Anda di halaman 1dari 17

MINI RISET AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI


PERUSAHAAN

Dosen Pengampu : Drs. La Hanu M.Si / Sondang Aida Silalahi, SE., M.Si

DISUSUN OLEH :

1. Misten Tamba (7163142029)


2. Mestri Shalsa Damanik (7163142028)
3. Yohana Dhea Hutagaol (7161142041)

B REGULER

PRODI PENDIDIKAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah selalu dipanjatkan kehadirat Allah Swt, atas segala


nikmat dan karunia-Nya sehingga kita senantiasa dapat menjalankan tugas dan
amanah sebagai wujud pengabdian kita kepada-Nya. Makalah Mini Riset ini telah
kami susun dengan semaksimal mungkin. Makalah Mini Riset ini bertujuan untuk
memenuhi tugas mata kuliah “Akuntansi Keuangan Lanjutan” dari Dosen
Pengampu Bapak Drs. La Hanu M.Si dan Ibu Sondang Aida Silalahi, SE., M.Si.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik agar dapat
memperbaiki Makalah Mini Riset ini. Akhir kata kami berharap semoga Makalah
Mini Riset Akuntansi Keuangan Lanjutan ini dapat memberikan manfaat kepada
saudara/i sekalian. Terimakasih.

Medan, November 2018

Tim Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1

DAFTAR ISI ........................................................................................................... 2

BAB I ...................................................................................................................... 4

PENDAHULUAN .................................................................................................. 4

A. Latar Belakang ............................................................................................. 4

B. Tujuan .......................................................................................................... 4

C. Manfaat ........................................................................................................ 4

BAB II ..................................................................................................................... 5

GAMBARAN UMUM ........................................................................................... 5

A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan ....................................................... 5

B. Tujuan Analisa Laporan Keuangan .............................................................. 5

C. Rasio Laporan Keuangan ............................................................................. 6

BAB III ................................................................................................................... 8

METODOLOGI PENELITIAN .............................................................................. 8

A. Metode Penelitian......................................................................................... 8

B. Langkah Penelitian ....................................................................................... 8

BAB IV ................................................................................................................... 9

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ................................................................... 9

A. Neraca dan Laporan Laba/Rugi Comparatif ................................................ 9

B. Rasio Likuiditas ......................................................................................... 10

C. Rasio Solvabilitas ....................................................................................... 11

D. Rasio Rentabilitas ...................................................................................... 12

E. Rasio Aktivitas ........................................................................................... 14

2
BAB III ................................................................................................................. 16

PENUTUP ............................................................................................................. 16

A. Kesimpulan ................................................................................................ 16

B. Saran ........................................................................................................... 16

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan asumsi yang memandang


makana ekonomi suatu entitas. Entitas induk dan entitas anak adalah entitas-
entitas yang berbeda, bahkan undang-undang anti-trust mensyaratkan arm’s
length transaction diantara entitas-entitas yang berafiliasi. Istilah afiliasi juga
sering dipakai untuk menggambarkan kelompok usaha, tetapi afiliasi atau
hubungan istimewa lebih luas dari kelompok usaha.

Analisa laporan keuangan adalah kegiatan menganalisa laporan keuangan. Yang


lahir dari suatu konsep dan sistem akutansi keuangan. Dengan memahami sifat
dan konsep akutansi keuangan maka akan lebih mengenal sifat dan konsep
laporan keuangan sehingga dapat menjaga kemungkinan salah tafsir terhadap
informasi yang diberikan melalui laporan keuangan sehinggakesimpulan yang
disapat akan lebih akurat.
Inti dari laporan keuangan adalah menggambarkan pos-pos keuangan
perusahaan yang diperoleh dalam suatu periode. Dalam perusahaan kita mengenal
beberapa macam laporan keuangan seperti: Neraca, Laporan laba rugi Laporan
catatan atas laporan keuangan, dan Laporan arus kas.
Dalam makalah ini kami akan menganalisis laporan keuangan PT Elnusa Tbk
dan Entitas anaknya/and its subsiadary.

B. Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis laporan keuangan PT


Elnusa Tbk dan Entitas anaknya/and its subsiadary.

C. Manfaat

Manfaat dari makalah ini mengetahui bagaimana cara menganalisis suatu


laporan keuangan.

