah dilaksanakan dengan baik, melalui keberhasilannya dalam peluncuran
kategori-kategori produk yang baru, serta banyaknya peluncuran berbagai produk
baru.

Net Sales (Penjualan Netto)

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk berhasil mencapai hamper seluruh target di
tahun 2017 dimana meraih pertumbuhan penjualan neto sebesar Rp70,19 triliun
dikontribusikan oleh pertumbuhan penjualan dari berbagai kegiatan usahanya yang
sudah ada maupun yang baru. Tanpa memperhitungkan kegiatan usaha baru,
penjualan neto tumbuh 5,6%, dan kegiatan usaha baru di bidang minuman
memberikan kontribusi sekitar 6,4% terhadap penjualan neto konsolidasi.

17
Income From Operations/Ebit (Trillion Rupiah)
Laba Usaha (Triliun Rupiah)

Pada Laba usaha tumbuh 12,5% menjadi Rp8,75 triliun di tahun 2017, PT.
Indofood Sukses Makmur Tbk gembira atas kemajuan yang dicapai baik oleh
kegiatan usaha yang sudah ada maupun baru dimana berhasil mempercepat
pertumbuhan penjualan dan meraih kemajuan berarti dalam menyeimbangkan
portofolio usaha

Total Aset (Triliun Rupiah)

Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2017 mencapai Rp87,94 triliun,
naik 7,0% dari Rp82,17 triliun pada tanggal 31 Desember 2016. Total aset pada
akhir tahun 2017 terdiri dari total aset lancar sebesar Rp32,52 triliun dan total aset
tidak lancar sebesar Rp55,42 triliun, sedangkan di akhir tahun 2016 masing-masing
mencapai Rp28,99 triliun dan Rp53,19 triliun. Total aset lancar meningkat terutama
disebabkan oleh naiknya persediaan bersih dan piutang usaha, sedangkan total aset
tidak lancar meningkat terutama karena kenaikan aset tetap bersih dan tanaman
perkebunan.

18
Total Ekuitas (Triliun Rupiah)

Pada tanggal 31 Desember 2017 total ekuitas mencapai Rp46,76 triliun


dibandingkan dengan Rp43,94 triliun pada tanggal 31 Desember 2016. Kenaikan
ini terutama karena laba yang dihasilkan di sepanjang tahun 2017 dikurang dengan
pembayaran dividen untuk tahun buku 2016.

2.2.4 Posisi Market Share dan Matriks BCG


Pada umumnya siklus hidup produk atau product life cycle memiliki 4 tahapan
yaitu: Perkenalan (Introduction), Perkembangan (Growth), kedewasaan (Maturity),
penurunan (Decline).

Indomie adalah merek produk mi instan dari Indonesia. Di Indonesia,


Indomie diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Selain
dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca
negara, antara lain di Amerika Serikat, Australia, berbagai negara Asia dan Afrika
serta negara-negara Eropa; hal ini menjadikan Indomie sebagai salah satu produk

19
Indonesia yang mampu menembus pasar internasional. Di Indonesia sendiri,
sebutan “Indomie” sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi
instan.
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai ke empat tahapan siklus
hidup produk yang di gunakan produsen PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk dalam
memasarkan produknya berdasarkan fase atau tahap siklusnya.

1. Perkenalan (Introduction)
Mie Instan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1969. Indomie
sendiri di produksi dan dipasarkan ke konsumen sejak tahun 1972. PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk, pertama kali memperkenalkan Indomie Mie Noodlez,
Indomie Laksa, dll. Tahap perkenalan adalah tahapan pertama dalam siklus hidup
produk dimana produsen memperkenalkan produk barunya kepada pasar atau
masyarakat umum. Tahap ini ditandai dengan pertumbuhan yang lambat.
Pertumbuhan yang lambat karena di sebabkan oleh:
a. Kelambatan dalam perluasan kapasitas produksi
b. Masalah teknis
c. Konsumen baru mengenal produk
d. Perusahaan mulai beradaptasi
e. Kelambatan dalam penyediaan produk tersebut untuk konsumen,
terutama di bidang distribusi.
2. Perkembangan (Growth)
Tahap perkembangan (Growth) adalah tahap di mana produk yang di perkenalkan
tersebut dikenal dan mulai diterima oleh konsumen. Dalam periode pertumbuhan
ini ditunjukkan dengan penjualan yang mulai meningkat. Pada tahun 1982 PT.
Indofood Sukses Makmur, Tbk meluncurkan varian rasa baru, yaitu rasa Kari
Ayam. Diikuti pada tahun 1983 varian Mie Goreng di keluarkan. Tahun berikutnya
perusahaan PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd dibeli oleh PT. Sarimi Asli
Jaya (produsen Sarimi). Tiga tahun kemudian Pop Mie, mie instan dalam wadah
cup, diluncurkan untuk pertama kalinya dengan rasa ayam dan baso.