4
BAB II
GAMBARAN UMUM
A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Menurut Myer (2004:5) definisi analisa laporan keuangan adalah “Analisa
laporan keuangan adalah analisa mengenai dua daftar yang disusunoleh akuntan
pada akhir periode untuk suatu perusahaan”. Menurut Dwi Prastowo (2008:56)
definisi analisis laporan keuangankeuangan adalah: “Analisa laporan keuangan
adalah penguraian suatu pokok atas berbagaibagiannya dan penelaahan bagian itu
sendiri serta hubungan antar bagianuntuk memperoleh pengertian yang tepat dan
pemahaman arti keseluruhan”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa analisa laporan keuangan
(financial statement analysis) adalah proses penganalisaan atau penyidikan
terhadap laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi beserta
lampiran-lampirannya untuk mengetahui posisi keuangan dan tingkat “kesehatan”
perusahaan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan teknik-teknik
tertentu.
Pihak-pihak yang berkepentingan dalam data-data keuangan perusahaan adalah :
- Pemilik perusahaan
- Manajer Perusahaan
- Para Investor dan kreditor
- Pemerintah
- Buruh
B. Tujuan Analisa Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan alat yang penting untuk memperoleh informasi
sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh
perusahaan. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasiyang
cukup penting untuk mengambil keputusan yang bersifat ekonomi.
Analisa laporan keuangan mencakup pengaplikasian berbagai alat dan
teknik analisa pada laporan keuangan dan data keuangan dalam rangka
untukmemperoleh ukuran-ukuran dan hubungan yang berarti dan berguna
dalam proses pengambilan keputusan. Analisa laporan keuangan dilakukan
untuk mencapai tujuan:

5
1. Untuk mengetahui perubahan posisi keuangan perusahaan pada satu
periodetertentu baik aktiva, kewajiban, dan harta maupun hasil usaha yang
telahdicapai untukbeberapa p
2. Untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan apa saja yang dimiliki
oleh perusahaan.
3. Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu
dilakukankedepan yang berkaitan dengan posisi keuangan saat ini.
4. Untuk melakukan penilaian atau evaluasi kinerja manajemen
kedepan,apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap
berhasil.
C. Rasio Laporan Keuangan
Rasio laporan keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu
dengan pos lain yang memiliki hubungan signifikan (berarti).Rasio keuangan ini
hanya menyederhanakan hubungan antara pos tertentu dengan pos
lainnya.Adapun rasio keuangan yang popular adalah :
a. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek.
b. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka panjang atau kewajiban-kewajibannya apabila
perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas antara lain :
- Rasio Hutang atas Modal
- Debt Service Ratio.
- Rasio Hutang atas Aktiva.

c. Rasio Aktivitas.
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam
menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan
lainnya.Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
- Receivable Turn Over
- Inventory Turn Over.

6
- Fixed Asset Turn Over.
- Total Asset Turn Over.
- Periode Penagihan Piutang.

7
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Metode Penelitian
Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan kuantitatif. Analisis
dilakukan dengan mengkaji dan mereview dari laporan keuangan, dan mencari
rasio-rasio dari setiap laporan keuangan dengan perhitungan.

B. Langkah Penelitian

Langkah-langkah dari penelitian ini adalah :

1. Tim mencari data sekunder


2. Tim menganalisis laporan keuangan
3. Tim membahas dari analisis
4. Tim menari kesimpulan.

8
BAB IV
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

A. Neraca dan Laporan Laba/Rugi Comparatif


1. Kas pada tahun 2016 sebesar 744,387 sedangkan pada tahun 2017 sebesar
902,563. Dan persediaan pada tahun 2016 sebesar 130,532 dan pada tahun
2017 adalah 96,508. Dapat dilihat bahwa terjadinya peningkatan kas dan
penurunan pada persediaan. Diperkirakan peningkatan kas yang terjadi
dikarenakan perusahaan melakukan penurunan pembelian persediaan pada
tahun 2017, oleh karena itu kas pada tahun 2017 mengalami peningkatan.
2. Pendapatan pada tahun 2016 sebesar 3,620,570 dan pada tahun 2017
4,978,986 sedangkan laba tahun berjalan pada tahun 2016 sebesar 316,066
dan pada tahun 2017 sebesar 250.754. Terlihat bahwa terjadinya peningkatan
pada pendapatan tetapi terjadi penurunan pada laba tahun berjalan di tahun
2017. Diperkirakan naiknya pendapatan dikarenakan adanya perubahan
volume penjualan atau bahkan perubahan harga jual.
3. Laba komprehensif pada tahun 2016 sebesar 318,798 sedangkan pada tahun
2017 sebesar 238,473. Dan laba per saham pada tahun 2016 sebesar 42,60
dan tahun 2017 sebesar 33,86. Dapat dilihat bahwa laba komprehensif pada
tahun 2017 mengalami penurunan.
4. Aset tetap pada tahun 2016 sebesar 2,325,840 dan pada tahun 2017 sebesar
2,475,904. Dapat dilihat terjadi peningkatan asset tetap pada tahun 2017.
5. Pada tahun 2016 jumlah piutang sebesar 713,885 sedangkan pada tahun 2017
jumlah piutang sebesar 1,258,525. Terlihat bahwa jumlah piutang mengalami
peningkatan pada tahun 2017, diketahui juga bahwa pada tahun 2017
pendapatan mengalami peningkatan. Kenaikan piutang diikuti oleh kenaikan
pendapatan.
6. Beban pajak penghasilan pada tahun 2016 sebesar 102,252 sedangkan pada
tahun 2017 sebesar 75,612. Penurunan beban pajak penghasilan ini
dikarenakan diketahuinya bahwa adanya penurunan laba komprehensif pada
tahun 2017 maka dari itu terjadi penurunan beban pajak penghasilan pada
tahun 2017.

9
7. Penghasilan bunga pada tahun 2016 sebesar 20,235 dan pada tahun 2017
sebesar 20,395. Terlihat bahwa terjadi peningkatan pada penghasilan bunga
8. Pada tahun 2016 jumlah aktiva lancar 1,865,116 sedangkan pada tahun 2017
sebesar 2,379,465. Kenaikan ini terjadi dikarenakan peningkatnya jumlah
persediaan dan piutangnya. Dan pada tahun 2016 jumlah hutang lancar
sebesar 1,254,181 dan pada tahun 2017 sebesar 1,757,781. Dapat terlihat
bahwa lebih besar jumlah aktiva lancar dari pada hutang lancar pada kedua
tahun tersebut, ini berarti perusahaan dapat membayar hutang lancarnya
dengan lancar. Berarti perusahaan ini likuid.
9. Hutang usaha pada tahun 2016 sebesar 237,083 sedangkan pada tahun 2017
sebesar 308,321. Dapat dilihat bahwa terjadinya peningkatan jumlah hutang
usaha pada tahun 2017.
10. Beban penjualan pada tahun 2016 sebesar 4,116 sedangkan pada tahun 2017
sebesar 1,451. Dapat dilihat terjadinya penurunan pada beban penjualan.

B. Rasio Likuiditas
1. Current Ratio

Aktiva Lancar (Current Assets)


𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = Utang Lancar (Current Liabilities) 𝑥 100%

Rasio 2016 2017


Current Ratio 1,49% 1,35%

Berdasarkan hasil diatas menunjukkan aktiva lancar lebih besar dari hutan
lancar yang mengartikan perusahaan dapat menutupi semua hutang lancar, maka
rasio ini sehat.

10
2. Quick Ratio

Aktiva Lancar– Persediaan


𝑄𝑢𝑖𝑐𝑘 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝑥 100%
Utang Lancar

Rasio 2016 2017


Quick Ratio 1,38% 1,29%

Berdasarkan hasil diatas menunjukkan terjadi investasi yang besar pada


persediaan karena current rasio lebih meningkat dari quick ratio.

3. Cash Ratio

Kas dan Setara Kas


𝐶𝑎𝑠ℎ 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝑥 100%
Utang Lancar

Rasio 2016 2017


Cash Ratio 59% 51%

Didalam Cash Ratio jika rasio semakin besar maka rasionya semakin baik,
berdasarkan rasio diatas Cash Ratio perusahaan Elnusa tidak cukup baik.

C. Rasio Solvabilitas
1. Total Debt to Total Assets Ratio

Total Hutang
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝑥 100%
Total Aktiva

Rasio 2016 2017


Debt Ratio 31% 37%

11
Berdasarkan rasio diatas menunjukkan perusahaan sehat dan mampu
membayar hutang perusahaan karena rasio nya sedikit dan total aktiva lebih besar
daripada total hutang.

2. Debt to Equity Ratio

Total Hutang
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝑥 100%
Modal

Rasio 2016 2017


Debt to Equity Ratio 45% 59%

Berdasarkan rasio diatas menunjukkan modal yang dimiliki perusahaan


cukup tinggi berarti ini baik untuk perusahaan. karena semakin kecil rasio ini
semakin baik, artinya semakin kecil porsi hutang terhadap modal semakin aman.