20
3. Tahap Kedewasaan (Maturity)
Pada tahun 1982 Indomie meluncurkan varian rasa baru, yaitu rasa Kari Ayam.
Diikuti pada tahun 1983 varian Mie Goreng di keluarkan. Tahun berikutnya
perusahaan PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd dibeli oleh PT. Sarimi Asli
Jaya (produsen Sarimi). Tiga tahun kemudian Pop Mie, mie instan dalam wadah
cup , diluncurkan untuk pertama kalinya dengan rasa ayam dan baso. Ditinjau dari
aspek product life-cycle, Indomie saat ini berada pada posisi mature, sudah stabil,
memiliki brand equity yang sangat kuat sehingga dapat bertahan sebagai Top of
Mind merek mie instan.
Peningkatan omset penjualan yang mulai melambat, bersaing dengan ketat dan
berjuang dalam merebut pangsa pasar dengan para pesaing–pesaingnya. Ditinjau
lebih jauh tahap pendewasaan ini dapat di bagi menjadi 3 tahap, yaitu:
a. Tahap pendewasaan yang meningkat adalah penjualan total meningkat
dengan lambat yang di sebabkan karena sebagian permintaan berasal dari
langganan (pembeli lama), sedangkan pembeli baru yang masuk hanya
sedikit.
b. Tahap kedewasaan yang stabil adalah volume penjualan tidak meningkat
lagi tetapi konstan.ini di sebabkan karena seluruh permintaanya berasal dari
pembeli lama atau pelanggan, jadi sudah tidak ada lagi pembeli baru yang
masuk.
c. Tahap kedewasaan menurun adalah penjualan yang menurun dikarenakan
beberapa langganan mulai meninggalkan produk perusahaan dan membeli
produk lain. Ini di tandai pada tahun 2003, mulai muncul pesaing produk
Indomie yang berasal dari PT. Wings Food, yaitu Mie Sedap. Mie Sedap
juga tak kalah populer dengan Indomie meskipun masih produk baru.
Sampai sekarang Indomie terus mencoba mengembangkan varian mie instan
tersebut.
Diantaranya Mie Kriuk, Selera Nusantara, Indomie Jumbo, Mie Kriting, Taste if
Asia dan
Kuliner Indonesia. Tidak hanya varian, Indomie pun mencoba untuk meng-upgrade
kemasannya

21
4. Tahap Penurunan (Decline)
Pada tahap penurunan, penjualan dan keuntungan akan semakin menurun dan jika
tidak melakukan strategi yang tepat, produk yang di tawarkan mungkin akan hilang
dari pasar (Market), Hal ini dipengaruhi oleh ancaman factor internal dan
eksternal yang dapat terjadi.Tahap terakhir yang dialami oleh suatu produk dalam
siklus kehidupannya adalah tahap kemunduran panjang atau lamanya tahap
kemunduran ini di tentukan oleh beberapa factor, yaitu:
a. Perubahan selera konsumen
b. Perubahan kegiatan pesaing
c. Kebijaksanaan meninggalkan produk oleh perusahaan.
Pada 7 Oktober 2010 Pihak berwenang Taiwan mengumumkan bahwa Indomie
yang dijual di negeri mereka mengandung dua bahan pengawet yang terlarang,
yaitu natrium benzoat dan metil p-hidroksibenzoat. Dua unsur itu hanya boleh
digunakan untuk membuat kosmetik. Sehingga dilakukan penarikan semua produk
mi instan “Indomie” dari pasaran Taiwan. Selain di Taiwan, larangan juga berlaku
di Kanada dan Eropa. Hal ini menyebabkan menurunnya tingkat permintaan
Indomie dari mancanegara. Namun hal ini tidak berlangsung lama dan Indomie
kembali mendapatkan hati masayarakat.

BCG (Boston Consulting Group


Pada tahun 1968, menciptakan (BCG) Boston Consulting Group “Growth
Share Matrix” sebuah grafik sederhana untuk membantu perusahaan besar dalam
menentukan bagaimana mengalokasikan kas antara unit-unit bisnis mereka.
Korporasi akan mengkategorikan unit usaha sebagai “Bintang”, “Kas Sapi”,
”Pertanyaan Marks”, dan “Anjing” (awalnya “Piaraan”) kemudian mengalokasikan
kas yang sesuai, memindahkan uang dari ”sapi perah” menuju “bintang” dan “tanda
tanya” yang memiliki tingkat pertumbuhan pasar yang lebih tinggi potensial. Bagan
itu popular selama dua dekade dan “digunakan sebagai primer dalam prinsip-
prinsip pengelolaan portofolio”, sebagai kata BCG.

22
1) Question
Divisi dalam kuadran I memiliki posisi pangsa pasar relatif yang rendah, tetapi
mereka bersaing dalam industri yang bertumbuh pesat. Biasanya kebutuhan kas
perusahaan ini tinggi dan pendapatan kasnya rendah. Bisnis ini disebut tanda tanya
karena organisasi harus memutuskan apakah akan memperkuat divisi ini dengan
menjalankan strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, atau
pengembangan produk) atau menjualnya.
Analisis PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, : Pada kuardan ini PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk tidak menunjukkan pangsa pasar yang relative rendah
dan di Indonesia untuk produk mie instan yaitu indomie tidak bersaing dalam
industry yang pertumbuhannya pesat dilihat bahwa indomie yang
dikeluarkan PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk merupakan market reader
mie instan di Indonesia karena memiliki brand yang kuat di benak konsumen
dan merupakan perusahaan mie instan pertama di Indonesia.

2) Star
Bisnis di kuadran II (disebut juga Bintang) mewakili peluang jangka panjang
terbaik untuk pertumbuhan dan profitabilitas bagi organisasi. Divisi dengan pangsa

23
pasar relatif yang tinggi dan tingkat pertumbuhan industri yang tinggi seharusnya
menerima investasi yang besar untuk mempertahankan dan memperkuat posisi
dominan mereka. Kategori ini adalah pemimpin pasar namun bukan berarti akan
memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak
uang untuk memenangkan pasar dan mengantisipasi para pesaingnya. Integrasi ke
depan, ke belakang, dan horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar,
pengembangan produk, dan joint venture merupakan strategi yang sesuai untuk
dipertimbangkan divisi ini.
Analisis PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, : Perusahaan memiliki hubungan
jangka panjang dilihat dari peluang yang baik dalam hal pertumbuhan dan
laba dimana mempunyai pangsa pasar yang tinggi dimana produk yang
dikeluarkan PT. Indofood Sukses Makmur di gemari oleh semua kalangan,
sehingga bagi perusahaan memerlukan investasi.

3) Cash Cow
Divisi yang berposisi di kuadran III memiliki pangsa pasar relatif yang tinggi tetapi
bersaing dalam industri yang pertumbuhannya lambat. Disebut sapi perah karena
menghasilkan kas lebih dari yang dibutuhkanya, mereka seringkali diperah untuk
membiayai untuk membiayai sektor usaha yang lain. Banyak sapi perah saat ini
adalah bintang di masa lalu, divisi sapi perah harus dikelola unuk mempertahankan
posisi kuatnya selama mungkin. Pengembangan produk atau diversifikasi
konsentrik dapat menjadi strategi yang menarik untuk sapi perah yang kuat. Tetapi,
ketika divisi sapi perah menjadi lemah, retrenchment atau divestasi lebih sesuai
untuk diterapkan.
Analisis PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, : Pada kuardan ini PT. Indofood
Sukses Makmur, memiliki pangsa pasar yang relative tinggi tetapi bersaing
dalam pertumbuhan pasar industri yang lambat sehingga PT. Indofood
Sukses Makmur menghasilkan pendapatan yang dapat diperas seperti susu
sapi hal ini dilihat dari PT. Indofood Sukses Makmur yang memiliki anak
perusahaan dan memproduksi berbagai macam produk makanan.

24
4) Dog
Divisi kuadran IV dari organisasi memiliki pangsa pasar relatif yang rendah dan
bersaing dalam industri yang pertumbuhannya rendah atau tidak tumbuh. Mereka
adalah anjing dalam portofolio perusahaan. Karena posisi internal dan eksternalnya
lemah, bisnis ini seringkali dilikuidasi, divestasi atau dipangkas dengan
retrenchment. Ketika sebuah divisi menjadi anjing, retrenchment dapat menjadi
strategi yang terbaik.
Analisis PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, : Pada Kuardan ini PT. Indofood
Sukses Makmur, Tbk tidak menunjukkan pangsa pasar yang realtif rendah
namun dilihat saat ini PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk bersaing pada
industri yang relative pertumbuhannya rendah yaitu Mie Sedap yang
dikeluarkan oleh PT. Wingsfood. . Indofood Sukses Makmur, Tbk.