D. Rasio Rentabilitas
1. Profit Margin

Laba Bersih
𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝑥 100%
Penjualan

Rasio 2016 2017


Profit Margin 8,7% 5,03%

Dalam rasio ini mencerminkan atau menggambarkan laba kotor yang dapat
dicapai setiap rupiah penjualan, semakin besar rasio maka semakin baik kondisi
keuangan perusahaan.
2. Gross Profit Margin

Laba Kotor
𝐺𝑟𝑜𝑠𝑠 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝑥 100%
Penjualan Bersih

Rasio 2016 2017


Gross Profit Margin 17% 12%

12
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang
akan menutupi biaya-biaya tetap atau biaya operasi lainnya. semakin besar
rasionya semakin baik.

3. Net Profit Margin

Laba Bersih Setelah Pajak


𝑁𝑒𝑡 𝑃𝑟𝑜𝑓𝑖𝑡 𝑀𝑎𝑟𝑔𝑖𝑛 = 𝑥 100%
Penjualan Bersih

Rasio 2016 2017


Net Profit Margin 8,73% 5,03%

Rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh setiap
satu rupiah penjualan. Semakin tinggi rasionya semakin baik, karena
menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat
penjualan tertentu.

4. Return On Investment (ROI)

Laba Bersih Setelah Pajak


𝑅𝑂𝐼 = 𝑥 100%
Investasi

Rasio 2016 2017


Return On Investment (ROI) 3,84%

Rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih setelah pajak yang
dihasilkan oleh setiap satu rupiah investasi yang dikeluarkan. Semakin besar
rasionya semakin baik.

13
5. Return On Assets (ROA)

Laba Bersih Setelah Pajak


𝑅𝑂𝐴 = 𝑥 100%
Total Aktiva

Rasio 2016 2017


Return On Assets (ROA) 10,15% 6,39%

E. Rasio Aktivitas
1. Perputaran Piutang

Penjualan Bersih
𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑖𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 =
Rata − rata Piutang

Rasio 2016 2017


Perputaran Piutang 5,071 (6) 3,95 (4)

Maksud dari rasio diatas adalah perputaran piutang untuk tahun 2016 6 kali
dibandingkan penjualan dan perputaran piutag untuk tahun 2017 adalah 4 kali
dibandingkan penjualan.

2. Perputaran Persediaan

Harga Pokok Penjualan


𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 =
Rata − Rata Persediaan

Rasio 2016 2017


Perputaran Persediaan - -

3. Perputaran Aktiva Tetap

Penjualan
𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝 =
Aktiva Tetap

Rasio 2016 2017


Perputaran Aktiva Tetap 10,15% 6,39%

14
Berdasarkan rasio diatas kita dapat melihat terjadi perputaran aktiva tetap
sebanyak 10 kali pada tahun 2016 dan menurun pada tahun 2017 yaitu sebanyak 6
kali perputaran.

4. Perputaran Total Aktiva

Penjualan
𝑃𝑒𝑟𝑝𝑢𝑡𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎 =
Total Aktiva

Rasio 2016 2017


Perputaran Total Aktiva 10,15% 6,39%

Berdasarkan hasil rasio diatas dapat dilihat perputaran total aktiva pada
tahun 2016 sebanyak 10 kali putaran dan pada tahun 2017 sebanyak 6 kali
putaran.

15
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Rasio laporan keuangan adalah perbandingan antara pos-pos tertentu


dengan pos lain yang memiliki hubungan signifikan (berarti).Rasio keuangan ini
hanya menyederhanakan hubungan antara pos tertentu dengan pos
lainnya.Adapun rasio keuangan yang popular adalah :
a) Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan
dalam menyelesaikan semua kebutuhan jangka pendek.
b) Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka panjang atau kewajiban-kewajibannya apabila
perusahaan dilikuidasi. Rasio solvabilitas antara lain :
- Rasio Hutang atas Modal
- Debt Service Ratio.
- Rasio Hutang atas Aktiva.

c) Rasio Aktivitas.
Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam
menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian dan kegiatan
lainnya.Yang termasuk dalam rasio ini adalah :
- Receivable Turn Over
- Inventory Turn Over.
- Fixed Asset Turn Over.
- Total Asset Turn Over.
B. Saran

Diharapkan pembaca dapat memberikan saran dan kritik yang dapat


membangun, guna perbaikan makalah bagi penulis di masa yang akan datang.

16

Anda mungkin juga menyukai