2.2.5 Kompetitor
Mie instan telah menjadi makanan yang paling digemari khususnya di
Indonesia. Pangsa pasarnya sangatlah besar, mengingat makanan ini digemari
semua kalangan. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk, pertama kali
memperkenalkan Indomie sebagai brand dari mie instan. Hingga saat ini Indomie
dari Indofood Sukses Makmur begitu sangat dikenal oleh masyarakat dan sudah
umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mie instan. Seiring waktu,
sebenarnya ada beberapa merek mie instan yang mencoba meramaikan pasar, tapi
tidak berhasil. Satu per satu merek mie instan para pesaing itu pun tenggelam. Pada
tahun 2003, setelah sekitar 30 tahun Indomie berjaya, merek Mi Sedaap muncul
turut meramaikan pasar mie instan Tanah Air. Dan merek baru Mi Sedaap inilah
yang dinilai mampu mengikis sedikit demi sedikit market share Indomie sebagai
market leader mie instan di Indonesia. Dua merek yang bersaing sengit dalam
kategori produk mie instan ini adalah Indomie dan Mi Sedaap.
Mi Sedaap cukup fenomenal dengan rasa kari spesial yang kental dan
katanya “nendang rasanya”. Merek mie instan besutan Wings Food ini pertama kali
hadir dengan hanya tiga varian rasa, yaitu mie goreng dengan “kriuk-kriuk”, rasa

25
soto dengan koya, dan rasa ayam bawang dengan bawang goreng. Sebagai
pendatang baru, Mi Sedaap hadir dengan strategi promosi agresif untuk segera
mendongkrak awareness merek produk. Mi Sedaap pastinya menyadari sejak awal
bahwa merebut market share Indofood yang image produknya sudah sangat baik
bukanlah perkara mudah. Sebab itu Wings membutuhkan waktu lebih dari dua
tahun untuk melakukan riset hingga menemukan formula rasa yang pas. Kemudian
bisa dimunculkan produk mie instan dengan penambahan bumbu bawang goreng
kriuk pada varian mie gorengnya. Meski terkesan sepele, ternyata Mi Sedaap varian
rasa tersebut cukup disukai konsumen.
Banyak orang yang mengaku sudah familier dengan rasa dan tekstur
Indomie. Tapi, banyak juga orang yang mengatakan ingin menjajal rasa dan kualitas
dari merek lain. Tentu bila menyangkut kategori produk mie instan yang harganya
terbilang murah dan relatif mudah ditemukan, keputusan orang untuk memilih pun
akan berlangsung secara cepat dan instan. Dalam hal ini, merek yang pertama kali
terlintas di benak pelangganlah yang akan terpilih.

26
Jika dilihat dari Top Brand Index (TBI) 2014, kedua merek ini terpaut cukup jauh, yaitu
Indomie meraih indeks 75,9% dan Mie Sedaap 15,9%. Dari semua merek pesaing, Mi
Sedaap yang paling mungkin menggoyang posisi market leader Indomie di pasar.
Terbukti memang Mi Sedaap-lah yang diam-diam sedikit menggerogoti pangsa pasar
Indomie. Ini benar terutama pada awal Mi Sedaap muncul di pasaran dan konsumen
banyak yang tertarik untuk menjajal mie instan baru ini. Tetapi, dari data Top Brand
Index mulai tahun 2010 sampai sekarang, terlihat posisi Indomie memang sulit
disaingi.
2.2.6 Analisis SWAT
Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau
di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha
penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan
jangka pendek maupun tujuan jangkan panjang.

a) Strenght (Kekuatan)
Berikut ini adalah kekuatan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu sebagai
berikut:

27
1. Keahlian dalam cita rasa Indonesia (rasa yang enak dan lezat)
2. Produksi rendah biaya
3. Jangkauan distribusi luas
4. Memiliki satu group yang menangani pendistribusian produk-produknya
(PT. Group Distribusi Indofood),
5. Kecepatan dalam menjangkau konsumen
6. Memiliki banyak anak perusahaan,
7. Brand yang sudah terkenal lama oleh masyarakat Indonesia terutama
produk Mie.
8. Memliki Sumber Daya Manusia yang besar sehingga mampu produksi
yang besar Pula.
9. Terus melakukan inovasi untuk menghasilkan cita rasa mie yang sesuai
dengan Konsumen.
10. Telah merambah pasar Luar Negeri.

b) Weakness (Kelemahan)
Berikut ini adalah kelemahan dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu sebagai
berikut:
1. Terlalu banyak Brand yang dikeluarkan
2. Terlalu banyak inovasi rasa yang dibuat oleh Indofood
3. Permintaan pasar yang belum terpenuhi
4. Produk memakai MSG (Monosodium Glutamate)
5. Besarnya biaya pemasaran yang digunakan
6. Ketersediaan bahan baku yang belum mencukupi khususnya produksi di
Luar Negeri.
c) Opportunities (Peluang)
Berikut ini adalah peluang dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu sebagai
berikut:
1. Pertumbuhan pasar yang terus meningkat, baik di kalangan bawah,
menengah, maupun atas

28
2. Segementasi pasar yang tidak terlalu signifikan karena produk yang
dihasilkan terus menyesuaikan untuk dikonsumsi pria atau wanita, baik
tua maupun muda
3. Memanfaatkan e-bussines dalam membantu mengembangkan pangsa
pasar dan memperkenalkan prosuk melalui internet, karena pengguna
internet sama dengan masyarakat konsumen
4. Melakukan ekspansi ke luar negeri
5. Melakukan join dengan perusahaan yang memiliki produk yang sejenis
6. Melakukan diversifikasi terhadap produk lain
7. Pasar domestik maupun luar negeri masih terbuka lebar
8. Naiknya harga makanan pokok
9. Pola hidup masyarakat akan mie instant yang cukup tinggi
d) Threats (Ancaman)
Berikut ini adalah ancaman dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk, yaitu sebagai
berikut:
1. Ketatnya persaingan yang dilakukan pesaing dalam hal iklan maupun
inovasi
2. Tidak fokus terhadap satu jenis produk
3. Terus dihadapi dengan pesaing-pesaing baru dengan jenis produk yang
sama
4. Adanya kompetitor sejenis yang cukup banyak
5. Kemungkinan adanya anti MSG dan zat bahaya lainnya

29
BAB III

Kesimpulan dan Saran

3.1 Kesimpulan
1. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk merupakan perusahaan pertama di
Indonesia yang memproduksi Mie Instan yang brand produknya dikenal
dengan indomie dan membuatnya menjadi market leader makanan instan.
2. Ditinjau dari aspek product life-cycle, Indomie saat ini berada pada
posisi mature, sudah stabil, memiliki brand equity yang sangat kuat sehingga
dapat bertahan sebagai Top of Mind merek mie instan.
3. Dari analisis BCG, PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk berada pada posisi
Kuardan III (Cash Cow) dimana memiliki pangsa pasar yang tinggi dan
peluang pertumbuhan laba dalam jangka panjang, memiliki investor-investor
yang berinvestasi pada perusahaan dan juga memiliki anak perusahaan karena
mengeluarkan berbagai macam produk.
4. Analisis SWOT pada PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk ini digunakan
dengan melihat instrument utama yaitu kekuatan dan kelemahan dan
kesempatan ekternal dan ancaman, instrument ini memberikan cara sederhana
untuk memperkirakan cara terbaik PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk untuk
pencapaian dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan.

3.2 Saran
1. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk khususnya produk indomie, harus dapat
mempertahankan ciri khas produknya.
2. PT Indofood Sukses Makmur, Tbk harus memiliki kemampuan untuk
mengidentifikasi mengenali kebutuhan dan keinginan konsumen yang
heterogen mengingat keinginan konsumen yang berubah-ubah sehingga dapat

30
mengetahui dengan jelas kebutuhan dan keinginan dari konsumen. Itu
dilakukan agar kegiatan produksi sesuai dengan target yang diinginkan.
3. PT Indofood Sukses Makmur, Tbk dapat melakukan pemanfaatan dan
pengalokasian modal dengan tepat yang digunakan untuk pengembangan
teknologi seoptimal mungkin.
4. PT Indofood Sukses makmur, Tbk dapat lebih bijak dalam pemilihan bahan
baku dan bahan pembantu agar tetap menjaga kualitas produk, sehingga tidak
banyak mengandung bahan kimia yang dapat merugikan para penikmat
produk Indofood.

31